loading...

Aku usap2 kembali batang kontolku yg sudah keras ini sampai aku duduk di kursi tamu, berharap bu haji kembali ke sini. Namun setelah hampit dua menit ia tetap tak kunjung datang.

Mungkin ia sedang menyiapkan sesuatu untuk suaminya. Tak sopan bila aku coba2 pergi ke dapurnya untuk melihat lihat. Tetap aku duduk di sini namun batangku tak sepenuhnya lemas, ia naik turun sepanjang aku mengingat kembali kejadian tadi.

Suara anak2 supir truk gila masih terdengar becanda diluar, tak terasa, gerimis kecil yg tadi muncul nampaknya malah semakin membesar. Aku kabari keluargaku kalo aku masih dirumah pak haji. Well.. We have to do what we have to do. disini memang sedang ada urusan yg harus aku selesaikan.

Suasana rumah ini mendadak berubah seperti sin city. Cahaya lampu remangnya justru seperti menambah ke erotisan ruangan ini. Foto keluarga bu haji dengan suami tercintanya terpajang dimana mana di dinding rumah ini.

“Ryaaan… Siniiii..”

Suara pak haji memanggilku dari arah dapur. “Iyaa pak hajii..”

“Sini niih .. Ada kueh lopiss, makan dulu ke sinii..”

“Yaa..”

Aku beranjak dari kursi menuju dapur, rumahnya memang panjang kebelakang, disepanjang jalan terdapat kamar2 putra putrinya yg malam ini sedang menginap dirumah saudaranya. Aku memasuki dapur dan menemukan pak haji masih mengoprak oprek pompa sanyo klassik yg tergeletak di dipojok kiri dapur. Ia duduk berjongkok dan melihatku memasuki dapur.

“Hayuu.. Makan dulu.. Ada kueh lopis sama nasgor tuh..”

“Aduhh pak haji.. Makasih makasih masih kenyang..”

“Udahhh hayuuu..” ucap bu haji yg sedang menyiapkan makanan ditempat makan, dapur ini seperti gerbong kereta api yg memanjang ke samping. Jarak antara tempat pompa sanyo pak haji itu lumayan jauh ke tempat meja makan dimana bu haji berdiri. Yg membuatku kaget, bu haji menutupi lengan mulus telanjangnya itu dengan kain tipis seperti kerudung.

Hmmm.. Apa itu atas suruhan suaminya?. Atau suaminya merasa cemburu saat mataku teranng2an melihat lengan mulus istrinya tadi?. Apa mereka sempat beragumentasi disini?. Hmmm mungkinn.. Pak haji takut bila aku menggoda istrinya.

Benar kata dugaanku, aku melihat diraut wajahnya tadi, ada raut takut saat pak haji membangunkanku dikontrakan.

“Sanyonya udah beres pak haji..?” tanyaku.

“Belum.. Ini dari otomatisnya rusak trus merembet kemana mana soalnya mesinnya hidup terus,”

“Coba saya liat..” ucapku menghampirinya.

“Makan dulu ryan..” tawar bu haji.. “Tau tuh si bapak dari tadi ngoprak ngoprek terus ga bisa bisa”

“Iya bu haji, nanti aja tadi udah ngopi masih kenyang..coba saya liat pak haji” jawabku sambil ikut berjongkok menyentuh pompa classic itu.

Bu haji ddngan rapih dan telaten merapihkan makanan di meja makan. Dengan penampilannya yg lebih sopan menutupi lengan telanjangnya tadi dengan kain kerudung warna abu abu itu. Sambil sesekali kami saling tawa jawab ringan dan menawariku menginap disini.

“Walah.. Ini mah dudukannya pak haji, karena bergetar getar.. Plus harus diganti dulu otomatisnya. ”

“Terus gimana”?

” harus dipindahin dulu sanyonya ketempat lain, biar ga terlalu bergetar getar dan konslet,”

“Walah berat atuh ryan kalo harus di angkat..”

“Bearti harus saya yg ngangkat, pak haji ambil otomatisnya dulu” jawabku

” hmmm.. Payah si bapak mah, ngangkat sanyo kaya gitu aja ga kuat” ucap istrinya dari meja sambil melihatku.

“Aku aja yg angkat bu haji’ ucapku balik menatapnya.

Aku singkapkan lengan kaosku ke atas, bicep ku yg sehari hari dilatih ini terlihat olehnya. Bu haji memperhatikanku dari meja makan tempat ia menyiapkan makan malam.

“wihhh.. Jadi ototnya ryann..”

Ucap Pak haji tersenyum sambil berdiri menuju kamar depannya, mungkin ini salah satu alasan kenapa ia begitu takut bila aku berdekatan ddngan istrinya.

Tapi.. Bu haji melihatku sambil memegang lengannya yg tertutup kerudung itu. Aku mulai salah fokus, sambil mengangkat sanyo itu menuju pojokan ketempat bu haji berdiri aku melihat kaos hitam kecilnnya. Bahu telanjangnya memang tertutup kerudung tipis abu2 itu. Tapi tidak dengan celah hitam belahan dada montoknya. Celah hitam Toket itu begitu dalam mengganggu konsentrasiku mengangkat sanyo klassik ini.

“Iya lah masih muda” ucap istrinya yg memperhatikan bicepku. “Coba bapak sekuat itu” lanjutnya.

“Hehee.. saya mau ambil otomatis dulu.”

Masih mengangkat sanyo itu. Aku bawa ke sisi pojok tempat meja makan dimana bu haji berdiri. Suaminya sudah ke dalam, bu haji msih menatap bicepku sambil bilang pelan..

“Hmm.. Koq aku ga nyadar, otot kamu bagus gitu” ucapnya pelan dan senyum sambil memegang lengan kirinya dengan telapak tangannya. Akibat posenya itu, gunungan susunya semakin membesar, celah hitamnya semakin dalam.

Aku taruh sanyo itu ke bawah, aku jawab peetanyaannya dengan kembali menatapnya. Lama aku menatapnya sambil melihat celah hitam belahan toketnya dan lengan yg tertutup kain tipis itu.

“Koq ditutup bu haji?” tanyaku.

“Suamiku cemburu.. tadi ngeliat kamu nikmatin banget ngeliat lengan mulus aku”.

Ahh.. Juniorku kembali bangkit. Terus aku menatap lengan yg masih tertutup kain itu, sambil sesekali bu haji menggodaku dengan sedikit membuka kain tipis itu membuka bahunya kemudia menutupnya kembali.

‘Kayanya kalo lengan otot aku ditempelin ke lengan bu haji enak banget deh” ucapku menggodanya ddngan meremas remas selangknganku didepannya.

“Masa sih..?’ dengan tenang dan pelan ia ” flashing” membuka kain tipis itu sambil sesekali melihat ke arah pintu dapur suaminya keluar tadi. Dengan gelagat yg menggoda Ia ‘flashing’ lengan telanjang itu dan menutupnya kembali. Ia tatap bicepku sambil melihat lengan ototku.

“,hmmm … Iyaa.. Kayanya pantes, pass, …

“lengan bu haji kan putih mulus .. terus ditempelin sama ototku..hmm ”

Aku menghampirinya, sambil bilang pelan2 dengan gelagat malu2 bu haji bilang ” tapi kan tadi suruh ditutup sama suami.. Ku ..

ahhh”

Srettt

Ku singkirkan kain tipis itu membuka lengan telanjangnya kebawah, bu haji mendesah.. Hmm lengan putih mulus montok itu terlihat lagi olehku.

“Abisnya kamu sih, ngeliatin bininya nafsu banget tadi..’

‘,” masa sih.. “/, aku usapkan punggung tanganku menyentuh lengan telanjang itu. Aku raba perlahan dan sesekali meremasnya sambil mendengar sedikit desahannya..

” iyahh.. Dia kan jadi takut, klo cowo gagah kaya kamu sampe ngegodain bininya”

Terus aku usap lengan telanjang itu, kemudian aku tempelkan lengan mulus itu dengan lenganku dengan berdiri disampingnya.

“Bahaya kan kalo cowo berotot kaya kamu sampe Ngegodain bininya”

Aku gesek2an lengan mulus telanjang itu dengan lenganku yg berotot. Ahhh sjhhhh. Agak keras bu haji mendesah. Sensasinya melihat lengan montok itu bergesekan dengan lenganku membuat kontolku keras.

‘Mangkanya dia nutupin, takut kamu mau” desahnya manja.

Aku angkat lengannya ke atas, terlihat ketiaknya yg dihiasi beberapa helai rambut tipis keriting itu. Ketika ku angkat, aku cium lengan telanjangnya itu pelan, dan menjilatnya perlahan menuju ketiaknya. AHhhhh..

Shhh shhhh shhhh.. Tu kaan kamu nafsu kan sama bininya”

Aku nikmati lengan telanjangnya itu sambil sesekali menjilatnya bertubi tubi,

“Hati2 sayang” ucapnya berbisik mengingatkanku kalo pak haji bisa saja langsung masuk tiba2 ke sini. Aku turunkan lengannya, sudah terlihat sangat basah lengan telanjang itu memgkilap karena jilatanku, sambil melihat ke arah pintu suaminya. bu haji menggenggam kontolku yg tercetak dicelana karet ini. Ia genggam sekali dan melepasnya, ia tutup kembali lengan telanjangnya yg sudah basah karena cipokanku itu oleh kain tipisnya, dan mendorongku menuju dudukan sanyo pompa yg kubawa tadi.

Pak haji datang. Bu haji bersikap sebiasa mungkin dengan menyiapkan makanannya,

Ia memberitahuku kalo otomatisnya tidak ada di rumah, ia harus mengambilnya digudang depan yg trrletak tepat di disampinng warung pangkalan pasir tempat anak2 ngumpul itu.

Karena merasa tanggung dengan kejadian tadi, aku suruh pak haji mengambil sekarang dengan alasan aku ingin segera pulang. Pak haji berpikir sejenak sambil memaksaku untuk menginap saja, bu haji melihatku. Ia beranjak dari dapur menuju ruang tengah meninggalkan aku dan pak haji.

“Mau pulang aja deh pak haji, besok siang baru kita berangkat ke cilangkap” jawabku menolak tawarannya.

“Yahh.. Padahal udah malem..”

“Ambil aja otomatisnya sekarang pak haji, mumpung saya masih disini..” ucapku.

Pak haji berpikir sejenak kemudian bilang..’ ya udah saya ambil’..

Aku merapihkan dudukan sanyo sambil mengangkat nya kembali menunggu pak haji keluar rumah. Setelah keluar aku merasa penisku masih terasa keras karena remasan tadi. Aku penasaran apakah pak haji melihat cetakan kontolku karena diremas istrinya tadi.

Setelah menaruh dudukan sanyo, aku memastikan kalo pak haji sudah keluar rumah. Setelah memastkan, aku beranjak menuju ruang tengah mencari istrinya. Kemana dia sekarang?. Nampaknya Bu haji pun mencariku setelah memastikan suaminya keluar, karena kami sama2 bertemu tepat didepan pintu kamarnya.

Ia buka kembali kain tipis itu membuka lengan telanjangnya, yg membuatku kaget, ia sudah ganti kaos hitam tadi dengan tanktop seksi yg bukan saja memperlihatkan lengan telanjangnya namun lekuk tubuh montoknya yg seksi. membuatku semakin nafsu. sambil berjalan menuju dirinya bu haji membusungkan dadanya dan mencium bahu telanjangnya.

‘Hmmm.. ,padahal udah salin mau tidur tapi kayanya ada yg mau” ucapnya pelan.

Setelah mendekatinya dipintu kamar, bu haji masih mencium bahu telanjangnya ..

“Suamiku udah keluar..” ucapnya sambil ia busungkan toketnya, dan ia berbisik.. “Tapi kayanya ada yg nafsu sama istrinya”

Ohh dengan itu aku cium bibirnya bertubi tubi..lidahku masuk menghajar lidahnya, srpp slruppp shhh. Bu haji mendesah dalam. Sambil mencium nya aku masukan tanganku ke dalam tank topnya dari bawah, aku raih toket montoknya, aku remas toket montok telanjang itu kerasss..

Ahhh shhhh.. Ohhh shhh

Lidah kami saling bertukar, ludah kami saling bertukar, wangi tubuhnya tercium nikmat seiring remasan toketku yg bertubi tubi keras.

Bu haji melepas pertukaran ludah kami, ia bahkan melepas tanganku yg menjerat toket montoknya.

“Kalo masih nafsu remes toket aku ke sini..” ucapnya sambil beranjak ke salah satu kamar dirumah yg panjang ini.

Rupanya ini adalah kamar tamunya yg tepat menghadap ke arah warung pangkalan pasir suaminya, rupanya ada jendela yg bisa melihat ke arah warung itu, kita bisa melihat gerak gerik diwarung itu. bila sewaktu suaminya pulang, akan terlihat.

Bu haji berdiri membelakangiku tepat di depan jendela melihat ke arah warung tempat suaminya mengambil otomatis itu. Kami melihat suaminya malah diajak ngobrol oleh para sopir truk setelah ngambil otomatis itu. Bu haji melihat ke belakang, ia memakai sarung batik coklat yg membungkus pantat montoknya.

“Aman kan. Dia malah ngobrol sama temennya,,”

Aku buka celanaku membebaskan kontolku yg ngacung keras karena melihat istri haji malik ini ddngan pantat montoknya sambil melihat suaminya di warung.

Aku menghampirinya, bu haji melihatku yg menurunkan sarung batik itu kebawah dengan sekali tarikan dan menelanjangi pantat montoknya.

Ohh ia tak memakai celana dalam, bu haji melihatku yg nafsu melihat pantatnya sambil bilang “shhhhhh”.

” suamiku benar satu hal, dan salah dua hal”

Kutampar pantat montok itu gebu “ahh plakkkk”

“Apa bu haji” plakk plakk plakkk..

pantat itu bergetar hot seiringan tamparanku..

“Dia bener, karena kamu memang nafsu ngeliatin bininya..,”

Aku remas pantat montok itu sambil mengocok ngocok kontolku.. Shhhh

“Tapi dia salah.. kalo yg nafsu sama bininya itu kamu.. kontol nya gede bikin enak memekku klo masuk..’

Ahhhj

bu haji mengarahkan tangannya kebelakang meremas kontolku, ahh ahh ahhh

” kira2 dia keberatan ngga klo aku ditojos kontol besar kamu’ hmmm

Bu haji kocok2 kontolku pelan dan erotis, aku menutup mataku sambil mendengar suara suaminya yg sedang becanda diluar.

“,dia salah kalo udah nyuruh2 aku nutup2in lengan aku,..’

Shhhh ohhh buuuuu shhhhh…

‘dia ga bisa berkutik kalo kamu udah nafsuin bininya… Kamu nafsu sama bininya kan ryann hmmmm?:

Shhhh slek slek slekk bu haji masih mengocok ngocok kontolku

” kamu mau ngejilat lengan telanjang aku kan tadi, aku bisa ngeliat kalo kamu sange..”

“Dasar nakal, padahal suami aku udah nutupin malah kamu buka, kamu gesek2in sama lengan berotot kamu”

“iyyyahhhggg bu hajiiiiiii” ucap ku dengan suara dalam dan kerass..

Aku remas toketnya, sambil mengarahkan kontolku memasuki memeknya yg sudah terlihat basah, ahhhh shhhhhhh bu haji merinding ketika kepala kontolku masuk. Aku colok lubang anusnya ketika kepala kontolku kutahan di gerbNg memeknya,

“Ga percaya tadi masuk ke situ..’

Uhh uhhh uhhhh.. Masih kutahan kepala kontolku saat aku colok colok lubang boolnya.. Dengan manja bu haji berucap.

” jangan analin aku lagii ryaann, masukin aja lebih dalem ke AA AHHH SHHHH SHHHH

Bu haji menjerit ketika mendadak secara tiba2 aku lesakkan kontolku lebih dalam ke dalam lubamg nikmatnya..

AHHH AHHH AHHH..

“ya Alloooh gedee banget..ahhh ahhh ahhh shhhhh

Suaminya terlihat masih bicara diluar, istrinya ku entot lebih dalam di tempat ini..

Ohh ohh ohh ohh ohhh

Fuck fuck fuck..

Fuck fuck fuck fuvk fuck fuck

Fuck fuck fuck fuck fuck

FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK FUCK

FUCK FUCK FUCK FUCK

ku remas toketnya dari belakang dengan gaya doggy style ini, bu haji menundukan wajahnya menahan nikmat sambi mendengar suara suaminya diluar. Shhhhhh ohhhhhhh ryaaaannnn shhhhhhhhh ahhhhhhhhh

” ewein aku ryaan.. Ewein lebih daleemm ughhh”

Pak haji terlihat sudah mulai beranjak meninggalkN warung itu menuju kemari, aku masih menggoyang istrinya..

“Ohh cepet sayang keluarin ”

Plok plok plok plokk

Pak haji terlihat semakin menddkat

Plokk plokk plokkk plokk

Lebih dekat

Plok plok plok plok plokk

Ohhhh ohhh shhhh AHHHHHHHH aku orgasme tepat suaminya menghilang karena sudah dekat pintu rumah. Padahal aku masih ingin berlama lama namun situasi tak mendukung.

Aku cabut kontolku dari istrinya haji malik ini sambil kucium lehernya pipinya menuju bibirnya dari belakang, aku meninggalkan bu haji yg tak bercelana itu dab buru2 aku rapihkan clana karetku dan sgera menuju keluar menuju pintu dapur tepat saat aku mendengar suara pintu masuk suaminya.

Aku seka keringatku dengan handuk yg tergantung didapur sampai pak haji masuk..

“Nih ryan otomatisnya”

“Koq lama pak haji” meskipun dalam hati aku brharap lebih lama.

“,iya biasa.. Tadi ditahan anak2 ngobrol dulu..”

Aku ambil otomatisnya itu aku pasang disanyo yg rusak itu. Karena aku sudah berpnglaman dngan pompa klasik ini tidak sulit buatku untuk memperbaikinya.

“Besok ke cilangkap jam berapa siangnya?” tanya pak haji setelah sanyo itu nyala lagi.

“Siang setelah maksi yah pak haji” jawabku.

“Oke aku tunggu.”

Setelah selesai aku pulang sambil pamit, tak kutemukan bu haji disana, nampaknya ia sudah beranjak tidur ke kmarnya..

Hufff sudah malam ternyata.. Late is the night..

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo