loading...

Setelah sesi pertama tadi, kami memang sempat tertidur beberapa saat. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul delapan malam. Sempat Terpikir aku ingin pergi ke kamar mandi untuk menyusulnya, namun aku masuh merasa lelah dan memutuskan untuk tidur-tiduran fulu sejenak.

“ustazah malam ini makan ?” tanyaku dengan suara khas orang yg baru bangun tidur.

“makan dimana?” jawabnya dari dalam kamar mandi.

“Dimana-mana ”

“hmmm..”

Aku tersenyum mendengar suara manjanya yg terdengar dari dalam kamar mandi. Sepertinya ia menyalakan shower, terdengar rintikan air untuk untuk membersihkan badannya. Ya dia memang harus membersihkan badannya. Setelah pantat montoknya ku siram dengan pejuku yg tumpah di pipi pantat montok itu. Mungkin sudah mengering. Torpedoku kembali menggeliat ketika mengingat betapa banyaknya aku ngecrot di pantatnya. What a night.

Aku kembali tiduran sambil menutup wajahku dengan selimut. Terdengar suara hp menyala. Ringtone Disturbed itu lumayan membuat ku kaget dan segera aku mengangkat nya.

“Yaa..”

” ujang boss,”

“ohh gimana jang ?”

“lagi nyelesein pengumpulan bukti bos..”

Ohh.. Terus gimana ?..”

“punya tono udah lengkap.. hendra juga, tinggal jaka yg belum lengkap” ucapnya .

“kenapa?”

“Ga ada foto, rekaman CCTV, atau saksi yg ngeliat..”

“waduhh sulit juga”

“iya boss.. Mangkanya Kalo mau selesai harus lengkap buktinya, kita ga bisa pake saksi palsu. Bisa nge balik ke kita tar.”

“Bener mang.. tadiBaru aja saya dari rumah pak kiyai, supaya bisa dikeluarin ” jelasku

“susah juga bos kalo bukti ga lengkap.. Kalo mau nangkep jaka.. Mereka pasti memakai hak ingkarnya..”

Betul kata mang ujang. Secara hukum, mereka punya hak untuk tidak mengaku perbuatannya bila tak ada bukti. Dan itu adalah “Shitstrom”. Mereka bisa bebas karena tidak ada bukti. Bukti memang elemen penting kalo ingin mereka di tangkap. Aku berpikir, satupun Saksi tidak ada yg melihat.

Muncul ide dikepalaku waktu itu juga.

ide ini memang membutuhkan waktu. Namun aku yakin sepadan dengan penantiannya.

“Gimana kalo gini aja mang ujang.. Gimana kalo misalnya pak jaka kita pancing lagi aja biar bisa kerja lagi di proyek kita lagi, sebagai pancingan.. mereka pasti brkerja sama lagi melakukan penipuan itu, nanti tiba saatnya ketika mereka beraksi pasti kita dapat banyak bukti. foto, Rekaman CCTV, saksi dll. Baru kita laporkan semuanya. ”

Agak lama mang ujang merespon penjelasan ku,. namun akhirnya ia tertawa setelah mengerti mendengar ideku..

“huahahaa.. Brilliant bos.. Kita pancing aja.. Terus kita jebak..”

“Bener.. mangkanya besok kita bicarakan lagi… Kita harus hati-hati .. Kabarin ke yg lain..”

“oke boss..”

Aku tutup telepon nya. Aku duduk sambil memikirkan hal tadi. Aku berpikir akan memakan waktu lebih banyak bila memakai ideku tadi. Namun aku yakin dengan istilah..

You can Run but you can’t Hide..

Mereka memang bisa berlari dari masalah, namun mereka tidak bisa menyembunyikan masalah mereka sendiri, memang harus penuh kehati hatian. Ada sekitar 15 pesan yg masuk ke hapeku. Rata² Pesan itu datang dari orang-orang yg menangani kasus ini. Aku kabari mereka untuk berkumpul besok. Butuh waktu sampai lima belas menit aku membalas pesan mereka satu persatu.

Tak terasa.. ustazah sudah keluar dari kamar mandi. Ia keluar dengan memakai pakaian lengkap beserta gamis biru dongker dan jilbab ungunya . Sungguh ayu dan cantik ustazah ini. Mungkin ia sekalian dandan di dalam karena sudah terlihat rapih. gamis itu adalah gamis yg dibelinya di butik tadi. Memang bagian pinggang kebawah gamis itu terlihat besar sebagaimana yg dijelaskannya di kafe. Tapi tidak bisa menyembunyikan aura seksi pantat montoknya kebelakang. Aku bersiul seksi ke arahnya .

Galeri Ustadzah Sahla

“swwiiw..”

“kenapa?”

“seksi”

“otak kamunya yg kotor , aku udah rapih sopan gini malah di siulin”

“boolnya ustazahnya masih keliatan” ucapku nakal sambil mengusap batangku dibawah selimut.

Ustazah melihatku tajam dan tak membalasku. Ia kembali merapihkan jilbabnya dengan jarum pentul yg ia taruh di lipatan bibirnya. Ia kencangkan ikatan jilbab itu dengan menusukan jarum pentul tersebut ke bawah dagunya supaya terlihat rapih.

” kamu tadi nelepon yah? ” ucapnya masih berdiri sambil merapihkan jilbabnya melihat ke kaca besar di tengah kamar.

“iya” kataku membuka selimut ku.

“kenapa ? ”

Batangku yg masih setengah berdiri namun sudah besar ini mengalihkan perhatiannya.

” pak jaka, ada masalah sedikit, tapi nanti pasti selesai, ” ucap ku

“jangan dibawa pusing,” ucapnya sambil merapihkan jilbab bawahnya.

“aku ga pusing itu ustazah” ucapku nakal sambil melihat bool gede itu.

“Tapi pusing itu..” ucapku memajukan wajahku ke bongkahan pantat besar dibalik gamis lebar itu.

Aku penasaran apa ia masih memakai g string pembelian suaminya.

“nafsu kamu gede banget sih” komentarnya ceplas ceplos memperhatikan ku.

“pantat ustazahnya yg gede ….”

“ngeri akunya..”

kriinggggg…

Belum selesai ustazah berbicara, hapenya menyala didekatnya. Hape yg bernada suara telepon klasik itu membuatnya kaget. Ia melihat ke layar untuk mencari tau siapa yg menelepon, Ustazah tahu melihatku dan berbisik pelan.. “pak ustad”.

Aku teringat perkataan terakhir nya yg bilang “ngeri akunya”. Aku yakin maksud itu ia seperti merasa takut bila di hajar lagi olehku . Aku melihatnya sedang menjawab telepon suaminya.

“waalaikum salaam abi.. Iyaa” ucapnya pelan.

aku buka selimut ku lebih lebar memperlihatkan batang yg sudah keras ke arahnya. Namun ia diam saja, ia memalingkan wajahnya kedepan kaca besar rias.

“iyahh.. Ryan udah pulang udah beres..”

Mendengar bilang kalo aku sudah pulang, malah membuat kontolku semakin keras. aku kocok kontol ku sambil melihatnya ngobrol dengan suaminya.

“lohh abi pulang besok”

Aku agak kaget dengan kabar itu. Perlahan aku berjalan menuju kaca besar tempat ustazah berdiri. aku masih mendengarkan mereka bicara namun fokusku teralih menuju pantat besarnya yg dibungkus gamis biru itu.

Setelah dibelakangnya, aku mencium parfum strawberrynya dan Kutempelkan Kontolku menusuk daging pipi pantatnya dibalik gamis itu.

shhhh ah fuck”.. Ucapku dalam hati

Ustazah memejamkan matanya, namun ia lanjut berbicara dengan suaminya. Ketika membuka matanya ia terkesima melihat ukuran kontolku, ia melihat nya sambil berbicara pelan dengan suaminya..

Akhh.. Fuck Him… Ustazah…

“iya pahh.. tadi sempet ke butik, terus ngopi dulu bentar ..” lanjutnya.

Aku angkat gamis biru itu ke atas, aku penasaran apa ia masih memakai g string pemberian suaminya. Ketika di angkat kulihat pantat montok putih mulus tempat pejuku ngecrot disana. Ohh ukurannya terlihat nikmat bila diterobos kontolku.

Ia tidak memakai g string tadi, namun memakai celana dalam merah ati favoritnya yg mungil tidak cukup membungkus pantat entotannya.

Shhhh.

Ustazah membungkam mulutku dengan tangannya agar aku diam. Aku remas pipi pantat itu kencang, ustazah memajukan tubuhnya Karena remasan nakal itu. Kujilat pipinya basah memanjang dari jilbabnya menuju hidungnya.

Dengan nekat, Aku buka pinggran celana dalamnya. Dan ku arahkan kontol kerasku ke belahan memeknya.

Ustazah melarang ku dengan menutup gamis seksinya.

Damn….

“ya udah nanti aku beli oleh-oleh disini aja ya bi biar murah..” tangannya menggapai kontolku, ia genggam, ia kocok kocok sebentar dan ia lepaskan,

ia bahkan menahan dadaku menjauhi tubuhnya.

Damn…

Gamisnya turun kebawah, ustazah masih menahan dadaku agar aku mendekati nya. Aku masih mengocok kontolku melihat pantatnya yg sekarang tertutup gamis itu. masih berbicara dengan suaminya ia melepaskan tangannya didadaku. Sepertinya ia tau kalo aku fokus ke arah belakangnya.

Sambil melihatku dan berbicara pelan dengan suaminya. Ustazah melihat batangku yg keras dan besar ke arahnya, perlahan ia malah mengangkat gamisnya sendiri ke atas, dan menungging kan pantat besarnya yg hanya dibungkus celana dalam mungil itu ke arahku . Makin cepat aku mengocok kontolku.

Shhhh fuck….

“tadi sih katanya ryan punya ide bi.. Ide BESAR..” ucapnya menunggingkan pantatnya sambil memperhatikan kontolku.

“Agak ngeri sih sama ide nya itu bi.. BESAR ..” ucapnya

Ustazah menurunkan gamisnya ke bawah, ia berjongkok didepan kontolku.. Sejajar dengan wajahnya

“butuh bantuan aku juga sih bi, katanya supaya ide BESAR nya lancar”

Aku tempelkan kontolku di keseluruhan wajahnya yg putih, ustazah memejamkan mata dengan hotnya, kontolku mengusap sebagian kerudung atasnya dan wajah nya yg.putih, masih mendengarkan suaminya, aku gesekan kontolku keseluruhan wajahnya. Demi melancarkan “ide besar” ku.

Ia mengangkat tangan kirinya menggenggam batang kontolku, telapak tangan istri ustad ali tak bisa menggenggam keseluruhan lingkarannya, ia kocok kocok, ia buka mulutnya sedikit, ia sedot ujung kontolku sebentar

Plop..

Akhh aku ngilu tak tertahankan

“boleh yah bi kalo aku ngebantuin ryan supaya ide BESARNYA lancar”? Ucapnya manja

Ustazah mengocok kontolku, perlahan ia membuka mulutnya

“yah bii.. boleh yah?”

Aku jejalkan kontolku masuk lebih dalamm ke dalam tenggorokannya, ustazah menjauhkan hapenya kebawah. Aku mendengar jawaban ” boleh” dari suami nya. Aku entot tenggorokan istrinya dalam dalam

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

SHHHHH ahhh

Aku keluarkan kontolku, peju kentalku tumpah di wajah putih mulusnya

CROTTTT CROTTTT SPLASHH akhh

Sebagaian pejuku acak acakan di kepala jilbabnyaa, ustazah memejamkan matanya karena pejuku begitu banyak dan terlihat kental menembak matanya

Shhhhh uhhhh

Ustazah memutus tlpn suaminya sambil membersihkan kontolku dengan lidahnya.

Bab 7: Fuck Him Ustadzah! (2)

Aku membasuh badanku dengan air shower sambil mengingat kejadian tadi.

What a Rush..

Teringat ketika batangku tadi mengusap- usap wajah putih mulusnya, aku sebarkan sperma kentalku keseluruhan wajahnya, ustazah bahkan memejamkan matanya, ia memegang hapenya, sambungan telepon dari suaminya ia putus tepat saat aku ngecrot di wajahnya..

What a Cum Of Fiesta.

Percikan spermaku tersebar seperti titik putih di kepala jilbab ungunya. Ia berdiri untuk mengambil tissu, segera ia usap lahar kental itu diwajahnya menghadap kaca besar.

“iihhhh.. Nafsuan banget siih”

ucapnya sambil menjewer kupingku kencang namun sebentar , ia usap lahar nikmat itu dengan tissunya.

Aku cium pundaknya ketika ia berdiri didepan kaca. Aku buka belakang jilbabnya ku jilati leher putih mulusnya.

“.. aku mau nelepon lagiii..” ucapnya lirih

Masih Kujilati leher putih mulus itu, kuremas susunya, kontolku menggesek ke gamis pantatnya..

“nanti curiga” lanjutnya, masih Kujilati leher putih mulus itu, jarinya tak fokus untuk menekan nomor suaminya. Lehernya menggelinjang ke sana kemari. Kulit leher putih mulus itu tercampur keringatnya.

“kan udah boleh ” ..” ucapku mengingat suaminya bersuara di telepon.

Shhhhhh

“Tapi bukan nyeqokin kontol ke tenggorokan aku,..”

kutampar keras pantat besar itu

Galeri Ustadzah Sahla (Istri Ustadz Ali Muakhir)

PLAKKKK KKKK

UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUGHH

“terus?”

“bukan ngecrot juga di muka aku ”

ucapnya sayu memejamkan matanya.

Dia memencet hidungku, kebelakang sambil bilang pelan..

“Mandi dulu gih.. Nanti Anterin aku beliin oleh-oleh buat dia ” ucapnya sambil melihat kaca besar di depannya.

“loh koq pak ustad yg jalan-jalan tapi ustazah yg beli? ” tanyaku

Ia pencet no hape suaminya , kemudian ia taruh dikupingnya

“ga ada waktu, peserta nya ada yg sakit mendadak, mangkanya pulang besok .. Harus beli sekarang..” ucapnya.

Setelah aku cium pipinya dan meremas gemas pantatnya, ustazah mulai berbicara dengan suaminya

“hallo assalamualaikum abi, iya sayang maaf tadi putus..”

Ia mulai berbicara sambil membersihkan spermaku dengan tissu. Oh sexy sight.

Aku beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

 

===

Sampai di lobby, aku tak melihat ustazah disana. Muncul pesan di hapeku kalo ia sudah di mobil. Pantas aku mencari kunci mobil ternyata sudah diambilnya. Aku berjalan menuju parkiran mobil menyusulnya. Didalam aku menanyakan nasib motornya yg ia titipkan di kafe tempat kita minum kopi tadi.

“aku kenal koq sama barista nya, nanti aku telepon..”

Segera ustazah menelepon ke pihak kafe yg memang ia kenal, ia menyuruhnya untuk bisa menjaga motornya malam ini .

“Ga masalah ustazah?” tanyaku setelah ia menelepon.

“ngga lah,”

“Motornya di ambil besok”

“iya”

Aku mengusap selangkanganku dan berharap malam nikmat ini berlanjut.

Dia terlihat cantik dengan jilbab modis hitam dan atasan merah mudanya. Dia memakai rok warna hitam. Bibirnya dilipstik merah muda sama dengan blouse yg dia pakai untuk atasannya, bibir itu terlihat sangat seksi. she’s totally a babe.

“Beli oleh-oleh dimana”? Tanyaku.

“Di atas aja, banyak pilihan”

“Pasti Dingin ustazah ”

“Kalo ngga disana, susah nyari yg pilihannya banyak”

“Kalo ryan kedinginan tanggung jawab yah..”?

Pipi mulusnya melebar karena tersenyum,

“iyah, nanti aku cari kucing pinggir jalan biar kamu peluk..”

Wajah cantiknya menantang kenakalanku. Padahal tadi ia mencubitku berharap kalo kejadian di hotel tadi tidak terjadi lagi.

Is She..?

“Kita makan dulu yuk” ajakku ditengah-tengah perjalanan ke atas ini.

“Disana aja yah.. Aku tahu tempat yg enak ..”

“boleh ustazah.. Pengen cepet makan..”

Ustazah bergeser sedikit dikursi tempat dia duduk, mengangkat kaki kiri ke atas kaki kanannya,.. Dengan nada sarkas dia bilang

“Makan iya.. Kawin iya..”

“Hahahaaa..”

Aku tertawa sampai menyentuh stir, dan blowing kiss ke arahnya. ia tak membalas blowingku.

“mau donk ustazah kawin..”

Ustazah mencubit pipiku..

‘nafsunya gede banget sih’

“Tadi ustazah udah nelepon pak ustad lagi?” tanyaku.

” udah”

jilbab modis hitamnya, tak menutupi bagian dadanya, toket menonjol itu menyegarkan mataku

“Terus gimana ?”

Ustazah melihatku sejenak, mungkin ia mengerti tentang pertanyaanku sewaktu memutus telepon suaminnya. Ketika aku menyemprotnya dengan pejuku.

“Ga apa²…. aku bilang aja ada yg lewat.. ”

“hahaa…” aku tertawa sambil mengusap selangkanganku.

“Tadi dia nyuruh aku” ucapnya sambil mengalihkan pandangannya ke luar.

“nyuruh apa”?

ustazah menjawab sambil berkata pelan.

“nge- ‘handle’ ide besar kamu..”

Uughh aku meremas tonjolan kontolku.

“masa”

“hmm” jawabnya pelan menganggukan wajahnya.

“Harus taat sama suami ” ucapku pelan.

Ustazah mencubit hidungku, pipiku dengan manjanya dan mencubit pahaku sambil bilang..

“Harus nurut yah apa yg dibilang suami,” ucapnya mencubit pahaku.

langsung aku pegang dan menahan tangannya agar tetap di pahaku.

Aku naikan telapak tangannya ke atas sambil bilang..

“iyah..”

Aku naikan lagi tangannya ke atas, sedikit demi sedikit lagi dan lagi perlahan sampai menyentuh ujung kontolku.

Akhh shhh

Ustazah terdiam. Ia melihat ke selangkanganku.

“aku ga boleh ngelanggar perintah suami” ucapnya

dengan nakalnya dia meremas gunungan kontolku.. Oh God..

“tapi aku ga yakin bisa meng- handle sebesar ini….”

Shhh Akhh.. Aku memejamkan mataku merasakan remasannya. Ustazah meremas remas kontolku dengan tempo sedang dan keras Shhhh

“liat kedepan” perintahnya agar aku berhati-hati.

Sepanjang perjalanan aku merasakan terjepit karena diremas tangan mungilnya. Aku ingin menusuk memek sempitnya.

Fuck Him….. Ustazah!

 

===

“Di sini Ryan”

ucapnya saat kita datang ke tempat makan favoritnya. Posisinya yg di daerah atas membuat cuacanya sangat dingin. Kami mencari pedagang oleh-oleh terlebih dahulu sebelum kami memutuskan untuk makan. Segera kami turun untuk membeli beberapa item keranjang yg memang sudah direncanakan untuk dibeli ustazah. Aku memesan jagung bakar terlebih dahulu setelah kejadian ‘tak meng- enakan’ tadi. Di sebut Tak meng-enakan karena aku tersiksa terus menerus diremas di dalam mobil tadi. Aku berusaha untuk menghangatkan badan dengan jagung bakar yg ku pesan.

Tak aneh bila ustazah menjadi pusat perhatian laki laki yg ada disana. cantiknya ia dengan atasan pink itu sedang menawar oleh-oleh yg dibungkus dengan keranjang woody.

“Pada ngeliatin tuh” candaku ketika menyerahkan satu jagung bakar yg kupesan.

“Bukan salah aku” ucapnya senyum.

She is a babe. Mungkin sudah menjadi kesehariannya bila ia menjadi pusat laki-laki seperti itu. Aku yakin ia pernah merasa risih. Namun Setelah terbiasa mungkin ia berpikir kalo itu bukan salahnya.

Setelah memilih dan membeli oleh-oleh itu, kami masukan ke mobil dan beranjak menuju tempat makan.

Ternyata jarak tempat makan dan pusat oleh-oleh dimana kami belanja tadi begitu dekat. Sengaja kami memilih tempat khas sunda dengan gaya lesehan.

“ustazah ga beli itu?” tanyaku menunjuk ke arah oleh-oleh yg manis manis.

“Ngga ah.. Takut pak ustad mau”

“loh emang kenapa”?

Dia tak menjawab pertanyaanku. Kami berjalan menuju salah satu ruang lesehan yg motifnya sedikit tertutup dan privasi. Kami duduk beristirahat setelah hampir satu jam perjalanan menuju kemari. Mungkin buatku bisa di sebut perjalanan menyiksa buatku karena diremas tadi.

‘Dia udah pra-diabetes ”

ucapnya setelah Ustazah duduk di lesehan, tangannya ke belakang untuk ia bersender dan bersantai, ia jadikan kedua tangan itu tumpuan untuk bersender sedikit menahan tubuhnya. Menyebabkan tonjolan toketnya terlihat karena tak tertutup jilbab hitamnya.

‘ah yg bener ustazah? ‘

Ucapku mendekatinya untuk menghangatkan diri,

‘iya, sebulan yg lalu dia cek lab tapi bel…..”

Ustazah menghentikan pembicaraan dan memperhatikan ku sedang melihat tonjolan toketnya. Ia melihat ke dadanya sendiri dan menutupinya dengan jilbab.

“kamu jangan ngeliatin toketku ryan.. Aku lagi ngebicarain suamiku.. ”

Aku tertawa sambil menutup wajahku dengan kedua tangan. Mengapa setiap lelaki selalu tidak fokus bila sedang bicara dengan wanita hot seperti ini.

“iya ustazah..” ucapku tersenyum.

“terus hasil labnya gimana?” tanyaku lanjut.

Ustazah melanjutkan pembicaraannya sambil memastikan kalo tonjolan dadanya tak terlihat. Namun justru jilbab hitam itu menonjol disekitar dada.

“iyah lumayan kaget sih, ada beberapa hormon yg ga normal, mungkin karena komplikasi, mangkanya meskipun masih pra harus dijaga..”

Aku duduk disamping ustazah sambil mendengarkan curhatan. Kali ini aku berusaha fokus. Namun fokusku teralih saat dia bilang pelan sambil memegang gelas teh di atas meja.

“Hormon seksualnya juga hampir rusak”

“hah.. Yg bener ustazah”

“iya, aku juga kaget pas liat hasil labnya, ada beberapa hormon yg kurang.. jadinya yaaa….. Begitu lah.. Kurang menggebu gairahnya”

“ke ustazah nya?”

“hmmm.. Ga kaya awal awal”

You have to be fucking kidding me, kataku dalam hati. Bagaimana mungkin wanita seseksi ustazah bisa menurunkan gairah suaminya. Kontolku bahkan sudah keras melihat tonjolan toket dibalik jilbab hitamnya.

“aduh.. Sia-sia banget” ucapku

“iyah, mangkanya lagi masa masa pengoba…

Ustazah menghentikan obrolannya,..

“Kamu ngaceng yah?” ucapnya pelan sambil melihat ke selangkanganku dengan mimik wajah penasaran.

Terlihat selangkanganku yg menggelembung melihatnya yg sedang cerita

“aku cerita tentang suamiku, kamu malah ngaceng ngeliatin aku” lanjutnya.

“ngeliatin istri seksinya” jawabku.

“Ga semestinya” ucapnya sambil melihat ke selangkanganku.

Aku masih perhatian tonjolan toket itu.

‘gara gara ini?” ia buka jilbab hitamnya menampakkan tonjolan toketnya.

“ga semestinya kamu ngaceng dengar cerita suamiku terus ngeliatin toket istrinya”

Hmm Aku membetot kontolku lebih keras mendengar cerita nya..

‘mentang mentang denger suamiku sakit, kamu ngaceng ngeliatin toket aku”

Ustazah meremas gelembungan selangkanganku “Nakall”.. Shhhhh..

“ketempat nyaman yuk ustazah” ajakku

“mau ngapain?”

“mau ngeliat toket ustazah lebih jelas”

Ustazah meremas gelembungan selangkanganku lebih keras. .akkhhh.. “nanti aku mau menelepon suami aku”

Mataku sudah sangat sayu, tak perduli dengan makanan yg sudah di pesan, mungkin aku akan langsung membayar dan membawa makanan itu pulang.

“hallo iya bi assalamualaikum.. Ini aku lagi di tempat pusat oleh-oleh, belanja pesanannya takut ada yg kurang mangkanya aku telepon .. Tadi umi beli……..

Selama mendengar Ustazah menjelaskan belanjaannya, aku melihat disekitar ternyata sepi, ditambah meja lesehan yg agak tinggi ini. Ku buka seleting celanaku untuk mengeluarkan kontolku agar ia bisa bernafas karena merasa tak nyaman terus keras terjepit di balik celanaku.

Ustazah kaget melihat kontolku panjang keras sampai melewati pusarku. Ia menutup bibirnya, aku biarkan kontolku bernafas lmerasaka hawa dingin sekitar. Aku kocok kocok sampai menyentuh rok hitamnya.

“Tadi aku beli, tape, nanas sama pisang bi”

Ia melihat kontolku yg keras ini ,

“Pisangnya gedeee.. besar…” ku alihkan tangannya menggenggam kontolku

Ahhh.. panjaang juga ” lanjutnya

Ustazah mengocok ngocok kontolku, seakan-akan mengukur panjangnya dari atas kebawah . aku masukkan tanganku ke dalam rok dan meremas pantatnya dari belakang.

“aku ga beli yg manis2 yah bi.. Nanti punya abi ga sepanjang ini hihii.. ”

Okh terus dia mengocok kontolku Sambil berbicara dengan suaminya.

“ya udah bi, segitu aja ya berarti oleh-oleh nya, sampe ketemu besok yah.. Dah sayang, ”

Tangan kanannya menutup hapenya namun tangan kirinya tetap mengocok kontol

“shhhh makin gede banget sihh”

“apanya ustazah

“kontolnyaa..”

Aku remas boolnya, dan Kujilati bibirnya sampai ia bilang “jangan disini”

Ku tutup seleting celanaku segera aku membayar bill dan membawa pesanan makanan kami. Ustazah menyusulku, sampai dimobil, kubuka seleting ku, ku keluarkan kontolku

“oh my God” ucapnya melihatku ngacung keras “aku bakal mati malam ini”.

Aku pegang kepala berhijabnya dengan sangat sayu ia dekatkan wajahnya ke kontolku ia cium dan ia jilat sejenak

Shhh ahhh ia kocok kocok kontolku sambil memerintahkan ku mencari tempat, beruntung ditempat ini tidak susah mencari penginapan yg bagus.

Di dalam kamar kami sudah bertukar lidah sampai kami sama sama terkapar dalam kasur, roknya sudah ku lepas ke bawah, menyisakan celana dalam mungil berwarna merah ati membungkus pantat montoknya. Beserta blouse dan hijab hitamnya, kubuka celanaku, ludahku sudah tercampur dengan ludahnya, kami sama-sama duduk ditepi kasur.

Ustazah menggenggam kontolku, ia kocok kocok gemas, tanganku masuk ke dalam celana mungilnya, kukocok kocok memeknya sudah sangat basah disana.

‘hmmm suamiku udah ga sekeras ini. Punya kamu panjang gede keraass”

Sshhhhhhh ughhhhhhhhh

“aku mau menuruti perintah suamiku,..”

” nge ‘handle ‘ ide BESAR kamu..” ucapnya mengocok ngocok kontolku ia turunkan wajahnya ke kontolku.

Lick..

Uhh ustazah menjilat lubang kencingku, perlahan ia masukan kontolku kedalam OOOOOOOHHHHHHHHH SHHHH

Oh oh oh oh oh gawwd

Oh gawwd oh fuck ohh goodness oh oooookhhhhhhhhh

Lenguhku ketika ia memasukkan lebih dalam, ketika melepasnya ustazah terbatuk batuk karena mengenai tenggorokannya

UHUKK UHUKKK AKHHHH

Ia mengocok kontolku dengan mata memerah dan ber air,

“mana bisa aku ‘nge-handle’ sebesar ini..uhhh shhhh”

Aku gemas dan menciumi bibirnya hmmm..

“tapi harus nurut apa yg dibilang suami kan”

Ia kembali menurunkan mulutnya memasukan kontolku.. Aku pegang kepala hijabnya ku ewe mulutnya bertubi tubi..

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

Ahhhhhhhhh goodness…….

Sudah sangat ber air mata ustazah setelah tenggorokannya di hajar olehku, aku buka blousenya ke atas, ku sedot susu yg dari tadi membuatku gemas slruup slruup slruupp

Ah ah ah ah ah ah.. Uuhh mimi cucuuu

Desahnya manja, ku putar jilatan lidahku di sekitar puting susunya, ustazah menggelinjang tak karuhan.

Shhh haahhh shhhh hahhhhhhhh kenyot ryan teruss kenyotinn akhhh kamu pengen ngenyot ini kan SHHHHHHHHHHHHHHHHHH

Ustazah melepas sedotanku, ia memutar badannya memperlihatkan “Love Shape” milik Pantatnya yg montok.

Okhhhh aku tabok dan ku jilati pipi pantat putih montok itu, kubuka pinggiran celana dalamnya ku tusuk tusuk dan ku jilat Shhhhhh.

It’s feels good to eating her pussy,

Ku sedot penuh nafsu sampai ustazah menjerit tak tertahankan

Haaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhh

ughhhhhhhhh

Oh oh oh oh oh oh

UGHHHHHHH

Ku tusuk tusuk vaginanya dengan lidahku, ustazah menjerit dengan menutup wajahnya memakai bantal putih itu.

Ia bergetar getar..

Ku angkat tubuhnya dan kubalikan dia di atas kasur, blousenya terbuka sampai leher, jilbab hitamnya acak acakan, matanya terpejam menahan nikmat, ustazah melihatku yg sedang mengocok ngocok kontol mengarahkan ke gerbang memeknya, ia menggigit jari telunjuknya.

“Bakal ada pertumpahan peju di sini”

“masa”?

Matanya begitu sayu, ku masukan kepala kontolku kedalam, ustazah mengenyritkan wajahnya dengan ucapan ‘uuhh” sampai akhirnya ketika kontolku mulai masuk setengahnya, ustazah mengangkat kepalanya sampai kebelakang dengan mata tertutup.

OOHHHHH UHHHHH DALEEEEM bangeettt siiihhh… SHHHHHHHHH

Kugoyang pantat ku maju mundur perlahan, kepala masih melenguh kebelakang beserta jilbab hitamnya yg acak acakan.

“SAKIT ENAK RYAAHNNN UGHHHHHHHHH

AHHH AHHH AHHH”

AHHH AHHHHH AHH

AHHH AHHHHH AHH

AHH AHHHHHHHHHHHHH

Tangannya memegang lenganku, ia bahkan mencubit lenganku ketika kutancapkan kontolku lebih dalam, kami sama sama mabuk dalam ecstacy.

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK…

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK..

Ohh ryaann dalem banget kamuu, shhhhhhhh ahhhhh

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK

AHH AHH AHHH AHHHHH AHH

AHHH AHHHHH AHH AHHH

“Iyaahh.. Aku harusss nge ‘handle’ kontol gede kamu, shhhhhh ..”

AHH AHH AHHH AHHHHH AHH

AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH

AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH

Ku angkat badannya ke atas, ustazah melenguh sambil mengapitkan kedua kakinya di punggungku, aku goyang maju mundur sambil berjalan ke tembok kamar,

ughhhhhhhhh

Setelah punggungnya ku tempelkan ke dinding kamar, ustazah memejamkan mata sambil menggigit kupingku, ku ewe lebih cepat sampai ia kencang menjerit.

AAHHHHHHHHHHHH RYAAANN

SHHHHH UGHHHHHHH SHHHH SHHHH SHHHHHHH UUUGGGHHHHHHHHHHHH SHHHH SHHHH SHHHH SHHHHHHH UUUGGGHHHHHHHHHHHH SHHHH SHHHHHHH

Kadang ustazah menjerit, kadang ustazah menggigit kupingku kadang ia menjilati leherku, aku membuka leher jilbabnya untuk bisa merasakan wangi tubuhnya. Aku merasakan nikmat yg tak tertahan tiap kontolku menembus memeknya dengan posisi berdiri ini.

Ku bawa ustazah sambil berjalan ke kaca toilet, ku dudukan pantat montoknya di atas meja jaca itu, ku kocok kocok kontolku lebih cepat di dalam memeknya sampai ia menjerit lebih kerass..

AHHHHHHHHH..

AHH AHHH AHHH AHHHHH AHHHH AHHHHHH

SPLASHH AKHH SPLASHH AKHH SPLASHH AKHH

CROT CROTTT UGHHHHHHHHH

Dengkulku bergetar getar ketika menyemprot memeknya, tubuhnya pun ikut bergetar, ku cabut kontolku dan kulihat pejuku mengalir keluar,

Meski sudah kucabut, ustazah masih menjerit di atas meja kaca itu, jilbabnya menutupi wajahnya, aku langsung ambruk di atas kasur

“uughh ughhh ugggg hahhhh shhhhhhhhhhhhhhhhh”

“bener kata kamu.. Pertumpahaaan..” ucapnya sambil melihat spermaku ughhhh”

Ustazah ambruk disampingku yg sudah tiduran di kasur ini, aku peluk tubuhnya yg masih memakai blouse merah muda itu. Kami tertidur sampai besok.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo