loading...

Sejak itu aku selalu siap pil kb dan menghitung benar siklus masa subur ku, aku masih menghargai mas tono sebagai suami ku, melayani kebutuhan suami baik lahir maupun kebutuhan nya di ranjang.

Pagi itu, jam 9.00 wib, suami ku pulang ke rumah setelah hampir seminggu ini dia beralasan sedang dinas di luar kota, sedangkan anak-anak sedang bersekolah.

Tok…Tok…Tok…

“Assalamualikum wr.wb, ma…mama papa pulang”. Ucap mas tono suami ku.

Aku yang saat itu sedang mencuci pakaian ku mendengar bunyi ketukan pintu dan suara salam dari pintu depan, bergegas untuk membukakan pintu sesegera mungkin.

“Waalaikum salam wr.wb”, sahut ku dari dalam.

Ceklek….

Pintu ku buka dari dalam dan saat ini aku melihat suami ku tersenyum berdiri di depan pintu sambil membawa sebuah ransel kecil di punggung nya.

“Papa”, ucap ku segera mencium buku tangan nya, tanda aku masih menghormati dan menghargai nya sebagai suami ku.

“Mama”, sahut nya membalas ciuman di buku tangan nya lalu mencium kening ku.

“Kapan datang nya pa, maaf tadi mama sedang cuci baju”, ucap ku menjelaskan diri ku saat ia mengetok pintu rumah.

“Nggak apa-apa mama sayang, udah yuk kita masuk ! Malu diliatin tetangga sebelah”. Ucap nya sambil ia merengkuh ku dalam pelukan nya.

“Papa kangen banget sama kamu ma”, ucap nya saat kami sudah berada di kamar.

“Papa sih sibuk mulu kerjaan nya”, rengek ku sambil bergelanyut manja di bahu nya.

“Makin cantik saja kamu ma”, ucap nya memuji ku.

“Bisa saja kamu pa”, sahut ku tersipu malu dengan muka merah merona.

“Ma, papa….”, ucap mas tono suami ku terputus diam seolah ada yang ingin ia sampaikan.

“Ada apa pa? Kok mendadak jadi diam!”. Sahut ku merasa aneh dengan sikap mas tono suamiku.

“Ma…Maafin papa ma, kemaren-kemaren papa begitu ambisi untuk mengejar pangkat dan jabatan, hingga kurang memperhatikan mama dan anak-anak, papa di jebak oleh teman papa sendiri, papa…”. Mas tono menghela nafas panjang saat ingin melanjutkan apa yang ingin disampaikan nya.

“Papa…. kenapa? Apa benar pa isu diluaran sana, bahwa papa punya simpanan wanita lain? Jawab pa, mama butuh kejujuran papa sekarang!”.

“Iya ma, papa khilaf waktu itu, saat tugas patroli ternyata minuman papa di beri obat perangsang sama teman-teman, papa nggak sadar dan yang ku ingat saat itu, papa melakukan nya dengan mama bukan dengan orang lain”.

“Sejak kapan pa? 9 tahun pernikahan kita baru 2 tahun ini mama merasa papa berubah! Apa wanita itu yang membuat papa berubah?”, oceh ku yang merasa kesal karena selama 2 tahun ini dikhianati oleh nya.

“Iya ma, dan setelah kejadian itu satu bulan kemudian ia mengaku hamil dan papa yang menghamili nya, papa bingung harus gimana? Jujur papa tidak ingat sama sekali saat melakukan perbuatan itu pertama kali nya”.

“Jadi kalian sudah menikah pa, dan anak itu apakah sudah lahir?”, omel ku yang mulai berkaca-kaca.

“Iya ma, papa terpaksa nikah dibawah tangan, soalnya dia mengancam akan melaporkan papa jika papa tidak menikahi nya yang saat itu sedang hamil, dan sekarang anak itu sudah berusia 2 tahun ma”.

“Tega kamu pa, kurang apa pa mama sama papa? Kalo masalah anak, kita harus nya konsultasi ke dokter sama-sama check medis masalah kesuburan atau bila perlu kita program anak ikutin saran dan anjuran dokter kandungan biar mama bisa hamil”.

“Iya ma, papa salah, dan yang membuat papa menyesal ternyata anak itu bukan anak papa ma, entah anak siapa, dari benih siapa papa nggak tau?

“Kok bisa tau papa kalo anak itu bukan anak papa, gimana cara nya pa?”, ucap ku penasaran dengan omongan nya barusan.

“Saat itu anak nya sakit demam berdarah, kebetulan butuh transfusi darah dan karena papa merasa punya tanggung jawab sama anak papa, papa berniat donor darah, setelah di lakukan tes kok golongan darah papa beda sama golongan darah anak itu. Anak itu golongan darah nya A, sementara papa golongan darah nya O dan mama nya saat itu papa minta juga untuk ikut tes ternyata golongan darah nya O juga, harus nya kalo ayah dan ibu nyasama-sama bergolongan darah O harus nya anak nya bergolongan darah yang sama”.

“Apa wanita itu mengakui bahwa anak itu bukan anak papa? Apa papa masih bisa menerima penjelasan wanita itu?”.

“Ia masih menyangkal nya ma, dengan berbagai alasan supaya aku mengerti dan menerima nya”.

“Jadi selama ini papa terus-terusan di bohongi oleh wanita itu ya pa, gimana papa bisa sadar kalo anak itu bukan darah daging papa”, ucap ku penasaran.

“Tes DNA, papa melakukan tes DNA sama anak itu dan ternyata memang dia bukan anak kandung papa”, ucap nya sambil menundukkan kepala mungkin ia merasa malu karena membohongi ku beberapa tahun ini.

“Pa, mama shock mendengar nya pa, tapi mama bisa memaafkan papa untuk kali ini, jika sampai terulang lagi, jangan harap papa bisa dapat maaf dari mama, belajar dari kesalahan dan merubah nya lebih baik pa, gara-gara papa hidup mama juga berantakan, papa pernah nggak kepikiran ke arah itu, jika saja mama menuruti nafsu dan syahwat, bisa saja mama berselingkuh di luar sana, toh yang mulai suami ku sendiri, tapi mama berusaha bersabar, selama 9 tahun rasanya berat pa, hanya di awal-awal saja papa penuh perhatian, memanjakan ku, bahkan selalu mengutamakan kebahagian ku, itu yang kurasakan menghilang dari pernikahan kita pa”.

“Iya ma, papa akui semua kesalahan papa sama mama, papa minta maaf telah membuat mama menderita selama menikah dengan papa, jika ada kesempatan kedua papa akan buat hidup keluarga kita lebih baik ma”.

“Ok pa, mama sekarang kasih kesempatan kedua, jika papa masih memperlakukan mama bukan seperti layak nya seorang istri, siap-siap saja papa kehilangan mama untuk selamanya, mama masih berharap pernikahan kita langgeng hingga maut memisahkan kita, oiya pa, kita berdua periksa ke dokter kandungan saja pa, sekalian ikut program anak, papa mau nggak?”.

“Terima kasih mama, papa di beri kesempatan kedua, untuk masalah anak, saat ini papa sedang sibuk sebagai kasat unit reskrim ma, waktu papa banyakan di luar rumah di bandingkan di dalam rumah, papa mau saja kalo ada waktu nya?”, ucap suami ku menjawab mengenai program anak.

“Yaudah pa, mending papa istirahat, pasti capek banget kan, kejar karir boleh pa, tapi keluarga juga jangan diabaikan, mama mohon papa bisa membagi waktu nya dengan bijaksana, itu saja minta mama ke papa”.

“Iya ma, papa pengen istirahat tapi…..”, ucap suami ku berhenti melanjutkan omongan nya.

“Tapi…. apa pa?”, ucap ku melanjutkan omongan nya yang membuat ku penasaran.

“Mama mau kan temenin papa bobok, sudah lama papa kangen sama mama”. Ucap nya sambil mengedipkan mata nya.

“Selama ini dianggurin saja pa, yaudah papa mandi dulu sana, mama beresin dulu cucian nya, nanti keburu anak-anak pulang loh pa”. ucap ku.

“Bentar aja ma, nanggung ma biar sekalian mandi mosok papa nanti mandi sampe 2x”, ucap nya dan ia langsung memeluk ku dan berusaha memancing gairah ku dengan jilatan di leher ku.

“Pa….”, desah ku nafsu ku terbangkitkan oleh cumbuan kecil nya di leher ku.

“Kenapa sayang?”, ucap nya menjawab singkat saat aku mendesah memanggil nama nya.

“Tutup pintu nya dulu, nanti ada yang nyelonong masuk, mama siap-siap di kamar”, ucap ku terengah-engah karena rangsangan nya yang sudah mulai naik ke pikiran ku.

Suami ku segera melepaskan pelukan nya, setelah mencium kening ku sejenak melangkah ke luar kamar mengunci pintu rumah yang tadi belum sempat di kunci.

Suami ku saat ini sudah berada diatas tubuh ku setelah tadi ia begitu liar nya menjilati memek ku yang selama ini jarang ia nafkahi, sesekali aku melenguh dan mendesah kegelian sekaligus keenakan karena membuat ku melayang ke puncak birahi tertinggi.

“Ma…. Papa masukin ya”. ucap nya dengan suara yang berat karena nafsu nya yang sudah tinggi.

Mas tono mengarahkan kontol nya yang sudah tegang maksimal, paha ku ia lebarkan selebar-lebar nya, dan setelah merasa tepat di posisi dan jalur yang benar ia mendorong kontol nya dengan kencang dan kuat sehingga….BLEESS.

“Aaarrggghhhh”, erang kami berdua bersamaan saat kontol suami ku menghujam ke dalam memek ku.

Suami ku mendiamkan sejenak kontol nya berdiam dulu di dalam tubuh ku supaya memek ku bisa menyesuaikan diri dengan ukuran nya, panjang penis suami ku membuat masuk hingga membentur rahim terdalam di tubuh ku.

“Ma…. Sempit dan rapat memek mama, maafin papa ya ma, papa melupakan tugas papa sebagai suami mama menafkahi batin mama”.

“Pa, mama kangen saat-saat kita bersama saat ini, yuk pa puasin mama, istri papa sudah lama nggak papa siramin, kering tau pa…”.

“Papa mulai ya ma”. ucap nya meminta persetujuan ku melanjutkan persetubuhan ini.

Aku mengangguk dan mencoba menerima semua yang akan dilakukan nya. Suami ku mulai memaju mundurkan kontol nya, diawal ia melakukan nya dengan sangat pelan, kami bisa menikmati semua ini dengan penuh senyum dan kebahagiaan.

Terus ia mulai menaikkan kocokan kontol nya di dalam memek ku, ia memainkan peran nya itu dengan memakai pola pompaan 2:1, dua pompaan biasa keluar masuk hingga 1/4 batang nya terlihat dan satu hujaman yang sangat kuat dan kencang sehingga kontol nya seketika masuk lebih dalam sampai membentur rahim ku terdalam.

“Aaahhh….Uuuhhh…Ooohhh…. Desah ku saat ia beberapa kali melakukan pola genjotan 2:1, begitu pun suami ku, meracau dan mendesah, nafas nya memburu, mata nya merem melek sambil terus mengayun kontol nya di dalam memek ku, sehingga…. “Aaaarrrrgggghhhhh Ma… Papa keluaaaarrrrr,

CROOOTTT….CROOOTTTT…..CROOOOTTTT……CROOOTTTTT….CROOOOTTTT….

Suami ku keluar terlebih dahulu, aku kecewa karena sebentar lagi seharus nya aku pun akan mendapatkan klimaks ku, terasa 5x semburan sperma nya masuk ke dalam rahim ku.

Tubuh nya ambruk seketika diatas tubuh ku yang menggigil menahan gejolak diri ku yang belum terpuaskan,”pa, kok sudah keluar duluan, mama belum pa”, lirih ku menyadari suami ku langsung terkulai lemas tak bertenaga.

“Ma, papa capek nanti ya ma, papa tidur dulu”, jawab nya santai seperti tidak peduli istri nya merana saat ini setelah ia mencabut kontol nya yang sudah lemas dari memek ku.

“Egois kamu pa, jangan kan bikin mama puas, baru mau mulai menikmati keburu ngecrot, duh gimana ini apa mesti self service aja ya, nanggung banget”, batin ku berkata.

Ku perhatikan suami ku sudah tertidur pulas, suara dengkuran nya menadakan ia memang begitu capek, lelah dan terkuras energi nya, “apa kamu memang begitu capek pa kerja nya sampai kondisi fisik mu lemah begitupun vitalitas kejantanan mu yang tidak segagah 2 tahun lalu”, gumam ku berkata dalam hati.

Aku mulai membayang kan rustam anak ku, seketika darah ku berdesir cepat, degup jantung ku kencang, seketika libido ku naik ke tingkat yang paling tinggi, sementara tangan kiri ku memainkan puting payudara ku dan jari ku tangan kiri ku mulai memainkan clitoris ku dan jari tengah ku mulai memasuki celah bibir nya.

“Ooohhhh….Rustam terus….Kocok yang dalam, ya yang itu enak banget”, batin ku berteriak dalam hati.

Aku menahan suara desahan supaya suami ku tidak sampai mendengar apa yang ku rasakan saat ini.

Kocokan jari tengah ku makin cepat dan dalam, cairan suami ku yang tertinggal di dalam ikut keluar saat aku mengobel memek ku dengan jari tengah tangan ku sendiri, aaahhh….uuuuhhh….ooohhh….rustam terus, yatmi mau sampe….terus kocok kontol mu yang besar dan panjang rus”. Desah dan rintih ku dalam hati.

Mata ku merem-melek, hidung ku kembang-kempis, bibir ku mengap-mengap, jantung ku berdegup kemcang, sesuatu yang akan meledak keluar dari dalam tak dapat aku tahan lagi, sambil menyebut kekasih ku aku mengerang menjemput orgasme ku dengan cara masturbasi,”Rustam…. Yatmi keluar, AAAARRRGGGHHHH”, batin ku berteriak menyebutkan nama rustam saat klimaks itu datang.

SEEERRR…..SEEEERRR…..SEEERRRR….

Cairan kenikmatan ku meledak dan keluar bersamaan sperma mas tono suami ku yang sesaat lalu bersemayam di dalam rahim ku, “aaahhhh lega rasa nya, apa mesti seperti ini pa, mama jalani hidup mama”, rutuk ku dalam hati.

Jam 14.00 wib…..

Aku terbangun dari tidur pulas ku karena nafsu ku tersalurkan walaupun dengan cara self service, ku lihat suami ku sudah tidak ada di kamar, segera aku ke kamar mandi yang berada di dalam kamar ku, mandi junub karena mau melaksanakan ibadah sholat dzuhur.

Setelah melaksanakan ibadah sholat, aku keluar kamar dan mendapati suami ku sedang bercengkrama dengan tini dan rustam yang ternyata sudah pulang dari sekolah nya.

“Ma…. Kata papa mulai hari ini papa akan banyak tinggal di rumah, tini dan mas rustam senang dengar nya ma, jadi kita lengkap kayak dulu, ya kan pa”. ucap tini kegirangan.

“Iya ma, papa akan memperbaiki semua kesalahan papa, makasih kalian sudah sabar menunggu papa”, ucap mas tono mengiyakan omongan tini.

Aku hanya mengangguk setuju, sebalik nya kulihat rustam banyak diam ada raut cemburu di wajah nya melihat papa nya kembali ke keluarga kami, tetapi aku bersikap normal supaya papa nya tidak mencurigai apa yang sudah terjadi diantara kami berdua.

Tini bergelendot manja di pelukan papa nya, senyum nya mengembang saat mengetahui papa nya kembali lagj seperti dulu, “apakah ini jalan-Mu yang telah digariskan untuk ku? Rustam maafin mama ya, kamu pasti kecewa dengan keputusan mama, ini mungkin yang terbaik untuk kita berempat, kamu kan masih ada tini yang menyanyangi mu”. Ucap ku dalam hati.

“Ma…. Pa…. Rustam ke kamar dulu ya, mau sholat!”, ucap nya undur diri dari kami bertiga.

“Tini juga pa, ma, mau ganti pakaian nanti kita ngobrol lagi ya pa, kangen tini sama papa”.

“Ia nak”, sahut aku dan suami ku berbarengan.

Aku melihat rustam berjalan gontai, aku merasa sedih melihat nya seperti itu, “nanti aku perlu ngomong berdua sama kamu rus biar kamu nggak membenci mama”, gumam ku.

“Ma, kok rustam seperti sedang ada masalah, mama tanya dia ma ada masalah apa?”, tanya papa yang melihat perubahan rustam yang mendadak diam tak bersemangat.

“Nggak tau kenapa pa? Mama tanya sekarang ke rustam ya pa”, ucap ku pada suami ku meminta ijin.

“Iya ma, papa kalo gitu mau main dulu ke tempat pak wahyu ya ma, biasa tadi pak wahyu ngajakin main catur pas di kantor”, ucap suami ku pamit ke luar rumah.

Sepeninggalan suami ku, aku melangkah ke kamar rustam.

Tok… Tok… Tok…

“Rus… Rustam…. Ini mama nak!”, ucapa ku dari luar kamar nya.

“Masuk aja ma, nggak di kunci kok”, sahut rustam dari dalam.

Ceklek….. Krieek….

Ku lihat rustam sedang duduk selojoran di ranjang nya sambil melamun, dan setelah ia melihat ku ada senyum getir yang ku lihat di wajah nya.

Aku mendekati nya, duduk di samping nya niat ku mengajak nya bicara mengenai masalah ini.

“Ma…. Rustam cemburu mama dekat lagi sama papa, apa mama tidak kepikiran itu sama sekali dengan perasaan rustam?”.

“Rustam….Dengerin mama, kamu masih muda jalan hidup mu masih panjang, mama harap kamu cinta dan sayangi tini, jangan kamu sakiti hati nya dengan mencintai mama, mama sebagai istri papa mu masih memberikan ia kesempatan untuk memperbaiki kesalahan nya, mama harap kamu mengerti rus”.

“Nggak tau ma, apa bisa rustam menghilangkan perasaan rustam pada mama? Jujur ma sejak kejadian itu, nama mama berada di hati rustam, selama ini rustam cuma mencintai 2 orang wanita yakni mama dan tini”.

“Nak, biar bagaimana pun mama akan selalu menyayangi kamu, terlepas kamu itu anak angkat mama, kita jalani saja semua ini mama akan tetap menyimpan perasaan mama pada mu, walaupun ada papa yang mendampingi mama”.

“Iya ma, rustam ngerti posisi mama, kalo memang mama bisa bahagia dengan papa, rustam akan ihklas melepas mama, maafin rustam tadi ma bikin mama khawatir”.

“Nggak apa-apa sayang, sini peluk mama dong”. ucap ku senang rustam sudah bisa tersenyum.

Rustam memeluk ku dengan erat seakan ingin mengungkapkan rasa sayang nya dengan mama angkat nya.

Sementara itu sejak tadi seorang gadis mengintip dan mendengar apa yang mama dan anak nya omongin, gadis itu menangis sedih walaupun ia tau lelaki itu sangat mencintai diri nya, apakah yang terjadi selanjut nya ia serahkan kepada nasib pada Sang Pencipta.

 

===

Palembang, minggu 10 Mei 1998……
Pov Rustam

Sejak kejadian bulan kemaren hubungan keluarga kami semakin mesra, papa dan mama semakin menunjukkan kemesraan mereka di hadapan kami berdua anak-anak nya, aku yang awal nya cemburu lambat laun bisa menerima semua itu karena papa ku juga bukan orang lain dia om kandung ku, adik dari ibu ku di kampung.

Cuma hubungan ku dengan adik ku tini sekarang agak merenggang selain karena aku disibukkan dengan persiapan EBTA/EBTANAS ia seperti nya menjauhi ku, entah masalah apa aku pun bingung dengan sikap nya yang biasa nya selalu bermanja-manja pada ku.

Hingga seminggu sebelum ujian EBTA/EBTANAS aku berniat untuk mengajak nya jalan berdua sekaligus memadu cinta dengan nya, dan ia pun mau saat aku membisiki nya saat kami berempat sedang makan malam, “tini sayang, jalan yuk, mas kangen ingin berduaan dengan mu”.

“Kapan mas, malam minggu ini saja ya, kalo minggu depan mas kan sudah EBTA/EBTANAS”, bisik nya pada ku.

Aku mengangguk dan memberi senyum pada nya, “dah kita ngobrolin yang lain saja biar mama dan papa tidak curiga ya dik”, bisik ku balik pada nya.

“Iya mas”, jawab tini dengan bisik-bisik.

Mama tersenyum melihat aku dan tini makan sambil bisik-bisik, kemudian ia menegur kami dengan ramah,” nak kalo makan jangan sambil ngobrol, apalagi bisik-bisik”.

Aku dan tini hanya senyum saja mendapat teguran mama, papa yang ikut makan malam begitu sumringah melihat keakraban kami berdua, ia makan dengan lahap nya.

“Rustam, kapan kamu ujian EBTA/EBTANAS?”, tanya papa saat ia sudah selesai menghabiskan makan malam nya.

“Dua minggu lagi pa, doain ya pa supaya rustam bisa sukses dalam ujian EBTA/EBTANAS”, jawab ku menjawab pertanyaan papa.

“Rus, apa rencana kamu setelah tamat STM, mau lanjut kulih apa kerja?”. Tanya papa selanjutnya.

“Kerja aja pa, semoga rustam bisa di terima di STANVAC perusahaan asing yang bergerak di bidang perminyakan di Pendopo pa”, jawab ku yakin.

“Wah bagus kalo gitu papa dukung rencana kamu nak, kebetulan papa juga ada beberapa kenalan pimpinan STANVAC, bukan apa-apa biar kamu tidak di jegal sama yang lain yang menggunakan uang kalo masuk kesana”. Ucap papa menjelaskan.

“Iya pa, makasih”. Sahut ku singkat.

 

===

Palembang, sabtu 16 mei 1998……

Aku dan tini menghabiskan waktu weekend dengan nonton bioskop, kebetulan papa mendapatkan tugas ke ibu kota jakarta dan mama ikut mendampingi jadi di rumah kami tinggal kami berdua saja.

“Mas kita pulang saja ya, enakan di rumah saja mas, ngobrol sambil pacaran”.

“Ayo dik kita pulang!”, jawab ku.

Setelah sampai di rumah kami berdua sudah terbawa nafsu, begitu pintu rumah ku tutup, langsung ku giring tini dalam dekapan ku dan ku bawa ke kamar nya, baju kami berdua sudah berserakan di lantai dan kini tubuh kami sudah polos tanpa sehelai benang menutupi aurat kami berdua.

“Oohhh…Aaahhh…Uuuhhh…. Mas Rustam…. Geli mas…”, lenguh tini saat aku memainkan buah dada tini dan sesekali lidah nakal ku menghisap dan menyedot puting susu nya.

Tini makin menekan kepala ku hingga kepala ku semakin tenggelam di payudara nya yang makin lama semakin tambah gede karena sering ku remas dan ku isap.

“Oohhh…Mas rustam terus mas sedot yang kuat puting tini…. Aaaahhhh… “, ceracau tini dengan nafas yang memburu menandakan nafsu nya sudah tinggi.

“Mas…. pindah ke ranjang aja adik udah lemas banget nggak kuat berdiri!”, ucap nya sesaat sambil tangan nya meremasi rambut ku.

Aku mengikuti ajakan nya menuju ke ranjang nya, saat ingin ku rebahkan ia menahan tubuh ku, dia memposisikan diri nya diatas tubuh ku. kemudian membalikkan tubuh nya hingga posisi kami sekarang posisi 69.

“Mas, tini kangen sama kontol mas, tini sepongin ya mas”, ucap tini dengan bahasa yang vulgar membuat aku makin bernafsu untuk segera mencumbui nya.

Gleek… Gleek…Gleek….

Bunyi mulut nya saat kontol ku ia main kan, keluar masuk dengan di lumuri liur dan ludah nya.

“Aaarrrggghhhh”, ENAK SEPONGAN KAMU SAYANG, Terussss sepongin kontol mas dik…. Ooohhh…”, erang ku merasakan geli dan nikmat sepongan adik ku.

“Mas….Uuukkkhhhh….riimaa….na maas uueennaakkk hakggak mmaas?”, tanya tini sambil mulut nya menyepong kontol ku.

“Enak banget dik…terus…”, jawab ku.

Aku yang sudah terbawa nafsu melihat memek nya bergoyang-goyang di muka ku kemudian menahan pinggul nya, lalu lidah ku mulai memainkan memek nya.

“Ooohhh…. uuuummmass….uuueee…nnnakkk…. gggiii….lllaa…ttii… itiiilll tini….mmmmmaasss…”, suara erangan nya tertahan karena mulut nya penuh dengan kontol ku.

Kami berdua saling memberikan kenikmatan, saling memainkan kelamin kami, hingga tini menjerit saat ia mendapatkan klimaks nya…..

“Mas…. Tini Keluaaaaaaarrrrrr….. Aaaaaarrrrrgggghhhh”, erang nya saat mendapatkan klimaks nya. SEEEEEERRRRR…. SEEEERRRRR…. SEEERRRRR…..

Tubuh tini yang seksi ambruk di atas tubuh ku, cairan ovum nya yang sedimit kental dan berlendir menandakan saat ini ia sedang subur, membasahi seluruh wajah ku di bawah, sebagian bahkan ada yang masuk ke mulut ku dan tertelan, rasa nya asin dan agak manis. Aku seperti sedang cuci muka tetapi air nya bukan air ledeng atau air sumur melainkan air dari cairan klimaks nya sampai saat ini aku ketawa kalo mengenang peristiwa itu.

Tini yang tersadar bahwa aku berada tepat di kemaluan nya lalu cepat-cepat ia bangkit dan mengambil handuk dan ia basahi handuk nya, lalu berjalan membuka lemari pakaian nya dan mengeluarkan sebungkus kondom sutrxx yang ia simpan waktu kemaren.

“Mas…. Maafin adik mas, bikin mas basah kuyup habis nya enak banget jilatan lidah mas di memek adik, adik bersihin ya mas ku sayang”.

Ia kemudian membersihkan wajah ku, di seka nya dan di usap nya wajah ku hingga sekarang bersih dari cairan berlendir nya.

“Mas….. Sekarang masukin punya mas ke memek adik, kangen mas dengan jagoan mas yang satu ini, adik pasangin dulu ya kondom nya, adik belum siap hamil”, ucap nya sambil memasangkan karet tipis bermerek sutrxx ke kelamin ku.

Kini kelamin ku sudah terbungkus dengan rapi karet pengaman, adik ku menatap ku dan tersenyum ia bertingkah genit dan binal untuk memancing gairah ku kembali.

“Hahahaha…. Kontol mas sudah bangun, nggak diapa-apain juga langsung bangkit”, goda nya.

“Kamu ya, bikin mas sange perlu dikasih hukuman biar kamu ingat terus sama mas”, sahut ku sambil merebahkan tubuh nya.

Ku lebarkan paha nya, setelah ku gesek-gesekkan terlebih dahulu kepala kontol ku dengan bibir memek nya yang sudah basah.

“Dik, kamu siap….!”.

“Masukin mas, memek adik sudah gatel…. Please kak….!”.

Kemudian dengan menarik nafas dalam-dalam, ku bimbing kontol ku dan ku dorong dengan keras dan kuat sehingga BLEESSS……

“Aaaarrggghhhh”. Erang aku dan tini bersamaan saat kedua kelamin kami bersatu.

Kontol ku terbenam menghujam hingga mentok ke rahim nya yang dangkal, “Mas….Kontol mas besar dan panjang mentok sampe ke rahim adik”. Oohhhh….Masss….

Aku sengaja mendiamkan kelamin ku bersarang terlebih dahulu, diam tak bergerak supaya kemaluan adik ku bisa menyesuaikan diri dengan kemaluan ku yang sudah terbenam gagah di dalam tubuh nya.

Beberapa menit kemudian baru lah ku pompa memek nya dengan pompaan yang pelan, aku sangat senang dan nafsu melihat mimik muka adik ku yang mengeryitkan alis, menahan rasa geli, sakit dan nikmat sekaligus, maklum walaupun sudah tidak perawan tetapi otot memek nya mencengkram erat dan ketat.

“Aaaahhh….Mass rustam…. Enak mas kontol mas….Ooohhhh…Tini suka mass…Terus pompa yang kencang…. desah dan racauan adik ku yang mengerang kenikmatan akibat pompaan kontol ku yang menyentuh titil-titik syaraf di dalam memek nya.

“Oohhh dik tini sayang, memek mu rapat dan sempit, kontol mas seperti di remas dan di emut oleh memek kamu…..Aaaaahhhhh”, teriak ku semakin nafsu untuk mempercepat pompaan ku.

Beberapa pompaan yang awal nya pelan, perlahan tapi pasti mulai ku percepat tempo pompaan di tubuh nya, membuat buah dada nya berguncang dan bergoyang mengikuti alur dan irama kocokan kontol ku.

“Mas ….. Cepat mas….Kocok dan sodok yang dalam mas….Adik mau sampe….. Aaaaaahhhhh…..Uuuhhhh…..Oooohhhh…. Nikmat “, erangan tini makin kencang dan keras berteriak.

“Bareng dek….Mas juga mau sampe….Ooohhhh….Aaahhh….”, sahut ku menyahut erangan nikmat nya.

Ku percepat pompaan kontol ku, tini malah ikut menggoyang tubuh ny di bawah hingga dalam beberapa detik kemudian ia berteriak kencang menyambut klimaks yang kedua nya.

“Mas rustam aku keluaaaaaaarrrrr…… Aaaarrrgggghhhh…. SEEERRR….SEEERRR…..SEEEERRR……

Aku segera mencabut kontol ku saat itu juga kemudian melepas kondom yang menempel di kontol ku, kemudian aku mengocok dengan kecepatan tinggi hingga aku menjerit menyambut kedatangan orgasme ku.

“Dik tini…. Mas rustam keluaaaaaarrrrrr…… Aaaahhhhh…..Ooohhhhhh….

CROOOTTT…..CROOOTTTT…..CROOOTTT….CROOOTTT….CROOOTTT….CROOOTTT….CROOOTTT….

Aku puas seluruh sperma ku kutumpahkan ke atas tubuh nya sampai ada yang mengenai buah dada dan wajah nya, tini pun tersenyum puas saat ia melihat ku puas.

“Makasih mas, tini sayang sama mas rustam”.

“Mas juga puas sayang, mas juga sayang kamu dik”.

Kami berdua tertidur dalam kepuasan, kami berpelukan dalam keadaan telanjang bulat hanya selimut yang menutupi tubuh kami berdua.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo