loading...

Sapa salah seorang wanita muda yg terlihat sedang bersiap-siap menuju tempat kerjanya memakai motor scooter matic hitamnya..

“iyah… Siapa neng”

“saya sinta pak, pacarnya cepi hihii, mau nganterin surat izin, cepinya sakit ga bisa masuk..”

“oohh.. Sakit apa neng?

“panas a, baru semalem berobat ke dokter..”

“ooh ya udah.. Ke personalia aja neng..”

“di kantor itu yah a”

“iyah , masuk aja, nanti ada pak asep disitu.. ”

Aku memperhatikan wanita muda yg terlihat sangat gereceh dan pecicilan ini. Attitudenya yg centil dengan tubuhnya yg mungil membuat para lelaki gemas melihatnya.

“neng kerja dimana” ucapku

“staff di perusahaan sebelah a, mangkanya sekalian lewat ..”

“ooh, Ga nyangka euy, pacarnya cepi imut amat..”

“hehee.. Amit-amit kali a, bukan imut imut..”

“koq bisa tahu nama saya..”

“kan pernah ngeliat di fotonya ka cepi a, sinta kira aa temennya, soalnya kaya seumuran, masih muda .” ucapnya

Sinta memperhatikan seluruh badanku yg memakai kaos kecil tak berlengan dengan tulisan boxing ditengahnya. Kaos warna biru dongker ini membuat badanku terlihat lebih tinggi darinya. aku memang sedang olahraga seperti biasa.

“jiaahh, udah aki aki koq neng” ucapku dengan senyum. ”

Badannya yg kecil mungil imut itu terlihat lucu dan membuatku stunning melihatnya

“koq senyum..”

“hihii gpp a, ampir aja lupa ke sini mau nganterin surat izin…. Sinta ke sana dulu yah a..”

“ya udah..” kataku melihatnya pergi.

Sinta

“What a cute little girlfriend “. Kataku dalam hati. Beruntung cepi memiliki pacar se cute itu. Pantatnya yg mungil namun padat berisi itu terlihat menggemaskan.

Kita mungkin bisa kenal dengan banyak orang , mereka hanya datang dan pergi. Tapi kadang salah satu di antara mereka ada yg terasa berbeda, muncul dorongan agar kita bisa mengenalnya lebih jauh.

Mungkin seperti magnet yg mengeluarkan ketertarikan dan membuat kita ingin mengenal lebih dengan wanita cute itu. Aku berharap dia meninggalkan nomor teleponnnya dibuku tamu nanti.

Aku hentikan lari pagiku untuk beristirahat dipipir rumah.

Suara air mancur dikolam rumahku memberi ketenangan. Aku mendengar airnya berjatuhan kesana-kemari seperti irama kebahagiaan. suara anak-anak pekerja proyek menggema ketika mereka bersiap untuk berangkat menuju tempat kerja mereka.

“udah pada ngopi belum” sapaku ke mereka.

“wah itu mah manual boss, selalu dibawa bawa” ucap salah satu tukang sambil meng-ayun ayunkan satu bungkus kopi besar.

“semangat yah” kataku sambil mengacungkan jempol dengan senyuman hangat.

“mari a ..” kata salah satu dari mereka Sambil menganggukan kepalanya melihat mereka pergi.

Suara musik khas yg sunda terdengar mengalun dari arah bedeng tempat peristirahatan anak itu. Pemandangan Ikan-ikan dikolam yg berenang yg mengikuti arah kolam air pancur terlihat sangat segar dan bersahaja.

Setelah kejadian awal minggu ini. Dua hari lagi Aku akan bertemu keluargaku. Intan memberiku pesan bahwa sekitar dua hari lagi dia pulang. Rindu tak terlukiskan ketika tahu azka akan pulang. Aku ingin menikmati waktuku dengan mereka nanti.

Aku bergegas sia-siap untuk pergi ke kantor. Sengaja aku datang lebih pagi karena ada meeting penting berkenaan dengan kasus kemarin.

Sampai disana sudah ada mang asep, kardi dan ujang, mereka duduk diruang rapat sambil menikmati pisang goreng dan kopi panas sambil melihatku masuk. Sebelum meeting ini dimulai, kami membicarakan hal yg ringan terlebih dahulu, sampai sampai mang ujang memulai rapat ini sambil bilang

“Kita punya kumpulan juara nih pak, kumpulan champion ..”

ucap mang ujang saat rapat dengan mang kardi dan juga pak asep mengenai kasus ini. Mereka bertiga memang bertugas untuk bisa mengenal lebih jauh profil orang-orang yg bermasah ini. Hanya mereka yg tahu tentang info ini tanpa memberi tahu ke yg lain.

“udah kaya bola aja yah pak..” ucapku sambil tertawa.

“emang bener a, mereka emang bermasalah semua sehari harinya..” ucap mang asep

“kita mulai dari pak hendra…

dia gemar berjudi , dan itu adalah keseharian hidupnya sampai² memiliki hutang disana sini karena judinya. Bahkan udah beberapa kali dia di ancam penagih hutang karena sering menunda..” lanjut mang asep.

Aku tak percaya orang yg sependiam hendra memiliki kebiasaan seperti itu. Sekilas pak hendra terlihat seperti orang yg selalu tenang tanpa beban dan masalah.

Pribahasa memang benar.. “never judge a book by it’s cover”. Aku tertipu dengan penampilan diamnya.

“kalo sering diancam penagih hutang gitu mah ga usah repot repot buat nolongin dua supaya hancur hidupnya mang, nanti juga hancur sendiri…” ucapku

“Hahahahaa.. Bener boss ga usah repot².. Nanti juga mampus sendiri ”

ucap tertawa semua para mata-mata jadi jadianku ini. Sampai akhirnya pak asep melanjutkan laporannya.

“terus mas Tono,

ternyata satpam itu pernah dipenjara 6 bulan karena kasus narkoba..” ucap mang asep antusias.

“yg bener mang? ” tanyaku

“istri saya boss, dia punya berkasnya.. dikepolisian udah tercatat rekam kriminalnya” ucap mang ujang.

“bahkan dipos satpam ada ganja yg terselip di antara lemari , udah saya sambil buat dijadiin barang bukti” lanjut mang ujang.

Nampak dari raut wajah mang ujang sangat kesal mengenai hal ini. Ia seperti sudah tak sabar ingin segera melaporkan mereka ke pihak kepolisian. Menurut dia itu adalah perkara yg mudah, mengingat lela masih berdinas disana. Namun aku tahan dia untuk bersabar terlebih dahulu.

“terus satu lagi pak jaka, ternyata dia juga juara juga, dia pernah membawa kabur uang kampanye calon kepala desa dikampungnya.”

Kami tertawa terbahak bahak mendengar kasus pak jaka ini..

“Sempat mau dipenjara dulu cuman akhirnya dia mengganti uangnya.. calon kepala desa itu mau memaafkan asal uangnya dikembalikan separuh..”

“wah.. Wahh.. Wah.. Ganteng ganteng amat mang ni orang-orang ..” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Kan yg saya bilang boss.. Kumpulan champion..”

“betul mang” setujuku

Setelah kupikir pikir, Mereka adalah orang-orang yg “Cannot Dealing with his own problems.”

Mereka Punya masalah diluar pekerjaannya, sebagaimana diceritakan tadi, namun tak mampu menyelesaikannya. akhirnya mereka menambah daftar “Hall of Fame” nya dengan melakukan pencurian digudang tanpa memikirkan resiko kedepannya.

Mencuri barang digudang dan memanipulasi harga cluster itu adalah cerminannya.

Dengan mencoba melakukan penipuan ini, Pola pikir mereka hampir bisa dibilang absurd.

Waktu tahun 70an seorang gadis kecil amerika collin stan pernah diculik dan disekap dalam sebuah kotak kecil untuk diperkosa dan disiksa berkali kali di amerika sana. Selama hampir 7 tahun ia menderita karena disekap, disiksa dalam sebuah kotak kecil, dan diperkosa berkali-kali. Itu adalah contoh seseorang yg pikirannya absurd. Orang yg terganggu kejiwaannya. Karena berawal dari. “can’t dealing with his own problem”.

Ada tekanan dalam hidupnya yg tak terselesaikan sehingga pola pikirnya absurd.

Siapa sangka

Ternyata penculiknya memiliki wajah yg terlihat ramah.

Sangat baik.. Bahkan memang terkesan.. Baik-baik saja.

Namun siapa sangka ia terganggu kejiwaannya. Dan tidak menutup kemungkinan orang-orang yg berpikir absurd seperti ini ada disekitar kita.

Ngeri juga yah kalo dipikir pikir.

Benar kata.. “never judge a book by it’s cover”. Hanya karena ia terlihat baik dan bahagia bukan berarti ia benar-benar “baik dan bahagia” dalam tanda kutip.

Inilah yg aku rasakan, aku yg menyangka pak hendra adalah orang yg tenang dan pendiam ternyata ia pemain judi dan penipu.

Aku ambil kertas profil mereka dan aku tulis dari atas kertas itu…

( -1 )…

“The Negative One”…

Mereka adalah orang-orang yg memiliki sisi negatif yg hampir berpikir absurd.

“Sebelum kita ke polisi, Saya mau ke pesantren dulu, Tempat pak jaka sekarang bekerja, kebetulan itu adalah tempat ustad ali dan ustazah sahla mengajar. Tidak enak bila Tiba-tiba ada orang yg ditangkap disana. saya hendak memberi tahukan masalah ini dulu ke pak kiyai ini, takut nama baik pesantren buruk ..” ucapku

“siap boss..” ucap mang ujang yg diiringi kesetujuhan semuanya..

“Penadahnya siapa?.. Ada yg tau ga..?” tanyaku.

“Belum tau boss, tapi pak haji malik kayanya tahu, soalnya kebanyakan yg dijual itu pasirnya, kalo mengenai pelanggan cluster masih kita cari boss siapa yg tertipu harganya..”

” Ya sudah, nanti dua hari lagi setelah jemput istri aku ke rumah pak haji malik, dan mang asep sama mang ujang harus ducari siapa pelanggan kita yg jadi korban. ”

Setelah panjang lebar kami mengobrol masalah ini, kami pun ber santai santai. Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menjadikan beban. Aku berniat untuk berterima kasih ke yayan karena sudah memberi tahukan masalah ini. Begitu pula dengan sistem pemasaran yg sempat bocor. Sambil memperbaiki sistem pemasaran.

Aku makan goreng pisang serta kopi yg disediakan dikantor serta bertanya ke pak asep saat semuanya sudah berpencar-pencar.

“Pak, tadi ada cewek cantik yah datang kesini..” tanyaku sambil senyum

“hahahaa… iya boss.. Pacarnya cepi”

“boleh tuh.” ucapku

Katanya Pacarnya cepi dia boss.. Nganterin surat izin.. Dia bilang cepinya sakit.”

“nulis buku tamu ga ?” tanyaku tersenyum.

“ngisi kayanya boss, Tadi dia bilang salam sama pak ryan..” katanya lagi.

Pak asep memberikanku buku tamu dan kubuka serta kulihat ada nomor hp disana.

“jackpot” ucapku dalam hati.

ku foto nomor itu, sambil bilang ke mang asep..

“Mau Silaturahim..” ucapku tersenyum sambil keluar.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo