loading...

Sampai disana aku istirahat dan menempati kamar dilantai dua divilla yg kita sewa ini. Mang kardi pun memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum berendam. Setelah agak sore aku turun ke bawah.

“selamat ulang taun sayang” ucap ku melihat putrinya yg sedang bermain.

Aku gendong dian dengan badannya yg kecil itu. Mang kardi sedang siap siap untuk berendam bareng dengan sepupunya.

“akhirnya ga sia sia pengen ulang tahun kesini, om juga jadi bisa rekreasi” ucapku ke dian.

“hehee.. Bener om”

Aku bawa dian keluar villa, ibunya yg sudah salin memakai jilbab kuning dan kemeja coklat itu mendekati ku, ia ulurkan tangannya untuk menyentuh pipi putrinya.

Sambil senyum dan melihatku, ia usap usap pipi itu sambil mendekatiku yg menggendong putrinya. Ia menempeliku karena ingin dekat dan menciumi putrinya. Dari dekat aku bisa melihat pantat yg montok itu dengan celana leging hitamnya itu. Aku pun mencium aroma tubuhnya.

“selamat yah sayang” ucap ibunya

Di posisi itu lilis mencium putrinya, entah disengaja atau tidak. Karena sangat dekat, pipinya menempel dihidungku. ia menciumi anaknya yg membuat hidungku menggusel gusel pipinya,

Ohh God, pipi itu terasa berminyak dan wangi, karena merasa tanggung. aku ciumi pipi itu sambil merasakan aroma tubuhnya. Aku lihat ke arah suaminya yg terhalang tembok besar. pipi itu terasa berminyak dibibirku, aromanya membuat kontolku seketika keras.

lilis diam,

ia malah menunduk melihat ke arah putrinya setelah kucium tadi.

Aku dekati lagi dia dengan anaknya yg sedang ku gendong ini. Aku tempeli paha montok yg memakai leging hitam itu. benda kerasku menempel di paha montoknya . Diam diam Aku cium pipinya lagi yg dihalangi jilbab kuning itu. Lilis terdiam sambil menurunkan putrinya dari pangkuanku.

ibu ini merapihkan jilbabnya sambil menunduk. Ia menjauihiku dan bilang

“Brownies”

Aku menutup selangkanganku dengan celana pendek hitam yg kubawa ini. Celana pendek yg hendak kupakai untuk berendam nanti.

Villa ini terdiri dari dua tingkat, aku mendapatkan kamar diatas, karena dibawah diisi untuk keluarga mang kardi dan sepupunya. Waktu sudah menunjukan pukul setengah lima sore. Kita bergegas bersiap siap untuk segera berendam. Terlihat mereka sudah pergi dahulu meninggalkan aku dan tomy divilla.

Aku berangkat menuju kolam air panas bersama tony, karena tahu semakin merasa dingin semakin asik kita berendam. Maka kita memutuskan berendam lebih sore yakni menjelang magrib. Mungkin mang kardi dan keluarganya sudah agak lama disana mengingat mereka berangkat setengah lima tadi. Namun aku dan tomy sengaja santai sambil Aku beli berbagai macam cemilan untuk menemani kami berendam nanti.

“di sebelah sini boss”

Teriak mang kardi ketika kami sampai disini. Dia berteriak dari spot tempat mereka berendam. Tempat ini merupakan resort pegunungan. Wajar bila jam segini kami sudah merasa kedinginan dan hendak turun.

Aku menghampiri mereka,

“udah keluar mang telurnya?” ucapku yg melihatnya dia diam disatu spot.

“hahaa.. udah satu jam boss.”

Aku melihat teh lilis yg bermain dengan putrinya berendam dikolam itu. Ia masih memakai kemeja coklat yg tadi dengan jilbab kuningnya.

Kubuka kaosku ikut berendam disamping mereka,

“uhh mantap” teriakku ke mang kardi ketika merasakan air panas ini.

Aku foto diriku yg sedang berendam ini dan kukirim ke intan yg disana. Melihatku foto foto lilis dan dian nampaknya ingin ku foto pula. Ku ambil foto mereka bareng tommy beberapa pose. Tak lama ada pesan masuk dari istriku

“kita juga senang senang pah” ucap istriku yg disertai foto dengan putraku. Aku tersenyum melihatnya. Langsung Kutaruh hapeku sambil kudekati dian yg sedang bermain dengan ibunya.

“untung neng pengen ngajak kesini, jadi seru kan” ujarku

Si neng tertawa sambil sambil berenang kesana kemari. Udara disini sangat dingin. Suasananya ramai namun tidak terlalu banyak. Ada air mancur panas yg mengalir turun ke kolam ini yg tak jauh dari spot kita berendam. Hari sudah agak gelap. Nampaknya mang kardi sudah mau selesei.

“yuk kita bilas” ucap mang kardi

“dihh.. Papah neng mau berendam disana dulu pah, dishower air mancur biar seru..”

“papah udah keriput sayang, neng aja sama om tommy yah kesana”

“ih om tommy udah pewe disini” ucap pamannya yg malas menemani ponakannya sambil tertawa.

” sama om ryan aja yuk” ajakku

“asiik ayuu” ucap si kecil

“jangan lama lama yah, nanti masuk angin,”

“iya pah, ayo mah” ajak anaknya

“sama om ryan aja” ucap ibunya

“dih sama mamah juga” ucap dian

“udah mah cepet, biar ditemenin” perintah suaminya

Kulihat lilis berdiri, ia berjalan bersama putrinya sambil melihat badanku yg atletis, ia masih memakai kemeja panjang coklat dan jilbab kuning tadi. Namun jilbabnya sudah acak acakan. Begitu pula kemejanya yg sudah basah malah mempertontonkan lekuk tubuhnya lebih jelas. Lekuk tubuh itu membuat semua laki laki menatapnya.

Ketika ia berdiri menuju air mancur, ia bilang.

“hayu atuh kesana.. Pengen tau rasanya disiram air mancur panas” ucapnya

“enak teh kaya dipijit” ucapku

Terlihat dian mengikuti ibunya, namun mang kardi dan tomy tetap duduk disini

“yuk”

Aku berjalan ke air mancur itu disusul teh lilis dan anaknya. kami memakan snack terlebih dahulu sebelum turun dan duduk di air mancur sana.

Setelah turun Aku langsung duduk dibawah air mancur yg deras itu.

Ahhh Punggungku terasa dipijat merasakan shower air panas itu. Mungkin bagi yg pernah merasakannya pasti ingin melakukan ini lagi dan lagi.

“Gimana enak ga” teriak teh lilis yg melihatku Terasa menikmati air mancur ini.

“mantep teh”

Teh lilis turun bersama anaknya, mereka menjerit bersama ketika merasakan sensasi air mancur itu.

“seru mahh” ucap dian. Ibunya berkali kali tertawa merasakan sensasi itu. Karena air mancur ini begitu deras, seperti derasnya air terjun kecil yg jatuh banyak ke badan kita.

Hari sudah gelap. Mang kardi sudah tidak terlihat di sebrang sana. Aku dan istrinya bersama putrinya masih asik menikmati air mancur ini. Kami membicarakan banyak hal sambil merasakan dipijit air terjun ini. Dian bermain di depan kami. Aku dan lilis berdampingan dibawah air terjun ini.

Ketika mengobrol sambil melihat susuk tubuhnya yg montok itu aku bilang..

“Teh.. Kalo kulit punggungnya ga kena langsung air mancur kurang enak kerasanya ..”

“masa sih..”

“iya teh, angkat kemejanya.. Biar kerasa”

Lilis tertawa, ia seperti tau modusku, ia melihat ke arah suaminya yg sudah gelap itu sambil bilanh

“engga ah ..” katanya

“kurang kerasa teh sensasi nyah, tuh punggung ryan bener-bener kerasa kaya dipijit. Dijamin tidurnya pasti nyenyak

Nampaknya lilis terlihat mau mendengar tawaran ku, nampak ia terlihat ragu sambil melihat ke arah suaminya.

“Ga bisa ngeliat” ucapku

“yg disebrang sana ga bisa ngeliat udah gelap ” bisikku kepadanya

Hari sudah sangat gelap, bahkan hanya sedikit cahaya lampu yg menyorot dispot kami duduk.

Lilis mengangkat kemejanya ke atas pelan pelan

“kamu jangan ngeliat” bisiknya melihatku

Aku diam sambil merasakan ada yg mulai bangkit dibalik celana pendekku.

Lilis mengangkat kemejanya ke atas, kulihat dari keremangan cahaya lampu ini, punggungnya putih mulus terlihat kencang,

Oh God kontras dengan kemejanya yg coklat. Jilbab kuningnya menghalangi bagin pundak atasnya, ia merasakan air mancur yg deras itu men shower dirinya langsung.. Kontolku berdiri dikebasahan

“uhh beneran.. enaak” ucapnya merasakan sensasi itu.

Aku tersenyum ” bener kaan”

“coba dari tadi teh” ucapku

Lilis mencubit paha telanjangku

“tadi mah bakal ketauan suami” ucapnya

Lilis memejamkan matanya merasakan sensasi itu.

“kamu olahraga yah” ucapnya

“kenapa teh”

“dadanya bagus”

Aku tersenyum mendengar pujiannya. Aku dekati kupingnya sambil bilang

“lengan berotot kamu juga bagus beb” kataku meremas selangkanganku sambil berbisik dikupingnya

Lilis mencubit biceps ku. Aku melihat kulit mulus punggungnya yg tersiram panas itu. Celana leging hitamnya sudah agak turun kebawah. pantatnya terlihat tumpah ruah diatas batu itu, aku melihat ada celana dalam hitam yg menempel di pantat itu. Shh fuck, one hot milf.

“coba kalau..”

“coba kalau apa” sahutnya

“coba kalo sekarang bisa ngeliat otot lengan mu beb” ucapku pelan….. “pasti keliatan kenceng ”

Lagi lagi lilis mencubit biceps ku,

“Ga boleh.. browniesss” ucapnya.

Mendengar dia memanggil itu, Ingin aku menyentuh punggung telanjang itu tapi Mengingat dian ada di depan. Aku beranjak menuju belakangnya menghindari air mancur ini. Punggungku terasa sudah nyaman dan aku duduk di atas batu dibawah saluran air mancur itu untuk beristirahat.

“pegel teh.. Mau kebelakang dulu” ucapku

Dari belakang melihat punggung telanjang itu lebih jelas. Hanya beberapa inchi dari tubuhku, lilis melihat kebelakang, namun kontolku lebih keras ketika ia tak menutupi punggung telanjangnya.

Terus kuperhatikan punggung telanjang itu.

that body was so fucking toned, ucapku dalam hati.

Aku menyentuh kontolku yg mengeras karena melihat punggung telanjangnya dari belakang, pantat montoknya seakan tumpah ruah, ada celana dalam hitam yg mengintip disana.

“seruu istirahatnya” ucapnya tertawa sambil melihat kebelakang

“seru teh” jawabku sambil mengusap usap kontolku memperhatikan pantatnya.

Tak lama dian mundur kebelakang, ia membawa batu mainannya ke spot air mancur ibunya.

“mah neng pengen disiram air mancur lagi.. mundur dikit kebelakang”

“dibelakang ada om ryan sayang, disamping aja yah”

“Ga mau.. Disamping mah kurang deres airnya”

Dian mendorong ibunya kebelakang, ia mendekati diriku yg sedang berendam di atas batu ini.

Semakin kebelakang, pantat montoknya akhirnya menempel di tenda kontolku. Uhh

Lilis melihat kebelakang, ia mengeluarkan ekspresi kaget sambil mengangkat kepalanya yg berjilbab itu ke atas, merasakan ganjalan kontolku dipantat montoknya. Oh God aku merasa seperti mimpi didalam mimpi merasakannya ….

This is it…

“Dream within a dream”

Galeri Teh Lilis (reimagining)

Betapa empuk pantat montoknya itu menempel di tenda kontolku. Terus lilis mendorong pantatnya ke belakang untuk membuat space buat anaknya, membuat ia semakin menggoyang goyang selangkanganku dipantat empuknya.

Aku tempelkan kepalaku ke pundaknya yg berjilbab itu menahan nikmat,

“sstt..” ujarnya agar aku diam

“deras kan mah disini mah” ujar dian

“i- iya” ujar lilis pelan

Kepalang tanggung, lilis malah goyang goyangkan pantat montoknya di gelembungan kontolku.

“shhh beb” bisikku

Lilis mengangkat jari telunjuknya ke bibir dengan isyarat diam. Aku raba bool montok itu memasuki tanganku kedalam leging hitamnya, aku remas, lilis mengeluarkan kan suara “O” ketika ku remas.

“ahh fffuck”

Bahkan tanganku tak bisa meremas semua pantat yg besar itu.

Situasi yg tidak menguntungkan ini, membuat Lilis mengarahkan tangannya kebelakang mencari cari kontolku, mungkin ia merasa sebal ada yg mengganjal di pantatnya yg tebal itu, beruntung suaminya yg disebrang sana tidak bisa melihat istrinya yg sedang mencari cari daging nakal atasannya.

Bertemu dengan daging keras yg mengganjal yg dibalik celana itu, ia remas kerasss tanpa ampun.!.

SHHHH..

Ku singkap jilbab dilehernya, aku gesek gesekan bibir ku dileher mulus itu. Aku uwel uwel hidungku dileher itu sambil menahan nikmat

“shhhhh

Aku angkat pantatnya sedikit, lilis korperatif dengan mengangkat pantatnya ke atas, ku keluarkan kontol telanjangku keluar, lilis menggenggam daging yg mengganjal pantatnya tadi

Lilis remas kontol telanjangku

Oh fuck, oh fuck, oh fuck , oh fuck , oh fuck

Aku merinding merasakan tangan basahnya dikontolku.

Lilis genggam erat, ia pencet pencet, ia kocok kocom didalam air panas itu..

Sshh ahhh ssshh ahhhh shhhhhh

“hayuu neng kita bilas”

Aku kaget ketika mendengar suaminya datang, buru buru lilis melepaskan genggamannya, ohh damn.. Kenapa harus menderita seperti ini? Ucapku dalam hati.

ia rapihkan jilbabnya dan menjauhi ku pelan pelan.

“oke pahh.” ucap dian sambil turun dari kolam.

Aku tetap duduk disini melihat mereka berdiri. Lilis melihat kebelakang melihatku yg menahan gairah,

Apa ia basah,?

aku hanya melihat goyangan pantat yg sedang berjalan itu, pantat yg tadi mendudukiku.

 

===

aku keluar dari kolam dan mengambil kaosku berjalan menyusul teh lilis ke kamar bilas.

Disana mereka sedang berdiri mengantri di depan pintu bilas. Neng dian dan pamannya terlihat pulang menuju villa untuk bilas disana.

“pakeanku disana om, tadi lupa bawa salin.. Mau langsung bilas..”ucapnya

“oke tom, ti hati ” ucapku..

Aku ikut mengantri dikamar bilas ini. Mang kardi dan teh lilis sedang berdiri disebelahku.

Kulihat teh lilis melihat ke arah pintu kamar mandi sambil terdiam. Terlihat leging hitamnya tidak rapih bekas kejadian “not appropriate” dikolam tadi.

Dude.. Please jangan melihat dulu.. Ucapku dari dalam hati. Aku benar benar merasa tanggung dari kejadian tadi.

“sering sering kesini ah nanti”ucap mang kardi

Aku kaget dan menjawab obrolannya

“boleh mang.. Harus hilangin penat” ucapku sambil sesekali memperhatikan teh lilis yg berdiri disamping nya,

“tau tempat ini dari mana sih bos” tanyanya

“kan saya dulu tukang jalan jalan mang, travelling kesana kemari” ucapku sambil menggaruk dahiku tersenyum.

Pintu kamar bilas sudah terbuka, mang kardi mengajak teh lilis untuk masuk

“ayo mah” ucapnya memasuki kamar mandi

Teh Lilis menggaruk hidungnya cute sambil bilang ” papah dulu deh, nanti mamah yg disampingnya aja..” ucapnya

Mang kardi masuk kamar mandi, ketika suara pintu itu terkunci, lilis memandangku, ia menenteng baju salin dan handuk putihnya. Jilbab kuningnya acak acakakan, rambut depannya terlihat. Meaty ass nya tercetak jelas di leging basah itu.

Lilis melihatku, ia melihat dada bidangku, sambil merapihkan rambut depannya dijilbabnya yg acak acakan itu. Aku mendekatinya. Lilis menunduk sambil melihat pintu kamar bilasnya.

Ketika sudah disampingnya, aku senderkan punggungku ke tembok, aku melihat pantat bahenol itu kebelakang. Aku remas pantat itu.. Lilis terlihat memejamkan matanya menahan tanganku. Dengan manjanya ia taruh jari telunjuknya dibibirku agar aku “behave”.

“Hampir” kataku berbisik

Lilis melihat kebelakang, ia membetulkan letak leging nya ke atas sambil jari telunjuknya ditaruh lagi dibibirku, aku pegang jari itu aku cium. Lilis berusaha melepaskan jari itu, namun setelah lepas, ia dorong jari telunjuknya lagi ke bibirku agar aku bersikap.

Pintu kamar bilas terbuka, lilis masuk ke kamar mandi itu. Ia masuk menaruh handuknya. Namun ia tak langsung menutup pintu kamar mandi itu. Ia membelakangiku sambil membetulkan celana legingnya ke atas pelan pelan di depanku, pantatnya bergoyang, aku melihat celana dalam warna hitam yg terselip disana, membuat kontolku full berdiri.

Tak perduli suaminya ada disamping nya. Aku masuk ke kamar bilas itu.

Lilis terlihat kaget, ia diam melihatku menutup dan mengunci pintu kamar bilas itu dari dalam. Terdengar suara keran air suaminya yg mandi disamping. Lilis tetap melihatku tajam. Melihatku cuek meremas remas kontolku disampingnya.

Pelan tapi pasti lilis membuka kemeja coklatnya didepanku. Dengan melihat dada bidangku ia buka kemeja itu sampai dengan kancing terakhir. Susunya terlihat mau tumpah dari tanktop yg ia pakai dibalik kemeja coklat itu.

Aku buka celanaku, kontolku ngacung keras besar arahnya. Lilis membuka kemejanya memperlihatkan lengan mulus kencang berototnya. Aku kocok kocok kontolku didepannya. Lilis melihat kontolku dan menggigit bibirnya. Ia angkat lengannya ke atas memperlihatkan bulu ketiaknya yg lebat dengan jilbab kuning yg masih terpasang dikepalanya dalam keadaan acak acakan.

Ohh

Aku hampiri dia & mencium bibirnya, dia diam saja ketika lengannya kutahan ke atas. Aku jilati ketiak itu bertubi tubi, hmmm aromanya membuat kontolku nge twitch kenceng. Ohh shhh ohhh shhh, aku cium bibirnya, lilis membalas ciumanku, kubuka tali tank topnya kesamping, ku remas susu kirinya kencang

Ssssshhhhhhhh

Kuserbu lilis dengan ciuman ciuman disekitar wajah leher dan jilatan diketiaknya, lilis jawab serbuanku dengam desahan dari dalam tenggorokannya, ohh shhh hohhh shhhh hooohh.

Lilis ulurkan tangannya, ia berusaha meraih keran air kamar mandi dan mulai menyalakannya. Ia tak ingin desahannya terdengar suaminya disamping

Smart lady…..

Ketika suara keran itu nyala kencang, Kuciumi dirinya lebih kencang, kujilat jilati wajah basah berminyak itu dengan aroma tubuhnya yg surgawi. Kutahan tetap lengannya ke atas, aku jilat jilati ketiaknya lebih cepat shhh hoohhh shhhh hooohh

Lilis melepas jilbabnya, ia sangkutkan jilbab kuning itu dilehernya. Ku pegang tangannya, kubimbing untuk menyentuh kontolku

Hmmmm

Ucapnya setelah menyentuh kontol itu dan langsung meremasnya. Kepalang tanggung, seakan akan ia lupa dengan suaminya yg disamping. Lilis kocok kocok kontolku cepat

Clek,clek, clek, clek, clek, clek, clek, clek, clek

HOOOOOHHHHHHH

Aku memejamkan mata, kedua susunya kuremas, lengannya masih ke atas, ku remas susu itu sehingga terlihat lebih besar. Kujilat tahi lalat kecil yg khas menempel diatas Kujilati putingnya sebelum ku gigit gigit lembut membuat dia menggelinjang mengocok kontolku lebih cepat..

HHOHHHHH HHHOOOHHHHHH HHOHHHHH

“buka beib leging nya”

Ia mendorong ku kebelakang, ia mengatur nafasnya sambil membelakangiku, pelan pelan ia buka leging itu beserta celana dalamnya menampakkan dua buah pantat montok yg tadi menindihku di kolam,

sengaja ia membuka leging itu sambil membelakangiku agar aku bisa melihat pantat montoknya yg membuatku ngaceng berat.

“uhh beib ssshhhh”

Kuremas pantat itu, kutampar keras PLAKKK shhhh PLAKKK shhhh

lilis memegang kepalaku dari belakang ia remas kontolku mengocok ngocok nya

“jarang jarang aku nindih kontol gede kaya gini” ucapnya

Ku arahkan kontol itu ke memeknya dari belakang. Lilis mulai menggigit jilbab yg tersangkut dilehernya

Kumasukan kontolku ke memek yg sudah basah itu..

“ssshhhhhhhhh swmpiiiiiiittt” ssshhhhhhtttt” ucapku

” Gedheeeee” balasnya

sambil menggigit jilbab kuningnya ia memejamkan matanya. Mulai ku ewe olehku dari belakang

Hohhh shhh hohhhhh shhhhh ahhhhh

Fuck, fuck, fuck, fuck, fuck

Tiap tusukan ke memek sempit itu terasa seperti kegel kontolku

Oh, oh, oh, oh oh, oh, oh, oh oh oh, oh, oh, oh oh

Oh, oh,oh, oh, oh, oh, oh, oh oh, oh oh, oh, oh

“nge grip banget beib” ucapkuu

“kamunya dalemm ” ucapnya manjanya

Shhhhhh

“mahh udah pake sabun belum”

Tiba tiba Terdengar suara suaminya dari samping.

Aku diam sejenak sebelum akhirnya tak sengaja kutanamkan kontolku lebih dalamm.

SHHHHHHHHHH

“be- belumm ppaaahh” ucap teh lilis

“nih”….

Suara sabun itu jatuh ke lantai dilempar dari atas. Aku jilat leher lilis sambil melepaskan kontolku.

Lilis ambil sabun itu dari lantai, ia basuh badannya dan badanku pake air bilas itu.

“jangan lama lama say” bisiknya kepadaku.

Kulihat tubuh atletis ibu satu anak ini, oh God menggairahkan dan montok tak tertahankan..

Aku masih mengocok ngocok kontolku melihatnya , Lilis arahkan sabun cair itu ke kontolku.

Ia tumpahkan dibatang kontolku

Crett… Crettt..

“mah.. Jangan sampe ga disabunin loh badannya tar gatel”

ucap suaminya dari samping,.

istrinya melihatku sambil menyabuni kontolku perlahan lahan shhhh

“pengen nyabunin bagian yg keras keras dulu pah”

ucapnya sambil meremas dan mengocok kontol itu..

” biar ga tegang terus,”

Clek clek clekkkk clekkk clekkkkkk

“terus lemes deh ”

Shhhhhh

“biar ga terlalu sangar” bisiknya dikupingku.

Ia meremas pelirku.. kuremas susunya menggelinjang,

“cepet keluarin beib”

Ku angkat lengannya ke atas, kujilat ketiak itu, lilis memejamkan matanya sambil mengocok kontolku lebih cepat.

Shhh shhhh shhhh

Clek clekk clekk Uuhhh clek clekk clekk Shhh

Clek clek clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

Clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

Clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

Akhhhh beibb mau muncat ” bisikku

Ia berjongkok dengan dengan lengan diatas, ku arahkan kontolku didekat rimbunan ketiaknya, aku arahkan aku tumpahkan pejuku bergalon galon disana

CRETT CRETTT CRETTT CRETTT

Splashh

Akhhhhhhhhh God in heaven shhhhhhh

Pejuku mengalir tebal diketiaknya menjalar ke pinggiran payudaranya.

“cepet beib keluar” perintahnya. aku buka pintu kamar bilas itu sambil memakai celanaku , aku keluar menuju kamar bilas yg kosong.

Oh God.. Am I dreaming

Aku bilas tubuhku dikamar mandi kosong itu dan salin memakai kaos yg baru.

 

===

Keluar dari kamar bilas tadi aku berkeliling terlebih dahulu di sekitar resort. Aku hirup udara malam disini dalam dalam sambil bilang dalam hati. Ughh aku merasa tanggung karena mainku tidak lama bersama lilis.

“seriously what the hell is happen? ”

kataku dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepala. Namun seperti biasa karena nafsu memang mengalahkan segalanya.

Aku penasaran apakah teh lilis tadi tidak mengusap pejuku diketiaknya manakala bertemu suaminya keluar tadi.

damn”

Di cuaca yg dingin ini, aku pergi kekantin untuk memesan jahe hangat sambil meregangkan ototku. Aku sms tommy agar mau menemaniku disini. Kebetulan malam itu ada acara liga inggris yg bisa ku tonton.

“om kantin resort sekarang,” kataku

Tak lama tommy pun datang sambil memakai jaket tebal menutupi tubuhnya. Ia duduk disampingku sambil melihat ke tivi dan memesan jagung bakar.

“untung di sms suruh kesini om” katanya kepada ku

“emang kenapa..”

“dirumah bt, si neng nonton tv kabel melulu, channelnya kartun terus” ucapnya

“Hahahahaa..”

“tapi saya disuruh beli kartu gaple sama mang kardi mau main kartu katanya kalo kita udah pulang”

“sipp.. Kita maen sehabis laga ini” kataku melihat tv

Sekitar sejam lebih kami seru menonton sambil meminum bandrek dan jahe hangat. Tak jarang tommy membicarakan hidupnya pula. Ia bekerja sebagai guru disalah satu sekolah. Pantas kalo dia gampang akrab dengan anak kecil. Anaknya dua dengan pernikahan istrinya yg sekarang kurang lebih selama 7 tahun.

“sampingannya ngapain om” tanyaku

“serabutan om, yah kesana kemari, tapi ada aja rejeki mah”

“iya lah, yg penting semangat nya om, rejeki mah pasti datang kalo udah semangat kerja” kataku

Kami bertukar cerita malam itu. Berbagi pengalaman hidup. Tak terasa liga pun selesai. Kami beranjak menuju villa sambil membeli kartu terlebih dahulu. Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Sangat dingin keadaan disini.

“tadi teh lilis sama mang kardi lagi ngapain” tanyaku

“mang kardi nonton aja sama anaknya, teh lilis mah malah ngebilas lagi, padahal udah bilas tadi dikolam ”

aku tersenyum mendengarnya. Bergegas kami masuk kedalam villa. Terlihat dian yg antusias menonton tv kabel channel kartun sambil bilang

“omm.. Lama amatt”

Teh lilis dan mang kardi duduk diatas kursi. Ketika Melihatku datang, buru buru mang kardi menyuruh istrinya untuk memakai cardigan hitam untuk menutupi lengan telanjangnya yg berotot. Karena ia memakai kaos pink cantik dengan dada yg agak rendah. Nampaknya suaminya tak rela kalo otot kencang milik istrinya dilihat olehku.

Ia pakai tudung biru seadanya.

” boss lama amat.. Kiraiiin udah disini..”ucap suaminya

“hehee main dulu mang biasa” kataku

“hayu main gaple”ajaknya

Kami berbaris dilantai bertiga main gaple. Teh lilis disuruhnya membuat kopi untuk kita bertiga. Kami main sambil cemang cemong dimuka kami bila ada yg kalah.

Sekitar 20 menit kami bermain dan tertawa. Tak lama Datang teh lilis yg membawa kopi dan gorengan menghampiri kami. kami bertiga sudah memiliki cemong sendiri karena masing masing pernah kalah, padahal permainan baru berjalan empat Ronde.

“yg kalah kali ini suruh panco ajalah, nanti kalo panconya kalah juga, double cemongnya” ucap tommy

“deal” kataku

Kami bermain satu ronde lagi, agak serius aku bermain kali ini sambil tertawa tawa dan melihat peruntungan kartu ku, aku tidak ingin disuruh panco oleh mereka. jalan lima menit ternyata sudah terlihat siapa yg kalah.

“waahaahaa aku menaaang,” ucap tommy

“sompreett” kataku membanting kartu itu

“sekarang mang kardi sama om ryan harus panco” perintahnya kepada kami sambil tertawa tawa. Aku harus memenangkan panco ini agar tidak terlalu banyak coretan kapur putih diwajahku.

“yg kalah panco harus double cemong yaa” lanjutnya sambil tertawa bareng.

Aku tantang mang kardi diatas meja kecil itu, dengan mempersiapkan lengan kananku.

“hayo” ucap Mang kardi mulai menggenggam tanganku dengan posisi panco.

“satu, dua. Tigaaa..” ucap tomy menghitung.

“uuhh.. Awalnya berat, namun lama kelamaan keliatan siapa yg akan tumbang., tangannya sedikit demi sedikit turun menyentuh meja nya.

“uuuuuuuhhh buugh” suara tangannya jatuh ke atas meja, kami tertawa dengan kemenangan ku

“mang kardi cemoooongg.. ” ucap tommy sambil memberi cemong banyak diwajahnya, begitu pula aku mencoret mukanya banyak.

Istrinya menempel ketat dibahunya sambil tertawa. Karena posisi menempelnya itu disekitar dadanya. Aku perhatikan cardigannya terbuka, kaosnya yg berdada rendah itu menampakan belahan kedua buah susunya yg besar yg menggelembung. Dan semakin besar karena terjepit bahu suaminya itu .

Begitu begitu mulus toket gede itu dibalik kaos pink cantik itu.

“papah sih payah, ga kaya a ryan” ucapnya sambil melihatku. Ia membiarkan belahan gunung susunya lebih jelas kulihat. Ia seperti memberiku hadiah. karena mengalahkan suaminya adu panco itu.

“yuk kita foto foto dulu” ucap teh lilis sambil mengambil hape. Mereka semua berkumpul untuk selfie. Aku ikutan nimbrung untuk difoto. Terlihat teh lilis memakai kaca mata gayanya beserta dian. Kami ber welfie ria setelah penuh cemong karena kartu tadi.

“mana a, hapenya sini foto” ucap teh lilis kepadaku. Aku ambil hapeku dan kuberikan kepadanya. terlihat aku, tommy dan mang kardi yg cemang cemong itu difoto bareng, lilis tertawa melihatnya sambil mengambil foto itu.

Lilis memakai hapeku sendiri untuk berselfie ria. Ia ambil foto dirinya sebelum akhirnya ia menyerahkan hapenya kepadaku.

“kirim ya a” ucapnya..

Kulihat hapeku. Ada foto aku, mang kardi dan tommy sangat lucu difoto itu.

Namun aku kaget, ada foto selfie lilis yg tadi yg berfoto dihapeku. Diam diam aku melihat mang kardi sambil melihat foto cantik istrinya. kaos pinknya beserta cardigannya yg terbuka ia memonyongkan bibir seksinya nya seakan akan menciumku. Sungguh seksi bibir itu. Bahkan Belahan toket nya mengintip di tengah tengah kaos pinknya . Ohh Aku mengusap kontolku melihat belahan toket besar itu.

Lilis nampaknya memperhatikanku. Ia tersenyum sambil pergi ke kamarnya untuk menidurkan anaknya.

Hari sudah malam. Aku meminjam sarung ke mang kardi supaya bisa santai. Aku tetep duduk disini di sofa tivi bersama mang kardi dan tommy, kami meminum kopi bersama sampai larut malam.

“kayanya kalo berendam lagi enak nih” ucap tommy

“iya tuh, teh lilis katanya mau berendam air panas malem malem. ” ucap mang kardi.

Kesana aja mang” kataku

“males lah.. Nanti ditemenin ama siapa aja terserah” ucap mang kardi

aku duduk disofa itu merasa santai dengan memakai sarung mang kardi. Satu satu persatu baik tommy dan mang kardi masuk ke kamarnya masing-masing karena hari sudah malam. Aku yg kamarnya diatas masih merasa malas untuk naik sekarang. Aku masih ingin duduk disofa ini sambil liat tivi.

Aku merasa kedinginan disofa ini menonton tv. Tak terasa sudah pukul setengah satu. Teringat aku dengan foto selfie cantik teh lilis tadi. sambil melihat foto itu. Aku usap usap kontolku melihat bibir seksinya yg monyong itu.

Beberapa saat kemudian, hampir setengah jam setelah mang kardi dan tommy masuk ke kamarnya masing-masing , aku melihat teh lilis keluar kamar. Ia datang sambil membawa gelas kopi kosong . Ia masih memakai kaos pink cantiknya tadi beserta cardigannya,

jilbabnya ia lepas. Ku kecilkan volume tivi itu sambil melihatnya

“belum ke atas”

“belum” ucapku pelan.

“bentar lagi tidur” ucapnya pelan

Ia berdiri melihatku, cardigannya terbuka. aku melihat belahan susu yg mengintip kecil dikaos itu.

Mengerti dengan tatapanku, ia buka cardigan itu pelan pelan kesamping.

lengan berototnya terlihat jelas mataku, belahan susunya semakin jelas. membuatku mengusap ngusap kontolku.

Lilis menghampiriku

‘katanya mau berendem lagi ” bisikku

Lilis ia angkat lengannya untuk menguncir rambut nya,

ketiaknya yg lebat itu terlihat seksi,

aku keluarkan kontolku keluar. Melihatnya menguncir rambut itu dan memperlihatkan ketiak lebatnya.

“kalo sama kamu nanti bukan berendem… Tapi direndem..” ucapnya pelan

aku kocok kocok kontolku melihat ketiak lebatnya. Lilis memperhatikan ku sambil membiarkan ku melihat ketiaknya.

“itu sarung suamiku, jangan dipake buat ngocok sambil ngeliatin ketiak istrinya

“ahh sshhh” bisikku mengocok kontolku sayu melihat ketiak itu

“brownies bandel, kamu pengen nidurin aku lagi,? belum puas yg dikamar mandi?

Aku geleng gelengkan kepalaku, terus melihat ketiak lebatnya

“brownies kontol gede mau nidurin istri anak buah lagi” bisiknya

Shhhh

Lilis menciumi ketiaknya seksi dari lengannya ketika ia masih menguncir rambut,

“gara gara ini yah bisa keras lagi”

Hmmmm

“brownies bandel. keras lagi gitu… suamiku aja tadi kalah panco, sekarang kontolnya malah gede lagi, mau ngegagahin aku lagi” ucapnya manja

Hmmmm shhh

“kasih aku hadiah beb, udah ngalahin suami kamu panco

“hadiah apa”?

“Coba pose selfie kaya tadi lagi beib..”

“pose begini..” ucapnya sambil memonyongkan bibirnya seksi.

“.. deketin kontolku beib” ucapku nafsu

Lilis pelan pelan berjongkok, ia memanyunkan bibirnya tepat didepan kontolku ..

“.. Begini..”

Shhhh

Ia lebih maju mendekati kontolku

ia tempelkan bibir itu tepat dikepala kontolku.

“atau begini.”

“atau jangan jangan….”

ia masukan kepala kontolku sedikit sambil mengeluarkan suara “plop” dari mulutnya,

“begini..” ucapnya sambil melihat benang ludahnya.

“ohhh shhhh fffuck ”

Lilis tersenyum,

“hihiii.. Brownies bandel, sukanya sama mulut ibu ibu..”

Lilis pergi meninggalkanku, ia memasuki kamar suaminya. Aku mengikutinya hingga depan pintu. Ia tidak menutup kamarnya. Pelan Aku berdiri disana.

Memastikan suaminya sudah tidur…

pelan lelan ia membuka kaos pinknya didepanku yg berdiri di pintu kamarnya dengan Posisi membelakangiku.

Ia membuka kaos itu sambil melihat suaminya.

Shhhh Punggung mulus kencang putih terlihat, tidak ada garis bra disana. Lilis melihatku kebelakang.

Aku mengusap usap kontolku.

Masih melihatku, ia buka celana tidurnya kebawah pelan pelan , pantat montoknya bergoyang seiring usahanya membuka celana itu

Oohh ku keluarkan kontolku dari sarung milik suaminya ini mengocok ngocok pantat istrinya.

Seakan akan dia menantang ku untuk ku entot sekarang juga.

Lilis menggigit jarinya. Ia masih melihatku dengan posisi membelakangiku.

Ia kuncir rambutnya memperlihatkan ketiak lebatnya kepadaku, kuhampiri dia sambil mengocok ngocok kontolku.

Namun mencium jari telunjuknya menahanku, ia arahkan jari telunjuknya ke atas, menandakan “kita ngewe di atas aja” sambil menguncir rambutnya

Aku naik ke tangga menuju kamarku, kontolku bergoyang goyang kesana kemari

Sampai dikamar aku tiduran diatas kasur. Kudengar suara langkah kaki ke atas tangga.

Aku mengocok ngocok sambil menantinya. Ia datang dengan hanya dililit handuk kecil berwarna putih menutupi tubuh montoknya . Seakan akan susunya tumpah ruah. Ia melihatku mengocok ngocok kontolku di atas kasur .

menggigit jarinya, ia buka handuk itu kebawah.

ShhhHhh.. Tubuh montok telanjangnya terlihat luar biasa

“kontol brownies pengen ngewein aku lagi” ucapnya manja

Ia menghampiri ku yg sedang tiduran, ia menggigit bibirnya sambil bilang

“gede banget kontolnya”

menggigit bibir bawahnya ia pegang itu dan mengocok ngocok keras.

Shhhhhhhhhh

Ohhh shhhh hoooohhhh

“sstt jangan ngaceng sambil pake sarung suamiku, apalagi niat mau ngegagahin istrinya” shhhhhhhhhh shhhhhhhhhh

Ia pegang pelirku, seakan akan menggenggam pistol yg besar ke arahnya. Ia menunduk ke arah kontolku Ia jilat belakang kontolku memanjang ke atas,

Shhhhhhhhh

ia masukan kepala kontolku dalam dalam

AAHHHHH SSSSSSSSSSSSHHHH shhhh

AHHHHH SHHHHHHHHH SHHHHH AHHH UGHHHHHHH

Okkhhhhh shhhhh hmmm okhhhhhhhhhh shhhh ahhhhh

Plopp” ia lepaskan sepongannya ia kocok pelan shhhh

” bukan cuma selfie, bibir monyong aku emang nyepongin kontol kamu..” ahhh

ia monyongkan bibirnya sebagaimana selfie tadi.. masukan lagi kontolku kedalam mulutnya, namun kali ini lebih dalam, hampir setengah kontolku masuk kedalam mulutnya

OHHHHH SHHH SHHHH OHHHHH

OHHHHH SHHHHHHH AHHHHHHHH

KLOQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

SHHHHH UGHHHHHHH

Clek, clek, clek, clek, clek, clek

Suara tangan mungilnya mengocok ngocok sisa batangku. Ia blow job kontolku sambil meliuk liukan kepalanya kedalam

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQ UHUKK SHHHHHHHHHHHHHHH hoooohhhh

Ohh gawd

Shit shit shit shit shits shhhhhhhhh

Jeritku melihat sepongannya seksi

Ia lepaskan sepongannya,

ia pakai kedua tangannya mengocok kontolku cepat sambil melihatku.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh

“Uggggghhh beiib, pake dua tangan aku juga masih ada sisa”

Clek,clek, clek, clek, clek, clek, clek, clek clekk, clek, clek, clek clekk

Clekk, clek, clek, clek, clek, clek, clek, clek, clek, clek, clek

Ia masukan lagi kontolku menyepong kepalanya, lidahnya memanjang menyapu bersih belakang kontolku

Shhh hhhahhh shhhh hahhhh shhhh ahhhhahhhh

Ia habiskan kepala kontolku sambil mengocok batangnya

Shhhhh hahhhh shhhhh hahhhh shhhh hahhhhhhhhhh

“kamu emang bosnya beib”

ucapnya nafsu

Pelan pelan sambil melihat benang ludahnya ia menaruh kontolku dijepitan susunya,

Ia naik turun kan susunya ke kontolku,

“kontol gede bandell.. Ngaceng keras ngeliat susu aku..” pihhh pihhhh

UUUGGGHHHHHHHHHHHH

AHH AHHH AHHHHH shhhhhhhhh SHHHHH AHHH UGHHHHHHH

AHHHHH SHHHHHHHHH SHHHHH AHHH UGHHHHHHH

AHHHHH SHHHHHHHHH SHHHHH AHHH UGHHHHHHH AHHHHH SHHHHHHHHH SHHHHH

Clek clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

Clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

“Pihh pihhh pihhh” ia ludahi kontol itu banyak banyak dijepitan susunya

SHHHHH OOOOOOOHHHHHHHHH

Ia lepaskan jepitan susunya lalu ia merangkak naik ke atas tubuhku. Aku duduk menghampiri toketnya yg besar, Kujilati putingnya kusedot lembut shhhhhhhhhh, kugigit kecil kecil putingnya, kuberi tanda CPOKK CPOKK. Lilis mencubit hidungku “nanti suamiku ngeliat ” bisiknya.

Kuangkat lengannya ke atas, Kujilati ketiak lebat itu.. Ahhh ahhh ahhh ahhhhh shhhhhhhhh SHHHHH AHHH.

Kupegang otot lengannya yg berpeluh itu, terasa sangat kencang ditanganku.

“kamu suka sama lenganku beib” ucapnya sambil menurunkan lengannya kebawah memperlihatkan ototnya

“suamiku berusaha melindungi lengan ini dari tatapan mata laki laki lain, supaya tidak ada yg ngaceng”

“supaya brownies bandel kaya kamu ga ngerayuku dan ngewein aku kaya sekarang”

“masa sih beib” ucapku sambil menjilat lengan itu slick.slick.slick ssshh

Lilis arahkan kontolku dibelahan memeknya,

“iyahh.. Brownies yg suka ngegagahin ibu ibu pengajian ..”

Ia gesek gesekan kepala kontolku digerbang memeknya shhhhh

“kamu tau.., tadi ketiak ku masih belepotan peju kamu waktu jalan bareng suami..

Shhhhh

“pejumu belepotan mengalir ke pinggiran toket aku pas lagi nyium suami aku ”

SHHHHHHHHHH

Bless.. UUUUUUUHHH GAAWWDDD SHHHHHHH..

Kontolku memasukinya…

Lilis mengeluh kencang sampai aku harus menutup mulutnya agar tidak terdengar yg dibawah.

AAHHHHH MEMEK AKU KEBELAHHH BEIBB” SHHHHHHHHHH

Ia turunkan pantatnya lebih kebawah menghabiskan kontolku, ia goyang kontolku dari atas, wajahnya terbenam di leherku, pantatnya naik turun, susu montoknya menempel di dadaku

Shhhh shhh shhh shhhh shhhh ahhhhh shhhhhhhhh SHHHHH

Shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh shhhh ahhhhh shhhhhhhhh SHHHHH

Shhh shhh shhhh shhhh Clek clekk clekk clekk clekk clekk clekk clekk

Shhh shhh shhhh shhhh ahhhhh shhhhhhhhh SHHHHH Shhhh shhhh

Kutampar tampar keras pantat nya sering naik turunnya dikontolku

PLAKKK ahhhshhh PLAKKK ahhhshhh PLAKKK ahhhshhh PLAKKK.AHHH SSSSSSSSSSSSHHHH

Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck

Wajah nya terbenam dileherku,aku angkat lengannya, wajahku terbenam di lehernya. Aku ewe balik dari bawah sambil menghirup aroma tubuhnya..

SHHHHHHH OHHH SHHHH HOOOOHHHH SHHH SHHHH OHHHHH

SHHH SHHHH OHHHHH OHHHHH SHHHHHHH AHHHHHHHH SHHHH OHHHHH

Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck

Oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh

Oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh oh oh oh, oh, oh oh oh, oh

Ia tegap duduk, dari bawah kuremas kencang susu montoknya, ia naik turunkan tubuh montoknya seksi

ahhhhhhhhh shhhhhhh ohhh shhhhshhhh ahhhhhahhh shhhhhhhhhhhhhhhhhh

Ohhhh shhhh hohhhhh shhhh hoooohhhh

Lilis mencabut kontolku, ia berganti posisi dengan membelakangiku, kulihat ia menungging didepanku, ku tampar pantat montok itu dua kali sambil ku arahkan kontolku

PLAKK”

PLAKK”

Ahhhhhhhhh

Oh,oh,oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh oh, oh, oh, oh, oh oh, oh, oh

Oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh oh oh, oh oh, oh oh, oh, oh

Pantatnya Bergoyang seiring kocokanku,kuhajar dia terus menerus tanpa henti.

“Ewein aku ryan iyaaahh ewein eweinn akuu iyaahhh aahhhhh shhhhhhh UUUGGGHHHHHHHHHHHH BEIIB IYAAAHH EWEIN AAHHHHH SSSSSSSSSSSSHHHH

UUUGGGHHHHHHHHHHHH AAAAA AHHHHHAHHH

CRET CRETT CRETTT..

Cairan memeknya menembak kemana mana.. Lilis bergetar getar diatas kasur, ia tersungkur dalam dalam di atas kasur.

Kucabut kontolku

Kudiamkan ia sejenak, badannya masih bergetar getar tersungkur diatas kasur, lilis berbaring kesamping… Ku hampiri ia.. Kuciumi lehernya.. kubaringkan dia, matanya masih terpejam.

Aku lihat memeknya dengan jelas diposisi berbaring. Betapa gemuk memek yg terasa sempit dikontolku itu..

“memeknya tembem banget beib ” ucapku

“emang kenapa”

“favorit kontolku..”

“shhhh.. Nakal banget sih kamu…”

Kumasuki memek tembem itu oleh kontolku

SHHHHHHH SHHHHHHH

“OOHHHH OOOO OOOO OOOO OHHHH

PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK

PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK

PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK PLAKKK UGHHHHHHHHHHHHHHH

akhhhhhhAKKHHHHHHHH

CROTT CROTTT AAHHHHH

Lilis bergetar getar saat ku semprot pejuku jauh kedalam memeknya ,

Ku keluarkan kontolku, Kupukulkan ke memek tembem nya berkali kali

TLAK TLAKK TLAKK TLAKK

Sisa pejuku bercipratan di memek tembem nya

“oohh kamu pejuin banyak banget”

SHHHHHHHHHH jangan bikin aku keras lagi beib” ucapku

Lilis tertawa sambil memencet hidungku dan bilang

“brownies……”

Ia berdiri mengambil handuknya, ia lilitkan handuk kecil itu ditubuhnya, memek gemuk itu dibaluri peju putihku. isinya terasa sempit.

“aduhh.. Bakal susah jalan nih.. ”

Senyumnya

“habis dihajar kamu..”

Ia berjalan kebawah sambil mengenyritkan dahinya. Aku berdiri menghampirinya, kucium bibirnya “hmmm.. Semoga ga ketagihan beib” ucapku,

lilis mencubit perutku sambil tertawa, dia turun kebawah sambil melihatku langsung tiduran dikasur.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo