Karena jabatan suamiku sudah tidak mungkin lagi naik di perusahaannya, untuk menambah penghasilan kami, aku meminta ijin kepada Mas Hadi untuk bekerja, mengingat pendidikanku sebagai seorang Accounting sama sekali tidak kumanfatkan semenjak aku menikah.

loading...

“Iya… si Yanti, teman kuliah Ridha..!” kataku.

“Coba deh, kamu hubungi dia besok. Kali saja dia mau menolong kamu..!” katanya lagi.

“Tapi, benar nih.. Mas.. kamu ijinkan saya bekerja..?”

Mas Hadi mengangguk mesra sambil menatapku kembali.

Sambil tersenyum, perlahan dia dekatkan wajahnya ke wajahku dan mendaratkan bibirnya ke bibirku.

“Terimakasih.. Mas.., mmhh..!” kusambut ciuman mesranya.

Sebagai seorang istri, nafsu seksku memang selalu membara. aku yg selalu berinisiatif meminta jatah kenikmatan pada Mas Hadi. Penampilanku yg sehari-hari berjilbab mungkin akan membuat orang lain terkaget-kaget & tidak menyangka akan besarnya keinginanku akan seks.  jika saja mereka tahu betapa liar dan binalnya aku di ranjang…

Dan beberapa lama kemudian aku pun mulai terangsang lagi, dan melanjutkan persetubuhan suami istri untuk babak yang ketiga. aku tahu mas Hadi sudah capai, tapi aku tetap memaksa dan menungganginya malam itu. sering juga aku menunggangi mas Hadi dalam posisi Woman on Top sambil tetap mengenakan jilbabku

Siang itu ketika aku terbangun dari mimpiku, aku tidak mendapatkan suamiku tidur di sisiku. Aku menengok jam dinding. Rupanya suamiku sudah berangkat kerja karena jam dinding itu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Aku teringat akan percakapan kami semalam. Maka sambil mengenakan pakaian tidurku (tanpa BH dan celana dalam), aku beranjak dari tempat tidur berjalan menuju ruang tamu rumahku, mengangkat telpon yang ada di meja dan memutar nomor telpon Yanti, temanku itu.

Baca juga: Balada Para Pencari Tuhan (klik di gambar)

“Hallo… ini Yanti..!” kataku membuka pembicaraan saat kudengar telpon yang kuhubungi terangkat.

“Iya.., siapa nih..?” tanya Yanti.

“Ini.. aku Rida..!”

“Oh Rida.., ada apa..?” tanyanya lagi.

“Boleh nggak sekarang aku ke rumahmu, aku kangen sama kamu nih..!” kataku.

“Silakan.., kebetulan aku libur hari ini..!” jawab Yanti.

“Oke deh.., nanti sebelum makan siang aku ke rumahmu. Masak yang enak ya, biar aku bisa makan di sana..!” kataku sambil sedikit tertawa.

“Sialan luh. Oke deh.., cepetan ke sini.., ditunggu loh..!”

“Oke.., sampai ketemu yaa.. daah..!” kataku sambil menutup gagang telpon itu.

Setelah menelepon Yanti, aku berjalan menuju kamar mandi. Di kamar mandi itu aku melepas pakaianku semuanya dan langsung membersihkan tubuhku. Namun sebelumnya aku bermasturbasi sejenak dengan memasukkan jariku ke dalam vaginaku sendiri sambil pikiranku menerawang mengingat kejadian-kejadian yang semalam baru kualami. Membayangkan penis suamiku walau tidak begitu besar namun mampu memberikan kepuasan padaku. Dan ini merupakan kebiasaanku.

Walaupun aku telah bersuami, namun aku selalu menutup kenikmatan bersetubuh dengan Mas Hadi dengan bermasturbasi, karena kadang-kadang bermasturbasi lebih nikmat.

Singkat cerita, siang itu aku sudah berada di depan rumah Yanti yang besar itu. Dan Yanti menyambutku saat aku mengetuk pintunya.

“Apa kabar Rida..?” begitu katanya sambil mencium pipiku.

“Seperti yang kamu lihat sekarang ini..!” jawabku.

“Wow.. kamu makin cantik dengan jilbab” seru Yanti

Setelah berbasa-basi, Yanti membimbingku masuk ke ruangan tengah dan mempersilakan aku untuk duduk.

“Sebentar ya.., kamu santailah dahulu, aku ambil minuman di belakang…” lalu Yanti meninggalkanku.

Aku segera duduk di sofanya yang empuk. Aku memperhatikan ke sekeliling ruangan ini. Bagus sekali rumahnya, beda dengan rumahku. Di setiap sudut ruang terdapat hiasan-hiasan yang indah, dan pasti mahal-mahal. Foto-foto Yanti dan suaminya terpampang di dinding-dinding.

Sandi yang dahulu katanya sempat menaksir aku, yang kini adalah suami Yanti, terlihat semakin ganteng saja. Dalam pikirku berkata, menyesal juga aku acuh tak acuh terhadapnya dahulu. Coba kalau aku terima cintanya, mungkin sekarang aku yang menjadi istrinya.

Sambil terus memandangi foto Sandi, suaminya, terlintas pula dalam ingatanku betapa pada saat kuliah dulu lelaki keturunan Manado ini mencoba menarik perhatianku (aku, Yanti dan Sandi memang satu kampus). Sandi memang orang kaya. Dia adalah anak pengusaha di Jakarta. Pada awalnya aku pun tertarik, namun karena aku tidak suka dengan sifatnya yang agak arogan, maka segala perhatiannya padaku tidak kutanggapi. Aku takut jika tidak cocok dengannya, karena aku orangnya sangat sederhana.

Lamunanku dikagetkan oleh munculnya Yanti. Sambil membawa minuman, Yanti berjalan ke arah aku duduk, menaruh dua gelas sirup dan mempersilakanku untuk minum.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Suami Istri itu Memberiku Kepuasan Surgawi (Kisah Istri Berjilbab yg Ketagihan Threesome)
Article Name
Suami Istri itu Memberiku Kepuasan Surgawi (Kisah Istri Berjilbab yg Ketagihan Threesome)
Description
cerita dewasa seorang istri berjilbab yg ketagihan threesome (seks bertiga) dengan pasangan pasutri lainnya. silahkan dibaca dan dibookmark
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo