loading...

“Assalamualaikum wr.wb”, ucap salam seorang dari luar pintu sebelum masuk.

“Waalaikum salam wr.wb”, ucap ku menjawab salam dari dalam rumah.

“Eh mas rusdi”, ucap ku setelah mengetahui siapa barusan yang datang.

“Yatmi….Tuti ada?”, tanya nya singkat.

“Ada kok, bentar mas rusdi! Yatmi panggilin”, ucap ku seraya menuju kamar tuti memberitahukan kedatangan mas rusdi pacar nya.

“Makasih dik yatmi”. Ucap nya singkat.

Tok…Tok…Tok…

“Siapa?”, teriak tuti dari dalam kamar nya.

“Yatmi”, jawab ku singkat.

Ceklek….Kriiieeek…. Pintu kamar tuti terbuka.

“Ada apa mi?”.

“Ada mas rusdi nyariin kamu, dia dah di ruang tamu”.

“Oh iya, makasih mi”, ucap nya sambil menuju ruang tamu dan meninggalkan ku.

Aku ke kamar mandi berniat mengambil wudhu karena tadi saat mas rusdi datang sudah terdengar suara adzan, setelah ambil wudhu aku kembali ke kamar untuk segera melaksanakan ibadah sholat ashar.

Saat aku melangkah menuju kembali ke kamar ku ada teguran dari mas rusdi.

” Mi, tono nitip salam buat kamu”.

“Waalaikum salam wr.wb, salam nya ku terima mas”, maaf tinggal dulu ke kamar”.

“Ok mi”.

10 menit kemudian…..

Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat ashar, aku merasa kost-an sunyi senyap tanpa ada orang, “pada kemana nih anak-anak, kok sepi, loh kemana nih tuti dan mas rusdi”, celoteh ku dalam hati.

“Daripada bengong mending aku masak saja,” gumam ku dalam hati.

Saat melangkah mendekati kamar tuti, sayup-sayup terdengar suara desahan dari dalam kamar tuti, karena rasa penasaran ku tempelkan telinga ku biar lebih jelas terdengar oleh ku.

“Aawww… oh mas rusdi ! Terus mas jilatin tetek tuti, isap yang kuat dan kenceng mas”.

cerita nyata jilbaber

Baca nuga: gurihnya kawin kontrak dengan hijaber-hijaber seksi! (klik di gambar ini)

Aku yang mendengar desah dan teriakan tuti kaget mengetahui betapa berani nya teman kost ku melakukan perbuatan dosa besar.

Tapi aneh nya malah aku diam, penasaran ingin lihat, walau ku tau apa yang kulakukan ini juga dosa, mata ku seperti elang mencari celah buat melihat apa yang sesungguh nya terjadi di dalam kamar tuti.

Dan….! Aku hanya menggeleng dengan mulut terbuka saking kaget dan tak percaya melihat tubuh telanjang laki-laki dan perempuan, si cowok ternyata mas rusdi sedang meremas dan memainkan buah dada tuti yang ukuran nya sedikit lebih besar dari ukuran buah dada ku.

“Aaahhhh….mas rusdi….nenenin tetek tuti mas….”, ceracau tuti sambil tangan nya membenamkan kepala mas rusdi ke buah dada nya.

Aku yang menyaksikan pertunjukan gratis seperti layak nya di film bf, malah membuat tubuh ku merinding, seakan ingin merasakan apa yang dirasakan tuti, tanpa sadar tangan ku sekarang malah meremas-remas buah dada ku sendiri, walau masih terhalang sama bh dan baju gamis yang ku pakai.

Pandangan mata ku tak lepas dari apa yang mereka lakukan sekarang. Sekarang mas rusdi sudah menghisap puting susu tuti seperti layak nya anak bayi yang menyusu ke ibu nya, sementara tuti kepala nya mendongak keatas dan tangan nya justru makin membenamkan kepala mas rusdi ke dada nya.

“Oohhh…”desah ku merasa geli atas perbuatan tangan ku sendiri.

“Ini salah, tapi kok rasa nya nikmat sekali”, perang batin ku alami seketika.

Setelah puas menyusu ke buah dada tuti, mas rusdi rebah ke ranjang dan meminta tuti di atas nya. posisi mereka berdua berubah tetapi malah membuat ku terbelalak kemaluan mas rusdi terpampang jelas, bergidik aku melihat benda berurat berwarna hitam dengan di tumbuhi rambut lebat yang tumbuh diatas kantong kemaluan nya.

“Seperti ini ternyata titit lelaki dewasa”, gumam hati ku.

Aku terus memperhatikan apa yang di lakukan oleh tuti, dia tanpa malu dan jijik mengenggam kemaluan mas rusdi yang secara teori yang telah ku pelajari di sekolah itu di sebut penis pada alat kelamin laki-laki yang saat ini terlihat jelas dan nyata dari tempat ku mengintip.

Awal nya tuti hanya menggenggam sekarang secara perlahan-lahan tangan nya mulai melakukan gerakan naik turun di batang penis mas rusdi, makin lama penis mas rusdi semakin panjang dan besar dari ukuran sebelum nya.

“Dik… Enak… Emutin kontol mas dik!”, lenguh mas rusdi keenakan dan meminta tuti mengemut penis nya.

Tuti melakukan apa yang di minta mas rusdi, sekarang bibir nya mengecup kepala penis mas rusdi yang nampak seperti jamur yang sangat besar kemudian ia mengeluarkan lidah nya menjilati kepala penis tersebut dan sesekali menghisap nya.

“Ini yang nama nya oral ternyata, kok seperti nya tuti sangat lihai dan tanpa jijik melakukan nya”, gumam ku.

“Aaarrrgghhh…. Nikmat sayang sepongan kamu dik”. Teriak mas rusdi sambil mendesah keenakan atas perlakuan kekasih nya tersebut.

“Mas kamu juga dong mainin memek ku, gatel banget mas, tapi inget sama janji dan komitmen kita mas, perawan ku buat malam pertama kita”. Ucap tuti setelah ia berenti sebentar mengemut dan memainkan penis mas rusdi.

Mas rusdi kemudian melakukan apa yang di minta tuti, walau tak terlihat jelas apa yang dilakukan mas rusdi tetapi aku bisa membayangkan kalo mas rusdi pun melakukan oral pada kemaluan tuti.

Tuti kembali mengemut penis mas rusdi, kali ini malah menaik turunkan kepala nya pada batang penis mas rusdi menggantikan peran tangannya yang sekarang pindah ke kantong kemaluan mas rusdi atau testis yang ku ketahui secara teori, biji kantong yang menghasilkan sperma itu di elus-elus tuti dengan tangan nya yang halus.

Makin lama aku semakin terbawa suasana percumbuan mereka membuat nafsu ku pun ikut naik, aku membuka 3 kancing di baju gamis yang ku pakai saat ini, setelah terbuka ku naikkan penutup buah dada ku ke atas hingga kini telihat 2 bukit payudara ku yang puting nya berwarn pink dan terlihat mulai mengeras.

Lalu aku mulai memainkan puting susu ku sendiri dengan cara memilin dan memelintir nya sesekali ku tarik ke atas hingga makin membuat puting susu ku makin mencuat keatas.

“Aaaahhhh….”, desah ku merasakan self service ku sendiri pada buah dada ku.

Sambil terpenjam aku membayangkan saat ini mas tono yang sedang mengulum dan menyedot puting susu ku. Aku sudah tinggi tanpa memikirkan kondisi di depan pintu tuti aku menaikkan baju gamis ku yang panjang melebihi mata kaki, setelah terangkat dan ku tahan pake tangan kiri, tangan kanan ku melorot kan cd hingga sebatas dengkul kaki ku.

Aku mengintip kembali apa yang mereka lakukan selanjut nya, tetapi tetap sama seperti tadi yang ku lihat hanya saja penis mas rusdi sudah semakin mengkilap karena lumuran ludah dan liur tuti, dan yang membuat ku terbelalak seketika saat tuti membenamkan mulut nya hingga penis mas rusdi tenggelam habis tak terlihat, tuti menahan penis mas rusdi selama mungkin di dalam mulut nya.

“Gila ini udah kayak nonton film bf, tuti dibalik sifat pendiam kamu ternyata kamu binal”, gumam ku dalam hati sambil geleng-geleng kepala.

“Terus dik…! Mas mau keluaarrrrrrr……”aarrrggghhhh..”, crooootttt….crooottt….croootttt….croootttt…..

Tubuh tuti bergetar dan bergeliat saat ia merasakan semburan sperma mas rusdi dalam mulut atau mungkin masuk ke tenggorokan nya. Ia buru-buru menarik keluar penis mas rusdi dari mulut nya, tetapi sisa semprotan sperma mas rusdi malah masih ada yang keluar setelah terlepas dari mulut tuti.

“Hoek…. uhuk…uhuk…uhuk…”,

Tuti muntah dan terbatuk-batuk mengeluarkan sperma di telapak tanganya, ada rona merah di muka nya karena kesal sama mas rusdi yang mengeluarkan sperma itu tanpa bilang-bilang lagi.

“Ih mas rusdi mah….! Keluar nya kok di mulut tuti, awas ya tuti ngga mau lagi oral mas kalo seperti ini”, ancam tuti pada cowok nya.

“I…Iya dik maaf habis nya enak banget tadi kamu masuk nya sampe ke tenggerokan apa ya istilah nya deepthroath kata teman ku itu paling mantap,

dan mas sendiri merasakan nya itu yang buat mas ngga kuat nahan untuk keluar”.

“Sekarang gantian mas, puasin adik ya”. Ucap tuti sambil meyorongkan pinggul nya ke muka mas rusdi.

Mata ku menatap nanar penis mas rusdi yang mengeluarkan sisa orgasme nya berupa sperma, seketika tangan kiri ku memainkan itil atau klitoris bahasa medis yang ku pelajari di sekolah, terus memainkan nya sambil membanyangkan penis itu punya nya mas tono.

“Oohhh…Enak ternyata benda ini kalo di sentuh dan di mainin”, celoteh ku tanpa mengeluarkan suara.

“Lebih baik kembali ke kamar saja, malu kalo sampe ketauan sama teman kost lain nya”, gumam ku dalam hati.

Segera aku membenahi pakaian ku dan segera buru-buru kembali ke kamar ku, kemudian mengunci pintu kamar dari dalam lalu menanggalkan sluruh pakaian beserta daleman nya dan langsung loncat ke kasur.

Aku mulai mempraktekkan semua yang kulihat di kamar tuti sambil membayangkan tubuh mas tono yang gagah kemudian mulai melakukan self service, membayangankan tubuh mas tono membuat aku memainkan itil ku sendiri dengan memencet nya dan sesekali memelintir nya dengan jari tangan kanan ku, dan jari kiri ku menggesek bibir memek ku dengan cara mengelus nya dari bawah ke atas hingga aku beberapa menit kemudian tubuh ku bergetar hebat dan ada sesuatu yang akan keluar dari organ reproduksi ku yang tak dapat ku tahan lagi.

“Aaaarrrggggghhhh”. Desah ku saat mengalami klimaks.

Seeerrrr……Seeeeerrrrr…..Seeeeerrr…

Seketika tubuh ku seperti melayang lemas tak bertenaga, tapi kenikmatan yang kurasakan sulit untuk ku ucapkan dengan kata-kata. Tak lama setelah klimaks aku pun tertidur dengan pulas nya dalam keadaan bugil.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo