loading...

“Mas kamu kamar ini saja ya, aku di kamar sebelah kamar mu”, ucap lia sambil menyunggingkan senyum.

“Ok dik mas terserah kamu”, jawab ku singkat.

“Apa mas mau nanti malam lia temenin, tapi jangan sampe bukde dan om tau ya mas”, bisik nya di telinga ku.

“Dik, kita sudah terlalu jauh, mas nggak mau nanti malah kamu menyesal dan kecewa pada mas, begitu banyak kamu telah membantu mas malah mengorbankan sesuatu yang berharga di diri kamu”. Ucap ku ragu dengan perasaan hati ku.

“Mas nggak usah pikirkan semua yang sudah terjadi itu keinginan lia sendiri, lia pun tidak akan memaksa mas untuk mencintai lia, lia hanya ingin membuat mas bahagia selama di pendopo dan biar mas tau bahwa lia sungguh menyayangi dan mencintai mas rustam”. ucap nya menjawab semua keraguan ku barusan.

“Apa kamu masih mau mencintai mas, jika kamu tau betapa busuk nya aku dik”, batin ku berkata.

“Mas, kok malah melamun, nggak usah mas pikirkan lia rela kok jadi pelampiasan nafsu mas jika mas rustam ada wanita lain yang mencintai mas, tapi lia mohon mas rustam jangan menjauhi lia, lia bahagia jika mas bahagia, begitu pun sebalik nya, li tidak ingin melihat mas sedih apalagi sekarang mas rustam sedang mengejar impian mas, lia senang kok bisa membuat mas jadi lebih semangat untuk merubah nasib dan mengejar impian karena itu li pasti bantu sampai mas di terima kerja di STANVAC”, ucap nya yang malah membuatku kaget.

“Dik, sangat beruntung lelaki yang akan menjadi suami mu kelak, mas rustam berharap kelak kamu mendapatksn suami yang jauh lebih baik dari mas, mas ingin kamu bahagia”, ucap ku dengan mata yang berkaca-kaca.

“Udah dong mas jangan berlebihan memuji lia, lebih baik mas mandi dan nanti kita ketemu lagi di ruang makan ya mas”, ucap nya dengan memberi senyum indah.

“Ok dik, mas masuk dulu ya”, pamit ku pada nya.

“Cium dulu baru boleh masuk kamar”, ucap nya sambil menyorongkan bibir nya.

“Nanti ketauan dik, udah mas mau mandi dah dik lia sayang”, ucap ku mengakhiri obrolan tersebut.

Selesai mandi, aku dan lia turun ke bawah dan menemukan bukde nani dan om hendro sudah berads di meja makan, aku perhatikan memang om hendro orang nya kaku dan pendiam, saat kami banyak bicara ia hanya berbicara satu atau dua kata setelah itu ia diam.

“Bukde nani, senin ini aku sudah masuk sekolah lagi, kira-kira bukde nani bisa nggak membantu mas rustam untuk testing selanjut nya, test wawancara”, ucap lia membuka obrolan kami di saat makan malam ini.

“Emang nya wawancara nya pake bahasa indonesia atau bahasa inggris ya, ok nduk bukde bisa kok bantu rustam biar lancar test interview nya nanti, kamu mending tidur disini saja selama 2 hari, nanti minggu sore kamu pulang ke pendopo biar bukde telpon ayah kamu lia biar beliau tidak khawatir sama rustam”, Ucap bukde nani.

“Duh bukde dan om, apa tidak merepotkan kalian jika rustam tinggal di sini”, ucap ku merasa malu bakal merepotkan keluarga bukde nani.

“TIDAK”, sahut suami nya bukde nani singkat.

“Kamu dengar sendiri kan, apa yang barusan om mu katakan, ok nanti kita mulai materi interview nya besok, walaupun materi wawancara yang akan bukde berikan belum tentu sama dengan materi interview kamu saat test, tetapi gambaran seperti apa wawancara itu yang terpenting kamu garis bawahi”, ucap nya dengan santai dan penuh keyakinan.

“Ok bukde”, jawab ku singkat.

“Dah yuk makan lagi”, ucap bukde nani mengakhiri obrolan singkat kami berempat di meja makan itu”. Ucap bukde nani.

Jam 22.30 wib, di rumah bukde nani, lantai 2…..

Tok…Tok…Tok….

“Mas rustam, ini lia mas, buka pintu mas”, ucap lia dari depan pintu kamar ku saat ini.

Ceklek….

Perlahan pintu kamar ku terbuka, terlihat sosok gadis cantik yang  menggunakan jilbab berdiri di depan pintu kamar, ia tersenyum saat aku memperhatikan diri nya

Aku melongo terpesona dengan penampilan seksi lia malam ini, diam dan hanya terpaku di depan pintu kamar.

ilustrasi Lia

“Kok malah bengong, yaudah kalo gitu lia balik aja ke kamar lia”, jawab nya menggoda dengan pura-pura ngambek.

Segera ku tangkap tangan nya dan ku tarik ke dalam kamar ku, kemudian setelah mengunci pintu kamar, aku segera menghambur dan mendekati lia, tidak ada keraguan di diriku malam ini, aku sudah bernafsu ingin menuntaskan syahwat ku yang beberapa hari ini melupakan sejenak persetubuhan kami tempo hari.

Aku mencium lia dengan penuh gairah, lia pun menyambut ciuman ku dengan gairah yang sama, lidah kami saling bertautan, ludah saling bertukar. Sementara tangan kami berdua mulai aktif saling membuka pakaian kami, gaun tidur nya mulai perlahan turun dari tubuh nya dan kini hanya menyisakan bh dan cd yang berwana hitam sedangkan baju kaos ku lolos dengan sempurna saat ia mengangkat baju kaos ku melewati kepala ku, dada bidang ku terekspos di depan mata nya.

Perbuatan saling melucuti pakaian kami masing-masing terus kami lakukan bh berenda berwarna hitam kini perlahan kendur dan meluncur ke bawah saat kaitan nya ku lepaskan, begitu pun celana boxer ku telah lucut dari tempat nya.

“Mas, berilah cinta mu untuk lia malam ini, gauli lia sepenuh hati mu”, ucap nya dengan suara bergetar menahan gejolak birahi nya yang sudah tinggi.

“Iya dik mas akan perlakukan kamu dengan lembut, nikmati saja semua ya”. jawab ku yang juga sudah di luar kendali.

Kami berdua saling tersenyum, dan kembali saling membuka penutup tubub kami yang tersisa yaitu cd, tangan ku dengan cekatan melepas cd berenda yang berwarna sama dengan bh nya dengan menurunkan nya ke bawah hingga saat ini tubuh nya bugil tanpa ada penutup kain apapun yang menempel disana.

“Aahhh….Mas Rustam….Geli mas….Pelan mas remas nya… Sakit….Ooohhh…”, rintih lia saat ia merasakan ulah kedua tangan ku saat mulai dengan gemas meremas kencang payudara nya.

“Maaf sayang, habis nya payudara kamu bikin gemes mas”, ucap ku jujur.

Saat aku menghentikan remasan di buahdada nya seketika tangan nya menurun kan cd ku ke bawah sehingga aku pun bugil seperti nya, tubuh kami sudah polos tanpa penutup kain menempel di tubuh kami berdua.

“Mas, tubuh kamu sangat bagus, dada mu berbentuk dan ini yang selalu bikin adik terbayang sejak kejadian di kost-an kemaren”, lirih nya sambil tangan kiri nya mengelus dada ku dan tangan kanan nya yang lembut meremas kontol ku yang sudah mulai bangkit berdiri.

“Ooohhh..Dik Lia…. Enak sayang, mas minta kamu sepongin kontol mas dik”, erang ku.

Lia kemudian menuruti keinginan ku, perlahan ia menjilati kepala kontol ku setelah itu mulut nya mulai membuka lebih lebar sehingga kini kontol ku sudah mulai di emut nya.

“Uuuhhhh….Ooohhhh…. Enak sayang emutan kamu, terus dik….Aaahhhh”, lenguh ku menikmati sepongan lia yang terasa nikmat walaupun ia baru melakukan nya tidak se jago tini dan yatmi tapi kenikmatan nya membangkit kan birahi ku seketika kepala nya ku tahan saat ia memasukkan kontol ku lebih dalam hingga terasa menyentuh tenggorokan nya.

“Hoek…. Uhuk…Uhuk…Uhuk…. Mas rustam jahat”, rengek nya saat ia mulai bisa menarik nafas kembali setelah tadi sempat tersendak.

“Maaf dik tadi nikmat banget soal nya, kamu nggak apa-apa sayang”, ucap ku merasa bersalah sekaligus khawatir.

“Sekarang giliran mas bikin kamu enak, kamu rebahan dulu sayang, mas akan jilatin memek mu”.

Lia menuruti perintah ku ia lalu tidur terlentang pasrah sambil membuka lebar paha nya, “mas buruan dong”, oceh nya membuat aku tersenyum dan menyudahi acara ku memandangi kemaluan nya.

Aku mengarah kan lidah ku ke bibir memek nya yang rapat, saat lidah ku menyentuh bibir memek nya lia mendesah dan merintih geli bercampur nikmat, tangan nya malah menekan kepala ku supaya lebih lama dan lebih dalam lagi mengekplore kemaluan nya.

Clitoris nya semakin tegang akibat jilatan lidah ku pada memek merah nya yang indah. Lia melenguh, “mas rustam….Ooohhhh… Itil juga mas di jilatin…

Aku lalu mengarahkan lidah ku ke klitoris nya, ku sedot dan ku gigit kecil membuat badan lia berkelojotan dan bergeliat, suara erangan kenikmatan dari mulut nya mengalun indah di telinga ku.

“Mas Rustam terus mas jilatin dan sedot yang kuat itil adik, nikmat mas…Ooohhh mas… Adik milik mu malam ini”.

Aku semakin semangat untuk menjilati itil nya, sementara jari tengah ku masukan ke dalam lubang memek nya membuat lia semakin bergeliat mulut nya membentuk huruf O, merintih, mengerang dan melenguh dengan nafas yang tak beraturan hingga ia berteriak kencang saat itu.

“Mas Rustam.. Adik keluaaaaarrrrrr…..Aaaaaarrrrgggghhhh”. SEEEERRR…..SEEEEERRRR…..SEEEERRRR…..

Aku puas bisa membuat lia mendapat kan orgasme pertama nya, ku diamkan beberapa menit biar lia bisa menikmati seluruh orgasme nya yang masih berlangsung, badan nya bergetar hebat dan seperti kejang-kejang, terlihat ia lemas dan mata nya sayu saat ia menatap ku sesaat.

“Makasih mas, sudah bikin adik puas, bentar ya mas masih lemes”, ucap nya dengan suara pelan nyaris tak terdengar.

“Iya mas ngerti kok, mas ambilin kamu minum dulu ya, ucap ku sambil mengambil air mineral yang belum sempat ku buka saat sedang di perjalanan tadi”.

Ku berikan pada lia, air mineral tersebut sedikit banyak bisa membuat ia segar kembali, lalu aku juga minum air mineral tersebut karena selain haus, sangat terasa cairan lengket kemaluan lia menempel di lidah dan bibir ku.

“Kamu siap untuk mas masukin sayang”.

“Iya mas, doggy aja ya mas, terasa banget kontol mas masuk hingga ke dalam”. Ucap nya sambil memposisikan tubuh nya menungging gaya anjing.

Kontol ku sudah aku gesek-gesekin ke atas dan ke bawah di bibir memek lia, cairan kewanitaan nya sedikit-demi sedikit keluar kembali dari dalam tubuh nya membuat aku yakin ia kembali horny saat itu, “aku masukin ya dik”, ucap ku sambil mengarahkan tepat ke lubang memek nya yang sudah merekah, dan setelah anggukan kepala nya, ku dorong maju kontol ku sehingga BLEEEESSSS….. Seluruh kontol ku sudah masuk dengan lancar nya dalam memek yang yang ketat mencengkram.

“Aaaaaarrrrgggghhhh”, erang ku saat kontol ku masuk seluruh nya ke dalam memek nya.

“Aaaaawwwww”, jerit lia merasakan kesakitan di awal penetrasi ku yang ternyata langsung masuk seluruh nya dalam kemaluan nya.

“Kenapa dik, apa kamu kesakitan?”, tanya ku khawatir.

“Mungkin kaget saja mas, soalnya kontol mas langsung amblas seluruh nya dalam memek lia, mas sih nafsu banget, bentar mas jangan gerak dulu, masih ngilu soal nya”, ucap nya manja saat aku dengan kasar memasukkan kemaluan ku dengan kencang dan kuat.

Setelah mendiamkan sejenak kemaluan kami di dalam tubuh nya, beberapa menit kemudian lia meminta ku untuk mulai memompa memek nya, tanpa diminta dua kali aku segera melakukan sesuai permintaan nya, aku dorong kontol ku perlahan dan lembut biar ia bisa menikmati persetubuhan ini.

“Oohhhh….Mas Rustam Enak mas….Sodok yang kencang mas….Aaaahhhh”.

Ritme sodokan ku ku naikkan dari perlahan mulai cepat dan kencang, tubuh lia berguncang dan bergoyang mengikuti sodokan dan pompaan kontol ku, buah dada nya yang bergantung sesekali ku remas pelan untuk menambah ransangan buat lia.

“Uuuhhhh…. Aaaahhhh…. Rapat dan sempit banget dik memek kamu…. Nikmat dik…Ooohhhh”, erang ku sambil terus menyodok kencang.

Plok….. Plok….. Plok…..

Plok….. Plok….. Plok…..

Plok….. Plok….. Plok…..

Plok….. Plok….. Plok…..

Aku sangat menikmati persetubuhan ini dengan memejamkan mata ku terlintas bayangan tini yang ku genjot di bawah, kemudian berganti yatmi yang mengerang dan menjerit-jerit keenakan saat ku hujamkan kontol ku dengan cepat dan kencang.

“Aaaahhhhhh…. Mas Rustam… Lia keluaaaaarrrr…..”. SEEEERRRR…..SEEERRRR…..SEEEERRRR…..

Tubuh lia tertunduk dengan kemaluan nya masih mencengkram erat kontol ku, aku mengeryit merasakan ketat nya cengkraman otot vagina nya, berkedut dan berkontraksi seakan meremas-remas kontol ku yang diam tak bergerak.

“Dik, mas belum keluar, kamu rebahan saja, mas sebentar lagi kok”.

Plop…”Aaarrrrggghhhh”, erang lia saat ku cabut kontol ku dari memek nya, seketika cairan lendir sedikit pekat keluar dari kemaluan lia.

Dia mengatur posisi nya rebahan dengan membuka paha nya lebar-lebar, tubuh lemas nya seakan ia lupakan hanya ingin memberikan kepuasan pada orang yang dicintai nya.

“Mas selesaikan lah, banjiri rahim lia mas, lia ingin merasakan benih mas di dalam, jangan ragu mas, lia sudah minum pil kb tadi”.

Aku pun mengatur posisi diatas tubuh nya, posisi missionary ini membuat aku cepat mendapatkan orgasme ku. Ku kocok sebentar kontol ku supaya makin tegang dan keras, lalu ku bimbing dan arahkan ke lubang memek nya yang telah banjir karena baru saja mengalami orgasme kedua kali nya.

BLEEEESSSS…..

“Mas Rustam…. Aaarrrrrgggghhhhh”, erang lia saat kontol ku sudh terbenam habis masuk ke memek nya.

“Ooohhhhh….Dik lia….”, rintih ku saat kontol ku memasuki tubuh nya secara sempurna.

Ku mulai memompa memek nya dengan ritme yang sedang, sambil menikmati ekspresi wajah lia yang mengerang menikmati sodokan penis ku, aku makin mempercepat laju sodokan kontol ku aku ingin segera menuntaskan semua hasrat seksual ku yang sudah dekat, aliran darah semua seakan ngumpul di sekitar selangkangan dan kontol ku.

Dengan memompa secara konstan, membuat lia juga semakin dekat orgasme nya.

“Dik lia mas mau keluar dik, Aaaahhhh….Nikmat dik memek mu”, ucap ku dengan nafas sudah terengah-engah.

“Tunggu mas, lia juga mau keluar lagi barengan mas keluar nya”, pinta lia menyahuti dari bawah.

Aku dan lia mengejar orgasme yang sudah di ujung, lia mengimbangi di bawah dengan menggoyangkan pinggul nya supaya aku merasakan jepitan otot kegel nya, entah ia belajar dari mana apa yang ia lakukan barusan sukses membuat jantung ku semakin berdegup kencang, nafas ku semakin memburu dan aku semakin berada di kenikmatan tertinggi yaitu klimaks.

“Dik mas keluaaaaaaarrrrrrr……”, CROOOOOTTTT….. CROOOOOTTTTT….. CROOOOOOTTTT….. CROOOOTTTT…… CROOOOOTTTTT….. CROOOOOTTTTT….. CROOOOOTTTT….

7x semburan sperma ku mengisi rahim lia, tubuh ku melemas, nafas ku terengah-engah.

Dan hampir disaat bersamaan lia pun mendapatkan orgasme nya yang ketiga ia meneriakan nama ku saat klimaks nya datang saat itu.

“Mas Rustam….. Lia keluaaaaaarrrrrr…. Lia Cinta mas….. Aaaarrrgggghhhh”. SEEEERRR……SEEEEERRRR……SEEEERRRRR……

Saat aku mencabut kontol ku kulihat sperma ku ikut keluar, dari dalam memek nya terlihat sperma kental ku di bibir memek lia, kami berdua tergolek lemas, persetubuhan yang nikmat dan melelahkan.

Selama tinggal di rumah bukde nani, hampir setiap malam kami berpacu dengan nafsu, membuat aku semakin intim dan tidak mau melepaskan lia, dia begitu istimewa sama seperti yatmi dan tini, ketiga wanita special yang sudah merasakan gagah perkasa nya kemaluan ku, jujur kalo di suruh untuk memilih satu diantara ketiga nya saat ini aku sulit karena mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang penting aku jalani hidup ini seperti air mengalir dan ke muara mana aku akan berlabuh hanya sang khalik yang akan menjawab nya.

Kegiatan belajar ku dengan bukde nani pun berjalan sangat lancar dan baik, beliau yang seorang psikiater sangat memahami pola interview, cara wawancara yang baik, menjadi pendengar dan sekaligus pembicara yang baik, dan etika dan tata krama saat wawancara semua ia ajarkan dengan lugas, jelas dan terperinci.

Bukde nani hanya berpesan saat wawancara aku mesti tenang, fokus dan kosentrasi dan jawab dengan jujur, rasional dan penuh ketenangan, disamping itu kalo ditanya mengenai gaji, hendaklah di jawab saja di sesuaikan saja pak dengan peraturan yang berlaku di perusahaan ini, itu jawaban yang sangat rasional tanpa menyebutkan nominal uang untuk gajj yang kita ajukan.

Akhir nya sore itu aku pamit pada bukde ditemanin lia yang akan kuantarkan ke kost-an nya karena besok ia sudah akan masuk sekolah, pertemuan yang bermakna di hati kami berdua selama hampir 2 minggu ini membuat kami seakan enggan untuk berpisah, tetapi demi cita-cita kami masing-masing kami berdua rela mengorbankan itu berharap suatu hari kelak sang pencipta dapat mempertemukan kami kembali dan berjodoh walaupun kaliamat itu tak kami lontarkan satu sama lain.

 

===

Pendopo, Senin 21 Desember 1998 Lokasi : STANVAC….

Hari senin 21 desember 1998, jam 9.00 wib aku sudah berada di lokasi testing, di sebuah ruangan rapat di kantor STANVAC, saat ini ke-40 orang yang lulus tahap kedua akan berjuang habis-habisan untuk menyisihkan 30 orang, peluang untuk lulus masing-masing kami sama besar nya, tergantung dari keberuntungan dan tes interview ini merupakan testing terakhir kami semua diterima atau tidak nya sebagai karyawan baru di perusahaan minyak milik amerika serikat.

STANVAC. merupakan perusahaan asing yang sudah berada dan berdiri di indonesia sejak jaman penjajahan belanda. Eksplorasi nya banyak berada di wilayah sumatera mulai dari aceh sampai sumatera selatan, tetapi kilang dan pengeboran terbesar nya berada di pendopo muara enim dan sungai gerong plaju palembang.

Satu persatu peserta di panggil oleh pihak panitia penerimaan karyawan baru untuk masuk dan mengikuti tes wawancara….hingga tak terasa kini giliran aku yang di panggil masuk untuk menjalani test tersebut, gugup, grogi dan perasaan tidak tenang sempat hadir saat itu sebelum saya ingat ucapan dan pesan bukde untuk tenang, fokus dan kosentrasi, semua itu ia ajarkan saat dirumah beliau gimana cara mengatasi gugup yang datang tiba2 seperti saat ini, aku mempraktekkan semua yang diajarkan nya.

  1. Menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya dengan cepat kuulang cara itu sebanyak 3x hingga debaran jantung ku kembali normal.
  2. Tanamkan di otak kita untuk selalu berhasil menjalankan semua hal termasuk saat ini, saat aku menjalani testing ini akan tanamkan sikap optimis aku bisa menjawab semua pertanyaan dari tim penguji dengan sebaik-baik.
  3. Sopan, mengucapkan salam, memperkenalkan diri dengan baik dan tatapan mata yang yakin untuk menjalani test ini.
  4. Jangan membuat perdebatan karena wawancara itu bukan perdebatan melainkan tanya jawab searah yang ramah dan tertib, munculkan sifat simpatik biar tim penguji tertarik untuk menggali kepribadian dan pengetahuan kita buka malah sebalik nya.
  5. Bersikap wajar sebagai manusia kalo ada kesalahan segera akui dengan cepat, karena sifat alami manusia yang mempunyai salah dan perbaiki dengan sikap yang gentle dan bertanggung jawab.

Setelah aku mengingat semua pesan bukde nani tersebut, aku mengikuti langkah panitia yang memanggilku barusan untuk masuk ke ruangan test. Disana sudah ada 5 orang berpakaian formal berjas dasi dsn kemeja sedang bercakap-cakap sebelum mereka menyadari keberadaan ku dan panitia tadi.

Aku masih berdiri dengan tegap menunggu di persilahkan duduk, sebelum ya aku di kasih tuu terlebih dahulu oleh panitia tadi bahwa kelima orang dihadapan ku adalah para manajer perusahaan STANVAC.

“Silahkan saudara perkenalkan nama saudara, no. peserta terlebih dahulu”, ucap seorang pria berkacamata berada di tengah-tengah yang ku tau setelah nya adalah GM STANVAC area pendopo.

“Selamat pagi bapak-bapak semua, perkenalkan nama saya RUSTAM ANWAR no. peserta ujian 241”, ucap ku tegas dan yakin dengan memberikan senyum keramah tamaan.

“Ok, rustam anwar, silahkan saudara duduk”, ucap beliau mempersilahkan ku duduk.

Aku kemudian duduk sesuai permintaan beliau dengan tatapan mata penuh keyakinan, “jangan menunduk”, ingat pesan bukde nani saat itu.

“Kita mulai ya, pertama-tama kami ucapkan selamat kepada saudara karena sudah berhasil lolos sampai ke tahap terakhir ini, perkenalkan saya Raymond Dharmadji General Manajer Stanvac Area pendopo, saya yang akan mewakili bapak-bapak yang ada disamping kiri dan kanan untuk mewawancarai saudara, apakah saudara siap untuk mengikuti testing ini?.

“Siap pak”, jawab ku tegas dan yakin.

“Ada 10 pertanyaan dari saya, saya harap saudara bisa menjawab nya, jawaban saudara sendiri yang menentukan LULUS atau tidak nya sudara dalam testing ini”.

Aku tersenyum dan mengangguk bahasa tubuh yang diajarkan oleh bukde nani selain kata ia.

“Kenapa saudara tertarik untuk kerja di perusahaan kami, apa alasan saudara?”.

Aku menarik nafas terlebih dahulu supaya suara ku tetap lantang dan tidak ada kesan gugup sekalipun.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada jajaran pimpinan yang saya hormati, jujur sejak SD saya sekolah di pendopo, dan sejak itu pula saya mengenal perusahaan bapak dan bercita-cita ingin mengabdikan diri saya di perusahaan ini, mungkin jawaban saya terlalu sederhana tetapi semua itu saya mulai dengan masuk di sekolah kejuruan tetapi sayang di Indonesia belum ada sekolah kejuruan khusus yang mempelajari perminyakan, pengeboran dan ekploitasi nya, jadi saya memutuskan menimba ilmu di STM jurusan mesin produksi, mungkin ini saja jawaban yang bisa saya sampaikan untuk bapak”.

Mereka berlima terlihat antusias mendengar penuturan kata demi kata yang terucap dari bibir ku, malah seseorang dari mereka tersenyum senang atas jawaban ku.

“Ok jawaban yang sangat bagus, kita lanjut ke pertanyaan berikut nya dan ini pertanyaan terakhir, berapa gaji yang saudara inginkan, jika ada nominal nya tolong saudara sebutkan”.

Aku yang teringat pesan bukde nani, tanpa ragu menjawab dengan tegas dan yakin,”Masalah gaji saya rasa bukan masalah nominal nya pak, tetapi masalah gaji itu sudah diatur oleh aturan perusahaan yang bersangkutan, untuk itu saya serahkan sepenuh nya masalah gaji ini dengan pihak manajemen jika saya nanti diterima sebagai karyawan perusahaan STANVAC, di sesuaikan dengan semua aturan yang berlaku di sini”.

Mereka berlima tampak puas dengan jawaban ku dari kelima nya tampak menyunggingkan senyum nya pada ku.

“Ok saudara rustam anwar, kesepuluh pertanyaan kami telah saudara jawab dengan baik, kami harap saudara bersabar menunggu hasil nya yang akan kami umum kan hari rabu, 23 desember 1998, terima kasih sudah bersedia hadir mengikuti testing ini dan semoga nanti nya kita bisa bertemu kembali, saya sebagai General Manajer menutup dan menyudahi wawancara ini dengan saudara, terima kasih”.

Aku segera bangkit dari duduk ku dan kemudian menyalami kelima orang tersebut dengan tatapan yang yakin dan bersahaja, dan mereka berlima membalas dengan senyum penuh keramahan.

Pendopo, rabu 23 desember 1998, lokasi : Kantor Stanvac pendopo…..

Ke-40 orang sudah berkumpul pagi itu di sebuah ruangan rapat, sebelum nya ada 10 kursi kosong yang akan di hadapan kami, ke-10 kursi itu sebagai tanda bahwa 10 orang ini yang dinyatakan LULUS dan berhak menjadi karyawan baru dan nanti nya mereka akan training kerja percobaan selama 6 bulan dari sekarang.

Salah seorang panitia penerimaan berdiri di depan stand mix yang sudah dipersiapkan oleh mereka.

“Mohon perhatian nya sebentar”, ucap pria tersebut membuat kami semua menyimak apa yang ingin beliau sampaikan.

“Sebelum saya umumkan secara langsung hasil wawancara yang diadakan hari senin, 21 desember 1998 kemaren, di hadapan saudara ada 10 kursi kosong, nama-nama yang akan saya panggil nanti nya di harapkan maju dan menempati kursi sesuai no.urut nya, apa saudara-saudara mengerti ?”.

“Mengerti pak”, jawab kami semua serempak.

“Baiklah kita mulai, sesuai keputusan direktur utama PT.STANVAC. CO, nama-nama dibawah ini dinyatakan LULUS dan akan menjalani Job training selama 6 bulan terhitung surat keputusan ini di buat adalah sebagai berikut :

  1. Rustam Anwar no. peserta 241.
  2. Dedi Rudiana no. peserta 102.
  3. Gemilang Jaya Putra no. peserta 53.
  4. Reza Febrianto no. peserta 78.
  5. Rahmat Hidayat no.peserta 21.
  6. Bintang Wirawan no. peserta 204.
  7. Rudiana Safrudin no. peserta 35.
  8. Taufiqurahman no. peserta 69.
  9. David Valentino Simanjuntak no. peserta 178.
  10. Herry Cristanto no. peserta 46.

Aku yang disebut pertama kali mendapat ucapan selamat dari teman-teman lain nya sambil mereka mendengarkan nama mereka disebut, ada yang berharap-harap cemas, ada yang sujud syukur saat nama nya di panggil, ada pula yang menangis sedih saat nama nya tidak termasuk dari 10 orang yang di panggil.

Aku beserta kesembilan teman ku yang dinyatakan LULUS kemudian diajak ke ruang GM. STANVAC CO area pendopo dan beliau menyambut kami dengan senyum bahagia.

“Selamat untuk saudara-saudara semua yang dinyatakan lulus setelah mengikuti testing yang ketat, saya harap kita dapat bekerja sama untuk mengembangkan perusahaan STANVAC ini supaya lebih maju lagi ke depan nya”, ucap GM tersebut yang bernama lengkap Ir.Raymond Dharmadji atau biasa para karyawan memanggil nya pak Raymond.

Disaksikan oleh pak raymond secara langsung, kami yang lulus menanda tangani surat keputusan dari direktur utama yang berada di kantor pemasaran wilayah regional sumatera di sungai gerong, plaju, palembang.

Direktur utama STANVAC CO adalah orang rusia yang bernama vladimir Yetrovic merupakan insinyur perminyakan yang cukup di segani di Indonesia.

Akhirnya semua prosesi dan acara yang di buat panitia penerimaan karyawan baru selesai ku ikuti, kami di bubarkan dan mulai senin nanti aku sudah mulai mengikuti job training selama 6 bulan dan mendapat fasilitas perumahan karyawan di kompleks perusahaan pendopo.

Aku segera pulang dan memberi kabar gembira ini, kepada pakde dodit dan bukde ratna, juga tak lupa pada papa, mama yatmi dan tini di palembang, serta pada bukde nani dan om hendro dan tak lupa special untuk lia yang secara tidak langsung dia lah orang yang berjasa dibalik keberhasilan ku.

 

===

Pov Yatmi

Mendengar rustam lulus dari testing, tahap demi tahap aku yakin dengan keseriusan nya untuk membuktikan cinta nya pada ku, aku sengaja memberikan semangat pada nya untuk memperjuangkan ku jika memang ia serius mencintai ku, aku merasa tersanjung saat ia berjanji dengan penuh keyakinan nya bahwa ia akan mencintai ku dan membuktikan cinta nya dengan bekerja sebagai karyawan STANVAC CO, menurut kabar saat aku masih tinggal di pendopo, gaji sebagai karyawan stanvac itu 3x lipat dari gaji suami ku, bukan aku menginginkan materi yang berlimpah tetapi aku hanya ingin rustam anak ku mengejar cita-cita sedari kecil nya yang ingin kerja di bidang perminyakan yang ia tau saat itu hanya stanvac.

“Yatmi aku LULUS, aku tunggu janji mu untuk juga memperjuangkan cinta kita, aku kangen pada mu sayang”, ucap nya saat pagi itu ia menelpon dari telpon rumah dinas pak dodit.

“Rus, kamu sedang sendirian kah disana, yatmi takut yang kamu bilang terdengar sama pak dodit, kamu tau kan papa kamu itu sahabat nya”, ucap ku mengingatkan nya.

“Tenang sayang, pakde dan bukde sedang keluar jadi kebetulan rustam sedang sendiri sayang, nanti besok rustam pulang ke palembang sekalian mau ajak yatmi tinggal di rumah dinas rustam”.

“Serius kamu rus, wah hebat nih baru lulus saja sudah dapat fasilitas, iya yatmi ikut kangen juga sama kamu”, jawab ku tanpa malu-malu lagi pada rustam.

Akhirnya sambungan telpon itu pun terputus, dari seberang telpon sana rustam minta disampaikan salam buat papa dan tini, ia selama 2 (dua) hari akan tinggal ke palembang sebelum nanti nya akan mulai job training seperti yang ia barusan omongin di telpon.

“Assalamualaikum wr.wb”, ucap tini saat memasuki rumah.

“Waalaikum salam wr.wb”, sahut ku setelah mendengar tini mengucapkan salam.

“Wah kayak nya mama lagi senang nih, ada apa ya ma?”, tanya tini lalu mencium buku tangan ku sejenak.

“Ada kabar gembira nak, mas mu lulus dan sekarang sudah diterima sebagai karyawan stanvac co.”, ucap ku sumringah.

“Serius ma, Alhamdulillah tini senang dengar nya, mas rustam kapan pulang ke Palembang, kangen sama mas rustam”, ucap tini tersenyum bahagia saat mendengar berita kelulusan rustam.

Palembang, Kamis, 24 desember 1998…. rumah dinas…
Pov Rustam

“Assalamualikum wr.wb”, ucap ku salam saat berada depan pintu.

“Waalaikum salam wr.wb, mas tini kangen sama mas”, ucap tini menyahut salam ku dan langsung memeluk ku saat mengetahui aku yang datang.

“Mas juga baru sampe langsung main tubruk aja dik, iya mas juga kangen kamu kok, sekalian mas mau tagih janji kamu tempo hari, hehehhehe”, ucap ku menggoda nya.

“Tenang mas kalo itu bakalan adik kasih kejutan nya, tunggu saja special dari tini buat mas rustam”.

“Udah yuk kita ke dalam mas kangen sama papa dan mama, papa mana dik kok nggak kelihatan”, ucap ku kaget nggak melihat papa saat berada di rumah.

“Papa kan sibuk mas, sejak peristiwa kerusuhan mei lalu, kepolisian masih sibuk mengurusi demonstrasi dan kerusuhan, kasihan mas teman adik yang warga keturunan banyak yang mengalami ketidak adilan, dijarah, dirampok bahkan ada yang sampai di perkosa oleh orang-orang yang memanfaatkan situasi yang sedang kacau kemaren”, ucap tini menjelaskan kenapa akhir-akhir ini papa sibuk.

“Yaudah kita temui mama yuk! Kita hibur mama bisr nggak kesepian!”, ajak ku pada adik ku tini.

Tak berapa lama mama keluar kamar, dia langsung meminta ku untuk mendekat, aku segera mencium buku tangan nya masih menjaga perasaan adik ku tini supaya ia tidak smpai mengetahui hubungan ku dengan yatmi yang sudah jauh sama seperti dengan nya.

“Nak kamu makin gemukkan, senang kamu di sana ya nak”, ucap mama yatmi melihat tubuh ku yang kata nya sedikit gemuk.

“Ah biasa saja ma, mungkin karena mama baru lihat rustam lagi, kangen rus sama mama”, ucap ku sambil memeluk tubuh nya.

Ku bisiki ke telinga nya, “ma, mama jangan cemburu ya kalo rustam dekat tini, kan sudah rustam bilang tini itu pacar rustam ma”.

“Iya rustam sayang, kamu mandi dulu biar segar bau keringat badan mu nak”, ucap mama membisiki ku.

Sabtu, 26 desember 1998, hotel sriwijaya palembang….

Aku berdua sedang berada di sebuah kamar hotel di palembang, tini sudah memboking nya beberapa hari lalu saat mengetahui aku pulang dan saat ini kami sudah berada diatas ranjang dalam keadaan tubuh yang sama-sama bugil.

“Mas rustam, kali ini adik mau mas semprotin benih mas di dalam ya, itu kejutan adik buat mas”. bisik nya saat dia mulai membuka gerbang nya untuk ku masuki.

“Emang kamu tidak subur ya”, ucap ku menanyakan kembali.

Dia mengangguk kepala tapi seperti ada sesuatu yang ia tutupi, “ah sudah lah kalo pun tini hamil, aku siap kok menikahi nya”, gumam hati ku.

Aku lalu mengarahkan kepala kontol ku ke bibir memek nya yang sempit dan rapat, lalu setelah kurasa tepat aku dorong kontol ku hingga BLEEEESSSS……

Seluruh kontol ku masuk seluruh nya ke dalam memek nya yang rapat dan mencengkram, “kok memek nya masih tetap legit dan sempit padahal kami sudah beberapa kali melakukan ini”, gumam batin ku.

“Ooohhh mas rustam sudah lama mas… Tini rindu dan kangen sama kontol mas, kontol mas makin besar dan panjang….Kerasa penuh mas….”, erang nya sambil bicara dengan nafas yang terengah-engah.

“Sama dik, memek kamu masih tetap rapat dan sempit, mas juga kangen sama jepitan memek mu dik…”, jawab ku di tengah pompaan ku yang mulai ku percepat.

“Uuuuhhhh…..Aaaaahhhh….Oooohhhh….Terus mas adik bentar lagi sampe…..

Aku mempercepat pompaan dan sodokan ku, membuat ia mengerang dan merintih kenikmatan, dan beberapa saat kemudian tini berteriak histeris memyambut orgasme nya yang hebat.

“Mas rustam…..Tini keluaaaaarrrrrr…..Enak mas….Aaaaaarrrrgggghhhh”.

SEEEEERRRR….. SEEEEERRRRR….. SEEEEERRRRR…..

Aku dan tini berpacu di hari itu dengan sangat liar dan panas, berbagai gaya kami lakukan aku menumpahkan semua sperma ku ke dalam rahim nya hingga persetubuhan itu berakhir dengan keadaan tubuh kami lemas tak bertenaga, tini mendapatkan 7x orgasme selama seharian penuh kami bergumul dan aku 3x crot dan semua nya ku tembakkan di dalam sesuai keinginan nya.

Kesesokan hari nya….

“Mas adik nggak bisa ikut ke pendopo, beberapa hari ke depan sibuk mas dengan pelajaran sekolah yang makin banyak tugas dll, mas nanti kesana sama mama yatmi saja ya”, ucap nya saat kami pagi itu bersiap-siap chek out dari hotel.

“Iya nggak apa-apa dik, kamu yang benar sekolah nya nanti kalo kamu lulus sekolah mas akan nikahin kamu, semangat ya dik selesain sekolah kamu”. Ucap ku.

“Tapi mas, kalo seandai nya yang semalam bikin adik hamil apa mas mau bertanggung jawab, soalnya tini boong sama mas, saat ini tini sedang masa subur, sengaja tini boong biar mas nggak ragu buat keluar di dalam”.

“Dub kamu dik, kok sampe bohongin mas, yaudah kalo pun kamu hamil mas pasti tanggung jawab, tapi sayang saja kalo kamu sampe putus sekolah”.

“Nggak apa-apa mas, tini siap kok jika memang tini hamil, jadi mas milik tini dan bakalan jadi bapak nya anak kita”.

“Udah yuk kita cabut! Nanti mas nya kemalaman dan nggak enak sama mama, nanti beliau khawatir dik”, ucap ku mengajak nya segera keluar dari hotel.

Pendopo, 27 desember 1998….rumah dinas ku di lokasi STANVAC Pendopo….

Aku dan mama yatmi telah sampai di rumah dinas ku di kompleks STANVAC, ada kerinduan yang sangat besar yang kurasakan saat ini, begitu pun dengan mama yang begitu senang dan bahagia bisa dekat kembali dengan ku.

Setelah makan malam dan ibadah sholat isya’, aku mengajak nya ngobrol serius tentang perasaan hati kami masing-masing dan malam itu bukti nyata bahwa perasaan kami yang terdalam yang sama-sama saling merindukan kasih sayang, bukan lagi sebatas ibu dan anak melainkan perasaan cinta dan sayang layak nya suami dengan istri nya. Malam itu kami tumpahkan segala perasaan yang selama ini mengganjal di hati, seakan tidak pernah puas kami terus bergumul hingga seluruh tubuh ku dan yatmi terkulai lemas, hanya sisa-sisa pergumulan yang menjadi saksi bahwa persetubuhan yang panas sudah terjadi barusan.

“Rus, kamu nggak menyesal memilih yatmi yang lebih tua dari mu, apa nanti omongan rekan-rekan mu nanti rus”, ucap mama yatmi saat kami berdua beerpelukan erat setelah habis melakukan persetubuhan tadi.

“Tidak akan yatmi sayang, rus akan buktikan itu pada mu, jangan kamu ragu dengan ketetapan hati rustam pada mu”, jawab ku tegas.

“Yatmi makin cinta dan sayang kamu rus, jangan kecewakan yatmi ya seperti papa mu yang egois itu nak”.

“Iya sayang, semoga saja rustam selalu bisa membahagiakan kamu dan rustam harap yatmi bisa bersabar menjalani ini semua”.

Malam itu kami tertidur pulas saling berpelukan mesra di ruang tamu tanpa sehelai benang, hanya selimut yang menutupi tubuh bugil kami berdua.

1 bulan kemudian…..
Pov Yatmi

Hoek……

Hoek…..

Hoek…..

Aku saat ini berada di kamar mandi, mual-mual dan muntah yang baru kali ini kurasakan, sejak beberapa minggu lalu aku dan rustam melakukan persetubuhan yang panas dan liar, beberapa kali rustam membanjiri rahim ku selama 2 minggu yang lalu, “apakah aku hamil saat ini? Kalo iya berarti selama ini memang aku tidak ada masalah dalam hal kesuburan”.

Rustam yang mendengarku mual-mual dan muntah-muntah khawatir dan segera mengetuk pintu kamar mandi.

“Yatmi kamu kenapa sayang, buka pintu kamar mandi, rustam khawatir sama kamu, sebaiknya kita ke dokter sekarang”, ucap nya yang terlihat panik melihat ku mengalami gejala orang hamil atau sedang masuk angin.

“Bentar mas, yatmi buka pintu nya dulu”, sahut ku dari dalam.

“Kamu kenapa sayang, yuk kita ke rumah sakit saja sekarang, mas khawatir dengan keadaan kamu”, ucap nya setelah ia melihat ku.

“Mas, apa mungkin yatmi hamil ya, sudah beberapa minggu ini yatmi telat datang bulan”. ucap ku.

“Serius sayang, artinya aku akan jadi papa, kalo beneran kamu hamil mulai sekarang panggil aku papa ya ma”. ucap nya sumringah.

“Tapi nanti periksa nya jangan di rumah sakit stanvac ya rus, di rumah sakit umum daerah saja, takut nya nanti bakal pengaruhi kamu, kan kamu lagi masa job training selama 6 bulan”, ucap ku beralasan.

“Ok sayang, apapun keingan kamu mas akan usahakan yang terbaik untuk mu sayang”. ucap nya yakin.

 

===

Rumah sakit umum daerah muara enim, 28 Januari 1999….
Pov Rustam

Kami berdua terpaksa ke rumah sakit umum daerah muara enim, menunggu antrian untuk memeriksakan kondisi kesehatan yatmi, setelah menunggu beberapa saat akhir nya yatmi dipanggil seorang perawat untuk masuk.

Aku menemani nya masuk, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr. dewi yang saat itu berdinas, kembali yatmi duduk di kursi yang tadi ia duduki. Akhir nya dokter dewi mulai menjelaskan hasil pemeriksaan yang ia lakukan tadi.

“Bapak ini suami ibu yatmi?”, tanya dr. dewi menanyakan status ku.

“Iya”, jawab yatmi singkat dan tegas.

“Bapak siapa nama nya?”, tanya dr. dewi kemudian.

“Rustam Anwar”, jawab ku tegas.

“Begini pak rustam, setelah tadi saya lakukan pemeriksaan secara medis dapat saya pastikan kalau istri pak rustam POSITIF HAMIL, saat ini kandungan nya baru berusia 2 minggu, selamat ya pak rustam dan bu yatmi atas kehamilan nya”, ucap dr. dewi menjelaskan apa yang tadi di periksa nya.

“Sayang kamu hamil, mas senang banget dengar nya”, ucap ku lalu kucium kening yatmi tanpa menghiraukan dr. dewi yang tersenyum melihat kejadian ini.

“Iya mas, yatmi juga senang banget atas kehamilan ini”, jawab yatmi tersenyum melihat kebahagiaan ku.

Setelah mendengarkan apa yang mesti kami lakukan untuk menjaga kandungan yatmi biar sehat dan setelah menerima resep obat yang mesti ku tebus kami pamit pada dr.dewi.

Kami berdua tersenyum lebar, aku semakin yakin untuk segera menikahi yatmi, “tapi gimana cara nya supaya yatmi bisa jadi istri ku secara ia masih istri sah papa”, gumam ku di hati.

“Kenapa pa, kok seperti nya papa sedang melamun cerita pa sama mama”, ucap yatmi yang saat itu juga merubah panggilan nya padaku menjadi papa.

“Masalah kehamilan mama, gimana reaksi papa ma? Jujur ma, papa senang akhirnya mama bisa menjadi milik papa dan dari rahim mama akan lahir anak kita”, ucap ku bimbang.

“Kita hadapi ini bersama papa sayang besok kita ke palembang, untuk apa kita tutupi lagi, mama sepenuh nya sudah milik papa”. ucap yatmi memberikan semangat nya buat ku.

Keesokan hari nya…..
Palembang, 29 Januari 1999, jam 15.00 wib….di rumah dinas…..

Dua orang sedang berada di kamar, lelaki berusia 35 an sedang memaju mundurkan kemaluan nya di kemaluan seorang gadis muda berjilbab yang saat itu baru pulang sekolah.

“Pa….Terus pa….Nikmat”, desah gadis itu mendesah keenakan atas apa yang dilakukan si pria.

“Bentar nak, papa mau sampe papa semprot di dalam ya kan kamu juga sedang hamil, makin hari makin cantik kamu nak”.

Ceklek…..Krieeekkkk…..

“Papa…..”, teriak mama yatmi kaget dan shock melihat kejadian di depan mata nya.

“Tini….Kamu”, ucap ku bergetar melihat kenyataan yang sama sekali tidak ku bayangkan.

“Pa, mulai hari ini ceraikan mama, jadi benar cerita orang-orang diluar sana kamu itu suka main perempuan”, ucap mama yatmi yang marah kesal dan kecewa.

Aku pun shock melihat kelakuan tini yang selama ini masih ada separuh hati nama nya dihati ku kini seakan hilang berganti rasa benci, muak dan marah atas pengkhiatan tini pada ku.

 

 

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Article Name
[Cerita Nyata Jilbaber] Kisah Anak-anak Mentimun...
Description
sebuah kisah nyata yg diangkat oleh agan rad76 menjadi cerbung dewasa. aslinya berjudul anak-anak mentimun, mengisahkan seorang anak lelaki yg bercinta dengan ibu angkatnya sendiri
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo