loading...

Alasan dia berada di sini karena pekerjaan, Iwan sahabatnya waktu kulia dulu menawarkan ia untuk mengajar di Madrasah yang di pimpin oleh mertuanya sendiri, karena ia merasa tidak punya pilihan lain, akhirnya ia menerima ajakan sahabatnya, dan untuk sementara waktu ia akan tinggal di rumah sahabatnya.

Tak… tak… tak…

Reza menoleh kebelakang, di lihatnya Irma Istri sahabatnya berjalan gontai menuju dirinya yang sedang di dapur, sepertinya Irma tidak menyadari kehadirannya, karena wanita cantik itu tampak begitu cuek, mengambil sebotol minuman mineral dari dalam lemari es.

ilustrasi Irma, 35 tahun. anak pemilik Madrasah. seorang istri berhijab yg rupanya memiliki sisi liar yg tidak diketahui banyak orang

“Capek ya Mbak !” Goda Reza, ia hanya ingin sekedar mengisengi Istri sahabatnya.

“Belum tidur Mas ?” Tanya Irma gugup.

“Gimana mau tidur Mbak, kalau di samping kamar saya suaranya sangat berisik.” Ujar Reza, lalu di mengambil botol yang ada di tangan Irma, dan meminumnya langsung. “Mbak mau kopi, nanti saya buatkan.” Sambung Reza, tanpa menunggu jawaban dia membuat secangkir kopi.

Tentu saja Irma shock mendengar ucapan Reza, dia merasa sangat malu, karena tadi tamunya bisa mendengar suara erangannya saat melayani Suaminya.

Seandainya saja dia mendengarkan peringatan Suaminya, setidak ia sekarang tak perlu merasa malu, dan bisa segera pergi tanpa merasa sungkan menolak pemberian dari tamunya yang sekarang sedang membuatkannya segelas kopi hangat untuk dirinya.

“Ini Mbak kopinya.” Tawar Reza.

“Terimakasi ya, seharusnya saya yang melayani Mas, karena di sini Mas adalah tamu keluarga kami.”

“Hahaha… jangan terlalu di pikirkan, saya senang bisa membuatkan segelas kopi untuk wanita secantik mbak.” Goda Reza sambil tersenyum. “Kalau belum mengantuk, saya bisa menemani Mbak ngobrol.” Lanjut Reza sambil meminum kopi hangatnya tanpa melepas pandangannya kearah Irma.

“Terimakasi tapi… ”

“Gak baik menolak permintaan seorang tamu.” Potong Reza, sebelum Irma menolak ajakannya.

“Tapi maaf banget Mas, saya tidak bisa, Suami saya sedang tidur, gak baik kalau duduk berduaan dengan pria yang bukan muhrimnya, saya berharap Mas tidak tersinggung.”

“Baiklah, saya mengerti, mungkin lain kali saja.”

“Saya duluan ya Mas.”

Reza tersenyum sembari mengangguk.

———————–

Di dalam kamar, Irma duduk termenung di pinggiran tempat tidurnya, sementara itu, di sampingnya Iwan sedang tertidur lelap. Padahal sekarang ia sedang butuh teman, karena perasaannya sekarang sedang bercampur aduk, antara marah, malu dan kesal terhadap dirinya sendiri.

Dia mengutuk dirinya sendiri karena tanpa sadar dia telah mempermalukan dirinya di hadapan Reza, yang notabanenya adalah sahabat Suaminya. Seandainya saja dia keluar dengan pakaian lebih sopan, mungkin Reza tidak akan berbuat sekurang ajar itu kepadanya.

Tatapan matanya tadi, jelas mengisyaratkan nafsu binatang. Apa yang kulakukan barusan, seharusnya aku langsung pergi saat melihat dirinya, tadi… dia pasti bisa melihat tubuhku, oh tuhaaan… sekarang aku harus bagaimana kalau nanti bertemu dengan dirinya lagi, aku seorang wanita yang shaleha, tak pantas mengenakan pakaian seperti ini di depan pria lain.

Irma merebahkan tubuhnya, dia gigit pelan bibirnya, sementara tangannya turun hingga keselangkangannya.

Bayangan tatapan Reza kembali menghantuinya, membuatnya merasa malu dan terangsang. Ya… tatapan Reza membuat vaginanya terasa gatal.

Tidak… apa yang kulakukan, ini salah, ini tidak benar… Maafkan aku tuhan… maafkan aku …

Ia memejamkan matanya erat-erat, perlahan rasa kantuk mulai menguasai dirinya, detik berganti detik, menit berganti menit, hingga akhirnya ia benar-benar lelah bertarung dengan dirinya sendiri, hingga ia tertidur.

———

Sementara itu, di rumah yang sama tapi di kamar yang berbeda, seorang pria sedang berbaring diatas tempat tidurnya dalam kondisi setengah telanjang.

Tangan kanannya memegang secarik kain, berwarna putih bergaris merah. Ia tampak begitu menikmati aroma yang menyengat dari celana dalam tersebut, sementara tangan kirinya berada di bawah, bergerak maju mundur mengocok penisnya dengan gerakan teratur.

“Aaahk… Irma !” Dia mendesis pelan.

Penampilan Irma malam ini memang di luar dugaannya, setelah sebelumnya ia mendengar suara erangan Irma, dan sekarang dia melihat langsung lekuk tubuh Istri sahabatnya itu secara langsung, hanya di tutupi kain tipis yang tak mampu menyembunyikan keindahan tubuhnya.

Reza palupi, seorang duda yang di tinggal pergi Istrinya, kelakuannya yang suka berjudi dan bermain wanita, membuat ia harus merasakan kerasnya hidup di balik jeruji besi, setelah ia diarak warga karena ketahuan melakukan percobaan pemerkosaan terhadap gadis desa di kampung halamannya.

Hampir tiga tahun lamanya dia tinggal di hotel prodeo (penjara), dan setelah keluar, dia tak lagi punya tempat untuk pulang kekampung halamannya, hingga akhirnya ia kembali di pertemukan dengan sahabat lamanya, teman seperjuangannya ketika ia menuntut ilmu di kota pelajar.

Reza sengaja mengarang cerita tentang kehidupannya, agar sahabatnya merasa kasihan dengannya. Dia bercerita kalau ia di tuduh memperkosa seorang gadis, hingga ia di penjara, dan Istrinya pergi meninggalkan dirinya dengan pria lain.

Mendengar cerita tragis sahabatnya, Iwan merasa kasihan, dan dia menawarkan Reza untuk ikut dengannya, mengajar ditempat ia mengajar.

Dan di sinilah Reza sekarang, dia begitu menikmati hari-harinya di lingkungan madrasa tempat ia tinggal sekarang. Tapi ada satu yang akhir-akhir ini sering mengganggu pikirannya, yaitu Istri sahabatnya, Irma.

Hampir setiap malam, setelah ia tinggal di rumah Reza ia mendengar suara rintihan Istri sahabatmya, awalnya ia berusaha untuk tidak menghiraukan desahan mereka, tapi lama kelamaan dia mulai terganggu, pikiran jahatnya mulai kembali menguasai dirinya, di tambah lagi dengan kejadian barusan, dia sudah tidak tahan lagi dan berniat ingin memiliki Istri sahabatnya tersebut.

“Istrimu memang benar-benar luar biasa, di balik pakaiannya yang tertutup, ia sangat cantik, seksi dan sangat menggairahkan.” Gumam Reza sambil menghirup dalam-dalam aroma celana dalam milik Istri sahabatnya.

Dia mengocok penisnya semakin cepat, dan berselang semenit kemudian, ia memuntahkan spermanya. Dia segera membersihkan sisa spermanya dengan menggunakan celana dalam Irma hingga bersi. “Aku tidak kalau terus-terusan begini, burungku bisa lecet, kalau setiap hari kukocok. Aku harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya.” Gumam Reza, kemudian dia menyembunyikan celana dalam tersebut kedalam lemarinya.

Dia mengambil hpnya, lalu berjalan keluar rumah. Cukup lama dia memandangi langit malam ini. Lalu segera ia membuka kontak hpnya, mencari nama dan kemudian menelponnya.

“Hallo… ”

“Ya… halo, ini siapa ya ?”

“Ini saya Bang Reza.” Jawab Reza.

“Reza mana ya ?” Tanya orang di sebrang, Reza mendesah pelan, sepertinya dia tidak menyimpan nomor Reza.

“Masa Abang lupa sama pelanggan sendiri.”

“Sebentar…. ! Kamu Reza Palupi ? Tapi bukannya kamu masi di penjara ?”

“”Udah keluarlah Bang, ini sudah tiga tahun.”

“Wa… saya kira kamu masih tinggal di hotel prodeo, Hahaha… ”

“Sudalah Bang, itu masa lalu tak perlu di bahas.” Kesal Reza, “Abang masi jualan ?” Tanya Reza, tidak mau terlalu lama berbasa-basi.

“Tentu, saya mau makan apa kalau tidak jualan, emangnya sekarang kamu butuh apa ? Obat untuk menggugurkan, atau obat perangsang.”

“Obat perangsang Bang, satu botol kecil.”

“Baiklah, kamu kirim alamatmu sekarang, dan jangan lupa transfer uangnya, karena kamu orang lama, saya.kasi harga lama. Kamu masi ingat nomor rekening saya ?”

“Saya masi nyimpan Bang, nanti segera saya kirim alamatnya, uangnya besok saya transfer.”

“Berbisnis denganmu memang selalu menyenangkan”

“Udah dulu ya Bang, sekarang saya masi ada urusan.” Buru-buru Reza menutup telponnya.

Sambil bersiul ringan, dia kembali kekamarnya, dia sudah tak sabar menunggu barang pesanannya tiba, pasti akan sangat menyenangkan bisa meniduri Irma. Tunggulah sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku, hahaha… Pikir Reza.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo