[ Unduh Video Ilustrasi di halaman terakhir artikel ini ]

loading...

Setelah melahirkan, pesona dan kharismanya bukannya berkurang, malah semakin menjadi-jadi. Wajahnya jadi tampak dua kali lebih jelita, kulitnya jadi lebih putih, sementara body-nya -jangan ditanya lagi- begitu montok dan mengundang birahi. Payudaranya jadi semakin besar karena berisi air susu, dulu saja sudah kelihatan membusung, apalagi sekarang.

Baju selebar dan selonggar apapun tidak bisa menutupi kemolekannya. Setiap mata lelaki yang memandangnya pasti berdecak kagum, dan ujung-ujungnya timbul keinginan untuk menjamahnya, atau minimal memandanginya sepuas hati. Karena itulah, sekarang Ustazah Nur selalu memakai jilbab lebar kalau ke sekolah. Ia ingin mengalihkan perhatian para lelaki, meski dalam hati tahu kalau itu sia-sia belaka.

Dan tak cuma payudara, pinggul dan paha Ustazah Nur juga membengkak makin sempurna. Kalau dulu masih agak kecil dan kerempeng, sekarang sudah membulat begitu indah. Kalau dia berjalan, goyangan pantatnya sanggup membuat semua mata lelaki berpaling, padahal sehari-hari Ustazah Nur senantiasa mengenakan jubah panjang dan stoking kaki. Tak lupa juga sarung tangan dan kain dalaman, namun tetap saja para lelaki memandang lapar kepada dirinya. Sebagai seorang ustazah yang sehari-hari mengajar pendidikan agama, Ustazah Nur bukannya tidak tahu hal itu.

Namun segala cara sudah ia lakukan, dan sampai sekarang hasilnya masih minim. Ia masih terlihat seperti ikan asin diantara para kucing, keberadaannya terlalu sukar untuk diabaikan.

Ia pernah mengutarakan hal ini pada sang suami, bukannya jawaban memuaskan yang ia terima, malah kecupan mesra di bibir yang ia dapat. Dan ujung-ujungnya, mereka sama-sama tak tahan dan akhirnya bercinta di ruang tengah, di sebelah bayi mereka yang tidur pulas dalam buaian. Ibu mertua yang memergoki aksi mereka, pura-pura tidak tahu, dan melanjutkan kegiatannya di dapur. Menghadapi kecantikan dan kemolekan Ustzah Nur, memang selalu membikin suaminya lepas kendali.

Dan begitu lepas kendalinya hingga membuat laki-laki itu jadi tidak tahan lama. Tahu kan artinya? Ya, suaminya selalu keluar duluan sebelum Ustazah Nur melenguh puas. Sebenarnya ini tidak terlalu dirisaukan oleh sang ibu guru muda, karena sebagai istri yang baik, ia harus menurut dan tidak boleh mengecewakan sang suami. Apapun keadaannya harus ia terima, meski itu artinya ia tidak pernah sekalipun mengalami orgasme selama 1 tahun pernikahannya.

Ustazah Nur bukannya tidak menginginkannya, kadang ia mengharapkannya juga, bahkan cerita-cerita dari rekan sesama guru yang kehidupan ranjangnya begitu panas dan menggelora, sering membuatnya berpikir; senikmat apakah orgasme itu? Tapi sekali lagi, ia terlalu sungkan untuk mengutarakan pada sang suami.

Didikan agama yang begitu ketat membuatnya memandang tabu pembicaraan seperti itu. Lagian, sebagai seorang istri yang solehah, cukup baginya melihat sang suami melenguh puas, tak peduli dengan dirinya sendiri yang tidak pernah merasa nikmat.

cerita dewasa jilbab

Baca juga: Pengakuan Seorang Wanita Berhijab yg Haus Kepuasan! (klik pada gambar)

Ya, Ustazah Nur berani berkata seperti itu karena memang itu yang ia alami. Sudah ejakulasi dini, barang suaminya juga kecil lagi pendek. Memang terasa saat dimasukkan, tapi masih seperti ada yang kurang. Benda itu tidak bisa menjangkau seluruh lorong kewanitaannya. Hanya terasa di gerbang depan saja, itupun cuma membentur-bentur ringan, tidak bisa menyesaki seperti cerita Ustazah Rina yang suaminya seorang Perwira Polisi.

Bikin Ustazah Nur jadi gatal setengah mati. Dan saat gatalnya perlahan memuncak, sang suami malah sudah KO duluan. Ustazah Nur memang tidak pernah protes, ia bisa menerima semua itu dengan ikhlas, namun dalam hati kecilnya tetap terbersit keinginan untuk dipuaskan seperti wanita pada umumnya.

Yang lebih tragis lagi, bahkan untuk menembus keperawanan Ustazah Nur saat malam pertama dulu, suaminya tidak menggunakan penisnya. Ia tidak mampu! Laki-laki itu menggunakan dua jari tangannya untuk merobek selaput dara Ustazah Nur. Kecewa pastinya, tapi apa mau dikata. Ia sudah memilih laki-laki itu sebagai suaminya, apapun keadaannya harus diterima. Memang di atas ranjang, suaminya tidak mampu.

Tapi sehari-hari, lelaki itu itu adalah sosok yang alim lagi bertanggung jawab. Dan itulah yang dicari oleh Ustazah Nur, ia harus bisa menekan hasrat birahinya demi kebahagiaan keluarga. Itu yang lebih penting.

Ustazah Nur masuk ke dalam klinik yang sudah menjadi langganannya itu. Setiap kali sakit atau ada keluhan kesehatan, ia selalu pergi kesana karena selain dekat dan murah, juga karena ada beberapa doktor muslimah yang bertugas di sana. Ustazah Nur kurang sreg kalau diperiksa oleh dokter lelaki, batasan bukan muhrim membuatnya jadi tidak leluasa berbincang dan berkonsultasi. Beda kalau ditangani dokter wanita, untuk suntik atau apapun, Ustazah Nur bisa bebas melakukannya. Kalau dengan dokter lelaki, jangankan memamerkan pinggulnya yang seksi, untuk tensi darah saja ia malu setengah mati.

Setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam, Ustazah Nur masuk ke ruang periksa. Untunglah saat itu dokter Aini yang sedang bertugas, Ustazah Nur lega saat melihatnya.

”Keluhannya apa, bu Ustazah?” tanya dokter Aini ramah. Lesung pipitnya tampak indah di bawah kacamata bulatnya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Tak dapat dari Suaminya, Ustazah Nur mengambil Kepuasan dari Lelaki lain!
Article Name
Tak dapat dari Suaminya, Ustazah Nur mengambil Kepuasan dari Lelaki lain!
Description
Baca cerita dewasa selingkuhnya Ustadzah Nur karena tidak pernah mendapatkan kepuasan dari suaminya sendiri...
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo