loading...

Tahun 1987…..

Setelah kejadian di kamar kost sebelah, dan setelah merasakan sendiri orgasme atau klimaks dari self service membuat pengetahuan ku bertambah dan semakin rajin membaca artikel, maupun buku mengenai organ reproduksi pria dan wanita selain memang secara keilmuan sesuai dengan sekolah yang ku jalani juga untuk menambah wawasan ku sehingga aku tidak salah dalam bergaul dan tau batasan-batasan mana yang boleh dan tidak nya.

Sejak 6 bulan setelah acara nonton di bioskop, hubungan aku dan mas tono semakin intens dan dekat walau cuma lewat surat menyurat, ia bahkan menyatakan cinta hanya lewat surat dan setelah ku pertimbangkan aku menerima cinta nya dengan beberapa syarat tentu nya, dan ia (mas tono) mau menerima persyaratan ku tanpa protes sama sekali.

Pernah sekali kami berdua berjalan nonton seperti kejadian 7 bulan lalu setelah resmi sebagai pasangan kekasih tetapi interaksi kami hanya sebatas nonton dan sentuhan-sentuhan hanya sebatas pegangan tangan.

2 April 1988….

Mas tono sudah lulus dari pendidikan secaba nya dan ia di tugaskan di daerah Pendopo, kabupaten Muara Enim, dia sendiri belum mengerti letak geografis daerah itu.

Kembali dari rumah nya di slaung, ponorogo, mas tono bermalam di rumah paman nya lagi dalam dalam rangka keberangkatan nya ke tempat tugas nya. Memang, sejak kami bertemu pertama kalinya, aku selalu membayang kan wajah nya.

Setelah tiba di tempat tugas nya, mas tono mengirim surat pada ku mengabarkan diri nya baik-baik di sana, dan ia kangen pada ku. Selanjutnya, surat menyurat kami semakin lancar dan hampir tiap bulan surat nya datang dan aku langsung membalas nya, malah ada surat nya yang ia kirimkan yang isi nya keinginan mas tono untuk meminang ku, setelah aku lulus sekolah perawat kesehatan.

1 tahun kemudian…..tahun 1989…

Aku akhir nya lulus sekolah perawat kesehatan dengan nilai yang lumayan, mas tono tentunya sangat senang mendengar aku sudah lulua sekolah, dalam surat nya ia akan segera meminta orang tua nya dan paman nya, agar melamar ku untuk dijadikan istri nya. Betapa senang nya hati ku, karena akan menjadi istri seorang anggota polisi.

Dan benar 1 bulan kemudian, pak Yulianto yang merupakan paman nya yang tinggal di kota madiun menyatakan maksud nya mewakili kedua orang tua mas tono kepada orang tua ku untuk meminang, dan kemudian setelah berunding tanggal bertemu nya kedua orang tua mas tono dengan kedua orang tua ku di tetapkan tanggal 3 September 1989, akhir nya diadakan pertemuan antar kedua keluarga, dan secara resmi pula pada hari itu aku di lamar secara langsung oleh orang tua mas tono pada bapak dan ibu ku dan mereka berdua menerima lamaran mas tono, jadi hari itu aku dan mas tono resmi sudah diikat atau istilah nya tunangan.

Dan setelah beberapa kali pertemuan keluarga untuk membahas tanggal pernikahan akhirnya 2 bulan kemudian tepat nya tanggal 5 november 1989 akan diadakan akad nikah beserta resepsi nya sekaligus.

Mas tono sudah mengambil cuti selama 15 hari, dan ia sudah di madiun 3 hari sebelum hari pernikahan kami tanggal 5 November 1989, mengikuti ritual-ritual jawa untuk prosesi pernikahan oleh pemuka adat setempat.

5 November 1989, adalah hari bersejarah buat kami berdua karena hari itu adalah hari pernikahan (ijab kabul dan resepsi pernikahan kami), kami layak menyandang sebagai pasangan suami dan istri.

Aku bahagia menjadi nyonya Tono Hartono, setelah ijab kabul kami berdua di dudukkan di pelaminan sebagai raja dan ratu sehari, para tamu berdatangan dan satu persatu menyalami kami sambil mengucapkan selamat menempuh hidup baru semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrohmah.

Diantara para tamu undangan tersebut, ada sepasang suami istri yang menikah 3 bulan lalu yaitu mas rusdi dan tuti, yang membuat ku kaget adalah perut tuti melendung, usia kandungan nya sudah memasuki 7 bulan.

Dia membisiki ku saat itu setelah ku tanyakan berapa bulan kandungan nya dan ia akan cerita setelah tamu undangan pada pulang.

Aku minta ijin pada suami ku untuk berbicara berdua dengan tuti di kamar pengantin kami, dan suami ku senyum dan memberi anggukan lalu suami ku dan mas rusdi ngobrol berdua sebagai sahabat sekaligus sesama anggota kepolisian.

“Gimana kabar kamu tut, maaf kemaren aku tidak bisa datang ke pernikahan kalian, maklum berbarengan dengan acara lamaran dari keluarga mas tono”, ucap ku menjelaskan pada tuti.

“Nggak apa-apa sayang, aku maklum kok”. Ucap tuti menjawab omongan ku barusan.

“Mi, aku minta maaf waktu itu marah dan bentak-bentak kamu”.

“Udah tut, aku sudah maafin kamu, memang nya ada masalah apa sih sampe kamu marah seperti itu”.

“Aku saat itu telat mens mi, inget nggak pas kita mau ujian EBTA/EBTANAS, untung saja mas rusdi mau tanggung jawab dan menyakinkan tuti untuk menikahi ku”, ucap nya.

“Wah kok kalian sampai sejauh itu pacaran nya tut, ceritaiin dong kapan kamu lepas perawan”.

“Naik kelas 3, aku diajak liburan sama mas rusdi ke puncak bogor, disana ada vila om nya, kami disana hampir 1 mingguan mi”.

“Nah kejadian itu terjadi disana, mas rusdi sudah ngga kuat untuk memperawani ku dan dia berjanji akan memperistri ku jika mau memberikan perawan ku pada nya, setelah kejadian itu mas rusdi selalu ngajak ml setiap ketemuan biasa nya sering di hotel melati kami melakukan nya”.

“25 April 1989, malam itu mas rusdi ngajak ke rumah nya, berhubung kedua ortu nya beserta kakak dan adik nya pergi ke jogja karena ada nikahan keluarga (anak om nya mas rusdi nikahan), malam itu kami melakukan lagi tanpa memakai pelindung (kondom) biasa nya setiap kami ml selalu mas rusdi pake kondom dan ternyata malam itu aku sedang masa subur, ku beritahu ke mas rusdi bahwa jangan di keluarin di dalam tetapi dia tetap ngenyel dan bilang nggak enak yank kalo keluar di luar, dan dia akan tanggung jawab jika sampai aku hamil malam itu, beberapa kali kami bersetubuh dengan penuh nafsu aku malam itu sampe dapet 5x mi, dan mas rusdi 3x dan semua nya ia keluarin di dalam”.

“Seminggu, 15 har, sebulan tamu bulanan ku tidak datang lagi dan mau memasuki 1bulan 10 hari, pagi itu aku pingsan kan di kelas, kamu sempat khawatir pada ku mi, dan sore nya aku beli testpack di apotek AAA, tempat Budi kakak kelas kita dulu mi, dan setelah di test pake alat itu ternyata aku positif bamil dan segera kirim surat ke mas rusdi untuk segera menikahi ku, aku kacau dan kalut saat itu, emosi ku tak terkendali mi. sampai-sampai aku membentak kamu kan saat itu”.

“Yaudah tut, sekarang kalian berdua bertobat jalani rumah tangga kalian dengan serius ya, pikirin calon anak kalian dan lupakan kesalahan itu perbaiki dengan cara berbakti pada suami”.

“Iya mi, makasih kamu sudah mau mendengar cerita ku, sebenar nya waktu kamu tanya keadaan ku waktu itu aku mau cerita, tapi karena pikiran kalut, emosi tidak stabil yang ada malah marah-marah pada mu”.

Setelah Tuti dan suami nya pulang, jam 21.00 wib mas tono membisik ku untuk masuk ke pengantin, memerah muka ku mendengar bisikan nya, kami berdua pamit pada kedua orang tua ku dan masuk ke kamar pengantin.

Aku dan suami ku kemudian melihat cermin, aku bergaya dan berpose dengan memoyongkan muka ku sementara mas tono menggembungkan muka nya, terlihat jelek muka kami berdua membuat kami ketawa bersama-sama.

Saat kami berdua sudah kembali terdiam mulai saling melempar senyum, mas tono seperti ingin membuat ku nyaman di malam pertama kami.

“Dik yatmi, kamu cantik sekali, mas bersyukur bisa memperistri kamu”. Ucap suami ku menggoda ku dengan pujian-pujian nya.

“Ah mas bisa aja ngombal nya, mas juga ganteng kok, yatmi juga bersyukur dan bahagia jadi istri pak polisi”.

“Eh iya…dik! Mas boleh cium kamu”. Ucap suami ku meminta kesediaan ku.

“Ihh…Mas nih ada-ada saja, kan yatmi sudah sah jadi milik mas jangan kan cuma minta di cium, seluruh tubuh, hati bahkan jiwa adik ku abdi kan untum melayani mas sebagai imam ku, mohon mas bimbing adik biar jadi makmum yang baik ya mas”.

“Eh iya mas, adik mau ganti pakaian dulu, gerah, dan keringet rasa nya tubuh adik”.

“Iya sayang, apa adik perlu di temanin di kamar mandi, hehehehe”.

“Bisa kok mas, mas bersiap saja dulu, malam ini malam yang bersejarah dalam kehidupan rumah tangga kita mas”, ucap ku sambil membawa daster tipis tanpa bawa daleman untuk membangkitkan syahwat suami ku.

15 menit kemudian….

Ceklek…. Kriek….

Aku keluar dari dalam kamar mandi yang terletak di dalam kamar pengantin kami, mas tono tertegun melihat penampilan ku, buah jakun di leher nya turun naik, mata nya melotot dan terlihat binar nafsu dari suami ku melihat keseksian tubuh ku.

Mas tono menghampiri ku kemudian membimbingku ke ranjang pengantin, yang sudah di dekorasi serba putih sesuai permintaan yatmi dan memang ia menyukai warna putih, juga warna pink yang jadi warna favorit nya.

Mas tono juga sudah berganti pakaian, ia menggunakan piyama tidur yang aku beli 1 minggu sebelum aku di pingit di rumah, piyama yang berwarna biru kesukaan nya, dia terlihat gagah dengan tubuh kekar dan tinggi, suami ku bertubuh tb 175 cm bb 76kg sehingg tubuh nya terlihat porporsional.

Perlahan ia mendudukkan ku di tepi ranjang pengantin kami, kemudian dia awal nya mencium kening ku lalu tidak begitu lama turun dan mulai menyentuh bibir ku.

Aku memejamkan mata menikmati dan meresapi apa yang dilakukan suami ku sebagai kewajiban nya untuk menafkahi batin ku setelah kami resmi menjadi suami istri, aku mulai membuka mulut ku saat ia mulai memainkan lidah nya, ciuman pertama kami sebagai pasangan suami istri juga merupakan ciuman pertama bagi ku yang bisa menjaga diri ku perawan hingga aku kini berharap dapat mempersembahkan harta berharga ku pada suami ku malam ini.

Mas tono perlahan menurunkan baju daster yang ku pake dengan menggusurkan nya dari atas hingga ke pinggang ku kini di depan mata nya tersaji pemandangan buah dada ku yang perawan yang hanya pernah ku jamah dengan tangan ku sendiri.

“Aaahhh… Mas…geli mas…”, lenguh ku saat tangan nya mulai meremas pelan payudara ku dengan ke dua tangan nya.

ilustrasi Suyatmi

Buah dada ku yang hanya berukuran standar terasa pas di genggaman tangan suami ku, ukuran bh ku 34B, ia kemudian mulai merebahkan tubuh ku ke ranjang pengantin kami dan ia mulai menyusu di puting sebelah kiri. Sedotan dan hisapan di puting ku membuat tangan ku memegang kepala nya seperti menahan semua rasa yang kurasakan saat ini, “nikmat mas, ternyata begitu nikmat sekali jika payudara ini di hisap oleh lelaki pantas saja waktu itu tuti sampe merem melek dan melenguh kenikmatan”, gumam ku dalam hati sambil menikmati apa yang dilakukan suami ku.

“Mas tono….Enaaakkk…mas….remas tetek adik yang satu nya juga mas..”. Ucap ku melenguh dan berharap suami ku meremas payudara sebelah kanan yang menganggur saat itu.

Ia melakukan apa yang ku minta, makin bergeliat dan bergetar hebat tubuh ku di serang kenikmatan bercampur geli saat ia menyedot dan meremas tetek ku berbarengan.

Beberapa menit ia melakukan remasan dan isapan di tetek dan puting susu ku yang makin membengkak karena nafsu ku sudah tinggi membuat aku merintih da. berteriak melepaskan orgasme pertama ku.

“Aaahhh….oooohhh…mas tono…adik pippiiiissss….”. creet…seeerrr…seeerrr…seerrr….

Kurasakan memek ku mengeluarkan cairan sel telur ku yang begitu banyak dan menyembur ke sprey putih tempat peraduan kami malam ini, seketika tubuh ku lemas tak bertenaga, nafas ku terasa berat, ada segurat senyum dari wajah suami ku melihat ku mendapatkan orgasme pertama ku.

“Enak dik”, tanya suami ku singkat.

Aku mengangguk dan membelai pipi nya, “makasih mas tono, kamu bikin adik sampe pipis, tunggu bentar mas 10 menit saja buat pulihin tenaga adik”.

“Yaudah kamu istirahat bentar, mas ambilin minum dulu buat kamu”.

sambil melangkah keluar kamar aku merilekkan diri ku untuk memasrahkan malam ini tubuh ku agar bisa membuat suami ku bahagia, “mas tono i love you”, aku membatin bahagia menyebut nama suami ku dengan penuh cinta.

15 menit kemudian…..

Posisi kami sekarang sudah sama-sama bugil, aku berada diatas tubuh suami ku dan ia berada di bawah tubuh ku, hanya saja posisi kami saling berlawanan membentuk angka 69 atau istilah seksologi foreplay gaya 69 dimana lelaki mengoral kemaluan wanita sementara wanita mengoral kelamin lelaki nya.

Aku mempraktekkan semua buku, artikel bahkan cara tuti yang pernah ku intip 1 tahun lalu di kamar kost kami, perlahan-lahan aku menggenggam kontol suami ku dengan tangan mungil ku, kemudian mulai melakukan gerakan tangan seperti mengocok, menaik turunkan milik suami sehingga kontol nya makin lama maki membesar dan panjang dari ukuran nya sebelum nya.

“Aaahhh….oohhh….Enak dik….kocokan tangan mu bikin kontol mas makin tegang”, ceracau suami ku.

Aku mulai menjilati kepala kontol nya yang menyerupai jamur, sesekali ku sedot dan ku isap membuat ia memberhentikan jilatan di itil ku, selama aku mengoral kontol nya ia melakukan oral pada memek perawan ku,

“dik mas udah ngga kuat pengen ngentotin kamu, kita kenthu yuk!”.

Aku bangkit dari posisi ku kemudian suami ku berdiri dan aku di tidurkan nya ke ranjang kami.

Ia kemudian memposisi kan diri nya pada posisi diatas tubuh ku, sekarang kedua kelamin kami sudah makin dekat untuk bersatu, ia mengecup ku dan berkata, dik yatmi, tahan bentar ya, pasti aka. sakit kalo awal nya, tapi mas akan pelan-pelan masukin nya”.

“Ia mas, lakukan lah tugas dan kewajiban mu sebagai suami ku, ambilah hak mu atas tubuh ku yang selama ini ku jaga dan ku pertahankan hanya untuk kamu mas tono, suami ku”.

Ia memegang kontol nya, menggesek-gesekkan terlebih dahulu kontol nya dengan tempik agau memek ku. Setelah dirasakan pas oleh nya lubang memek ku ia dorong kontol nya dan “aaaahhh”, rintih ku ngilu saat benda itu tergelincir ke samping kiri paha ku.

Mas tono terus mengulang dan mencoba lagi kedua kali nya namun sama, kontol ku, sampai yang ketiga akhir nya ia bisa menaruh kontol nya pada lubang memek ku yang sempit yang belum terjamah dan ternoda dari ulah lelaki bejat.

Aawww…. Aduuuhhh….Sakit mas…”, pekik ku kaget dan merasakan sakit karena kepala kontol nya sudab masuk ke memek ku walau hanya yang baru masuk kepala nya saja tetapi karena lubang memek ku kecil otomatis rasa sakit karena benda itu menyeruak masuk.

“Dik tahan ya mas akan masukin kontol mas seluruh nya”.

“Iya mas, lakukan lah suami ku”.

Mas tono menarik nafas kemudian menghembuskan mafas nya kembali, terus ia lakukan sebanyak 3x hingga ia mendorong kencang kontol nya hingga kontol mas tono menyeruak dan menerobos masuk menyentuh dan merobek selaput darah ku.

Breeet…..sreet….

“Aaaawwww….ADUH SAKIT….Mas…..!”.

Aku memekik kencang saat kontol suami ku berhasil merobek selaput darah ku, aku meneteskan air mata bahagia sekaligus tak tahan rasa perih nya di kemaluan ku seperti jari tangan ku teriris pisau. Bahkan aku meremas sprey di bawah ku dengan kencang saat itu. Darah segar perawan ku mengalir dari dalam vagina ku merembes di sela ke dua kelamin kami yang bersatu hingga merembes jatuh ke spray putih tempat kami melewati malam pertama sebagai suami istri.

“Maafin mas ya”, ucap nya sambil mengecup kening ku menenang kan ku sambil ia mengusap air mata yang menetes dari ke dua sudut mata ku.

Aku hanya mengangguk dan memberi senyuman kebabagiaan ku, dan membalas nya dengan memeluk tubuh nya dengan erat.

“Nggak apa-apa mas, hanya reflek orang sakit, tadi memang perih seperti luka teriris pisau, tapi adik bahagia mas yang mengambil harta yang paling ku jaga selama ini, aku sayang kamu mas tono”.

“Mas juga sayang kamu”.

Kami berdua terdiam saling tersenyum menikmati penyatuan dua kelamin kami dalam tubuh ku, cinta ku makin besar mulai malam ini terhadap suami ku, dia yang telah mengenalkan aku dengan kenikmatan dia yang membuat aku menjadj wanita dewasa, hingga denyutan dan kedutan membangkitkan nafsu ku dan nafsu nya.

“Dik mas gerakin pelan-pelan kalo masih sakit kamu bilang ya, mas akan stop”.

“Iya mas, perlakukan istri mu dengan penuh cinta, aku percaya kamu mas”.

Suami ku mulai memompa penis yang tadi terdiam sesaat di dalam memek ku, ia sengaja memberi waktu supaya memek ku yang baru hilang keperawanan nya bisa beradaptasi dengan kontol nya yang gagah. Perlahan-lahan pompaan nya makin lama makin kencang seiring berkurang nya rasa sakit di dalam vagina ku.

Aku masih merasa sedikit nyeri di kemaluan ku saat pompaan mas tono makin liar dan ganas, dan hanya mengernyitkan alis mata ku, aku tidak mau membuat ia terlalu khawatir padaku juga biar aku bisa ikut merasakan dan menikmati persetubuhan suami istri ini.

“aaahh….oohhh…aaahhh…oohhh….Mas…Enak mas…terus…mas…agak kencangan mas….adik mau pipis….Aaaaarrrggghhhh”.

Aku mulai mendesah dan meracau kenikmatan benturan pahan nya dengan paha ku malah menggesek clitoris ku sehingga aku bisa menikmati nya bahkan cairan lubrikasi yang dihasilkan oleh vagina ku semakin banyak, membuat kontol mas ku makin lancar memompa di dalam tubuh ku.

“Dik, mas udah ndak kuat….mau keluaaarrr….”.

“Sama mas, adik juga mau keluaaaaarrrr, barengan mas…ahhh…ahhh…oohhh ahhh….

Pompaan suami ku makin tak berirama, tetapi kecepatan pompaan nya semakin menambah ekstasi dari rasa persetubuhan ini, hingga ia membenamkan dengan kuat kontol nya hingga membentur peranakan ku dan masuk lebih ke dalam ke lubang di rahim ku dan ia menggila saat itu berteriak, “dik yatmi, mas keluaaarrrrr…..memek mu luar biasa menjepit nya”. “Aaaarrrggghhhh”. CROOOOOTTTTT……CROOOOOTTTT…..CROOOTTTT…..CROOOOTTTT….CROOOOTTTTT…..

“Adik juga mau sampe mas…..ooohhh…..aahhh….ahhhh….saat aku merasakan pompaan nya sebelum aku pun keluar membalas, “MAS……, ADIK KELUAAAARRRRR MAS…..AARRGGGHHHHH”. CREETTT….CREETTT…SEEERR…..SEEERRR…SEEERR….

Cairan dari kedua kelamin kami sekarang bersatu di dalam peranakan ku, rasa hangat di dalam rahimku membuat rasa nyaman dan semoga ini diberkahi dengan keturunan yang soleh solehah doa ku dalam hati.

Kami terkulai dengan lemah beberapa detik tubuh kami menggelempar seperti orang yang terkena penyakit ayan, bergetar dan bergeliat.

Kami berpelukan sambil bercanda melepas kekakuan, tersenyum saling menggoda.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo