loading...

Kakak ku yg tinggal di Jakarta memberi tahuku kalo fahri anaknya itu memang sedang depresi berat. Ia adalah keponakanku yg paling dekat di antara yg lainnya.

Terlihat sedih wajahnya, duduk dikursi depan sambil melihatku datang. Ia bahkan menyalamiku dengan tak ada nada semangat.

Aku tahu masalahnya. ketika kakakku bilang bahwa ia kena Drop out di kuliah kedokteran karena sakit yg berkepanjangan. Dia memang sedang mengambil kuliah kedokteran di salah satu universitas jakarta. Namun karena sakit berkepanjangan itu membuat ia banyak ketinggalan mata kuliah, Akhirnya Dia kena Drop out. Dan berhenti disemester empat.

Seumuran dia adalah masa-masanya semangat. Ia bangun kepribadiannya sambil menjalankan hal-hal yg dicintainya.

Ketika dia drop out dan keluar dari kedokterannya itu, otomatis ia hancur, semangatnya rusak dan entah seperti hilang kemana semangat itu. Kakakku memang seorang dokter, Namun kadang jalan hidup seseorang memang harus berbeda satu dan yg lainnya. Bahkan berlaku untuk seorang ayah dan anak.

Mungkin kedokteran “not his thing”. Sebagian orang ada yg berhasil menjadi seorang politisi, atau playboy atau mungkin pilot kapal, namun sebagian orang tidak.

Kita hanya menjalankan “our own things”dan dan dijalani sebaik mungkin. Aku yakin fahri bisa lebih berbahagia tanpa harus menjadi seorang dokter.

“udah makan belum?” tanyaku kepadanya. Aku tidak kepikiran untuk membahas permasalahannya terlebih dahulu.

“Belum” jawabnya lemas.

Aku mengerti seseorang yg sedang depresi seperti itu pasti masa bodoh dengan makannya. Dua bahkan hampir tidak memperdulikan hudupnya. Perlahan Aku mengusap rambutnya karena dari kecil aku pernah mengurusinya. mengganti bajunya, menyisir rambutnya bahkan menyuapinya makan.

“jangan mikir apa², kita makan dulu , jangan ngomong apa² ” ucapku.

Fahri seperti tenang dengan ajakanku. Aku ajak dia makan keluar. Diperjalanan kami lebih banyak diam. Aku biarkan fahri mengambil waktunya untuk menghilangkan tekanan masalah ini. Perlahan aku mengajaknya ngobrol sambil membicarakan keluarganya.

Terlihat wajahnya yg murung,

ia menceritakan bahwa ia merasa malu dengan dengan kasus ini. Ia bahkan bercerita kalo ini adalah masa masa tergelap dalam hidupnya.

“ssttt.. Bukan salah kamu..” ucapku

“kamu sakit lama, bukan salah kamu kalo sakit..” ucapku melanjutkan

Pulang dari makan-makan itu kami fokus membicarakan fahri, ia langsung nenangis dibahuku. Ku biarkan ia meluapkan emosinya. Aku biarkan ia memakai waktunya untuk mengeluarkan seluruh perasaannya.

“semua yg fahri lakuin kaya sia-sia, kaya ga ada gunanya om.. ” ucapnya sambil tersendu sendu.

“keluarin aja.. Nangis yg kencang.” kataku sambil menepuk nepuk pundaknya.

“koq kaya ga adil banget sih om.. Semua berantakan.. Hidup fahri selesei.. ” lanjutnya.

Aku mengerti karena ketika anak umur 19 tahun ini menemukan kekecewaan dalam hidupnya. Ketika seseorang sudah menemukan kekecewaan seperti ini, otomatis ia terpukul. Berbekas sampai hari tua nanti. Tergantung sikap dia dalam menghadapinya.

Percis ketika aku berpisah dengan may sepuluh tahun yg lalu. Kejadian itulah yg membuatku merasakan kekecewaan dalam hidup.

Aku berkesimpulan bahwa ketidakadilan merupakan bagian dari hidup. itu memang biasa terjadi pada siapa saja.

metoda cara pembesaran penis

Baca juga: TIPS Berbagai Teknik Pemanjangan Penis yg Bisa Agan Coba Sekarang! (untuk Pemula) – klik di gambar

“percaya.. Om merasakan semua yg fahri rasain,..”

Fahri menghentikan tangisannya. Ia melihat kepada ku dan bertanya

“Terus om ngapain ..?”

“keep going…” ucapku

“Kamu masih muda, ga pantes bilang hidup kamu berakhir. Didepan kamu masih banyak kebahagiaan yg menanti. im telling you the truth” lanjutku pelan.

“harus gimana om, ga bisa ngapa ngapain,bingung bingung mesti gimana..”

“Sekarang gini aja..” kataku sambil mengangkat kedua tanganku..

“pokoknya sekarang.. Apapun yg bisa membuat kamu bahagia,.. Lakukanlah..” ucapku.

“Tapi ingat.. Harus ada batas..” tambahku

“iya om..” ucapnya tenang sambil mengusap air mata.

“kamu tenangin diri disini, biar om yg ngomong sama ayah kamu, bahagia bukan karena menjadi dokter, dulu juga om cita-citanya pengen jadi arsitek, tapi ternyata om lebih bahagia sekarang. kamu bisa bahagia meski tidak menjadi dokter.. Nanti om cari cara buat kelanjutan kuliah kamu harus gimana.” lanjutku.

“oke om,”

” udah agak tenang sekarang..?

” lumayan.”

“ya sudah pakai waktu kamu sebaik mungkin untuk menenangkan diri disini., jangan lupa tidur istirahat, nanti dua hari lagi sepupu kamu azka datang, tunggu mereka pulang..”

Fahri memasuki kamar atas sore itu. Kubiarkan ia memakai waktunya sebanyak-banyaknya untuk menenangkan diri.

 

===

Jelang pukul 8 malam aku menghubungi pak ustad Ali Muakhir (suami Ustadzah Sahla) untuk menanyakan konfirmasi perihal pak Jaka yg bekerja di pesantren tempat pak ustad dan ustazah sahla mengajar.

“assalamualaikum pak ustad, ini ryan”

“waalaikum salaam.. Haduuh kemana aja nih jang.. gimana kabarnya..”

“hehee baik pak.ustad.. begini begini aja ga ada yg nge-hits” jawabku

“bikin berita heboh atuh kalo pengen nge-hit, hamilin kambing tetangga”

“hahaaa.. Bisa aja pak ustad”

“Gimana gimana nih sekarang lagi ada apa.”

“gini pak ustad saya lagi ada dirumah, mau ngobrol masalah proyek.. niatnya mau kerumah pak ustad besok..”

“waduh kebetulan besok siang saya mau ziarah tiga hari keluar, untung saya belum berangkat, kamu datengnya bisa pagi atau siang, emang ada apa ?, gimana kabar neng intan”

“neng intan masih digarut ikut kakek neneknya azka pak ustad , nanti dua hari lagi pulang, oke deh kalo gitu saya datang pagi aja, ngobrol disana aja,”

“ya sudah saya tunggu, jangan lupa bawain saya batang tebu lagi yah, udah lama ga makan tebu”

“heheee.. siap pak ustad, ustazahnya gimana kabarnya ada?”

“bae.. Dia lagi ada kumpul ibu ibu pengajian nih, sehat semua”

“alhamdulillah, oke pak ustad trimakasih”

Aku tutup teleponnnya sambil mengingat kapan terakhir aku bertemu ustazah sahla.

Mungkin kira² empat bulan yg lalu. Ia datang karena ingin memeluk azka. Ia bahkan meledekku karena sekali bulan madu sudah di anugrahi azka.

Aku tahu semenjak kejadian dengan teh lilis kemarin ada yg berubah dari diriku.

Aku merasa melanggar batas tertentu.. .

Entah kenapa….

ketika aku melanggar batas itu, aku malah semakin menjadi-jadi.

aku seperti makin haus. Terutama dengan teh lilis kemarin. Sisi gelapku membuat nafsuku melayang kesana kemari. Aku harus tetap mempertahankan batas itu agar hidupku tenang.

Besok Paginya aku menemui fahri sedang bermain gitar diluar.

Ia tersenyum..

Ia terlihat lebih semangat dari hari kemarin ketika ia menangis . Sambil menyanyikan lagu favoritnya ia tersenyum melihatku.

“pagi om..” katanya.

Dia tersenyum sambil memainkan riff band favoritnya.

“Gitu dong, baru cowo, abis kenalan cewe yah semalem?” tanyaku bercanda.

“semacamnya om hehee, tapi fahri cuma semangat lagi karena ngedenger omongan om .. ” ucapnya.

“sip.. kamu main aja ke kantor pemasaran kalo bete, jangan dirumah terus, di isi waktunya , kamu mau bantu-bantu kalo bisa,”

“pasti bantu-bantu om, Mau main gitar dulu..”

Aku tersenyum melihatnya

“om punya studio musik di belakang rumah, nge-jam sendiri, ulik ulik alat, kembangin kreatifitas.. Om mau ada urusan dulu keluar..”

“siap om..”

Aku pergi meninggalkannya, ia berucap kepadaku dengan nada serius

“makasih om buat semuanya, fahri butuh ini ”

“kabarin ayah kamu” ucapku

Dia tersenyum melihatku dan bilang “ya”. Aku memasuki mobil dan keluar menuju rumah pak ustad. Aku menghubungi intan dan memberi tahu kalo ada fahri di rumah. Dia terlihat senang ketika aku memberitahukan keadaannya yg semalam dan pagi ini. Aku bicara sambil mendengar suara anakku yg sedang bermain disana.

“papah kangen nih mau ngobrol sama dede”

“ga bisa lagi maen sama sepupunya, mamah aja dicuekin”

“yyahh”

“Disini hujan terus lo pah, coba papah dsini, pasti bikin ade azka hihii”

“bentar lagi juga pulang, nanti bikin ade sepuasnya ” ucapku

Tak sabar aku ingin bertemu mereka. Terutama dengan dd azka. Seingat aku dia tak pernah tenang bila tak ku gendong. Entah kenapa seminggu ini dia tenang dan senang bermain di sana. Bahkan ia tak pernah ia meladeni candaanku ketika di video call, ia malah sibuk bermain dengan sepupunya.

aku sudah sampai dirumah pak ustad. Dia terlihat santai dengan sarung dan baju kokonya di depan.

“assalamualaikum pak ustad”

“walikumsalam.. Untung datang .. Siang ustad berangkat..” ucapnya

“pas banget pak ustad?”

“iya huff mangkanya lagi sibuk sibuk banget.. Ustazah lagi ngerapihin baju seadanya..”

“koq bisa lama banget ampir tiga hari gitu ziarah? ” tanyaku

“kan paketan, ini paket tiga hari keliling jawa.. para bapak bapak ga mw berangkat kalo bukan sama saya”

“iyalah, mana mau kalo bukan sama spritualnya..”

“tetep aja akunya yg cape”

“ustazah juga ikut..”

“ngga katanya cape.. Tapi farhad (reva) nya ikut Tuh, dia pengen jalan sama abi nya..”

“ehh ryaaan gimana kabarr, mana si jelek intan..?” teriak ustazah keluar rumah

“hehee.. baik ustazah, intan sama dd azka ke garut sama kakek neneknya..”

“yaahh, padahal pengen ketemu..”

“iya ustazah, harusnya saya juga ikut, cuman kepotong kegiatan proyek”

“ayo langsung duduk..” perintah pak ustad kepadaku.

Dengan jilbab coklatnya yg lebar dan panjang ia malah terlihat cantik dan menarik. Ia tersenyum dan masuk kedalam membiarkan aku dan pak ustad mengobrol.

“nih, tebunya sesuai pesanan” ucapku sambil memberikan tebu itu

“hehee.. Mantap.. makasih ryan,” ucapnya sambil menyimpan tebu itu disamping kursinya..

“ada apa nih, gimana gimana..” tanyanya penasaran yg datang menemuinya sepagi ini.

“pak ustad masih ngajar dipesantren itu ga” kataku sambil menyebutkan salah satu pesantren tempat pak jaka bekerja.

“iyah.., lawong saya senior disitu, saya embahnya loh,” ucapnya sambil tertawa.

“hahaa.. Kalo gitu pak ustad kenal donk sama yg namanya pak jaka ..” tanyaku.

Ustad ali diam sambil berpikir mengingat ngingat..

“jaka.. Jaka… Tar dulu..” ucapnya sambil mengingat ngingat.

“oohh pak jaka sopir koperasi itu bukan ” ingatnya.

“nahh, iya pak ustad, itu.. jaka yg jadi sopir koperasi disana..”

“iya kenal, dia baru juga 9 bulanan jadi supir, sering ketemu juga kalo saya lagi ngontrol anak anak.. Emang kenapa?” tanyanya penasaran mendekati ku.

“Dia ada kasus pak ustad..”

“kasus apa..?” ucapnya antusias.

“kasus diproyek.. Penipuan ” ucapku

“Hah yg bener ryan” ucapnya kaget.

Aku ceritakan secara perlahan dan mendetail tentang pak jaka dan kawan2nya. Bahkan pak ustad ali terlihat tak percaya kalo pak jaka adalah orang bermasalah.

“langsung lapor aja ke polisi ryan..” ucapnya setelah mendengar detail ceritaku.

“mangkanya pak ustad, saya mau bilang ke pimpinan pesantren agar ia dikeluarkan terlebih dahulu, untuk menjaga nama baik pesantren.. Tak enak bila nanti Tiba-tiba ditangkap.. Bisa heboh..”

“betul betul”

“pak ustad dekat sama pak kiyai nya”

“deket banget, macul makan bareng sama beliau” ucapnya semangat.

“bisa dikenalin ga pak ustad”

“bisa, cuma saya ga bisa ngenalin sekarang karena acara ini,”

“gpp pak ustad nanti aja atuh.”

“gini aja, saya mau cepat selesai dan ditangkap pak jaka itu, karena saya juga mau berangkat nanti siang, ustazah sahla juga kenal deket koq ke pak kiyai, sama dia aja, mending nanti di antar sama ustazah aja, ”

“lagi ga sibuk tad ustazahnya?” tanyaku tak ingin merepotkan.

“ngga, hari ini ga ngajar..”

Ustad ali memanggil ustazah untuk datang kedepan, ia datang membawa air dan makanan ringan untuk kami.

“ngapain repot repot sih ustazah”

“kamu jarang kesini juga bilangnya ngerepotin” omelnya.

Pak ustad menceritakan kejadian ini secara singkat ke istrinya. Nampak kaget dan antusias cerita ini. Karena ia pun kenal dengan pimpinan pesantren, akhirnya buru-buru dia menyuruhku untuk segera kesana.

“ya udah, kamu duluan aja ryan, nanti aku nyusul mau siap siap dulu, kamu tau kan alamatnya”

“tahu ustazah, sering lewat koq kalo jalan-jalan ”

Ustazah masuk kedalam untuk segera bersiap menuju kesana. Aku masih mengobrol bersama pak ustad untuk membicarakan sedikit masalah yg tadi.

Ternyata pak ustad pun pernah merasakan hal yg sama. Ia bercerita bahwa penjaga kebunnya pernah menjual tanah milik pak ustad sendiri ke orang lain dengan membuat sertifikat baru. Sehingga sempat sengketa. Beruntung orang yg membeli tanah itu mengerti dan menuntut penjaga kebun yg sudah tahunan menjaga tanah disana .

“memang begitu ryan, mangkanya bersabar dan terus berbagi, terutama berbaginya ke saya saja, biar lebih apdol” ucapnya senyum sambil tertawa .

“hehee.. Siap pak ustad, saya juga dibawa santai aja lah ga pusing2 gimana..”

“kamu langsung kesana aja, nanti ustazah nyusul, saya mau siap-siap dulu..”

“oke pak ustad, makasih banyak buat semua ”

Aku pamit dan bersalam salaman dengannya langsung sambil berangkat menuju kesana dengan mobil ku.

Ditengah perjalanan aku berpikir…

Tak enak bila main ke rumah pak kiyai kalo tak membeli sesuatu. Aku mampir dulu ke kota untuk membeli sesuatu sambil telepon²an dengan istriku dan juga azka. Aku bilang mw mampir kerumah pak kiyai disini.

 

===

Lama aku membeli makanan dulu aku sudah sampai disana.

Sampai disana aku bingung mesti kemana. Karena nomor ustazah pun sudah lama tak aktif. Aku mengabari pak ustad kalo aku sudah disini namun tak menemui ustazah.

“Loh, ustazah udah berangkat dari sejam yg lalu loh emang ga ketemu?” tanyanya

“engga pak ustad, emang biasanya dimana”

“biasanya di mini market luar samping pesantren, dia suka mampir dulu ke toko butik disitu sebelum ngajar..” ucapnya.

“oke pak ustad makasih,” tutupku.

Aku alihkan mobilku ke arah mini market samping butik, terlihat ustazah disana. Dia sedang berdiri disamping motor sambil melihat hapenya. Dengan gamis ungu dan stelan hijab stylish nya ia terlihat cantik membelakangiku. aku masih didalam mobil memperhatikan dia sedang berdiri disamping motor itu.

Karena membelakangiku..

Gamis Terusan warna ungunya begitu ketat mencetak gumpalan pantat montoknya yg menonggeng kebelakang. pantatnya yg super montok itu… yg membawa banyak kenikmatan untukku

“okhh si bool gede..” ucapku nakal

Ustazah tak sadar kalo aku memperhatikannya dari dalam mobil. Ia tak tau aku sudah datang. Ia memperhatikan ke kiri dan ke kanan sambil sesekali melihat hapenya.

Aku turun dan mengagetkannya. dia mengomeliku habis habisan.

“lama banget, ustazah udah ada setengah jam nungguin kamu, kirain kamu ga dateng dateng..”

” tadi ke kota dulu ustazah beli sesuatu buat pak kiyai “,

“pantess..”

“minta nomornya ustazah biar kalo ada apa dipesantren enak”

Ustazah memberikan ku nomor hapenya, aku mencium wangi parfum strawberrynya.

“nih ryan juga beli juga buat ustazah..” ucapku sambil menyerahkan bungkusan itu”

“hmm.. Sering-sering yah” ucapnya senyum

Kami berangkat menuju pesantren siang itu. Terlihat ustazah berkeliling terlebih dahulu menyapa ke keteman temannya yg sesama ustazah. Suasana disana sepi dan nyaman karena santri sedang masuk sekolah. Terlihat asri dan sejuk suasana tempat itu.

Entah kenapa…

Aku merasa ada hawa kekeluargaan yg kuat disini.

Belum lima menit aku disini, sudah mendapat teman ngobrol di saung depan. Dia adalah salah satu pengajar disini. Kami tertawa hangat membicarakan sambil membicarakan hal yg bermacam macam sampai ke hal2 yg bodoh.

Setelah beberapa saat di saung, aku pergi menuju ruang koperasi untuk menemui pak jaka. Sengaja aku kesana sambil menunggu ustazah berkeliling menyapa semua temannya. Tak kutemukan pak jaka disana. Namun aku memastikan kalo pak jaka memang bekerja disini di koperasi. Nampaknya kali ini pak jaka sedang keluar mengantarkan barang. Tak lama ustazah pun memanggilku.

“udah tau tuh, udah di kasih tau, kamu datang ke pak kiyainya sana, nanti kalo udah selesai ke samping pesantren lagi ditempat tadi, aku ada disana”

“iya ustazah ”

Aku pergi kerumah pak kiyai yg terletak didepan pesantren. Nampaknya itu bukan juga disebut rumah. Namun seperti gubug bale kayu yg sangat bagus dan rapih . disekelilingnya banyak pepohonan yg mengelilingi. Dan yg membuatku terpana adalah empang bawahnya. Bale itu dibangun diatas empang yg banyak ikan ikan emasnya. Suara air mancur terdengar di empang itu membuatnya terlihat extraordinary.

Aku bertemu dengannya, agak canggung ketika mengobrol dengannya namun langsung aku hilangkan rasa kecanggunganku dengan bahasa sunda yg sangat halus dan rapih. Aku menjelaskan bahwa aku adalah teman ustad ali yg berniat untuk menjelaskan masalah yg berkenaan dengan salah satu pegawai tempat ini.

Lama membicarakan ini, pak kiyai berterima kasih kepadaku karena sudah memberi tahukan hal ini.

Ia bilang agar ” Keeping Low”. Karena betapa hebohnya ketika Tiba-tiba salah satu pegawai pesantren ketangkap polisi.

Tak lama aku pun di ajak makan. Dan makan siang kali ini sangat berkesan. yg membuat makan ini sangat berkesan, karena pak kiyai mengajakku makan di atas daun pisang dengan menu nasi liwet yg berasal dari tungku asli.

My God.. This is awesome..

Kami makan bersama para pekerja di atas empang yg penuh ikan mas ini.

Perasaan ku waktu itu…

Seperti ingin terus makan sepuas-sepuasnya nasi nikmat ini, namun aku ingat ini rumah siapa, jadi sungkan aku bilangnya hahaa.

Kalo bukan di sini mungkin tak malu malu aku makan sepuas-sepuasnya.

Lama setelah makan dan ngobrol Aku pamit ke pak kiyai setelah makan disini. akan jadi alasan yg tepat jika aku kembali lagi kesini bila dengan ustad ali.

Setelah itu Aku langsung beralih ke butik disamping pesantren. untuk segera menemui ustazah. Di sana terlihat ustazah duduk sambil menenteng belanjaan pakaiannya.

“Gimana?” tanyanya sambil senyum.

“seru banget, ngobrol enak, makan enak.. Semuanya enak”

“masa..”?

“empang enak, gubug enak, pepohonan enak, ga ada yg ketinggalan” kataku sambil tertawa

“Bagus lah, pak ustad juga seneng banget makan disitu”

“kasusnya gimana”

“pak jaka pasti langsung dikeluarin” ucapku

“baguss..” ucapnya sambil menganggukan kepala.

“huff cape banget,” ucapku sambil berdiri.

“untung makannya enak..” ucapnya

“kita ngopi dulu yuk, biar ga penat

Ustazah terdiam dengan ajakanku

“ustazah ga kemana-mana kan..” tanyaku

“ngga sih, paling kegiatan-kegiatan kecil aja..”

“yuk, reva ikut pak ustad kan?”

“iya.. Ya ydah”

Kami berangkat memakai kendaraan masing² menuju kedai kopi yg lumayan jauh dari pesantren. Entah kenapa ia mengajakku minum kopi ditempat yg agak jauh ini. Mungkin ia tak ingin ada temannya yg melihat dia bersamaku.

Seminggu ini memang lumayan melelahkan, dari kejadian yg terduga-duga sampai dengan kasus ini. keponakanku fahri datang kerumah karena depresi. Untung dia sudah semangat pagi tadi.

Melihat kelelahanku Ustazah tahu dan mengerti. Dia bukan saja teman biasa, namun ia teman “dekat”. Melihat raut wajahku yg agak lesu, Ia mengerti dan bertanya..

“Kamu lelah yah..?”

“yah, lumayan usatazah, minggu berat”

Aku ceritakan detailnya sampai ke cerita fahri yg datang kerumahku.

“ga usah dipikirin, nanti selesai” ucapnya

“bener ustazah ”

“kamu butuh sesuatu yg bisa bikin relaks”

Aku memperhatikan kalung burung hantu yg menempel dihijab stylish nya. Ia terlihat cantik dengan gamis ungunya itu.

“biar selesai dulu masalah ini ustazah baru bisa relaks.”

“iya, nanti kalo udah selesai dan ketangkap orang-orang nya kamu harus hati-hati lagi kedepan, jangan ngasih kesempatan untuk berbuat hal ini lagi..”

“iya ustazah, udah ryan ubah koq sistem nya”

Aku meregangkan ototku sambil melihat ustazah didepan ku. Tak ada salahnya jika aku berusaha melepas keteganganku sedikit dari masalah ini dengan melihat gelagat hot milf ini di depanku.

Aku memperhatikannya, ustazah tersenyum sambil bilang..

“apa..”

“Gpp.. Yg tadinya pusing, Ngeliat ustazah jadi seger ” kataku..

Sambil fokus melihat kalung burung hantu yg menempel di susunya yg terlihat menggemaskannya. Sudah tentu susu menonjol itu ditutupi kerudung stylish nya. Aku bingung apakah aku fokus ke kalungnya atau ke toket nya aku belum tahu. Yang jelas aku senang mengajaknya menum kopi dulu untuk melepas melepas ion negatif.

Aku berharap diberi kesempatan untuk bisa mengintipnya dari belakang lagi, terlihat nonggeng pantat besar itu ketika dia berdiri di samping motor tadi.

Ustazah melempar tisu ketika aku bilang segar karena nelihatnya. Dia menyuruhku untuk tidak melihatnya, atau mungkin.. Tidak fokus melihat toketnya.

“ustazah ga kemana-mana abis ini”

Ucapku sambil meregangkan kedua tanganku ke sandaran kursi di sisi kiri dan kanan.

Ustazah menyenderkan punggungnya ke kursi, ia seperti balik menantang tatapan ku, ia lipat tangan kirinya menutupi toket montoknya di depan hijab stylish itu, istri ustad ali itu nemakai tangan kanannya untuk menyentuh bibirnya yg dilipstik merah muda itu menatapku sambil memikirkan sesuatu ..

“emang dipikiran mu apa” ucapnya pelan dan manja itu..

” gpp.. butuh sesuatu untuk bisa melepas ketegangan.. ” ucapku

Aku memperhatikan kalung owlnya berwarna silver, kalung itu nenempel di hijab stylishnya, bibirnya dilipstik merah mudanta tersenyum mendengar diriku yg ingin melepas ketegangan.

“pusing banget yah..?” tanyanya

Aku menganggukan kepala sambil menyimpan kedua tanganku di atas meja dan duduk lebih mendekati dirinya kedepan. Ustazah masih dengan manja dan cantiknya yg bersender dikursi itu.

“pak ustad udah berangkat?” tanyaku

Mendengar pernyataan ku ia tersenyum manja, ia mengusap bahunya..

“emang dipikiran mu apa”

Entah kenapa kontolku mengeras mendengar jawabannya itu,kontmelihatnya ia mengeras ketika melihatnya mengusap bahu..

“pengen tau aja” jawabku

Ustazah tersenyum dan mengapitkan lengannya sehingga menempel di susunya yg menonjol itu. Terlihat menggemaskan susu yg tertutup jilbab itu, ia mengalihkan wajahnya keluar jendela, dia bilang pelan..

“udaaah..” jawabnya manja.

Mendengar suara manja itu seketika membuat kontolku tegak..

“anak ustazah ikut juga kan?”

Seakan-akan Mengerti dengan kedua pertanyaan ku itu, ustazah mengalihkan lagi pandangannya keluar sambil menjawab tersenyum.. .

“iya..”

Aku meresponnya sambil mengusap-usap kontolku sambil memperhatikannya,

“kenapa..?” tanyanya pelan dan manja.

” pengen sesuatu.. biar bisa melepas ketegangan..” ucapku

Ustazah masih mengapitkan kedua tangannya di depan kedua toket yg menggemaskan itu,

“seperti apa..?”

“kaya.. ngerayu wanita yg udah bersuami” jawabku spontan dan kurang ajar.

Karena nadanya becanda ustazah mengambil sendok kopinya ia lemparjan sendok itu ke arahku..

Pletaakk..!.. Akhirnya Sendok itu melayang ke tangan kiriku.

“Gila” jawabnya

Aku mengusap lenganku, sambil melihat ustazah yg melihatku tajam, ia melihatku kesakitan..

“normal sedikit lah, jangan suka main api”

Dia tentu mengkoreksi ucapanku yg semprul tadi. Dia kembali mengapitkan tangannya di depan toket itu.

“Tadi dipesantren biasa aja, kamu ga ngeliat aku di pesantren tadi” ucapnya pelan

“aku tadi ngeliat ustazah..” kataku

“terus..”

“lagi jalan..”

Aku dekati dudukku kedepan sambil berbisik..

“terlalu hot.. Kalo ustazah udah bersuami” aku meremas kontolku..

“iihhhhh sweet bangeettt” ucapnya sambil gemas mencubit lenganku sekeras mungkin..

“aduuhh”

“rasainn” ucapnya mengomeliku.

Aku usap kembali lenganku yg perih karena dicubitnya..

“tapi bener loh ustazah, aku butuh sesuatu yg relaksasi.. Sesuatu lepas ketegangan ”

Ustazah tersenyum dan bilang..

“banyak hal yg bisa kamu lakuin ryan, olahraga, rekreasi,, atau tertawa bareng temen, pijat-pijat..”

“atau..” ucapku

“atau apa” Ucapnya sambil bersiap siap mencubit ku lagi..

“kegiatan yg lebih seru, dan dijamin menghilangkan stress

Aku berbisik pelan..

“kegiatan yg ngga ngelibatin suami kamu..di tempat yg khusus .. ” ucapku sambil mengusap kontol

Ustazah tersenyum mendengar jawabanku,

“itu permainan gobag juga ga ngelibatin suami aku..” ucapnya tertawa dan memencet hidungku..

“hahahaaa” aku senderkan kepalaku ke atas kursi..

“kalo gitu hayu kita maen gobag aja, usatazah yg jaga, aku yg masuk..” jawabku spontan.

“Ga mau..”

“kan ga ngelibatin pak ustad” lanjutku.

“nanti aku suruh suami aku jadi wasit aja ntar” jawabnya sambil tertawa

“kayanya hot tuh ustazah ” ucapku sambil meremas selangkanganku

“ihh, bandel amatt ni anak otaknya” ia meraih kerah bajuku dan menjambak keras kemudian melepasnya..

“sebentar” katanya sambil berdiri dari kursi menuju tempat barista. Gamisnya terlihat lecek dibagian pantat montoknya. Terlihat besar kebelakang pantat istri ustad ali itu, memberikan sensasi ngaceng keras dikontolku. sangat nikmat bila kutampar pantat montok itu.

Ustazah datang kembali sambil membawa cappuccino dan jus jeruk untukku. Ia letakan jus itu didepanku.

“nih buat otak kamu, biar cepet seger.. Supaya Ga bandel” ucapnya sambil senyum meminum capucinonya.

Aku meminum jus itu sambil tertawa kecil. Ada bunyi telepon masuk, nada deringnya menyala, suara itu berasal dari hp ustazah yg berbaring di atas meja didekatnya. Ia liat layarnya dan berbisik kepadaku. “pak ustad”

Ia angkat hape itu.

“iya abi.. Walikumsalam ”

“iya.. lagi santai aja lagi ngopi..”

Ia melihat ke wajahku, memperhatikan wajahku seakan akan agar aku diam,

“iya sama temen.. Udah dari tadi udah pulangnya.. abi ti-ati yah kelilingnya.. Ti-ati dijalan.. walikumsalam”

Ustazah menutup hpnya sambil terus melihat ke layar hape itu. Mendengarnya tak jujur ke suaminya itu, malah membuatku memijat kontolku yg berdiri tegak ini. Ia memang jujur sedang ngopi, tapi tak bilang ke suaminya sedang ngopi denganku.

“udah disana..”

“iyah.. lagi keliling” ucapnya sambil melihat layar hapenya..

“usatazah ga bilang sama ryan” ucapku

“kamu mau bilang aku lagi ngopi sama kamu..?.. ngga..” ucapnya pelan sambil tersenyum

Aku tertawa kecil

Mendengarnya bicara itu.. aku bicara pelan..

“terus gimana ustazah .?”

“gimana apanya?”

“olahraga ringannya” ucapku

“oohh main gobag?” tanyanya sambil ketawa

“iya, main gobag.. Yuk” ajakku

“itu sih bukan ringan, tapi berat”

“yg penting melepas ketegangan, Harus memindahkan urat ke tempat yg benar..” ucapku

Hahahaha

Ustazah tertawa menutup mulutnya. aku tersenyum sambil melihat ke arah toketnya yg menggemaskan itu.

“Dijamin lama mainnya” ucapku pelan

Ustazah terdiam sambil memegang ujung plastik belanjaannya. ia seakan-akan deja vu mengenai tawaranku itu. Aku terus mengusap kontolku melihat gelagatnya, Aku bertanya pelan ketika melihat plastik belanjaan itu..

“usatazah sering belanja baju yah?”

tanyaku sambil melihat plastik belanjaannya yg disimpan diatas meja di dekatnya.

“ngga, kebetulan yg punya temen ustazah juga, kemarin nyoba bawahan tapi ga muat, terpaksa dituker tadi..” jelasnya pelan

“koq bisa ga muat”? Tanyaku

Ustazah terdiam sejenak dan perlahan memegang Pinggulnya sambil menjelaskan.

“ini nih”

ucapnya sambil memegang pinggangnya diatas kursi, ia mengangkat pantatnya sedikit dan melihat kebelakang bawah ke arah pantatnya,

” makin gede..” bisiknya

Okh God aku makin membetot kontolku mendengarnya.

ucapannya yg bilang “makin gede” malah membuat ku penasaran.

“pengen liat ” ucapku spontan

Ustazah melihatku, nampaknya bukan big deal kalo ia ingin membuktikan kalo pantatnya semakin besar, ia berdiri dari atas kursi, ia membelakangiku dan mengusap lebarnya dan bilang “.. Iya kan”

Akhh God

pantat nonggeng itu begitu kebelakang, aku sayu sambil mengusap kontolku, ia duduk kembali meminum capucinonya, sambil sesekali melihatku disebrang meja, kami terdiam dan saling memperhatikan. Kita Seperti sama-sama saling mengerti, seperti kawan lama yg ingin saling melepas “rindu” (dalam tanda kutip) .

“pengen lebih jelas ngeliatnya” ucapku nekat

Ustazah menggeser duduknya sambil melihatku. Ia mengalihkan pandangannya keluar,

“yuk main..” ucapku

“dijamin lama” ” ucapku nakal

Lama lama Ustazah mengalihkan pandangannya kepada ku, ia mengapitkan lengannya di depan toket yg menggemaskan itu.

“kita mau kemana” ucapnya

Okhh Mendengar jawabannya itu kontolku ngaceng maksimal, segera aku berdiri sambil membayar bill, aku berusaha membetulkan letak kontolku agar tidak terlalu jelas kalo aku ingin segera menumpaki istri ustad ali .

Ustazah masih duduk ketika aku membayar bill, ia melihat-lihat hape dan merapihkan bawaannya. tanpa melihat wajahku ia berjalan keluar kafe perlahan , aku menyusulnya dari belakang.

“motornya disini aja” ucapku sambil membuka pintu mobil

Masih dengan bahasa tubuhnya yg ” tak percaya” ia masuk kedalam mobil dan Aku masuk duduk disampingnya. Aku membawa nya ke tempat yg nyaman.

This is..

“Let’s Release The Tension ”

Selama diperjalanan aku pegang lengannya ustazah terlihat menunduk tak melihatku sampai kita tiba didepan hotel, aku cium pipinya perlahan , ia memejamkan matanya, wangi tubuhnya sangat wangi tercium

“ustazah ga percaya gini lagi sama kamu” ucapnya pelan sambil memejamkan mata.

Aku berangkat menuju kamar disusul ustazah..

Sampai didalam kamar ustazah menyimpan tasnya dan berdiri didepan cermin, aku dibelakangnya menciumi bahu dan lengannya yg tertutup gamis itu, pelan dan sensual aku mencium bau tubuh kesayangannya ustad ali ini. terus aku ciumi lengan dan bahu itu sampai mencium pipinya dia memejamkan mata,

ku geser jilbabnya, kupingnya terlihat, kuping itu kujilat sampai ia mendesah keras “ahhh shhhh”.

Desahannya seperti bahan bakar gairahku, terus kujilati kuping itu bertubi tubi

Hmmm shhhhh

Kuremas pantat montoknya, ku angkat pantat nonggeng itu ke atas , kugesek gesek kan dengan kontolku merasakan empuknya pantat nonggeng itu SHHHHHHHHH,

“gede banget” ucapnya sambil terus Kujilati kuping itu basah.

Aku meninggalkannya pergi beranjak ke atas kasur sambil melepaskan celana ku,

Kontol panjangku ngaceng dan bergoyang kesana kemari

“angkat ustazah gamisnya, kita refreshing lepas ketegangan” ucapku sambil mengocok ngocok kontolku.

“hmm lepasin ketegangan ya” ucapnya pelan.

Ia angkat gamis itu keatas menelanjangi pantat mulus putih nonggengnya nonggengnya

“Begini..”

Akhh bangsat ia memakai g string seksi warna hitam bertali kuning hijau, g string itu begitu seksi membungkus pantat entotannya juga membungkus memek mungilnya

SSHHHH ohh ustazah ”

“kenapa.. Hihihi ” ucapnya tersenyum

Akhhhh shhhhh fuck” kataku sambil mengocok ngocok kontolku melihat pantat montok itu.

Udah jelas belum ” ucapnya

Ustazah melepas gamisnya dari depan, ia gerai rambut sebahunya cantik saat jilbabnya dia lepas, ia buka branya menelanjangi susu montok menggemaskan nya, ia gigit bibirnya ketika melihat kontolku yg ngacung menantangnya..

Ia merangkak ke atas kasur dan berhenti didepan kontolku

“Koq pak ustad ngebeliin ustazah g string sih”

Ustazah mengusap pantatnya

“suamiku yg tahu yg seksi buat istrinya” ucapnya sambil berdiri dengan lututnya di atas kasur

“mungkin aku cantik memakai ini..” ucapnya yg sudah berdiri di atas lutut itu sambil membelakangiku,

“iyakan” ucapnya..

ia tempelkan pipi pantat montok sebelah kanan nya tepat di kepala kontolku. Ia menggesek pipi pantat itu tepat mengenai tali g stringnya yg berwarna kuning hijau itu..,

aku pukul pukuli pantat istri kesayangan ustad ali ini keras memakai kontolku..

PLAKK.. Uhhh

PLAKK.. UHHHHHHHHHHH

Ustazah alihkan tangannya kebelakang untuk menggenggam kontolku , ia mengocok kontolku “uuhh jumboo” ucapnya sambil mengocok ngocok kontolku cepat.

“pukul ryan pantat aku pake tangan kamu”

Plakk.. akhh iyaa shhh

“yang KERASS..”

PLAKK… AKHH OHHH GOD YAAHH SHHHHHHH

“lagi..”

PLAKK, PLAK, PLAK SHHHHHH AHHHH UHHHHHHHHHHH

Aku jilati punggung putihnya, wangi tubuhnya benar-benar nikmat ,

“stress kamu ilang kan kalo nabokin pantat aku..”

aku jilati sekujur punggung putihnya, ku arahkan tanganku ke depan untuk remas toketnya montoknya.

Akhhhh shhhh

Aku masih menjilat seluruh punggungnya, “g stringnya seksi ustazah” kataku sambil melihat pantat montok berbentuk “Love shape” itu. Yg dilapisi g string kecil bertali kuning hijau.

Ustazah masih mengocok ngocok kontolku, aku masih menjilat punggung dan lehernya lehernya “pak ustad bisaan milihnya” bisikku.

“Dia pasti tau yg seksi buat istrinya”

Ia kocok kontolku cepat

Sambil mengocok kontolku ustazah menengok kebelakang. Aku cium bibirnya,

Shhh cup hmmm

kami langsung bertukar lidah, ludah kami saling bertukar satu sama lain “ohh shhh sshhh cpok shhhh ohhh ”

Clek clek clekk Clekk clekk

“dingacengin kontol ini lagi” clek clekk clek ckek.

Aku remas toketnya lebih kencang, putingnya terasa keras, ia melihat kebelakang aku ciumi lagi bibirnya, ia lepaskan ciumanku ia kumpulkan ludahnya dari dalam mulutnya ia tunjukan ludah itu didepanku lalu ia tumpahkan di batang kontolku shhhhh

“hmm belum cukup” ucapnya sambil mengocok ngocok kontolku “kontolnya kegedean”

Ia kumpul kan lagi ludahnya ia tumpahkan lagi ke batang kontolku sambil mengocok nya

“Shhhh ohh gede banget sih kamu”, ia kocok pake kedua tangannya

Clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

Clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

“akhh ustazah” ucapku sambil memejamkan mata

“aku basah” ucapnya manja

Ku arahkan tanganku ke arah memeknya, kubuka tali g stringnya kesamping, ku colok colok memek mungil itu, ustazah melenguh

“uhh Nakal”

akhh shhh uhhh shhhh uhhhh uhhhh ryaan uhhh shhhh uhhhh

Uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh

Uh, uh, uh Uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh uh

Ustazah membalas kenakalan tangan ku dengan menurunkan mulutnya ke arah kontolku, ia bekap kontolku dengan mulutnya sendiri, mulutnya terlihat penuh.

Okh fuck..

Hmmm hmmmn hmmmmm hmmmm

Oh fuck, oh fuck, oh fuck, oh fuck, oh fuck

AKHHHHHHH SHHHHHHH

Hmmm hmmmm hmmmm hmmmm hmmmn hmmmmm hmmmmm

Hmmmm hmmmm hmmmm hmmmn hmmmmm hmmmmm Oh God

Ustazah lepaskan sepongannya, ia menggelinjang karena memeknya masih ku colok

“shhh, urat kontol kamu gede banget sihh shh.. mulut aku penuh..”

Ustazah turunkan kembali wajahnya, ia menjilat jilati urat belakangnya, kucolok memek itu lebih dalam akhh akhhh,

Ku tarik kedua kakinya kebelakang, hmmm, ku arahkan memek itu ke mulutku, ustazah bergumam sambil memasukkan kontolku kedalam mulutnya, kubuka pinggiran g string kecil itu, kujilat jilati memeknya

Ohhh shhhh ooohhhhhhhhhhhhhh shhhhh ohhhh ughhhh shhhhhh

Hmmm hmmm hmmmmmm

Ohhhh sshhhhhhh ughhhhhhhhh ohhhhhhhhh shhhhhhh

Pinggulnya terganggu karena jilatanku di memek nya, mulutnya kadang terdiam karena tersumpal kontolku, suara jeritan nya terdengar kencang di ruang hotel ini, terus kujilat jilat memek mungil itu

Shhhhhh HOOOOHHHH SHHH SHHHH OHHHHH OHHHHH SHHHHHHH UUUGGGHHHHHHHHHHHH

Shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh

Shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh

Ustazah bangkit dari tengkurab nya, tanpa melepaskan g stringnya ia simpan kontolku dibelahan memeknya dengan mengangkangiku,

“kita maen gobag yahh shhhh”

“kamu lama kan mainnya”

Ohhhhhhhhh “, kamu yang jaga aku yg masuk shhhhh”

Ia gesek gesekan kepala kontolku dibelahan memeknya.

Ia masukan kepala nya perlahan..

OOHHHHH Gaawwddd in heaven,

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH

Ohhh ryan pelan pelan ”

“udah lama”

Ia gerakan Pinggulnya perlahan naik turun, sambil berdenyit dahi sambil menahan ewean kontolku,

OH, OH OH GOD OH OH OH OH OH UGHHHHHHH

“jauhh dalemmm OKHHHHHHHHHH shhhhhhhhh”

“akhh anjrit ustazah..”

Ustazah membekap mulut ku dengan tangannya, ia berbicara pelan..

“ssttt, ngomongnya yg sopan” ucapnya sambil menggoyang pantatnya naik turun

Kucaplok susunya, kuhajar memek mungil itu lebih cepat, saat sudah lancar…

Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck fuck Fuck fuck fuck

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK

Ustazah meggigit bahuku menahan serangan kontolku, jeritannya memenuhi seisi ruangan ini..

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK SHHHHHH UHHHHHHHHHHH

TERUS TERUUUS

TERUUUS TERUUUSS OHHHHH

JANGAN BERHENTI, JANGAN BERHENTI, JANGAN BERHENTI GAAWWDDD

Ustazah mencabut kontolku, ia menciumi ku sambil mengocok ngocok kontolku, perlahan ia membelakangiku dan memasukkan kembali kontolku kedalam, g string mungilnya terlihat sangat seksimembungkus pantat montok itu..,

perlahan ia memasukkan kontolku kedalam

OOOOOOOHHHHHHHHH

Oh, oh, oh, oh, oh, oh,

Oh, oh, oh, oh, oh, oh,

Oh, oh oh oh oh oh oh oh

Oh oh oh oh oh oh oh oh

Oh oh oh oh oh oh oh oh

Oh oh oh oh oh oh oh oh

Karena gemas..

Ku tampar pantat besar itu sangat KENCANG berkali kali tanpa ampun melihatnya naik turun mengewei kontolku

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK

AKHH

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK

SHHHHHH UHHHHHHHHHHH

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK

UHHHHHHHHHHH TERUS

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK

UHHHHHHHHHHH LAGIIIII..

PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK

UGHHHHHHHHHHHHHHH shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh.

Memerah sudah pantat montok itu,

Aku remas susunya saat ia bergetar getar mengeluarkan cairan yg banyak OHHH OHHH OHHHHHH. Ia cabut kontolku langsung Ia tengkurab di atas kasur, aku yg masih kocok kocok kontolku ini masih keras karena ingin terus mengewei istri ustad ini.

” sampe ubun-ubun” ucapnya pelan sambil mencium kasur.

Karena pantatnya yg super montok itu, aku masuki dia dari belakang ketika ia sedang tengkurap

OHH..” ucapnya kaget ketika aku memasukinya lagi..

Aku melihat kontolku masuk sambil melihat pantat nonggeng nya, karena gemas, kucolok colok lubang duburnya sambil menghujamkan kontolku kedalam.

Oh, oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh

Oh oh oh oh oh oh oh yyy ohh ohh ohhhhh ohhhhhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh

OKKKKKHHHHHKKK GAAWWDDD..!

Jeritnya saat ku tusuk lebih dalam dan cepat, ku ewe sambil melihat pipi pantatnya bergoyang goyang

GAAWWDDD GAAWWDDD GAAWWDDD

SHHHHHHH UUUGGGHHHHHHHHHHHH Shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh y

Shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh

“akhh keluaaaarrrr ustazah ” shhhh

“Jangan didalam sayanggg”

Akhhhh akhhhhh akhhhhhh

Kucabut kontolku kuremas batangnya sampai memuncratkan laharnya keluar banyak membanjiri pipi pantatnya,

Ohh ber liter liter pejuku membanjiri pantat montoknya, ohh ohhh shhhhhhhh..

Ustazah melihat kebelakang..

“uhh ryan, emang kamu senafsu ini sama pantatku sampai keluar banyak banget di situ”

Aku tersenyum mendengar ocehannya, aku cium lehernya dan tiduran di sampingnya..

“hilang tegangku ku ustazah..” ucapku

“habis main gobag yah” ucapnya sambil mencium kasur,

Aku tertawa sambil mencium kupingnya dan tertidur bareng..

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo