loading...

Akan tetapi lelaki pilihannya si Firman itu malah mengurungkan niatnya untuk menjadi pemuas nafsuku. Suamiku sempat bertanya kenapa Firman menjauh tapi hanya kujawab bahwa aku sendiri tidak mengerti dan Armin suamiku tidak terlalu memaksakan untuk mendapat penjelasan soal Firman dariku.

Aku tidak yakin apa suamiku akan menerima bahwa aku telah menemukan sendiri lelaki pemuas nafsuku. Terutama karena aku juga memiliki rasa suka bahkan aku yakin aku mulai jatuh hati kepada preman itu. Maka aku memutuskan untuk merahasiakan hubunganku itu. Sensasi memiliki hubungan lain tanpa sepengetahuan suami terasa begitu berbeda dengan saat berhubungan dengan Firman. Rasanya lebih nikmat memiliki hubungan dengan bang Roy yang sejujurnya aku sangat sukai.

Tidak sampai sebulan kami menjalin hubungan aku dengan nekad mengajak dia untuk bercinta. Ya aku akui ini tujuan utamaku. Bercinta dengan bang Roy yang aku sukai dan bisa memuaskanku. Aku izin ke suamiku bahwa ada acara teman SMAku diluar kota. Aku izin nginap semalam disana. Suamiku tanpa banyak bertanya mengizinkanku. Kemudian setelah aku mengantar anakku Alisha ke rumah neneknya aku segera menemui Bang Roy. Kamipun sepakat untuk pergi ke rumah itu. Rumah kosong tempat dimana aku pernah disetubuhi oleh bang Roy dan kawan-kawannya dulu. Ternyata lokasinya di pinggiran kota. Kami kesana menyewa mobil rental yang dikemudikan oleh bang Roy sendiri.

“Kamu yakin mau melakukan ini sayang?” tanya bang Roy.

“Aku yakin bang. Bahkan setelah kejadian itu aku selalu mencari bang Roy sampai akhirnya kita ketemu.”

Dalam mobil itu bang Roy sesekali berlaku nakal kepadaku. Aku tentu saja menyukai apa yang dia lakukan. Payudaraku sudah mulai di remas-remasnya ketika mobil melaju dijalanan yang sepi. Awalnya dia melakukan hanya dari luar baju tapi untuk yang selanjutnya sudah merogoh langsung ke balik BHku setelah melepas kancing baju dan mengangkat cup BHku. Terus terang aku sama sekali tidak memberikan penolakan atas aksi selingkuhanku ini. Karena aku sendiri sangat menikmatinya, apalagi kalau remasannya diselingi permainan jari-jarinya pada putingku.

Tidak puas dengan meremas payudaraku, bang Roy juga mulai mengusap-usap memekku. Karena aku kebetulan sedang memakai rok. Untuk aksinya ini aku sempat menolak karena aku masih trauma melakukannya lagi dalam mobil dan itu yang kusampaikan kepada bang Roy, bang Roy mengerti dan bilang bahwa dia hanya akan mengusapnya dari luar celana dalam saja tidak sampai menyentuh langsung memekku. Walaupun awalnya ragu-ragu tapi akhirnya aku mengizinkannya. Aku takut saja kalau aku kebablasan dan kita main lagi dalam mobil.

Sampailah kami di rumah itu. Ada perasaan senang di hatiku karena akan bisa berkencan dengan bang Roy tanpa ada rasa khawatir mengalami kejadian seperti saat aku dengan Firman.

Setelah bang Roy memasukan mobil ke halaman dia segera mengunci pintu pagar. Kami masuk kerumah dan mengunci pintu masuk, aku langsung menubruk dan memeluk bang Roy yang saat itu sedang meletakkan kunci mobil dan tas kecilnya di atas meja makan. Dia langsung membalasnya dengan menciumku penuh kehangatan seolah-olah juga baru bertemu kembali denganku. Dengan tanpa melepaskan pangutan dibibir, kami kemudian bergerak untuk duduk di sofa.

Setelah puas melepas berciuman, bang Roy kemudian melepas bajuku juga BH warna pink yang aku pakaipu dilepasnya. Sehingga bagian atas tubuhku kini telanjang tapi dengan masih memakai Jilbab. Setelah aku tunggu beberapa saat aku mulai merasa heran karena bang Roy tidak juga segera beraksi setelah menelanjangi bagian atas tubuhku. Ternyata bang Roy sedang mengamati dengan seksama payudaraku dengan ekspresi kagum seolah baru pertama kali melihatnya. Lelaki ini rupanya juga sudah melepas baju atasnya sehingga kami sama-sama bertelanjang dada sekarang.

“Lisna, aku tetap saja tidak pernah puas melihat payudara kamu !” katanya dengan merayu.

“Kamu suka ?” kataku dengan mendesah.

“Aku suka sekali, terutama karena bentuknya yang benar-benar membulat” Jawabnya.

“Tapi abangkan sudah sering lihat dan merasakan yang kayak gini. Pasti banyak yang lebih menarik?’

“Tapi yang jelas payudara kamu sangat kenyal” lanjutnya sambil tersenyum nakal .

Sambil bicara bang Roy mulai menyentuh kedua payudaraku dengan kedua tangannya kemudian langsung memangut bibirku. Ciuman dia kali ini tidak hanya ke bibir saja, tapi juga pada kupingku leherku, dadaku dan juga putting payudaraku yang berwarna coklat kemerahan. Remasan pada satu payudara bersamaan dengan isapan-isapan yang disertai gigitan kecil pada putting payudara yang lainnya membuat aku dengan cepat merasa melayang.

“Ahhhh… ahhhh…bang…aaahhh” Celotehku dengan mulut yang menganga dan mata yang susah fokus karena mendapat kenikmatan yang datang tiba-tiba.

Posisi tubuhku kemudian dirubah menjadi setengah berbaring sehingga bang Roy bisa lebih leluasa mencumbuku. Nafsu berahiku meningkat dengan cepat, aku mulai merasakan celana dalamku menjadi lebih lembab oleh cairan yang keluar di sana.

“Bang …. aku sudah ga tahaaaan ….” Teriakku seperti biasa kalau sudah mencapai orgasmeku.

Saat itu aku ingin bang Roy mengelus-elus memekku yang basah dari luar celana dalamku.

Tanpa kesulitan dia melucuti rok dan celana dalamku sekaligus sampai terlepas. Tidak berhenti di sana, bang Roypun kemudian melepaskan celana dan celana dalamnya sendiri sehingga kami berdua sekarang dalam kondisi telanjang bulat.

Tubuhku yang telanjang berada dalam posisi badan setengah terbaring di sofa bersandar pada bantal dengan kedua kaki yang mengangkang. Saat itu aku sudah tidak begitu peduli dengan keadaanku karena yang aku inginkan adalah bang Roy segera menyentuh memekku.

Tanpa menunggu lama-lama bang Roy langsung menindih kemudian menciumi bibirku sedangkan tangan kanannya mengelus-elus memekku tanpa penghalang lagi. Sentuhan langsung tangan lelaki itu pada memek ternyata terasa jauh lebih nikmat dari yang pernah dilakukannya tempo hari. Apalagi saat bang Roy menggunakan jari-jarinya mempermainkan kelentitku sambil menggesek-gesek liang memekku yang sudah semakin basah.

“Hhhhmmmmpphhh …. Hmmmmmppphhhh…..” jeritanku masih tertahan oleh ciuman bang Roy.

Dia kemudian beralih menciumi dan menjilati kedua putting payudaraku secara bergantian membuat tubuhku bergelinjang dengan hebat karena diserang rasa geli yang menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Jari-jarinya yang ada di memek juga terus beraksi dengar berputar-putar di sekitar liangnya sehingga memekku terasa mulai merekah dan semakin basah.

“Ahhhh….bang …ahhhh …. Ahhhhh … enaakkk … ahhh “ Aku hanya bisa menjerit-jerit sebagai ekspresi kenikmatan.

Bang Roy bukanlah laki-laki pertama yang menyentuh tubuhku. Tapi cara dia memperlakukanku membuat aku mendapatkan kenikmatan lebih dari yang sebelumnya, bahkan membuatku ketagihan dan merindukan dia melakukannya lagi, lagi dan lagi.

“Ga tahan bang … aku sudah ga tahan …. ooohhhhh” Teriakku saat merasakan orgasme lagi.

Setelah mengejang beberapa kali karena kenikmatan luar biasa yang kurasakan, tubuhku menjadi lemah lunglai. Aku mengangkat kedua tanganku ke arah dia sebagai tanda ingin dipeluk, tapi bang Roymalah bangun dan berlutut diantara kedua kakiku sambil menarik kakiku sedikit untuk membuat posisiku badanku berbaring secara sempurna. Kedua kakiku dipentangkannya lebar-lebar dan tanpa ragu-ragu dia langsung memangut memekku dengan bibir dan lidahnya sehingga sekarang kepalanya itu ada diselangkanganku.

“Bang ….akhhhh ….Uuuuhhhhhh …..akkkkhhhhhhhh…..shhhhhhhh” aku sudah disergap lagi rasa nikmat dari permainan lidah dan bibir dia di memekku.

Bibirnya mulai menciumi kelentitku sedangkan lidahnya menari-nari menjelajahi sisi dalam memekku yang sudah mulai merekah. Kadang-kadang ujung lidahnya terasa bergerak keluar masuk kedalam liang memekku yang walaupun tidak masuk terlalu dalam tapi mendatangkan sensasi yang luar biasa. Aku mulai menggerak-gerakkan pinggul dan pantatku mengikuti tarian lidahnya sedangkan kedua tanganku meremas-remas rambutnya dengan gemas.

Bang Roy seperti tidak memperdulikan cairan memekku yang semakin membanjir dan bibir memekku semakin membengkak . Dia bahkan mulai menggigiti kelentitku dan diselingi sapuan lidahnya yang kasar mengelilingi kulit kelentik yang sensitif membuat tubuhku mulai bergetar dengan hebat menahan rasa nikmat yang dahsyat.

“Akkkkkhhhhhhhhhhh……ga tahan… bang …aku ga tahan lagi …….akkkkkkhhhhh” Aku mengerang dengan badan hampir melenting karena nikmatnya.

Pada saat nafasku masih memburu dan tersengal-sengal karena dihantam kenikmatan, aku lihat bang Roy bangkit dan dengan posisi hampir berlutut menggenggam kontol besarnya yang kemudian diarahkannya pada mulutku.

Aku langsung memegang kontol bang Roy…dan kumasukkan ke mulutku.Aku isap, aku kulum dengan penuh nafsu…sambil sesekali aku jilat batang kontolnya. Bang Roy cuma bisa mendesah..

“ssshh….Lisna…sayang…..oowhh….aaakkhh…”

“Bang… aku sudah gak tahan lagi pengen banget arhhhh” aku mulai tidak terkendali.

Kemudian aku berdiri mengangkangi bang Roy yang telah duduk dikursi. Pelan-pelan kutuntun kontol bang Roy mengarah ke memekku yang sudah basah..memerah dan tembem. Aku rasakan ujung kontolnya menyentuh bibir memekku. “owh…Bang….hmmmmm”…

Dengan satu hentakan….aku terpekik ketika kontol yang besar itu berusaha menembus memekku.

“owh….bang……pelan-pelan aja ya sayang…..”…

Bang Roy mulai mengangkat dan menurunkan tubuhku diatas pangkuannya.

Kurasakan kontol itu begitu lembut menggesek dinding bagian dalam memekku….

Aku pun mulai mencoba menggoyangkan pantat dan pinggulku…

“oohhh…Bang….terus akhhh enak banget bang….owhh….asshhhh….”

Aku menciumi rambut bang Roy.sementara mulut lelaki itu mengisap-isap kedua puting susuku..Kemudian punggungku melengkung menahan nikmatnya kontol bang Roy

Aku terus menggoyangkan pinggul dan pantatku….

Beberapa menit kemudian…aku merasa ada yg mau keluar dari memekku…

Aku mau mencapai klimaksku…

“ah….bang…terus akhhh…enak arhhggggg…..”

“ahh….ssshh….I love you bang Roy …argggggghhhh….”

sesaat aku lemas….aku merasakan kenikmatan yg luar biasa. Memekku memerah…dan tembem. Kuciumi bibir bang Royk dengan bernafsu..

“Aku mau lagi bang..enak banget….”

Tanpa dikomando, aku langsung menungging bertahan pada sisi meja.

Kuarahkan lubang memekku yang merah menganga ke kontol bang Roy

Lelaki itu pun langsung menusukkan kontolnya dari belakang….

“owwhhhhhh….bang.. aekhhhh”teriakku ketika kontol itu masuk lagi kedalam memekku.

Kepalaku turun naik merasakan kenikmatan ini..

Aku berkeringat…basah…

Mataku merem melek….

Bang Roy masih terus menggenjot memekku…

“Lelaki itu semakin dalam mengocok-ngocok kontolnya dalam memekku..

“Oh….bang….aku mauuuu keluar lagi….oooohhhhhh….aaaaaaahhhhkkkkk”

Akupun tertunduk…tersandar di bibir meja….

Bang Roy mencabut kontolnya dari memekku dan memasukkannya kedalam mulutku.

“kamu isap lagi ya sayang…isap yang kencang….”kata Bang Roy sambil mengelus-ngelus memekku yang membuatnya menyemburkan cairan nikmat.

Kuisap…kukocok-kocok, ku kulum dan kupelintir kontol bang Roy dalam mulutku..Sampai dia tidak tahan dan memuncratkan maninya didalam mulutku..

Rasanya begitu nikmat tak bisa kuungkapkan. Aku terus mengisap kontol dan air mani bang Roy hingga tetes terakhirnya. Kemudian kami berpelukan sambil berbaring di atas sofa.

Hari itu kami bertelanjang bulat seharian selama di dalam rumah, baik itu waktu makan makanan yang kami beli saat perjalanan ke rumah ini. Ataupun saat sekedar mengobrol berdua. Kondisi kami yang bertelanjang bulat membuat kami selalu mudah terangsang lagi untuk bersetubuh, sehingga kami bersetubuh berkali-kali hari ini.

Part 10

Tak terasa hubunganku dengan bang Roy sudah berjalan sekitar 10 bulan, bagiku dia adalah guru seksku yg paling luar biasa, terkadang aku sampai kewalahan menghadapi gairahnya yg begitu tinggi. Sebelumnya mungkin aku adalah wanita yang lugu dalam masalah sex, bahkan selama pernikahanku dengan Armin aku menganggap sex adalah hal yang tidak terlalu penting. Toh bagiku yang penting aku sudah pernah merasakan kepuasan sex dari pacarku dulu. Jadi kalau setelah nikah tidak bisa meraih lagi hal itu tidak menjadi masalah bagiku. Karena aku rasa tugasku setelah menikah adalah menjadi ibu rumah tangga yang berbakti pada suami.

Waktu itu kadang kala aku berangan-angan bisa menikmati kepuasan sex. Tapi aku berpikir itu harus aku dapatkan dari suamiku. Jadi walau kenyataannya suamiku tidak mampu membuat aku orgasme aku tetap berharap ada obat yang bisa membuat dia menjadi perkasa dan mampu memberiku kepuasan. Tetapi sampai kini kemampuan suamiku tidak pernah meningkat bahkan menurun.

Tetapi sejak merasakan kembali nikmatnya sex akibat kedatangan Hendra yang mendadak aku jadi begitu merindukan untuk menikmati itu setiap waktu. Sampai kehadiran Firman dan kejadian di mobil yang memunculkan bang Roy membawa aku menjadi seorang jilbaber yang haus akan sex.

Bagiku bang Roy seorang yang sangat ahli dalam urusan persetubuhan, daraku yang seorang isteri biasa-biasa saja yang bercita-cita menjadi isteri sholeha malah menjadi aku yang liar dan haus sex . Bang Roy memperkenalkan aku dengan alat bantu sex. Dia mempunyai beberapa alat bantu seperti dildo dan vibrator.

Saat pertama kali dia mengajarkan aku menggunakan alat bantu itu sungguh sensasinya luar biasa. Aku seolah bermasturbasi didepan dia, malah katanya aku sangat seksi dan merangsang saat sedang bermain dengan vibrator, kalau aku sudah puas dengan alat bantu itu pasti berganti dengan persetubuhan yangg liar dan panas.

Selain menggunakan alat bantu, aku dan bang Roy suka bersetubuh ditempat-tempat yang tidak lazim untuk dijadikan tempat memacu birahi. Kami pernah bersetubuh di taman depan rumah kosong yang di percaya pemiliknya untuk di jaga oleh bang Roy. Dengan resiko ketahuan sama orang lain yang sangat tinggi membuat persetubuhan kami menjadi seru. Terasa nikmat sekaligus degdegan.

Selain itu kami pernah bersetubuh diatas meja makan, di halaman belakang rumah dan di kolam renang sensasinya sungguh luar biasa.

Disisi lain suamiku tetap saja berusaha mencari lelaki yang akan menggantikan Firman untuk memenuhi fantasinya. Aku yang sudah terpuaskan dengan kehadiran bang Roy tidak antusias dengan apa yang dilakukan Armin. Suamiku itu bahkan mengatakan akan memberi hadiah ulang tahun istimewa saat tepat tanggal kelahiranku. Yang tinggal beberapa hari. Armin mengatakan akan merayakannya disebuah hotel, cuma aku dan suamiku saja. Alisah lagi-lagi kami titipkan dirumah orang tuaku.

Hotel yang dipesan Armin ada di kawasan pinggiran kota, kami menyewa salah satu kamar yg ada dilantai 7. Aku tidak tahu hadiah istimewa apa yang akan diberikan suamiku. Saat makan malam di resto milik hotel ini suamiku memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku.

“Happy birthday Sayang.”

Kemudian dia mengambil sesuatu dari saku celananya, sebuah kotak hitam kecil dan membukanya di hadapanku. Wah sebuah kalung dari emas putih bermatakan berlian, aku senang sekali karena walaupun kurang perkasa suami aku sangat romantis.

“Sini aku pakaikan” kata suami aku seraya memakaikan kalung tersebut.

“Terima kasih ya pah” kataku.

“Itu baru pembukaan say, masih ada hadiah kejutan untuk kamu” katanya.

“Apaan tuh pah aku jadi penasaran.” kataku lagi.

“Sekarang kita selesaikan makam malamnya nanti hadiah utamanya diberikannya di dalam kamar” katanya dengan penuh misteri.

Aku sebenarnya tidak terlalu antusias. Tapi aku menampakan diri seolah aku penasaran dengan hadiah kejutan dari suamiku. Agak lama kami menyelesaikan makan malam kami, setelah berjalan jalan sebentar melihat lihat seputaran lobby hotel, Armin suamiku mengajakku kembali ke kamar.

“Mau lihat hadiah utamanya nggak?” katanya, aku cuma tersenyum.

“Mau banget pah” kataku seolah sudah tidak sabar.

“aku kan mau memberikan sesuatu yg beda, Sayang” katanya lagi.

gak lama sampailah kami di kamar. suami aku menyalakan TV dan aku tidak begitu peduli dengan hadiah kejutan yang dijanjikan oleh suamiku.

“Siap utk kejutannya, Sayang” katanya sambil mencium bibirku dgn lembut.

Kamipun mulai berciuman, apa ini maksud suamiku dengan kejutan. Tidak terlalu istimewa kecuali mungkin bagi Armin istimewa mengajak aku bercinta pertama kali di hotel.

Saat aku sedang dicumbu oleh suamiku, bel kamar berbunyi. Suamiku memintaku untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka aku benar-benar terkejut bukan kepalang. Didepan pintu itu berdiri beberapa lelaki. Tetapi yang membuatku sangat kaget adalah mereka orang yang pernah aku lihat sebelumnya. Lebih tepatnya pernah menyentuh tubuhku.

“Selamat malam Mbak Lisna… selamat ulang tahun.” Ucap salah satu lelaki.

“Tony… kamu Tony kan..?” kataku yang masih terkaget-kaget.

“Iya mbak kok gak disilahkan masuk. Aku sama Memed, ucup dan Eman.” Kata Tony lagi.

“Ayo silahkan masuk kawan-kawan..”Sahut Armin.

Apa artinya ini, tanyaku dalam hati. Aku tidak habis pikir kenapa suamiku mengajak mereka masuk. Mereka berempat kemudian ramai-ramai masuk ke kamar hotel .

“Kamu gak usah bingung gitu say…” kata Armin suamiku.

“Apa maksudnya ini pah?”

“Mereka inilah hadiah kejutan buat kamu mah.”

“Hah…?”

“Biar kamu gak bingung papah cerita deh. Singkat aja. Kan papah penasaran ada apa dengan Firman. Dia gak mau cerita sih tapi karena aku paksa aku jadi tahu apa yang terjadi. Kemudian aku menemukan mereka say.”

“jadi papah..?” aku benar-benar terkejut.

“Kata Firman kamu sangat menikmati peristiwa itu. Jadi aku kenalan dengan mereka dan mereka mau diajak kerja sama buat ngasih kamu kejutan ini.”

Astaga kok jadi gini. Ini memang sebuah kejutan. Tapi apa aku harus menikmati kejutan ini. Apa suamiku mau memberikan aku untuk dizinahi empat lelaki ini didepannya. Sungguh gila. Tapi kok mereka bisa datang tanpa bang Roy. Apa mereka datang tanpa sepengetahuan dia. Atau gimana aku tak mengerti.

“Hari ini ulang tahun isteriku kawan-kawan, kita harus memberikan hadiah yang khusus, sekarang kalian siap-siap.” kata suamiku kepada Tony dan teman-temannya.

“Baik Mas” kata Tony sambil tersenyum.

Kemudian ucup datang dengan membawa botol minuman dan gelas-gelas.

“Mari kita bersulang”, kata suami aku sambil membagikan gelas dan menuangkan minuman kemasing-masing gelas..

“Demi kebahagiaan kamu, Sayang” kata suamiku kemudian.

Kami menghabiskan isi gelas tersebut. Setelah itu kami ngobrol ngalor ngidul sampai akhirnya kami ngomong hal yang porno-porno hingga aku merasa begitu horny, aku terangsang sekali. Mungkin juga pengaruh minuman yang beralkohol.

Sedikit sentuhan pada bagian sensitif saja memberikan rangsangan yangg sungguh luar biasa, aku tidak tahan lagi tetapi aku masih merasa risih bila berlaku liar dihadapan suamiku.

“Pah…”, kataku lirih sambil menahan gejolak birahi seolah meyakinkan suamiku apa benar dia memberi aku izin untuk disetubuhi oleh para preman ini.

Tapi Armin suamiku malah berkata,

“Siap buat hadiahnya Sayang?”.

Tangan suamiku mulai meremas perlahan payudaraku dan bibirnya melumat bibirku. Sekarang aku sudah lupa diri, setiap remasan Armin membuatku tidak peduli lagi bahwa setelah ini akan ada perzinahan antar aku seorang muslimah yang bersuami dengan empat pria dan ditonton oleh pria satunya lagi yang adalah suamiku. Satu demi satu kancing bajuku terlepas. hijabku sudah melayang entah kemana…

suamiku terus mencumbuku, sementara para preman itu masing-masing juga entah sejak kapan telah bugil sambil mengocok-ngocok kontol mereka. karena sudah tak tahan aku juga merespon rangsangan suamiku, malam itu setiap sentuhan maupun remasan suamiku rasanya lebih nikmat beberapa kali dibading biasanya. Aku telah telanjang bulat sekarang, aku sedang merasakan nikmatnya cumbuan suamiku ketika satu persatu para preman itu mulai menyentuhku.

“Aaaccrhh..”, aku menggelinjang nikmat.

Suamiku berjongkok didepan selangkanganku. Dia mulai menciumi pangkal pahaku. Membuak bibir memekku. Klitorisku distimulasi dengan sedemikian nikmatnya. Saat merasakan nikmat pada memekku, Tony mulai meremas payudaraku. Memed juga langsung mengenyot puting susuku. Ucup dan Eman aku tak tahu kalau melakukan apa. Karena aku merasa ada yang meremas pantatku dan ada yang mengelus-elus pahaku. Suamiku entah kenapa baru saja menjilati memekku tangannya mengocok dengan cepat dan langsung saja orgasme. Mungkin saking bernafsunya karena angan-angan dia melihat aku diseubuhi lelaki lain didepan matanya sebentar lagi akan terwujud.

Aku segera membungkuk karena hendak mengulum kontol Ucup yang paling dekat dengan kepalaku. Sementara kurasakan ada kontol yang mencoba masuk ke dalam memekku. Aku mengulum kontol Ucup sambil menengok kebelakang melihat siapa yang mau memasukan kontolnya paling awal. Ternyata Tony yang akan memulai. Karena memekku sudah sangat basah maka kontol besar itu masuk juga kedalam memekku dan memberi rasa nikmat yang luar biasa.

Mataku terpejam nikmat ketika pompaan Tony makin cepat , sementara pompaan kontol Ucup dimulutku juga semakin cepat.

Ketika sejenak kemudian aku mebuka mata aku melihat suamiku sudah duduk di kursi sambil onani melihat adegan kami. Kontolnya ternyata bisa ngaceng lagi setelah tumpah tadi. Mungkin karena nafsu melihat istrinya dicumbu sedemikian rupa. Akupun semakin menikmati perzinahan ini.

Dengan kecepatan sedang Tony memompa kontolnya ke dalam memek aku, setiap pergerakan mili demi mili dari kontol Tony memberikan sensasi yang sungguh nikmat tak tertahankan.

Aku hanya bisa melenguh karena mulutku tersumpal kontol Ucup yang nampaknya mulai menunjukan tanda-tanda hendak mendekati orgasme.

Tony terus memompa kontolnya didalam memek aku, sementara Ucup semakin dekat dengan puncak kenikmatannya.

“Arghhhh aku mau sampai”, kata Ucup.

“Aaarrcchh ..”, Dia mengejan hebat, aku merasakan cairan kontolnya menyembur dengan hangat didalam mulutku. Sebagian tertelan dan sebagian merembes keluar dari sela-sela bibirku yang masih tersumpal kontol.

Akupun mulai merasa akan ada yang meledak dalam tubuhku. Puncak kenikmatanku sudah makin mendekat. Memekku terasa makin nikmat.

“Owhhhh owhhhhhh owhhhhh… Arggggghhhhh.”

Aku menjerit sepuasnya ketika kurasakan memekku menyemburkan ciaran kenikmatannya dalam keadaan tersumpal kontol besar Tony.

Setelah itu tak begitu lama Tony ikut memuntahkan spermanya juga didalam memek aku. Aku terkapar setelah kelojotan dengan lutut gemetaran sekian detik. Kontol Tony terlepas dan dari memekku mengalir deras campuran cairan nikmat aku dan Tony. Kulihat suamiku ikutan orgasme dengan cara onani melihat aku yang kelojotan.

Setelah istirahat sejenak Memed giliran memompa kontolnya dalam memekku. Setelah itu giliran Eman. Aku orgasme sampai berkali-kali dan terkapar kelelahan setelah Ucup yang tadi hanya orgasme karena aku oral meminta giliran untuk menancapkan kontolnya ke memekku.

Setelah itu kami semua tertidur kelelahan. Aku terbangun ketika hari sudah mulai terang dan aku merasa ada yangg menciumku.

“Selamat pagi Sayang, gimana hadiahnya semalam?”,

Ternyata suamiku yang telah bangun duluan yang memberiku kecupan selamat pagi. Sementara para preman itu sudah tidak ada. Jam menunjukan pukul sembilan pagi.

“Papah jahat, aku istrimu, sampe kepayahan digarap para preman itu”, kataku manja.

“Tapi kamu suka kan?”, dia balik bertanya.

Sejujurnya aku sangat menikmati, tapi aku cuma diam saja tidak menjawab pertanyaan suamiku.

“Kamu gak keberatankan dengan hadiahku itu”, kata suami lagi.

“Pah, kok kamu bisa ketemu mereka dan bisa mengajak mereka buat melakukan itu. gimana smape bisa gitu ya, aku gak ngerti?”, tanyaku.

“kan aku bilang semalam bahwa ini karena Firman.”, katanya sambil tersenyum.

Aku sebenarnya kurang puas dengan penjelasan dia. Apalagi mereka anak buah bang Roy jadi aku agak gimana melihat mereka menyetubuhiku yang sudah menjalin cinta dengan bang Roy.

Di dalam kamar aku termenung mengingat kejadian semalam, sungguh luar biasa, sungguh fantastis tapi bagaimana kalau bang Roy tahu. Dalam hatiku terbersit rasa bersalah kepada bang Roy. Perasaan yang aneh. Seharusnya aku merasa bersalah kepada suamiku. Sekali lagi maafkan aku suamiku.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Maafkan Aku Suamiku... Aku Selingkuh & Menikmatinya!
Article Name
Maafkan Aku Suamiku... Aku Selingkuh & Menikmatinya!
Description
cerita dewasa yg mengisahkan perselingkuhan seorang muslimah jilbaber yg suainya tidak bisa memberikan kenikmatan seksual. seru dan mendebarkan!
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo