loading...

Karena memang aku sedang libur semester aku mengabulkan keinginan agus dan hari ini kami sekeluarga pergi ke candi borobudur dan candi prambanan.

Eh iya, selama 2 tahun belakangan ini, hubungan keluarga kami dengan keluarga papa tono semakin dekat, sesekali kami bersama-sama melakukan liburan bersama, kecuali sekarang papa tono nggak bisa ikut, hanya tini dan anak nya citra rahayu yang ikut serta dalam perjalanan wisata keluarga.

“Papa, kok lama ya bukde tini dan cil…tra dateeng padahal kita sudah mau berangkat”, ucap agus agak kesal menunggu kedatangan bibi nya dan citra.

“Sabar nak, kamu mesti bersabar ya, mereka sudah di jalan, main saja dulu mamas sama dedek putri ya nak”, ucap ku menjawab omelan agus yang sedang kesal menunggu.

“Iya pa, apa agus bantu-bantu mama aja siapin bekal kita disana”, ucap nya meminta saran ku.

“Pinter anak papa, dah sana ya nak bantuin mama biar cepat beres bekal kita, papa mau manasin mobil dulu”, sahut ku menjawab omongan agus anak ku.

Aku melangkah ke depan teras, berniat memanasin mesin mobil yang rencana nya akan kubawa ke objek wisata di candi borobudur dan candi prambanan, setelah pagi tadi aku sempat menyewa mobil ini di rental mobil yang sudah jadi langganan ku sejak 2 tahun terakhir ini.

Drrrttt…. Drrrttt….. Drrrrttt…..

Hp ku berbunyi dan bergetar terdapat pesan notifikasi dan ku ambil lalu ku buka hp yang ternyata pesan sms dari tini yang mengabarkan bahwa mereka sedang dalam perjalanan kemari.

Mobil patroli polisi tepat berdiri di depan halaman rumah kontrakan ku yang beberapa bulan kemaren ku perpanjang kontrak nya menjadi 2 tahun ke depan nya walaupun ada kenaikan dari kontrak rumah nya dari 2 tahun yang lalu.

Turun dari mobil patroli itu dua bidadari cantik yakni adik dan ponakan ku, mereka berdua turun dengan membawa 1 buah tas kecil dan 1 buah rantang yang mungkin itu bekal mereka nanti selama di perjalanan ke objek wisata.

Dan di ikuti seorang pria berpakaian seragam lengkap kepolisian dengan senyum nya mendekat ke arah ku.

“Mas rustam mohon maaf ya kami telat nih, tadi agak kelamaan bikin bekal huat disana”, ucap tini setelah ia mendekat ke arah ku sambil cipika-cipiki menunjukkan keintiman kami sebagai keluarga.

“Nggak apa-apa dik, eh iya masuk saja dulu tuh di tunggu sama agus dan putri mereka berdua nanyain mulu bukde nya”, sahut ku setelah kami sempat cipika-cipiki pada tini lalu ku gendong sebentar citra anak nya dan memberi kecupan di kening nya.

“Asyiiik…. Cil..tra bakalan bisa lihat candi borobubur makasih papa rustam”, ucap citra berbisik ke telinga ku.

Aku mengangguk dan menurunkan nya dari gendongan ku biar ia masuk ke dalam.

“Rus…. Papa titip tini dan citra, maaf papa nggak bisa ikut sedang ada tugas dadakan nih, yaudah kalo gitu papa permisi ya”, ucap papa tono setelah mengantarkan tini dan citra ke rumah dan sempat berpelukan sejenak dengan ku dan menitipkan mereka berdua.

“Siap laksanakan ndan”, ucap ku menghormat pada beliau dengan menghormat ala upacara bendera.

“Hahahahaha…..”, tawa papa tono meledak seketika.

“Dah papa berangkat rus, hati-hati di jalan hubungin papa kalo ada apa-apa dijalan”, ucap nya dan kemudian berlalu menuju mobil patroli yang ia parkir di depan pagar rumah kontrakan.

“Iya pa”, teriak ku sambil memberi kode ok dengan gerakan jari tangan ku.

Kami memulai perjalanan ke candi borobudur, dari perumahan aku mengambil jalur utara ke arah magelang, menuju jl. Mas Soeharto 650m dan seterus nya jarak tempuh yang kami lalui sekitar 40,9 km sekitar 1 jam 30 menit kami semua sampai ke lokasi candi borobudur.

Candi borobudur berada di Jl. Badrawati, Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

“Kamu cantik banget ma”, ucap ku terpana saat memotret yatmi istri ku di depan pintu masuk candi borobudur.

“Ihhh…Papa ngeledekin mama mulu, dah yuk ajak semua lainnya pa, tadi barusan sudah mama bayar tiket masuk”, ucap yatmi istriku tersipu setelah aku memuji penampilan nya saat ini.

Kami semua bersenang-senang, tawa bahagia menaungi kami semua, agus, putri dan citra bahkan berlari-lari kesenangan saat melihat candi borobudur yang terkenal dan termasuk cagar budaya, termasuk 7 keajaiban dunia menurut informasi yang aku peroleh di media massa saat itu.

Aku sempat berfoto berdua sama tini yang terlihat cantik dan anggun setelah ia menggunakan jilbab, ia meminta ijin terlebih dahulu pada yatmi istri ku.

“Ma, boleh tini foto berdua sama mas rustam buat kenang-kenangan”, ucap nya meminta ijin pada istri ku saat kami berada di lokasi dalam candi borobudur.

“Boleh tin, sini biar mama fotoin kalian berdua, yang mesra dong foto nya, hehehehe”, ucap yatmi sambil mengarahkan kamera foto yang kami bawa untuk mengabadikan momen ini.

“Duh mesra nya pa, kalian kayak suami istri”, goda yatmi istri ku membuat rona wajah kami berdua berubah seketika.

Ku lihat wajah tini berubah merona merah karena godaan istri ku, sementara aku kaget dan hanya menggelengkan kepala karena keusilan yatmi istri ku,”ma, aku nggak akan punya istri lagi, cuma kamu yang akan aku bahagiakan bersama anak-anak kita sampai maut memisahkan kita”, gumam ku dalam hati.

Kami menghabiskan waktu kurang lebih selama 2 jam di candi borobudur, rasanya ingin berlama-lama di lokasi ini tetapi karena kami ingin melanjutkan kembali ke objek wisata lainnya di candi prambanan sebagai tempat yang akan kami kunjungi selanjutnya.

Dari candi borobudur Jl. Badrawati, magelang, jawa tengah, aku mengarahkan mobil ku ke arah selatan menuju jl. manohara hotel 270m lalu belok kiri ke ngaran kidul 450m belok kiri ke jl. badrawati 350m, lalu belok kanan ke jl. balaputradewa terus ke jl. mayor kusen 1 km belok kanan ke jalan sendang sono/jl. kleben 850m lalu belok kanan untuk tetap di jalan sendang sono/jl. kleben 1,4km, kemudian belok kiri ke jl. lettu sugiarno 4,4km, belok kanan ke jl. gunung pring 1 km terus ke jl. watu congol/ngadisalan 400m, belok kiri ke wonosari 350, belok kiri untuk tetap di jl. wonksari 750m lalu belok kanan ke gulon/jl.magelang/jl.magelang-purworejo/jl.magelang-yogyakarta/jl.pemuda/jl.semarang-yogya 20,2 km.

Sampai di bundaran ambil jalur keluar pertama 290m, terus lurus ke jl. ringrod utara sepanjang jalan ringroad utara ambil jalur kanan terus sepanjang 9,61 km, kemudian belok kiri ke jl. raya solo 6,2 km ambil jalur sebelah kanan dan tetap di jl. raya solo sepanjang 1,7 km lalu belok sedikit ke kiri sepanjang 400 m, lalu belok kiri sekitar 25 m karena akses jalan ini terbatas pengguna nya karena sudah memasuki wilayah objek wisata candi prambanan.

Akhirnya sampai juga ke candi prambanan di bokoharjo, kecamatan prambanan, kabupaten sleman, provinsi daerah istimewa yogyakarta.

Jarak tempuh dari candi borobudur ke candi prambanan sekitar 51,3 km atau sekitar 1 jam 40 menit perjalanan dengan kecepatan sedang.

“Agus, hadap kamare nak, 1….2….3…. ceklek….”, ucap ku memberi aba-aba pada agus untuk menghadap kamera.

“Giliran kamu nak citra di foto, siap-siap ya…1, 2, 3 senyum ….”, ucap ku mengarahkan kamera foto untuk mengambil foto citra.

“Giliran putri, yuk papa fotoin, siap-siap ya…. 1,2…3, senyum nak”, ucap ku mengambil foto putri yang bergaya imut, memberi kode dengan 2 jari tangan membentuk huruf v.

“Cantik banget putri papa”, ucap ku mengecup pipi nya, membuat putri senyum dan memeluk ku.

Sekitar 2 jam kami berada di candi prambanan, bekal yang kami bawa kami keluarkan dan makan dengan penuh suka cita, ada kebahagiaan terpancar dari wajah kami semua saat itu, agus, citra dan putri semakin akrab, bahkan citra minta malam ini tidur bareng putri di kamar nya putri, kamar bunda nya dulu sekarang menjadi kamar putri dan agus, ku sekat kamar tersebut menjadi 2 bagian sehingga kamar yang berukuran 4×4 m menjadi 2x2m mereka berdua senang karena memiliki kamar sendiri-sendiri.

“Mama, boleh cil..tra tidul di rumah papa, mau bobok bareng put..li ma”, ucap citra merengek pada tini mama nya untuk menginap di rumah ku.

“Mas, ma, tini titip citra ya, dia pengen nginap di rumah kalian”, ucap tini meminta ijin pada ku dan istri ku.

“Boleh kok, kalo kamu mau sekalian saja nginap di rumah, gampang kalo papa rustam bisa tidur di sofa dia nya”, ucap yatmi istri ku menawarkan pada tini untuk menginap di rumah.

“Yang benar ma, ok kalo gitu, aku telpon dulu mas tono, biar dia nggak khawatir nanti”, ucap tini sumringah.

2 minggu setelah wisata keluarga, aku kembali ke aktivitas kuliah saat aku ingin pergi ke kampus dari kamar mandi yatmi istri ku mual-mual dan muntah-muntah, aku sempat khawatir dengan keadaan nya, segera ku buatkan air teh hangat untuk mengurangi mual dan eneg nya, kemudian setelah ia selesai dari kamar mandi yatmi mendekati ku dan menyenderkan bahu nya ke pada ku saat aku sedang membuatkan air teh hangat untuk nya.

“Ma, kok kamu jadi manja gini, jangan-jangan kamu telat mens ya, bukan nya kemaren mama pake kb”, ucap ku sambil mengelus rambut nya yang tidak menggunakan hijab jika berdua saja dengan ku di rumah.

“Kan sudah mama lepas pa, sejak 1 tahun lalu, pa”, ucap nya manja lalu membenamkan wajah nya ke dada ku.

“Jadi kamu mungkin saja hamil ma, biar meyakinkan kita ke dokter saja nanti setelah papa pulang dari kampus ya”, ucap ku kegirangan atas berita tanda-tanda kehamilan yatmi istri ku.

“Semoga saja pa, mama juga berharap seperti itu”, ucap yatmi sumringah.

Aku mengajak yatmi ke meja makan sambil tangan kanan ku membawa segelas air teh hangat buat nya dan setelah sampai aku meminta nya duduk, dan menyerahkan air teh hangat itu untuk segera ia minum.

“Makasih papa sayang, senang banget deh diperhatikan gini, makin sayang mama sama papa..cuuuppp….”, ucap nya dan mencium bibir ku dengan penuh mesra.

“Untuk mama dan anak-anak, papa berjanji akan bahagiakan kalian”, ucap ku yakin.

“Dah papa duduk dulu biar mama siapin sarapan buat papa, mama kuat kok sudah nggak terlalu mual perut nya pa”, ucap nya lalu pergi ke dapur meninggalkan ku sejenak.

“Eh iya pa, anak-anak diajak sekalian sarapan pa, mama siapin dulu semua”, ucap nya sambil menyusun makanan untuk kami sarapan pagi ini.

“Ok sayang, papa ke kamar anak-anak dulu”, ucap ku lalu pergi menuju kamar agus dan putri.

10 menit kemudian…..

Saat ini kami berempat sudah duduk manis di meja makan, yatmi dengan telaten menuangkan nasi goreng untuk ku, agus dan putri, di meja makan telah tersaji 1 mangkok berisi nasi goreng, 1 piring berisi 6 telur dadar, dan 1 toples kerupuk udang.

“Mama hebat ya pa, macakan nya celalu enak”, celoteh putri sumringah setelah menerima piring beserta nasi goreng, telur dadar dan kerupuk udang.

“Iya sayang, makanya papa cinta dan sayang sama mama kamu nak, baik hati dan pinter masak, nanti kamu kalo sudah besar belajar masak sama mama ya nak”, ucap ku menanggapi ocehan putri anak ku.

“Dek…. telul nya buat mamas aja ya… hehehehehe…”, ucap agus langsung nyerobot telur dadar di piring putri.

“Mama… Papa… Mas agus jahat… telul…putri di ambil…. hiksss…hiksss… hiksss”, dengus putri kesal mengadu pada kami berdua dan mata nya mulai menangis.

“Aduh anak papa, udah sayang nih ambil saja telur dadar punya papa, cup….cup… dah jangan nangis nak”, ucap ku sambil membelai rambut nya dan mencium kening nya.

“Apa mau papa suapin kamu nak”, ucap ku membujuk putri biar berhenti menangis.

Putri mengangguk dan memeluk ku makin erat, pa mas agus jahat sama putri, mas agus jeleeeekkkk….weeeekkksss”, ucap nya mulai membalas agus karena ia seolah mendapat perhatian lebih dari ku.

“Jangan gitu sayang, mas agus kan kakak mu nak, kalian yang akur ya, sayangi kakak mu nak suatu saat kalian berdua akan selalu kangen saat-saat seperti ini nak”, ucap yatmi menasehati putri.

“Iya nak, mamas juga jangan suka godain adik nya, sayangi dan jaga adik mu, papa bangga sama kalian berdua kalo akur papa senang dan bahagia, apalagi nanti kalian akan punya adik baru lagi”, ucap ku membuat putri tersenyum dan antusias mendengar omongan ku barusan.

“Benelan pa, asiiiikkk… putri bakalan punya adik bayi…”, ucap nya kegirangan.

“Nah kalo gitu kalian sayangin adik kalian nanti ya”, ucap ku pada anak-anak ku.

“Iya pa”, sahut agus dan putri kompak.

“Dik…. Nih telul dadal kamu dik…. mamas balikin… nggak mamas makan kok…”, ucap agus lalu memindahkan telur ke piring putri.

“Makasih mamas, awas ya jangan suka usilin putri lagi, kalo masih putri ngadu sama papa bial mamas di malahi papa”, ucap putri mengingatkan agus kakak nya.

“Dah kalian habisin makan nya, temanin mama ke warung depan kita belanja, tapi setelah papa berangkat kuliah ya”, ucap yatmi istri ku mengajak agus dan putri belanja kebutuhan dapur.

“Asiiiikkk… Boleh jajan nggak ma”, sahut agus kegirangan.

“Boleh sayang, dah kita siap-siap buat nganter papa ke depan setelah itu kita belanja ya”, jawab yatmi istri ku.

“Ini pa tas kuliah papa, berat apa aja pa isi nya?”, ucap yatmi istri ku saat membawakan tas kuliah ku ke teras depan.

“Buku-buku kuliah ma, tebal-tebal buku nya, mamas, adik sini peluk papa dulu”, ucap ku memanggil mereka berdua dengan merentangkan kedua tangan ku.

“Papa!”, seru mereka berdua menghambur ke pelukan ku.

“Kalian makin gede, dan tumbuh dengan sehat, makasih ya allah semoga aku bisa mengasuh dan merawat titipan mu ini…Amiiieeenn”, gumam ku berdoa di hati saat memeluk erat mereka berdu.

“Ma, papa berangkat kuliah dulu, kamu dan anak-anak hati-hati di rumah”, ucap ku setelah mencium kening nya.

“Iya pa, hati-hati di jalan, belajar yang rajin pa, biar jadi insiyur peminyakan sesuai impian papa”, ucap yatmi lalu mencium buku tangan ku.

“Dadah…..Papa berangkat, Assalamualaikum wr.wb”, ucap ku.

“Waalaikum salam wr.wb”, jawab mereka serempak.

Suasana pagi yang indah, aku sudah tiba di kampus Universitas Pembangunan Nusantara Veteran Yogyakarta (UPNV) Yogyakarta. Saat ini aku sudah di semester 5, semakin padat jadwal perkuliahan dan semakin rumit tentu nya materi-materi perkuliahan yang sebagian besar banyak fakultas perminyakan ilmu nya berkaitan dengan kimia dan fisika, geodesi (ilmu ukur tanah), dan geografi.

Seorang dosen senior yang menjadi penanggung jawab mata kuliah geodesi bernama Dr.Ir.Bambang Witjaksono, beliau adalah dosen yang tegas dalam menilai hasil dari mahasiswa, banyak alumni atau kakak tingkat mengeluhkan susahnya materi yang ia ajarkan dan penilaian beliah yang sangat objektif sesuai kemampuan mahasiswa nya, bahkan banyak diantara kakak-kakak tingkat yang kembali mengulang bareng sama adik-adik kelas nya karena tidak lulus mata kuliah beliau.

“Selamat pagi semua”, sapa nya saat ia mulai memasuki ruangan kelas yang saat ini aku telah ikut berada dk dalam nya.

“Pagi juga pak”, jawab kami serempak bagai paduan suara.

“Baiklah kita mulai materi perkulian hari ini, tolong kalian buka hal. 99…. bla…bla…bla…”, ucap dosen tersebut saat mulai membuka session perkuliahan pagi ini.

Kami semua diam menyimak dan mendengarkan semua apa yang beliau jelaskan, yang menurut aku penting segera aku garis bawahi, dan ku ingat-ingat cara nya serta rumus nya sehingga nanti jika ada ujian aku bisa menjawab nya dengan baik dan benar.

“Bla…..Bla…. Bla…. “, ucap dosen yang menggunakan kaca mata yang cukup tebal itu saat beliau mulai menjelaskan materi kuliah nya pagi itu.

Selama lebih kurang 1,5 jam beliau menjelaskan materi kulaih nya, lalu ia balik bertanya pada kami semua.

“Gimana ada yang belum mengerti dari apa yang sudah saya jelaskan ?”, ucap beliau bertanya kepada kami semua di kelas.

“Mengerti pak”, sahut kami semua kompak.

Kami sekelas berjumlah 36 orang, dan semua nya pria, 10 orang diantara nya kakak tingkat yang kembali mengulang materi kuliah dosen senior ini.

“Ok kalo kalian semua sudah faham, minggu depan kita kuis, materi yang sudah saya sampaikan selama 4x pertemuan sampai hari ini”, ucap beliau menjelaskan bahan materi kuis untuk minggu depan.

“Siap pak”, sahut kami kompak.

“Baiklah cukup sekian kuliah hari ini, sampai ketemu minggu depan, siapkan diri kalian sebaik-baik nya karena nilai hasil kuiz akan saya gabungkan dengan nilai ujian mid semester dan UAS, kalo begitu saya tutup kuliah pagi ini selamat pagi semua”, Ucap beliau saat menutup session kuliah nya pada kami para mahasiswa nya.

Beliau merapikan buku-buku yang tadi ia bawa, ada sekitar 3 buku yang sangat tebal, mungkin lebih 500 halaman perbuku nya.

Saat aku akan melangkah ke luar kelas.

Drrrrtttt….. Drrrrtttt…. Drrrtttt….

Aku meraih hp ku dari saku, aku berjalan keluar tanpa melihat kiri dan kanan dan hanya memperhatikan hp yang ku pegang saat ini.

Buugggghhhh….. , “awwww…. aduh…”, rintih seorang gadis cantik saat ia tertabrak tubuh ku yang saat itu baru saja keluar dari kelas.

“Eh maaf kamu nggak apa-apa?”, tanya ku ramah pada gadis itu yang mungkin usia nya seumuran tini dan lia.

“Punya mata nggak mas, kok keluar kelas nyelonong gitu”, jawab nya ketus sambil mengerang kesakitan.

“Mari saya bantu mbak, eh maaf kalo tadi saya salah nggak sempat lihat kiri kanan lagi saat keluar ruangan, ada sms dari istri saya mbak, maaf sekali lagi maaf”, ucap ku menjawab dengan sopan supaya ia bisa memaafkan ku.

“Ok mas, nggak apa-apa, eh iya beneran nih kamu sudah menikah, palingan usia kita beda 1 tahun, kenalin saya Amanda Wulandari saya anak fakultas teknik informatika, gedung yang itu tuh”, ucap nya sambil menunjuk arah gedung fakultas nya.

“Serius saya udah nikah, ini cincin kawin saya, cuma buku nikah aja nggak saya bawa heheheh, eh iya saya rustam anwar, mbak anak fakultas teknik perminyakan, program beasiswa”, ucap ku mengenalkan diri pada nya setelah menyambut uluran tangan nya untuk bersalaman.

“Yaudah kalo gitu saya minta maaf sekali lagi, mau saya anter ke UKM PMI biar luka nya mbak segera diobati”, ucap ku kepada gadis itu.

“Panggil manda aja mas….?”, ucap nya.

“Rustam aja”, sahut ku menyebutkan panggilan nama ku.

Aku mengantarkan manda ke UKM PMI untuk mengobati luka lecet di lutut nya, terlihat ia jalannya sedikit terpincang-pincang, dan setelah sampai segera ia dibantu oleh anak-anak UKM disana yang sedang bertugas.

“Eh iya makasih mas rustam sudah bantu saya, ini no.hp manda call me, hehehe”, bisik nya di telinga ku.

Aku menggeleng-geleng kan kepala ku, jujur secara fisik siapa yang tidak tertarik dengan nya, gadis yang menurut kabar salah satu primadona jurusan teknik AMANDA PUTRI, tapi aku tidak menanggapi nya hanya sebatas ingin membantu dan setelah itu urusan kami selesai.

“Dah, kalo begitu saya permisi mau ke perpustakaan”, ucap ku beralasan untuk menghindari nya berlama-lama berdekatan dengan nya.

“Ok mas rustam, no.hp mu berapa mas, kok no.hp ku nggak kamu save ya”, bisik nya lagi.

“Maaf untuk itu aku tidak bisa, aku sudah punya istri dan 2 orang anak, kalo kamu nggak percaya dan penasaran akan aku kenalkan sama istri dan anak-anak ku”, ucap ku jujur dan tegas menolak memberikan no.contact ku.

“Hebat kamu mas, lelaki yang bertanggung jawab mas, maaf kalo bikin kamu jadi nggak enak seperti ini, salam ya buat istri dan anak kamu”, ucap nya lalu meninggalkan ku berjalan menuju gedung di sebelah.

Aku sedang duduk santai di kantin sambil menyeruput kopi hitam, tadi belum sempat ku baca apa isi pesan sms masuk, dan setelah ku buka ternyata berasal dari yatmi istri ku.

from : mama yatmi

“Papa, kalo papa pulang beliin mangga muda ya, nggak tau pengen banget mama makan mangga muda”.

Aku tersenyum setelah membaca sms dari nya, lalu segera ku balas pesan nya.

to : mama yatmi

“Iya ma, tunggu ya papa pulang nya nanti bawa mangga muda, sekalian kita ke dokter ya ma, biar tau kondisi kamu sebenarnya”.

 

===

Pov yatmi

Aku bersyukur saat ini aku kemungkinan sedang hamil, setelah 1 tahun aku menggunakan kontrasepsi spiral dan setelah lepas sel telur ku terbuahi oleh sperma suami ku, “semoga saja kehamilan ku ini makin memperkuat pernikahan ku, jujur sejak suami ku kuliah aku sedikit takut kalo suami ku kecantol perempuan lain yang lebih muda dan lebih cantik dari ku”. Batin ku berkata.

Jam 16.00 wib suami ku pulang sambil membawa 1 kantong kresek pesanan ku tadi, 4 buah mangga muda ia beli entah dari mana, aku bahagia melihat begitu tulus dan sayang nya ia pada ku, demi kebahagiaan ku ia dlrela untuk memenuhi permintaan ku,”duh bikin jadi klepek-klepek aku dibuatxnya”, gumam ku.

“Ma…. Mama…. Kok malah bengong dan senyum-senyum gitu! Ada apa ma?”, ucap suami ku menegur ku saat aku sempat diam dan senyum-senyum melihat nya membawa mangga muda yang ku pesan tadi.

“Papa ganteng, mama bahagia banget jadi istri kamu pa, makasih ya muaaccchhh…”, ucap ku menjawab omongan nya barusan sambil mengecup pipi kiri dan kanan nya.

“Aneh mama nih…Hehehehe…. Pasti papa sayang sama mama, tak ada orang lai di hati papa selain kamu ma, percayakan hati mu selalu pada papa, papa akan selalu menjaga kepercayaan mama, eh iya ma papa mau cerita tadi saat papa keluar dari ruangan kelas, saat mama kirim sms papa ngga sengaja bertabrakan dengan anak jurusan teknik informatika, nama nya amanda putri, sempat jatuh dan lutut nya berdarah tuh anak karena peristiwa itu, papa merasa bersalah lalu mengajak nya ke UKM PMI untuk di obati dan setelah nya malah ngajakin kenalan, papa ingat sama mama saat ia terus meminta nomor contact papa, dan jujur papa takut tergoda sama dia, papa jujur katakan bahwa papa sudah punya istri dan 2 orang anak supaya ia menjauhi papa saat itu, mama jangan marah ya”, ucap suami ku menceritakan kejadian di kampus tadi.

“Wah ada saingan nih, cantik nggak pa anak nya?”, ucap ku malah menggoda nya membuat ia malah tertawa kecil.

“Hehehehe…. Cantik dan masih muda, tapi masih cantik kan kamu sayang, udah ah papa mau mandi, bentar lagi kita mau ke dokter kan buat periksa kandungan mama, i love you ma….cuuuuuppp”, ucap nya lalu beranjak ke kamar kami setelah sempat melabuhkan ciuman nya di bibir ku sejenak.

“Iya pa, i love you too, suami ku, mama siapin air hangat nya buat papa mandi”, ucap ku tersenyum sumringah dengan bentuk kasih sayang yang ia tunjukkan pada ku.

1 jam kemudian di rumah sakit bersalin yang berada tidak jauh dari perumahan mataram bumi sejahtera, kami sekarang berada disana, suami ku, agus dan putri menemani ku untuk melakukan pemeriksaan kehamilan ku saat itu.

“Ibu SUYATMI”, panggil seorang perawat saat kami mengantri giliran masuk ke dalam.

“Iya sus, saya suyatmi”, ucap ku menjawab panggilan suster tersebut.

“Mari bu, ikuti saya masuk”, ucap suster itu ramah dan sopan mengajak ku masuk untuk di periksa.

“Pa, ayo temanin mama ke dalam! Ajak anak-anak sekalian”, ucap ku pada suami ku sambil menggandeng lengan nya.

“Ayo ma, agus dan putri ikut yuk ke dalam tapi kalian janji ya jangan nakal nanti di dalam”, ucap nya mengiyakan ajakan ku dan menasehati anak-anak kami dengan lembut dan penuh kasih sayang.

“Iya pa”, jawab mereka kompak.

Di dalam ruang praktek dokter susan komalasari, dokter spesialis kandungan dan anak yang membuka praktek di rumah sakit bersalin ini.

“Selamat sore ibu, dan bapak, eh ada anak-anak nya juga, cantik dan ganteng anak-anak nya seperti ibu dan bapak, silahkan duduk pak bu”, ucap dr. susan dengan ramah dan santun mempersilahkan kami semua duduk.

“Sore dok, maaf kalo kami bawa anak-anak karena nggak ada siapa-siapa di rumah”, ucap ku menjawab sapaan dokter dengan santun.

“Apa yang bisa saya bantu ibu suyatmi, ada keluhan apa?”, ucap dr.susan kemudian melanjutkan obrolan kami.

“Begini dok, setelah 1 tahun lalu saat saya memutuskan melepas spiral, beberapa minggu ini saya telat datang bulan, dan pagi tadi mual-mual dan muntah-muntah, apa ada kemungkinan saya hamil dok?”, ucap ku menjelaskan keperluan ku saat ini.

“Oh begitu ya bu, biar lebih meyakinkan kita sebaik nya melakukan pemeriksaan lebih lanjut! Silahkan ibu berbaring di sana! suster tolong di bantu ibu suyatmi ya!”, ucap dr.susan ramah.

“Pa, doain mama ya, semoga sesuai harapan kita ya, titip anak-anak bentar”, ucap ku sambil mencium buku tangan suami ku lalu melangkah menuju ke ranjang tempat pemeriksaan.

15 menit kemudian…..

Aku, suami ku dan anak-anak sudah duduk kembali ke kursi di depan meja dr. susan setelah tadi aku di periksa, dan sekarang dokter susan meminta ku menunggu sebentar karena hasil laboratorium nya keluar sesaat lagi, tetapi menurut tanda-tanda nya dokter susan mengiyakan penjelasan ku kalo aku saat ini hamil.

“Dok, ini hasil lab nya”, ucap suster tersebut sambil meletakkan amplop berisi laporan hasil laboratorium diatas meja dokter susan

“Oiya makasih sus”, ucap nya singkat lalu membuka amplop itu.

Dokter susan lalu membaca sebentar hasil lab tersebut, lalu ada senyum di wajah nya saat membaca hasil nya dan kemudian ia menaruh surat itu di depan kami semua dan menunjukkan nya pada ku dan suami ku.

“Setelah di adakan pemeriksaan medis dan hasil lab ini, kesimpulan nya adalah ibu yatmi positif hamil, dan kandungan nya sudah masuk 1 bulan bu, selamat ya atas kehamilan nya”, ucap dr. susan tersenyum ramah setelah memberi penjelasan mengenai kehamilan ku.

“Pa, mama hamil pa, makasih ya allah, makasih dok atas kabar baik ini, nak kalian bakal punya adik lagi”, ucap ku senang setelah mendengar langsung kehamilan ku dari dr.susan barusan sambil mengelus perut ku yang akan membuncit beberapa bulan ke depan nya.

“Asiiiikkkk put….tli bakalan jadi kakak…. put..tli.. sayang mama dan papa”, ucap putri ikut senang dan langsung memeluk tubuh ku dengan erat.

“Iya nak, mama juga sayang putri, mamas dan papa, mulai sekarang jangan cengeng lagi ya kan sudah jadi kakak nanti nya”, ucap ku menasehati putri.

Setelah beberapa menit di ruang dokter susan mendengarkan penjelasan beliau mengenai kehamilan, nutrisi dan makanan yang baik untuk ibu hamil dan lain sebagai nya kami akhirnya pamit pada nya dan akan rutin melakukan pemeriksaan lanjutan kehamilan ku untuk bulan-bulan berikutnya.

“Ok dok. Makasih atas semua nya, kami pamit”, ucap suami ku mewakili kami lalu menjabat tangan suami ku.

“Sama-sama, dan selamat untuk bapak dan ibu ya, dan saya tunggu bulan depan, supaya perkembangan kehamilan ibu bisa terus di pantau”, sahut dr.susan sambil membalas salaman suami ku.

 

===

Pov rustam

9 bulan kemudian….

“Pa, itu dedek bayi lucu ya, gemecin pengen put..li cium pa…”, ucap putri anak ku saat bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang kami beri nama muhammad rizky kurniawan lahir dengan sehat dan normal dengan persalinan yang normal.

“Iya nak, kamu sekarang jadi kakak, sayangi adik kamu ya, kalo mau cium silahkan nak”, ucap ku pada putri saat itu.

“Sini nak, deket mama”, ucap yatmi istri ku saat selesai menyusui rizky sesaat lalu.

Aku bersyukur diberi anak-anak yang cerdas dan menurut seperti mereka, papa janji akan membahagiakan kalian semua”, gumam ku di hati.

Agus kini semakin pintar, dia bahkan minta di sekolahkan di tk dekat perumahan karena melihat teman-teman sebaya nya di dekat rumah di kompleks banyak yang mau masuk tk, semakin repot tentu nya istri ku mengurusi rumah tangga kami, aku berencana menyewa asisten rumah tangga untuk membantu yatmi.

“Ma, apa sebaik nya kita sewa pembantu rumah tangga biar kamu nggak capek sayang, gimana ma apa kamu setuju usulan papa?”, usul ku pada istri ku.

“Mama ikut papa aja deh, jujur memang semakin repot tugas mama, tapi mama masih bisa pa, cuma memang saat ini mama repot lebih banyak urusin rizky pa”, ucap yatmi istri ku.

“Eh iya ma, ibu dan bapak mungkin hari ini bakalan sampai ke sini, sekalian nanti papa omongin masalah ini sama mereka siapa tau ada kerabat kita di kampung yang mau jadi pembantu jadi nggak perlu kita cari dari biro jasa ma”, ucap ku melanjutkan obrolan kami.

Drrrrrttt….. Drrrrttt…. Drrrrttt…..

from : tini

“Mas rustam, selamat ya dapet dedek baru lagi, subur amat mama ya mas…. tini akan kesana besok dengan citra, salamin buat mama mas”.

Aku tersenyum setelah membaca sms itu dan memperlihatkan isi sms itu pada yatmi, dia pun ikut tersenyum setelah membaca nya.

Dan setelah membalas pesan sms tini, ada sms masuk dari seseorang yang tak kukenal.

from : 0815-xxxx-xxxx

“Ini benar dengan mas rustam, sombong ya sekarang sudah nggak inget sama manda lagi, jangan bingung mas manda dapet nomor mas dari siapa, manda pengen ketemu lagi sama mas setelah 1 bulan lalu kita ketemu

Aku kaget setelah membaca sms tersebut, selama beberapa kali bertemu aku tidak pernah sekalipun menyebutkan nomor contact pada nya, pertemuan pun wajar dan hanya sebatas teman, karena hanya sesekali janjian untuk ketemu di perpustakaan itu pun setelah tidak sengaja aku bertemu dengan nya di perpustakaan kampus.

“Ma…. Maafin papa, papa nggak tau caranya untuk menolak dengan halus perempuan, jika ku ceritakan bakalan bikin kamu sakit hati, tapi aku butuh solusi biar aku tidak tergoda dan berpaling dari mu ma”, gumam ku.

“Pa…Papa kenapa pa ada masalah apa?”, tegur istri ku saat aku bengong mikirin sms dari manda barusan.

“Mama…. Papa bingung harus gimana ngomong nya, takut nya nanti kamu marah sama papa?”, ucap ku menjawab pertanyaan tetapi masih ragu untuk mengatakan nya.

“Ngomong dong pa, mama bakalan senang kalo papa jujur sama mama, kita cari solusi nya bersama pa”, ucap yatmi meyakinkan ku untuk bicara apa yang mengganjal di hati ku.

“Ini ma, sms dari manda gadis yang beberapa bulan lalu yang pernah papa ceritakan waktu itu, mama ingat nggak?”, ucap ku mulai membuka omongan ku.

Yatmi membaca isi sms yang barusan di kirim manda, ia lalu tersenyum dan menggenggam tangan ku, “sini pa, tiduran di paha mama, ceritakan saja semua mama percaya sepenuhnya sama papa”, ucap yatmi dan aku pun merebahkan kepala ku di paha nya seperti saat aku dulu selalu menjadikan bantal pahanya saat aku bercerita tentang masalah ku pada nya.

“Papa bingung gimana cara nya untuk jauh dari manda ma, papa nggak ingin tergoda sama dia, jujur ma, papa tidak munafik menyukai fisik nya tetapi kalo papa dekat terus sama dia takutnya papa khilaf dan merusak rumah tangga kita, papa sudah janji pada diri papa untuk setia sama mama sampai maut memisahkan kita, gimana cara nya ma papa menolak halus tanpa menyinggung perasaan dia”, ucap ku mulai bicara mengenai kegelisahan hati ku.

“Papa bikin mama makin sayang sama kamu, tidak semua lelaki mau terus terang seperti ini sama istri nya pa, bagi mama ap yang papa lakukan di luar mama percaya sepenuh nya, tapi kalo mama boleh kasih saran jauhi manda pa, dari sikap nya terlihat dia wanita agresif dan jika sampai papa memberikan sinyal pada nya akan semakin sulit papa menjauhi nya, saran mama, papa bersikap apa ada nya saja sama dia, bersikap dingin dan jangan terlalu memberi harapan bagi nya, dan ingat pa jangan mudah percaya dengan omongan manis dia, hati-hati jangan sampai papa di jebak oleh nya, papa mengerti maksud mama?”, ucap yatmi istri ku dengan penuh perhatian ia mengelus dan membelai rambut ku untuk memberi ku ketenangan.

“Iya ma, papa bersyukur punya istri seperti mama, makin besar cinta papa ke mama, selama ini hanya mama yang mengerti papa, dari papa jadi anak mama sampai menjadi suami mama, papa merasa nyaman bila dekat mama, makasih mama, i love you, cinta pertama rustam, sekarang dan sampai maut memisahkan kita”, ucap ku sambil tangan ku memeluk erat tubuh nya.

Setelah hari itu beberapa bulan kemudian apa yang diomongin istri ku menjadi kenyataan, manda semakin agresif untuk menggoda ku dengan pesona yang ada di diri nya, padahal sudah berkali-kali aku menjelaskan siapa aku, status ku dan sebagai nya tetapi ia seakan tak mempermasalahkan semua itu, bahkan ia mau dijadikan istri kedua ku jika aku tidak keberatan.

Di perpustakaan kampus ….

“Mas rustam, selama ini manda belum pernah jatuh cinta seperti ini, selama ini pria-pria yang selalu mengejar manda, hanya kamu yang bikin manda bersikap layak seperti perempuan gampangan, manda cinta kamu mas please terima cinta manda, terima manda mas kalo tidak manda akan lebih rusak dari sebelumnya, please mas aku tau mas sudah punya anak dan istri tapi itu tak mengubah keputusan manda untuk mencintai mu mas, apa mas nggak mau terima manda setelah apa yang manda ceritakan bahwa manda bukan seorang perawan, apa karena manda menjadi wanita bayaran karena ekonomi keluarga manada? mas rustam please terima manda!”, ucap nya pelan mengiba dan memohon pada ku.

“Manda stop, kita ini hanya sebatas teman, jangan kamu sia-siakan masa muda mu hanya untuk mendapatkan cinta ku, kamu tau kalo aku tidak ada perasaan apapun sama kamu, sadar manda kami masih muda dan banyak lelaki yang lebih pantas untuk mu bukan aku yang sudah punya istri dan anak, mulai sekarang lupakan aku atau aku tidak akan sudi lagi melihat mu selama nya”, ucap ku tegas dan langsung ke pokok masalah nya walau dengan suara yang agak berbisik.

“Tidak mas, sampai kapan pun akan manda tunggu kamu mas, manda tidak mau kamu menjauhi manda, please mas jangan buat manda seperti ini”, ucap nya pelan dan berusaha memegang tangan ku.

“Ok manda, mas cuma anggap kamu seperti adik, untuk lebih dari itu mas nggak bisa terserah kamu menilai apa keputusan mas kali ini, jika kamu marah dan kecewa mas minta maaf, dan mas terima konsekuensi semua jika kamu menjauhi mas, jujur mas sayang sama istri dan anak-anak ku tidak ada orang lain menggantikan mereka di hati ku”, ucap ku pelan lalu melangkah keluar ruangan perpustakaan dimana petugas perpustakaan berkali-kali mengawasi kami berdua karena terdengar keras mungkin suara ku saat aku menjawab omongan nya tadi.

“Ibu maaf tadi kalo membuat perpustakaan menjadi kurang tenang, 2 buku ini aku pinjam bu, dan ini kartu perpustakaan nya”, ucap ku pada bu selfi yang bertanggung jawab pada perpustakaan tempat favorit ku selama di kampus selain kantin.

“Nggak apa-apa rus, emang nya kamu ada masalah apa dengan manda, kalian setau saya bukan satu jurusan kan”, ucap nya.

“Nggak ada masalah serius bu, oh iya minggu depan ya saya balikin soalnya ada tugas nih dan buku ini referensi untuk tugas rustam bu, kalo begitu rustam permisi bu selfi cantik”, ucap ku dan melangkah keluar ruangan itu dengan sedikit tergesa-gesa setelah sebelum nya mengambil tas yang ku taruh di tempat penitipan barang.

“Iya rus”, jawab nya singkat.

Sejak kejadian beberapa waktu lalu di perpustakaan itu, sikap manda berubah ia mulai menjauhi ku, aku senang akhirnya bisa lepas dari sikap agresif nya, entah apa yang membuat ia seperti itu pada ku apa benar apa yang ia katakan pada ku soal ia adalah ayam kampus dan desas desus omongan teman-teman ku kala menceritakan siapa manda.

Perkuliahan ku makin hari semakin banyak tugas, dan beberapa waktu ke depan aku akan mengikuti kkn (kuliah kerja nyata), sementara rumah tangga ku semakin harmonis setelah kehadiran rizki suasana rumah makin banyak tawa dan kelucuan dari agus dan putri, saat mereka berdua usil menggoda rizki yang tumbuh semakin gemuk karena dirawat dan diasuh dengan baik oleh mama nya.

Oiya, setelah pembicaraan ku dengan kedua orang tua ku kini di rumah kami ada seorang PRT bernama mbok warsiti atau mbok siti, beliau berusia 40 tahun, seorang janda tanpa anak yang merupakan kerabat ibu di kampung, sekarang beliau setia mengikuti ku dan kami semua merperlakukan beliau bukan seperti seorang pembantu melainkan bagian keluarga kami, dia setiap bulan kuberikan gaji yang lumayan untuk nya.

Saat aku berada di rumah setelah pulang dari kampus, aku menyerahkan gaji buat mbok siti.

“Mbok siti, ini gaji mbok, disimpan ya, eh iya gaji nya mau mbok bikin apa?”, ucap ku sambil menyerahkan amplop putih berisi uang didalam nya pada mbok siti.

“Doakan den, uang nya buat mbok naik haji, hanya itu harapan dan cita-cita mbok selagi masih hidup den rus”, ucap nya.

“Amiieenn…. Rustam senang dengar nya mbok, kalo mau aman uang nya lebih baik mbok simpan di bank sekalian mbok daftar haji sekarang saja mbok uang tiap bulan nya mbok cicil, nanti rustam bantu jika ada kekurangan nya saat terakhir pelunasan ONH”, ucap ku.

“Iya ya den, maaf bikin aden repot, boleh nggak bantuin mbok daftar haji nya”, ucap mbok siti.

“Pasti mbok rustam bantuin. Yuk sekarang aja mumpung masih buka bank nya, nanti tiap bulan mbok bisa titip sama rustam atau mbok sendiri nabung disana”, ucap ku mengiyakan permintaan nya.

Beberapa tahun kemudian atau tepat nya saat ini aku sedang mengikuti ujian skripsi atau sidang skripsi, ada 5 orang yang mengikuti sidang skripsi sama seperti ku saat ini, ada perasaan gugup yang kurasakan saat-saat seperti ini.

Ada yang komat-kamit mulut nya berdoa atau mungkin mengingat-ingat kembali materi skripsi yang ia bikin, ada yang duduk berpelukan dengan kekasih nya, ada ada yang mondar-mandir nggak jelas, ya yang mondar-mandir nggak jelas itu adalah aku sendiri, bukan karena apa, itu karena pembawaan ku untuk menghilangkan keresahan, kegelisahan, gugup dan panik selama ini.

“Rustam anwar”, ucap seorang dosen memanggil ku masuk untuk mengikuti sidang hari ini.

“Bro, semangat ya aku yakin kamu pasti lulus”, ucap teman sekelask ku yudha menyemangati ku sebelum masuk ke dalam.

“Makasih bro, bantu doa ya, hehehehe”, ucap ku menjawab sekaligus untuk mengurangi ketegangan ku.

Didalam ruangan sidang….

“Selamat pagi pak, perkenalkan saya rustam anwar”, ucap ku memperkenalkan diri pada 3 orang dosen senior yang akan menguji ku di sidang kali ini.

“Oh iya rustam anwar ya, silahkan duduk”, ucap salah seorang dosen yang kutahu bernama Dr. Ir.Bambang Witjaksono.

“Makasih pak”, sahut ku singkat.

“Sebelum kita mulai, sebaiknya kami kenalkan diri kami pada anda, kalo saya Dr.Ir. Bambang Witjaksono, kalo di samping kanan saya pak Dr.Ir. Lukman Hakim, dan disamping kiri pak Dr.Ir. Hidayat Abimanyu. Kami bertiga bertanggung jawab menentukan kalian lulus atau tidak sidang kali ini, semoga kalian bisa lulus dan memuaskan kami semua di sini”, ucap beliau mewakili kedua bapak-bapak itu menjelaskan tugas mereka saat ini.

“Anda mengerti apa yang perlu anda lakukan di ruangan sidang ini”, ucap pak lukman menambahi omongan pak bambang.

“Iya pak, saya siap mempresentasikan materi skripsi dihadapan bapak-bapak sekalian”, ucap ku tegas dan yakin.

“Silahkan anda mulai, waktu anda 120 menit dari sekarang”, ucap pak hidayat menimpali omongan ku.

Aku lalu berdiri dan kemudian meminta ijin dengan menunduk hormat terlebih dahulu, lalu melangkah menuju papa tulis dan menuliskan kerangka skripsi ku, dari bab 1 hingga bab 4, lalu mulai memaparkan materi skripsi yang ku susun selama kurang lebih 6 bulan lebih.

Selama 2 jam terjadi dialog bahkan debat argumentasi antara aku dengan tim penguji, tentu nya berdasarkan keilmuan yang sudah ku baca dan pelajari, semua mengalir seperti air, aku bersyukur karena sering banyak menghabiskan waktu di perpustakaan sehingga membuat wawasan ku menjadi luas dan bisa menjawab dengan cara ilmiah juga apa yang para insiyur-insiyur di depan ku tanyakan.

“Saya rasa sudah cukup presentasi anda, silahkan anda keluar sambil menunggu keputusan kami selanjut nya dan saya pribadi ucapkan terima kasih dengan semua jawaban anda yang cerdas dan bernilai ilmiah”, ucap pak bambang tersenyum sambil mempersilahkan aku keluar ruangan sidang untum menunggu hasil nya nanti.

“Ok pak, terima kasih semua pada bapak-bapak, ini suatu kebanggan buat saya bisa bertatap muka langsung ke pada dosen-dosen idola saya, saya permisi pak”, ucap ku lalu mendekati mereka dan menyalami mereka satu persatu.

Aku pulang ke rumah terlebih dahulu setelah selesai sidang, menemui istri dan anak-anak ku, mereka menyambutku dengan bahagia setelah melihat senyum di wajah ku, agus sekarang sudah berusia 7 tahun dan saat ini sudah kelas 2 di sd negeri di dekat perumaham kami, sementara putri sudah sekolah di tk tempat kakak nya dulu bersekolah disana, rizki saat ini sudah berusia 2 tahun dan mulai bertingkah lucu dan nakal seperti agus saat seusia nya.

“Papa pulang….”, teriak rizki langsung menghambur ku minta di peluk dan di gendong.

“Sudah gede anak papa ya, kamu tadi main apa nak?”, tanya ku rizki anak ku yang saat ini bermanja-manja dalam gendongan ku.

“Tuh main itu pa”, ucap nya menunjuk mobil-mobilan yang berserakan di lantai.

“Sini nak sama mama, papa mu baru pulang sayang, mau mandi dulu kasihan papa nak capek yuk sini sama mama”, ucap yatmi mendekat pada ku.

“Nggak mau…. iki mau sama papa”, rengek nya manja sambil membenamkan wajah nya di dada ku.

“Nggak apa-apa ma, biar rizki sama papa bentar, eh iya ma, nanti ikut papa ya ke kampus untuk mendengar pengumuman sidang, menurut panitia tadi akan diumumkan sekitar jam 19.00 wib”, ucap ku mengajak istri ku ngobrol sambil mengelus rambut rizki dalam gendongan ku.

“Ok pa, mama pasti ikut kok, oiya pa, gimana dengan tabungan haji mbok siti seperti nya sudah lebih dari cukup kayak nya pa, kira-kira tahun ini bisa ikut berangkat haji nggak mbok siti pa”, ucap yatmi menyela membicarakan masalah mbok siti.

“Iya ma, nanti papa cek rekening tabungan mbok siti dan sekaligus nanya ke kantor depag di sini soal keberangkatan haji nya kapan”, ucap ku menjawab omongan istri ku.

“Agus dan putri mana ma, apa mereka belum pulang ya?”, ucap ku menanyakan keberadaan putra dan putri ku lain nya yang tak terlihat.

“Kalo agus sebentar lagi pulang pa, kalo putri kayak nya tidur pa, tadi pas pulang kelihatan capek wajah nya”, ucap istri ku menjawab.

“Papa…..”, teriak kencang putri saat baru keluar dari kamar tidur nya.

“Sini sayang!”, panggil ku untuk mendekat kami yang sedang ngobrol di ruang tamu.

“Ih dedek iki manja banget pa, gantian mbak dek, mbak juga kangen sama papa”, rengek manja putri pada ku setelah melihat rizki adik nya bermanja-manja dalam gendongan ku.

“Iya pa tuh lihat rizki nya udah tidur, sini sama mama saja, mama bawa ke kamar biar tidur nya nyenyak”, ucap istri ku.

Setelah rizki diambil mama nya dan dibawa ke kamar kami, putri langsung melompat ke pelukan ku, dia bercerita selama ia bersekolah di tk, bahagia ku rasakan punya keluarga yang ceria dan harmonis, punya anak-anak yang manis, pintar dan begitu sayang pada ku.

“Pa, tadi put..li dapat nilai 100 loh, papa mau lihat nggak put..li ambil dulu ya tas nya”, ucap putri senang dengan hasil yang ia peroleh dan berniat untuk memperlihatkan nya pada ku.

“Mana nak, papa pengen lihat?”, ucap ku tersenyum melihat kebahagiaan nya.

“Nih pa”, ucap nya setelah ia buru-buru berlari dari kamar nya mengambil tas nya dan kini sudah kembali duduk di sisi ku.

“Wah hebat anak papa, papa bangga sama kamu nak, apa cita-cita kamu nak?”, ucap ku tersenyum gembira melihat hasil yang ia capai.

“Pengen kayak doktel susan pa, put..li ingin banyak bantu olang- olang pa”, ucap nya sumringah.

“Wah bagus sayang, semoga kelak kamu bisa seperti dokter susan ya nak, papa akan doakan dan dukung kamu untuk menggapai cita-cita mu nak”, ucap ku dengan senang dan mencium kening nya sebagai tanda sayang ku pada putri anak ku.

Jam 19.00 wib kami berdua sudah berada di ruangan aula, menanti keputusan atas sidang skripsi ku tadi pagi, di dalam ruangan itu pula terdapat teman-teman seangkatan ku dan kakak tingkat yang berbarengan dengan ku menunggu hasil dari sidang skripsi kami masing-masing.

20 orang mahasiswa di tempatkan di kursi berbeda, dibikin 3 kelompok aku di kelompok pertama bersama 5 orang mahasiswa lain nya, sementara 7 orang lain di kelompokkan di kelompok kedua di kursi sebelah kanan kami dan 7 orang lainnya di kelompok ketiga di kelompokkan di rombongan kurai paling kanan kami.

Jam 19.30 wib, panitia sidang mulai membuka dan mulai mengumumkan kolompok pertama, bla…bla..bla…

“Rustam anwar, NIRM atau NIM 09475, silahkan anda maju ke depan untuk menerima amplop nya”, ucap ketua panitia tersebut memanggil nama ku untuk maju.

Dan setelah maju aku menerima amplop surat tersebut dan mengucapkan terima kasih pada pihak panitia. Aku lalu mengajak yatmi istri ku keluar etelah terlebih dahulu berpamitan denga teman-teman mahasiswa lain nya yang ku kenal, sekaligus memperkenalkan yatmi istri ku pada mereka.

“Pa, buka dong amplop nya saat kami sudah berada di luar gedung aula”, ucap yatmi istri ku penasaran.

“Dirumah saja ma, insya allah hasil nya sudah papa ketahui, eh iya ma, gimana sama kesehatan kamu ma, sudah baikan, besok papa temanin mama ya ke dokter”, ucap ku khawatir setelah ia cerita kemaren sedang tidak enak badan.

“Alhamdulillah pa, obat yang papa kasih kemaren ternyata cocok, sekarang sudah lumayan sehat pa, yuk pa kita pulang kasihan anak-anak di rumah kalo kita kelamaan disini”, ucap yatmi lalu duduk di belakang motor sambil melingkarkan lengan nya di pinggang ku.

“Pegangan ya kuat ma, bismillahirrohmanirohim”, ucp ku mulai menjalankan motor untuk kembali ke rumah kontrakan.

Sampai di rumah, motor segera ku tuntun untuk masuk ke dalam rumah, dan yatmi istri ku yang mengetuk pintu.

Tok… Tok… Tok….

“Assalamualikum wr.wb”, ucap ku dan yatmi saat memasuki rumah kami.

“Waalaikum salam wr.wb”, sahut mbok siti lalu membuka pintu dan

begitu melihat kami dihadapan nya ia tersenyum.

“Eh udah pulang, mari den”, ucap mbok siti lalu melebarkan pintu rumah biar aku bisa langsung memasukkan motor ku di dampingi yatmi istri ku dari belakang.

Aku sekilas melihat agus, putri sedang nonton tv, setelah melihat kami pulang mereka kegirangan dan senang, “papa dan mama pulang mas, pa gimana hasil nya pa?”, ucap agus penasaran sama seperti yatmi hasil sidang ku tadi pagi.

“Sabar ya nak, mama mau bikinin papa kopi hitam dulu, temanin papa dulu ya nak, pa jangan di buka amplop nya mama ingin yang pertama melihat hasil usaha papa, kalian tunggu mama ya”, ucap nya lalu pergi ke dapur.

“Pa, nanti kalo papa wisuda kami boleh ikut ya pa, boleh ya pa”, ucap agus.

“Iya sayang, kalian semua akan ikut nak, sekalian kita makan-makan nanti di luar setelah wisuda papa ya nak”, ucap ku mengiyakan permintaan nya.

“Asiiikkkk, seriusan pa, adik dan mamas bisa makan di restoran ya pa”, ucap putri kegirangan mendengan acara makan-makan.

“Agus, putri, kalian belum ngantuk?”, ucap yatmi sambil membawa nampan berisi 1 gelas kopi hitam beserta pisang goreng untuk menemani ngobrol kami saat ini.

“Ma, boleh minta pisang goleng nya?”, ucap putri berbinar saat melihat pisang goreng sudah berada dihadapan nya.

“Ambil saja nak, tapi di tiup dulu masih panas”, ucap istri ku mengingatkan pada putri.

“Pa, mama buka ya, bismillahirohmanirrohim”, ucap istri ku lalu ia membaca amplop berisi surat hasil sidang skripsi tadi pagi.

“Pa, papa lulus, papa lulus nak”, ucap nya kegirangan dan langsung memeluk ku erat, terlihat senyuman kebahagiaan dari wajah nya, agus dan putri, saat mendengar yatmi bilang aku LULUS dalam sidang skripsi, dan di dalam surat itu pula diberitahukan untuk segera membayar uang wisuda yang akan dilaksanakan bulan depan.

 

===

Pov yatmi

Hari ini adalah hari wisuda suami ku rustam anwar, ia di wisuda bersama ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan di universitas ini. Aku sangat senang dengan ketekunan suami ku dalam menggapai impian nya, mengejar karir nya demi aku dan anak-anak kami, “hebat pa sekarang kamu jadi insinyu, Ir. rustam anwar, gelar yang perlu perjuangan dan pengorbanan. untuk meraih nya.

Suami ku duduk di urutan kursi paling depan dengan gagah ia tersenyum

setelah melihat aku dan anak-anak melambaikan tangan pada nya, selain aku, agus, putri, rizki, mbok siti, juga datang dari kampung ibu dan bapak suami ku dari kampung beserta mas dedi serta anak dan istri nya, tini dan citra pun datang dalam acara wisuda itu duduk disamping aku dan citra duduk dekat putri.

Aku sempat menitikkan air mata saat nama suami ku dipanggil maju ke depan untuk berjabat tangan dengan rektor UPNV Yogyakarta dan memindahkan kuncir toga nya sebagai tanda ia lulus dari kampus ini dengan ipk 3.59 walau mesti memerlukan waktu 5 tahun untuk ia menyelesaikan program beasiswa nya ini.

“Ma, kok nangis”, bisik tini meliri ku ke samping dan mendapati aku sudah bercucuran air mata, tangisan bahagia seorang istri atas kesuksesan suami nya.

“Nggak apa-apa tin, mama terharu atas kegigihan nya untuk mewujudkan impian dan cita-cita nya walaupun mesti melalui berbagai ujian dan cobaan hidup kami tin”, ucap ku berbisik lirih menjawab omongan tini barusan.

“Iya ma, tini juga terharu melihat perjuangan mas rustam”, ucap nya selanjut nya.

“Ma, tini minta ijin mau bicara 4 mata dengan mas rustam, boleh ya ma, tini nggak kuat untuk menyimpan rahasia ini terlalu lama, kasihan dengan citra ma”, bisik nya pada pada ku.

“Boleh tin, tapi jangan saat ini ya, biarkan saja momen ini rustam merasakan kebahagiaan nya, bersama orang-orang yang disayangi nya, mama nanti ngomong sama rustam untuk menemui mu berbicara 4 mata biar masalah kalian kemaren jelas dan rustam tau sebenarnya tentang status citra ya tin”.

“Iya ma, ma…. Makasih ya sudah bisa menerima citra dan memaafkan tini atas kesalahan masa lalu”, ucap nya lalu ia memeluk ku menumpahkan kesedihan nya saat ini.

“Kamu ada masalah apa tin? Mas tono kasar dengan mu tin”, ucap ku kaget melihat sikap tini yang berubah seakan da masalah berat di rumah tangga nya.

“Mas tono punya wanita simpanan ma, kemaren tanpa sengaja tini membaca sms masuk ke hp nya saat ia sedang mandi, wanita itu sudah lama jadj simpananmas tono ma, hikssss….. hikssss….. hikssss….

 

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo