loading...

Aku lebih memilih diam, tenang untuk menyelesaikan masalah masalahku. Biarlah semua berjalan sesuai biasa.

Sebagaimana film biksu tong samchong di dalam film sung gokong bilang…

‘masalah besar harus di kecilkan dan masalah kecil segera hilangkan’ hahaha.

Kadang aku tertawa berat bila mengingat adegan itu. Tapi intinya semuanya pasti rapih di akhirnya.

Bangun pagi itu ,segera aku olahraga sambil berkeliling mengitari cluster yg mulai ramai ini. Teringat perjuangan yg dulu mulai membangun cluster ini. Banyak kenangan dan suka duka, aku mengingat ingatnya sambil tersenyum dan berharap bisa mengembangkannya sebisaku.

Matahari sudah agak panas, menandakan sudah pukul delapan. Tak terasa olahragaku sudah memakan waktu selama dua jam, Setelah selesai olahraga, aku bersiap siap untuk pergi ke kantor. Aku ingin segera melihat hendra dan tono yg katanya mulai bekerja kembali.

Aku mulai teringat dengan janji pak haji malik semalam yg mengajakku melihat tambang pasir di cilangkap. Tentu teringat dengan istrinya semalam.

Oh, what a crazy nite” kataku dalam hati mengingatnya.

Aku berniat pergi ke sana setelah menemui tono dan hendra nanti. istriku sedang mempersiapkan sarapan, ia mengoleskan selai jelly warna merah ke roti tawar untuk dibakar.

Sambil mempersiapkan sarapan untukku. Intan teelihat resah seperti ada yg dipikirkan, kemudian pelan tapi pasti ia mengutarakan keresahannya, ia menanyakan tentang rencana rekreasi ke lombok sebagaimana yg sudah direncanakan bersama tibyan bulan besok.

“Pah.. Bulan besok ga jadi yah”? Ucapnya

Aku tertawa kecil mendengar ke khawatiran istriku, mungkin ia resah karena permasalah yg melanda proyekku, aku tertawa dan ia pun mulai tertawa.

“Ini udah rencana kita dari dulu mah” ucapku pelan

“Papah ga mau ngelewatin acara itu walau ada masalah, papah pengen ngeliat azka senyum..” ucapku

“Iya siihh.. Tapi mamah khawatir,”

“Tenaang, santai aja”

“Papah jadi ke cilangkap?”

“Jadi.. Pak haji ngamuk kalo ga jadi”

“Kalo ada yg bagus, papah mau langsung deal itu?”

“Hahaha.. Ya ngga lah, emangnya beli dorokdok, neng lagi ada ada aja, ya di liat dulu, kalo cocok dinego, dan dipikir pikir dulu. soalnya yg penting, papah pengen tau kemana pangkalan pasir tempat mang sobri ngejual lagi pasir2 kita itu, biar kita tahu penadah kita gimana”

“Ohhh oke deh pah, tiati dijalan, cepet selesai”

‘Iya mahhh”

Aku pamit sambil menghabiskan roti bakar yg dibuat istri ku, dan kopi hitamku yg mulai dingin itu aku tinggalkan. Mesin diesel besi kotakku nampaknya sudah dipanaskan oleh rendy, segera aku beranjak berangkat menuju kantor pemasaran.

Disana terlihat orang2 sibuk dengan pekerjaannya, ada beberapa surat yg harus aku tanda tangani, cepi yg memberikan surat2 itu kepadaku, aku disambut cepi ketika surat2 itu kutanda tangani dan bilang kepadaku,

“Boss, kalo posisi bu lela udah ada yg isi belum?” tanya cepi

Aku ingat posisi istrinya mang ujang, neng lela, yg sampai sekarang masih kosng, karena lela tak bisa meninggal pegawai sipilnya. Dan memang sudah lama aku ingin mencari penggantinya.

“Emang kenapa cep”

“Nih boss, pacarku yg dulu nganterin surat ijin itu jago ngegambar siteplan, nih karya2nya, kalo bisa, dia mau ngelamar disini, karena gairahnya pengen jadi ahli graphis design”

Aku lihat2 hasil karya design gambar2nya, memang terlihat sangat epik dan rapih.

“Wah boleh nih, bagus, detail, jelas, minggu besok suruh kesini aja cep orangnya”

“Sippp boss” ucap cepi Dengan girang dan tersenyum.

Setelah tanda tangan beberapa surat aku keluar Sambil berjalan ke arah lapangan,

Disana aku bertemu dengan mang ujang. Ia nampak berdiri ke arah gudang dan pos satpam, aku tahu kalo ia sedang memperhatikan tono dan hendra. Berarti benar bahwa tono dan hendra sudah bekerja lagi disini.

“gimana mang”? Tanyaku menanyakan keadaan.

“Udah siap boss, semua pasti kena kalo mereka lagi..saya menaruh cctv yg ngga mungkin dia bisa ngelihat.” ucap mang ujang

“Tetap tajam mang ngeliatnya, jangan lengah”

“Kaya elang yah boss'” candanya.

“Yah kaya elang, asal jangan sambil ngintip yg telanjang aja liatnya”

“Hahaha.. Siap boss”

ucapnya dengan senyum periangnya yg khas, jenggotnya yg ‘bala’ itu menambah khas periangnya.

“Oh iya mang, ngomong2 posisi neng lela yg dulu ada yg ngegantiin tuh nanti”

“Pacarnya cepi kan boss”?

” lohh.. koq mamang tahu?”

“Iya.. Cepi bilang kesaya dulu kali boss sebelum bilang ke boss.. Saya bilangg, coba aja lahh..”

“Heheee.. Akuuurr.. , ”

“Saya juga udah ngeliat boss gambar2nya, kayanya ceweknya emang berbakat deh”

“Bener mang apik, minggu besok saya suruh dateng.. ”

“Mudah2 cocok ya boss, biar nanti kalo mau ngegambar gambar ukuran rumah ga mesti nyewa arsitek lagi”

“Siap mang, kita liat aja”

“gimana kabar lela mang, salamin yah” lanjutku sejenak sambil mengingat masa dulu bersama istrinya.

“Sekarang sibuk boss, biasa wanita kurir ”

“Karir kali mang.. Kurir mah mang sakmat.. Hahahaha.. ”

Hahahah iya booss”

Sejenak aku mengingat kejadian bersama istrinya dulu..

Huff.. Well…

What happens in ciwidey.. stays in Ciwidey..

 

===

Pak haji malik nampak bersemangat pagi itu. Ia tersenyum menyambutku dan bercerita bahwa teman dekatnya menunggu kami disana.

Ia memang punya teman dekat yg mempunya pangkalan pasir sekaligus tanah tambang pasir disana.

Dari sini lah ia semangat, karena kalo berhasil menjual kepadaku ia akan mendapat persentase tersendiri baik dariku atau temannya.

Aku mengerti..

Ia berharap bisa mendapat bagian persen bila aku tertarik dan membeli tambang pasir temannya. Yah memang, tiada hari without business. Namun tujuan utamaku bukan sekedar itu. Aku ingin tahu tentang pangkalan pasir yg dipakai penadah mang sobri.

“Mang sobri nya udah dateng pak haji” tanyaku menyelidik

“Ohh, dia nunggu dipasar yan, tadi udah nelepon.. Sekalian lewat..”

Aku tersenyum sambil menganggukan wajahku mengerti maksudnya. Aku melihat sekitar sejenak ke arah rumah pak haji yg memanjang itu, proyek kontrakannya terlihat jelas siang itu, dari belakang rumah pak haji, aku melihat pakaian dan sprei bergoyang goyang ditiang jemuran tanda ada orang yg sedang menjemur pakaian.

“Itu siapa pak haji”? Tanyaku.

Pak haji menoleh kebelakang “ohh itu ibu abis nyuci, sanyo kan udah lancar gara2 kamu”, ucapnya

“Cuma kita bertiga pak haji yg kesana?” tanyaku menyelidik apakah bu haji ikut.

“Ga tau tuh, dia sakit perut katanya”

“Sakit perut kenapa?”

“Ngga tahu dari, ia menahan sakit megangin perut bawahnya”

Fuck.. Mungkin gara2 kejadian semalam. Aku merinding mengingat kejadian dengan istrinya semalam.

“Ahh.. Pak haji terlalu kencang kali maen semalam” candaku.

“Hahaa.. Boro boro yan, bu hajinya juga keliatan abis kecapean.. Ngga tau kenapa”

Aku menundukkan kepalaku, tak berani menatap wajahnya sambil bilang “ooooooh”

“kalo sakit mah ga usah ikut atuh pak haji” ucapku.

“Ngga tau tuh, tapi bilangnya mah pengen ikut.. Pengen ketemu bu tati, temen lamanya yg disana”

Hatiku agak girang mendengar istrinya mau ikut,

“Eh iyaa.. sanyonya lancar ryan, makasih yah, bu haji udah nyuci aja tuh pagi2”

“Ehh sama2 pak haji”

“Saya kebelakang dulu yah, kamu tunggu aja dulu di sini”

“Iya pak haji’

Pak haji beranjak kebelakang memasuki rumahnya, aku berdiri sambil melihat lihat keadaan sekitar, terlihat truk2 yg masih mangkal dipangkalan itu, terlihat ramai warung pangkalan itu.

Aku melihat kembali ke arah jemuran itu. Aku penasaran karena Pakaiannya masih bergoyang goyang tanda masih ada orang yg sedang menjemur disitu.

Ahh.. Sedang apa bu haji..?

aku berjalan menghampiri ke arah tiang jemuran itu. Yg letaknya dibelakang rimah.

Sebelumnya.. aku Memastikan pak haji menuju dapur dan memasuki kamar mandi, aku bisa lihat lewat jendela rumahnya yg terbuka itu. Perlahann aku berjalan menuju belakang rumahnya, dan melihat lihat di antara celah pakaian itu.

Oh my God…

Bu haji memakai tanktop berwarna hijau toska yg kekecilan untuk tubuhnya . terlihat sangat putih mulus montok tubuhnya. Terlihat Tanktop itu menempel sangat ketat dan terlihat tak muat membungkus toket montoknya. Bahkan pusar pinggangya terlihat telanjang, aku meremas selangkanganku sambil bilang ” oh” pelan.

” ryann… Ngapain.. Kemana pak haji”

Ucapnya menutup toket montok itu dengan kedua tangannya. Tentu ia menanyakan suaminya karena khawatir bila suaminya tahu kalo ada orang lain melihat istrinya memakai tanktop seksi itu. Tanktop Membungkus tubuh montoknya itu.

“mandi…” ucapku pelan.

Bu haji menatapku, namun pelan ia menurunkan ke bawah kedua lengannya, dan mulai menjemur kembali,

Bu haji seksi..” ucapku pelan melihat susu montoknya.

“Ga boleh.. Suamiku lagi mandi..Malah kamu pelototin istrinya..” ucapnya.

“Ga nyangka bu haji seksi..”

“Kamuu..” ucapnya sambil mengambil baju basahnya dan menggantung pakaain basahnya.

“Udah tahu aku bu haji, punya suami pula, kamu lelototin istrinya” lanjutnya

Ahh aku semakin mencengkram kencang diselangkanganku, ia berdiri melihatku sambil menutup kembali belahan toketnya dengan lengan kirinya, karena ucapan seksi yg aku lontarkan.

namun perlahan bu haji menurunkan lengan itu kembali kebawah, membiarkan mataku nafsu melihat belahan susu montoknya. Keringatnya terlihta berkilau.

“Bu haji Belum mandi yah?” tanyaku pelan.

“Kenapa”?

” keringetan… Pasti bau..”

“Enak aja, keringet wangi ”

Aku memperhatikannya, bu haji elis nampak berkecamuk, ia tetap membangun batas terhadap laki2 selain suaminya, aku teringat dengan kejadian semalam, namun terlihat pikirannya masih berkecamuk.

Statusnya sebagai bu haji, istri terhormat, dan suaminya pak haji sedang mandi sekarang,

namun…

ia memakai tanktop kekecilan sekarang, belahan susu montoknya dilihat olehku, toket nakal itu seharusnya hanya boleh dilihat suaminya. Ada keringat yg membuat tubuh semoknya berkilau.

“Hmmm.. Iya niih bu haji belum mandi, jadi bau keringet, mesti gimana kalo bu hajinya belum mandi hmmm..”

Ucapnya karena melihat ku yg melihat tubuh montoknya berkilau karena keringat itu, bu haji menyeka keringat diatasan toketnya sambil ketawa kecil.. “Hihihiii.. Pasti mesum..”

Ohhh.. Kata2nya menambah kencang kontolku, ia bahkan mengangkat ujung tanktop nya ke atas, mengusap perut nya sendiri dan melihat ku.

“Reputasi kamu emang belum ilang .” ucapnya.

“Reputasi apa bu haji?”

Bu haji membusungkan payudaranya kedepan

“Suka nafsuan kalo ngeliat istri orang” ucapnya sambil menyeka keringat kembali keringat di toketnya

“Oohhhh”

Plakkk

Ia melempar penjepit jemuran yg berwarna merah kearahku.

“gelo.. Jangan suka nafsuan sama istri orang”.. ucapnya menutup belahan toketnya,

Aku menghampirinya..

“Suamiku dateng” ucapnya mundur satu langkah sambil tersenyum, otomatis aku berhenti, aku melihat ke arah rumah, namun tak ada siapa2 disana,

Rupanya ia menaku nakutiku, ia tersenyum mengerjaiku, aku menghampiri nya lagi, bu haji berbisik lagi

“Suamiku dateng”

Aku tak menghiraukannya,

kali ini, bu haji tak mundur selangkahpun, ia terdiam melihatku yg sangat lapar melihat tubuhnya, ia membuka lengan yg menutupi toketnya itu,

Ahh

Sekarang toge montok bu haji terlihat jelas, melihat ku semakin nafsu, bu haji kembali berbisik..

“Suamiku dateng”

Ahh, …

Ia menggelinjang ketika aku cium lehernya yg berkeringat, wangi tubuh istri haji malik ini terasa nikmat, aku jilat jilat leher itu terus sampai bahu,

“Suamiku dateng”

ucapnya lagi kembali berbisik. Namun ia kembali memejamkan matanya, aku mulai menjilat belahan toket montoknya,

Lick.. Shhhhhhhh

Toket montok itu bergetar ketika kujilat dengan satu sapuan lidah, wangi kecut istri haji malik ini teras nikmat,

Ahhhh

Ia menjerit sedikit karena aku tempelkan tangannya diselangkanganku, kontolku sudah ngacung keras.

posisi jemuran ini dibelakang rumah , dan juga, terhalang pakaian pakaian, tak akan ada yg melihat. tangannya berada diselangkanganku, ia berbisik meremas kontolku

” sshhhh suamikuu”

“Lagi mandi bu haji”

Ahhhh

Ia kembali menjerit kecil, saat kuremas toketnya, ia balas remasan toket itu dengan mencengkram cetakan kontol kerasku lebih kerass.

Ahhhhhhhhhh

“badan bu haji bau belum mandi” shhh tangannya bergoyang meremas tenda kontolku..

“Bau buat enak di ewe”

“Jangan gila” bisiknya masih meremas kontolku.”suamiku lagi mandi..”

“Aku mau ngerasain keringet istrinya..” aku jilat jilati atasan toket montoknya bertubi tubi..

Cpoj cpok cpok smooochh lick shhhh

Ahhhhhhhhhhh

Bu haji melepas remasan kontolku, ia menyeka keringat di belahan dadanya,

“Beneran mau”..?

” nihh..” ia oleskan keringat toketnya di wajahku.

Ahhhh

“Kamu pasti ngaceng nyium wangi keringat aku..” bisiknya pelan,

Ia remas remas kontolku ia buka seleting celanaku, ia seka keringat ditoket dan ketiaknya, sambil melihat ke kanan dan ke kiri, ia mengeluarkan kontolku.. ia usap usap kan keringat dari toket dan ketiak nya di kontol telanjangku,

Ahh shhh uuhhh ahh

“Nihhh… ”

Ahhhh shhhhh ahhhh

Keringat istri haji malik ini membasahi keseluruhan kontolku,

Clek clek clek clek

suara tangan bu haji mengocok kontolku nya dengan cepat melalui keringat itu.

“Shhh gimana rasanya keringet aku ryan hmmmm….” ohhh ohh ohhhhh ” shhhhhhhh reputasi kamu emang nafsuan sama bini orang”..

Kreeekkk…

Terdengar suara dari dalam rumah seperti pintu terbuka. bu haji mencabut kocokannya kontolku, buru2 kita sama2 sadar dari kegilaan ini.

“Pagi2 udah mesum” ucapnya merapihkan diri sambil membelakangiku. Aku masih mengocok kontolku melihatnya, ia angkat ember cucian dan merapihkan rambut dan wajahnya.

“Yg punyanya dateng”

Ucapnya sambil senyum dan memeletkan lidahnya, bu haji beranjak kedalam rumah.

.. Fuck…

 

===

Aku pergi ke depan, setelah rapih2 sebentar.

Masih terasa basah keringat di batang senjataku karena olesan keringat bu haji tadi,

Ohh fuck me..

mengingatnya tadi hanya dengan tanktop seksi. Sayang, godaanku terhambat karena suaminya keluar dari kamar mandi. Masih terasa wangi kecut keringatnya di lidahku,

Aku duduk dihalaman rumahnya, beberapa saat kemudian, entah kenapa terlihat begitu cepat, aku melihat pak haji keluar dengan hanya memakai batik lengan panjangnya, ia mengancingkan batiknya sambil melihat ku melihat ku,

“Sarapan dulu ryan”?

“udah pak haji” ia sudah lengkap dengan celana bahan dan peci lusuhnya.

“Cepet pak haji mandinya” ucapku

“.. Iya,.. Atos teu sabar (udah ga sabar)..”

“Buuu… ditungguu yaa” teriak pak haji ke dalam rumahnya.

“Lohh, bu haji ikut?” tanyaku

“Iyaa, katanya mau ketemu temennya?”

Teringat tadi dibelakang hanya memakai tanktop kecil yg seksi memperlihatkan aurat seksinya yg harusnya… Hanya untuk suaminya,

“Oke.. Aku sekalian mau beli rokok dulu..”

“Iya.. Silahkan ryan..”

Aku beranjak menuju warung depan dan memesan rokok disana. aku ditemani orang orang lapangan yg kukenal yg biasa mangkal dipangkalan pasir haji malik. Karena kenal, terpaksa aku merogoh kocek lagi untuk membelikan rokok buat mereka semua.

“Makasih boss” heheeee

“Ya sama sama”

“Jadi boss ke cilangkap”?

” jadii..”

“Waduuh pantesan pak haji ngomongin ini aja dari semalem..”

“Masa shh”

“Iyalah, pkoknya dia udah janji ke kita kalo misalnya cair, harus ngadain dangdutan gratis disini..

” hahahahaaa”

Dasar anak2, kataku dalam hati, seperti biasa, menyewa biduan seksi dan menyawernya, merupakan hiburan favorit di ditempat ini.

“Ya.. Mudah2an jodoh..”

Setelah sekitar 20 menit aku selesai makan,

aku melihat bu haji keluar rumah dengan tampilan baju terusan warna hitam, tampilan jilboob yg berwarna ungu, tak menutupi dadanya yg membusung besar ke depan.

ia sopan dengan tampilan elegannya. Ia memakai semacam blazer bermotif batik coklat. Sementara suaminya memakai batik yg tadi dia pakai. Bu haji sempat melihat ku dari jauh, aku menghampirinya.

“Siappp?”

“Hayu pak haji”

“Selesei sarapannya ryan”

“Udah”

Bu haji melihat ku yg terlihat tak berkedip melihat dirinya, aku terpana fokus melihat gundukan payudaranya,

“Istrinya cantik pak haji ” ucapku blak blakan sambil melihat susuk tubuh istrinya,

“Iyaa dooonk, si ibuuu”

Bu haji terlihat kaget dengan komenku, dengan terang terangan aku melihat toketnya tepat didepan suaminya. Bu haji memelototiku agar aku bersikap.

Pak haji hanya tersenyum berjalan ke arah mobil

“heheee.. Pacarin aja yan kalo mau” candanya.

“Boleh pak haji?”

“Masa seneng sama ibu2” ucapnya.

“Ihh si bapak, apaan sih” ucap bu haji yg kaget dengan ucapan suaminya yg menyuruhku memacarinya.

Pak haji masih bicara dalam tahap becanda. Bu haji tersenyum kecil, andai suaminya tahu,

“Tenang buu.. Masa ryan suka sama ibu2”

Bu haji menatapku, kali ini, ia meladeni candaan suaminya.

“Kalo ryannya mau sama ibu2 cantik kaya aku gimana ?” lanjut bu haji

terutama ibu ibu yg cantik dan montok, ucapku dalam hati

Kontolku mulai ngaceng mendengar obrolan ini. Pak haji tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.

“Sok aja, asal jangan sampe mimisan”

“Hahahaha”

“Udah ah masuk mobil, ” perintah bu Haji

bu haji pun bersikap seperti obrolan biasa, ia memasuki mobil berputar menuju pintu belakang yg sama dengan baris pintu sopir depanku,

pak haji sudah masuk kedalam duduk didepan, aku dan bu haji sempat kontak mata, aku melihat payudara yg menonjol di baju terusan hitamnya, ia merapihkan jilbabnya dan mengencangkan terusannya disekitar dada, sehingga cetakan toket itu semakin besar, “ibu2 “.. ucapku melihat tubuh montoknya”

“Bini orang”

Ucapnya pelan sambil menunjukkan cetakan payudara montoknya, aku meremas selangkanganku dan ia memasuki mobil.

 

===

“Pokoknya ryan.. Lokasi tanahnya ga bakal bikin kamu kecewa..”

Ucap pak haji dibelakang mobil bersama istrinya, ia sudah pindah kebelakang, karena mang ncop (pak sobri) sudah naik dari pasar tadi dan duduk depan disampingku.

“Tempatnya dipinggir jalan, berbukit tinggi, ada dua bukit yg sangat tinggi, kalo kamu gali, ga bakal habis tambang pasirnya selama 5-6 tahun, dan ditengah2 bukit itu, ada semacam villa kecil buat kamu istirahat kalo jadi menggali disana”

“Bener boss, villanya ada ditengah tengah dua bukit itu..” timpal mang sobri.

“Diantara dua bukit besar itu”

Mereka terus ngabibita aku tentang lokasi tanahnya,

Jalanan kesana memang terlihat padat karena kebanyakkan mobil2 besar muatan pasir tanah dan batu alam disini, tak ayal waktu perjalanan kesana butuh waktu sekitar 2-3 jam.

“Yg bikin villanya siapa?” tanyaku

Pak haji menjawab dari belakang dengan suara lantang dan terlihat merapihkan surat2 fotocopyan sertifikatnya.

“Temen saya yan, mang jaha, yg punya tanahnya ” jawab pak haji.

Bu haji duduk disampingnya sambil melihat kedepan ke kaca mobil, sesekali ia menimpali obrolan kami.

“Terus mang ncop ngejual pasirnya ke pangkalan mana”? Tanyaku lagi

” ke pangkalan mang jaha boss.. cuma dia juragan yg mau nerima pasir coklat boncos”

“Hahahaa… Sesuai pesanan juga kali mang, dia mau beli karena memang ada yg pesan”

“Bener yan, dipangkalan ibu, banyak peminat pasir coklat boncos , banyak yg pesan, simpel dipake ngecornya langung namplok” ucap bu haji.

Ada beberapa jenis pasir yg memang tersedia di tanah indonesia

“Tapi tetep bu, kualitas pasir putih yg terbaik, itu tambang pasir yg mau saya tunjukin tambang pasir putih” ucap pak haji.

“Bener pak, semua?”

“Iya, yan, dijamin laku keras kalo di gali”

Tentu saya minat, karena salah satu investasi yg tak mungkin turun harganya bahkan naik terus adalah lahan dan tanah, lahan itu bisa kita gali isinya, bisa menghasilkan keuntungan, setelah selesai gali, bisa kita jual kembali, saya akui itu adalah salah satu ide terbaik.

“Tapi kendala di izin ya pak.. Kalo izinnya ilegal, rentan ditangkep, kucing2 an sama pemerintah setempat”

“Tenaang, izin mending resmi boss, biar aman, saya sama orangnya boss yg izin, bisa di atur” ucap pak haji

Namun semua sudah masuk akal, sang penadah itu menjual pasirnya ke sini, karena disamping jauh dari lokasi proyek, pak jaha pun termasuk boss pangkalan yg royal untuk selalu memenuhi pangkalannya. Semua sudah jelas. kalo jadi penadah seperti mang sobri pun bisa menghasilkan uang yg bisa dibilang cukup besar.

“Panen nih kita pak?”

“Panen lahhhhh..”

“Boss bukannya punya back hoe”? Tanya mang sobri.

“ada, sekarang nganggur diproyek, paling mang kardi yg ngurus2 back hoe itu, dia mekanik”

“Ya udah boss, mantap, back hoe punya sendiri, ga usah nyewa, pake buat gali, lumayan loh, nanti saya yg mau ngurus deh”

tentu aku tak mungkin berani mempekerjakan orang seperti penadah ini, namun memang, Jujur merupakan hal yg sangat langka bila diproyek pasir seperti ini, kita harus sering dan rajin2 mengontrol keadaan lapangan bila tak ingin kecolongan, meleng (lengah) sedikit, otomatis hilang satu atau dua yg kita punya.

Tak terasa lama ngobrol dijalan kita sudah sampai disana,

terlihat pak haji jaha, memiliki pangkalan pasir yg lebih besar dari miliknya pak haji malik,

keluar dari rumah, pak haji jaha buru2 dia bertemu dengan sobatnya pak malik untuk berpelukan dan bersalaman.

“Assalaamualaikumm.. Malikk” ucap pak jaha sambil langsung memeluk pak malik

“Waalaikum salam, waduhhh sehat mang”

“Sehat badan mah malik, kantong yg ngga sehat mah”

“Hahaha.. Bisa aja… Kegiatannya sekarang ngapain”?

” banyak kegiatan mah pak malik, tapi ga ada yg ngehasilin duit”

Hahahahaha,

aku tertawa lepas mendengar candaan pak jaha.

“Oh iya ni ha, boss yg mau ngelihat liat tanah yg atas itu, namanya ryan”

“Boleh boleh boss ryan, pak malik udah cerita banyak ke saya, silahkan masuk dulu.. Kenalkan saya jaha..”

Kami masuk ke dalam sebuah gazebo yg mirip seperti padepokan silat, karena disamping pak jaha pengusaha pasir, ia juga dikenal sebagai jawara yg ahli silat. Pak haji bercerita tentang profil pak jaha selama kami duduk di padepokan, aku lumayan kaget karena orang ini dikenal sebagai jawara.

Kami disuguhi uli dan tape yg hangat beserta kopi hitamnya. Nikmatbya bertamu disini.

Pak jaha duduk bersama kami mulai membicarakan tanahnya, ia membawa seritifikat tanahnya dan diperlihatkan kepadaku, aku senang karena surat2 tanahnya sudah sertifikat. Bukan ajb ataupun girik yg membuat kita repot buat ganti ke notarisnya.

bu haji duduk bersama tati istrinya pak jaha, mereka duduk di dalam rumah, keduanya lumayan dekat dan berteman sudah lama. Kami berbicara hangat dengan pak jaha. Orangnya sangat sopan bila berbicara. Mereka menceritakan sahabat keduanya dan membicarakan tentang cerita jawara silatnya, Memang raut wajahnya seram sebagaimana latar belakangnya jawara silat.

“Wah.. Berarti mang sobri panen terus atuh

Kalo ngejual pasirnya ke pak jaha”? Tanyaku menyeledik ditengah tengah obrolan kami.

” hehee.. Iya pak ryan.. Biasa tuhh, katanya pasirnya dari bogor pinggiran kota, punya proyek, saya ngga tahu dah karena banyak pesanan saya beli aja”

Bulls eyes.. Kataku dalam hati.. kena sudah kesaksian pak jaha ini mengenai kegiatan mang sobri sebagai penadah.

“Pantesan panen” ucapku senyum.

“Hehee.. Tapi payah lah, Pernah tuh dia digangguin sama preman sini, karena ngejual kesini sering, tapi ga pernah ngasih uang cemel, akhirnya sempet mau dihajar”

“Yg bener mang?” tanyaku mendengar cerita pak jaha.

“Iya.. saya kenal dengan premannya, suka ngeganggu usaha juga, ya saya tantang aja sekalian, hayu gelut lah moal eleh aing (hayu berantem , enggak bakalan kalah saya)’ premannya kabur pas saya bawa golok.”

Hahahahahahahah

Sontak kami semua tertawa mendengar cerita pak jaha, begitu juga mang sobri, berulang kali mang sobri menimpali cerita itu dengan ucapan “bener – bener”.

“pintain, uang rokok atuh mang, kan udah nolongin”

“Jiaahh, mang sobri juga minta rokoknya ke saya, rada bingung juga kalo saya minta rokoknya”

Lama lama Obrolan kami terasa hangat, mungkin inilah yg disebut jodoh, karena percaya atau tidak, setelah saya melihat lihat tanahnya dan merasa nyaman ngobrol dengan pak jaha, akhirnya saya memutuskan untuk membeli tanah seluas ini seminggu kemudian.

Sebelumnya, kami turun terlebih dahulu melihat lapangan, menimbang menimbang, dan menego harga, memang benar, lokasinya disebut killer position, dipinggir jalan yg menghubungkan bogor dan banten, tanahnya bersifat tinggi berbukit bukit dan bergunung gunung. Tambang pasirnya putih, bahkan mungkin tanpa di ayak (proses pembuatan pasir) sudah jadi pasir disini. Ditengah tengah gunung ada villa yg asri, yg terdiri dari dua kamar dan ruang tamu yg berbentuk bale terlihat woody.

Villa itu lah aku sering menyebutnya..

“serenade by uphills”.

Karena dikelilingi bukit yg tinggi dan terasa sejuk bila sudah ada didalam. Aku, pak jaha, mang sobri, pergi menuju villa itu melihat lihat sambil mengobrol santai divilla itu. Bu haji dan istrinya tak ikut karena ke asyikan ngobrol durumahnya.

“saya langsung manggil tukang ukur yah mang.. Tertarik nih..” ucapku spontan.

Otomatis Mang jaha dan pak haji kegirangan karena aku berminat membeli lahan ini. Mereka saling memukul paha masing2 dan saya bilang

“Awas mang, jangan sampe ciuman”

Hahahaa

Aku ersenyum melihat mereka bahagia, setelah puas aku pulangmembicrakan tentang ketertarikanku kepada istriku terhadap lahan itu, butuh waktu seminggu aku menimbang nimbang dan berpikir pikir sampai akhirnya aku memutuskan membeli tanah itu. karena istri ku percaya, ia selalu mensupport tiap keinginanku. aku menghubungi mang kardi untuk menanyakan kesehatan back hoe karena akan segera dipakai untuk menggali. Mang kardi terkejut tentang ketertarikanku terhadap tambang pasir. Dia pun sangat semangat dan bilang kalo back hoe akan siap dipakai.

Seminggu kemudian kami balik lagi ke tambang itu, pak haji malik terlihat sangat antusias, karena disamping dia mendapat persentase karena mencalo kan tanah temannya itu, iya pun berencana untuk memutar koneksi agar pasir yg kugali ini, bisa dibawa ke pangkalan pasirnya, dan hendak dijual dengan harga yg lumayan mahal. Ia mempunya banyak truk pengangkut pasir yg hendak dipakainya.

Seminggu itu disamping aku menimbang nimbang tentang lahan itu, dan setelah matang, buru2 diisi dengan pengukuran dan mengurusi surat2 di notaris,

namun seminggu ini aku jarang bertemu dengan bu haji. Seminggu itu bu haji tak pernah ikut bersama suaminya, aku pernah mengirimkan pesan whssap, namun pesan whassap itu selalu dibalas suaminya.

Hingga akhirnya… aku melihat bu haji ikut bersama suaminya kesini. Tepat seminggu setelah penyelesaian surat tanah2itu.

Ia memakai kaos kecil yg terlihat berbahan stricth berwarna putih dan berlengan panjang dan memakai jilbab hitam, seperti biasa, kaos seperti itu adalah tipe kaos yg harus dilapisi dengan blazer hitam, karena jika tidak, akan terlihat vulgar karena gundukan payudara montoknya akan sangat jelas terlihat, bisa dipastikan setiap lelaki pasti ngaceng melihat dirinya kalo tak memakai blazer itu.

Namun tetap, memakai blazer pun, busungan payudaranya tetap terlihat penuh. Ia turun dari mobil bersama suaminya, ingin aku menghampirinya, tapi pak haji terus membawa istrinya ke rumah pak jaha.

Samlai dirumah pak jaha, pak haji langsung ngobrol dengan pak jaha, aku sedang diluar berdiri ke arah bukit tanah yg terlihat indah bersama villanya.

Tak lama aku melihat bu haji lewat keluar rumah, ia melihatku, dan memanggilku. dengan hati2 melihat suaminya, aku berjalan menghampirinya.

“Kemana bu”? Karena blazernya tergeser ke samping, otomatis mataku langsung ke payudaranya yg besar tercetak di balik kaos strict putih itu.

Bu haji menutup toket itu dengan blazer hitam nya, ia melihat ke arah suaminya,

“mau beli aer minum yg dingin, dirumah pak jaha ngga ada.. Temenin yuk”.

“Yuk saya temenin” ucapku semangat.

kami berjalan beiringan ke arah warung, mengobrol obrolan ringan tentang jam berapa kami berangkat karena kami tidak berbarengan kesini melainkan memakai mobil masing2, sampai akhirnya setelah agak jauh dari rumah pak jaha aku mulai bilang..

“Huff.. Kurang asem”

“Kurang asem kenapa?” ucapnya

“Tiap ngasih pesan ke bu haji, pasti yg ngebales pak haji .” ucapku.

Bu haji tersenyum “emang kenapa’

“pengen deket aja”

“Hushh.. Ga boleh deket2 sama bini orang”

“Emang kenapa bu haji hapenya dipegang pak haji terus”

Lagi2 Bu haji tersenyum dan bilang

” akut istrinya dideketin orang kali”

Jawabannya membuat kontolku mulai ngaceng

“Katanya boleh macarin?”

“Gila, dia ngga tau aja sama reputasi kamu” ucapnya sambil mendororong bahuku

“Reputasi apa bu haji”

“Nafsuan sama bini orang”

“Uhh” mataku sayu sambil mermas kontolku.

“Iikhhhh”.. Bu haji mencubit pingggangku

” awas loh, tak laporin suamiku”

tak terasa kita sudah warung, kami menjaga sikap seperti biasa. Bu haji mengambil air dan aku membeli rokokku, diwarung, Bu haji membicarakan tentang rencana gali tambang pasir yg disini, dia ingin bulak balik ke sini menemani suaminya ke sini.

“Aku mau lah, ikut suami kesini tiap angkut pasir”

“Boleh bu haji, saya juga sering ke di sini”

Bu haji hening sejenak, ia meminum air botolnya, menyeka mulutnya, dan mengajakku pulang, dijalan dengan manja pukul2 kan botol itu ke dagunya pelan, ia melihat ke arahku dan bilang,

“Kamu tahu ga, kenapa hape ku dipegang sama pak haji”

Aku berhenti tepat disekitar mobil parkir, agak jauh dari rumah pak jaha, sehingga posisi kami tak terlihat orang,

“Kenapa bu haji?”

Ia masih dengan memukul mukulkan botol itu pelan kedagunya..

“Gara2 kamu bilang mau macarin aku,” ucapnya pelan sambil senyum.

“Masa bu haji?”

“Walau becanda, tapi dia khawatir… Takut istrinya di ambil orang”

Ia tersenyum, “dia agak possesif.. Kamu bilang mau macarin aku’

“Dia agak curiga?” tanyaku.

“Bukan agak tapi hampir..” ucapnya yg diiringi tertawa pelan kami berdua..

“Tapii..

“Tapi apa..”?

“Bukan masalah yg ngegodanya, tapi takut akunya yg mau”

“Yg ngegodain aku banyak, tapi pak haji takut akunya yg mau” lanjutnya pelan

Aku mulai ngaceng

“Bu haji mau ?”..

Ucapku meremas selangkanganku..

” kamu mau hmmm?”

Sambil melihat cetakan toketnya yg penuh. Terang terangan aku meremas kontolku didepannya

” kamu mau macarin istri orang”

“Ahh shhh”

Semakin kencang aku mengocok kontolku, bu haji tersenyum manja

Ia mengangkat jilbab hitamnya pelanke atas menelanjangi lehernya, keringat dileher membuat kulit lehernya terlihat berkilau..

“Kamu tahu.. Aku bukan sekedar istri orang ryan..”

keringat dari lehernya itu ia seka, ia usapkan ke kaos strict putih di sekitar ketiaknya, toket montok montoknya semakin jelas kulihat karena blazer nya ia singkirkan.

” aku istrinya pak haji

Ia mengangkat lengan bahunya ke atas dan mencium ketiaknya..

Oh God.. Shhhhh

“Bininya pak haji..”

Bu haji tersenyum, Ia turunkan jilbabnya kebawah, dan pergi meninggalkanku.. Ia menatap kebelakang sambil berjalan.. Meninggalkanku ngaceng sendirian di parkiran mobil ini.

 

===

Kami memang datang ke tempat itu pagi2, sehingga banyak hal yg kami lakukan, bahkan mang jaha dan istrinya menjamu kami dengan nasi liwet, dan berniat makan di villa ditengah2 bukit itu.

Aku memang sangat senang dengan budaya daerahku, budaya persahabatannya, budaya keramahannya, tentu pembicaraan kami sebenarnya memakai bahasa sunda namun sudah diterjemahkan. Kami sangat suka kebersamaan, terutama dengan makan makanan kami.

Kami mempunyai kuliner yg terbaik didunia, nasi liwet ini merupakan favorit kebanyakan masarakat sunda, mungkin tauco cianjur juga bisa termasuk hahaaa.

Bu haji mengipasi nasi liwet lewat dendeng yg berbentuk khusus bulat dan lonjong itu, mungkin bentuk dendeng seperti itu bisa menambah khas kenikmatan liwet itu sendiri, ia mengipasi nasi itu dengan melepas blazernya, otomatis, dua gunung montoknya bergoyang goyang,

Ah damn, kenapa dia harus melepas blazer itu. sungguh indah toket itu bergoyang kesana kemari. ketika sedang mengobrol, pak haji sedang ada didalam, dan pak jaha mengobrol berdua denganku , kami memang ngeliwet di depan rumah agar lebih hangat suasananya. Bu haji merasa dilihat olehku, namun ia membiarkan payudaranya dilihat olehku, istri haji malik itu melihat ku dan melanjutkan kipasannya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

Kami makan dengan hangatnya hari itu, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, banyak dari kolega dan teman pak jaha datang babacakan. Mungkin sekalian merayakan sukuran tanah pak jaha. Tentu aku ingin dekat dengan warga sekitar, karena ingin lancar disini.

Kami lumayan lelah, karena sebelum ke villa ini, aku dan pak jaha serta pak haji berkeliling tanah ini yg memang sangat luas, dan berbukit bukit. Sehingga disungguhi makanan nikmat seperti ini dengan lahap dan cepat kami menghabiskannya.

Selsesai makan, semua mulai berpencar, sedikit demi sedikit villa pun sepi, karena hari menjelang siang, kebanyakan mereka ingin beristirahat dirumah, aku pak haji dan pak jaha masih ngobrol disini, bu haji dan istri pak jaha rapih2 dari sisa makan, sambil mengobrol aku melihat bu haji memakai blazer nya dari makan bersama lagi, karena tentu ia tak ingin terlihat vulgar dilihat koleganya pak jaha, pak haji berbicara kepadaku.

“RYan, nanti kira2 mau bikin bak dan tempat ayaknya sebelah mana dulu?” tanya pak haji.

Aku melihat bukit yg sebelah kiri yg terlihat landai turun langsung menuju jalan utama. Aku berniat membuat jalan terlebih dahulu untuk truk yg ingin mengangkut pasir, setelah itu, aku sudah menemukan spot yg tepat untuk membuat bak dan tempat ayakan pasir.

Bu haji dan istrinya pak jaha datang duduk bersama kami didepan, mereka mendengar rencanaku yg mungkin bisa disebut little meeting itu, ide demi ide datang dari mereka satu persatu mulai dari pak jaha dan bu haji, sehingga semakin matang aku merencanakan penggalian ini.

“Yuk.. Kita ke sana.. Ngeliat tempat buat dijadiin bak” ajak pak haji

“Hayu..” ucap pak jaha.

“Duh aku masih kenyangan pak haji, nanti aja deh aku nyusul, duluan aja..”

“Yaahh.. Ya udah atuh.. Berarti diukur aja dulu yah sama kita ” ucap pak haji

“Oke deh, disini aja dulu boss, saya ukur dulu sama pak malik” ucap pak jaha.

“Ya sudah, nanti saya nyusul”

Mereka meninggalkan villa, menuju ke atas bukit sebelah kiri. Nampak sangat sanagt, karena kebetulan siang itu agak mendung.

“Mereka cepet banget turun nasinya, saya aja masih kekenyangan” kata bu tati istri pak jaha. Ia sudah terlihat tua karena seumuran dengan suaminya yg berumur sekitar 64-65 tahun.

“Biasaa buu, lagi semangat semangatnya, mereka kan lagi seneng” ucapku.

“Iya.. Tapi tapi ngga segitunya, nasi juga belum turun.. turun dulu dong nasinya, tar pada turun bero lagi.”

Hahahahaa..

Bu haji tertawa sambil masuk kedalam, aku melihat nya ia berjalan mengambil air dari dispenser, setelah minum , ia melihatku, blazernya ia buka sambil melihat ku sejenak dan memasuki kamar.

“Bu elis mau istirahatan dikamar” ucap bu tati.

“Iya buu.. Ngantuk sebentar” jawab bu haji dari dalam

“Aku harus melihat cucuku, soalnya bandel takut ngacak2 rumah, ibunya ga ada soalnya”

Ucapnya sambil berdiri mengambil sendal dan dendeng bekas liwet tadi,

“,ya udah bu, ngga apa2”

“Pak ryan, mau istirahat dirumah saya?”

Tanyanya sambil mentetenteng dendeng itu. Mungkin ia khawatir kalo aku berdua saja Dengan bu haji elis disini

“Ohh.. Ngga pa2 bu.. saya mau nyusul koq si bapak ke sana”

Mendengar penjelasanku, bu tati paham dan beranjak pergi menuju rumahnya,

aku melihat pak haji dan pak jaha di kejauhan atas bukit itu dari sini. Karena posisi villa ini dikelilingi bukit, aku bisa melihat mereka disini sambil mengukur tanah yg hendak dijadikan bak, aku bahkan dengan jelas mendengar suara mereka, walau dari kejauhan.

beberapa saat kemudian karena suasana sepi, tiba2 bu haji keluar kamar dan berdiri di pintu rumah,

“Bu tati pulang?” ucapnya pelan. toketnya sangat vulgar kulihat dari kaos stricth putih lengan panjang itu. Karena blazer nya dilepas.

“Baru aja, katanya liat cucunya ” ucapku.

” sepi” ucapnya pelan, ia mengapitkan lengannya sambil melihat ke atas bukit, ia melihat suaminya dan pak jaha sedang mengukur tanah di atas bukit,

“Keliatan yah dari sini” ucapnya pelan.

“Iya bu haji, keliatan” ucapku.

“Kalo mereka turun kita bisa ngeliat,”

“villa bagus” ucapnya melihat ku sejenak dan masuk kedalam.

ucapannya seperti undangan buat kontolku ketika ia masuk kedalam, aku yg mulai ngaceng melihat busungan toketnya tadi, aku berdiri menghampirinya masuk ke dalam rumah,

bu haji masuk ke salah satu kamar yg ada jendelanya, ada suaminya terlihat yg sedang berdiri diatas bukit dari jendela itu.

“ngapain kamu”?

bisiknya pelan sambil berdiri di dekat jendela, Aku menghampirinya, menempelkan dadaku ke busungan toketnya.

” macarin bu haji” bisikku

Bu haji menunduk melihat toketnya menempel didadaku, “macarin istri orang”? tanyanya pelan dan manja

Aku cium bibirnya, kepalanya yg berjilbab bergetar menyambut ciumanku. diiringi suara ‘hmmfft’, kepala kami mulai miring, lidahku menyapu nyapu bibir dalamnya, bu haji memejamkan matanya sambil menyambut sapuan lidahku dengan lidahnya, ahhh plokkkhh, bu haji melepas ciumannya,

Matanya sayu, suara bergetar dia bilang.. “Uughh jangan lagi” ucapnya menunduk, wajahnya beralih keluar jendela melihat suaminya diatas bukit, aku pojokkan ia ke dinding toketnya semakin menempel dadaku,

“Bu haji benerr.. Suamimu keliatan dari sini” aku jilat pipinya sampai pinggiran jilbabnya “shh.. aku bisa macarin istrinya sepuas puasnya, ” aku jilat2i wajahnya penuh nafsu. “Istrinya yg montok ini”

“Gila” ucapnya terdiam menerima jilatan nakalku

Ah ah ah lick lick slrupp ahhh ryanhh.. Beetubi tubi aku menjilati wajahnya.

Aku lepaskan jilatanku, wajah bu haji terlihat agak basah karena air ludahku, tampilan hot ini ditambanh dengan sebagian pinggiran jilbabnya acak2 an karena ulahku.

Aku angkat kaos putih nya ke atas, mulai terlihat pusarnya dan perut putih mulusnya sambil bilang,

” bu haji kan bukan sekedar istri orang ”

Aku angkat kaos nya je angkat sampai menelanjangi toketnya, “ahhh” ia menjerit pelan

“Tapi… Istrinya pak haji”

Uhhh toketnya dibungkus bra hitam berenda putih,

Ohh betapa besar toket itu, putih mulus dan belahan dadanya sangat dalam itu menandakan besarnya toket milik haji malik itu

” bu hajii”

Aku mulai jilat jilati atasan toket montok itu

shhh slrupp slruppl shhhh,

aku buka tali branya, toketnya yg berpentil coklat itu terlihat, pentil itu terletak tepat di gunungan susunya yg montok, aku genggam kedua susu itu dengan kedua tanganku, aku melihat wajahnya sayu melihat toket besarnya diremas lelaki lain selain suaminya,

Shhhhh ahhhhhh

Clokk

Ahhhj

Clokkkk

Ahhhhhh

Clokkk

Ahhhh

Aku menyusu di toketnya dengan penuh nafsu.

Bu haji menjerit saat susunya ku caplok kusedot sedot putingnya, tangannya mengusap usap kepalaku. Okhhh shhh okhhh shhh slrup slruphh slruphh ohhkhhh

Dari caplokan puting aku jilat memanjang toketnya sampai ke atas lehernya untuk merasakan kecut keringat nya,

Ahhhhh

wangi aroma bini haji malik ini membuat kontolku sesak, bu haji mulai meremas selangkanganku, memegang kontolku dan mengocok ngocoknya dibalik celana

slek slek ahhh “panjang” ucapnya.

Aku jilat jilati leher dan susunya merasakan aroma tubuhnya,jilbabnya masih menempel dikepalanya sambil sesekali ia melihat ke luar jendela arah suaminya, tangannya masih mengocok ngocok kontolku diluar celana.

“Bu haji mau aku pacarin”? Ucapku sambil mengoleskan lidahku ditoketnya.

Bu haji menjawab pertanyaanku dengan swmakin mengencangkan genggaman tangannya dikontolku ” ahh” ia buka seletingny, ia rogoh dan pelan pelan mengeluarkan kontolku dari dalam “akhh” .. Ia mulai genggam kontolku telanjang dan merasakan uratnya.

“Maksud kamu macarin..”

Ia kocok kocok kontolku,

“artinya ngewein kan ,.. Hmmm..”

lanjutnya sambil semakin cepat ia mengocok ngocok kontolku,

“Kamu pengen Ngewein istri orang ryan…. Pake kontol gede kamu”

Ahhh shhh…”

Bu haji meLudahi kontolku, ludahnya turun dari mulut menuju batang kontolku dan mengocoknya kencang,

okhhh shhh okhhh shhh okhhh

Slek slek slek slek slek slek ahhh

Aku caplok kembali toketnya penuh nafsu, peluhnya semakin bannyak, keringat ini ini terasa nikmat,

Slruuppp slruuppp

Slruppp slruiphhh

Shhhh aha ahh aghh ughh ughh ughhh shhhhh.

Bu haji melepaskan kocokannya, ia beranjak pergi dan duduk diatas kasur,

toketnya terekspos vulgar , basah jarena air ludahku, jilbabnya acak2an, ia sandarkan badanya dengan kedua tangan dibelakang,

Aku acungkan kontolku yg basah karena air ludahnya, keras menantang ke arah kepalanya yg berjilbab

“Pak haji masih disana”?

Tanyanya pelan sambil melihat kontolku yg Aku kocok2 didepan wajahnya. Aku melihat ke arah jendela dan melihat suaminya masih sibuk berdiri disana dengan pak jaha.

” masihh…. ” ucapku,

bu haji memegang kontolku mengocoknya perlahan.

“Masukin bu ke mulut bu hajii” perintahku.

Ia membuka mulutnya, mengeluarkan lidahnya kesana kemari seakan akan menggodaku , nikmat bila lidah itu menyapu nyapu batang kontolku,

“ke sini?” tanyanya

“Shhhh.. Iyaahh”

Bu haji masih mengocok kontolku, ia berbicara pelan dekat sekali dengan ujung lubang kencingnya.

‘berani banget kamu bilang ke suamiku mau macarin aku”

Ia menjilat ujung kontolku,

slickk hmm,

ia mengangkat kontolku ke atas melewati pusarku,

“Kamu mau macari istrinya”

Ia jilat belakang kontolku ke atas

Slickkk shhhhhhh

“Macarin maksud nya ngewein”?

Ia jilat lagi sampai lubang kencingku, ia putar putar lidahnya dilubang kencing itu sampai mengelilingi kepala kontolku

Ahhhhhkhhhh shhhhhhhh.. Aku linu kelojotan tak tertahan

“Iya kan.. Maksudnya ngewein aku, pake kontol gede gini ”

Bu haji mengusap belakang kontolku memanjang dari atas kebawah, ia caplok pelirku, ia caplok bijinya, diiringi jilatan sapuan lidah basahnya,

Cloppp.. Shhh slrlurrulphh ahhh ahhhhhhhhh

“hmmmm, kamu nafsu banget sama aku, mau macarin aku, mau ngentotin bini orang”

Bu haji mengeluarkan lidahnya dan menyapu belakang kontolku memanjang ke atas, pelan namun basah, lidahnya menjilat jilati urat kontolku

Shh ahh shh ahh shhh aaahh

Ahh ahh ahhh

Ahh ahhh ahhhh

Ahh ahh ahhh

Aku kelojotan sampai memegang kepala jilbabnya, dan dengan sekali gerakan, bu haji langsung memasukan kontolku jauh kedalam mulutnya,

KLOQ KLOQ KLOQQ SHHH,

hampir setengah kontolku masuk kedalam mulutnya dan melesak kedalam tenggorokan.

AKHHHHHH

Nakall kamuu.. Mesuuummm”

KLOQQ KLOQQ KLOQQ KLIQQQ KLOQQQ KLOQQQ

KLOQQ KLOQQ KLOQQQ KLOQQQQ

KLOQQQ KLOQQQ KLOQQQQQ KLOQQQQQ

ia deepthroath kontolku tanpa ampun, sampai hampir setengah kontolku masuk menyentuh kedalam tenggorokannya

Fuck fuck fuck fuck fuckk

Uhukk uhukkk akhhhhh, ia terbatuk, matanya merah dan ber air, ia melepaskan deepthroathnya.

Ahh ahhkhhh shhhhhhh

sambil mengocok shhhhhhhhh bu haji mulai mem blow batangku perlahan, kontolku disepongnya dengan penuh nafsu, aku mulai memegang kepala berjilbnya dan mulai mengentoti mulutnya,

Slruupp

Slrupppppp

Slruuuppppp

Slruppppppp

Ahhh

Fucj fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck fuck fuck

Fuck fuck fuck fuckk

Ahhhhhhh

Slrupp

Slrupppp

Alruppppppppppp

Sllruppppppppppp AKHHHHHHHHHHH

masih menyepong kontolku, bu haji membuka celananya, celana dalam warna hitam terlihat menggunung itu menandakan betapa tembem isinya, aku raba gunungan celana dalam itu sambil bilang

“ahhh memek gemukkk”

Aku gesek2 an kontolku diseluruh wajahnya, karena gemas, bahkan mengenai pinggiran jilbabnya,

Aku usap usap diseluruh wajahnya sambil menggesek gesek memeknya. Kemudian aku pukul pukulkan kontolku di toketnya,

Plak plak plakk ahhhhhhh

Nafsu hewani menyelimuti kami, tanpa disuruh, bu haji menjepit kontolku ditengah toket montoknya itu, ia jepit ia entot kontolku goyang naik turuN.

SLEK SLEK SLEK SLEK SLEK AHHH

SLEK SLEK

Ahhh ahha hhh ahhh ahhh

Ahh ahhh ahhh ahhh

Puhhh shhhhhhhh

CLOK CLOK CLOK CLOK CLOKK

OHHHHH

istri pak haji malik itu sangat nafsu menjepit kontolku, saku kelojotan dibuatnya

“ohh kontol kamu nafsuuuiinn shhh” jeritnya keras.

Bu haji berdiri, sambil menciumku, ia turunkan celana dalamnya kebawah, kemudian ia duduk kembali ditepian kasur memperlihatkan memek tembemnya.

“Kamu suka memek gemuk ” ia menggesek gesek memeknya.

Akhhh aku goyang goyangkan kontolku sambil melihat memek itu.

“Kata kamu ini memek gemuk”

iyaaaaa”

Shhhh

Aku mengocok ngocok kontolku.

“enak kalo di ewein kontol gede kamu hmm” bisiknya manja

” coba lagi bu haji”

Aku mulai menempel kontolku diatas memek tembemnya, kontolku memanjang melewati pusarnya, aku gesek gesek

Bu haji menamparku

Plakkk

“Nakal.. Memek tembem punya orang mau di ewein..

Aku gesek2 kembali di gerbang memek gemuk itu. bu haji meracau tak jelass

” shhh uuhhh shhh

shhhuhhPake kontol gede..”

shhhuhhhhhh

kupukul pukul pelan memek gemuk itu “palk plak plak” ahhh shhh masukin ryaannn

Mulai kumasukan perlahan kepala kontolku kedalam, bu haji mulai meracau tak jelass.. Akhhhhh shhh akkhhh fgdjdkdldldl.

Terasa legit memek gemuk milik istri haji malik ini nikmat, aku mulai lesakan keseluruhan kontolku masuk kedalam, bu haji menjerit kencang

“AKHHHHHHHHHH SHHHHHH

” UHHHHH PENNNHUUUHH RYAAN”

mulai ku ewe kencang, toketnya bergoyang goyang, bini haji malik ini meracau tak jelas

OKHHH OKHHH OKHHH FULLL OKHHHH MOKHHH OKHHH OKHHH OKHHH OKHHH PENUH AHH SHHHH AHHHJ

Ku cekik lehernya pelan, ku goyang lebih cepat, bu haji kelojotan tak terkira, sampai matanya memutih

AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH

PLOKKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKKK

UHHH SHHH AHHHH

“Kontol kamu keras banget sihh, kamu pasti seneng sama memek gemuk..”

PLOK PLOKKK PLOKK PLOKK PLOKK

“Kamu seneng sama memek gemuk aku.. Full sama kontol kamu uuuhhhhhhh shhhhhhhh

AKHHHHHHHH ga kuattttttttt SHHHHHH OHHHHHHHHHHH

Bu haji bergetar getar, menerima serangan orgasm yg melandanya, ahhhhh ahhh ahhhhh

Aku kalahh” ucapnya

Ia nenggigit jarinya

aku cabut kontolku sejenak, dan melihat keluar jendela, suaminya terlihat masih ada disana, aku melihat bu haji menggigit jarinya sambil memejamkan matanya, aku hampiri ia, aku balik membelakangiku, dengan sendirinya ia menungging ditepian kasur itu, aku masukan kontolku AHHHHHH bu haji menjerit kembali di ewe

Aku ewe dengan gaya anjing .

AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH

Shhhhhhhhh shhh oh AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH SHHH

ENAKKK RYAAANN SHHHH AHHH AH

aku tampar pantat montoknya sampai menimbulkan bekas merah disana

PLAKKK

AHHHH

PLAKKKK

AHHHHHH

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOKK

PLOK PLOKKK PLOKK PLOKKKKKK

suara kontolku berubi tubi menghajar memek gemuk istri haji malik ini yg membuatku gemas dari tadi.

Akhh shhh akhhh shhh akhhhhh, nikmat bu hajiiii akhh shhh ahhhh shhh akhhhh”

Ughhhhhh.. Aku jilati punggung mulusnya

Aku mencabut kontolku..

dan duduk dipinggiran kasur, bu haji berdiri sambil melepas jilbabnya namun tersangkut di bahunya.

Aku duduk dengan kontol yg ngacung basah ke atas menantang tubuh montoknya yg berdiri,

dengan mata sayu bu haji mwnghampiriku, mulai menduduki kontolku, ia angkat tangannya ke atas, ia posisikan memek gemuknya di atas kontolku,

Ia sodorkan toketnya untuk ku sedot, aku caplok seperti bayi kelaparan, tangannya masih ia angkat ke atas, dari toket aku jilati ketiak merasakan wangi keringatnya, shhh uuhh lick shhhh ahhhhhh

Ia turunkan pantatnya kebawah, kontolku mulai membelah memeknya ia masukkan kontolku kedalam

BELSSHHHH

AHHH

“Shhh enak sayang memek gemuk”

“Shhh banget bu hajiii”

Bu haji mengangkat tetap tangannya ke atas sambil menggoyang kontolku, lama aku menyetubuhinya dengan posisi Ini.

Shhh ahhhhh

Shhh ahhhhh

“Enak macarin aku ryan”

Shhhh ahhhhh

Shhh ahhhhh

“Macarin istri orang… pake kontol gede” uhhhh

Shh ahhhh

Shhhh ahhhhhhh

Shhh ahhhh shh ahhhh

“Iyahhh buuuu…

OKHHH”

Crottt crott crtottttt

Wajahku menempel di dada bu haji merasakan nikmat orgasm yg melandaku, spermaku bergalon galon memasuki memknya, bu haji memelukku, aku menciumi toket dan leher nya,

“Ohh.. Aku bisa hamil .” ucapnya meraskan pejuku memasuki memeknya

Shhh shhh okhhh

“Hot bu haji”

Bu haji mencubit, pahaku kerasss, dan mencabut batangku keluar, terlihat sperma putih mengalir kental dari dalam memeknya keluar, ia berdiri didekat jendela, melihat ke arah suaminya yg masih sedang berdiri disana, aku melihat tubuh montoknya berdiri bermandikan air keringat yg terlihat berkilau,

Karena membelakangiku,

pantat montoknya terlihat, aku mengocok kembali mengingat anal chery nya, bu haji melihatku kebelakang mempehatikan pantat montoknya, bu haji meremas pipi pantat itu..

“Kamu mau chery aku,?”….. bawa aku ryan dari sini, curi aku, ambil aku”

ucapnya sambil mengusap usap pipi pantatnya.

“Aku pasti menjerit kencang” bisiknya manja

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo