loading...

Aku masih ingin bersenang senang disini.

Teringat kejadian semalam yg hampir membuatku tak percaya. Aku masih ingin merasakan kesenangan itu.

Kulihat matahari di ufuk timur memberi cahaya kehangatan diruang ini.

Aku tiduran kembali ke kasur,

tak sengaja kulihat ada sarung mang kardi tergeletak disamping kasur, sejenak tentang kejadian semalam. Bayanganku dengan istrinya yg bertukar keringat tadi malam membuat Morning woodku bangkit.

Aku penasaran apa teh lilis sudah bangun di pukul 6 pagi ini. Aku turun kebawah untuk merasakan udara segar diluar.

Sampai dibawah ternyata pintu kamar teh lilis masih tertutup. Aku beranjak ke dapur untuk segera membuat kopi, aku ingin merasa segar karena mataku masih seperti orang yg mengumpulkan nyawa. Aku beranjak ke depan untuk menyegarkan diri setelah kopi panasku ku genggam ditangan.

“hmmm..” langsung merasa wide awake menyeruput kopi hitam ini.

Well.. Mereka bilang coffee adalah salah satu kesenangan hidup yg jangan sampai dilewatkan. Mereka membuat prinsip hidup dari secangkir kopi. Mereka bahkan bisa mengeluarkan jutaan inspirasi dari meminum kopi.

Sometimes.. Coffee Rules The World..

Dengan kopi inilah Aku duduk tenang pagi ini dengan sesekali pikiran ku melayang kesana kemari.

Beberapa saat kemudian, ada suara pintu terbuka dari dalam villa, ternyata tommy bangun dari tidurnya. Terbesit dalam pikiranku untuk bisa berendam di air panas.

Tak mau menyia nyiakan ide ini, Segera Aku mengajak tommy untuk siap siap dan langsung naik lagi ke atas untuk membawa salinku.

Aku keluar menuju kolam bersama tommy, ingin merasakan sensasi berendam air panas pagi pagi yg dingin ini.

Sambil santai kami berjalan keluar dan terlebih dahulu membeli sarapan kecil. setelah melihat asap belerang yg keluar dari kolam air panas itu, Kami turun kebawah untuk Merasakan kenikmatan mandi air panas dipagi yang dingin ini.

“hmm.. this is life”

Kataku dalam hati ketika sudah masuk kedalam air itu. Perasaan Mixed up seketika muncul. Sejenak kami berusaha menghilangkan berbagai macam penat permasalahan hidup dengan berendam air panas ini.

Patung bentuk owl yg sangat besar memajang di atas tempat kami berendam. Menjadi pemandangan kami setiap kali melihat ke atas.

Setelah setengah jam aku dan tomy berendam, membicarakan berbagai macam hal, sayup sayup aku mendengar ada suara yg memanggil ..

“boss ..”

Suara mang kardi terdengar cempreng ia berjalan dengan istrinya yg terlihat begitu seksi pagi ini. Ia memakai kaos tipis berwarna putih yg begitu kekecilan menutupi tubuhnya. memakai jilbab biru yg bermotif bunga dengan juga celana piyama . Ia tersenyum ke arahku namun lebih sering menunduk. Ia menunduk seakan akan ingin menutupi rahasia dengan kejadian semalam.

“tadinya mau ngebangunin, cuman ga tega, ” kataku ke mang kardi.

“gpp bos.. kesiangan nih ”

Teh lilis masuk kedalam kolam bersama putrinya. Cetakan Payudaranya yg tekena air itu mulai basah.

“kita pulang jam 8an boss..”

“loh, sekarang aja udah jam 7an mang.. Emang kenapa.” tanyaku kaget

“sini deh boss” ucap mang kardi, ia naik dari kolam kolam, nampaknya keluar untuk segera mengambil hapenya.

Aku naik sambil memakai handukku. Dengan rasa penasaran aku mengikuti mang kardi dari belakang.

“yg kemarin boss..”

“yg kemarin kenapa ?”

“yg kemarin, katanya orang yg ngirim pesan kemarin mau ketemu kita..”

“Hari ini”? Ucapku merasa antusias

“iya boss.. Mending langsung temuin aja orangnya nanti..”

“emang siapa sih? Dia ngasih nama ngga?

“katanya dia yg pernah kerja diproyek ruko kita boss”

“siapa yah, kaya ngirim pesan cinta aja.. Pesan misterius ke cewe diem diem”

“hahahaa.. Ga tau tuh bos..”

Mang kardi turun lagi kebawah sambil mengobrol denganku. Aku merasa bahwa harus pulang secepatnya. Terasa bahwa ini masalah serius, kami memutuskan untuk pulang pagi. Bersama keluarganya, aku langsung duduk di pinggir kolam sambil melihat teh lilis bermain air dengan anaknya.

Karena pesan tadi, mang kardi tak ingin berlama lama berendam di kolam ini. Sekitar 40 menit berendam kami beranjak menuju villa. Namun nampaknya putri dan pamannya masih ingin berendam sebentar dikolam itu.

“jangan lama-lama yah, nanti papah jemput” ucap mang kardi ke putrinya

Kami berjalan bertiga ke atas sambil mendengar obrolan tentang tempat ini. Sampai di sana, aku langsung bilas dan salin ke atas, ketika ke bawah aku melihat mang kardi menunggu diluar sambil melihat hpnya.

Kulihat teh lilis merapihkan bajunya sambil menyelimuti dirinya dengan jaket yg tebal agar bisa terus hangat setelah berendam tadi.

Aku duduk disofa sambil disusul mang kardi, ia memberikan hape itu kepadaku. Kubaca pesannya..

“Konspirasi semakin nyata pak, kiranya kita bisa ketemu siang ini.”

isi pesan tersebut membuat Aku ingin segera menelepon nomor itu, tak lama ternyata ia angkat panggilan ku..

” Ini ryan. siapa yah.” tanyaku

Ia Menjawab dengan bahasa sunda yg sangat kental dan juga halus. mungkin kira kira seperti ini terjemahannya..

“Ini yayan a ryan.. Yg dulu pernah kerja diproyek a ryan.. Ada yg main main digudang a  ryan”

Sejenak aku mencoba mengingat ingat pegawai yg bernama yayan. Setelah mengingat berbagai macam potongan kertas yg ada dipikiran membuat aku ingat. Dia adalah yg dulu menyediakan plavon digudang ketika ruko itu masih dalam tahap pembangunan. Ia adalah orang pergudagangan yg tubuhnya lumayan tinggi dengan rambutnya yg khas di belah tengah. Ia resign beberapa bulan yg lalu karena sudah mendapatkan job diproyek yg lain. Ia memang ramah, selalu menyapa semua orang.

“oke.. Aku ingat yan.. Makasih kalo udah ngasih tau hal ini.. Tapi yg main main dimana..” kataku kepadanya

“digudang proyek ruko a” katanya serius

“gimana mainnya? udah berapa lama, kenapa baru lapor sekarang ?” tanyaku bertubi tubi ke padanya .

“Ngeri a kalo ngobrol lewat hape gini, takut disadap.. Nanti ketemu aja hari ini..”

Dari pernyataannya ini, aku yakin kalo ini cukup serius. Aku bilang ke mang kardi untuk segera melihat rekam jejak yayan selama ia bekerja diproyek dulu.

“oke.. mungkin sore sekitar jam 6 .”

“oke aa.. selamat rekreasi ya aa.. Maaf kalo ganggu.. Salam ke mang kardi”

“ya..”

Setelah selesai menutup telepon, segera aku menelepon mang ujang untuk memeriksa keadaan gudang. aku juga menanyakan rekam kerja yayan.

“Gawat kayanya mang.” kataku ke mang kardi setelah menelepon mang ujang.

“mangkanya saya ngajak pulang pagi boss”

“hayu kita cepet pulang..”

Istrinya keluar kamar dengan kaos kuning yg tak berlengan, fokusku sedikit teralihkan melihat otot lengan itu.

“nanti pas pulang lihat aja rekap kerjanya,.” mang ucapku sambil memperhatikan istrinya.

“pasti boss, nyampe rumah langsung saya cari”

Teh lilis pergi ke dapur dengan untuk membuat kopi . Mang kardi masih duduk disofa, ia masih terlihat bingung tentang yg terjadi sambil melihat hapenya.

“santai dulu mang, ..”

“saya khawatir aja bos, jalan dua tahun baru koq ada yg kaya gini”

“tenang aja” kataku menenangkan

“emang ada apa si pah..” ucap teh lilis dari dapur

“kita harus cepet cepet pulang mah, bikin kopi dulu buat a ryan..” ucap mang kardi sambil melihat hapenya.

“iya..” ucap istrinya

Teh lilis keluar mengantarkan kopi, Mang kardi melihat istrinya yg santai dengan kaos tak berlengan itu. Menampakkan sepasang lengan yg mulus putih dan kencang itu. Aku bahkan bisa mencium wangi tubuhnya yg khas ketika ia menyajikan kopi. Ia menaruh kopi itu sambil memperlihatkan lengan otot telanjangnya

Mang kardi simpan hapenya di atas meja, ia berdiri sambil memanggil istrinya berjalan kebelakang dengan membawa handuk putihnya. Ia bilang pelan

“mah.. tutup.. nanti keliatan..” perintahnya

Mang kardi sambil menutupi lengan putih istrinya itu dengan handuk besar.

“kerudungnya ” bisik mang kardi

Lilis melihatku sambil berjalan ke arah kamar, pantatnya yg montok bergoyang kesana kemari dicelana piyama itu. Lengannya ditutup handuk dari suaminya. Entah kenapa melihatnya seperti itu justru membuat kontolku keras dibalik celana pendek ini. aku masih ingat rasa otot lengan itu. Otot lengan yg semalam kujilat semalam.

Teh lilis keluar, ia hanya memakai jilbab kecil warna biru karena perintah suaminya. Namun ia tak mengganti kaos kuningnya. Ia tetap menutup lengan mulus itu dengan handuk yg ditutup suaminya. Ia melihatku sambil merapihkan jilbabnya.

Teh lilis keluar mendekati kami. Aku bisa mencium lagi wangi tubuhnya dari dekat.

Wangi milf ini tercium sangat enak.

“saya mau jemput dian dulu deh bos”

“hati hati mang, saya mau siap siap”

Mang kardi berdiri sambil berjalan menghampiri istrinya, ia merapihkan lagi handuk yg menutupi lengan mulus istrinya itu.

“mamah.. Tutup lagi.. Nanti diliat” ucap suaminya pelan.

aku malah meremas selangkanganku.

Mang kardi keluar menjemput anaknya. Teh lilis berdiri menyusul suaminya sampai pintu. Aku masih duduk disofa melihat pantat montoknya , ia melihat suaminya pergi keluar.

Setelah pergi, teh lilis melihat kebelakang, ia melihatku sayu melihat pantatnya, ia tetap menutupi kaos tak berlengan itu. Ia mengerti yg kumau, ia duduk disofa dengan handuk dilengannya. Ia ingin menuruti suaminya agar lengan berotot itu terhindar dari mataku.

“kamu abis ngeliat apa bisa panjang gitu..” tanyanya pelan sambil melihat kontolku yg tercetak di balik celana pendek ini.

“abis ngeliat lengan kamu beib..” bisikku

Teh lilis tak menjawab obrolan ku, ia hanya menggeleng gelengkan kepala sambil melihat hape suaminya.

Dari mataku teh lilis mengalihkan matanya ke selangkanganku. Teh lilis melihatku yg mengusap selangkanganku melihat lengan yg tertutup handuk. Lengan yg ditutup suaminya.

“buka anduknya beib” ucapku pelan

Teh lilis tersenyum sambil tertawa kecil “kamu ngelunjak amat, suamiku nyuruh ini Biar ga dilihat mata kamu..”

“emang kenapa beib”

“biar kamu ga ngaceng” Ucapnya pelan

Mendengar jawabannya itu, aku berdiri menghampirinya. Teh lilis bersandar di sofa sambil melihatku mengusap panjangnya kontolku dibalik celana pendek ini.

Ia simpan hape suaminya, ia menguap mengangkat lengannya ke atas

“hooamm”..

seketika handuk nya terlepas kebawah. Menelanjangi Lengan putih mulusnya yg berotot . Seketika Ketiaknya pun langsung terlihat mataku. Ia tak menutup lagi handuk yg diberi suaminya tadi

Ohh God..”

kukeluarkan kontolku, lilis melenguh melihat ukurannya..

“hnmmmm.. Suamiku bener kan beib, brownies kaya kamu pasti ngaceng keras ngeliat istrinya seksi kaya gini” ucapnya seksi

“bisa mampus dingacengin kontol Kamu lagi.. ” ucapnya sambil melihat kontolku

“kontol kamu keras banget..seneng yah ngeliat ini.. Lengan yg tadi ditutupin suamiku ” lilis mencium lengan telanjangnya

Aku pegang kepala berhijabnya, ku arahkan kontolku didekat mulutnya

“hmmm..Padahal aku disuruh pake handuk ama suamiku ”

“Shhhhhhh”

“sekarang malah dikontolin kamu..”

Shhhh

Ku jambak kepalanya yg berhijab sambil menempel kan kontolku didepan mulutnya.

Bukannya menjauhi….

lilis malah memiringkan kepalanya itu, ia buka mulutnya lebar lebar sambil mencaplok kepala kontolku masuk kedalam mulutnya

OHHHHH Gaawwddd

Lilis sedot kepala kontolku, pelan pelan ia masukan kontol itu kedalam

Shhhhhhh

Ia liuk liukan kepalanya yg berhijab itu menyepong kontolku

SHHH SHHHH

SHHHH SHHHH

SHHHHHHH

AHHHHHHHH SHHHH

HHHHHHHHHH KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

“koq kamu malah ngontolin aku sih ryan shhhh hmmm.. Ngontolin nya pake kontol gede kamu SHHHH”

Lilis jilat lubang kencingku, ia masukan lagi kontolku lebih dalam AKHHH BEIB

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

UGHHHHHHH fuck

Ku angkat lengannya ke atas, Kucabut kontolku dari mulutnya..

Kujilat ketiak itu memanjang ke arah lengannya yg berotot

Ahhhh shhhhh

Ahhhhh shhhhh

Ahhhhhh shhhhh

Kujambak lagi kepalanya yg berhijab,

Kumasukan lagi kontolku lebih dalamm

KLOQQQ KLOQQQQ AHHHHHHHHHHHH

SHHHHHHHHH

Lilis terbatuk batuk, matanya berair merah ketika kontolku menyentuh belakang tenggorokannya

AKHHH KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ SHHHHH

KLOQQQ SHHHHH UGHHHHHHH AHHHHH FUCK FUCK FUCK

Tak henti hentinya lilis menyepong kontolku sambil memperlihatkan otot lengannya yg kencang dan ketiaknya yg lebat.

“AKHH pengen ngewein memek kamu beib”

Lilis lepaskan kulumannya, dengan mata berair sambil mengocok ngocok kontolku dia bilang pelan ..

“jangan beib, dia ga bakal lama,” ucapnya pelan

Shhhh

Clek clekk clekk clekk clekk Akhhhh beibb lilis menaruh kontolku dikeseluruhan wajahnya, ia hisap hisap sampe membuat aku kelojotan tak terkira, lilis memejamkan matanya

Plak, plak, plak, plak, plak shhhhhh

Suara kontolku ketika memukul wajahnya yg milfy.

Aku masukan lagi kontolku kedalam, lidahnya menjilat jilat urat bawah sambil memasukkan nya lebih dalam… Dan lagi… Dan lagi… Dan lebih dalam lagi. Sampai sampai aku menjerit tak terbayangkan

FFFFFUUCKKKK SHHHHHHH OGHHHHHH GAAAWDDDD

Uh,, uh, uh, uh, shhhh ahhhhh

Crott crott crotttt..

Kontolku ngecrot didalam mulutnya, Kucabut kontolku, sebagian pejuku mampir di pinggir jilbab kecilnya..

Ahhhhhhhhhhhhhhh

GAAAWDDDD ddddddd

Aku ngos ngosan melihatnya, aku duduk disofa sambil melihat penuh mulutnya oleh spermaku.

Lilis tersungkur dibawah menyenderkan kepalanya disamping sofa,

“kamu nikmat banget beib”

Oohhh shhhhhhhhh pejuku mengalir ke leher jibabnya membuat teh lilis terus memejamkan mata, ia melemparkan handuk ke arahku karena perbuatan terlarang ini.

Buru-buru aku naik ke atas, membiarkannya memejamkan mata, aku siap siap untuk segera pulang.

 

===

The Original Fire.. Has Died and Gone..
But The Riot inside Moves On..
The Original fire.. Has dies and Gone..
But The Riot inside Moves on…

Lagu Audioslave menemaniku saat dalam perjalanan menuju pulang. Semua tertidur dibelakang, aku masih mendengarkan musik ini sambil menemani tommy yg sedang menyetir.

Original fire has Died and Gone, but the riot inside moves on..

Aku kira sisi gilaku telah pergi dan hilang sejak menikag, namun ternyata gejolaknya masih bergerak liar dalam diri.

Kejadian ditempat rekreasi tadi merupakan hal yg tak bisa kupercaya. Aku memikirkan hal ini sambil melihat kaca spion melihatnya dibelakang. Aku melihat teh lilis sekarang sedang tidur disamping suaminya.

Entah kenapa…

Aku merasa belum puas dengan sesi blow job tadi pagi,,…

Damn it!

Berkali kali ketika dalam perjalanan tadi teh lilis menggoda ku dengan mengangkat lengan gamisnya ke atas. otomatis bagian yg kencang itu terlihat olehku.

Kadang ia mengangkat lengan gamisnya ketika suaminya sedang sibuk mengobrol. Ia tidak sadar istrinya menawariku lengan montok berotot itu.

Kami berangkat dari tempat tadi sekitar jam satu siang, sesuai prediksi, kami sampai rumah sekitar pukul lima sore.

it’s so exhausted.

Aku telepon yayan orang yg ingin menemuiku,

karena kelelahan, aku beri tahu dia untuk segera membicarakan masalah ini dengan serius.

Yayan berjanji ia akan menceritakan semua yg ia tahu tentang permasalahan diproyek nanti.

Sampai disana.. Kulihat yayan sedang berjongkok dipinggiran rumah mang kardi. Ia terlihat sedang merokok dengan santai sambil melihatku menghampirinya.

Secara antusias yayan bilang bahwa pak hendra memang bermain bermain digudang proyek.

Ada beberapa orang yg terlibat didalamnya. Mungkin Termasuk kepala gudang (pak hendra sendiri) , supir pengantar barang dan juga satpam penjaga malam.

Tapi aku butuh bukti.

Evidence yg bisa menguatkan dugaannya. Aku berniat untuk menyelidikinya besok secara diam-diam.

Mulai muncul kegelisahan tentang hal ini. Besok secara gamblang akan ku selidiki dan berniat untuk pergi ke rumah pak hendra besok. Aku mengenal pak hendra sudah lama.

Namun antara aku dan pak hendra semacam kenal yg hanya sekedar kenal.

Tidak terlalu banyak bercengkrama. karena memang kepribadian pak hendra sendiri yg memang pendiam. Tugasku secara keseluruhan diproyek hanya memastikan, kalo dia bekerja dengan benar, maka akan kupertahankan. Namun jika dia melakukan “Doing a no – no” maka secara perlahan akan kulepas.

Aku makan dan ngopi terlebih dahulu dirumah mang kardi sambil ngobrol bersama yayan. Tommy memutuskan untuk segera pulang sore itu juga. Teh lilis tak terlihat lagi dari semenjak turun mobil tadi.

Kemudian disela sela obrolan kami, mang kardi bertanya kepada pada yayan dengan kalimat sarkas

“terus, kenapa kamu mau melaporkan ini yan” ucap mang kardi.

“saya terpukul pak” ucap yayan

“terpukul bagaimana.?”

“terpukul kalo ternyata pak hendra bisa melakukan ini.. Lagi pulaa..”

“lagipula apa..?”

“lagipula saya nggak pernah dibagi jatah pak,”

Aku dan mang kardi hampir tertawa lepas mendengar alasan terakhir yayan.

Kami yakin, Mungkin alasan terakhir itulah yg membuat yayan untuk memutuskan melaporkan hal ini. Badannya yg tinggi itu terlihat sering menunduk.

“begini aja deh yan, nanti akan ada partisipasi saya bila semua ini sudah selesei.. Saya cuma mau berterima kasih sudah melaporkan hal ini” ucapku

“Terima kasih a, tapi tolong a jangan sampai pak hendra tahu kalo saya yg melaporkan hal ini.”

“kamu tahu kalo ada lagi yg terlibat”?

“kayanya ga ada a. Soalnya mereka rapih”

Aku berdiri ke belakang yayan yg sedang duduk, ia pegang bahunya dan bilang..

“udah kamu tenang aja.. nanti kita lihat perkembangannya.”

“siap a, kalo gitu saya langsung pamit a, takut ada yg ngeliat saya disini”

“yaa.. bila ada berita yg aneh aneh lagi kabari saya..”

“siaaap a.. Assalamualaikum”

“walikumsalam”

Yayan pergi pulang dengan motor sportnya, aku dan mang kardi tetap duduk disini dan meneruskan ngopi sambil mengobrol.

“saya beneran ga percaya bos kalo pak hendra yg pendiam itu berani banget ngelakuin hal ini”

“saya juga ga habis pikir mang, mungkin kepepet kali…”

“kita lapor polisi aja bos,..”

“Jangan mang, nanti kalo udah beres baru kita lapor. kalo ada masalah seperti ini, kita harus tau dulu bagaimana mereka bisa bermain main dengan sistem ini.. Karena ini kan sistem.. nanti langsung kita perbaiki kalo udah tahu, baru lapor polisi,”

“bener banget boss, ..” ucap mang kardi

“nanti besok saya cek berkas, ada barang apa aja yg keluar masuk akhir digudang ini, saya rekap, anggaran sudah saya buat, nanti mang kardi ke pergudangan cek situasi ”

“iya boss..”

“Mau kebelakang dulu mang.. Mau sekalian mandi, istirahat, ” ucapku ke mang kardi

“boleh boss, langsung kebelakang..”

Bergegas aku pergi kebelakang meskipun badan masih terasa dingin setelah pulang dari sana. Namun karena aku ingin segar, aku bergegas untuk segera mandi.

Sambil berjalan menuju belakang aku lihat hapeku ada pesan dari istriku bahwa ia ingin belanja dodol garut disana dengan ibu mertuaku. Aku memang suka dodol garut. Namun aku lebih senang ke hasil kerajinan kulit khas kota garut. Aku bilang ke intan bahwa aku ingin sekali oleh-oleh dompet kulit ataupun jaket kulit asli dari sana.

“huuh Papah.. malah minta dompet ..”

“dua duanya aja mah” kataku membalas pesan itu.

Aku bergegas menuju kamar mandi sambil membaca pesannya yg menyurakiku

“huuuuuuuhhh rakuus ”

Aku tersenyum membaca pesan dari si cantik itu. Aku video call ingin melihat wajah azka, terlihat ia bahagia dengan kegiatan belanjanya tertawa bareng ibu dan neneknya. Seketika aku dikagetkan dengan suara mang kardi yg menodongku memberikan handuk bersihnya…

“nih boss..!”

“anjrit.. mang.. Kaget” kataku

Mang kardi tertawa melihat Aku ngajrot kaget didepan pintu kamar mandi. Dan Bergegas aku masuk dan mandi di jam tujuh malam itu.

Lama aku mandi, aku menggigil kedinginan saat keluar dari kamar mandi, aku ikatkan handukku dipinggangku, aku beranjak keluar. Ada butiran kecil air didadaku sambil membersihkan kakiku dari sisa air mandi. Dengan setengah menggigil aku menuju tengah rumah, disana ada mang kardi yg sedang nonton tivi. Karena sadar aku sudah tidak punya salin, aku bertanya kepadanya..

“mang.. Ada kaos oblong ga?”

“ada boss.. Di atas..”

“disebelah mana mang”

“Diruang strikaan boss.. Ambil aja,”

Aku tak melihat ada teh lilis dari tadi magrib, aku menyangka kalo ia sudah tidur karena kelelahan. Aku berjalan menaiki tangga ke atas menuju ruang setrikaan itu.

Mang kardi masih asik terdengar sedang menonton tivi. Aku gesek gesekan kakiku didepan pintu kamar strikaan dari korset yg berwarna kuning ini. Bahkan gambarnya adalah winnie the pooh hahaa. Aku masih menggosok gosokan kaki ke korset ini sambil membuka pintu kamar ini.

Saat aku membuka pintu, ternyata kamar gelap gulita, aku masuk ke kamar sambil menyalakan saklar lampu yg terletak didekat lemari.

“Klikk”

Ternyata ada teh lilis disana.

Ia sedang tiduran menyamping di atas kasur kamar itu. Ia sedang memain-mainkan hapenya. Karena posisi tidurnya menyamping, otomatis pantat montoknya yg besar terlihat.

Bahkan terlihat semakin besar dengan posisi seperti itu.

“Ngapain teh.” kataku

Teh lilis tersenyum tanpa merubah posisi tidurnya, ia tetap memain mainkan hapenya dengan bilang..

“abis nyetrika.. Terus tiduran disini”

Aku mendengar suara tivi mang kardi menggema sampai ke atas. Melihat pantat montok istrinya itu disini malah membuat kontolku ngaceng. Betapa montok pantat istri kardi itu, tititku mulai berkedut dibalik handuk suaminya ini.

Lilis melihatku yg memperhatikan pantat montoknya

“dia lagi ngapain” bisiknya

“nonton tv

“kamu mau ngapain”

“pinjem kaos suamimu teh”

Teh lilis diam sejenak sambil melihatku. Ia memperhatikan dada atletisku. Ia menaruh hapenya dan mengambil kaos oblong milik suaminya yg ada ditumpukan kasur.

“pantatnya montok amat teh” ucapku pelan

“ssttt jangan nakal..”

Aku pakai kaos itu, aku buka handuk yg melilit dipinggangku, kontolku ngacung keras ke arahnya, aku kocok kocok sambil melihat pantat montoknya

“dia bisa dateng kapan aja” bisiknya

Aku pakai handuk suaminya itu lagi, aku melihatnya sambil beranjak keluar kamar, kulihat suaminya dibawah sambil menonton tivi. Aku teriak..

“mang.. Bisa liat rekam jejak kerja yayan..”

“ada boss, dimeja sini”

“pak hendra juga yah”

“iya bos”

Aku bergegas masuk kamar, kulihat teh lilis merubah posisi tidurnya, ia tiduran dengan posisi tengkurab diatas kasur, kepalanya berada diujung kasur sambil memainkan hape suaminya,

Aku tutup pintu itu ku dekati dia, kepalanya sejajar dengan pinggangku, ia masih tidur tengkurab sambil memainkan hape suaminya.

“udah sibuk” bisikku ke arahnya

Ku buka handukku, kontolku ngacung keras ke arahnya sejajar dengan kepala nya. ku kocok kocok Kontolku yg hampir menempel dengan hidungnya, lilis melihatku, ia pakai hape suaminya untuk mengarahkan kontol itu memasuki mulutnyaa..

Ahhhhhhhhhhhhhhh sshhhh

Shhhhh

Shhhhhhhh

Gawwd gawwd

Slruuuup slruup slruup slruupp ahhh shhhh, shit… enak bgt!

Lilis gesekan hape itu untuk mengarahkan kontolku lebih dalam memasuki mulutnya

Hummm shhhh

Ummmm ahhhhh shhh haaahhh.ummmm shhhhahhhh, ya Alloh.. nikmatnya!

“buka beib celana nya”

Ujung kepala kontolku masih didalam mulutnya, lilis buka celana nya kebawah, menelanjangi pantat montoknya yg dibungkus celana dalam warna ungu

Oohhhhh Shhhhhhhhhhhhhhhhhh

Lilis teruskan sepongannya, ia pakai hape suaminya agar lebih mengarahkan kontolku lebih nikmat dihisap mulutnya, mulutnya terus ku ewe, pantat montoknya kuremas gemas shhhh hahhhh shhh hahhhhh

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ SHHHHH

Kontolku jauh kedalam tenggorokannya saat ku remas pantatnya, Oohhhhh Shhhhhhhhhhhhhhhhhh

“tiduran kaya tadi beib”perintahku

Lilis melepas sepongannya, ia berbalik bangkit sambil menciumi bibir ku, ia gosok kontolku memakai hape suaminya beriringan dengan tangan mungilnya yg mengocok kontolku gemas

Clekk…. Clekkk… Clekkkk..

Shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh

Dengan mata yg begitu sayu, lilis posisikan tidur nya menyamping membelakangiku, aku tiduran dibelakang nya, lilis ludahi tangannya untuk kembali membasahi kontolku. Kuremas pantatnya shhhhhhh.. Kubuka celana dalam kecil itu dengan agak keras kebawah ahhh, ku arahkan kontol yg dikocok tangan mungil itu ke gerbang memek terlarang nya, kumasukan perlahan

Blesss… AAAAHHHHhhhhh.. Heavenly terasa sangat sempit memek itu di masukan kontolku.

Perlahan aku masuk lebih dalam, lilis melenguh keras dan panjang

Uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhh shhhhhh

Oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh

Oh, oh, oh oh, oh oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh

Oh, oh, oh oh oh

Gusti aloooh… nikmat sekali!

Kuremas remas pantat montoknya dari belakang, kutusuk lebih cepat

Shhhhhhhhh SHHHHH AHHH SHHHH SHHHH SHHHHHHH OGHHHHHH

GAAAWDDDD

AHHH AHHHHH AHHH AHHHHH SHHHH AHHH AHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH

Pantatnya Bergoyang seiring tusukanku, tubuhnya bergetar getar tiap kali aku menembus lebih dalam k dalam memeknya

AHHH AHHHHH SHHHH AHHH AHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHH

AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH AHH AHHH AHHHHH

Lagi asik asiknya aku menggoyang, suaminya memanggil dari bawah, aku pelankan kocokan ku, wajah lilis membalik ke arahku, matanya sayu menahan nikmat, kucium bibirnya shhh ahhh shhhh ahhhh

“Maahh.. Dimana”

Shhhh ahhhhh shhhhhhhhh ahhhhh

Shhhhhhhhh SHHHHH AHHH

“maahhhh..”

Plopp… kontolku keluar dari memeknya, dengan mata sayu lilis berdiri merapihkan celana nya, ia angkat cangcutnya ke atas beserta celananya, lilis mengocok ngocok kontolku sebentar sambil merapihkan celana nya meninggalkan ku yg sayu karena sesi tanggung ini.

“iyaaa..” ucap lilis sambil turun kebawah

“siapin makanan mah, biar makan dulu”

Aku kocok kocok kontolku mengingat kejadian tadi. High and dry like always. Aku alihkan pikiran ku ke hal yg lain sambil memakai celanaku keluar. Aku lihat teh lilis turun tangga, ia lebih sering menunduk sehabis kejadian nikmat tadi, aku yakin memeknya nyut nyutan setelah diewe kontolku tadi. Ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.

“nih, bos rekam kerja yayan n pak hendra” ucap mang kardi ketika aku sudah dibawah

“ehmm.. Mana” jawabku menahan nafasku.

Mataku memang melihat paper itu tapi pikiranku melayang jauh mengingat nikmat tadi. Kulihat teh lilis bersiap.siap merapihkan makanan dimeja makan. Rambutnya acak acakan, ia lebih sering diam karena menahan birahi.

“aku bawa ini mang kerumah, nanti aku pelajari dikantor” ucapku.

Bergegas mang kardi menyuruhku untuk segera makan malam, jelang 20 menit dari kejadian tadi aku sudah duduk dimeja makan. Teh lilis masih sering terlihat terdiam dan menunduk. Kami mengobrol seperti biasa seakan akan “hey dude.. We are fine as usual “. Namun kenyataannya pikiran ku kemana mana.

Aku makan sambil mengobrol kesana kemari dengan teh lilis dan suaminya didepan , saat teh lilis berdiri ia berjalan ke sampingku untuk mempersiapkan buah buahan, aku melihat cincin berlian indah di jari manisnya ketika ia menaruh buah itu.

Aku merasa belum melihat cincin itu ketika kami rekreasi tadi. Aku bertanya kepadanya ketika ia berdiri disamping kananku

“teh.. Itu bagus amat”

Karena pertanyaanku itu, teh lilis yg seharusnya duduk disamping suaminya, ia langsung duduk disampingku dimeja makan itu menjelaskan cincin indahnya. Sambil tersenyum teh lilis bilang

“iya.. Ini kado ulang taun pernikahan tahun lalu” senyumnya

“indah” ucapku memegang cincin besar itu

Mang kardi terlihat bangga dengan pujianku ia tersenyum simpul dan bilang “iya doonk, siapa dulu yg beliin”

Aku masih memegang cincin itu yg dipasang ditangan kirinya “koq baru ngeliat, perasaan kemarin ga ada”

“kemarin lupa dibawa, mangkanya disuruh dipake sama misua” ucap teh lilis senyum

Kulepas tangannya, teh lilis duduk disamping kananku sambil menaruh jari manis yg bercincin itu diatas pahanya.

“belinya dimana mang” ucapku sambil membuka seleting celanaku

“ditoko emas yg dipasar”

ku keluarkan kontolku keras dibawah meja ini,

“oohh.. mahal dong mang” ucapku sambil

Aku pegang jari manis itu dari atas pahanya. Ku arahkan ke kontolku ,

Lilis terlihat kaget namun ia menjaga sikap ketika kugesek geseki cincin berlian itu dibatang kontolku.

“buat istri kesayangan”

Ohh gesek gesekan berlian itu dikontolku membuat aku semakin ngacung keras

“hmmm.. Suami yg baik”

Ucapku saat menggosok gosok cincin itu

“iyaa doong ”

Lilis genggam kontolku, ia kocok kocok kontolku dibawah meja saat suaminya sedang makan, cincin berlian nya menambah nikmat kocokan kontolku.

Akhhh shhhh

“emang kalo buat istri kesayangan mah semua juga di kasih.. Iya kan mahh”

Lilis masih terus mengocok kontolku

“i-iya pah”

Aku masih terus mengontrol nafasku di hand job istri seksi ini, lilis memencet pelirku keras, seperti hukuman karena berani seperti ini

“akhh” pranggg.. Sendok terjatuh kebawah

“kenapa bos?” ucap mang kardi

Teh lilis melepaskan kocokannya, aku tau ia tersenyum menang dengan pencetan tadi. Ia menang karena berhasil mengerjaiku.

“gpp mang, jatoh aja sendoknya” ucapku sambil menunduk kebawah mengambil sendok itu.

Teh lilis berdiri meninggalkan kami, aku masukan kontolku sambil makan seperti biasa. Aku geleng gelengkan kepalaku karena siksaan ini.

Lama setelah makan, aku memutuskan untuk tetap disini sambil membahas

Rekam kerja yayan dan pak hendra. karena hari sudah malam, aku memutuskan untuk menginap disini. Aku melihat teh lilis keluar sambil memakai handuk suaminya yg tadi kupakai, tubuhnya yg montok seakan akan menjerit karena ukuran handuk yg kekecilan itu. Karena suaminya sedang sibuk dengan paper itu, aku bisa bebas melihat tubuh montoknya.

Kujepit jempolku ke arah dirinya dengan jepitan ngentot yg seksi itu, teh lilis perlahan membuka lilitan handuknya dirinya sekejap.

Flashing….

Ohh tubuh telanjangnya terlihat olehku walau sekejap. Teh lilis beranjak mandi sambil tersenyum karena berkali kali menyiksaku. Ia menunjuk jarinya ke arah bengkel yg didepan rumahnya. apa ini isyarat? . Teh lilis tak menjawabku, ia bergegas masuk kamar mandi.

Aku kedepan menemui suaminya yg terlihat sudah agak mengantuk. Aku ingin segera ke bengkel sambil bilang ingin santai keluar membeli rokok.. Mang kardi mempersilahkanku..

Aku keluar kedepan rumah ke arah bengkel motornya, ada pintu yg terbuka disana. Terlebih dahulu aku membeli rokok keluar dan duduk di ruang tunggu bengkel itu.

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. aku menunggu dibengkel itu sekitar 15 menit , aku sudah tidak perduli kalo mang kardi menungguku, lama kelamaan aku menunggu akhirnya ada seseorang yg masuk bengkel.

Teh lilis datang dengan handuk yg masih dililit tubuhnya , nampaknya ia datang setelah mandi tadi. Ia tutup pintu ruang tunggu itu. Ia datang melihatku yg sedang duduk. Ada butiran air yg menempel ditubuhnya, toketnya berontak seperti hendak keluar, otot lengannya terlihat basah menyebabkan kontolku keras instan.

“ngga ada yg nyari” bisikku meremas kontolku

“udah tidur” ucapnya sambil beranjak ke ruang samping

Setelah dibuka itu adalah ruang istirahatnya. Ada kasur dan tivi disana. Ia masuk dan duduk dipinggir kasur.

Melihat tubuh montok dililit handuk itu aku tutup kunci kamarnya, kucium bibirnya lilis mendesah “hmmm cup hmmmm shhh

“diruang tengah” tanyaku sambil membuka celana ku kebawah, kontolku langsung mengacung ke arahnya. Aku buka kaosku

“iya” jawabnya sambil membuka handuknya, menelanjangi tubuh montoknya

Lilis taruh mukanya disamping kontolku,, ia berbisik pelan

“sampai dimana tadi” ucapnya pelan sambil melihat kontolku

Ohh.. Iyahh begini yah” lilis angkat jari manisnya yg memakai cincin berlian anniversary itu.. ia gesek gesekan cincin dibatang kontolku

Ohhhhhhhh

“hmmm kontol gede, makin keras kalo digosokin cincin nikah gini”

Ahhhh shhhhhh

“iya kan.. Makin keras klo diginiin”

Ahhhh shhhhhh

Lilis terus mengelilingi batang kontolku dengan cincin itu

“kamu mau ngentotin aku lagi, pake kontol GEDE kamu, hmmm.. Ga peduli aku ini istri yg sah, telanjang, pake cincin anniversary.. suamiku mau dibawa kemana”

Akhhh shhhhhhh

Lilis langsung genggam kontolku keras shhhh. Ia tempelkan kontolku menutupi tengah wajah nya

“pukulin aku donk, udah nakal banget nih sama suamiku ”

“pukulin gimana beib”

“pukulin kontolnya ke wajahku”shhh

“beginih..” plakk

“ahh iyah.. Lagihh”

“beginih… plakk”

“ahhhh.. Iyahh hukumm akuu ryaaan”

“plakk plakk plakk plakk

UHHHHHHHHHHH

Shhh uhhh

Lilis ludahi batang kontolku, ia kocok kocok shhh ahh clekk clekk clekk clekk Akhhhh beibb

Pelan pelan lilis masukan kontolku kedalam mulutnya, sedikit demi sedikit masuk jauh kedalam tenggorokannya OHHHHH

Oh shit, oh shit, oh shit, oh shit, oh shit

Oh shit, oh shit, oh shit, oh shit

AKHHHHHHH masuk ketenggorokannya

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ SHHHHH

UGHHHHHHH FUCK

Kucabut kontolku yg basah, lilis kocok kontolku dengan cincin berliannya, aku cium bibirnya bertubi tubi, hemmmm cup hemmm hmmm shhh cup cup cup shhh hmmmm. Ku angkat lengannya Kujilati ketiak lebatnya, lilis melenguh kebelakang sambil terus mengocok kontolku OKHHHHHHHHHH SHHHH OHHHHH

Kucaplok susunya, putingnya ku gigit gigit kecil AKHH AKHHH AKHHHHHHH BEIB SSSHHHH. Kucaplok keseluruhan susunya

“UUHH BROWNIES LAPEER, NAFSU SAMA SUSU MONTOK AKU SHHHHHHHHH UGHHHHHHH

Lilis jepit kontolku di lipatan tengah susunya, ia naik turunkan toge itu dengan penuh gairah

Uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh, uh , uh, uh, uh

Uh,uh,uh,uh,uh,uh,uh

Uh uh uh uh uh

Lilis ludahi kontolku bertubi tubi. Sampai panjang garis benang ludahnya dari bibir ke kontolku

Akhhhh

Lilis mundur beberapa centi dari kontolku, ia mengangkang dan membuka memeknya sambil melihat kontolku. Memek tembem itu terlihat sempit.. dengan mata sayu ia menantang ku

“shhh uhhh ryannn memek tembem ini punya suamiku loh, shh kayanya mau di ewein kontol gede kamu”uhhhhh

“masukin ryan kontol gede nya kesini, iya sayang pasti enak di entotin kontol kamu. Suamiku kecil, pasti kamu sesek disini iyahh shhhh ohhhhh”

Kuhampiri dia, kuarahkan kontolku dimemek tembemnya “iyah sayang masukin kontol panjang kamu kesini, shhhhh”

AAAAKHHH FUCK

Uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuughh

Bibirnya berformasi “U” ketika kontolku menyelinap masuk ke daging yg sempit itu..

“okhhh Good God in heaven”

Kuciumi bibirnya sambil menggoyangnya perlahan, hmmm ia memelukku..

“shhh hahhh shh jhhh.. Kontol kamu ngaceng berat yahh shhh hahhh shhh hahhhh.. Kerass bangetttt”

“ah ah ahhhhhh shhhh h iyaa beiiibhhh akhhh shhh akhhhh akhhh

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK!

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK!

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK

Kugoyang terus sambil Mendengar desahannya, kuciumi lehernya, bahunya, lengan berototnya dan ketiak lebatnya,

Akhh shhhh

“angkat aku beib” perintahnya

Aku angkat tubuhnya dengan kontolku yg masih menancap dimemeknya, terus kugoyang sampai kusandarkan di dinding kamar ini ohh ohhh ohhhh shhhh ohhh shhhhh Teh fffuck shhhhhhhhh SHHHHH Shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh ahhhhh shhhhhhhhh ahhhhh fffffuuckkkk

Teh lilis turun, ia membelakangiku, ku masukan kontolku dari belakang itu sambil berdiri, kuremas toket montoknya, ia mendesis pedas.. shhhhhhhhh SHHHHH AHHH AHHHHH shhhhhhhhh SHHHHH Shhhh

“enak sayang ngewein aku”

Kujawab pertanyaan itu dengan memukul pantatnya keras

“PLAKKK”.. uuhhh kamu shhhh shhhh shhhh shhhh nakaaaaal shhhh shhhh shhhh shhhh

“ughh ughh aku mabuk beibb shhhhh”

“mabuk apa hmmm shhh”

“mabuk kontol gede kamu SHHHH OHHHHH dosisnya kegedean AKHHHHHHH BEIB SHHHHH UGHHHHHHH AHHHHH SHHHHHHHHH SHHHHH SHHHH

Kupercepat kocokan ku sambil membuatnya bertambah nungging sambil berdiri

AKH AKH AKH AKHHHHHHH AHHH UGHHHHHHH AHHHHH FUCK FUCK FUCK

SHHHHHHHHH OHHHHH PLOPP

Kucabut kontolku, aku tiduran sambil menyuruhnya naik di atasku. Lilis menggigit bibirnya sambil melihatku yg sedang tiduran. Ia menaiki ku sambil menggit jarinya dengan mata sayu

“mati aku dihajar kamu”

Ia kocok kontolku sambil di arahkan ke memeknya, ahhhh shhhhhh ahhhh asshhhhhhhhhh shhhhh shhhhhh

Lilis tersungkur di dadaku, pantatnya yg montok naik turun menghajar kontolku

“akhhh nikmat beibb akhhhhh shhhhhhhhh SHHHHH AHHH

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK

PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK UHHHHHHHHHHH

Terus aku nikmati memeknya

KELUAR BEIBB AHHHHHHHHHHHHHHH

SSHHHH CROTT CROTT FFFFFUUCKKKK

Aku bisa hamil dcrotin kamu beib UGHHHHHHH” aku cabut kontolku dari memeknya, pejuku langsung tumpah kebawah OOHHHH

“kontol bandeel”

Lilis tersungkur disamping ku, kucium bibirnya hmmmm shhhh

Lilis tertidur beberapa saat, tak terasa sudah pukul 11.30 malam

“nanti kalo aku hamil gimana?”

“ngewe lagi beib” ucapku

Lilis mencubit kontolku, ia bangkit memakai handuknya, memek tembemnya terlihat susu montoknya bergoyang, cincin anniversary jelas kulihat, kontolku membesar kembali mengingat kenikmatan memek itu

“mumpung suamimu masih tidur beib” ucapku sambil mengocok kontolku yg mulai membesar lagi

“terussss” ucapnya sambil hendak melilitkan handuk

“ngewe lagi yuk” ajakku

“kamu nafsu banget siih ” lilis turunkan lagi handuk nya

“brownies bandelll, shhhhh hhhhh

Lilis membelakangiku dengan posisi cow girl.. Aku mengentotinya habis habisan sampe malam.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo