loading...

Jarak rumah ke sekolahan mereka -/+ 2 km dan mereka mau sekolah membuat aku bangga pada anak-anak ku. Pagi ini dengan baju seragam khas anak SD, baju putih celana merah mereka berdua sudah siap dan rapi untuk pergi ke sekolah, tetapi sebelum berangkat aku selalu meminta mereka sarapan pagi terlebih dahulu.

Mas tono suami ku tersenyum melihat semangat anak-anak ku untuk sekolah, ia malah menawarkan untuk mengantatkan ke sekolahan mereka.

“Rus, tini, kalian sarapan dulu, nanti hari ini papa yang antar kalian berdua.

“Iya pa”, jawab mereka berdua kompak.

“Kalian berdua mesti sekolah yang rajin, dan belajar yang tekun biar kelak bisa jadi orang”, ucap ku memberikan nasehat buat mereka berdua.

“Iya ma, pasti itu “, ucap rustam menjawab.

“Ma, nanti tini minta di beliin kotak pensil ya, kan kemaren mama lupa beliin nya”.

“Iya sayang, nanti mama beliin di pasar, tapi bukan sekarang ya, kalo hari minggu nanti, gimana?”, ucap ku mengiyakan permintaan tini.

“Serius ma! Asyik tini ikut ya ma”, ucap tini kegirangan.

“Ma, rustam boleh nggak ikut ke pasar ?”, ucap rustam memasang mimik memelas.

“Boleh lah rustam sayang, kalian berdua temenin mama dan papa kesana nya, betul kan pa?”, jawab ku pada mereka berdua sekalian meminta suami ku menemani kami.

“Iya ma, papa bakalan temenin kalian kebetulan papa sedang off hari minggu nanti”.

“Asyiikkk, sekalian nonton ya pa? Boleh ya ma kita di ajakin nonton bioskop?”, ucap tini semangat untuk nonton.

“Boleh, tapi janji kalian harus belajar yang giat dan tekun dan sekolah nya yang benar”, ucap ku dan di iyakan suami ku dengan anggukan saat aku menoleh ke samping.

“Pesan mama, jaga adik mu tini ya rus, kalian pergi dan pulan mesti bareng”, ucap ku mengingatkan rustam menjaga adik nya.

“Iya ma, pasti kok rustam jagain tini”.

“Bagus, dan kamu tini mesti nurut sama mas mu ini!”. Ucap ku mengingatkan tini buat nurut sama mas nya.

“Iya ma, tini akan nurut sama mas”.

“Sudah sarapan nya, kita berangkat sekarang!”, ucap suami ku tegas.

“Siap pa”, jawab mereka kompak sambil menghormat ala hormat upacara bendera pada suami ku.

“Hahahaha”, tawa ku lepas.

“Udah ma, papa berangkat dulu sama anak-anak”. Ucap suami ku seketika membuat ku tersenyum.

Aku mencium buku tangan suami ku dan ia mencium kening ku sesuai ritual kami kalo sedang berpamitan, dan anak-anak mencium tangan kami berdua dan kami balas dengan mencium kening mereka.

“Mama cantik, rus berangkat dulu ya”, bisik nya di telinga ku saat aku melepas kecupan kening ku.

Aku tersenyum melihat mereka bertiga pergi dan mengantarkan mereka bertiga sampai di depan teras rumah.

Setelah mengantar anak-anak ke sekolah, suami ku absensi dulu ke polsek Talang Ubi, sekitar jam 10 ia biasa nya patroli yang kebetulan melewati jalan ke rumah, dan ia sengaja pulang ke rumah kata nya kangen dengan ku karena jatah nya selama seminggu tertunda karena aku mendapat tamu bulanan.

Tok…Tok…Tok…

“Siapa diluar?”, teriak ku dari dalam kamar, karena baru saja mandi besar setelah mendapat kan tamu bulanan.

“Papa, ma”, sahut nya singkat.

“Kok sudah pulang pa?”.

“Iya ma, tadi mau patroli di daerah xxx kebetulan lewat depan rumah papa mampir”.

“Oh gitu ya pa”, ucap ku menggoda nya dengan kedipan mata.

“Ma, boleh ya, kan semalam mama bilang nya hari ini sudah bersih, kontol papa kangen sama jepitan memek mama”.

“Kasian hehehhe, mama tunggu di kamar pa, pintu nya pa jangan lupa di kunci, biar aman dari gangguan”.

Aku menyemprotkan pengharum ruangan terlebih dahulu dengan wangi mawar sekaligus buat aroma theraphy yang bisa menaikkan libido kita lebih cepat.

Suami ku tiba-tiba memeluk tubuh ku dari belakang dan ia mulai mengecup leher dan menggerayangi payudara ku.

“Aaaakkhhh…Papa jangan bikin tanda merah pa, takut nanti anak-anak banyak tanya kayak kemaren…. Ooohhhh pa….Kamu bikin mama horny pa….

Beberapa menit kami bercumbu dengan panas tanpa melepaskan pakaian masing-masing hingga suami ku melepaskan tubuh ku dari pelukan nya.

“Ma papa pengen mama, sepongin kayak semalam ya ma, enak banget sepongan mama”.

Suami ku melucuti seluruh pakaian nya tanpa menyisakan secarik kain pun di tubuh nya, dia lalu merebahkan tubuh nya di ranjang kami.

“Aaaarrgggghhhh….Terus ma….Ini yang bikin papa selalu ingin cepat pulang, terbayang terus sama sepongan mu ma….”.

Glook….Glookk….Glookkk…bunyi mulut ku yang bergesekan dengan kontol suami ku yang di lumuri oleh ludah dan air liur ku.

Ia memegangi kepala ku, dengan badan bergetar,”Ma stop ma, nanti papa keluarrr…. papa nggak bisa lama mau patroli lagi nih”.

Plooopppp….. Hosshh…Hoosshh….Hooosshh….

Aku melepas kontol suami ku dari mulut ku dan kemudian mengatur nafas yang terengah-engah karena melakukan blow job pada kontol nya barusan.

Saat aku ingin membuka jilbab berwarna coklat suami ku mencegah nya.

“Ma, jangan di buka jilbab dan baju nya, papa ingin gauli mama dengan pake jilbab dan baju, buka yang bagian bawah saja ma”.

Aku pun menuruti permintaan nya, segera mencopot bawahan ku beserta cd nya sekalian hingga tubuh bagian bawah ku bugil.

“Pa, jilati dulu memek mama, biar nggak sakit nanti dimasukin kontol papa”. Ucap ku yang super sange melihat tubuh bugil suami ku dan meyodorkan memek ku untuk di oral.

Suami ku mulai memainkan peranan nya, ia mulai memainkan klitoris ku dengan jari telunjuk kiri nya dan menjilati bibir memek ku yang sudah aku bersihin dengan sabun khusus kewanitaan.

“Uuhhmmm…Ma memek mu wangi dan enak buat di jilat, papa mulai saja ya”.

“Jilati pa, gatel memek mama pa”.

Sluuurrrpppp….Sluuuurrrrpppp…..Sluuuuurrrrpppp…..

“Enak banget pa, Terus pa….Ya itu pa! Itil mama mainin juga pa!”. Ooooohhhh……Aaaahhhhhh……Oooohhhhh……Aaaahhhhhh……

Suami ku terus memainkan lidah nya sekarang lidah nya memainkan itil ku sementara 2 jari nya mulai menusuk dan mengorek liang memek ku yang makin banjir dengan cairan kenikmatan ku yang mengalir keluar.

“Pa….! Mama keluaaaaarrrrr pa…… AAARRRGGGGHHHH….. CREEETT…..CREEETTT…..SUUUURRRRR…..SUUUUURRRR…..SUUUUUURRRR…..

Wow aku bisa squirting juga , rasa nya lebih nikmat dan sungguh luar biasa, semua tulang ku seperti terlolosi dan tak bertenaga lemas dan ambruk menimpa tubuh suami ku di bawah.

“Pa….! Istirahat bentar ya pa, 15 menit saja nanti giliran mama yang diatas ya”.

“Iya sayang”.

15 menit kemudian…….

“Aaaaarrrrgggghhhh…..Enak ma….Terus pompa kontol papa lalu goyang pinggul mama….Rasa nya kontol papa seperti diremas dan di empot memek mama”.

“Iya pa, mama juga enak pa….Kontol papa makin masuk dalem banget sampe bentur-bentur rahim mama….Pa….hamilin mama….biar ada adik buat rustam dan tini.

Ooohhhhh…..Aaaahhhhh…..Oooohhhh….Aaaaahhhhh…Nikmat pa…..!”.

“Iya sayang, ma.. Ganti posisi… Papa mau diatas ma!”.

“Yuk pa…! Buruan nanti anak-anak keburu pulang sekolah”.

Plooop….

Aku mencabut kontol mas tono dari memek ku, kemudian aku rebah di atas ranjang dan menekuk paha ku serta membuka nya, dengan selebar lebar nya memberi jalan buat suami ku untuk menyetubuhi ku dan berharap hubungan kami bisa menghasilkan calon bayi kami kelak.

Suami ku kemudian menuntun kontol nya untuk diarahkan ke memek ku, dan setelah merasa tepat mas tono mendorong kontol nya hingga seluruh batang nya menghujam masuk hingga ke ruang rahim ku.

BLEEEESSSSS……

“AAAARRRRGGGGHHHH”, teriak ku saat kontol suami ku masuk sangat dalam hingga terasa di rahim peranakan ku.

“AAARRRRGGGGHHH”, rintih ku saat merasakan memek ku penuh setelah kontol suami ku masuk.

“Pa, mainkan pa! Pompa kontol papa…. Ayo pa puasin mama juga!”.

Mas tono melakukan apa yang ku minta, ia memompa dengan pelan-pelan, beberapa detik kemudian naik irama pompaaan nya menjadi sedang dan lama kelamaan ritme pompaan kontol mas tono di memek ku makin kencang, sehingga tubuh ku di bawah tindihan dan pompaan nya bergoyang dan bergerak mengikuti hentakan kontol nya.

“Ma, papa mau keluaaaarrrr, kamu masih lama kah?”.

“Dikit lagi pa, Yuk pa kencengin kocokan nya kita barengan saja”.

Suami ku makin bernafsu untuk menuntaskan hasrat nya dan berharap kami berdua dapat klimaks di waktu yang bersamaan.

“Aaahhh….Oohhhh….Aahhh….Terus pa, mama sudah ndak tahan, mama keluaaaarrrrrr pa”.

Creetttt…..SEEERRRRR……SEEEERRRRR…SEEEERRRRR……

“Ma, Papa juga kelauaaaaarrrrrr, AARRRRGGGGGGG”. CROOOOTTTT…..CROOOTTTT…..CROOOTTTT…..CROOOOOTTTT…..CROOOTTTTTT….CROOOTTTT….CROOOTTTTT…

Suami ku lemas tak bertenaga, nafas nya seperti orang yang habis lari marathon, tubuh nya ambruk menimpa tubuh ku yang saat bersamaan masih berkontraksi menerima 7x semburan sperma suami ku yang telah bersatu dengan sel telur ku yang saat itu pun keluar dari memek ku.

2 jam kemudian……

Tok…Tok…Tok..

“Assalamualaikum wr.wb, Ma !Mama Tini pulang ma”.

“Ma…..Mama….Mama….. Dik tini, itu motor dinas papa kan, tapi kok pintu di kunci begini apa mama dan papa sedang pergi keluar rumah?”.

Sementara itu suasana di dalam kamar suyatmi, suami nya terlihat tertidur pulas. Aku membangunkan suami ku karena mendengar ketukan pintu dan suara dari anak-anak.

“Pa buruan pake baju, tuh anak-anak sudah pulang, papa sih habis keluar langsung bobok”.

“Iya ma, lemas banget soal nya, dah seminggu ndak di ulek memek mama bikin papa puas banget sampe ketiduran tadi”.

“Mama bukain pintu buat anak-anak, kasihan merek di luar pa”. Ucap ku sambil buru-buru memakai kembali bawaha ku berserta cd nya.

“Waalaikum salam wr.wb”. Sahut ku dari dalam.

Ceklek……Krrrriiiieeeettt……

“Sudah pulang kalian, gimana dengan sekolah nya nak”, ucap ku menegur anak-anak yang kelihata cemberut muka mereka karena tadi pintu nya terkunci.

“Ma….Kenapa sih pintu nya di kunci kirain tadi mama sedang pergi keluar rumah”, gerutu tini dengan muka nya yang terlihat manyun.

“Oh…maaf sayang ! Papa kalian sedang istirahat di kamar, mama tadi nyuci pakean jadi mungkin papa yang sengaja ngunci pintu, dah yuk kalian masuk pasti lapar kan! Mama sudah masak buat kalian, ganti pakean dulu baru makan ya”.

Mereka berdua masuk dan tidak protes lagi, “wah gawat juga kalo pas sedang bergaul suami istri anak-anak nyelonong masuk dan melihat kami berdua sedang main”, gumam ku dalam hati

 

===

3 tahun kemudian, tahun 1992…..
Pov Suryatmi

Aku dan suami sudah menikah lebih dari 3 tahun, tetapi sampai saat ini aku belum mendapatkan tanda-tanda kehamilan, aku mulai gelisah terutama suami ku dengan kondisi seperti ini, sejak menikah tidak jarang kami melakukan hubungan suami istri dengan berbagai gaya bercinta, semua kami praktekkan setelah menonton film bokep yang ia beli entah di mana dan semua dilakukan dengan wajar, melalui lubang yang semesti nya dan tidak sekalipun aku mengijinkan atau menanggapi ajakan nya untuk anal sex karena itu tidak di benarkan sama sekali dalam ajaran agama ku.

Keesokkan hari nya aku memeriksakan diriku di rumah sakit Stanvac, rumah sakit yang di miliki perusahaan asing Starvac yang berlokasi di pendopo, Starvac adalah perusaan asal Amerika Serikat yang mengeksploitasi minyak dan hasil bumi berupa minyak tanah, bensin, solar termasuk juga gas.

Dokter Karina Sanjaya spesialis kandungan adalah aalah satu dokter yang bertugas hari itu di rumah sakit starvac mengatakan bahwa aku normal dan cukup subur, menurut dokter aku tidak perlu khawatir jika belum juga hamil.

“Banyak istirahat dan makanan harus yang cukup vitamin dan nutrisi buat kesuburan, ibu tidak mempunyai kelainan, sebagai seorang wanita, saya pikir ibu normal, cuma seharus nya ibu ke sini bareng suami buat melakukan pemeriksaan kesehatan dan kesuburan nya”, ucap dokter karina menjelaskan hasil kesehatan dan pemeriksaan yang telah dilakukan nya.

“Iya dok, memang seharus nya saya mengajak suami buat periksa, tapi suami saya sibuk mulu, capek lah, bahkan akhir-akhir ini ia sering keluar kota katanya mengurusi kenaikan pangkat nya di polda sumsel”, ucap ku menjawab alasan kenapa aku datang kesini tanpa suami mendampingi.

“Kalau begitu bisa jadi masalah ada di suami ibu, coba nanti ibu masakin masakan yang banyak mengandung kesuburan buat suami, apalagi ibu kan lulusan spk pasti sedikit tau mengenai vitalitas dan kesuburan organ produksi laki-laki dan perempuan”. Ucap dokter karina menyarankan ku untuk membantu suami ku.

“Iya dok nanti aku coba dulu, mungkin karena suami ku kerja nya sibuk selama ini, patroli dan kadang beberapa kali keluar nya cepat banget dok tidak seperti biasa nya sejak kami pindah kemari”.

“Nah itu, bisa saja bu, strees karena pekerjaan juga berpengaruh terhadap kesuburan selain karena faktor kebugaran dan kesuburan sperma”, ucap dokter karina menambahi.

“Iya dok, kalo begitu saya pamit dulu ya dok, makasih atas saran nya”, ucap ku berpamitan sama dokter karina.

Perkembangan anak-anak angkat ku juga semakin baik dan membuat ku bahagia, mereka saat ini sudah masuk sebagai remaja, rustam sekarang sudah kelas 6 dan usia rustam 12 tahun, sementara tini adik nya berusia 9 tahun dan sekarang duduk di kelas 3 sd.

Prestasi akademik kedua nya membuat ku bangga dan menyanyangi mereka, rustam selalu mendapat juara kelas rangking pertama dari kelas 3 hingga sekarang bahkan guru-guru nya pun selalu memuji nya dengan kecerdasan nya, dan rencana nya ia akan mengikuti cerdas cermat mewakili sekolah nya di kota Palembang.

Sementara tini pun menjadi gadis remaja yang mulai terlihat kecantikan nya, ia tidak kalah sama rustam soal prestasi akademik, selalu menjadi juara kelas dari kelas 1 hingga kelas 3 saat ini.

Beberapa hari ini aku sedikit kesepian karena mas tono suami ku dan juga papa angkat rustam dan tini sedang mengikuti pendidikan untuk kenaikan jabatan nya di secaba di kota betung MUBA, selama 1 bulan lama nya.

Selama mengikuti pelatihan itu rustam dan tini tidur bareng di kamar ku, mereka tidak ingin melihat ku kesepian dan sendirian.

“Ma, rustam boleh nggak tidur bareng mama, soalnya rustam lihat mama seperti kesepian tanpa papa”. Ucap rustam meminta ijin malam ini untuk tidur di kamar ku.

“Boleh nak, tini kamu juga tidur bareng mama ya”.

“Iya ma, tini juga takut kok kalo tidur sendirian mana akhir-akhir ini tini sering mimpi yang serem banget ma, gara-gara nonton film hantu sama mas tono beberapa hari lalu”.

“Kamu nya aja dik yang takut padahal itu kan cuma film, bukan hal yang nyata kok”. Jawab rustam.

“Yaudah habis makan kalian bantu mama beresin semua ya, baru kita tidur”, ucap ku mengalihkan obrolan mereka yang membuat tini makin takut dan bergidik.

1 jam kemudian, di dalam kamar ku dan suami…..

Aku tidur di tengah-tengah diapit oleh rustam di kanan dan tini di kiri, malam ini aku hanya memakai baju gamis biasa ku pake buat tidur tanpa menggunakan bh, ku lirik tini sudah tertidur pulas, ku elus rambut dan pipi nya dan kemudian ku kecup kening dan pipi nya, ada kebahagian melihat senyum nya saat ia tertidur pulas begini.

Sementar di sebelah kanan rustam membolak balik tubuh nya, seperti nya ia gelisah malam ini, ku lirik ia belum memejamkan mata nya, ku dekat kan kepala nya dan ku kecup kening nya biar ia bisa tidur.

“Rus, kenapa kamu gelisah, nggak bisa tidur ya?”. Bisik ku pada rustam anak ku.

“Iya ma, nggak tau kenapa rustam grogi dekat mama”.

“Sini nak dekat mama, mama peluk kamu biar tenang”.

Cuuuppp…..

Rustam mencium pipi ku, mata nya terpejam seperti sedang menghayati benar ciuman yang ia labuhkan di pipi kanan ku, entah mengapa ciuman rusman kali ini kurasakan berbeda dan lain dari biasa nya, ciuman yang berisi nafsu lelaki pada wanita.

“Nak kenapa dengan kamu? Tidak biasa nya kamu berani cium pipi mama”.

“Rustam sa…..sayang pada mama”. ucap rustam dengan gugup mendapati aku memperhatikan diri nya.

“Kamu sayang mama seperti ibu kandung kamu kan”.

Rustam menggelengkan kepala nya, dia melihat ku dengan tatapan seorang lelaki yang mengagumi wanita nya.

“Jadi kamu sayang mama seperti apa nak?”. Tanya ku pada diri nya yang memalingkan muka nya ke atas.

“Ma, kalo rustam ngomong jujur mama marah nggak?”.

“Tergantung, tapi mama akan menghargai keberanian kamu untuk jujur dan terbuka”.

“Serius ma, tapi nggak ahh takut nanti mama beneran marah pada rustam”.

Aku mengecup kening nya meyakinkan diri nya bahwa aku tidak akan marah pada nya.

“Ceritakan nak, mama dengerin kok!”.

 

===

Pov Rustam

Tahun 1990 atau 2 tahun lalu ma, malam itu sekitar jam 1.00 dini hari, saat itu aku terbangun karena kebelet pipis lalu aku buru-buru ke kamar mandi, tetapi pas lewat kamar mama, aku mendengar suara-suara aneh dari kamar mama, tetapi karena aku sudah kebelet rus hiraukan saja suara-suara itu.

Begitu aku selesai dari pipis dan mau balik ke kamar, terdengar lagi suara-suara aneh dari kamar mama, karena penasaran rus, memcoba membuka pintu kamar mama ternyata pintu mama tidak di kunci malam itu.

Saat itu aku terkejut setelah mendapati mama sedang menungging di kursi sofa warna hijau dengan hanya memakai jilbab warna pink dan menoleh ke arah pintu kamar yang tadi tertutup, sementara papa berdiri di belakang pantat mama.

Aku terpaku melihat titit papa keluar masuk di punya mama, kelihatan sekali kalian berdua menikmati semua itu.

“Pa….! Terus pa… Sodok memek mama….Aaahhhh….ooohhhh….kontol papa enak pa….terus pa….”.

“Ja….di kamu malam itu yang ngintipin mama dan papa, pantesan mama ngelihat ada bayangan orang di depan pintu”. Ucap mama memotong omongan ku saat menceritakan apa yang ku lihat.

“Terus…. Apa lagi nak yang kamu lihat”, ucap mama meminta ku melanjutkan cerita malam itu walaupun ku tau ia pasti masih mengingat kejadian dini hari tersebut.

“Nggak ma rus nggak kuat ceritain semua ini, jujur ma rus juga malam itu titit rus tiba-tiba berdiri nganceng lihat mama di gituin papa, rus cemburu lihat nya ma”.

Mama tersenyum malah ia menggoda ku dengan menaruh kepala ku ke buah dada nya, terasa empuk dan kenyal buah dada mama, dan puting nya menjeplak di baju gamis nya.

“Ma…! Rus….cinta sama mama, rus cemburu lihat mama sama papa yang mesra sekali”.

“Nggak boleh gitu nak, mama ini istri papa kamu, dan mulai hari ini buang jauh-jauh pikiran kamu ya, suatu hari nanti kelak kamu akan mendapatkan istri yang baik untuk kamu nak”.

“Nggak ma, rus akan tunggu mama sampai kapan pun”.

“Nak jangan nekat kamu, kalo sampe pikiran kamu seperti ini mama justru kecewa, tau ngga kalian berdua itu telah membuat bahagia mama dan papa, mama hanya berharap suatu hari nanti kalian berdua bisa mewujudkan cita-cita menjadi orang yang sukses yang bisa mengangkat derajat orang tua kamu dan sekaligus membahagiakan mama dan papa”.

“Iya ma, rus akan ingat pesan mama, tapi please ma, rus nggak bisa membuang perasaan rustam sama mama, yakin lah rus akan tetap menjaga mama dan papa seumur hidup rustam.

“Yaudah nak, yuk kita tidur sekarang…!”. Ucap nya sambil mengelus kepala ku yang sekarang betah di buah dada nya.

Posisi tidur mama mering menyamping sejak tadi kami bercerita, nafas mama seakan memburu saat aku dengan sengaja mengisap puting susu nya saat itu.

“Nak kok kamu nakalin mama, kenapa nak, kamu pengen nenen ya”..

ilustrasi Suyatmi

“Iya ma, kalo mama ijinkan rustam pengen nenen, lupa rasa nya nenen itu seperti apa?”.

“Nakal ya, bentar mama turunin gamis mama dulu tapi ingat cuma ini saja ya, nggak boleh lebih dari ini”.

“Serius ma, makasih mama cantik….CUUUPPP….”. Ucap ku dan dengan keberanian aku mengecup bibir mama saat ia duduk untuk menurun kan gamis nya dari tubuh nya.

“Perlu mama hukum anak mama yang nakal ini”, Ucap nya menarik kepala ku yang sempat bengong melihat buah dada nya yang besar terlihat jelas di hadapan ku.

Aku menghisap puting susu mama yang mulai mengeras dan tegang, mama mendongakkan kepala nya saat aku menghisap dan menyedot puting susu nya, deru nafas nya mulai memburu, “nak aahhh….”desah mama terdengar pelan di telinga ku.

Mama menjambak rambut ku, kadan juga ia mengeramasi dan mengacak-acak nya.

“Nak mama nggak kuat mama rebahan saja ya”.

Ia rebah kembali ke kasur tetapi tangan nya kembali membenamkan kepala ku untuk menghisap dan memainkan buah dada nya yang sangat indah tersebut.

Entah apa maksud nya tangan nya sudah tidak menjambak rambut ku melainkan sudah berada di bawah tubuh nya, masuk ke dalam gaun gamis nya.

“Ma….! Nenen mama kok nggak ada susu nya?”. Tanya ku.

“Iya sayang, jelas belum ada susu nya, kan mesti hamil dulu mama baru ada susu nya, kamu udahan ya nenen nya”.

“Belum ma, enak kok ma, bentar ya ma, ganti sebelah kanan”. Ucap ku dan langsung menghisap kembali puting nya yang semakin keras.

“Oh….Nak rustam, Di remas nenen mama yang satu nya nak”, desah mama saat aku hanya menghisap puting sebelah kanan nya.

Ku remas-remas dengan agak keras nenen mama sebelah kiri, sementara puting susu mama sebelah kanan terus ku jilat dan kusedot-sedot berharap akan keluar susu dari dalam nya.

“Oooohhh…. nak…terus hisap yang keras….remas yang kencang nenen mama….aaaahhhh….”, teriak mama seperti mengigau menyebut nama ku.

Beberapa saat kemudian aku melihat tubuh mama bergeliat hebat, menggelinjang dan bergetar, mata nya merem melek dan nafas nya terengah-engah seperti sedang lari jarak jauh, dan tiba-tiba tubuh nya mengejang seperti orang yang sedang kerasukan.

“Ma…. Mama…! Kenapa badan mama kejang-kejang, maafin rustam ma, rustam janji nggak akan bikin mama seperti ini lagi”.

Mama diam tak bersuara, tetapi tak berapa lama ia mengecup bibir ku…Cuuuppp…. “Kamu nakal, jangan sampe papa dan adik mu tau ya”. bisik nya.

“Iya ma, rustam janji nggak lagi deh membuat mama kejang-kejang kayak barusan, rustam nggak mau bikin mama jadi sakit, rustam sayang mama”.

“Udah kamu nggak usah khawatirin mama, yuk kita bobok, besok kan kamu mesti sekolah”, ucap mama sambil mengecup kening ku.

Mama kemudian membetulkan kembali baju gamis nya yang tadi terbuka, kemudian ia mengelus-elus pipi ku seperti layak nya ibu yang mengasihi anak nya.

“Selamat tidur nak”.

“Selamat tidur ma”.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo