loading...

Sebagai seorang pengusaha, sudah tentu kalo kepercayaan pelanggan terhadap produk kita adalah segalanya. Ketika kita mendapat kepercayaan dari costumers, ia akan datang lagi dan lagi.

Ia pasti menceritakan produk kita ke orang lain. Dan orang-orang itu akan menceritakan ke yg lainnya tentang produk kita.

Terus menerus seperti wheels yg “keep spinning around”. Aku berterima kasih ke ci friska yg sudah memberi kepercayaannya terhadap ruko kami.

Datang ke kantor aku bertemu ari yg bilang kalo ci friska sudah menunggu diruang tunggu bersama suaminya.

Tiba-tiba saja dompet ku terasa hangat mendengar kabar ini di pagi hari hahaaa.

Bergegas aku ke ruang tunggu untuk menemui ci friska dan suaminya, sampai disana terlihat suaminya yg sedang dipijit di kursi pijit itu, sengaja aku menyediakan kursi pijit diruang tungguku agar konsumenku merasa nyaman ketika menunggu.

“aduuhh cicii… koko.. Selamat pagii.. maaf sudah menunggu..”

Ci Friska

Aku menyalami ci friska segera, suaminya yg sedang dipijit itu berdiri menyalamiku. Ci friska punya lesung pipit yg tampak jika ia sedang tersenyum. Benar-benar cantik menggemaskan wanita keturunan cina ini

“ga apa apa ryan, sengaja datang pagi ini, mau sekalian nyimpen stok obat kesini, kalo udah deal payment kan enak nyimpennya.” ucap si kokoh

“terima kasih koh… mari mari duduk.. Silahkan koh terusin lagi pijitnya, nanti saya kembali lagi.”

Kembali ke kantorku aku ambil beberapa paper perjanjian yg mesti ditanda tangani. Aku panggil ari agar menyelesaikan birokrasi yang tidak melulu menyulitkan pelanggan.

Sampai diruang tunggu, aku bertemu dengan mereka lagi, terlihat kokoh masih dipijit dikursi itu. Setelah membaca rules n policy yg mesti ditanda tangani, ci friska melakukan dealing dengan membubuhkan tanda tangan di paper perjanjian itu, tak lupa kami bersalaman sambil berfoto bareng sebagai bukti kekeluargaan kami.

“sukses yah kokoh, untuk usaha obat obatan n alat kesehatannya..”

“makasih ryan, kalo butuh obat apapun tinggal bilang ke kita kita”

“wah gratis nih”

“bukaan.. Paling dipotong seribu dua ribu lah buat penglaris”

“whuahahahahaa.. Kejam koh”

“lagian ih si boss pengen yg gratisan aja” ujar ci friska menimpali.

Ci friska memakai blouse warna putih dan jeans birunya. Nampaknya ia memakai softlens hari ini, softlens itu terlihat berwarna kecoklatan. Tak ada kaca mata frame hitam yg dipakainya sebagaimana terakhir ia kesini. Entah kenapa, aku lebih senang melihatnya memakai kacamata itu ketimbang softlens coklat yg ia pakai sekarang. Sex appeals nya terlihat tinggi bila ia memakai kacamata itu.

” buat penglaris mah gratis ci” ucapku

“emang mau minta obat apa”

Ucapnya sambil sambil merapihkan paper itu. Suaminya masih dipijit. Ia serahkan segala macam kuasa dan pembayaran ke istrinya.

“obat kuat ada ga ci..” candaku

“wah.. Ada-ada.. Mau berapa and yg kaya gimana ..?”

“satu slot ci.. Kalo bisa yg berhari hari”

” banyak banget ryan, tar bisa turun bero kamu hahaaa, buat siapa? Jangan jangan buat kamu yah..?”

“bukan ci, ga mungkin buat saya mah..”

“ahh, boong.. biasanya kan anak muda sekarang mah nafsu besar tenaga kurang.. belum apa apa udah lemes.. Kaya ayam sayur..”

“whahahahahaa

Aku tertawa lepas bersama ari dan juga suaminya ygag sedang dipijit itu. Aku bahkan bersandar ke sofa menahan tawaku..

“tuu kan ketawa, berarti bener..”

“hahahaa jangan atuh ci, nanti kalo saya pengen kawin lagi gimana.”

“lagian belum apa apa udah minta obat kuat”

“hahaa haduuh koh pagi pagi saya udah ketawa nih”

“biasa ryan, si cici mah emang begitu.. Ceplas ceplosnya kebangetan ”

“udah ditanda tangan nih” ujar cici

“oke ci makasih, saya mau kasih sesuatu nih, karena cici pelanggan pertama saya, saya ucapkan semoga lancar usahanya”

Ci friska terlihat kaget ketika saya menberinya kunci motor scoopy sebagai bonus pelanggan pertama, begitu pula koko yg langsung berdiri dari kursi pijitnya.

“”aduh ryan.. Makasih ..?”

“just the complement from the house, sukses buat cici dan koko usahanya” kataku sambil menyalami nya.

“aduh makasih ryan, ga nyangka dapet promo kaya gini.”

Kokoh datang menyalamiku. Aku senang melihat kesenangan mereka, aku memang berprinsip.. kalo kebahagiaan pelanggan adalah kebahagiaan perusahaan juga. Aku memang sudah memesan motor ini dari jauh jauh hari khusus pelangganku yg pertama. Ci friska yg sudah deal dengan wara wiri birokrasi tadi, otomatis kunci itu jatuh ketangannya.

“bless you ryan ”

“sama sama koh, sukses selalu”

‘kami mau pindahan hari ini, bisa minta tolong anak buah kamu ga buat turun turunin barang”

“bisa koh, silahkan ke ari.. Ari tolong carikan anak anak buat bantu si kokoh”

“siap a..”

Aku pergi meninggalkan mereka . Terlihat cicih dan kokoh begitu senang dengan promo ini.

Akhirnya aku sampai ke titik kepuasan prinsip dasar seorang pedagang..

…..Anda puas.. Kami lemas…

 

===

Setelah selesai dengan urusan ci friska dan suaminya, langsung aku mengintai keadaan gudang. Aku putar rekaman CCTV dari kemarin siang ketika aku berekreasi kemarin. Setelah mempelajari rekaman kerja yayan dan pak hendra, nampaknya mereka memang sering bersama sama.

Namun ada satu orang yg hampir lolos dari pengintaianku. Dia adalah tono satpam gudang yg masih bekerja diproyek ku. Bagaimana mungkin bisa meloloskan barang proyek bila tanpa dibantu jasanya. Tentu dengan jasa sopir pengantar barang pula. Kudengar sopir pengantar barang sudah tidak bekerja di proyek ini. Aku harus segera menemui yayan untuk mendapatkan informasi. Aku harus mengenali orang orang ini lebih dekat.

Aku percaya terhadap istilah..

Keep your friends close.. And Keep you enemies CLOSER…

Kita harus mengenal mereka lebih dekat.

Mang kardi sudah memeriksa keadaan gudang dilapangan, ia memberiku pesan pagi itu..

‘udah cek boss, banyak barang yg ga ada sama sekali,.. hilang..”

Aku menggeleng gelengkan kepala sambik melihat -lihat profil orang-orang ini. Aku lihat alamatnya,

Sesuai rencanaku..

aku berniat Ingin mendatangi rumah mereka satu persatu. Aku ingin lebih dekat dengan mereka.

Pertama Aku akan datang ke rumah pak hendra terlebih dahulu.

Aku ingin tahu apa pekerjaan sampingannya, apa kebiasaannya, apa yh dilakukannya, dan siapa orang orang yg dekat dengannya. Diam diam aku mengajak yayan yg akan menjelaskan sedikit tentang latar belakang pak hendra.

“ia orang yg tertutup bos” ucap yayan menjelaskan ketika perjalanan menuju kesana.

“ia orang yg tertutup, tapi ambisius dalam arti yg buruk” tambah yayan

yayan menceritakan kepadaku bahwa pak hendra memiliki dua anak laki laki yg masih sd, istrinya adalah bernama mbak wati. Ia adalah seorang guru smp disebuah sekolah negri di daerah pinggiran kota. Istrinya itu berasal dari daerah jawa tengah, sudah hampir 7 tahun dia berumah tangga dengan pak hendra.

Dulu,

yayan tahu bahwa rumah mereka awalnya hanyalah kontrakan kecil, namun akhir akhir ini ia sempat bingung kenapa rumahnya bisa sebesar dalam setahun ini.

“dia dulu ngontrak disitu.. Sekarang punya rumah dan mobil disana dalam jangka waktu setahun” ucap yayan menunjuk kontrakan lama dan rumah barunya.

Ucapan yayan menunjukkan bahwa pak hendra mendapat rumah itu berasal dari bermain mainnya dia di proyek. Ruko ini baru dibangun sekitar satu tahun yg lalu.

Aku memang percaya dengan orang-orang yg membangun ruko ini. Salahku, Aku tak pernah komplain ataupun mengecek lebih dalam tentang bagaimana sistem mereka bekerja.

Karena memang selama 4 tahun ini, aku tak pernah ada masalah ketika membangun cluster dulu. aku mempercayakan mereka selama pembangunan ini.

I just didn’t see it coming..

Ternyata mereka berbuat diluar dugaan.

Aku tidak pernah melihat kalau hal ini ternyata datang..

I can see, i can see.. I’m going blind.

Aku turun menghampiri rumah pak hendra, rumah bertingkat dua itu terlihat sangat simple dan istimewa .

Ketika datang kesana, aku disambut wanita berumur 30an. aku yakin itu adalah istrinya pak hendra,

mbak wati terlihat rapih dengan hijab ungu. pipinya agak chubby tapi tubuhnya tidak gendut. Hmmm benar-benar MILF yg mengundang seleraku, hari itu ia memakai baju dinasnya dngah jilbab ungu, nampaknya ia baru pulang ngajar. Ketika Melihatku diluar, awalnya ia ragu kalo aku adalah atasan suaminya, sampai akhirnya dia menegurku..

“ini mas ryan bukan..” tanyanya

“iya mbak..”

“aduh mas ada apa ini,, emang suamiku kenapa kenapa”

“ngga ada apa-apa mbak, cuma pengen tau alamat pegawai saja” ucapku

“ohh.. mari masuk mas.”

Aksen jawa tengahnya sungguh kental, ketikaAku masuk ke dalam kerumah itu, suasananya seperti dikeraton di jogja. banyak sekali patung patung atau perhiasan ala jogja yg terpajang disana.

“mbak tinggal disini udah berapa lama” ucapku sambil melihatnya menumpahkan minuman

“baru 6 bulan mas, tadinya aku sama suamiku dikontrakan sana, pas setahun ini pindah kesini.”

” Mbak kerja apa..?”

“ngajar mas, di SD Inpres kecamatan..”

“hmmm… Pantes saya ga pernah ketemu mbak”

“saya malah sering melihat mas loh kalo ke proyek, masih muda ” ucapnya senyum

“jiwanya mah udah tua mbak” jawabku setiap menjawab pernyataan yg sama.

“pak hendra punya sampingan lain mbak selain kerja di proyek ?” tanyaku menyelidiki

“”ga ada mas.. Paling jualan online aja” ucapnya.. Hmmm

“hmm.. Tapi disini enak loh mbak rumahnya.. Serasa kaya di rumah keraton” ucapku berbasa basi

“hehee.. Aku emang seneng sama suasana gini mas..”

“mbak sendiri selain ngajar, kegiatannya ngapain..”

“kadang saya yg disuruh jualan online baju juga nas, tapi saya sibuk ngajar”

“hmmm”

” Silahkan diminum mas”

Aku meminum air dingin suguhannya sambil sedikit menyelediki tentang suaminya.

“pak hendra suka kedatangan teman yg lain mbak kesini” tanyaku

“uhmm.. Paling satpam itu mas, yg namanya mas tono… tono gitu, dia sering datang kesini. ,”

“ohh, iyaa iyaa, pada sery seruan apa aja yah mbak”

“ndak tau mas, wong tiap ngobrol saya ga pernah di ajak”

aku berpikir tebakanku ternyata tepat, satpam itu pasti sering main kesini.

Mbak wati memberikan alamat mas tono kepadaku . Dari gelagatnya, aku yakin mbak wati tidak tau apa apa tentang suaminya. Dia terlihat tenang dan malah terlihat selalu ingin tahu, tak ada ketakutan disorot matanya. Ia terlihat tenang dan terus mengobrol denganku.

“ya sudah mbak, salam aja ke pak hendra, cuma pengen tau alamat rumah anak anak dimana saja.. Biar enak kalo udah tau”

“buru buru amat mas, main main dulu disini”

“iya mbak, makasih, emang niatnya ga lama, mau liat rumah mas tono dulu”

“oke mas, makasih udah mampir”

Aku pergi sambil meminta nomor teleponnnya. Tubuhnya yg terlihat gemulai itu membuat aku bersiul dalam hati . Damn. Aku pamit sambil mengucapkan salam.

 

===

Selama perjalanan menuju rumah mas tono, yayan menjelaskan kepadaku, kalo mas tono kebalikan dari pak hendra. Ia tipikal seseorang dengan ke pribadian extrovert. Senang bergaul dan suka menampakkan diri alias show up. Agak di mengerti mengingat pekerjaannya adalah satpam. Setelah kulihat rekam kerjanya, mas tono ini baru jalan satu tahun bekerja sebagai satpam di ruko itu.

Datang kesana, terlihat anak kecil yg sedang berlari kesana kemari bercanda bersama ibunya. Aku mengucapkan salam. Teteh hijaber yg satu ini mengenalkan dirinya dengan nama sarah. Ia adalah istri mas tono yg bekerja sebagai penjual nasi sunda. Kulitnya putih bersih karena dia asli bandung.

Setelah bercakap cakap dengannya, ternyata keseharian suaminya sama dengan pak hendra, dia sudah memiliki mobil yg terparkir di halaman rumahnya. Rumahnya pun mengalami renovasi kesana kemari dalam setahun ini.

Setelah puas mengobrol dengannya, aku sekarang tahu bahwa pak hendra dan mas tono memiliki kesamaan dalam penghasilan dan juga cukup dekat. Mereka sering terlihat bersama.

Setelah dua orang ini sudah kulihat identitasnya. Aku pergi ke mobil menemui yayan, untuk menanyakan sopir pengantar barang yg bernama pak jaka. Ia memang sudah resign dari pekerjaannya diproyek.

 

===

Gimana cara kerja mereka?” tanyaku ke yayan untuk mengetahui trik yg mereka lakukan.

“pertama.. Ketika datang barang, baik plavon, pasir ataupun semen, ataupun barang yg lainnya, mereka bekerja sama seperti satu tim agar bisa menjual sebagian barang yg masuk” jelas yayan

“terus..”

“kedua.. Karena jabatan mereka berkaitan satu sama lain, mereka otomatis kompak mencari celah bersama.agar bisa mengambil keuntungan sebanyak banyaknya digudang.”

“ketiga.. Mereka memanipulasi harga cluster bos, ini yg parah , mereka menjadi calo atas para pelanggan bos dengan menaikkan harga cluster se enaknya dengan jaminan mudah dan murah. Untung nya mereka bagi bertiga”

“luar biasa” ucapku kesel

“koq luar biasa boss”

“luar biasa, begitulah kebanyakan masyarakat kita, urusan korupsi pasti lancar”

Yayan tersenyum ketika aku menjelaskan itu.

“terus pak jaka sopir itu kemana.?”

“itu dia bos, pak jaka nampaknya udah mencium bakal ketauan, mangkanya ia resign berbulan bulan lalu, cuci tangan..”

“mereka bisa bersembunyi, tapi mereka takkan bisa lari” ucapku

“bener boss, denger denger dia sekarang bekerja di koperasi pesantren disana..”

“pesantren itu”? Tanyaku

“iya boss”

“itu adalah pesantren tempat ustazah sahla mengajar” ucapku

“bener boss.. Mending diem diem bos deketin kiyainya agar enak nanti nangkepnya”

“nanti saya bicarakan ke ustazah sahla” ucapku

“satu lagi bos, yg jangan ampe kelewatan”

“apa itu..”

“barang gudang yg sering di ambil mereka rata rata adalah pasir yg datangnya dari pak haji malik bos.. Mereka ber kubik kubik menjual lagi pasir itu ke orang orang, bahkan mengurangi jatah pasir kita untuk disimpan dirumah mereka..”

im Fucked up… Kataku dalam hati.. Berani sekali mereka.

Aku harus membicarakan hal ini ke pak haji malik, tentang berapa kubik pasir yg harus ku bayar. Mungkin aku membicarakan hal ini juga ke bu haji elis setelah intan pulang nanti.

“terus total kerugian yg mereka ambil kamu hitung ada berapa”? Tanyaku

“sekitar 600 juta bos bahkan lebih,”

Bloody hell.. Ketika aku mendengar angka itu. Bahkan itu adalah angka yg sangat besar bagi kelompok orang yg berhasil mengambil barang barang digudang.

“ya udah yan.. Makasih banyak.. Mungkin nanti lapor polisi aja kalo seandainya bukti terkumpul”

“betul bos, saya dukung..

 

===

Segera aku beranjak ke rumah mang kardi untuk membicarakan masalah ini lebih gamblang. Mang kardi terlihat sibuk bekerja untuk mengumpulkan bukti yg ada.

“udah jelas mang semua, tinggal ngumpulin bukti” ucapku

“bos udah datang ke rumah mereka masing masing”

“udah.. Minggu ini kita fokus untuk mengumpulkan bukti terlebih dahulu, setelah selesai kita lapor..”

“siap boss”

Siang itu terasa sangat panas, sengaja semua berkas dan rekaman CCTV aku bawa kesini agar masalah ini tidak tercium banyak orang. Aku suruh mang kardi mengumpulkan bukti yg ada dari berkas ataupun rekaman CCTV yg ada.

Aku merasa lelah..

Karena agak pusing, aku beranjak kebengkel untuk melihat teh lilis. Aku ingin melihat istri mang kardi itu untuk menghilangkan pusing.

Sampai dibengkel, teh lilis tak ada disana, bengkel terlihat sepi siang itu, ternyata teh lilis sedang menonton tivi diruang tunggu.

“hello beib” ucapku kepadanya

Teh lilis tersenyum, ia melihat ke kanan dan ke kiri dan menjawab pelan “hello juga beib”

Teh lilis memakai gamis kuning yg membungkus tubuh seksinya, kerudungnya lebar menutupi toket gedenya yg terlihat seksi menggunung dibalik jilbab itu. Aku menghampirinya, melihat ke kanan dan ke kiri sepi aku menghampirinya sambil menempelkan tubuhku di gamis kuningnya.

Kuraba bahunya , kuraba lehernya yg tertutup hijab besarnya itu

“abis darimana beib” tanyanya pelan

“proyek beib”

“suamiku kemana beib”

“kerja beib” ucapku mulai membuka seleting depan gamis kuningnya Zrrrttt

“pasti sibuk” ucapku sambil meraba toket gedenya ketika seleting gamis kuning itu kebuka “shhhhhh

Toketnya gantian kuremas kiri dan kanan dibalik hijab besar ini oohhhhh shhhh. Sambil kuremas aku berbisik di kuping nya,

“kamar jaga kamu beib”

Aku beranjak ke kamar jaganya disamping bengkel, aku duduk di atas kasur, teh lilis masuk berdiri didepan pintu melihatku, gamis kuningnya sudah terbuka. Aku keluarkan kontolku dari celana ini lilis mendesis pedas.

“angkat beib, hijabnya” ucapku melihatnya

Ia angkat hijabnya ke atas, karena gamis itu terbuka, aku bisa melihat belahan toket montoknya dibalik hijab itu

Akhhh beib shhhh

Lilis turunkan kembali hijabnya kebawah, ia kunci pintu kamar jaga itu, ia menghampiriku, kuremas toket montoknya

Ia kocok kocok kontolku dan duduk di antara selangkanganku, ia masukan kontolku kedalam mulutnya, tenang tapi pasti, bibirnya basah, matanya sayu, ia kocok kocok kontolku sambil menghisapnya.

Akhh akhhhh beib shhhh

Slopp slopp slopp houpppp shhh houup slop slop slopp shhhhh lick lick slruup ahhh

Kupegang kerudung kuningnya, dengan santai ia sepong kontolku.

Ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahhh shhhh shhhh uhhhhhhhhh

Ia kocok kocok sambil menjilat jilati belakang kontolku, shhhhhh

Akhh akhh akhh akhhh akhhhh

Akhhh shhhh shhhh shhhh shhhh ahhhhh shhhhhhhhh SHHHHH AHHH UGHHHHHHH Clek clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk Akhhhh beibb shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh

Kontolku begitu licin keluar masuk mulutnya, melihat pemandangan ini, aku tak tahan, aku muntahkan laharku di dahinya banyak banyak

AKHH AKHHH AKHHHHHHH BEIB

SSSHHHH crotttt crotttt

Laharku mengalir menuju matanya seketika, sebagian tumpah di atas jilbabnya,

“uhh harus salin lagi” ucapnya sambil memejamkan mata. Teh lilis berdiri sambil membersihkan laharku, ia pukul batangku bergoyang kesana-kemari

“bawa aku beib dari sini..” ucapnya

Aku pakai celanaku dan mencari cara untuk bisa memenuhi permintaannya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo