[ Unduh Video Ilustrasi di halaman terakhir cerita ini ]

loading...

Aku memperoleh kamar di kelas VIP. Itu pun satu-satunya kamar yang masih tersedia di rumah sakit tersebut. Kamar-kamar lainnya sudah penuh terisi pasien, yang sebagian besar di antaranya juga menderita DBD sepertiku.

Di kamar VIP, hanya ada 1 tempat tidur, ada sofa untuk keluarga pasien dan kamar mandi. ruangan ini terasa besar dan mewah. tapi yg namanya orang sakit, semewah-mewahnya kamar tentu saja gak akan betah! Akhirnya, aku menghabiskan malam itu berbaring di rumah sakit. Perasaanku bosan sekali. Padahal aku baru beberapa jam saja di situ.

Suster Anisa

Saking nyenyaknya aku tidur, aku terkejut pada saat dibangunkan oleh seorang suster. Gila! Suster berhijab yang satu ini cantik sekali, sekalipun tubuhnya sedikit gempal tapi kencang. Aku tidak percaya kalau yang di depanku itu suster. Aku langsung mengucek-ngucek mataku. Ih, benar! aku tak bermimpi! aku sempat membaca name tag di dadanya yang sayangnya tidak begitu membusung, namanya Anisa

Mas, sudah pagi. Sudah waktunya bangun, kata Suster Anisa. Nggg dengan sedikit rasa segan akhirnya aku bangun juga sekalipun mata masih terasa berat.Sekarang sudah tiba saatnya mandi, Mas, kata Suster Anisa lagi.

Oh ya. Suster, saya pinjam handuknya deh. Saya mau mandi di kamar mandi.Lho, kan Mas sementara belum boleh bangun dulu dari tempat tidur sama dokter.Jadi?Jadi Mas saya yang mandiin. Dimandiin? Wah, asyik juga kayaknya sih. Terakhir aku dimandikan waktu aku masih kecil oleh mamaku.

Setelah menutup tirai putih yang mengelilingi tempat tidurku, Suster Anisa menyiapkan dua buah baskom plastik berisi air hangat. Kemudian ada lagi gelas plastik berisi air hangat pula untuk gosok gigi dan sebuah mangkok plastik kecil sebagai tempat pembuangannya.

Pertama-tama kali, suster yang cantik itu memintaku gosok gigi terlebih dahulu. Oke, sekarang Mas buka kaosnya dan berbaring deh, kata Suster Anisa lagi sambil membantuku melepaskan kaos yang kupakai tanpa mengganggu selang infus yang dihubungkan ke pergelangan tanganku. Lalu aku berbaring di tempat tidur. Suster Anisa menggelar selembar handuk di atas pahaku.

Baca juga: Kutaklukkan Bi Eha, Istri Pamanku yg Berhijab itu…

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Article Name
Tubuhku digerayangi 2 Suster Berjilbab yg Menginginkan Kenikmatan!
Description
ngewe / ngentot dengan 2 suster berjilbab di rumah sakit
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com