loading...

Sejak aku dan mas rustam berkomitmen pacaran, makin hari aku dan mas rustam makin tambah mesra, kami sudah seperti layak nya orang diluar pacaran, hanya saja kami tinggal di satu rumah diary.

Diary…. Jujur nih sudah tak terhitung berapa kali kami berdua ciuman kamu jangan cemburu ya diary hihihi….abis nya enak sih ciuman dengan orang yang kita sayangi.

Diary… Disekolah ku sewaktu pindahan ke palembang 2 tahun lalu ada anak cowok yang suka pada ku, aku bilang dan ceritain ke mas rustam, eh tau nya besok cowok itu di hajar sama mas rustam, ngeri juga ya punya cowok cemburuan…..tapi…aku senang diary…artinya mas rustam sayang banget sama aku, sejak itu aku tidak pernah lagi mau cerita-cerita cowok yang suka ke aku diary takut nya mas ku ngamuk lagi.

Diary…. Ultah ku yang ke 14 kami rayain cuma bertiga mama, masku dan aku sendiri, kangen juga diary sama papa tapi itu tadi papa seakan lupa waktu sama keluarga kasihan mama kurang diperhatikan, pernah aku ngomong sama masku diary…. Mas kalo nanti aku jadi istri kamu mas, awas saja kalo mas seperti papa, jarang pulang. nggak kasihan apa sama istri yang setia nungguin suami nya….lucu kan diary kok aku bisa ngomong seperti itu padabal usia ku baru 14 tahun. Dan malam nya diary pas mama sudah pulas tidur, mas masuk kamar aku, padahal aku lagi bobok eh tangan mas rustam nakal langsung grepe-grepe badan tini tau nggak diary apa yang kurasakan bukan nya marah malah minta di nakalin hehehehehe….cuma diary jangan mesum dulu aku dan mas ku nggak sampe kebablasan palingan batas sekwilda… tahukan diary sekwilda… sekitar wilayah dada nggak boleh lebih kalo kurang awas ….wkwkwwkwk….

Diary….Pernah suatu malam kami berdua hampir kepergok sama mama, entah kenapa mas ku malam itu nafsuan main tubruk saja, padahal masih belum malam dan mama belum tidur. Untung saja mas ku pinter ia pura-pura ngajarin aku PR padahal di dalam selimut kami bugil wkwkwkwk…. gawat ya diary kalo ketauan.

Diary …..Sejak sering bugil bareng aku makin nafsuan, kami sudah biasa saling jilatin punya masing-masing, emang sih awal nya serasa jijik tapi setelah mencoba bikin nagih tau…. btw sampai detik ini aku masih perawan diary cuma yang nggak nenen sama mulut ku…

Diary…. 5 maret 1998 besok rencana ku mau kasih surprise buat mas ku, kado ku special banget buat nya, rencana nya aku mau ngasih perawan ku tapi di hotel bukan di rumah biar nggak sia-sia dong surprise nya sekalian bulan madu hehehe….Awas ya diary kalo sampe bocor….aku nggak mau nulis lagi …. tutup buku…. Dah diary untuk hari ini cukup dulu ya rencana nya biar aku dan mas ku saja yang tau….kepo sih diary hehehehe….

 

===

Pov Suyatmi

Sejak kenaikan pangkat dan golongan suami ku, kehidupan rumah tangga kami berdua kurang se-romantis dan se-intim diawal pernikahan, usia pernikahan kami pun sudah memasuki 9 tahun tetapi jangan kan hamil, hubungan suami istri pun semakin jarang kami lakukan, suami ku berubah 180 derajat.

Bahkan ada kabar burung bahwa suami ku mempunyai simpanan gadis muda, cantik dan seksi dibandingku, walaupun aku tidaklah sepenuh nya percaya tetapi berita itu sedikit banyak membuat hari-hari ku semakin sedih, tidak jarang aku melamun, jenuh jalani kehidupan seperti ini, bosan hanya menanti dan menunggu kepulangan suami yang nggak tau kapan pulangnya.

“Mas tono, kenapa kamu berubah mas? Apa yang membuat kamu berubah? Apa karena masalah kehamilan ku yang belum ada terjadi selama kita menikah?”, batin ku bertanya.

Usia ku pun makin lama semakin bertambah saat ini memasuki usia 25 tahun 6 bulan, dan entah sejak kapan aku pun berdebar dan bergetar bila memandang rustam yang semakin hari semakin terlihat dewasa, walaupun saat ini ia baru 17 tahun besok.

“Oiya…Baru inget besok kan ultah nya rustam, mending aku beli kado spesial saja buat nya, siapa tau dia suka, duh anak ku sudah tak terasa 17 tahun usia mu mama bangga sama kamu dan adik mu”, gumam ku.

Saat aku sedang memikirkan kado buat nya tiba-tiba rustam memelukku dan mencium kening ku, terasa desiran nafsu mengalir saat ia melakukan itu padahal hal itu sangat wajar ia lakukan sehari-hari.

“Ma….! Kok melamun ada apa, cerita ke rustam siapa tau rustam bisa bantu mama?”.

“Nggak ada apa-apa nak, mana adik mu nak? Kok belum keluar kamar nanti telat kalian sekolah nya”, ucap ku mengalihkan perasaan ku yang serba galau menghadapi semua ini.

“Nggak tau ma, mungkin sedang siap-siap dia, maklum anak cewek ma”. Jawab nya seketika.

Beberapa saat kemudian tini keluar dengan senyum yang merekah anak itu sekarang sudah masuk SMEA kelas 1 yang berlokasi di dekat pasar cinde palembang.

“Mama….”, ucap tini menghambur ke arah ku.

“Ada apa nak? Tumben kamu beda hari ini, dandanan nya cantik lagi”. Ucap ku kaget melihat tini yang terlihat cantik hari ini.

“Anak mama mesti cantik, biar banyak yang suka bener nggak mas”, ucap nya sambil mengedipkan mata pada rustam.

“Lihat ma, makin kesini makin genit dan manja anak perempuan mama ini”, ucap rustam menyindir sikap manja nya pada ku.

“Ih mas..! Awas ya nanti tak kasih kamu baru tau rasa…”, omel nya dengan muka cemberut.

“Hahahaha….”, tawa ku dan rustam lepas melihat muka tini yang berubah manyun.

“Jelek dik muka kamu ditekuk gitu, kayak jeruk nipis yang asam dan kecut”, ledek rustam.

“Ma… Mas rustam jahat masak tini disamain dengan jeruk nipis, awas kamu mas!”, ancam nya sambil mengadu manja pada ku.

“Hahaha… Sudah kalian berdua jangan bercanda mulu, sarapan dulu baru nanti berangkat sekolah”, ucap ku menyudahi candaan mereka berdua.

“Iya ma”, sahut mereka berdua kompak.

Mereka berdua sarapan dengan penuh ceria dan semangat, aku tersenyum melihat keakraban kedua anak angkat ku ini, melebihi orang pacaran, interaksi mereka berdua tidak kaku, “apa nanti ku jodohkan saja mereka biar kelak jadi suami istri?”, gumam ku.

“Eee..Iya ma…Ini ada surat dari sekolah untuk orang tua/wali murid, akan ada jambore pramuka selama 1 hari mulai hari ini dan aku termasuk peserta nya ma, diwajibkan ikut sampai nginap segala, cuma tini nggak mau pergi kalo nggak sama mas rustam disana banyak cowok usil yang suka gangguin tini”. Ucap nya sambil menyerahkan selembar surat beramplop.

Aku membaca nya dan memang peserta di wajibkan ikut malam keakraban dari acara itu dan melibatkan orang tua/wali murid.

“Nak kalo mama tidak bisa ikut kesana, mas rustam saja ya yang wakilin, mas kamu nanti temanin tini ya, jagain adik mu disana”. Ucap ku beralasan.

“Iya ma…! Pasti kok jagain adik ku yang manja ini”, ucap nya nyegir.

“Ma….! Minta duit dong buat bekal nya, hehehehe”, ucap tini merayu mama nya.

“Sebentar mama ambil uang dulu di kamar!”.

Aku melangkah ke kamar mengambil uang bekal tini dan rustam untuk mengikuti acara tersebut, ku ambil 250 ribu dan segera ku masukkan di saku baju gamis ku, kenudian melangkah kembali menghampiri mereka yang kulihat sedang berbisik-bisik.

“Ehem….”.

Mereka berdua kaget dan terlihat panik menyadari suara deheman ku tadi.

“Kok bisik-bisik ngomongin apa kalian?”. Tanya ku penasaran.

“Nggak ma, cuma buat nanti malam saja”, jawab tini spontan.

“Ini nak uang nya 250 ribu, buat bekal disana, uang nya di simpan yang benar ya nak”. Ucap ku sambil menyerahkan uang itu pada nya.

“Iya ma, akan tini simpan dengan baik”.

“Udah buruan makan nya ntar keburu telat ke sekolah nya”, ucap ku mengingatkan mereka berdua.

“Iya ma”, sahut mereka kompak.

Setelah menghabiskan sarapan pagi, berupa nasi goreng, kerupuk dan teh manis mereka berdua mau pamit berangkat sekolah.

“Mas bareng ya”, ucap tini singkat.

“Iya” jawab rustam.

Mereka berdua hendak melangkah keluar rumah, dan aku memanggil mereka buat pamitan dulu sama aku.

“Sini dulu kok lupa pamit sama mama”, ucap ku memanggil mereka berdua.

“Ee..Iya ma, lupa”, jawab rustam lalu ia mencium buku tangan ku dan aku balas mencium kening nya.

Tini pun melakukan hal yang sama seperti rustam dan aku juga mencium kening nya.

“Nah sekarang kalian boleh pergi, hati-hati kalian di jalan, sekolah yang bener ya nak!”.

“Siap ma”, jawab mereka kompak.

Aku tersenyum, senyum bahagia telah merawat mereka hampir selama 9 tahun juga, sama lah dengan usia pernikahan ku dengan mas tono.

Jam 9.00 wib…. di sebuah kamar di rumah dinas…

“Aaahhh… Uuuhhh… Ooohhh…Terus nak… Sodok yang kuat…”.Desah ku membayangkan rustam anak ku yang saat ini sedang memompa memek ku yang banjir.

Jari tengah ku makin kuat menghujam ke dalam saat bayangan rustam semakin nyata di khayalan ku.

Sementara itu seorang pria muda berpakaian sekolah khas anak SMA putih abu-abu sedang buru-buru pulang ke rumah nya, peluh di kening nya menetes dan jatuh ke tanah.

 

===

Pov Rustam

Ya pemuda yang memakai baju seragam putih abu-abu itu adalah aku. Kenapa aku pulang kembali ke rumah karena buku PR ku ketinggalan dan mesti segera ku ambil karena termasuk tugas rutin yang mempengaruhi nanti nya dengan nilai ku di akhir semester.

TOK..TOK..TOK..

“Assalamualaikum wr.wb, ma….mama…”.

“Kok nggak ada jawaban dari dalam, apa jangan-jangan mama sedang pergi keluar?”, batin ku.

Karena penasaran, aku menekan handle pintu dan… CEKLEK… KRIIIEKK… Pintu itu terbuka, kok tidak di kunci memang nya mama kemana ya, ah mending aku buru-buru ke kamar ambil buku nya lalu balik lagi ke sekolah”, gumam ku.

Saat aku melewati kamar mama, terdengar suara mama mendesah dan melenguh dan yang bikin aku kaget ia menyebut nama ku.

Penasaran apa yang sedang di lakukan mama aku mencoba mengintip dari lubang kunci kamar mama, tetapi tidak terlihat jelas, ku coba tekan handle pintu kamar nya ternyata mama bugil dengan hanya menyisakan jilbab dan is sedang memasukkan jari tengah nya di memek nya, seketika aku bernafsu melihat orang yang selama ini kuidam-idam kan ternyata sedang membayangkan ku sambil bermasturbasi.

Aku lucuti seluruh pakaian ku, dan dengan perlahan mendekati mama. Ia tidak menyadari kedatangan ku yang juga sudah bugil, lalu aku mendekati memek nya yang merah merekah saat ia semakin memasukkan jari tengah nya semakin dalam sambil menyebut nama ku, “terus rus…Sodok memek mama yang dalam… Hamilin mama…. Biar papa mu tau bahwa mama ini subur….Aaahhh…. Uuuhhh…. Ooohhh….

Aku menarik pelan tangan mama, dan mulai menjilati bibir memek nya yang sudah makin banjir. Mama seketika sadar dan kaget karena merasakan ada lidah yang menjilatin memek nya.

Mama meronta dan berontak, ia menutupi tubuh nya dengan selimut, aku yang terkaget akan sikap mama lalu mendekati nya.

“Ma…. Nggak usah boong sama perasaan mama ke rustam, rus sudah dengan sendiri mama membayangkan rustam dan bahkan meminta rustam untuk menghamili mama, jujur ma rustam pun sering membayangkan mama, rustam sayang dan jatuh cinta sama mama, rustam akan buktikan kalo rustam serius dengan omongan rustam”.

“Tapi nak….! Kita…..”.

“Kita bukan ibu dan anak kandung ma, persetan dengan omongan orang, akan rustam buktikan mama yang terbaik buat rustam, mama lah cinta rustam, dan akan rustam bahagiakan mama lahir dan batin”.

Aku kemudian memegang kepala nya yang masih tertutup jilbab oranye, kami sesaat saling menatap penuh perasaan dan entah karena sudah terbawa perasaan, kami sama-sama memajukan bibir masing-masing.

CUUUP…..

Bibir kami saling bersatu, tak ada lagi kekakuan, berubah permainan lidah dan bibir yang panas dan penuh gairah, saling bertukar liur dan ludah, saling memberi dan menerima, kami berdua meluapkan semua perasaan hati kami berdua yang selama ini terpendam.

“Ma… Rus pengen ciumin memek mama dan mama sepongin kontol rus”.

Aku rebahkan tubuh ku dan mama memposisikan tubuh nya di atas dengan membalik badan hingga saat ini kami sudah sama-sama saling berhadapan dengan kemaluan kami masing-masing, aku mulai menjilati memek nya yang terus mengeluarkan lendir mencari itil yang sudah begitu keras.

“Aahhhh….Rus…Enak….Terus Rus…jilatin……”, erang mama.

Ia kemudian memasukkan penis ku ke mulut nya, terasa nikmat rasanya sangat jauh lebih nikmat dibandingkan sepongan tini.

“Aaahhh…. Mama Enak….. Terus sepongin yang dalam ma”.

Mama menuruti apa yang kuinginkan ia malah memasukkan kontol ku semakin dalam hingga menyentuh tenggorokan nya dan ia mendiamkan sesaat, aku bergetar hebat sepongan apa ini, begitu nikmat nya hingga rasanya aku ingin keluar tapi aku nggak mau keluar di mulut mama, aku ingin perjaka ku buat mama dan menyemprotkan benih ku ke rahim nya biar ia hamil dari benih ku.

“Ma….Stop ma…Rus bisa keluaarrr….Rus mau perjaka rus buat mama”.

Mama mengeluarkan kontol ku dari mulut nya, dan ia tersenyum menggoda ku dan berbisik,” nak kok kamu nafsu sama mama yang sudah tua ini, apa nya yang menarik dari tubuh mama nak?”.

“Siapa bilang mama sudah tua, mama nggak kalah sama anak abg perawan? Ini nih yang bikin rustam tergoda, inget nggak ma saat mama kasih nenen mama ke rustam sejak itu lah rustam selalu terbayang mama, tubuh mama dan kecantikan mama”, ucap ku menggoda nya dengan memencet puting susu mama.

“Yaudah jadi ini yang paling rustam suka ya nak”, ucap mama menggoda sambil menyodorkan buah dada nya ke wajah ku”.

Aku dengan rakus mencaplok buah dada mama, puting susu mama semakin keras dan menegang, buah dada yang indah tidak kalah dibandingkan dengan buah dada tini yang sering aku isap dan mainin.

“Auuww…..Pelan pelan sayang, Putus ntar puting mama….Nafsuan amat kamu nak”.

Omel mama melihat ku yang terlalu nafsu menghisap puting susu nya.

Aku pura-pura tidak mendengar omelan mama semakin bernafsu meremas payudara nya dan menghisap puting susu nya yang selalu terbayang sejak 3 tahun lalu.

“Kamu nakal ternyata nak, mesti dikasih pelajaran”, ucap mama sambil merebahkan tubuh ku hingga tubuh ku terlentang di ranjang yang biasa di tiduri mama dan papa.

Mama sudah berada di atas tubuh ku dan ia menggenggam kontol ku untuk di pas kan ke lubang memek nya yang merah merekah dan telah banjir oleh cairan kenikmatan nya.

Hingga mama menurunkan pantat nya, akhir nya…..BLEEESSS…..

“AARRRGGGHHH…..”, Erang kami berdua saat kelamin kami berdua telah bertautan.

Mama mendiamkan beberapa saat, denyutan dan kedutan kedua kelamin kami menimbulkan sensasi tersendiri buat kami berdua.

Mama menatap sayu mata ku, aku yang berada dibawah tubuh mama, beliau mulai menaik turun kan pantat nya, payudara nya berguncang-guncang hebat seiring keluar masuk nya kontol ku dalam memek mama.

“Ma…..Memek mama…Enak bikin rustam ketagihan”.

“Beneran kamu suka memek mama rus…. Ayo sekarang puasin mama! “Aaaahhhh….Uuuuuhhhh….Oooohhh….

Mama terus memainkan peranan nya, dia diatas tubuh ku bagai penunggang kuda yang binal yang penuh birahi, terkadang ia meminta ku menyodok-yodok kan kontol ku dari bawah sementara ia membuat posisi sedang kayang.

“auuuwww…. Rus…. terus….. Kerasa kontol kamu masuk lebih dalam nak….Ayo nak di cepetin mama mau dapeeeeeetttt…… uuuuhhhh….aaahhhh….oooooohhhh…. RUSTAM SAYANG MAMA KELUARRRRRR…..

SEEERRRR……SEEEERRRR……SEEEEERRRR…..

Aku merasakan cairan kenikmatan mama menyembur keluar seiring makin cepat nya pompaan penis ku dari bawah menghujam dalam hingga menyentuh dan membentur- bentur rahim nya.

“Ooohhh…..Stop Rus…..! Mama capek….!”.

Aku yang masih minim pengetahuan mengenai seks terus saja menyodok-yodok kontol ku dari bawah, dan tak memperdulikan rintihan dan suara lirih nya meminta ku berhenti, aku merasakan seluruh aliran darah ku berkumpul di satu titik, dan sulit sekali untuk kutahan dan ku bendung, nafas ku memburu dan badan ku bergetar hebat, ku teriakkan semua kata-kata yang mengungkapkan rasa nikmat saat ini.

“Ooohhh….Mama!….Rustam Keluaaaaarrrrrrrr……. TERIMA LAH PEJUH RUSTAM MA, RUSTAM AKAN BUAT MAMA HAMIL, JADILAH ISTRI DAN IBU DARI ANAK-ANAK RUSTAM MA”……AAAARRRRGGGHHHH MAMA”…..

CROOOOTTTT……CROOOOOOTTTTT……CROOOOOOOTTTT…..CROOOOOTTTTT…..CROOOOOTTTT……CROOOOTTTT……CROOOOOTTTT……

Sperma ku keluar 7x semprotan mengisi rahim nya yang telah terlebih dulu mengeluarkan cairan ovum, tubuh ku lemas dan terkulai, dibawah tindihan tubuh mama yang juga terkulai lemas, hanya deru nafas kami yang masih terengah-engah dan berusaha mengatur nya kembali biar kembali normal.

Hampir beberapa saat tubuh kami berdua bersatu dalam kenikmatan sesat antara anak dan mama nya. Kekakuan antara anak dan ibu nya menjadi lebur dan kini berubah menjadi kekasih yang saling membutuhkan kasih sayang satu dengan lain nya, tak ada kata-kata rayuan, tak ada ucapan gombal semua alami terjadi karena perasaan yang selama ini terpendam antara aku dan mama.

Mama merebahkan tubuh nya di samping tubuh ku, di kemaluan nya mengalir keluar cairan kelamin kami yang sesaat lalu sempat bersatu dalam rahim nya, ia mengusap pipi dan membelai nya ada senyum terkembang di wajah cantik keibuan nya.

“Nak….! Mama….?”, ucap nya singkat dan ragu-ragu.

“Kenapa ma, ngomong saja apa yang mau mama omongin, jangan ragu ma?”.

“Ma…Mama…. Sayang kamu nak, jangan tinggalin mama ya nak, mama mau jadi istri dan ibu dari anak-anak mu, mama akan minta cerai dari papa mu biar kita bisa segera menikah, kamu mau nak nikahin mama?”.

“Iya ma….! Bodoh papa menyia-nyiakan mama yang cantik dan baik hati, rustam janji akan nikahin mama dan akan jadi suami dan ayah dari anak-anak kita, setelah tamat sekolah rustam mau kerja saja ma, biar bisa nafkahin mama”.

“Makasih ya rus…..! Ma….Mama…. Sekarang yakin untuk menjalani kehidupan baru dengan kamu, sekarang jangan panggil yatmi mama, panggil yatmi dengan yatmi atau bunda, dan kamu yatmi panggil ayah”.

“Iya ma… Ee yatmi”.

“Nah gitu yatmi seakan kembali seperti yatmi yang dulu, akan yatmi buang kenangan tentang tono hartono, sayangi dan cintai yatmi, jangan seperti dia rus”.

“Iya rustam akan menyayangi yatmi selama nya”.

Jam 12.00 wib…. di meja makan…..

“Rus… Yatmi tadi sebenar nya mau tanya kamu kok tiba-tiba pulang ke rumah ada apa?

“Tadi rus, pulang mau ambil buku PR yang ketinggalan di rumah, rus gedor pintu depan, dan ucap salam tidak ada sahutan dari yatmi, rus penasaran apa yatmi keluar rumah, dan ternyata pintu nggak di kunci, dan rencana rus mau buru-buru ambil buku, saat lewat kamar kamu yang, rus dengar desahan orang dan ternyata kamu sedang masturbasi dan yang bikin kaget kamu bayangin dan nyebut nama ku”.

Mama menunduk malu, muka nya merah bak udang lobster yang di goreng di atas kuali.

“Yatmi….! Nggak usah malu sama rustam, kita bahkan sudah melakukan nya”, ucap ku menggoda nya sambil menenggakkan kepala nya pada ku.

“Malu rus kalo inget tadi, jujur rus yatmi sering masturbasi bayangin kamu sudah sejak 3 tahun lalu, sejak kamu nenen yatmi malam itu, terbayang selalu kamu yang penuh nafsu melihat yatmi bukan sebagai mama melainkan tatapan seorang lelaki pada wanita, yatmi terus memendam hasrat sama kamu karena yatmi masih menjadi istri dan ibu buat kalian, sekarang yatmi sadar kebahagian yatmi bukan sama mas tono melainkan kalian berdua, terutama kamu rus, tolong kamu jaga yatmi dan tini”.

“Iya yatmi sayang, boleh rustam jujur sama kamu”.

“Ada rahasia apa rus, kok yatmi tidak tau?”.

“Rustam dan tini sudah 3 tahun ini pacaran, kami berdua sembunyi-sembunyi pacaran nya, takut ketauan mama dan papa, rus juga mencintai dan menyayangi tini, apa kamu mau memaafkan rus setelah mengetahui rustam punya kekasih selain kamu?”.

“Yatmi nggak marah, yatmi malah senang jika rus bisa jagain tini, biar bagaimana juga tini adalah ponakan yatmi, adik angkat mu dan anak angkat yatmi, yatmi restui kalian berdua tapi awas kalo kamu nakal dengan yang lain selain kami berdua, yatmi bakal potong rustam junior biar dikasih ke kucing”.

“Sadis amat kamu yang, ngeri kalo gitu heheheh”.

“Wajar sayang, wanita mana yang mau rela jika cowok atau suami nya selingkuh dengan perempuan lain hanya orang gila kali yang melakukan nya”.

“Iya yatmi sayang, rustam tau akan rus jaga hati dan perasaan rus buat kalian berdua”.

“Dah kita makan sayang nanti kamu kan mau ke sekolahan tini, jagain dia disana ya, dan hampir lupa anggap saja apa yang sudah yatmi berikan buat kado ultah kamu yang ke-17, semoga kamu jadi lelaki yang bertanggung jawab, lelaki yang kelak menjadi suami buat yatmi dan tini, i love you rustam anwar”.

“Makasih yatmi sayang”.

 

===

Pov Tini (Diary ditulis tanggal 7 Maret 1998)
Jam 12.00 wib di SMEA….

Hai diary…. sahabat ku, hari ini di sekolah rame… Anak-anak yang ikut acara pramuka sudah sibuk siap-siap, tapi tidak sama aku diary….tau kan rencana ku kemaren… ya nanti malam aku akan bikin kejutan buat mas ku dihari ultah nya yang ke-17, demi pacar yang ku sayangi.

Diary…. Di sekolah ada cowok ganteng yang suka sama aku, dia selalu ingin melakukan pdkt, bahkan kemaren ia nembak aku, kasihan juga ya emang aku nggak punya rasa sama sekali sama dia jelas lah aku TOLAK diary. Raut kecewa dan sedih dari wajah nya saat ia ku bilang, “maaf kak aku sudah punya pacar”, ia bisa menghargai dan menerima penolakan ku, kasihan juga ya….

Diary…. sekarang sudah mau pulang sekolah mas rustam bilang nya mau jemput aku rencana nya aku mau habiskan waktu hari ini jalan-jalan dengan nya, nonton, ke hutan wisata punti kayu dan habisin malam di hotel, soal biaya tenang saja diary aku ada duit 1,5 juta ditambah uang dari mama 250 ribu. Uang tabungan ku yang selalu aku simpan berguna juga untuk rencana ku.

Diary….. Sambil nungguin mas rustam aku ikut bantu-bantu teman buat siapin kegiatan ntar malam, banyak juga teman-teman perempuan yang cantik-cantik yang dekat sama aku, salah satu nya helda. Ia ternyata juga menyukai mas rustam tetapi dengan halus ku bilang bahwa mas ku sudah punya cewek dan cewek nya itu cemburuan loh…. Padahal kalo dia tau cewek nya itu aku pasti marah besar ia sudah ku bohongi.

Helda anak nya cantik dan pintar diary, cuma anak nya sangat pendiam maklum mungkin karena ia pake jilbab ya, sehingga kalo ada anak cowok baik dari sekolah ku maupun sekolah lain yang main dia tidak menanggapi nya, duhhh kamu helda gimana mau dapet cowok kalo kamu nya tertutup gitu”, gumam ku saat itu diary.

“Helda…. Ke kantin aja yuk!”, ajak ku.

“Ayo”, sahut helda singkat.

Kami berdua melangkah ke kantin untuk sekedar mengisi perut kami yang mulai berbunyi karena cacing-cacing nya pada demo kali. Saat itu di kantin lumayan rame karena berhubung jam istirahat, eh iya saat ini kan jam 12.00 waktu istirahat terakhir, jam 2 sore baru bubar sekolah.

“Hel….Mas rustam besok ultah, apa ya yang cocok buat kado ultah nya?”, ucap ku menanyakan kado buat mas rustam.

“Serius tin, boleh nggak helda kasih kado buat mas mu, ntar helda titip ya”.

“Gimana ya, boleh deh ntar titip saja sama tini?”.

“Kalo menurut helda, yang cocok buat cowok itu jam tangan, topi, atau benda yang ia suka tin, kamu tau apa benda yang ia sukai”.

“Iya ya baru kepikiran tini, hadiah yang ia sukai”.

“Nah itu kasih saja hadiah nya”, ucap helda menimpali.

“Siap nanti malam hadiah nya ku kasih secara langsung….hehehhee”.

“Kalo hadiah helda besok aja ya tin, mau beli dulu soal nya, eh iya kamu nggak ikutan acara ntar malam”.

“Nggak hel, kamu ikutan…?”, ucap ku.

“Nggak juga males soal nya”, jawab helda singkat.

“Tin, helda penasaran sama kalian berdua, beneran kalian itu saudaraan kok wajah kalian beda”.

“Iya lah, kamu kan pernah ku ajak ke rumah, masak masih ragu kalo kami saudaraan”.

“Yaudah helda percaya kok, tin apa boleh ya kalo helda menyimpan perasaan suka pad mas mu sementara ia sudah punya kekasih dan belum tentu ia membalas perasaan suka helda”.

“Helda….Dengerin nih, saran aku sebaiknya kamu lupakan mas rustam, jangan buat kamu menyakiti diri kamu sendiri dengan mencintai orang yang belum tentu mencintai kamu, sebaiknya kamu membuka diri dengan lelaki lain yang lebih bisa mencintai kamu, kamu mau nggak sama kak yusuf itu loh kakak kelas 2 akuntansi”.

“Iya kak yusuf tau lah yang kemaren kamu tolak, padahal helda lihat dia cowok baik loh, sopan dan bukan playboy kayak kak rino, tapi gimana cara nya tin? Kan masak aku duluan yang deketin kak yusuf!”.

“Tenang deh kalo itu serahin saja ke tini, tini senang kalo kalian jadian, serasi dan cocok kayak nya, tapi ingat jangan bilang-bilang kalo tini yang jadi comblang nya ya”.

“Siiip deh”. Ucap helda menjawab sambil mengacungkan ibu jari nya.

Jam 14.00 wib…. di hari yang sama……

Teng….Teng….Teng….

Bunyi lonceng sekolah tanda bahwa jam bubar sekolahan, aku membereskan perlengkapan sekolah ku dengan senyum bahagia, kulihat beberapa teman-teman ku ada yang berbincang-bincang mengenai rencana mereka nanti malam dalam acara malam keakraban pramuka.

Dengan tas sekolah yang ku sampirkan di bahu kanan, aku melangkah keluar dari kelas menuju pintu gerbang dan berharap mas rustam sudah datang menunggu ku di sana.

Diary…. Aku tersenyum bahagia melihat sosok lelaki gagah yang telah berdiri tepat di depan gerbang sekolah duduk diatas motor suzuki shogun 110 cc, dengan melempar senyum juga pada ku.

“Mas…..”, Ucap ku melangkah sedikit cepat menghampiri nya.

“Dik…. Gimana sekolah nya? Ini mas bawain sesuai permintaan kamu”, ucap nya.

“Seru mas, anak-anak nya supel dan tini sudah banyak temen disini, makasih mas ku sayang, yuk kita booking hotel dulu, hari ini adik ingin habiskan waktu adik dengan mas seharian, apalagi besok kan libur”.

“Ayo sayang, buruan naik!”, ucap mas rustam.

Aku segera naik ke motor, dan segera memeluk mas rustam dengan mesra”.

“Dik makin gede aja yah nenen kamu, kerasa ngeganjel tuh di belakang mas”, goda mas rustam perihal buah dada ku yang nempel di punggung nya.

“Ih mas mesum, wajar makin gede mas sih nakalin tini jadi makin besar, dah mas jangan ngomong jorok nanti mas nggak bisa konsentrasi bawa motor nya, hari ini tini milik mas, pacar tini yang cool hehehehe”.

“Beneran ya, pegangan yang kuat, mas mau cepat sampai ke hotel nya di jalan itu kan….?”.

“Iya mas….Hotel Sriwijaya tau kan hotel dan jalan nya”.

“Tau sayang”. Ucap nya singkat.

Sesampai nya kami di hotel sriwijaya, mas rustam yang memesan kamar dengan resepsionis hotel nya.

“Permisi mas mbak, ada yang bisa kami bantu”, ucap resepsionis hotel tersebut ramah dan memberikan senyum pada kami berdua.

“Begini mbak, saya dan adik saya mau nginap di hotel ini 2 hari, kami berdua sedang kesal dan ribut sama papa dan mama, gara-gara mereka kami kabur, kalo nggak percaya ini kartu keluarga kami, saya rustam dan ini adik saya tini, tapi tolong mbak jangan kasih tau orang tua kami kalo kami menginap di sini, kami kabur buat nenangin diri di sini”.

Petugas resepsionis hotel itu melihat kartu keluarga yang mas rustam kasih lihat ke mereka, dan ia menanyakan kartu identitas ku dan mas ku.

“Maaf ya mas mbak, boleh lihat kartu identitas kalian berdua buat cocokin dengan kartu keluarga? Mohon maaf jika kami lebih teliti, hotel kami tidak menerima pasangan kumpul kebo, pasangan selingkuh, dan itu sudah menjadi komitmen kami mas, mbak”, ucap nya menjelaskan aturan penghuni hotel secara singkat.

“Ok mbak, ini kartu pelajar saya dan ini kartu pelajar adik saya”, ucap mas rustam sambil menyerahkan kartu pelajar kami berdua.

“Ok mas mbak, tunggu sebentar kalian berdua bisa duduk dulu di lobby, nanti setelah administrasi nya beres kalian berdua saya panggil kembali”, ucap petugas resepsionis cewek tersebut yang kuperkirakan berusia 20 tahun keatas.

“Ok mbak kalo begitu kami tunggu saja di lobby”. sahut mas rustam singkat.

 

===

Pov Rustam

Aku dan adik ku tini akhirnya bisa menginap selama dua hari di sebuah kamar hotel dengan biaya yang sangat mahal untuk ukuran kantong siswa saat itu.

Aku tersenyum begitu melihat senyum kebahagian di wajaha adik ku, ada rasa bersalah saat melihat nya bermanja-manjaan pada ku, rasa bersalah telah menduakan cinta nya padahal ia tulus dan sayang mencintai ku bahkan sekarang rela untuk memberikan harta nya yang paling berharga buat ku, semua itu di ceritakan nya setelah kami habis melakukan yang seharus nya kami lakukan setelah kami berdua menikah.

“Mas kita jalan-jalan dulu ya, tini pengen jalan berduaan sama mas hari ini”.

“Ok sayang, kamu mau kemana saja hari ini mas temenin”.

“Kemana ya, gimana kalo kita ke hutan wisata punti kayu dulu? Terus nonton di Internasional 21, baru deh balik lagi ke hotel, gimana mas setuju nggak?”.

“Ok sayang, demi kamu mas setuju kok, yuk kita berangkat sekarang”.

Kami berdua berangkat ke taman wisata punti kayu yang berada di km 7, satu-satu nya hutan wisata yang ada di kota Palembang, disana terdapat juga kebun binatang dan panorama hutan tropis dengan berbagai jenis pohon yang aku sendiri kurang tau nama pohon nya apa.

“Yuk masuk kedalam!”, ajak ku saat tiket masuk sudah kubayar setelah sebelum nya hampir 30 menit perjalanan kami lewati dari hotel hingga sampai ditempat ini.

“Ayo mas”, sahut nya kemudian melingkarkan tangan nya ke lengan tangan ku.

Kami berdua melangkah masuk, pertama tini mengajak melihat panda cina yang besar yang saat itu sedang asyik nya makan daun bambu.

“Mas, lucu yan lihatin panda itu dikandang, apa panda ini termasuk dalam jenis beruang ya mas, dari cara nya dan bentuk nya itu mirip cuma lebih kecil saja ukuran nya”, ucap tini antusias melihat panda sambil mengomentari binatang yang berasal daru cina.

“Wah kalo itu mas juga kurang tau dik, cuma yang mas tau binatang ini masih banyak di temui di daerah cina dan makanan nya hanya daun bambu itu”. Jawab ku menanggapi omongan nya barusan.

Hampir 10 menit kami berhenti melihat-lihat panda, suasana sore hari menambah sejuk hutan wisata ini, ku lirik arloji ku saat ini sudah jam 16.00 wib, “masih cukup lah 1 jam berada di sini”, batin ku.

“Yuk mas kita jalan lagi, kita ke pondok itu mas, teman-teman tini banyak bilang tempat ini banyak dijadikan tempat orang pacaran, bahkan ada loh yang sampai ml di tempat ini”.

“Beneran nggak sih omongan teman kamu itu dik, tapi seperti nya ia ya, tempat nya sangat sepi apalagi di kelilingi pohon-pohon yang besar, matahari saja sampe nggak begitu terang di sini, remang-remang kayak di diskotik”, ucap ku mengomentari tempat wisata yang kebetulan saat ini aku baru pertama kali nya kesini begitupun juga dengan tini.

“Mas, adem ya tempat nya, pantes banyak yang ngajak pacar nya main ke sini, hehehhe”.

“Iya dik, tapi ingat loh ini tempat umum dik, kita mesti bersikap sopan biar tidak memalukan nama baik papa dan mama”.

“Iya mas ku sayang, adik juga ngerti kok, tapi kalo ciuman kayak nya nggak apa-apa mas lihat nggak ada orang juga yang lewat”, ucap nya dan ia langsung mendorong tubuh ku hingga rebah di pondok itu.

Sluuurrpp….Sluuuuurrrppp…..Cuuuppp….

Suara dan bunyi bibir kami yang penuh birahi bertautan entah sejak beberapa lama percumbuan ini kami lakukan. Saling menuntaskan rasa sayang satu sama lain dengan hanya berciuman yang liar dan panas.

“Sudah sayang nanti kita tidak bisa kebablasan, yuk kita lihat-lihat lagi tempat lainnya”. ucap ku seketika sadar dari panas nya percumbuan sore itu.

“Iya mas”, sahut tini sambil menyenderkan kepala nya di bahu ku.

Kami berdua kembali berkeliling mengitari hutan wisata tersebut, kalo warga palembang mumgkin sudah hafal gimana bentuk dan luas nya hutan ini, hingga sebelum jam 17.00 kami sudah keluar dari tempat wisata tersebut.

40 menit kemudian….

“Mas, film itu saja ya, romantis mas dan sedang jadi box office”, tunjuk tini melihat film di theatre 2 yang saat itu sedang booming.

“Titanic, film apaan ini, tapi lihat antrian nya sepertinya pasti bagus kayak nya”, gumam ku sesaat.

“Ok sayang kita nonton ini saja, kamu duduk saja di sofa itu, biar mas yang ikut antrian”, ucap ku.

“Iya mas, eh sebentar nunggu mas antri adik beli bekal buat di dalam ya mas”, ucap nya lalu meninggalkan ku yang ikut antrian beli tiket nonton.

15 menit kemudian ….

Kami berdua telah duduk di dalam theatre 2, penuh tidak ada kursi yang kosong bahkan kursi penonton yang paling depan pun semua terisi.

“Wow dik, lihat tidak ada tidak ada kursi yang kosong dik”, ucap ku celingak-celinguk melihat di dalam theatre ini penuh.

“Iya ya mas, apa karena malam minggu ya, tapi pas kita nonton berdua 2 minggu lalu banyak seat kosong ya mas”.

“Pasti gara-gara film ini dik, animo nya tinggi, penasaran mas film nya kayak apa?”.

“Iya mas, adik juga penasaran, bentar lagi mulai tuh”, ucap nya.

Dan benar saat ini di layar yang sangat besar film yang berjudul TITANIC sudah mulai di adegan awal nya diceritakan seorang pria yang mempunyai bakat melukis sedang bertaruh untuk dapat membeli tiket naik ke kapal Titanic, ia dengan senang bersama teman nya lain nya berhasil membeli tiket kelas 3 dan mereka naik kapal tersebut dengan penuh kebanggaan”.

Kami berdua menonton film dengan sangat serius selain karena jalan cerita nya yang bagus film yang bergenre romantis ini sangat digemari masyarakat terutama anak muda.

“Tutup mata kamu mas, mas nggak boleh lihat”, ucap nya menutupi mata ku dengan telapak tangan nya.

“Kok mas nggak boleh lihat emang ada adegan apaan di layar”, ucap ku yang memang mataku terhalang tangan nya.

“Itu rose nya sedang bugil sambil di lukis oleh jack, romantis mas”. sahut nya membisiki ku.

“Wah rugi mas kalo gitu, dari tadi padahal mas pengen lihatin rose nya bugil”, omel ku balik berbisik ke telinga nya.

“Ih…..Pokok nya nggak boleh, cuma tina aja yang bugil depan mas, hehehe, kalo mas nakal ini rasain”. ucap nya dan tiba-tiba pinggang ku di cubit dengan keras oleh tini.

“Awwww, aduhhh sakit dik, kok tega kamu cubit mas, lihat aja nggak”, gerutu ku kesal dan merasakan nyeri dipinggang, akibat cubitan maut maut tini.

“Maaf mas sayang, nanti adik kasih yang lebih buat mas, kangen aja ngejahilin mas hehehehe”, ucap tini menggoda dan manja bersandar di bahu ku.

Kami nonton saling berdekapan, aku merapatkan tubuh ku ke kursi nya begitu pun tini bergeser semakin rapat ke tubuh ku, dan pas adegan ml rose dan jack di mobil, tini membisiki ku,”mas sakit nggak ya kalo ml kayak rose dan jack”.

“Hush ngaco kamu dik, mas akan jaga keperawanan kamu hingga kita nikah dik”.

“Tapi mas……”, ucap tini ragu untuk melanjutkan kalimat nya.

“Kita masih jauh dik, mas aja masih sekolah, kamu juga baru kelas 1, akan ada waktu nya jika kita sudah siap bahkan mas akan nikahin kamu jika mas sudah kerja dan kamu sudah beres sekolah nya, ingat janji kita sama mama dan papa, kita mesti tamat sekolah minimal SMA atau sederajat”.

“Iya mas, tini…. tau kok, ya udah nonton aja ya mas, nanti habis nonton temenin tini belanja dan makan biar di hotel kita santai dan bisa tidur nyenyak”.

Film selesai semua penonton riuh dengan suara nya, terlihat sebagian orang masih terlihat berkaca-kaca melihat adegan perpisahan jack dan rose yang dramatis menurut ku, jack mengorbankan diri nya demi sang kekasih nya rose supaya tetap hidup, tini pun ku lihat ampe nangis saat scene adegan tersebut.

Jam 24.00 wib….. di kamar hotel…..

Kami berdua saat ini sudah di kamar hotel, lumayan capek ternyata seharian ini, tadi pagi secara tidak sengaja aku melakukan persetubuhan sama yatmi mama angkat ku sendiri dan sekarang aku berbaring di ranjang di salah satu kamar hotel di palembang.

Entah apa yang dilakukan tini, sejak tadi penuh rahasia, ia membeli banyak barang waktu kami belanja di matahari departemen store yang kebetulan letak nya berada di gedung yang sama dengan internasional 21. Kalo orang palembang bilang nya IP (Internasional Plaza).

Oh iya saat ini aku berbaring di ranjang dalam posisi di ikat dan di tutup mata ku dengan secarik kain, dengan tubuh telanjang polos tanpa sehelai benang, aku sempat protes pada nya tapi ia meyakinkan ku ini adalah salah satu kejutan untuk ku special untuk ultah ke-17 ku.

Tini menghampiri ku dan kemudian membuka tutup mata ku serta membuka ikatan tangan ku, lalu ia meminta ku memejamkan mata kembali dan tidak boleh buka mata sebelum ia suruh.

“Mas rustam, sekarang mas boleh buka mata nya”, ucap nya tegas.

Aku melongo saat ini di hadapan ku berdiri gadis perawan cantik dengan memakai daster tipis tanpa daleman sambil membawa kue ultah yang diatas nya ada lilin yang berupa angka 17.

“Happy birthday to you…. Happy birthday to you…. Selamat ultah sayang ini kejutan pertama dari tini buat kekasih tini semoga panjang umur, dan makin cinta dan sayang pada tini ya mas, ucapkan doa nya dulu mas sebelum tiup lilin”, ucap nya sambil mengingatkan untuk berdoa di hari ultah ku ke-17.

Aku berdoa dalam hati,”semoga kelak aku akan memperistri yatmi dan kamu tini, kalian berdua harta berharga bagi ku, kalian berdua semangat hidup ku, dan kalian berdua nyawa bagi ku”.

“Sekarang mas tiup lilinnya”, instruksi tini selanjut nya.

Aku meniup lili tersebut hingga api nya padam dan ia seketika mencium bibir ku dengan penuh cinta aku bisa merasakan ia begitu bahagia melihat aku berkaca-kaca atas kejutan yang ia berikan.

“Terima kasih sayang, kamu kekasih mas sekaligus adik yang sangat mengerti apa yang mas ingin kan, i love you hartini, mas cinta kamu dengan segenap jiwa raga mas”.

“I love you too mas rustam anwar, mas ku sekaligus cinta dan nyawa tini, tini tidak bisa hidup tanpa mas rustam”. ucap tini seketika air mata nya menetes terharu dan bahagia di hari ultah ku ini.

 

===

Pov Tini (Diary di tulis tanggal 7 maret 1998)

Diary…… hadir lagi nih kamu kangen nggak sama aku, setelah aku ceritakan pengalaman ku bersama mas rustam, waktu di hutan wisata punti kayu, saat di dalam bioskop, belanja baju, cd, bh dan daster yang kupakai malam itu saat aku menyerahkan kue ultah buat nya dan yang sedikit malu saat aku beli kondom merek sutrxxxx. Kasir yang melayani ku senyum-senyum, malu juga sih diary untung si kasir cantik itu nggak banyak tanya hihihi.

Diary….. Malam ini tepat jam 00.00 wib aku sudah siapin semua rencana kejutan buat mas rustam kakak angkat sekaligus kekasih ku, tadi setelah sampe hotel aku langsung mandi, untung saja ada air hangat nya jadi nggak dingin hehehehe. Ku bersihkan organ intim ku dengan sabun khusus biar harum wangi dan membuat mas ku makin nafsu. Setelah itu aku pake baju daster yang baru ku beli tanpa pake daleman, sejenak aku perhatikan tubuh ku di cermin, tubuh ku terlihat menggoda buah dada ku menyembul keluar di balik daster ku, “semoga saja mas rustam menyukai nya”, batin ku.

Galeri Tini

Diary….. Setelah itu aku keluar dan membuka kotak yang berisi kue ultah mas ku yang ke-17 setelah ku nyalakan lilin nya sambil nyanyi lagu happy birthday to you, ku bawa kue tersebut ke hadapan nya.

Oiya sebelum nya aku ikat dan tutup mata mas rustam, soalnya ia jahil sih, takut rencana ku berantakan dan ia main sosor walaupun sebetul nya aku pasti tidak akan menolak nya jika ia mau mencumbui ku.

Diary….. Kue itu aku iris, dan kemudian ku potong kecil-kecil dengan garpu, sengaja aku ingin melayani nya ku buat ia malam ini bak raja dan aku jadi dayang bahkan selir nya yang siap melayani nya malam ini.

“Mas, malam ini aku lah kado nya mas, jangan kamu tolak permintaan adik malam ini ku serahkan tubuh ku seutuh nya untuk mas, ambilah perawan ku mas”.

Dia diam dan merenung, wajah nya terlihat bingung, satu sisi ia sangat sayang dan bahkan peduli dengan ku dan keperawanan ku, di sisi lain ia tidak ingin membuat ku bersedih karena menolak permintaan ku yang satu ini.

“Dik, kamu yakin mau melakukan nya, mas tidak mau membuat hidup mu rusak, mas akan menjaga mu sampai kita menikah, tapi kalo ini……”, ucap nya ragu untuk meneruskan kalimat nya.

“Mas rustam sayang, jikq mas benar-benar sayang dan cinta adik, tolong mas turutin keinginan adik, hanya ini harta adik yang paling berharga yang layak ku berikan untuk mas di hari ultah mas yang ke-17, adik nggak merasa takut dan nyesal nanti nya karena mas lah yang berhak jadi yang pertama, adik cinta sama mas”.

Diary…… Saat ia menundukkan kepala aku segera mengambil kotak bermerk sutrxxxx itu dan menunjukkan pada nya, tapi adik belum mau hamil mas, jika adik menginginkan anak dari mas pasti adik minta mas hamilin, adik ingat janji pada mama dan papa buat banggain mereka dengan sekolah yang benar, maka nya mas mesti pake ini ya mas”. Ku keluarkan 1 bungkus kondom itu dan membawa nya ke tempat tidur.

Diary….. Aku kemudian meliuk-liukan tubuh ku bak penari striptease, ku naik turun kan daster yang menyerupai rok yang hany sebatas paha hingga memek ku bisa ia lihat.

“Mas suka nggak dengan ini, sambil aku tunjukkan buah dada ku dengan menggenggam erat hingga makin terlihat besar, dan ini sambil ku elus bibir memek ku dengan jari telujuk ku lalu ku jilat jari ku sendiri”.

Diary….. Kulihat muka mas rustam merah merona, jakun nya naik turun melihat ku yang bersikap binal dan genit, birahi nya bangkit dengan cepat itu terlihat dari tegang nya kontol nya yang sering ku sepongin kalo kami berdua sudah bernafsu.

Diary…… Aku berjalan maju mendekati nya semua gerakan jalan ku ku buat sebinal mungkin, hingga begitu aku sampai di hadapan nya tubuh ku langsung di dekap nya, ia mencium bibir ku dengan sangat bernafsu, liar dan ganas, menyerang ku dengan penuh gairah, jilatan dan hisapan di leher ku meninggalkan bekas merah, aku hanya mendesah dan mengerang diary…. Birahi ku ikut naik seketika saat ia menstimulasi jilatan dan hisapan nya di leher ku.

“Oohhh….Aaahhhh….Uuuhhhh… Terusin Mas….Kamu bisa banget bikin adik naik”.

Mas rustam makin semangat setelah mendengar desahan dan erangan ku, tangan nya sudah aktif bergerak dan tanpa ragu ia mulai meremas-remas kedua puyudara ku dengan kedua tangan nya ia tidak membuka daster ku dan hanya menyingkirkan nya ke bawah.

Diary….. Tubuh ku bergelinjang dan bergejolak saat ia berhasil merebahkan tubuh ku di ranjang. Kami sudah beberapa saat melakukan pemanasan (foreplay) tubuh ku berada persis di bawah setelah tadi sempat kami melakukan posisi 69, petting yang biasa kami lakukan akhir-akhir ini.

Diary….. Dan sekarang lah saat nya ia akan melakukan nya, aku sempat mencegah nya….”tunggu mas, mas lapisin dulu pake kain putih itu mas biar kasur ini tidak kotor dan bisa jadi aib buat kita kalo ketahuan pihak hotel”.

“Dik kamu berdiri bentar! Kita pasang kain ini dulu”.

“Iya mas, adik bantu sekarang”.

“Gimana kamu sudah siap sekarang?” . Ucap mas rustam.

“Lakukan mas, ambillah hak mu, tapi pelan-pelan ya kata orang sakit mas kalo saat selaput darah itu robek”.

“Iya sayang”.

Diary….. Aku baru kali ini melihat mas rustam serius, ia membuka lebar paha ku kemudian ia mengarahkan kontol nya ke bibir memek ku, setelah ia merasa pas lubang nya maka ia dorong kontol nya, aahh…. desah ku merasakan kontol nya sesaat akan masuk tetapi selip ke sisi kiri, “Hahahaha…”kami berdua tertawa melihat kejadian lucu itu.

Lalu….. Mas rustam mencoba kembali ia menggenggam batang kontol nya, ia kemudian penuh konsentrasi untuk memasuki tubuh ku, kurasakan geli di memek ku saat kepala kontol nya bergerak-gerak menggesek bibir memek ku yang kemaren-kemaren hanya ia jilatin.

Setelah ia menemukan lubang memek ku yang hanya sebesar pentul korek api, ia kemudian mendorong kontol nya ke depan hingga kepala kontol mas rustam menyeruak masuk merobek lubang yang sempit, seketika aku menjerit kesakitan…. “Aaaaaawwww…. Sakit mas”.

Diary….. Aku sempat mengeluarkan air mata menahan sakit dan perih di dalam, mas rustam yang melihat ku menangis segera mendiamkan sesaat kontol nya, ia mengusap air mata ku dengan buku jari nya,”dik, mas cabut aja ya mas tidak tega melihat kamu nangis”.

“Jangan mas, lanjutin aja adik nangis karena kaget dan memang terasa sakit, tapi please mas jangan kamu ragu dengan keseriusan adik memberikan nya”.

“Tapi kalo sakit kamu bilang ya mas akan stop nggak mau bikin kamu kesakita dik”.

Aku mengangguk dan memeluk nya,” mas, ini akan jadi kenangan terindah buat adik, lakukan dengan penuh cinta, mas adik butuh itu biar nanti adik kuat menjalani setelah ini”.

“Iya mas janji dik, mas akan selalu mencintai dan menjaga kamu, mas bersumpah demi allah mas akan jadiin kamu istri mas”.

“SEKARANG MAS!”, instruksi ku meminta nya memulai.

“TAHAN DIK, PASTI SAKIT GIGIT SAJA BAHU MAS BIAR KAMU BISA MENGURANGI RASA SAKIT NYA”.

Diary….. Mas rustam kemudian tersenyum ia seakan ingin memberikan kekuatan buat ku untuk mengurangi sakit nya, setelah aku memberikan anggukan kepala dan memejam kan mata ku, ia mendorong batang kontol nya dengan kuat dan kencang. BLEEEESSSS…. SREEETT….BREEETTT….hingga seluruh batang nya masuk hingga menyentuh rahim ku yang terdalam.

“AAAWWW”, ADUH SAKIT MAS”.

“Mas cabut dulu ya, lihat dik darah perawan kamu menempel di kontol mas”.

Diary….. Aku tersenyum setelah melihat sendiri memek ku berdarah dan juga bercak darah perawan ku menempel di batang kepala dan batang kontol mas rustam.

“Mas….! Lap dulu darah perawan adik sama kain ini, akan adik simpan buat kenang-kenangan”.

Mas rustam mengelap darah perawan ku dengan kain putih yang melapisi sprei ranjang hotel, setelah bersih ia membuka kondom sutrxxx, “tunggu mas”, cegah ku saat ia akan memasang kondom tersebut.

“Biar adik saja yang pasangin kondom nya”, ucap ku.

Ku genggam kontol mas rustam ku pandangin lalu ku ajak bicara, “nakal ya sudah perawanin memek adik, nih rasain sepongan maut ku”.

“AAARRGGGHHH” dik enak…. Terus dik”, erang mas rustam kenikmatan dengan sepongan ku.

Diary…. Setelah kulihat kontol mas rustam yang super tegang lalu aku sudahi sepongan ku kemudian memasangkan kondom tersebut hingga kontol mas rustam terbungkus karet tipis anti bocor menurut keterangan di kotak nya.

“Nah mas sekarang aman, silahkan mas lanjutin pekerjaan yang tertunda, adik bahagia sudah menyerahkan harta paling berharga buat mas rustam”.

Diary….. Ku lihat mas rustam kembali memposisi kan tubuh nya membuka lebar paha ku, lalu ia mulai mengarahkan kontol nya yang ia genggam biar tidak luput dan melenceng dari sasaran nya, kemudian ia gesek-gesekkan kembali kepala kontol nya di bibir memek ku yang sudah merekah ke atas kebawah ia gerakin kontol nya, membuat geli nikmat yang kurasakan akibat ulah iseng nya tersebut.

“Dik….! Kamu siap !”, ucap nya sekali lagi.

Aku mengangguk, lalu tersenyum memberi isyarat pada nya untuk segera melakukan nya.

Diary….. Taukah apa yang paling ku ingat sama mas rustam?…. Mas rustam paling jago membikin ku nyaman dan bisa menghargai wanita, saat penetrasi yang ia lakukan sekarang ia terlebih dulu nanya kesiapan ku.

Diary….. Mas rustam mulai mengarahkan kontol nya sambil terus menggenggam nya dan setelah tepat pada lubang memek ku, ia kemudian menekan nya dengan kuat dan kencang…. BLEEESSSS…..

“Aaaaarrrggghhhh”….Pekik kami berdua berbarengan saat kedua kelamin kami bersatu di dalam tubuh ku.

Diary….. Rasa perih masih kurasakan saat penetrasi tadi, mas rustam mendiamkan sejenak kelamin kami berdua bersatu dan berkenalan di dalam, terasa denyut kontol nya menimbulkan efek nikmat bagi memek ku, badan ku bergetar, menggeliat saat merasakan denyutan kontol nya.

“DIK GIMANA MASIH SAKIT?”, tanya mas rustam setelah kami kelamin kami berdua bersatu selama beberapa menit.

“Udah nggak sakit mas, ayo mas di mulai!”. Sahut ku meminta nya mulai memompa kontol nya.

Mas rustam mulai memompa kontol nya, awal nya pompaan nya perlahan, kemudian makin lam ia menambah ritme pompaan nya hingga aku bisa merasakan nikmat nya persetubuhan ini, “ooohhh mas terus mas, enaaaak benar mas kenapa nggak dari dulu ya mas…. Aaaahhhh…. Uuuuhhhh…. Oooohhhhh….

Mas rustam mendengar rancauan ku semakin semangat memompa kontol nya ritme pompaan nya makin cepat dan kencang membuat buah dada ku berguncang-guncang mengikuti alur pompaan nya.

“Mas….Enak banget mas…. PENUH DI MEMEK ADIK, oooohhhh…. TERUS MAS bentar lagi adik dapettttt… mas.

“AAARRGGHHHH” Mas juga mau sampe kita barengan dik…..”.

Mas rustam makin menggila ia memompa kontol nya makin kencang dan cepat, nafas kami berdua memburu, kenikmatan yang terasa makin membius ku, erangan, rintihan dan leguhan kami berdua saling bersahut-sahutan, hingga aku pun tidak dapat lagi menahan ledakan yang akan keluar dari dalam kemaluan ku begitu pun mas rustam kami berdua berteriak histeris saat kami mendapatkan orgasme yang hampir bersamaan.

“Ooohhhh….. Aaaahhhh…. Uuuhhhhh….. MAS RUSTAM…… ADIK KELUAAAAARRRRRR……. AAAARRRRGGGGHHHH”, SEEERRRRRR……. SEEEEERRRRRR…… SEEEEEEERRRRR…..

“MAS JUGA KELUAAAAAARRRRRR……. ENAK NYA MEMEK KAMU SAYANG…. AAAARRRRRGGGGGHHHHH”, CROOOTTTT…… CROOOOTTTTT…… CROOOOOTTTT……

Tubuh mas rustam bergetar hebat, nafas nya terengah-engah, seketika tubuh nya melemah, dan ambruk menindih tubuh ku yang juga merasakan kontraksi memek ku terus berkedut dan mengempot kontol nya, kami lemas berdua hanya senyum kepuasan dan kebahagiaan yang sulit di ucapkan dengan kata-kata.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo