Catatan Admin: cerita dewasa ini panjang sekali. lebih baik agan bookmark sebelum membaca

Tanah itu masih merah. Bunga yang tertabur di atasnya juga masih segar. Bau harum langsung menyerbu hidungku saat aku mulai mengayunkan cangkul. Di langit, bulan purnama bersinar terang, menerangi tanah pekuburan itu dengan cahayanya yang lembut, membantuku untuk terus bekerja, menyingkirkan gundukan tanah itu sedikit demi sedikit. Suara burung hantu bergema di kejauhan saat aku sudah berhasil mencopot nisannya.

loading...

“Akhirnya…” aku berseru penuh kemenangan.

Cepat aku mencabut papan itu. Bau busuk yang menguar dari mayat di bawahnya tidak aku hiraukan. Sebagai seorang juru kunci makam, aku tidak takut sedikitpun, aku sudah sering melihat mayat.

Kupandangi wajah Juragan Karta yang sudah bengkak membiru. “Maaf, Juragan. Kuharap Juragan tidak marah dengan tindakanku ini.”

Kulonggarkan kain pengikat dikepalanya. Dengan hati-hati kuselipkan tanganku, kuambil benda yang tersembunyi di belakang lehernya: sebuah telor ayam kampung. Benda itu terasa hangat, sesuatu yang aneh mengingat tubuh Juragan Karta yang sudah sedingin es. Cepat aku mengantonginya. Di langit, bulan sudah sedikit bergeser. Tengah malam baru saja berlalu, tapi tidak masalah karena aku sudah berhasil melakukan ritualku.

***

Indah

Fajar baru saja menyingsing saat aku tiba kembali di rumah. Kulihat Indah, istriku, sudah mulai sibuk di dapur.

“Darimana saja, Bang?” tanyanya sambil memasukkan beras ke dalam panci. “Jam segini baru pulang.” Dia melirikku, meminta jawaban.

“Emm, aku diminta pak RT untuk menemaninya ngobrol di rumah Juragan Karta.” sahutku berbohong.

“Menemani pak RT apa menemani si Mitha?” Indah menyindir.

Mitha adalah istri kelima Juragan Karta. Umurnya baru 21 tahun. Orangnya cantik dan sangat seksi, maklum gadis kota. Sebagai orang terkaya di desa, Juragan Karta memang mempunyai banyak istri.

ilustrasi Indah

Sebenarnya Indah juga cantik, tidak kalah dengan si Mitha. Tapi setelah melahirkan anak kami yang pertama, dia jadi sedikit berubah, agak sedikit gemuk. Tambah seksi sih, tapi sudah nggak padat lagi. Payudaranya yg besar dan bokongnya agak sedikit menurun.

Tidak menjawab, aku beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka. Aku tidak ingin memperpanjang masalah dengan istriku. Hatiku terlalu gembira untuk mengurusi hal-hal remeh seperti itu. Mengingat ritualku yang sukses besar tadi, sindiran istriku kuanggap angin lalu yang tidak berarti apa-apa.

Hari ini akan kutiduri si Mitha. Itu pasti!

Aku terkekeh sendirian di kamar mandi membayangkannya. Sambil gosok gigi, tak terasa penisku mulai membesar. Ahh, aku mengelusnya pelan dari luar celana. Apa harus kulampiaskan sekarang? Kulirik istriku yang masih sibuk di dapur.

Selesai mengelap muka dengan handuk, aku menghampirinya. “Masih lama, Dik?” tanyaku sambil mengelus pundaknya.

Indah menoleh dan melotot, “Sudah ah, jangan merayu. Aku masih banyak kerjaan,” dia menepiskan tanganku.

Tapi aku tidak mau menyerah. Kupeluk lagi tubuh montoknya. “Kamu cantik deh hari ini.” beginilah kalau sudah terangsang, istri belum mandi tetap dibilang cantik.

“Abang pengen ya?” tanyanya sambil mengiris bawang. Dia membiarkan tanganku bergerak ke atas gundukan buah dadanya dan mengelusnya pelan. Terasa empuk dan hangat disana.

“He-eh,” aku mengangguk. Kucoba untuk mencari putingnya, terasa tapi cuma sedikit. BH Indah terlalu tebal.

“Baru ingat ya kalau punya istri?” sindirnya tajam. “Dari kemarin aku merayu-rayu nggak direspon.”

Ah, benarkah seperti itu? aku mencoba mengingat-ingat. Tapi aku lupa. Mungkin karena saking sibuknya mempersiapkan ritual, aku sampai mengabaikannya.

“I-iya, maafkan aku!” kukecup pipinya sebagai tanda minta maaf.

Indah mendengus, tapi tidak menolak.

Kulanjutkan dengan melumat bibir tipisnya. Dia mengerang dan membalas sekilas. “Kompor… nanti gosong!” desahnya lirih. Tangannya dengan gemetar menunjuk ikan mujaer yang sedang dia goreng.

Aku segera mematikannya dan membopong tubuh mulus Indah ke dalam kamar. Tapi masih sampai di ruang tengah, dia sudah tak tahan. Indah menyudutkan tubuhku ke meja makan dan menciumiku bertubi-tubi. Ah, tumben dia seperti ini? tapi aku tidak ingin repot memikirkannya. Lebih baik kunikmati saja apa yang dia berikan.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Dengan Mantra Pelet, Kutaklukkan Banyak Wanita Berhijab yg SEXY!
Article Name
Dengan Mantra Pelet, Kutaklukkan Banyak Wanita Berhijab yg SEXY!
Description
kisah Kemal si penggali kubur yg menggunakan mantra pelet untuk menaklukkan banyak istri-istri orang & wanita berhijab yg seksi! diambil dari cerbung yg beredar di internet, dikompilasi jadi satu cerita dewasa panjang. cerita ini sebenarnya belum lengkap karena kelanjutannya belum bisa kami temukan
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo