loading...

Sudah menjadi rutinitas keseharian ku untuk memastikan agar aku bisa menyisihkan waktu ku (spend five or ten minute) untuk menjabat tangan para pelanggan. Mungkin semacam lobby, agar aku lebih dekat dengan mereka. Ini menunjukkan bahwa waktuku bersama mereka adalah bukti kepedulian ku agar bisa menyediakan apa yg sebenarnya mereka butuhkan. Terlebih lagi dalam berbentuk perusahaan property seperti cluster atau ruko ini.

Otomatis ketika pak haji memberikan daftar penadah itu aku mengenal mereka semua.

Aku sangat yakin,

Kalo para pelanggan tak sadar bahwa barang yg mereka beli adalah hasil curian dari anak buah proyekku.

bila mereka menjadi penadah, mereka pasti lapor kepadaku, karena hampir tiap minggu aku bercengkrama dengan mereka. Aku biarkan ketidaktahuan mereka dengan cara memberhentikan scam yg dilakukan hendra dkk.

Namun ada satu orang yg tidak aku kenal. Nampaknya ia menjadi penadah sudah sangat lama, dan tentu dia mengetahui bila barang yg ia beli, adalah barang hasil curian. Pak haji mengenalnya dengan panggilan pak sobri . Dia lah yg dari semalam menjadi pusat perhatianku, begitu masif pasir yg dia jual kembali melalui perantara hendra. Mungkin jumlahnya sampai puluhan bahkan ribuan kubik.

Pak haji bilang kepadaku bahwa hanya ibu haji elis yg tahu tentang asal usulnya. Kemana ia menjual kembalinya, tahukah ia dengan hendra yg bekerja diproyekku?, dipakai kemana dan berapa nominal penjualan pasir-pasir tersebut,

beliau memerintahkan agar aku mau datang ke rumahnya supaya bisa lebih jelas.

Aku dan intan berencana untuk berenang. Mungkin Setelah dari sana kami akan sama-sama pergi ke rumah pak haji. Dengan memakai baju tanpa lengan dan celana pendek serta kaca mata hitam aku gendong azka menuju mobil. Seperti biasa istriku walau memakai pakaian yg casual namun tetap saja ia terlihat cantik. Kami berangkat pagi karena tahu ini hari libur.

Datang kesana, Suasana sudah lumayan rame, kami pergi memilih tempat duduk yg nyaman juga menyewa box untuk menyimpan barang² kami. Azka sudah tertawa kesana kemari dengan baju renangnya, ia terlihat senang dan ingin segera turun, bebek²an warna kuningnya ia pakai, segera intan turun ke kolam renang hangat yg dikhusukan untuk anak-anak.

Aku masih ingin bersantai disini. Sambil menyalakan rokok aku melihat-lihat suasana sekitar. Terlihat wanita wanita cantik memakai pakaian seksi sejauh mata memandang. Suara anak-anak kecil yg berenang bersama para ibunya terlihat ceria. Para Ibu yg membuat kepalaku pusing karena tubuh mereka yg seksi.

Aku beranjak menuju box untuk menyimpan barangku. Aku juga ingin segera turun ke kolam bersama azka.

Ketika dalam perjalanan menuju kesana, perhatian ku teralihkan dengan wanita yg sepertinya ku kenal.

Ia duduk menyilangkan kakinya manis dan terlihat sangat seksi di bawah tangga tembok menghadap ke kolam.

Aku kenal wanita itu.

Ia memakai tanktop warna merah cerah dipadu hot pants yg memperlihatkan kaki jenjangnya yg mulus menggairahkan. terlihat seksi ia memegang baju anak-anak kecil ditangannya. Dia adalah istrinya tono, sarah.

Aku dekati dia berniat untuk menyapa. Kulihat ke kanan dan ke kiri tak ada suaminya disana. Sangat seksi ia dengan tanktop merah itu.

“Sarah..”

“ehh.. A ryan ..”

“kirain siapa .. Tadinya mau lewat aja, ternyata bener”

“ama siapa a ke sini”

“tuh sama azka bertiga sama mamahnya juga”

Aku jabat tangannya ia beralih duduk dari anak tangga ke kursi tempat dia dan keluarga menyimpan baju.

“ama siapa kesini?”

“ama amel berdua”

“loh bapaknya..?”

“Ga mau ikut pengen tidur aja dirumah”

“oohh.. Pantes sendirian aja”

“udah lama a?”

“baru dateng, si azka udah berenang, papahnya masih pengen santai.”

“sama, aku juga mau renang tapi masih kaya kucing, takut air hihiii ”

“amelnya mana?”

“itu

Aku melihat anak perempuan berusia lima tahun sedang asik berenang di kolam anak2 yg lebih besar,

“cantik banget anaknya, …”

“makasih,”

“kebeneran banget yah ketemu di sini”

“iya a

Ia menyilangkan paha mulusnya.

“padahal kesini ga direncanain, soalnya si amel Tiba-tiba pengen renang, bapaknya ga mau anter yg udah.”

Toketnya yg mungil terlihat cute dan menggairahkan dibalik tanktop merah itu, pahanya begitu jenjang menandakan ia tinggi, ibu satu anak ini terlihat menggemaskan.

“gabung aja yuk disana, biar rame, ada makanan loh sekalian makan makan bareng”

“asiiik oke a makasiiih , nanti aku ke sana deh, kalo udah selesai.”

Aku pergi meninggalkannya menuju tempat penyewaan box dan memakai celana renang.

Sampai di kolam aku selfie bareng terlebih dahulu bersama keluargaku, aku benar-benar merasa bahagia karena hampir seminggu tidak ketemu azka, bahkan sekarang aku seperti sudah lupa dengan masalah-masalahku.

Beranjak ke kolam renang dewasa aku langsung menaiki tangga tower yg tinggi agar bisa meluncur menggunakan serodotan dari atas ke bawah. Mungkin tower ini paling tinggi di antara tower yg lainnya. Aku meluncur seperti peluru ke bawah merasakan sensasi yg menyenangkan ini.

Sampai di kolam renang besar, aku melihat sarah. Ia terlihat lebih seksi dengan tanktop merah basah itu. Benar dugaanku kalo badannya tinggi untuk ukuran seorang wanita. Aku kaget meskipun dia tinggi tapi pantatnya montok kebelakang. Terlihat seksi dia dengan kaki jenjangnya dan menyeburkan dirinya ke kolam, aku memanggilnya sambil menghampirinya.

Kami membicarakan hal2 dari yg basa sampai yg basi. Sepanjang mengobrol itu tak hentinya aku melihat celah lekukan belah dadanya yg mungil, membuatku gemas.

“enak yah jadi mahmud itu, nanti pas anak kita udah besar2, kitanya ga terlalu tua” ucapku di sela sela obrolan ini.

“bener a, banyak yg mau lagi sama mahmud mah hahaa”

Entah itu keceplosan atau bukan, namun pernyataannya itu memang seratus persen benar.

“walah, banyak yg godain donk.. bahaya ada mahmud sendirian di sini”

“hahahaa.. Bisa aja si aa..”

“emang sarah kerja di kesehatan masyarakat juga yah denger2”

“iyah a, rekam medis di rumah sakit situ”

“terus usaha tempat makannya gimana?.. Perasaan aa waktu ke sana buka tempat makan deh?”

“iya a.. Paling bibi aku yg jagain, akunya mah kerja, paling nongkrongnya kalo lagi libur ama pulang kerja.”

“iya, untung waktu a ke sana kamu ada yah..”

Agak lama setelah obrolan itu kami saling berdiam diri, sampai-sampai sarah menanyakan hal yg mengagetkanku.

“a.. Ngomong2 waktu aa ke sana, emang ada masalah yah..”

DEGG.. sekejap aku Tiba-tiba mengingat permasalahan suaminya, bahkan beberapa menit yg lalu aku hampir lupa dengan kasus suaminya itu..

“emang mas tono bilang apa?” tanyaku.

“ga bilang apa2 a, bahkan aku ga bilang2 ke mas tono kalo aa datang”

Dari sini aku yakin kalo sarah tidak tahu menahu dengan kasus yg menimpa suaminya. Tak ingin gegabah bilang macam2 aku tutup mulutku dengan bicara seadanya.

“cuman waktu itu mbak wati yg istrinya pak hendra itu nelepon ke aku a, katanya suami² kita kaya punya usaha sampingan gitu diproyek, tiap aku tanya ke mas tono dia tertutup.. Emang ada usaha sampingan apa sih a suami² kita?..”

“belum tau teh, mungkin orang lapangan yg tahu,” ucapku pelan.

“nanti deh ditanya sama orang lapangan, aa minta nomor telepon sarah dulu, siapa tau kalo ada kabar nanti aa kasih tahu”

Kami sama-sama beranjak keluar kolam, tujuan utamaku untuk berkomunikasi agar aku bisa lebih terang mengenai kasus suaminya, mendengar mbak wati menelepon, aku yakin mereka sudah bersekongkol sangat lama. Setelah menulis nomor dan mengajaknya menemui intan, kami sempat berbicara dan bercanda sambil makan bareng. Setelah itu kami sama² pamit karena hari sudah siang.

 

===

Setelah berenang itu kami memutuskan untuk beranjak ke rumah pak haji malik. Sekalian kami mampir karena sudah sangat lama kami tak bertemu, disamping itu pula aku ingin mengetahui profil para penadah itu.

Disana sudah ada pak haji yg sedang menunggu di pangkalan pasirnya. Memakai kaos putih dan sarung lusuh ia tersenyum melihat mobilku.

Terlihat Lapangan badminton tempat aku bermain dulu.. Well, aku selalu menyebutnya badminton kenangan karena pernah ada cerita di sana.

Masih terlihat asri lapangan badminton itu, tak ada yg berubah. Pak haji menyambutku kedepan.

Keluargaku dan keluarga pak haji malik memang dibilang dekat, kami sangat jarang bertemu, namun bila sudah bertemu, terasa seperti sodara jauh yg baru datang, semua topik pasti dibicarakan.

Aku melihat usahanya terus berkembang, terlihat di samping rumah pak haji ada kontrakan yg sedang dibangun, ada sekitar 20 pintu di sana, saudagar pasir ini melebar usahanya membangun kontrakan kecil²an.

“ayo masuk masuk..aduuh azka ganteng bangeet..”

Ucap pak haji mempersilahkan kami duduk di depan rumahnya,

“ditunggu dari tadi, datengnya baru sekarang”

“jiaahh, Jagoannya nih renangnya lama banget,..”

“sini sayang, ais sama abah” ucapnya sambil mengajak azka untuk digendong. Namun sayang dia tidak pernah mau bila digendong dengan orang yg tak dikenal.

AZKAAAA”.. suara wanita dari dalam rumah yg memanggil kencang , aku tahu itu bu haji. a keluar dengan gamis merah dan hijab motif floralnya.

Sudah lama aku tak menemuinya. Ia terlihat makin fresh.. Makin segar… Makin…….

“aduuhh ada anak ganteng dateng.. Sini sayang sama ibu peluk ” ucapnya sambil merayu azka dan menyalamiku juga intan,

“sehat bu,?” ucapku.

“alhamdulillah a, badan mah sehat, kantongnya kurang”

“jiaahh.. Bisa aja, lagi bangun sana sini juga..”

“hehee..”

“mana nih orang ganteng, gendong dulu sama ibu” ucapnya merayu azka.

Perlahan karena mungkin bu haji memiliki aura motherly, akhirnya azka mau digendong, biasanya ia paling anti digendong oleh orang asing.

Sebelum membicarakan ke topik, kami sama-sama membicarakan Tentang kehidupan kami masing-masing. sampai – sampai bu haji mengundang kami untuk metis buah di halaman rumahnya sore ini,

“walah, boleh tuh bu, kenapa ga sekarang aja..”?

“nanti sore aja a lebih seru sekalian makan2”

kulihat memang sangat lebat buah di mangga pohon itu. Mungkin nanti sore kami bisa mampir lagi kesini.

Azka serta istriku bermain dengan bu haji di pelataran rumah, aku mulai bicara serius dengan pak haji di kursi dalam rumah ini mengenai informasi para penadah.

Dari A sampai Z pak haji menjelaskan semuanya, bahkan permainan permainan orang yg pernah korupsi di dunia pasir ia jelaskan.

Profil-profil mereka, atau istilah seperti “kencing dijalan” yg nakal yg menurunkan pesanan pasir orang lain dengan menurunkannya di pangkalan liar.

Atau tentang tambang² pasir liar yg kemungkinan adalah tanah orang lain namun tetap saja mereka gali.

Kami membicarakan permainan mereka satu per satu.

“kalo pengen tahu tentang pak sobri, penadah utama itu, nanti sore kamu harus ke sini yan, kita pura-pura tak tahu, tapi tanya tanya aja nanti..”

Ide bagus”

Aku bilang ke pak haji kalo nanti sore aku ke sini. Karena sekarang azka kelelahan sehabis berenang, aku berniat mengantarkannya pulang.

Beranjak aku ke azka yg masih digendong bu haji. Beliau mengajak kami supaya metis bareng sore ini. Mungkin istriku ada acara dengan teman-temannya akhir pekan ini, sehingga tidak bisa ikut.

“Dilihat aja deh nanti bu haji.. Bisa nggaknya” jawabku

Siang itu, kami memutuskan untuk pulang karena azka ketiduran.

 

===

Sampai rumah aku mendapatkan kabar baik dari ustazah kalo pak jaka tenyata sudah dikeluarkan dari pesantren,

Good God that’s great..

Buru² aku telepon mang ujang serta mang kardi untuk bisa memancing pak jaka supaya bisa bekerja lagi disini.

We need proof…

A good one..

Biarkan dia kembali bekerja disini, dan ketika bersekongkol, kita bisa mendapatkan bukti yg banyak.

Kulihat intan sudah tertidur dengan nyenyak disamping azka, aku beranjak ke kedepan untuk duduk dikursi santai dan tiduran disana, aku teringat dengan pemandangan tadi dirumah pak haji.

Aku mengingat bu haji elis yg montok itu. Istri pak haji itu tak pernah hilang pesona, selalu mengundang seleraku. Tubuh setengah bayanya yg agak gendut namun tidak gemuk itu terlihat sangat seksi menggairahkan. Toketnya pun terlihat makin montok, pantatnya besar, bini haji malik itu makin subur..

Atau bahasa sederhananya..

Makin Nafsuin…

Aku juga ingat selangkangannya yg gemuk dan tembem.

Akhh bu haji, i remember your fat pussy..

Seperti apa dia sekarang..

Aku mengusap kontolku mengingatnya

Karena kangen..

iseng iseng menjelang sore itu aku what’s up dirinya..

“petisnya ada bu..?” ketikku

Lama tak dibalas,. Baru sampai 10 menit aku mendapat balasan,

“ada atuh, hayu kamu ke sini”

“boleh bu, kayanya ryan yg ke sana..”

“aku tunggu yah..”

“oke bu, hehee, lama euy ga lihat bu haji..”

“kenapa… Kangen.. ?”

“iyah.. Udah lama banget”

“hmmm.. Sama udh lama juga, Tapi ngomong² kamu badannya makin bagus yaa.. Makin atletis..”

“bu haji yg makin seksi”

“laah.. harus tetep seksi lah.. Biar pak haji betah..”

“punya tubuh seksi gitu jangan buat dilihat suami doang bu, tapi buat dilihat anak muda kaya aku juga”

“hahahaa.. Bahaya..”

“ibu lagi ngapain”

“lagi tiduran dikasur”

“pengen liat..”

“Nanti pak haji ga marah kalo istrinya diliatin kamu

“ngga lah , pengen ngeliat bu haji yg lagi tidur”

“hmm.. Bisa aja kamu.. Jadi bukan buat suami aja yah, buat kamu juga..”

“iya bu.. Pengen liat.. ”

“hmm.. Mulai deh.. Jadi kesini ngga”

“hehee.. Oke Aku ke sana yah bu, pengen ngeliat pak sobri jga kaya gimana”

“oke.. Oke.. Kita kejar bareng² pak sobrinya.. Nanti ibu tunjukin

 

===

Kami menunggu pak sobri sore itu disamping lapangan badminton. Sudah berkali-kali pak haji cerita bahwa pembelian pasir dari proyekku ia jual kembali ke daerah pangkalan-pangkalan pasir yg ada di cilangkap. Aku ingin sekali ke sana, karena kudengar banyak tanah yg bisa dijadikan galian pasir putih yg bagus.

Aku ingin mengikuti kemana pak sobri menjual pasir2 ku kembali kesana.

Ya… Aku ingin mengejar penadah itu.

“kita ke sana yuk pak”

“udah sore yan, tapi ga masalah, kalo kamu mau sekalian aja beli tanah di sana.. Terus buka galian pasir..”

“agak repot pak haji kalo usaha galian pasir, izin formalnya ribet, kebanyakan teman² aku juga yg usaha pasir rata-rata mereka semua tambang liar.. Ga ada yg izin resmi”

“ya emang begitu, dimana-mana memang rata² liar, soalnya… Nah itu dia datang truknya” ucap pak haji sambil memotong pembicaraannya tadi.

Aku bangkit berdiri melihat truk itu, beberapa saat kemudian kulihat orang tua yg disertai perutnya yg ndut dan kepala dengan rambut yg sedikit keluar dari truk.

“PAK HAJIIII.. PASIIIR” teriaknya ke arah pak haji malik sambil menutup pintu mobilnya.

“angkutt aja pak sobri” ucap pak sobri kepadanya.

Aku menghampirinya sambil berpura-pura melihat kualitas pasir dan bertanya..

“ini kalo pasir putih gini ngambil dimana yah pak”

“Di cilangkap boss, ini boss yg punya proyek ruko itu kan”

“hehee.. Tau aja si mamang.. Emang pernah maen mang”

“sering kan disana juga banyak temen2 saya bos, sama pak hendra, pak jaka, pak kardi terus si tono juga tuh yg satpam..”

Benar dugaanku mereka sudah sangat akrab. Aku sangat yakin dia justru tau kalo aku pemiliknya, dan dia tau kalo pasir yg dia jual kembali itu adalah hasil curian.

Aku jelaskan ke pak haji bahwa ternyata dia benar. Aku berniat untuk pergi ke cilangkap sore itu juga.

“sebelum kamu ke sana, mending kamu ke bu haji dulu liat nominal yg sudah dicuri.. Dia yg tau seluk beluknya..”

“oke pak haji..”

Segera aku pergi kerumahnya yg agak ke belakang itu. Pak haji tetap duduk di pangkalan, aku diperintahkan untuk menemui istrinya di sini.

“assalamualaikum”

“walikumsalam yaa”

Bu haji keluar, ia tersenyum ketika Melihatku, ia masih memakai mukena hijau karena mungkin baru selesai ashar sambil mengambil gelas kopi untukku, dengan wajah ke ibuan ia terlihat cantik menghampiriku.

“baru mau ke sana nih mau nganterin kopi..”

“pak hajinya nyuruh ksini bu.. Simpen di situ aja ”

Bu haji beralih ke meja tamu, ia hendak berjalan ke sana menyimpan kopi itu sambil tersenyum kepadaku, karena merasa ribet, ia turunkan kopi itu kebawah sambil menyingkapkan mukenanya ke atas.

Karena mukenanya sudah ke atas, aku melihat ia hanya memakai tanktop hitam dibaliknya, otomatis belahan susu montok di balik mukena itu terlihat olehku, oh my God..

Begitu amat putih, besar dan mengundang susu besar itu. Birahiku bangkit.

“uhh” ucapku.

Bu haji melihatku yg melihat toketnya, buru2 ia turunkan lagi mukena itu.

“ups, aku lupa kalo aku pake tanktop seksi.. Hihiii”

“hmm.. makin gede aja bu” ucapku

Bu haji elis mencubit bahuku sambil melihat ke arah suaminya . “huss.. Ga boleh”

Aku duduk sambil melihatnya, melihat pemandangan tadi, otomatis batangku membesar dibalik celana boxer ini, bu haji melihatku, ia melihat tenda kontolku yg terlihat penasaran karena melihat toket tadi.

“abis Makin gede aja..”

“hushh.. Yg punyanya diluar”

Angkat lagi bu”

“ga boleh..” ucapnya sambil melihat ke arah pak haji.

Sambil mengusap kontolku aku bilang

“. kan bukan buat suami ibu doang, buat aku juga”

Bu haji tersenyum mendengar ocehanku. , Ia melihat ke arah pak haji sambil bilang

“emang suamiku ga bakal marah, kalo aku diliatin kamu”

“ngga lah bu, dia ga bakal keberatan kalo istrinya bikin ngaceng aku”

“kamu penasaran yah”

“hmm”

“kaciaaan…”

Ia melihat ke arah pak haji, sambil mulai mengangkat mukenanya ke atas, pelan2 dengan mimik.malu2 ia mengangkatnya ke atas

“nihh”

“ohh god.. Shhhh”

Aku keluarkan kontolku keluar, aku kocok kocok,

Uh, kulihat matanya bu haji mengecil melihat kontolku, susu itu sangat tumpah ruah dibalik tanktop hitam seksinya.

“ga ada lima menit aku ngobrol sama suamiku, sekarang kamu ngocok-ngocokin toket besar istrinya”

“Ohh my God.. Montok banget bu, kayaknya makin gede”

“kamu nekat banget sih ngocokin aku kaya gitu”

“tubuh ibu siih.. Makin gemuk… montok… Tembem… Selera kontolku”

“sttt.. Ga boleh bayangin aku dimasukin kamu ryan.. Aku ini istrinya pak haji ”

Shh mendengar ucapannya aku makin keras.

“apalagi aku.. Yg makin gendut.. Montok ini dimasukin batang gede kamu”

Mungkin karena melihat pak haji berdiri bu haji menurunkan mukenanya ke bawah , aku pun memasukan batangku ke dalam. Buru2 bu haji pergi ke kamarnya untuk mengambil bon nominal pasir itu. Namun sebelum pergi, ia melemparkan tatakan gelas kecil ke arahku. Aku tersenyum menerima lemparan itu.

“Yuk, kita berangkat ke cilangkap sekarang” ucap pak haji ketika memasuki rumah

“hayuuu..” ucapku sambil berharap bu haji ikut dalam pengejaran penadah ini. Ia keluar masih memakai mukena tadi sambil membawa bon2 yg banyak. Pak haji pergi ke kamar untuk salin.

Aku duduk di sofa sambil melihat ke kaca ke arah kamar pak haji. Bu haji menghampiriku dari belakang, ia tidak duduk disampingku, namun ia berdiri dibelakang sofa dan membungkukan badannya ke arahku, membuat aku harus menengokan kepalku kebelakang. badan kami hanya dipisahkan oleh sandaran sofa.

Ketika ia membungkuk sambil memperlihatkan bon2nya kepadaku, jarak kami sangat dekat, sambil melihat cermin, aku tak fokus melihat bon2 itu, namun melihat susunya yg menggunung dibalik mukena itu, sambil melihat cermin aku mengusap kontolku yg sudah keras dari tadi. bu haji pun melihatku, ia melihat ke kamar suaminya sambil melihat cermin dan mengangkat mukenanya ke atas. Susu besar dan badannya yg agak gendut itu terlihat.

Aku jilat belahan toket itu basah

Shhh

Bu haji memasukkan tangannya ke dalam boxerku, ia genggam kontolku. ‘uuhh.. Panjang banget ” bisiknya

“mau..? Kaya nya enak kalo masuk ke tubuh montok ibu” bisikku

Ia remas kontolku perlahan sambil melihat kearah kaca suaminya, ia berbisik ke kupingku

“kalo dimasukin ke yg tembem enak juga ga”

Shhh

Terdengar suara brukk” ia lepas genggaman nya dan menurunkan mukenanya, ia pergi ke kamarnya dan meninggalkan ku tersiksa sendiri disini, ia pergi ke kamar suaminya.

 

===

“kayanya malem yah pak kalo ke sana sekarang” tanyaku setelah pak haji keluar kamar.

“bener boss, ga mesti ke sana lah, toh udah tau ini seluk beluknya dari bu haji.. Jadi ngejar informasi permainan penadahnya dari bu haji aja, dia punya koq catatannya lengkap”

Bu haji keluar dengan memakai gamis merah dan jilbab hitamnya, ia sempat melirikku sebentar.

“tadi udah ditunjukin sih pak haji bonnya sebagian” ucapku sambil melihat bu haji.

“emang kurang ajar penadahnya” ucapku

“banyak noh, si ibu punya buku besar, dia tau dijual kemana aja dan berapa jumlahnya, buu ambil buku besarnya” ucap pak haji sambil memerintahkan istrinya.

‘iya paak..”

“nanti kamu perhatiin aja informasinya, aku mau ke pangkalan dulu yah, ada yg mau ngeborong pasir ampe malem”

“siap pak”

Aku kembali duduk lagi di sofa, aku berpikir ada benarnya omongan pak haji, tak perlu aku pergi jauh2 ke sana, cukup aku meminta informasi penadah utama ini dari bu haji. Dari buku besarnya, Ku lihat pak haji sudah pergi ke depan ke pangkalan pasirnya.

Kudengar suara bu haji menghampiriku

“buku besarnya ga ada di sini sayang, tapi ada dirumah sebrang, ” ucapnya.

“rumah yg mana bu haji?”

“rumah kecil yg di sana tuh, rumah khusus tempat istirahat pak haji buat mengontrol pembangunan kontrakannya, waktu itu aku lagi nulis2 data ketinggalan di sana”

“ya udah bu kita ke sana aja”

Bu haji melihatku sebentar, ia pergi keluar sambil bilang “aku ambil kunci dulu sebentar”

Aku beranjak ke sana, kulihat pak haji masih sibuk dipangkalan. Ada banyak truk yg parkir di sana, mungkin ini musim banyak orang yg sedang membangun sehingga permintaan pasir meningkat. Ia sibuk memarkirkan truk sambil mengawasi anak buahnya mengangkut dan menurunkan pasir itu semua.

Sampai di sana ternyata itu rumah kecil, jaraknya sekitar seratus meter dari rumah bu haji, mungkin ini bisa disebut rumah contoh yg hendak dibangunnya untuk kontrakan.

Bu haji membuka pintu rumah itu dan menyuruhku duduk. Du dalamnya hanya ada tivi, kasur lipat dan lemari, Ia mengambil buku besar di lemari pojok sebelah kiri dekat tivi, aku melihat gamis merah itu ketat mencetak tubuhnya, berdua dengannya disini jauh dari pak haji, membuat otak kotorku bangkit.

“udah lama yah bu, bikin rumah ini”

“baru tiga bulan yg lalu”

“ooh, pantes masih wangi cat”

Bu haji duduk di sampingku, ia memberi tahukan semua tentang penjualan penadah di buku itu, sesekali sambil mendengarkan penjelasannya aku melihat ke susu montoknya yg menonjol di balik gamis itu. Inget kejadian nekat tadi membuatku mulai pusing

perlahan aku mulai merapatkan tubuhku mendekatinya.

“masih inget yg tadi” bisikku ke arahnya.

Bu haji terdiam, ia hanya tersenyum kecil disela2 obrolannya tentang informasi penadah ini. Aku melihat keluar,tak ada orang , aku langsung berdiri menutup pintu.

Bu haji melihatku sambil duduk dengan tubuh montoknya dibalut gamis itu.

“okhh bu haji nafsuin” ucapku melihat tubuh little bbw nya.

Aku turunkan celana boxerku, kontolku ngacung keras menantangnya,

“katanya enak, kalo masuk ke tubuh montok ibu…..” kataku mengocok2 kontolku didepannya.

“nanti suamiku masuk”

Aku duduk mencium bibirnya “hmm shhh

“nanti kalo dia ngeliat kontol panjang kamu masukin istrinya yg gendut gimana” ucapnya manja

ahh shhh ahh cup cup muaachh.. Aku cium bibirnya bertubi-tubi, aku buka seleting gamis depan itu kebawah, langsung kurogoh susu montoknya keluar, kuremas keras ahhh shhh. Kutarik putingnya, kubuka pinggiran jilbabnya, kujilat jilati kupingnya

Ahh ahh ahh shhhh ahhhhh

Kubuka gamisnya kebawah, ku caplok susu montoknya slrupp slruupp Ah ah shhhh, bu haji menggelinjang mencari2 kontolku, ku raba pinggiran celana dalamnya, Langsung ku colok memeknya

Ahhhhhhhhhhhhhhh shhhh

Kucipok bibirnya sambil menyolok2 memeknya, ludahnya bertukaran dengan ludahku. Sambil kubuka cancutnya, shhh ‘aku pengen ngeliat memek tembem ibu” ucapku penuh nafsu.

Setelah terbuka kusuruh ia tiduran di atas kasur lipat, melihat memek tembem itu membuat aku kehilangan konsentrasi, bu haji menggigit jarinya memperlihatkan memek tembem itu seakan-akan menunggu kontolku.

“bener kan tembem” ucapnya manja sambil senyum.

Oohhh aku mengocok ngocok kontolku sambil ku arahkan ke belahan nya,

“uuuhhhhhh shhhhhhhhhhh” saat baru kepalaku masuk.

“OOOHHHHHH” ketika aku menghentak lebih dalam..

ShhAAHHHHHHH” Bu haji menjerit sambil mengangkat kepalanya ke atas ketika seluruh batangku masuk.

“ugghhhhh” kugoyang sambil menciumi bibirnya.

Ah ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh

Ahh ahh shhhhhhhhh ahhh shhhh ahhhh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh

Ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh

Ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh

Ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh

“ughh ryaaan…”

“besar banget kamu masukin aku”

Akhhhhhhhhhh

Fuck fuck fuck

“entot memek tembemku sayang iyahh entot ahhh shhhhhh

Penisku menghujam lebih cepat sampai ia tak bicara lagi, aku hanya mendengar jeritannya penambah semangat ku.

Uhhhhhhhhhhhhhhhh kucabut kontolku.

Kupukul pukulkan kontolku di memek gemuknya keras, plak plak plak, ahhh shhhh hmmmm..

Begitu menggairahkan memek itu menambah keras kontolku..

Ku cabak susunya gemas, sambil ku masukan kembali ke dalam..

Ahhhhhh shhhhhh

Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck

Ohh bu haji nafsuin banget memeknya ”

Iyah sayang, shhh uuhhh hajar memek tembemku habis2an”

Shhh ohhh, gawwddd..

Aku cabut kontolku, melihat tubuhnya yg montok itu,

aku jilat dari perutnya dari bawah dengan sekali sapuan memanjang ke atas sampai bibirnya.

Aku ingin mencicipi tubuh gendut ini secara “harfiah”.

Ohhh shhhhhh.

Kubalikan ia kebelakang, kujilat pipi montok pantatnya sambil menusuk nusuk lubang duburnya,

Plakk plakkk PLAAKK AHHH shhh

Kutampar pantatnya saat lebih dalam aku menusuk lubang duburnya, AHH AHHH SHHHH UHHHHHHH..

Ku masukan kontolku dari belakang sambil menusuk nusuk lubang duburnya.

Uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh

Uh uh uh uh uh uh uh uh uh

UUUHHHHHH GAAWWDD shhh

Kutarik rambutnya yg masih tertutup jilbab itu kebelakang, jari tengahku lebih dalam masuk ke liang analnya, sambil kuludahi ia menjerit merasakan nikmat.

Uuuhhhhhhhh… Shhhhhh

Ku buka lebih lebar pipi pantatnya, kuludahi bertubi-tubi lubang anal itu, bu haji bergetar -getar dengan orgasme nya menahan serangan kontolku.

Uhhhhhhhhhhhhhhhh ryaaaannn shhhh

Kucabut kontolku, sambil menunggunya sadar dari pasca orgasmenya, ku ludahi terus lubang anal itu banyak,

Shhh ohhh shhhhh ohhhhh, ”

Bu haji menaruh kedua tangannya kebelakang, ia buka pipi pantatnya lebih lebar agar lebih mudah aku menyolok lubang analnya, shhhhh ahhh iya sayanngg shhhh ahhhh lebih dalam lebih dalaaammm.

Ahhhhhhh, bu haji seperti kesetanan menahan gairah ini. Gairah yg tidak mungkin ia dapatkan dari suaminya.

Iyah sayaang terussss ahhh shhhh ahhhh uhhhhh…

Setelah lama aku menusuk-nusuk duburnya dengan jariku, banyak ludahku membasahi disana. Aku arahkan kontolku ke lubang analnya, bu haji seperti tak bernafas saat kepala kontolku mulai memasuki lubang kecil itu.

HOOOOOHH

Shhhh uhhhh, aku cabut kembali kontolku, bu haji membantu mengocok ngocok kontolku sambil bilang

“uhhhh ludahin lagi sayang, ludahin lagi lubang duburnya shhhh ahhhhhh

Clek clek clekk

Kami berganti posisi dengan sama sama tidur menyamping, ku coba memasukan lagi kontolku ke dalam

AHH,.. Kucoba menyeruak masuk lebih dalam lubang anal itu.. Ohhhh ohhhh OHHHHHHH OHHHHHHHHHHHHHHHHH SHHHHHHHHH HAHHHHHHH,

Kepala kontolku sudah masuk Aku cabut kembali kontolku sambil bersuara pedas shhhhh ahhhhhhhhhhshhhhhhhahhhhh

Bu haji mendesah sambil segera duduk mengocok kontolku. Ia kocok2 sambil meludahi banyak banyakkk..

Shhhhhhhhh shhhhhhaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhpihhh pihhhhh

“Masukin lagi sayang masukin .. Shhhh hahhhh uhhhh,” ucapnya sambil mengarahkan kontolku ke lubang analnya..

Ia tunggingkan pantatnya, kumasuki lagi kepalanya, OHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH, kontolku seperti dipijit lubang yg amat sempit, terasa begitu nikmat saat aku memaksa lebih dalam mendengar jeritannya, aku pacu mulai memaju mundurkan meski hanya kepala kontolku,

AHHHHH AHHHHH AHHHHHHH AHHHH AHHHHH

UHH CABUT DULU SAYAANG CABUT SHHHHHH AHHHHHH

Aku cabut kembali kontolku, kucolok colok lagi lubang duburnya agar bisa menyesuaikan penetrasiku, shhhh ahhh iya iyahhh uhhhh. Ucapnya sambil mengocok ngocok kontolku

Masukin lagi sayang iyah shhhh uhhhh,

Kembali aku mulai memasuki kontolku kesekian kalinya ke lubang nikmat itu.

UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUGHH

Jeritannya panjang, ketika aku mulai memasukinya lagi, okhhhh lubang anal ini sudah menyesuaikan dengan sodokan kontolku. Aku mulai ewe ketika setengah kontolku masuk

fucking unbelievable

AHHH AHH AHHH AHHHH AHHH iya sayanngg AAHHHHHHHHHHHHHHH UHHHHHHH

fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck

AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH AHH

AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH

AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH

AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH

Karena tak kuat dengan jepitan lubang sempit itu, aku muncrat banyak didalam..

SPLASHH OHHHH GAWWDDDD

CROTTT CROTTTT AHHHHH SHHHHHH

“uhhh bu hajiiii.. Aku Ga percaya shhhhh ahhhhh”

Bu haji tak menjawab pertanyaanku, ia masih memejamkan mata setelah sesi anal tadi , namun nampaknya ia terlihat terbang karena ekstasi ini.

Aku ambruk disampingnya saat kontolku ku cabut dari lubang anal nya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo