loading...

Sementara itu istri ku yatmi, ia belum mau mempunyai anak lagi kemudian meminta saran pada ku untuk kb, dan keesokan hari nya ia pergi ke rumah sakit umum daerah dr. rabain muara enim untuk memasang iud tempat ia pernah melahirkan dulu.

Agus anak kami, kini sudah berusia 9 bulan, ia tumbuh menjadi bayi yang sehat, lincah dan nggak mau diam, apa saja ia raih dan ia genggam semua karena keingintahuan nya.

Mengenai kehidupan rumaha tangga ku dengan kedua istri ku, di awal-awal pernikahan kami terjadi friksi atau gesekan kecil mengenai pembagian waktu, karena waktu itu belum ada kesepakatan aku masih bingung harus seperti apa.

Pernah suatu hari kejadian sempat ribut karena lia memergoki ku dan yatmi sedang berhubungan intim, saat itu aku sampai di rumah di kediaman kedua istri dan anak ku berada. Suasana rumah sepi saat aku mengetuk pintu dan tidak ada sahutan dari istri ku, sedikit bingung kemana yatmi saat itu apa sedang berada di luar rumah kah atau sedang melakukan kegiatan lain sehingga tidak mendengarkan aku yang mengetuk pintu rumah. Ternyata pintu rumah tidak lah terkunci, aku masuk dengan perasaan khawatir takut terjadi apa-apa.

Ternyata ia sedang mengepel lantai ruang di dapur, dan aku hanya melihat nya tanpa mau mengagetkannya,”pantesan nggak denger, sedang ngepel dia, apalagi jarak dapur dengan pintu depan jauh, biar dia selesain tugas nya terlebih dahulu”, gumam ku membatin.

Saat aku melangkah menuju kamar nya untuk menengok agus anak kami, yatmi sempat melihat ku dan tersenyum. Aku masuk ke kamar dan melihat agus tidur dengan pulas nya, lalu aku melucuti pakaian ku dengan mengganti nya dengan baju kaos dan celana boxer tanpa memakai daleman.

“Gerah banget, mending aku mandi biar segar”, pikir ku saat itu dalam hati.

Kemudian aku melangkah meninggalkan kamar yatmi dan menuju kamar mandi yang sengaja di buat berdekatan dengan dapur, ku lihat yatmi sudah selesai mengepel dan sedang berdiri untuk memasak.

“Papa sudah pulang ya, duh kangen mama sama papa, sudah 1 minggu lebih nggak pulang ke rumah mama kangen pa”, rengek manja yatmi istri ku.

“Iya papa juga kangen sama kalian ma, papa mandi dulu biar seger”, ucap ku lalu mencium kening nya sebagai tanda sayang pada istri ku.

“Ok papa cayang, yang bersih ya, hehehehe”, goda nya dengan suara terkekeh sambil mengedipkan mata kiri nya.

“Bikin nafsu papa aja kamu ma”, gumam ku lalu beranjak ke kamar mandi.

Entah berapa menit aku berada di dalam kamar mandi membersihkan diri, mandi biar segar dan setelah kurasa cukup bersih dan terlihat segar aku kemudian mengelap tubub ku dengan handuk dan kembali memakai boxer tanpa memakai baju kaos karena terkena keringat ku.

Aku terbelalak melihat pantat istri ku yang semok sejak ia melahirkan tubuh nya makin berisi dan gemuk begitu pun pinggul dan pantat nya, ternyata ia tidak memakai cd dan memek istri ku mengintip dari sela pantat nya yang semok.

“Papa suka kan”, suara istri ku menggoda ku tanpa ia membalikkan badan nya.

“Kok mama jadi nakal gini sih, perlu dikasih hukuman nih”, ucap ku menanggapi godaan nakal nya lalu ku tubruk tubuh sintal nya tanpa mau melepaskan pakaian yang ia kenakan.

“Buruan pa, nanti bund lia pulang, biasa nya 3 jam lagi ia pulang”, ucap istri ku meminta aku menjamah tubuh nya.

Aku menyibakkan rok nya makin keatas, lalu kepala ku turun menelusuri pantat sekal nya dan sempat ku ciumin lubang anus nya, “Pa, jangan di situ itu kotor pa”, ucap yatmi mencegah ku untuk menjilati lubang anus nya, kemudian lidah ku terus menelusuri lubang peranakan nya yang sudah berlendir karena gairah nya yang sudah terbangkitkan.

“Oh pa, lidah papa memang jago bikin mama mau dapet pa, terus pa jilatin memek mama, aaaarrgggghhhh nikmat pa”, erang yatmi saat lidah ku mulai menguak dan menelusuri celah sempit kemaluan nya.

Beberapa saat kulakukan jilatan tersebut membuat tubuh nya bergeliat tak terkendali menahan geli bercampur nikmat apalagi itil nya yang mulai keras kumainkan dengan jari tangan ku yang nakal, hingga beberapa menit selanjutnya yatmi mengerang menyambut orgasme pertama nya, “aaaarrrrgggghhhh….Papa….! Mama keluaaaaarrrrr”, erang nya panjang menyambut cairan kewanitaan nya yang meluncur deras dari lubang kemaluan nya.

SUUUURRRR….. SUUUUURRRR…. SUUUURRRR…. SUUUUURRRR….

Aku mengendong tubuh nya setelah tadi yatmi sempat mematikan kompor nya terlebih dahulu lalu dan memasang kembali cd nya, kubawa ke kamar yang terdekat dari dapur yaitu kamar lia istri ku juga.

Setelah sampai di kamar lia, yatmi ku rebahkan ke ranjang, saat aku ingin naik ke kasur ia menahan tubuh ku.

“Papa suka nggak dengan ini sambil ia menarik rok nya, terlihat kembali posisi yatmi menungging seperti saat ia berada di dapur, terpampang jelas pantat nya yang besar dengan cd nya berwarna pink mengundang birahi ku seketika.

Aku yang sudah berada pada nafsu yang tinggi naik keatas ranjang dan kemudian memposisikan tubuh ku di depan pantat nya yang menggoda ku sejak tadi.

“Papa masukin ya ma, papa sudah nggak kuat pengen ngerasain memek mama”, ucap ku lirih dengan suara berat berisi nafsu yang mesti ku salurkan saat itu.

“Iya pa mama dari tadi ngasih kode papa sih nggak ngerti-ngerti”, rengek manja yatmi istri ku.

Ku tuntun kontol ku kearah lubang memek istri ku dengan hanya menyingkirkan cd pink nya lalu ku tekan dan dorong kepala kontol ku hingga BLEEEESSSS…. Kepala kontol ku masuk menyeruak mengisi lubang memek istri ku.

“Ooohhh pa, enak….”, desah yatmi istri ku saat penetrasi awal itu berlangsung.

Aku mulai mendorong dan terus mendorong kepala kontol ku sehingga seluruh batang nya masuk menghujam ke dalam sampai membentur rahim nya.

“Pa, penuh sampai masuk dalam rahim, mainkan pa, bikin puas mama pa”, lirih ucapan nya memelas minta dipuaskan.

“Iya ma, papa akan bikin mama lemas tak berdaya”, ucap ku menjawab keinginan nya.

Dengan penuh nafsu yang sudah di ubun-ubun kepala aku memompa kontol ku dengan cepat sambil meremas-remas buah dada nya yang tertutup baju gamis dan bh nya.

“Terus pa yang kenceng, mama mau keluaaarrrrrr”, aaaahhhhhh… Enak banget kontol mu pa”, ucap yatmi mengerang kenikmatan dengan pompaan ku yang cepat dan kuat.

Beberapa kali ku sodok-sodok memek istri ku bahkan suara benturan selangkangan ku dengan pantat nya makin membuat ku bernafsu apalagi desah dan erangan yatmi seakan menghipnotis ku untuk memberikan nya orgasme kedua nya, saat pompaan terakhir yang cukup kencang dan dalam ku hujamkan sedalam mungkin kontol ku membuat seketika saat itu yatmi meraih orgasme kedua nya.

“Papa…. Mama keluaaaarrrrr…. Aaaarrrggghhhh”, SEEERRR…. SEEERRR…. SEEERRR…..

“Istirahat bentar pa”, ujar yatmi setelah ia mendapatkan orgasme kedua nya.

Ku cabut kontol ku dan ia merebahkan tubuh nya ke ranjang tidur yang biasa ku tiduri dengan lia istri ku lain nya.

“Mau mama sepongin nggak kontol papa”, ucap istri ku setelah merebahkan tubuh nya.

Aku mengangguk lalu mendekatkan kontol ku ke bibir nya dan tanpa ragu dan jijik ia lalu menjilati terlebih dahulu bekas cairan nya yang menempel di batang kontol ku lalu ia memasukkan nya ke dalam mulut nya.

“Ooohhhh ma…. Mantap banget sepongan mama, terus ma bikin papa enak ma”, lenguh ku merasakan kenikmatan sepongan yatmi yang bikin tubuh ku merinding.

Kontol ku keluar masuk dalam bibir nya dengan perlahan, di gabungkan dengan mengelus buah zakar ku sehingga membuat aku melayang terbang meresapi kenikmatan surgawi dunia saat itu.

“Udah ma, nanti papa keluar, papa mau masukin lagi, mama sudah siap kah?”, ucap ku.

“Lakukan saja pa, semua milik mama punya papa, silahkan pa”, ucap nya sambil membuka lebar paha nya untuk memberi jalan biar aku mudah melakukan penetrasi ke memek nya.

Ku bimbing kontol ku dan ku tempatkan ke posisi yang benar dan setelah yakin lalu ku tekan dengan kuat sehingga kepala nya masuk ke dalam memek istri ku yang sudah mulai keluar cairan ovum nya.

“Dorong pa lebih dalam! mama pengen seluruh batang kontol papa masuk ke dalam tubuh mama”, perintah nya.

Ku ikuti apa keinginan nya lalu ku dorong dengan kencang sehingga seluruh batang kontol ku sudah tenggelam masuk dalam tubuh yatmi.

“Aaaarrrggghhh….”, erang kami berdua bersahutan saat kedua kelamin kami bersatu dengan seluruh batang kontol ku masuk menyambangi rahim tempat anak ku kemaren berada.

“Pa… Enak banget pa, terus pompa yang kuat”, ucap yatmi mengerang atas apa yang kulakukan.

“Begini ya ma”, ucap ku mendorong-dorong kontol ku dengan kencang ke dalam memek nya.

“Iii…Iya pa….Beee…Begitu …. Terussss…. Enakkk…Pa…”, sahut nya terbata-bata saat aku menyodok-yodok kontol ku dengan kencang dan keras.

“Ma jangan keluar dulu, papa pengen mama di atas”, ucap ku meminta yatmi istri ku untuk women on top.

Lalu ia merangkul leher ku kemudian perlahan kami berubah posisi denga. kemaluan kami masi tetap bersatu di dalam.

“Hebat kok nggak sampe lepas ya pa”, puji nya sambil tersenyum manis ke arah ku.

“Biar mama nggak usah repot-repot lagi masukin nya, yuk ma mainkan! Papa kangen goyangan pinggul mama”, ucap ku memintanya mulai.

Yatmi mulai bergoyang, ia mulai memainkan peranan nya, otot kegel nya ia praktekkan untuk membuat kontol ku keenakan, ia sesekali menaik turunkan pantat nya lalu kemudian bergoyangan kekiri kekanan sehingga rasa yang kurasakan begitu nikmat nya serasa kontol ku seperti di tumbuk lalu di pelintir dan di putar-putar.

“Oooohhhh….. Ma… Maut bener goyangan mama bikin kontol papa ngilu tapi enak ma, aaaarrrrggghhhh”. erang ku.

Sesaat kemudian…

“Papa, mama, apa yang kalian lakukan di kamar bunda, bunda kecewa sama kalian”, teriak histeris lia saat memergoki kami berdua saat itu.

Aku dan yatmi pun kaget dengan teriakan lia istri ku, dan seketika aku melihat nya dengan wajah merah, marah dan kecewa, terlihat wajah nya mulai berkaca-kaca, seketika yatmi langsung mencabut kontol ku dan membenahi pakaian nya lalu ia berusaha mendekati lia dan mencoba menghibur nya, tapi lia diam saja dan seperti memendam amarah kepada kami berdua.

“Mama kembali ke dapur saja, bikin masakan buat makan malam kita ya ma, biar papa yang ngomong baik-baik sama bunda”, ucap ku menyuruh yatmi meninggalkan kami berdua saat itu.

HIKKKSSS….. HIKKKSSSS…. HIKKKKSSS….

“Papa jahat sama bunda, bunda kesal lihat papa, tau-tau pake kamar lia buat bermesraan sama mama, kalo kalian main di kamar mama, bunda nggak protes pa”, ucapnya menangis lalu meletakkan kepala nya di bahu ku.

“Maafin papa ya bun, tadi kami nggak sadar kalo masuk kamar kamu, dan tadi papa lihat agus tidur nya nyenyak banget jadi nggak tega kalo di kamar mama, maafin kami berdua ya bun, bunda capek ya papa pijitin ya”, ucap ku merayu lia yang masih memanyunkan muka nya.

Aku mulai memijat kaki nya, dari kaki nya lalu ku mulai mengelus betis nya dan lama-kelamaan deru nafas lia naik pertanda ia mulai terangsang. Aaahhhh… pa geli…”, desah lia.

“Bisa saja papa bikin bunda jadi lumer, tapi nglihat papa main sama mama bunda jadi pengen pa”, ucap nya lirih membisiki ku dengan nafas yang berat pertanda lia mulai bangkit nafsu nya.

“Yaudah kamu mau juga ya, sini papa jilatin dulu memek bunda”, ucap ku lalu mulai merebahkan tubub nya ke ranjang lalu menarik pelan rok warna putih seragam perawat yang ia kenakan beserta cd nya sekaligus.

“Aaaahhhh…. Enak pa… Terus pa jilatin itil nya bunda…”, erang lia merasakan jilatan lidah ku pada kemaluan nya yang mulai banjir karena permainan lidah ku barusan.

“Nikmatin saja bun, kalo mau keluar, keluarin saja jangan bunda tahan ya”, ucap ku berhenti sebentar sambil menarik nafas sejenak.

Lalu kulanjutkan kembali menjilati kemaluan lia yang mulai kembung kempis berdenyut dan berkedut, menandakan ia akan memperoleh orgasme pertama nya.

“Pa…. Bunda mau sampeeeee….”, oooohhhh enak pa terus pa bikin bunda squrting pa….”, ucap nya merintih dan mendesah menyambut klimaks nya.

Aku memasukkan jari tengah ku ke dalam memek lia sambil itil nya ku kenyot dan ku mainkan sehingga membuat lia mendesah dan melenguh, tubuh bagian atas nya bergerak kiri dan kanan seperti ingin melepaskan beban yang akan ia keluarkan dari tubuh nya.

Beberapa saat kemudian….

“Aaaahhhhhh…. Papa…bunda keluaaaaaarrrrr…..”, SUUURRRR….. SUURRRR…. SUUURRRR…. SUUURRR…..

Lia menyemprotkan cairan bening nya sampai membasahi seluruh muka ku, dan membuat ku bermandikan cairan seperti kencing yang cukup deras.

“Pa….Bunda squirting barusan….Makasih pa…lemes banget badan bunda, tapi papa jadi mandi gitu, maafin bunda ya pa”, ucap nya tersenyum setelah mendapatkan squirting.

Aku sadar bahwa ia memang butuh istirahat beberapa saat, lalu aku hendak keluar kamar, tetapi tiba-tiba di tahan oleh bunda,”kok papa keluar kamar, bunda pengen papa juga keluar seperti bunda, bentar pa, bunda cuma ngembaliin tenaga lemes banget”, ucap nya sambil menahan tangan ku.

“Sebentar sayang, papa mau ambil handuk dan bawain minum buat kamu, istirahat saja dulu”, sahut ku melepaskan tangan nya dengan lembut.

“Ok pa, bunda tunggu di sini”. Ucap nya singkat.

10 menit kemudian aku masuk dengan yatmi, “bunda, mama minta maaf sama kamu, mama janji nggak akan masuk kamar bunda kecuali seijin bunda”, ucap yatmi memohon maaf pada lia.

“Eh mama, papa, maafin bunda juga ma, tidak semestinya bunda marah segitu nya sama mama, bunda kaget, sekaligus cemburu tapi setelah bunda pikir-pikir kenapa sampai mesti bunda marah sama mama, padahal mama berhak juga sama papa, maafin bunda ya ma”, ucap lia lalu memeluk yatmi mereka berdua lalu tersenyum dan yatmi membisiki sesuatu di telinga lia entah apa yang ia bisiki membuat wajah lia bersemu merah.

“Pa, mama lanjutin kerjaan mama, kalian lanjutin saja, tuh kasihan dedek nya perlu dituntasin, sama bunda saja ya pa”, ucap yatmi mencium sebentar bibir ku lalu meninggalkan kami berdua dikamar.

“Pa lanjut yuk! mama pengen papa puas, kasihan dari tadi papa belum keluarkan, siram rahim mama dengan benih papa”, ucap lia sambil melucuti pakaian nya hingga sekarang ia bugil tanpa sehelai benang.

Aku lalu naik ke tempat tidur dan merubah posisi ku diatas dengan posisi 69, ku jilati memek lia dengan penuh semangat supaya ia lekas basah sehingga memudahkan proses penetrasi ku, ia juga melakukan apa yang kulakukan mulai memasukkan kontol ku ke mulut mungil nya.

Setelah beberapa menit kami melakukan foreplay, kini aku memposisikan diri ku di atas tubuh nya dengan kemaluan kami yang sudah sama-sama siap untuk melakukan penetrasi.

“Siap bun?”, ucap ku memberi aba-aba pada lia.

“Lakukan pa, semua milik papa”, ucap lia memberi jalan dengan makin membuka paha nya lebih lebar.

Ku genggam kontol ku lalu kuarahkan ke bibir memek lia yang sudah merekah menunggu aksi ku selanjutnya, lalu ku dorong kontol ku dengan hentakan yang kuat sehingga membuat lia mengerang saat 1/2 batang kontol ku sudah terbenam dalam kemaluan nya.

“Pa, masukin hingga mentok pa, bunda sudah kangen banget sama kontol papa, dorong lagi pa”, pinta nya tanpa malu pada ku suami nya.

“Mau mama papa masukin seperti ini kah”, ucap ku sambil menghujam kan kembali kontol ku sedalam mungkin di dalam tubuh nya.

“Iya pa, duh….mentok pa, panjang banget punya papa, dan besar sampe penuh sesak memek mama pa, bentar pa mama geser dikit badan mama biar lebih enjoy papa nyodokin memek mama”.

Lia menggeserkan tubuh nya agak ke tengah sementara kedua kelamin kami sudah bersatu, menyatu dalam kenikmatan hubungan suami istri.

“Pa, pompa dong, kok malah diem, ih papa godain bunda mulu dari tadi, awas ya nanti bunda bales”, rengek manja lia keluar saa-saat seperti itu yang selalu ku kangenin dari nya.

“Ok bunda, papa senang lihatin muka cemberut bunda bikin nafsu dan gemesin”, goda ku.

Aku memompa kontol ku dengan konstan dan tempo sedang supaya lia bisa ikut menikmati rasa yang sedang ku berikan pada nya, ia malah ikut mengimbangi di bawah dengan memutar dan menggerakkan pinggul nya membuat kedua kelamin kami jadi saling bergesek dan rasa yang dihasilkan nya semakin nikmat di rasakan.

“Oooohhhh bunda mantap goyangan kamu bun, makin pintar saja bunda, papa makin sayang deh sama bunda”, desah dan lenguhan ku merasakan sensasi nikmat geolan pinggul nya barusan.

“Kontol papa juga bikin bunda ketagihan pa, terus pa, bunda mau keluaaaarrrr”, ucap lia menanggapi ocehan ku.

“Barengan saja bunda, papa juga mau sampe…. Kamu lagi subur nggak bun, papa nggak mau sampe kamu hamil sebelum kamu lulus sekolah bun”, oceh ku menyahuti ucapan nya yang akan keluar.

“Nggak pa, bunda aman kok, nanti habis ini bunda minum pil kb kalo pun hamil kan ini anak kita, buat apa nikah kalo takut punya anak”.

Kami berdua berpacu untuk memperoleh orgasme, semua kemampuan ku kerahkan untuk menuntaskan syahwat di tubuh ku, dengan sodokan-sodokan yang ku variasikan dengan pola 2:1 membuat tubub kami berdua semakin bergetar, nafas kami berdua saling memburu mengejar suatu titik kepuasan dalam percintaan suami istri, hingga hujaman terakhir ku lesakkan kontol ku sedalam mungkin ke dalam rahim nya sebelum aku akhirnya meledakkan isi dari buah zakar ku.

“Papa, bunda keluaaaaaarrrrrr…..Aaaaaaakkkkhhhhh… Papa bunda sayang papa, i love you”, ucap nya meneriakkan perasaan sayang nya pada ku saat ia mendapatkan orgasme nya. SEEEERRR…. SEEEERRR…. SEEERRR…. SEEERRR… SEEERRRR…

“Papa juga keluar bunda….. Nikmat nya jepitan memek mu bun… Papa keluaaaaarrrr….Oooooohhhh…. Bunda lia istri ku … Terima benih papa sayang…. CROOOTTTT…. CROOOTTTT…. CROOOTTT…. CROOOTTT…. CROOTTT…. CROOOTTT… CROOOTTT….

Akhirnya kami berdua keluar hampir berbarengan di dalam rahim lia sekarang bertemu sperma ku dengan sel ovum milik nya, “semoga saja ini tidak membuat mu hamil bunda lia istri ku, supaya papa nanti bisa melihat mu tersenyum di hari kelulusan mu”, doa ku dalam hati.

Kami berdua terkulai lemas dengan kelamin kami masih bersatu, dan tanpa kami sadari kami pun tertidur dalam keadaan bugil.

Kriiieekkkk…..

“Papa, bunda bangun, masakan sudah siap, yuk kita makan dulu”, ucap yatmi membangunkan kami berdua dalam keadaan tubuh kami masih bersatu.

“Eh mama, kok ada di sini ma”, ucap ku kaget saat menyadari yatmi membangunkan ku dalam posisi bersenggama.

“Mama jangan cemburu ya, papa jadi nggak enak dengan hal ini”, ucap ku sungkan sama nya karena melihat kami masih bugil dan kedua kelamin kmi masih menyatu. di dalam kemaluan lia istri ku.

“Kenapa mesti minta maaf pa, papa bebas kok mau sama mama atau bunda lia, asalkan papa bisa membagi kasih sayang yang sama, tadi mama juga sudah puas pa walaupun nggak bisa bikin papa keluar, yuk pa ajak bunda makan, mama tunggu di meja makan sekalian kita obrolin masalah kita biar nggak kejadian lagi seperti ini”, ucap yatmi pengertian.

Kami bertiga sudah berada di meja makan, sebelum nya aku dan lia sempat mandi bareng untuk membersihkan tubub kami berdua sekaligus mandi besar dan melaksanakan sholat berjamaah.

“Pa, mama punya usul nanti kita bahas saja sekarang?”, ucap yatmi memulai obrolan ringan kami sambil makan malam.

“Katakan saja ma, papa dan bunda akan dengerin kok”, ucap ku dan dibarengin anggukan lia.

“Gini pa, biar kejadian tadi siang nggak terulang kembali, papa sebaiknya bikin jadwal buat kami anggap saja papa sedang punya 2 istri, dimana 2 istri papa berada di rumah berbeda, nah papa biki. jadwal saja misalkan 3 hari di rumah A, 3 hari di rumah B dan hari minggu nya khusus buat keluarga dan anak-anak, apa papa setuju, dan gimana pendapat bunda?”, ucap yatmi menjelaskan maksud omongan nya.

“Boleh itu ma, tapi papa kesini nya juga cuma jum’at sore sampai minggu sore, selama hari senin-juma’at papa kerja, apa sabtu sampai minggu saja papa bergilir tidur di kamar mama dan tidur di kamar bunda maksud nya seperti itu ma”, jawab ku menjawab omongan yatmi.

“Iya seperti itu pa, jadi papa pulang jum’at sore, malam nya misal minggu ini dengan mama, malam besok nya dengan bunda, dan minggu depan gantian malam pertama papa pulang tidur dengan bunda dan malam besoknya dengan mama”, ucap yatmi.

“Ok setuju ma, bunda setuju usulan mama pa”, sahut lia.

“Ok kalo gitu, duh ribet ya ternyata punya istri dua, tapi gimana lagi sudah takdirnya papa memperistri kalian berdua dan papa mesti adil sesuai kemampuan papa, mama dan bunda, papa mohon keiklasan nya jika papa belum bisa adil sepenuh nya pada kalian berdua”, ucap ku mengomentari keinginan yatmi yang disetujui lia.

“Dah lanjutin makan malam nya, terserah malam ini papa mau tidur dikamar mama duluan atau bunda duluan, tapi besok jika papa pilih kamar mama malam ini, papa mesti tidur di kamar bunda lia untuk malam esok, mama yakin bunda maklum ya nggak bun”, ucap yatmi.

“Iya ma, bunda ngerti kok, terserah papa deh, kami ngikut saja mau nya papa”, ucap lia menyahuti omongan yatmi.

“Ok kalo gitu malam ini papa tidur sama mama, bunda nanti malam besok ya”, jawab ku memilih merek berdua.

“Siap papa”, jawab mereka berdua kompak sambil tersenyum.

Sejak hari itu soal urusan seks kami bertiga sudah tidak ada masalah lagi, semua sudah mengerti hak dan kewajiban nya, dan kadang kala ada hal-hal kecil yang membuat suasana rumah tangga kami semakin bahagia karena kedua istri ku sangat menyayangi agus anak kami, kenapa soalnya lia menganggap agus seperti anak nya sendiri, kadang sampe rebutan dengan yatmi ibu nya dalam mengurus putra kami tersebut.

Jika aku malam ini tidur dengan yatmi, maka agus dengan serta merta akan tidur dengan lia tanpa ada perasaan terbebani, begitu pun sebaliknya.

6 bulan kemudian…..

“Papa…. Bunda lulus pa”, ucap nya senang dan bahagia saat ia mendapatkan surat pengumuman kelulusan nya.

Saat itu aku sedang berada di rumah sejak mereka tinggal di muara enim, aku yang mesti bolak balik pendopo-muara enim jika hari jum’at-minggu aku mesti berada di muara enim melepaskan kangen pada istri-istri ku dan agus anak semata wayang ku, senin-jum’at aku mesti bekerja di pendopo dan menginap di rumah dinas.

Kehidupan poligami mesti kami jalani bertiga sebagia komitmen dari kami dan semakin hari yatmi, lia dan aku makin dewasa dan bisa menempatkan diri kami bertiga sesuai fungsi kami masing-masing.

Untuk tugas masak selama lia sekolah memang banyak yatmi yang memasak, tetapi lia juga pintar dalam mengurus rumah tangga, ia mencuci pakaian kami sekeluarga tanpa diminta, kadang ia belajar memasak dengan yatmi. Bahkan semakin hari mereka berdua seperti kakak dan adik saling menyayangi satu sama lain bahkan jika ada salah satu yang sakit, ia yang lebih khawatir dan peduli, aku bersyukur diberikan kedua wanita istimewa yang saling mendukung demi kebahagiaan rumah tangga kami.

Suatu malam setelah kami berdua selesai melaksanan kewajiban sebagai suami istri, dikamar istri ku yatmi.

“Pa, mama ingin papa hamilin lia, dia pernah curhat ke mama, ingin merasakan menjadi wanita sempurna melahirkan anak untuk mu dari rahim nya sendiri pa”, ucap yatmi saat kami berdua tidur di kamar nya dan malam itu kebetulan jatah yatmi sesuai jadwal yang mereka berdua susun.

“Iya ma, papa juga ingin memiliki anak dari rahim lia, biar ia bisa merasakan kebahagian seperti yang mama rasakan saat ini”, sahut ku menjawab omongan nya barusan.

“Nah, apalagi yang papa takutin, bunda lia sudah lulus sekolah nya, dia sudah pintar kok pa merawat bayi, kelihatan betapa sayang dan bahagia nya bunda lia mengurusi agus anak kita, mama rasa bunda lia mau ngomong sama papa tapi ia malu, mama akan bantu deh beri ramuan untuk menyuburkan kandungan bunda lia, mama senang dan bahagia jika melihat bunda lia bahagia pa”, ucap yatmi lalu menenggelamkan kepala nya ke dada ku.

“Mama, belum kepengen hamil lagi?”, ucap ku menggoda yatmi istri ku.

“Ih papa, udah tua gini di suruh hamil lagi, emang nya papa kuat nanti nya ngurusin 3 orang anak, jika mama hamil, lia hamil belum lagi urusin agus pa, maka nya mama kb dulu, jika papa siap mama akan lepas kok kb nya”, ucap yatmi sambil menowel dagu ku meminta di cium.

“Cuuuupppp…. Aaaahhhhh”, desah kami berdua saat kami menyudahi ciuaman singkat.

Momen seperti ini yang membuat ku nyaman bersama istri-istri ku, setelah melakukan hubungan suami istri, kami selalu bercanda, cerita-cerita baik masalah rumah tangga kami, kenakalan anak kami, rencana masa depan, maupun hal-hal lain yang menambah keharmonisan rumah tangga kami.

“Papa, mama bersyukur menjadi istri papa, tetap lah menjadi rustam yang mama kenal sejak kecil pa, jujur mama kadang malu dinikahi papa dari segi usia mama lebih tua 9 tahun dari papa, saat ini saja mama sudah 30 tahun, mungkin 20 tahun lagi mama sudah tidak secantik dan menarik lagi pa, tapi tolong papa jangan berubah untuk mencurahkan kasih sayang papa pada mama dan bunda, i love you my husband, you are my hero, love me forever”, ucap yatmi dan seketika mata ny berkaca-kaca karena terbawa suasana bahagia nya.

“Kok mama nangis”, ucap ku sambil menyeka air mata yatmi istri ku.

“Nggak tau pa, saking bahagia nya mama, bukan menangis karena sedih”, jawab yatmi.

“Ma, ada satu yang mengganjal di hati papa, mengenai rencana kuliah papa, insya allah papa terpilih untuk kuliah di yogyakarta sesuai omongan pak raymond dharmadji waktu itu”, ucap ku menjelaskan rencana perusahaan menyekolahkan ku ke yogyakarta.

“Bagus itu pa, artinya karir papa akan sukses di perusahaan stanvac, jadi apalagi masalah nya”, sahut yatmi menanggapi omongan ku.

“Kita bakalan tinggal di yogyakarta ma, apa kalian betah tinggal di sana 4-5 tahun di sana”, jawab ku menjelaskan ganjalan di hati ku.

“Oh masalah itu, nggak usah papa pikirin, kemana suami istri wajib mengikuti asalkan itu dijalan kebenaran dan kebaikan serts tidak berada di jalan sesat dari kacamata agama, mama dan bunda pasti ikut pa”, jawab yatmi tegas dan yakin.

“Iya ya ma, kenapa papa ragu sendiri dengan para istri papa, makasih ma, nanti papa bicarain ini juga dengan bunda lia, biar papa yakin dalam membuat keputusan”, ucap ku senang dengan jawaban yatmi istri ku.

“Udah yuk kita istirahat ma! Papa capek banget tadi berapa ronde memuaskan mama”, ucap ku sambil mencium bibir nya.

Yatmi membalas ciuman ku sesaat kami berciuman untuk sekedar meluapkan rasa sayang kami berdua.

“Senang banget dan puas pa mama bisa keluar sampai 5x tadi ini saja lemes banget tapi puas hehehe makasih papa sayang”, sahut yatmi dan melingkarkan tangan ku untuk memeluk tubuh nya .

Kami berdua tertidur dalam keadaan bugil hanya selimut yang menutupi tubuhku dan yatmi, membuat rasa nyaman tersendiri jika berbugil ria tidur dengan istri dalam satu selimut.

Malam hari nya dikamar lia….

“Papa, bunda puas banget pa. sampe 7x bunda keluar, ih gemes banget bunda sama kontol papa ini bikin bunda klepek-klepek, papa puas nggak sama bunda?”, ucap lia setelah kami selesai melakukan persetubuhan suami istri sesaat lalu.

“Puas bunda, papa bisa keluar sampai 2x loh, hebat nih istri papa”, ucap ku memuji lia istri ku.

“Papa, belum kasih hadiah buat bunda, ingat janji papa kalo bunda bisa lulus sekolah papa akan turuti permintaan bunda”, ucap lia menagih janji pada ku.

“Apa yang ingin kamu inginkan bunda? Istri papa yang cantik dan imut!”, ucap ku menanyakan apa keinginan nya.

“Pengen liburan sekaligus bulan madu pa, sejak menikah dengan papa, bunda dan mama, belum papa ajak bulan madu, bunda pengen habiskan beberapa hari melihat pantai, pengen denger deburan ombak, pengen merasakan semilir ngin laut yang menyejukkan perasaan, pengen lihatin sunset pengen kita lebih banyak waktu berdua, semua itu cuma saat liburan, dan bunda berharap sehabis liburan bunda HAMIL dari benih papa, bunda ingin melahirkan anak kita seperti papa mempunyai agus sebagai ikatan kasih sayang papa dengan mama”, ucap nya menjelaskan keinginan nya pada ku.

“Bunda pengen liburan nya kemana sayang? Kalo pantai dekat sini, cuma bengkulu, lampung dan bangka belitung, cuma kalo ingin lebih indah pantai nya mending ke bangka belitung, papa ajuin cuti dulu kalo gitu bun, doain biar disetujui cuti papa biar kita sekeluarga bisa liburan”, ucap mengiyakan permintaan nya.

“asyik seriusan pa, duh makin cinta dan sayang deh bunda sama papa, makasih ya pa”, ucap lia kegirangan.

“Demi melihat mu senyum bunda, akan papa usahakan terbaik untuk mu dan keluarga kita”, gumamku ikutan bahagia melihat senyum bahagia terpancar dari wajah nya.

“Nah masalah biaya bunda bikin perkiraan nya, terus ambil dari tabungan kita bun, sisakan 40% untuk keperluan mendadak nanti nya”, sahut ku menjawab rasa bahagia nya.

“Siap pa, laksanakan”, ucap nya berlagak seperti komandan upacara.

“Hahahaha….”, tawa ku lepas seketika.

“Udah yuk kita bobok, besok papa mesti ke bengkelmau betulin mobil kita, sekalian kita cari informasi biaya nya kesana nya”, ucap ku.

“Thanks papa ganteng, peluk bunda jangan lepasin sampe pagi”, rengek manja lia istri ku.

Kami berdua tertidur pulas dalam satu selimut dalam keadaan berpelukan tanpa sehelai pakaian yang menempel, kemesraan sebagai suami istri membuat hidup kami rukun semoga kebahagiaan ini akan abadi selamanya.

 

===

Pov Yatmi

Setelah rencana liburan yang diminta bunda lia di setujui oleh suami kami, dan setelah ia mendapatkan cuti kami berempat ditambah ayah dan ibu lia ikut berangkat ke palembang dengan tujuan ke kabupaten bangka belitung yang saat itu baru berdiri sebagai provinsi sebagai pemekaran wilayah.

Provinsi bangka belitung sebelumnya masuk wilayah provinsi sumatera selatan kini berubah menjadi provinsi bangka belitung (BABEL) dengan ibu kota provinsi kotamadya pangkal pinang.

Perjalanan kami dari muara enim ke kotamadya Palembang, lalu di teruskan dengan naik kapal ferry. Perjalanan laut menggunakan kapal feery +/- 12 jam di dermaga ferry tangga buntung palembang, perjalanan menggunakan ferry beda jika kita menggunakan kapal cepat hanya membutuhkan waktu selama 4 jam perjalanan dari boom baru ke dermaga ferry di sungai liat babel.

Untuk menghemat karena perjalanan kami menggunakan mobil pribadi kami menggunakan kapal ferry dengan perjalanan mencapai 12 jam perjalanan dan mobil yang kami bawa ikut bersama rombongan di kapal ferry tersebut.

27 desember 2000, siang hari kami telah merapat di sungai liat kabupaten bangka belitung. dari sungai liat kami meneruskan perjalanan ke kota pangkal pinang untuk menginap semalam di hotel tersebut.

Keesokan hari nya…..
28 desember 2000, di pantai parai tenggiri

Aku berjalan di pesisir pantai berpasir putih, pantai pari tenggiri.

“Bunda makasih ya ngajakin mama dan agus liburan, mama janji bakalan bantu bunda hamil, sini mama bisikin biar nanti malam bunda dan papa bisa berdua selama di bangka belitung”, ucap ku senang dan gembira melihat pantai eksotis nan indah ini.

“Wah boleh juga tuh ma, semoga saja berhasil ma, jadi bunda pengen cepat-cepat balik ke hotel nih”, jawab bunda lia antusias dengan ide ku.

“Nanti urusan bujuk membujuk papa serahin ke mama ya bun, bunda siap-siap saja di kamar”, bisik ku pada bunda lia.

“Ok ma, makasih banget deh, doain ya sukses program anak kami, bunda sayang sama mama pake banget”, ucap nya lalu memeluk ku bagai adik pada kakak nya.

“Mama dan bunda dari mana?, papa cariin nggak ketemu padahal tadi mau ngajakin foto-foto”, ucap suami ku menanyakan kami berdua.

“Sudah dong pa nih hasil foto kami berdua tadi minta tolong fotoin sama orang-orang yang lewat”, ucap bunda lia menjawab.

“Kalo sudah puas lihat-lihat pantai yuk kita temuin ayah dan ibu pasti kecapean beliau jagain agus yang sedang bandel-bandelnya”, ajak nya padaku dan bunda lia.

“Ayo pa”, sahut ku lalu mengandeng lengan tangan suami ku.

“Ih curang mama, bunda mau dong gandengan sama papa”, rengek bunda lia manja.

“Hehehehehe… Ayo buruan bunda!”, ucap ku tertawa kecil melihat nya cemberut tadi pantes saja suamiku sayang pada nya jika melihat bunda lia merengek seperti tadi bikin gemes untuk mencium bibir nya.

Akhirnya kami berdua berjalan mengandeng suami ku, aku di kiri, lia di kanan, entah berapa pasang mata melihat kami bertiga, ada yang memberi jempol ke suami ku, ada yang geleng-geleng kepala dan bahkan ada yang bersiul menggoda kami bertiga, kami bertiga menanggapi nya hanya dengan tersenyum dan tertawa kecil.

Sesampainya kami di tempat ayah dan ibu lia, dimana agus sedang bermain bersama kakek nya bernama dodit wahyudi, dari kejauhan kami melihat keakraban antara cucu dan kakek nya.

Aku mendekatkan bibir ku ke telinga bunda lia sesaat suami ku telah lebih dulu jalan meninggalkan kami mengikuti permainan agus dan ayah dodit.

“Tuh lihat bunda, betapa bahagia nya ayah dan ibu mu melihat agus, apalagi jika itu cucu kandung nya sendiri bakalan makin sayang ia pada anak mu kelak”.

“Bener ma, semoga allah mengabulkan keinginan bunda ya ma, makasih atas bantuan mama, ikut bantu doa ya ma biar bunda lekas hami, biar ada teman agus nya”, ucap bunda lia balik membisiki ku.

 

===

Pov rustam

Malam tiba, kami semua sudah kembali ke hotel tempat kami pertama datang, dan rencana nya besok aku da lia akan ke pulau lampu ia minta ijin pada yatmi untuk berduaan saja dengan ku, aku tau sebenarnya ia ingin lebih mesra dan berdua saja supaya kami bisa leluasa bercinta karena jujur aku pun pengen bunda lia hamil.

“Pa….”, Sapa lia memanggil ku.

“Ada…. Aa…Apa?”, ucap ku terbata-bata dan melotot melihat lia memakai pakaian yang sangat seksi dan sangat menggoda.

“Ih papa segitu nya menatap bunda, suka nggak bunda pake baju begini, special for you my husband, this is honeymoon, gauli istri mu pa, saat ini bunda sedang masa subur, bunda ingin mengandung anak mu pa”, ucap nya menggoda dan mulai mendekati ku perlahan dengan berlenggak-lenggok bak penari stripstease.

“Bikin papa horny bun, surprise banget ini”, ucap ku bergumam dalam hati.

“Kok malah melamun ya udah kalo papa bengong mending bunda tidur sama mama saja aakkhh”, ucap nya dan berbalik ingin melangkah keluar kamar kami.

Aku menangkap tangan nya lalu segera ku tarik ke arah tubub ku hingga sekarang ia berada dalam dekapan ku,”siapa yang bakalan nolak bun, kamu sangat cantik dan seksi, yuk kita bikin adik nya agus”, oceh ku di telinga lia istri ku.

Malam itu kami melakukan dengan penuh kehangatan, keintiman sebagia suami istri yang mengharapkan kehadiran buah hati kami di kandungan nya, entah berapa banyak erangan, rintihan, desahan serta lenguhan keluar dari bibir kami berdua, percumbuan panas yang sangat panas dan melelahkan menghasilkan kepuasan batiniah bagi ku dan lia istri ku, peluh di tubuh kami seakan terlupakan dengan dahsyat nya semburan orgasme ku yang menghujam rahim nya, berpuluh-puluh liter ditampung nya karena beberapa hari ini, aku tidak diperbolehkan mama maupun bunda untuk menggauli mereka, dan ternyat ini yang mereka rencanakan.

“Papa, nikmat banget pa, rasanya bunda seperti baru menjalani malam pertama dengan papa, nanti 3 hari nanti selama di pulau lampu papa gauli bunda tanpa henti ya pa, bunda yakin insya allah pulang dari liburan mama bakalan hamil, i love you, bunda sayang papa”, ucap nya dengan penuh sayang sambil menyenderkan tubuh bugil nya di bahu ku setelah tadi kami bertempur dengan penuh nafsu dan gairah yang tinggi saling memberi dan menerima kepuasan masing-masing.

“Banyak banget pa, mana kental ngga seperti biasa nya, pa tolong ganjal pantat bunda dengan bantal biar benih papa lama di dalam rahim mama”, pinta nya lembut dan sopan.

Keesokan hari nya…..

“Nak rustam, jagain istri mu selama di pulau lampu, kamu nggak perlu khawatirin yang ada di sini, nikmatilah bulan madu kalian berdua, ayah berharap semoga pulang dari liburan ini kalian berdua mendapatkan hasil berupa kehamilan lia, ayah hanya bantu doa semoga kalian baik-baik saja disana”, ucap ayah dodit saat aku dan lia akan berangkat ke pulau lampu.

“Pa, siram yang banyak rahim bunda, mama sudah kasih jamu penyubur kandungan pada bunda semoga berhasil ya pa”, bisik yatmi pada ku.

“Anak papa jangan nakal ya, patuh sama kakek dan nenek serta mama mu ya nak, papa pergi sama bunda bentar”, ucap ku pada agus anak ku.

“Iya… paa…paa… peyuk agus paaa”, ucap agus anak ku dengan logat cadel nya meminta ku memeluk nya.

“Sini nak”, ucap ku singkat.

Dia menghambur mendekati dan langsung memeluk ku dengan erat, sambil tangan jahil nya memegangi pipi ku dengan gemas nya.

“Dadah semua”, ucap ku dan lia bersamaan dan perahu yang kami tumpangi mulai berjalan ke tengah, terus bergerak dan makin lama semakin menjauhi mereka berempat.

29 desember 2000….. di pulau lampu….

“Papa, indah banget ya pa pantai nya di pulau lampu”, ucap lia istri ku kegirangan.

“Iya bunda, ini pantai yang sangat indah, tuh disana ada mercusuar setinggi 50 meter kita bisa lihatin pemandangan pulau ini dari atas sana, yuk kesana saja kita bun biar bunda tidak penasaran sama pulau ini”, ucap ku sambil menunjuk mercusuar yang tinggi menjulang di pulau lampu ini.

Selama tinggal beberapa hari di pulau lampu, kami berdua menginap di rumah warga yang rela menyewakan rumah nya untuk kami tinggalin sementara, sementara keramahan warga pulau lampu sangat terasa terutama para wisatawan lokal maupun manca negara, mereka sangat ramah, sopan dan baik, tetapi jangan sampai membuat mereka marah, kecewa, bisa-bisa celaka kita, karena yang ku tau bangka masih banyak yang menggunakan sihir dan berbagai ilmu hitam bahkan ada cerita bahwa jika kita mendekati gadis bangka akan selama nya tinggal di sana, akan sulit untuk keluar dari sana jika sudah meminum air dari sana, percaya tidak percaya sih, tapi kalo mengenai racun, aku lebih bersikap hati-hati karena sudah banyak kejadian seperti cerita teman-teman sewaktu STM dulu, dari teman-teman sejawat ku di stanvac kalo racun bangka sangat mematikan dan hati-hati untuk menjaga sikap, ucapan dan perbuatan jangan sampai membuat mereka warga sana murka, itu sebagian pesan teman-teman ku saat itu.

“Bunda, kamu jangan sembarangan ngomong, atau berbuat yang aneh-aneh di sini, inget pesan ayah dan jangan jauh dari papa, kita mesti jaga sikap, ucapan dan perbuatan jangan sampai membuat warga murka, bunda mengerti”, ucap ku mengingatkan lia untuk banyak diam dan bersikap wajar, ramah dan sopan.

“Kalo mau mesra-mesraan cukup di dalam rumah saja, toh mereka tau kalo kita ini suami istri”, ucap ku.

“Iya pa, mama ikutin semua kata papa”, jawab nya yakin.

Selama 3 hari kami hanya sesekali keluar rumah setelah pemilik rumah menawarkan makan pagi, siang atau pun malam, dan dengan itikad baik semua pemberian pemilik rumah kami makan sambil memohon perlindunga. pada sang Maha Kuasa, Allah, Swt.

Akhirnya sesuai dengan janji kami pada ayah, ibu, yatmi dan agus tanggal 31 desember 2000 kami balik lagi ke pangkal pinang dengan menumpang kapal nelayan dan memberi mereka beberapa rupiah sebagai jasa mengantarkan kami pulang.

31 desember 2000…. Malam tahun baru di kotamadya pangkal pinang…..

“Coba lihat itu nak, bagus banget ya kembang api nya”, tunjuk ku pada agus anak ku, saat kami semua melihat pesta kembang api dari teras hotel lantai 2 hotel xxx pangkal pinang”, ucap ku pada agus anak ku.

“Bagus… bagus…. ya pa, kembang api nya”, oceh agus menjawab omongan ku.

“Iya nak, tuh lihat ada warna merah menyala, keren itu nak”, ucap ku sedikit kaget saat bunyi letusan yang mengeluarkan cahaya berwarna merah di udara”.

Sekitar hampir 15 menitan pesta pergantian tahun akhirny selesai, kembang api sudah tidak ada lagi yang menyala, hanya sesekali yang masih berterbangan menyala di angkasa tetspi itu bukan seremonial nya.

Keesokan hari nya setelah menghabiskan beberapa hari liburan sekalian liburan akhir tahun kami memutuskan untuk pulang hari ini dan kebetulan ara satu kapal ferry yang melayani rute palembang-bangka masih tetap beroperasional walaupun itu tanggal merah dan kami segera menuju dermaga untuk membeli tiket ean lain sebagai nya sampai akhir tujuan kami nantinya di kota palembang.

Dermaga penyebrangan kapal ferry, palembang-bangka belitung… tangga buntung kelurahan 32 ilir palembang……

Kami sampai dengan selamat di kota palembang, dan kini kami semua sudah berada di mobil kijang super tahun 94 yang ku kendarai, mulai membelah kota palembang di waktu malam hari.

“Nak rustam kalo ngantuk biar gantian ayah yang nyetir”, ucap ayah mengingatkan pada ku.

“Iya ya, nggak apa-apa kalo ayah yang nyetir mobil?”, ucap ku.

“Insya allah nak, tadi ayah lama tidur di kapal nya, kamu istirahat saja dulu, nanti biar ayah yang bawa mobil palembang-pendopo, ayah sudah sering dan hafal kok jalan nya”, jawab beliau.

Aku terlelap karena sudah begitu berat kepala ku, selama di kapal aku nggak bisa tidur karena agus selalu banyak tanya ini, tanya itu, dan alhamdulillah agus tumbub menjadi anak yang cerdas dan hyperaktif , nggak bisa diam kalo belum ia merasa puas.

Entah jam berapa dan sudah sampai dimana, aku merasa saat ini tertidur sangat pulas,”pa, papa sayang bangun pa, kita surah sampe di rumah ayah, lanjutin tidur di kamar saja pa”, ucap lia yang ternyata membangunkan ku.

“Udah sampai ya bun, duh capek banget papa bun, sampe nggak inget sama sekali”, ucap ku sambil mengucek-ucek mata menajamkan kembali indera penglihatan ku.

“Papa tidur di kamar mama saja ya, kasihan mama beberapa hari ini kangen sama papa, pa gimana pelayanan bunda bikin nagih papa nggak”, goda nya.

Aku mengangguk lemah, jika kondisi fisik ku normal sudah ku serang istri ku, “kasihan banget kamu pa, benih papa di peras beberapa hari, tapi demi buah hati kita pa, bunda akan lakuin apa saja asalkan bunda bis hamil dari benih papa”.

1 bulan kemudian….

Hoek…..

Hoek…..

Hoek…..

Aku mendengar lia istri ku muntah-muntah di kamar mandi subuh ini, semalam aku tidur di kamar nya, setelah semalam sebelumnya tidur bersama yatmi.

“Pa, seperti nya bunda hamil”, ucap yatmi kegirangan mengetahui lia muntah-muntah subuh ini.

“Coba mama, check kondisi bunda lia ma, papa khawatir kenapa-kenapa sama dia, bisa jadi ia masuk angin ma”, ucap ku khawatir keadaan lia saat ini.

“Bentar ya pa”, ucap yatmi sambil mengetuk pintu yang ternyata tidak di kunci oleh lia dari dalam.

Entah apa yang mereka berdua lakukan di dalam 5 menit, 10 menit hingga 15 menit kemudian barulah mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan muka ceria dan bahagia.

“Papa, akan jadi ayah lagi, bunda hamil pa, ini bukti nya”, ucap lia sambil menyerahkan testpack alat test kehamilan pada ku.

“Yang benar bun, oiya ya, alhamdulillah bun akhirnya kita akan punya anak, agus bakalan punya adik”, ucap ku kegirangan lalu memeluk erat lia.

“Memang top kamu pa, subur banget benih mu pa, asal ketemu yang subur jadi janin, hehehe”, ucap yatmi memuji ku walaupun sekedar bercanda.

Kami bertiga mengucapkan syukur atas kehamilan lia istri ku, dan berharap kelak anak kami sehat begitupun dengan bunda nya, “bunda jaga kesehatan bunda beserta anak kita, papa akan makin giat demi kalian semua yang papa sayangin.

Kehamilan lia ternyata membawa berkah tersendiri, ayah nya naim pangkat menjadi letnan satu dan sekarang menjadi kapolsek pendopo mengantikan kapolsek yang lama yang akan menjabat di polres muara enim sebagai kanit reskrim.

Beliau selalu memberikan nasehat buat lia untuk menjaga baik-baik kandungan nya, bahkan meminta lia selama kehamilan nya tinggal di rumah ayah dan ibu nya.

Mengenai karir ku di perusahaan stanvac, aku terpilih mendapatkan beasiswa untuk tahun ini kuliah di yogyakarta, dan semua biaya ditanggung pihak perusahaaa sampai aku selesai study minimal 5 tahun, dan semua gaji dan fasilitas tetap di bayarkan sesuai jabatan ku terakhir.

Perkuliahan akan dimulai 3 bulan lagi dari sekarang artinya aku mesti siap-siap membawa seluruh anggota keluarga ku pindah ke yogyakarta mengikuti ku yang menjalani perkuliahan demi karier dan cinta ku dengan keluarga.

“Jadi gimana rencana kamu nak”, ucap ayah mertua ku saat aku mampir di rumah nya memberitahukan rencana keberangkatan ku ke yogyakarta mengikuti beasiswa dari perusahaan.

“3 bulan lagi, rustam sudah kuliah disana yah, artinya minimal 2 bulan ini rustam sudah mengurusi seluruh administrasi baik untuk perkuliahan dan perusahaan.

“Oh gitu ya nak, ayah ngerti kok, ayah cuma berpesan berjuang lah demi keluarga kamu nak, papa bangga dengan mu nak, bertanggung jawab penuh dengan keluarga mu, me jadi suami yang baik dan adil, belum tentu ayah bisa melakukan seperti yang kamu lakukan”, ucap ny panjang lebar.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo