loading...

Aku menghampirinya..

Aku menempeli bahunya yg sedang berdiri didepan kaca

“Hei sayang”

bisikku memanggil istri montok ini.

Ia Terdiam..

Aku raba bool montoknya yg besar, dan aku Aku mulai mencium pipinya,

shhhh,

bu haji mendesah memejamkan mata menerima ciumanku sambil merapihkan jilbabnya. Wangi tubuh dari sisa pergumulan tadi masih tercium, aku remas bool montok besarnya kembali dan menciumnya,

“shhh hmmm,”

“Wangi ewean” ucapku nakal.

Bu haji mencubit hidungku dan berbisik ..

” nafsuann”

Aku meremas remas bool besarnya dengan tangan kiriku, sambil terus meremas aku berdiri dibelakangnya, ku tempelkan kontolku yg sudah ngaceng ini ke pantatnya yg tertutup celana karet hitam itu.

“Aduhh.. Ngeganjel” ucapnya pelan melihat ke kaca,

Suara suaminya masih terdengar di luar villa, kami bisa melihatnya lewat celah pintu depan, melihatnya asik sedang bicara, bu haji memindahkan tangan kanannya ke belakang, meraba tonjolan kontolku dan meremasnya kencang

Ahh shhhh

“Ganjelannya gede” bisiknya pelan sambil melihatku lewat kaca. Sambil meremas kontolku.

“Nafsuan banget sih.. Suamiku ada diluar nohh”

bisiknya masih terus meremas tonjolan kontolku, aku masukan tanganku kedalam legging hitamnya, meraba bool montok telanjangnya yg besar..

“Ahhh Shhhh.. Kamu mau inii..?” tanyanya pelan

Aku remas pipi pantat itu penuh nafsu, dengan tangan kirinya, perlahan bu haji menurunkan leggingnya kebawah sambil masih meremas tonjolan kontolku dengan tangan kanannya. Ketika atas leggingnya turun, Pipi pantat montok besar itu mulai terlihat, lengkap dengan cangcut hitamnya.

“Kalo kamu berani” bisiknya menantangku sambil menonggengkan sedikit boolnya menantang kontolku.

Bu haji tersenyum melihatku sange, ia naikkan kembali celana leggingnya, dan melepaskan rabaanya di tonjolan kontolku

kami sama2 saling memandang lewat kaca, ia meremas remas pantatnya sendiri, sorotan matanya seakan akan berbicara , “curi aku dari suamiku, kalo kamu ingin merasakan kontolmu masuk ke sini”

Sampai akhirnya kami disadarkan dengan panggilan suara suaminya dari luar..

“Upss.. Yg punyanya manggil”

ucapnya tersenyum, bu haji pergi meninggalkanku sambil menggoyang pantat nya sebentar dan keluar lewat pintu depan..

Akhhhhh…harus kucuri bool montok bininya haji malik itu dari suaminya..

 

===

“Ukuran bak penampungan pasir itu dalamnya sekitar 6-7 meter, dan luas panjang lebar mengotak masing masing 10 meter 10 meter..” ucap pak haji sambil mengobrol membicarakan bak penampungan pasir di atas bukit.

Kami sudah naik ke atas bukit, bersama pak jaha dan pak haji. Aku melihat lihat situasi, bukit ini landai turun bertahap sampai jalan utama. Ada beberapa pohon yg menghalangi jalan menuju jalan utama itu, Memang spot bak pasir pas disini, disamping luas, aku melihat akses jalan mudah buat para sopir truk yg hendak membeli pasir disini.

Spot sudah bagus, namun ukuran baknya yg di deskripsikan pak haji membuatku ragu. Nampaknya kekecilan dan kurang dalam bak itu mengingat lokasinya di atas bukit tinggi ini.

“Gimana gini aja pak… kalo dalamnya perdalam lagi, sekira 10 meter, kan ini tinggi, terus kita bikin dudukan back hoe sampai kebawah, biar mudah pengambilan produksi.. Pasti nanti sekali produksi bisa 25-30 truk bila sedalam itu” ideku.

“Mudah2an ga nyusruk boss back hoe nya” kata pak jaha.

“Hehee.. Engga lahh, kan dudukannya harus dibuat dulu, biar gimana caranya arm back hoe sampe dengan kedalam itu biar memudahkan pengambilan pasir.”

“Terus nanti.. bikin jalur dan jalan oleh back hoe, memanjang kebawah, buat jalan truk, jangan lupa diurug batu2an supaya ga matter, bikin tempat ayakan, beli beberapa alkon air, dan selang seprot yg besar biar kuat” lanjutku menjelaskan.

“Oke boss”

“Paling nanti kendala selanjutnya di izin” ucapku.

Perihal menggali pertambangan adalah perihal mudah, selama kita memiliki lahan sendiri, serta alat2 yg khusus untuk produksi..

Namun…

Aku yakin perihal perizinan usaha seperti inilah sungguh sangat sulit dan ribet.

Aku tahu betul,

Kebanyakan para pengusaha penggalian tambang pasir justru mereka menggali tanpa izin,

A.K.A. ilegal.

Banyak diantara mereka yg lebih memilih membayar oknum pegawai pemerintahan, seperti oknum kelurahan, oknum kecamatan sampai oknum kepolisian ketimbang harus izin resmi.

Karena ribetnya ngurusin ijin resmi.. Tak terbayangkan…

Dan mungkin yg lebih terasa adalah biaya perizinan itu sendiri yg sangat besar dan membengkak, kebanyakan orang yg berkecimpung dibisnis seperti ini hanya sibuk mencari keuntungan yg sebanyak banyaknya dirinya sendiri. Tidak mau mengeluarkan biaya besar untuk perizinan.

Dan memang..

Banyak dari oknum pemerintahan itu yg datang sengaja meminta uang tutup mulut..

Well… It’s Indonesia..

Bukan hal yg aneh kalo hal semacam itu terjadi. Ini bisa terjadi dimanapun. Aku tahu karena Aku hafal siapa dan dan dimana, karena aku sering bergaul dengan irang2 pengusaha pasir. Namun aku lebih memilih diam.

“bukit ini luasnya 1 hektar lebih yan , yg disana 1.400 meter, dan semua sudah saya bagi2 semuanya ada dua hektar lebih” ucap pak haji menjelaskan pengukuran siang tadi.

“Ohh.. Makasih pak haji”

“Kamu kemana aja tadi..”?

“Biasa pakk, Saya masih kekenyangan.. Mangkanya divilla aja..”

“Saya mah seru ngukur disini sama pak jaha” ucap pak haji.

“Di bawah juga saya seru2an pak haji, sambil melihat pak haji ke atas..”

Tentu dipikiranku, seru seruan yg ku maksud adalah secara “harfiah”.. Bukan “kiasan”. Aku sampai membuang wajahku agar senyumku tak terlihat.

” emang keliatan dari sana?”

“Keliatan pak, saya sama bu haji ngeliat bapak aja dari sana, jelas bangett berdiri disini heheee” ucapku jelas.

Pak haji hanya mengangguk agukan kepala sambil melihat ke arah villa itu, thank you uphill ” ucapku dalam hati.

Hari sudah mulai sore, kami mulai menuruni bukit kebawah sambil terus membicarakan proyek ini, terlihat anak2 yg beekumpul sedang memainkan layang2nya sore itu, suasana kampung ini memang sejuk dan asri, mereka memang lebih sering berkumpul bersama disore hari ketimbang pagi dan siang, bukit landai tanah pasir putih ini menjadi tempat favorit nongkrong mereka.

Dibawah kami ngopi terlebih dahulu karena hari sudah mulai sore, bu haji terlihat berselfie ria dengan sahabatnya di sebuah bongkahan batu besar berwarna putih didekat rumah pak jaha, ia melihatku sambil berpose didepan batu itu, nampaknya itu adalah bongkahan batu yg sempat pecah akibat turun longsor di kampung ini beberapa tahun yg lalu.

Bu haji menghampiri kami, wajahnya tertunduk tak berani melihat kepadaku sambil berbicara dengan pak haji, namun mata2nya sekali kali melirik kepadaku.

Aku berpikir bagaimana caranya bisa membawanya ke tempat lain.

Hawa mesum mulai menyertai dadaku melihat susuk tubuhnya yg semok itu, dan ketika membelakangi ku, pantatnya seakan mengatakan “fuck me”” gesture kepadaku.

“Pak haji mau langsung pulang?” tanyaku.

“Enggak, mau maen dulu disini sama pak jaha, udah lama kita ga maen disini”

“Berarti pulang malem?” tanyaku.

“disini aja boss, ngapain pulang juga, masih sore..”

“Emang ada acara apa”?

” pak jaha mau ngajakin maen bola” lanjut pak haji.

“Iyaa boss.. Sore 2 gini seruan maen bola.. Jangan dulu pulang..”

“Emang ada lapangannya gitu..”? Tanyaku.

” ada lah, disamping proyek ini ada lapangan bola khusus punya pak jaha, saya dulu sering maen disitu”

Pak haji bercerita, dulu sebelum jadi juragan pasir seperti sekarang, pak haji malik ikut2an dipangkalan pak jaha, sampai akhirnya bisa buka pangkalan pasir sendiri, mereka memang sobatan sudah lama. Mereka ingin melepas penat dengan bersantai bermain bola sore itu.

“Dulu tuh pak haji waktu masih disini, pak haji main bola, saya ngejual barang” ucap bu haji nimbrung dengan obrolan kami.

“Barang apa bu haji, ?” tanyaku.

Mang jaha berdiri mulai melakukan pemanasan, ia melakukan loncat2 ringan dan jogging dtempat, begitu pula pak haji yg mulai meregangkan ototnnya dengan mengangkat lengannya ke atas.

“Barang2 yg biasanya dibutuhin sopir truk, kaya sepatu kulit, jaket, masker serbaguna, sampe sarung tangan” ucap bu haji.

“Iyahh, bu haji dari dulu udah pernah dagang disini, mangkanya deket sama istri saya” ucap pak jaha.

“Oohhh pantes” ucapku

Pak jaha melakukan scot jam beberapa kali untuk pemanasan, disusul pak haji yg memutar mutar tangannya entah mau ngapain.

“Ryan.. Mau make celana pendek ngga.. Pake punya pak jaha aja.. Saya kedalem nih..” tawar pak haji.

“Boleh pak haji, duluan aja nanti saya nyusul, ” ucapku.

“Dihh.. Si bapak kaya bisa maen bola aja” komen istrinya.

“Hehee.. Nyoba buu” ucap pak haji.

Pak haji pergi meninggalkan kami, disusul pak jaha yg berlari kecil menjauhi kami. Aku duduk mendekati bu hani dipadepokan ini.

“Dulu mesen barangnya dimana bu haji?” tanyaku mengenai barang2 yg dibutuhkan sopir truk sebagaimana diceritakan tadi.

“Kalo sepatu kulit sama jaket, saya mesennya ke bandung, jadi sebulan sekali saya ke bandung stok barang..” ucapnya sambil senyum.

“Di temenin pak haji?”

“Enggak, pak haji jarang nemenin”

“Yaahh”

“Kenapa yaahh?”

“Masa istri cantik jarang ditemenin” godaku

Bu haji tersenyum sambil melihat2 suasana sekitar yg memang teduh dan asri ini. Beberapa saat kemudian bu haji bertanya

“Kamu mau main bola..?”

Aku melihat lihat ke keri dan ke kanan.

“Enggak.. Maen bola sama bu haji aja” ucapku nakal.

Bu haji mencubit punggung tanganku, aku raih tangan nya aku usap2 punggung tangannya.

Hmm.. .mulai ada yg menjalar diselangkanganku..

“Pak haji tadi nanyain, ngapain aja tadi kita dibawah.. Pas dia lagi ngukur ke atas..”

“Terus.. Kamu jawab gimana..”?

” aku bilang aja.. Lagi seru2an sambil ngeliatin pa haji ke atas”

Bu haji mencubit jariku, ia menggeleng gelangkan kepalanya tak percaya dengan kenakalnku, aku usap2 kembali tangan itu.

Yuk.. Kita main bola..’ ajakku gila

“Sekarang?” bisiknya lebih gila

“Nanti kalo misuamu sudah kelapangan aku tunggu dimobil”

Bu haji menutup wajahnya

“Berani banget kamu” ucapnya.

“Pak hajinya sendiri yg mau main bola” ucapku

“Terus kamu mau main ama bininya gitu”

Aku buka blazernya kesamping agar toket besarnya semakin terlihat, karena posisi kami terhalang meja, aku bimbing tangannya ke selangkanganku merasakan ketebalan kontolku.

“Ngewein bininya” bisikku nakal.

“Shhhhhh”…

Selangkangannya terlihat tembem dalam posisi duduknya yg memakai legging hitamnya,

” mau ngambil bu haji ari pak haji” dengan kalimat itu, kupegang selangkangannya yg tembem..

ku remas-remass…

Shhh uhhhhh shhhh uhhhh..!!!…. Ryaann shhhh..”

“Kamu duluan ke mobil” bisiknya manja dan pelan

Bab 14: Exploder (2)

Hari sore itu terasa teduh, angin Zephyr (sepoy sepoy ) menerpa kami berdua, kami lupa kalo kami sedang berada dirumah pak jaha. Sampai ketika sama sama saling mengingat.

Aku melepaskan remasan tanganku diselangkangannya. Batangku sangat keras tak karuan karena remasan2 kecil itu, ia remas karena ingin merasakan ketebalannya.

Bu haji melepaskan remasannya. Ia langsung membetulkan duduknya dan merapihkan blazernya menutupi toket besarnya. Kami sama2 mengontrol gerak gerik kami setelah kegilaan tadi.

Aku langsung berdiri karena ucapan “kamu duluan ” yg di ucapkan bu haji tadi, aku berencana langsung pergi keluar menuju mobil dari padepokan ini.

Namun… Ketika asik asyik aku berjalan Pak haji malah memanggilku..

” ryaan..Kamu harus ikut,.. Harus kenal sama orang2 sini.. Harus membaur, supaya proyeknya lancar, ada pak rt dan pak jaro juga di sana, tadi saya udah janji mau mempertemukan kamu, tuh bajunya udah disiapkan.”

Mendadak aku merasakan “COCK BLOCK” dengan ajakan pak haji ini… mulai merasa tak jelas, aku langsung beralasan.

“Aduhh.. Saya mau langsung pulang aja deh pak haji, udah sore nih..” ucapku berbohong

“Jaahh.. Ga ada aduh2an, harus ikut, kapan lagi kamu mau maen sama saya, harus kenal sama orang2 sini supaya proyeknya lancar.. Lagian ngapain kamu sore sore mau pulang.. Kalo kamu ga salin, ga saya bantuin proyeknya..”

Bu haji tersenyum melihatku yg udah semangat2 mau ke mobil namun ditahan suaminya. Ia menutup mulutnya menahan tawa.

Oh.. ” Cock Block ”

ucapku dalam hati..

Kenapa setiap kali kita ingin berbuat baik, selalu Ada halangan.. eh

Karena di ancam ga mau membantu proyekku bila tidak ikut, maka dengan terpaksa aku bilang..

“Ya udah pak haji..”

Aku ingin sekali beralasan.. “Pak haji.. Superman lagi sakit.. Mau nolongin anter rumah sakit..” atau bilang “pak haji.. hulk lagi pegel pegel.. Mau ngurutin Betis varisesnya..”.. Tapi tak mungkin bisa

Dengan mata yg berkaca kaca (dalam hati) aku mengikuti perintah pak haji masuk ke dalam rumah pak jaha untuk salin, lagi2 kulihat bu haji malah tertawa sambil memegang kedua pipinya dengan kedua tangannya yg bersender di atas meja.

What a cock block.

Aku alihkan pikiranku ke hal yg lain melupakan kejadian tadi dengan memakai baju bola jersey dan celana pendek yg yg disiapkan pak jaha,

aku lihat jerseynya. Ternyata jersey “LIVERPOL”.. anjritt,

salah satu tim favoritku.

Entah itu baju kw yg keberapa aku ga tahu. Yg jelas aku paai baju itu dan langsung beranjak keluar. Di luar ternyata bu haji sudah tak ada dipadepokan. Ia terlihat berjalan bersama bu tati menuju lapangan.

Pak haji datang menghampiriku dengan jersey yg sama, ketika membelakangiku, aku melihat bacaan tulisan dengan tulisan besar.

” STEVEN GERRARD”..

Hahahaha…

“Kenapa?” tanyanya penasaran ketika aku tertawa.

“Ngga apa2 pak haji.. Bacaannya gede..” ucapku.

“Yuk berangkat.. Ibu2 udah berangkat tuh ” ajak pak jaha yg sudah siap dengan kostum bolanya.

Jarak antara lapangan bola dan rumah pak jaha hanya berjarak 100 meter. Pantas bila pak jaha sering main bola disini. Karena letaknya yg berdampingan dengan pangkalan pasirnya.

Dijalan aku melihat pak haji yg terus mengobrol dengan pak jaha, sekilas teringat kejadian tadi bersama istrinya, aku berpikir.. apa ada kesempatan untuk berdua dengannya nanti, mengingat tantangan “Curi aku ” di villa tadi. Apa bu haji sekarang memikirkan hal yg sama. Ah pertanyaan2 nakal itu tiba2 muncul dikepalaku, aku tidak tahu nantinya,seperti apa, ku harus mengontrol bonerku karena alu memakai celana bola yg kekecilan ini, bayangkan bila bonerku mulai bangun dicelana kecil ini, apa kurang jelas nanti orang2 melihatku? .

Di sana sudah banyak berkumpul dilapangan. Kulihat Bu haji sedang duduk di warung bersama bu tati. Ia begitu terlihat cantik sore itu, ia duduk bersama bu dikursi panjang diwarung sedang membicarakan sesuatu. Ketika melihatku bu tati melambaikan tangan kepadaku, aku sapa dengan hai sambil membalas lambaian tangan. Tapi tidak dengan bu hajj, ia tersenyum kepadaku dan membuang wajahnya ke arah yg lain sambil menahan senyuman.

Mungkin teringat kejadian cock block tadi.

Aku diperkenalkan dengan semua sahabat kampung oleh pak jaha. Ada pak rt, ada pak jaro, ada ketua pemuda dan yg lain semuanya. Kebetulan mereja semua hadir berkumpul setiap sorenya untuk bermain bola. Mungkin inilah alasannya kenapa aku dipaksa diajak kesini oleh pak haji. supaya aku dikenal warga sekitar. Membaur, dan proyekku jadi lancar karena mereka mengenalku.

Pak jaha memang salah satu tokoh masyarakat disini. Disamping ia sudah lama disini. Ia juga dikenal sebagai Jawara yg rendah hatinya, sifatnya tidak sombong. SeHingga masyarakat sering berkumpul dengannya.

Aku melakukan sedikit pemanasan dan mulai membaur dengan masyarakat, karena bahasa yg sama dan budaya yg sama, tak sulit bagiku untuk berbaur dengan mereka.

Kita Membicarakan banyak hal sambil memulai permainan bola, kulihat. Bu haji ikut menonton bersama bu tati lewat warung itu, sudah lama aku tidak bermain bola, olahraga sehariku hanyalah jogging di sekitar komplek. Tapi, demi permainan yg agak sedikit terpaksa ini, aku mencoba untuk bermain tidak kaku.

Permainan berjalan sangat seru. Namanya main bola, otomatis teriakan adalah hal yg lumrah. Pak haji malik dan pak jaha memang teman yg akrab, terlihat mereka sering meneriaki satu sama lainnya.

Ketika pak jaha memegang bola, dan dia ingin agak lama dengan meng gocek2 sedikit, pak haji berteriak..

“Jiahh.. Jiahhh Gaya.. Jiahhh Gayaa lahhh.. Gayaa.. Gaya.. Ngegaya.. ”

Otomatis pak jaha tertawa dan mengoper bola itu ke arahku.

Kemudian bergantian..

ketika pak haji memegang bola, dan aku sempat tidak tega melihatnya karena baru beberapa meter berlari ia sudah terlihat lemas, pak jaha berteriak ke arahnya..

“Woii Aki akii.. Udah Kopong… Ga bisa nendang…. Woiii…”

Sontak semua tertawa. Mungkin bukan main bolannya yg kami lakukan disini, namun berusaha lebih mengkuatkan ikatan persaudaraan yg akrab antara satu orang dan yg lainnya.

Dari main bola ini aku mulai mengenal, berbaur dengan mereka. Kami bahkan tidak menghitung skor, asal tendang, asal ngoper, asal rebut bola, asal masukan gol, kami terlihat hepy hepy.

Lebih hampir 40 menit kami bermain bola. Kami istirahat sejenak sambil merenggangkan kaki berkeringat melepas lelah. kami ditraktir dengan es yg biasa disebut sini dengan nama “ES KEBO”. Entah kenapa disebut es kebo, karena itu hanya air teh manis yg dibekukan kemudian dibungkus kecil berukuran chunky.

” Nih.. Pak ryan inshaallah mau usaha pasir disini nih.. Kalo mau ngelamar kerja.. Bilangnya ke saya aja hahaa” ucap pak jaha memperkenalkan ketika kami sama2 beristirahat.

“Jiahhh.. Mampang meumpeng (kesempatan dalam kesempitan) nih, mentang2 tanahnya sendiri yg laku tarus ngankat jadi manager sendiri”, ucap pak rt”

“.. Hahahaaaa bener pakk”

“Selamat datang pak ryan disini, mohon maaf kalo masyrakatnya sarap semua.. tenang kalo ada apa2 bisa saya bantu” ucap pak jaro sambil tersenyum.

“Hheehee.. ya makasih pak.. Sama pak saya juga berasal dari masyarakat yg isinya sarap semua” jawabku balas ngebanyol. Sontak mereka semua tertawa.

“Yuk babak kedua.” ajak pak rt..

“Tunggu 10 menit lagi” ucap salah satu warga,

“Jangan lupa nanti nobar Persib yah dirumah pak rt”

“Ya sudah..” jawab semuanya

Aku berdiri meninggalkan mereka semua yg masih mengobrol, ingin berencana membeli air minum mineral menghilangkan haus dan lelah. Aku pergi ke arah warung yg tadi di duduki oleh bu haji dan bu tati. Disamping aku ingin beli air minum aku juga ingin sekedar mengobrol bersama mereka.

Tapi…

Alangkah kecewanya aku…

Warung itu sepi.. Mereka tidak ada disana..

Aku duduk di kursi panjang itu sambil memesan air minum, teteh yg menjaga warung itu bilang kalo bu tati dan temannya sudah pulang kerumah karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih. Aku duduk santai diwarung itu, meminum aur sambil mengobrol dengan si teteh pemilik warung. Dia bilang, pantes pak jaha mau buka acara dangdutan disini, karena tanahnya sudah laku, dia juga kaget kalo aku adalah pak ryan.

“Temennya juga yg namanya pak haji malik samanya teh, dia juga mau buka acara dangdutan nanti dirumahnya, soalnya dapet bagian juga.. Mau pesta dia sama temen2 truknya.. Sebelas dua belas..” ucapku.

“Iya pak.. Emang mereka dari dulu deket.. Kaya upin ipin..Tapi denger2 pak haji malik udah lama yah punya pangkalan pasir sendiri.”

“Lamanya mah ga tau sih teh dari kapan, tapi saya mulai kenal dia pas mulai order pasir aja dulu buat cluster di (menyebut daerah saya) dari 4 tahun dulu”

“Ohh panteess kenal pak haji juga… Bla.. Bla…. ”

Pikiranku menerawang jauh, ketika si teteh mulai membicarakan pak haji sambil melihat sekitar, aku tak terlalu memperhatikannya karena pikiranku ke sana kemari memikirkan masa lalu. Sampai tiba2 si teteh menegurku

“Loh pak ryan, koq ngelamun,” ditegur si teteh.

Aku terkaget sambil tersenyum, baru aku mau menjawab teguran itu tapi tiba2 ada suara wanita menjawab dibelakang..

“Pikirannya kemana mana mulu teh”

ucap seorang wanita dari belakangku, aku kaget… Itu adalah bu Haji.

“Ehh.. bu haji..” aku langsung berdiri menyambutnya.

“Kirain udah pulang buu”? Tanya si teteh.

” yg pulang mah bu tati, aku masih pngen liat yg main bola” ucap bu haji sambil duduk disamping ku, bajunya sedikit basah karena keringat, aroma tubuhnya tercium olehku.

“Koq ga main lagi”? Tanyanya kepadaku.

” lagi istirahat bu.. Tapi katanya mau diterusin..”

“Hmmm.. ” ucapnya sambil melihatku yg melihat bajunya sedikit basah.

“Ngapain kamu liat2 ” ucapnya sambil melihat bajunya menunduk.

“Itu keringat semua bu?” ucapku

“Iyah kan gerah”

“Hmmm” ucapku pelan.

“Kenapa.. Bau yaahh” ia mengangkat lengannya mencium ketiaknya. Ia menatapku, dengan iseng ia dekatkan ketiaknya itu ke dekat hidungku..

“Hmmm” wangi tubuhnya semakin jelas kucium

“Mulaaiii” ucapnya meletakkan tangannya wajahku dan melepasnya.

Aku tertawa dan memang mulai naik birahinya karena mencium aroma tubuhnya.

“Lagian tadi ga jadi sih” bisikku pelan.

“Hahaha’ ia tertawa..

“Rasainn.. nge isengin bini orang sih” ucapnya.

Kami saling menatap. Aku mulai merasakan batangku bangkit dibalik celana pendek kecil ini. Ditambah lagi wangi ketiak yg ia sodorkan kepadaku.

“Pak haji.. Masih lama loh maen bolanya”

“Teruss..”

“Pengen ngerasain” senyumku

“Ngerasain apa?”

“Wangi ketiak bu haji”

ia mencubit dengan bilang “parahh”

“Yuk..”

“Ga mau”

Agak Lama kami saling terdiam, sampai bu haji bilang..

“Kunci mobil kamu manah?” ucapnya.

“Kenapa bu”?

“Plastik pakaian salin aku ketinggalan dimobil kamu, aku mau mandi..”

Aku baru ingat minggu kemarin bu haji ikut semobil dengan ku bareng pak haji, mereka memang niat ingin menginap namun nampak baru kesampaian hari ini.

“Oh iyaa.. Pantes Ada plastik putih di jok belakang” ucapku sambil memberikan kunci mobilku.

“Lupa ngambil” ucapnya sambil mengambil kunci.

“Pak haji pasti lama main sama temen2nya”

“Iya bu.. Mau nobar persib juga nanti dirumah pak rt ” ucapku

“Kebiasaan.. Pasti pulang malem..” ucap nya

Tubuh milf ini bergoyang saat ia bangkit, ia gigit kunci itu sambil bilang

“Kamu masih pengen maen?” tanyanya sambil membelakangiku, ” ia tak bicara apa2 lagi, hanya menunjukan gesture pantat montok “fuck me” nya yg bergoyang kesana kemari, ia berhenti dan melihatku, namun tak bicara apa2 kepadaku

apa ini undangan?.. Mengingat dia yg bilang sendiri suaminya pasti lama bila sudah berkumpul temannya, dan dia pergi ke mobil ku. Aku ingin mengikutinya. Jantungku berdebar keras seketika

“Ibu haji mau mandi..” ucapku ketika ia baru sekitar lima langkah jalan.

Ia tak menjawab pertanyaanku, hanya membuka blazernya kesamping dan mencium ketiaknya sendiri seakan akan menggodaku. Otomatis kontolku besar melihatnya.

Terpaksa aku harus membuka baju jerseyku untuk menutup bonerku yg menggelembung besar ini. Aku tutup seakan akan menenteng baju jersey yg percis aku taruh didepan selangkanganku untuk menutup pusat syahwatku ini.

Aku pergi dari warung itu beralasan kepada pak haji ingin langsung pergi istirahat dan tidak ikut nobar liga persib.

Beruntung pak jaha mengizinkanku…

Karena mungkin dinilainya aku sudah kenal dengan mereka orang2 kampung sekitar. Pak haji menawariku nasi uduk pada malem hari nanti makan bersama setelah nobar dirumah pak rt.

Ada sekitar lima menit aku pamit, aku beranjak menuju mobilku.

Hari sudah agak gelap, karena disamping mendung, jam sudah menunjukkan pukul 6:30 sore.

Aku masih ingat, waktu itu mobilku diparkir dipojok lapangan agak menjauh dari rumah pak jaha. Aku lihat pintu belakangnya agak terbuka, namun aku tak melihat bu haji disana. Aku berjalan mendekati mobilku. Ternyata dia ada didalam. Dia sedang memeriksa isi plastik itu sambil duduk di jok belakang.

“Ada bajunya”?

Dia terlihat agak kaget mendengar suaraku, namun ketika tahu itu suaraku, ia tersenyum dan bilang.

” kirain masih main” ucapnya menunduk dan memeriksa baju itu.

“Enggak tertarik” ucapanku.

Ia melihat ke belakang, ksamping mobil ini.. tak ada siapa2 di sana, terutama di parkiran mobil ini yg terletak dipojok lapangan. Bu haji melihatku sejenak, kemudian menutup pintu

“Brughh”.

Dari sisi sebelah kiri aku berjalan ke sisi sebelah kanan, aku membuka pintu belakang, melihat bu haji masih dengan baju diplastik ditangannya, kemudian ia melihatku, ia taruh plastik itu dibawah. Kemudian membuka blazernya perlahan, menunjukan cetakan toket vulgarnya sambil berbisik pelan

” gerah..”

Aku mulai masuk ke dalam mobil itu dan menutup pintunya, duduk dibelakang bersamanya. Aku lihat cetakan toge jiboob, sambil mencium aroma tubuhnya itu, bu haji hanya diam saja, kontolku di dalam celana kecil ini berontak menggelembung, seakan akan hendak merobek penutupnya, bu haji melihat gelembungan diselangkanganku sambil menggigit jarinya,

“Aduhh.. Itu sesak amat” ucapnya.

Aku mendekati kepalanya, dan mencium kepalanya yg berhijab,

“Gara gara keringat bu haji” ucapku

aku hirup dalam dalam wangi tubuhnya, kemudian aku jilat pipinya dengan sekali sapuan, suara desah bu haji terdengar berat dan pelan,

Tangannya beralih ke kontolku, mungkin ia penasaran dengan benda besar ia berontak ingin keluar dari isinya,

“Koq makin gede aja sih” ucapnya penasaran.

Ia meraba gelembungannya, “koq kayanya makin panjang”. Ia jawab rasa penasaran nya dengan meraba pahaku, dan melalui lubang celana paha kiriku, bu haji melesakkan tangannya masuk kedalam menuju kontolku, ia raba didalam dan mengeluarkannya dari celana dalamku, karena celana itu sangat pendek, otomatis ketika bu haji mengeluarkan batang kontolku ia mengintip panjang sampai melewati lubang celanaku dan keras menempel di atas pahaku,

bu haji terpekik dan kulihat matanya sayu,

” ikhh shhhhhh'”

Ia usap2 batang kontolku yg keluar dari bawah celana pendek itu sambil mendesis kepedesan, shhhh “ihhh.. Batang segede gini bisa masuk ke pantat ku” shhhhh.

Sambil meremas remas kontolku, aku angkat kaos strictc putih itu ke atas, ada susu montok putih disana dibungkus bra hitam..

“Okhhh bu haji” ucapku sayu melihat toket montok itu sambil merasakan remasan tangannya di kontolku.

Tubuhnya basah karena keringat, begitu juga toketnya, ia naikan celah lubang celana pendek ku ke atas, sehingga kontolku full terlihat dan di genggamnya gemas..

“Gila..

Gila..

Gila..” ucapnya pelan

Tiap ucapan ” gilanya ” ia barengi dengan memijit mijat kontolku sampe aku kelojotan.

Ohhhh shhhhhh..

Aku balas dengan meremas toket nya keras shhh ahhh shhh ahhhh, montok sekali toket itu terasa sangat empuk dan besar di remasan tanganku.

Uhh.. Slappp.. Uhhh.. Slappp .. Uhhhhh.. Tiap aku aku meremas ia mengeluh, pijitannya pun semakin keras dibatangku, aku cium bibirnya, cup shhh cup shhh, lidah kami langsung bertukar, ludah kami saling bercampur dan saling menelan satu sama lain. Slruphh ehmm shhh slrullhhh sshhh uhh plok, bu haji melepas ciumannya, tangannya tak henti2 nya mengocok kontolku.

“Suamiki curiga ngga” clek clek clek.. kocokan tangannya tak ia lepas saat menanyakan suaminya.

Ahhh ushhhh ahhh shhhuhhh

“Ngga dia sibukkh maenn ahhh shhhh uhhhhh” aku keluarkan toketnya aku hajar Toket montok itu dengan menghisapnya dalam2

SLRUPPPHHHHH CLOK CLOK CLOKK

AHHHHHHHHHHHH SHHHHHH

“Shhh uhhh .. Gilaa kamu.. Shh.. Malah nete toket ku.. SHHHHHH”

SLRUPPPPPHHH COK COK SLRUPPPHHHH

“SHH AHHH.. kamu udah ngaceng kan

sshhh.. Dari tadi… Pngen ngewe.. Sambil pegang2 memek tembem kuhh”

sSHH AHHH SHHH AHHHH

“pengen nyuri Aku dari suamiku”

Shhhh ahhhh shhhh ahhhh

Tangannya tak berhenti henti mengocok kontolku, aku melepas hisapanku dari tetenya, puting terlihat basah, aroma tubuhnya sudah aku hisap dalam2 , shhhh. Bu haji mendekatkan kepalanya yg berjilbab itu ke kepala kontolku,

“Udah berhasil kamu curi” bisiknya

Ia menjilat kepala kontolku, ia putar lidahnya disekitar lubang kencingku, shhhh AHHHHHHHH, aku kelojotan tak terkira, dari lubang kencing ia beralih ke pas lipatan kepala kontolku, ia kelilingi lipatan itu dengan lidahnya menyapu basah, shhh ahhh shhhh ahhh shhh ahhh, belahan pantatnya terlihat dicelana legging hitamnya saat ia menunduk menghisap lipatan kontolku, aku raba belahan pantat itu, aku turun kan legingnya menelanjangi pantat montok itu, kuremas kerass, dan tanpa ampun ketika aku meremas pantat itu, ia memasukan setengah kontolku masuk kedalam mulutnya..

AAAAAAAAAKHHHHHHHHH

SHHHHHHH OHHHHHH

SHHHHHHHH OHHHHHHHHHHHH

slruph slruphh slruppp slrupphhh

Aku remas2 pantat itu, dan sesekali menggamparnya saat ia mencoba memasukan kontolku lebih dalam

Akhhh.. PLAKK.. PLAKK.. PLAKKK.

SHHHH OKHHHHH..

KLOQ KLOQ KLOQHHH.

Ia lepaskan kontolku yg sudah basah karena air ludahnya, ia terlihat sayu melihatku ke atas dengan jilbab hitamnya, dan tak henti2nya tangannya mengocok kontolku. Shhhh uhmmm.. Aku cium bibirnya. Cpokk cpokk cupp cull shhhh..

“Kamu nakall.. Bikin memekku basahh” ucapnya sayu.

Aku banting bantingkan kontolku diwajahnya sambil tak henti2nya ia bilang “uhh uhhhhh uhhhhh

Plak plakk PLAKK palkkk”

Aku lepaskan peganganku ku di kepala hijabnya, dengan sendirinya ia memakai tangannya sendiri memukul mukulkan kontolku diwajahnya pelan namun keras

Ahh tlakk tlakk tlakkk tlakk..ahhh Fffffuckkk

Segera aku hendak beranjak pindah dari kursi belakang ke kursi depan, aku lepaskan kenakalanku dari tubuhnya dan bilang..

“Kita harus pindah dari sini” ucapku.

Bu haji merapihkan jilbabnya dibelakang dan segera menurunkan kaosnya, aku menyalakan mesin mobilku.

“Kamu mau bawa aku kemana” ucapnya sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

“Ketempat nyaman” ucapku sambil mulai menjalankan mobil.

“Nanti pak haji nyariin” ucapnya.

“Dia sibuk main” alsanku.

Aku melihat bu haji kebelakang lewat kaca spion, ia melihatku tajam..

“Berani banget kamu nyulik bininya kesana” ucapnya merapihkan jilbabnya.

“Aku ngga perduli..” ucapku

Segera aku bawa ke tempat penginapan yg agak jauh dari sana, untuk menghindar kecurigaan, bu haji menelopn ke bu tati dan bilang kalo ia sedang mencari makan diluar, pasti suaminya masih sibuk bermain dengan teman²nya.

Aku melihat bu haji, kami sudah sampai dipenginapan yg berjarak sekitar 20 menit. Bu haji mencoba menelepon suaminya dari tadi namun selalu miss call, lama kelamaan ia tak perduli dengan suaminya karena sibuk disana. Kami sama² turun cek in dan memasuki kamar.

Didalam kamar ketika pintu sudah tertutup, aku angkat kaos stritch nya ke atas, langsung aku keluarkan toketnya,

aku caplok toket itu gede itu, menete di toket montoknya dengan penuh nafsu.

Slruphh slruppp slruppp slruppp

Slruppp slruppp slruppp slruppp

Cokk COK COK COK shhhhhh

Cokk COK COK COK shhhhhh

Sambil menete aku turunkan.leggingnya kebawah meremas pantat nya, dan membimbing tangannya dikontolku, ia mulai meremas nya sambil mendesis

Shhhohhh shhhhohhhhhhhhh, ia turunkan paksa celana pendek ku kebawah, ia genggam kontol telanjangku dan kocok².

Wangi toket bini pak haji malik ini sungguh nikmat, aku nete ke toketnya penuh nafsu, kiri dan kanan, tak henti²nya bu haji mendesis ketika toket montok nya kucaplok habis²an,

Kami melepaskan rabaan kami, bu haji membuka branya dan membuka celana leggingnya, kaos strictnya masih ke atas dan toketnya yg montok itu terlihat basah karena ludahku, bu haji meletakkan hapenya, ia seperti tak perduli dengan misuanya yg sibuk disana,

Bu haji tidur telentang…

namun dengan posisi terbalik, kakinya dibantal dan kepalanya di ujung kasur,

ia melihatku kebelakang dengan menegahkan kepalanya yg berjilbab itu di ujung kasur sambil melihat kontolku, aku buka celana pendek ku dan menghampiri nya, bu haji seperti menungguku sambil menggigit jarinya, ia melihat kontolku yg mulai mendekati kepalanya ,,

Shhhh hmmmm

Bu haji mendesis saat kontolku menempel diwajahnya sampai mengenai dagunya, aku raba toket montok nya yg tidur terlentang itu sambil melihat pemandangan memeknya yg tembem itu, dibungkus cangcut hitam.

Kontolku menutupi tengah wajahnya sampai dagu, pelan tapi pasti aku mulai merasakan lidahnya yg basah menyapu pelirku kemudian ia caplok bijinya..

“Slrupphhhh akhhhh shhh”

Aku mendesis nikmat merasakannya..

Aku remas remas toketnya yg sedang tidur terlentang itu sambil kepedesan saat kedua biji pelirku bergantian ia hisap.

On and on and On…

Slruppp slruppp akhhh slruppp slruppp slruppp slruppp slruppp akhhh bu shhhh,

Ia pegang batangku, dari pelir, lidah menari nari menelusuri urat kontolku sampai ke ujungnya, ia mulai memasukkan kepalaku kedalam mulutnya.

Tidurnya masih terlentang, kepalanya keluar dari ujung kasur menerima kepala kontolku tegak masuk kedalam mulutnya, aku buka pinggiran jilbabnya dan mulai ku maju mundurkan batangku,

Posisi ini membuat bu haji tersedak menerima sodokan batangku tiap kali aku mencuba lebih dalam, namun ia tetap memasukan setengah kontolku mengenai tenggorokannya.

Sampai akhirnya, aku melihat lehernya menggelembung karena kontolku melesak ke dalam, matanya mulai memerah, dan ketika kucabut ia batuk tak karuan

Uhukk uhukkk AKHHHHH SHHHHHH AHHHHHHHH

setelah membuat kontolku jauhh lebih dalam masuk ke sana, bu haji bangkit berdiri, ia membuka jilbabnya dan membuka kaosnya, telanjang bulat badan montok punya istri haji malik itu di depan ku, badan montok itu terlihat basah berkeringat,

Shhh sini ryan” perintahnya.

Aku didorongnya ke kasur sehingga tidur telentang dengan batangku yg masih ngacung keras ke atas, bu haji bangkut berdiri sambil melihat batang itu sambil dan membuka cangcut hitamnya,

Memeknya yg tembem itu ia raba² sambil mulai naik ke atas badaku tepat di atas kontolku, ia usap usap dan digesek gesekkan ke memek gemuknya,

“Giliran aku ryan yg ngalahin kamu” ucapnya mendesis.

Ia turunkan memek gemuk itu memasukan kepala kontolku kedalam, bu haji memejamkan matanya, okhhhhhhhhhhhh shhhhhhh.. Aku merasakan legit dan nikmat memek tembem itu dan terasa sedikit sempit untuk kontolku, sedikit demi sedikit batangku mulai hilang ditelan lubang kewanitaannya,

Okhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.

Dan untuk 15 menit kemudian, aku melihat pemandangan yg paling indah di kota ini..

Bu haji yg naik turun di atasku melihat tubuh montok nya yg berkeringat bergoyang mengulek ulek kontolku..

Akhh akhhh akhhh akhhh akhhh AHHHHHHHH

Akhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh

Akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh akhhh akhhh akhhhh akhhh

Toketnya bergoyang ke sana kemari, rambut lurusnya yg sebahu itu menutup wajahnya, merasakan ekstasi nikmat karena mengulek ulek batangku tanpa henti, ada tiga tanda cupang yg berbekas di toketnya, saat toketnya menempel didadaku aku bisa melihat pantat montok nya naik turun yg dibelakang itu menghajar kontolku tanpa ampun,

“Aduuhh ryaann.. Aduhh ryannn.. Aduhhh ryaann..” ucap bu haji setelah 15 menit dengan posisi ini di atasku. Ia bergetar getar… Aku cium leher bahunya,

Shhhhh uhhhhhh kalah lagiii” ucapnya manja.

Aku balikan badannya, kuciumi punggung nya, sampai kelehernya ia mendesah saat kujilat jilati punggung itu sampai bawah,

ia menungging membelakangiku, saat bibirku mulai menjilati pipi pantatnya, bool besarnya kujilati penuh nafsu, aku mulai mencolok colok lubang analnya sambil sesekali menampar pantat itu, PLAKK ahhh..

PLAKK ahhh…

PLAKK ahhhh..

shhh uhhh huhhh huhhh huuu suaranya menggeram kencang saat ku colok colok lubang analnya dengan dengan dua jariku..

Shhhh huuhhhh huhhhhhhhh akhhhh

Aku mempossiskan kontolku sejajar dengan lubang analnya, aku mulai memasukkan kepalaku, bu haji menjerit kencang

AHHHHHHH

OHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

tambah kencang bu haji menjerit saat kepala kontolku mulai masuk kedalam, aku cabut lagi batangku keluar, ku kocok kocok sambil kuludahi banyak banyak lubang anal itu,

OHHHHHHHHHH

jerit bu haji saat aku mulai kembali memasuki kepalaku ke sana,

Aku merasa kontolku dikepit lubang yg amat sempit… Akhhhh Fuckkkkkk

Aku dorong lebih kedalam, AKKKKHHHHHHHHHHHHhhhhhh… bu haji menjerit tak karuan,

Aku mulai merasakan nikmat disekujur tubuhku, pemandangan yg indah melihat punggungnya berkeringat, pantatnya yg besar itu beradu lubangnya dengan kontolku, mulai aku goyang sambil mendengar jeritan bu hajii tanpa henti..

AKHHH UHHHHH AKKKHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

AKHHH

AKHHH

AKHHH

AKHHH

AKHHHH

AKHHHH

Ku gampar pantat montok itu keras, sambil teriak “ohhh my gawwddd’ plak plak plak plakkk

Shhhhh okhhhhh

Shhhh okkhhhh

Karena berada dilubang amat sempit ,tak ada lima menit aku kalah ingin keluar

” okkkhhh bu okhhhhh”

Aku cabut kontolku, ku arahkan ke pipi pantat montoknya, spermaku bergalon galon tumpah tanpa henti dengan 7-8 kali semprotan..

CROTTTT… CROTTTTT…

SPLASHHHH

OKHHHHH GAWWDDDD… SHHHHH

Aku bagi² spermaku di pipi dikiri dan kanan pantat montoknya, sperma kental itu mengalir hingga pahanya,

Aku ambruk tak tertahankan di atas kasur, sampai beberapa saat kemudian mulai tersadar dengan kegilaann ini,

“Bener kann” ucap bu haji mulai pindah posisi tidur disamping ku,

“Aku pasti menjerit” ucapnya berbisik dikupingku..

“Kenceng ”

Ucapnya lagi, ia memegang kontolku yg mulai layu dan aku bilang “,swempittt banget buuu” ucapku.

“Okhhh ini nya yg gede” ucap bu haji meremas kontolku yg mulai melemas.

Kami berciuman bibir dan langsung bersiap siap pulang mengakhiri kegilaan ini. Kami sama² saling sadar beralih menuju kenyataan.

Beruntung pak haji belum pulang nobar ketika kami sampai dirumah pak jaha, aku pamit pulang ke pak haji dan pak jaha lewat telepon karena tak memungkinkan aku pergi ke rumah pak rt,

(bersambung)

Mari berlangganan Cerita Dewasa!!

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

cara membesarkan penis

5 Cerita Dewasa Terakhir

loading...
 Klik “<–” untuk kembali
Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo