loading...

‘Uhh.. Pak haji..’

ucapku sambil pelan dan kaget, dimana bu haji pikirku, teringat kejadian tadi yg aku lakukan bersama istrinya dikontrakan ini.

Siang hari , pak haji memakai kontrakan ini untuk beristirahat sambil melihat kontrakan yg sedang dibangun. Namun malam ini, aku malah tak sengaja anali istrinya.

Rumah petak ini terasa begitu nikmat untuk dipakai tidur. Ditambah dengan kejadian tadi. Semua terasa begitu cepat, Mendengar suara pak haji tadi, dengan segera aku mencari cari keberadaan bu haji, nampaknya ia sudah keluar. mengusap dadaku karena merasa lega ia sudah keluar. Bayangkan kalo masih ada disini..

could be disaster..

Sedikit merasa Canggung karena kejadian tadi, dtambah sekarang dibangunkan oleh suaminya, Aku merasa Sedikit grogi.

‘Maaf pak haji ketiduran’

How ironic… ucapku dalam hati, sempat sempatnya aku tidur disini.

‘Ga apa2 ryan, tidur dirumah aja, sudah saya persiapkan kamar..’

Aku merasa merepotkan bila harus menginap dirumahnya. Terlebih setelah kejadian tadi di sini, aku beranjak berdiri sambil menggosok wajahku..

‘Makasih pak haji.. Saya pulang aja.. Udah malem”

“Loh .. Bukannya mau ke cilangkap kan’?

‘Uhmm iya.. Kita berangkat besok agak siang aja..

‘Ohhh ya udah ‘

pikiranku masih menerawang ke sana kemari. Aku lupa padahal tujuanku kesini adalah untuk mengejar penadah itu. Tadinya aku mau langsung ke cilangkap tapi aku mulai merasa lelah. Kuputuskan berangkan besok.

Koq bisa sampe tidur disini sih ryan”? Tanya pak haji yg sekarang sedang memakai kaos singlet putih dan sarung itu.

‘Ibu hajinya kemana pak haji?” ucapku mengalihkan pembicaraan menanyakan istrinya.

‘Tadi keluat beli nasi uduk, katanya laper, saya kesini soalnya soalnya dia nyuruh ngebangunin kamu supaya kamu tidur dirumah aja’

“Ga usah pak haji, cuma ketiduran sebentar’

‘Udah liat buku besar penadahnya’?

Lama aku merespon karena mengingat buku besar itu.

‘Udah.. Tadi ngobrol sama bu haji. Bicarain ini..’ ucapku sambil sedikit trrsenyum

‘Koq bisa Sampe ketiduran gitu..’

Entah hanya aku, atau memang ada sedikit kecurigaan diraut wajah pak haji itu. Aku harus hati2, Wajar kalo ia sedikit curiga, ia tahu istrinya meski sudah berumur tapi masih bisa membuat kepala lelaki meliriknya bila ia sedang pergi kemanapun.

siapa yg tak cemburu bila memiliki istri yg molek berduaan denganku. Mungkin lebih ke rasa takut, takut bila terjadi kesempatan yg tidak ia diinginkan. aku tahu ia tak mungkin ia berpikir istrinya hal hal yg aneh. sebagai pasangan rumah tangga yg religius , tak mungkin bila ia berpikir berbuat sejauh itu.

‘abis… bu haji boring.. udah ngomongin buku besar , dia ngomongin macem2, ngantuk saya jadinya’

ucapku sambil berusaha senyum santai mengucapkannya.

‘Ibu ibu namanya juga yan’ ucapnya sambil tersenyum.

‘Begitulah.. Sambil ngeracau ngeracau ga jelas gitu..’

Entah dorongan apa sampe aku mengeluarkan ucapan itu. Tentu ‘ngeracau’ dipikiranku berbeda dengan ‘ngeracau’ dipikiran pak haji. aku merasa ada yg berdiri di selangkanganku.

‘Pasti ngegosip.. Biasa lah ibu2’ ucapnya tak kalah santai sambil tertawa.

‘Iya kenceng banget lagi ngeracaunya, kaya seneng’. Ucapku sembarangan. Ucapan itu keluar begitu saja dari mulutku, namun ada sedikit semi ereksi dibatangku.

Beruntung kau memiliki istri se molek bu haji pak malik, ucapku dalam hati.

‘Ayo keluar.. Mau ngopi ga:?’ ajaknya

‘Hehee.. Boleh.. Ya udah pak haji, nanti saya keluar. Ada yg mau saya obrolkan juga..’

 

===

Aku mulai merapihkan bajuku hendak beranjak keluar. Hari sudah semakin malam, terdengar suara anak2 yg sedang becanda diwarung pangkalan pak haji disana.

‘Ding.. Kasih obat kuat tuh ama mang sobri, biar ga letoy.. kasian kan istrinya , udah mah jarang pulang, sekali pulang lemes dia ga bisa ngelonin, ‘

Sontak semua tertawa, tertawaan mereka sampai terdengar sampai depan kontrakan, aku mempersiapkan diri untuk segera pulang malam ini.

Suara teriakan candaan para sopir truk yg mangkal disekitar tambang milik pak haji itu memang sering disini, suara mereka sahut menyahut saling membalas candaan dan bullyan.

Biasa.. Begitulah para sopir truk..

Ada gank kecil menuju ke sana, gank kecil ini seperti path yg memisahkan kontrakan dan kawasan pangkalan pasir pak haji, gank itu berhenti disekitar lapangan badminton, dan disisi kiri lapangan badminton itu ada warung kopi tempat anak2 supir truk pembawa pasir. mereka menunggu order atau giliran menaik turunkan pasir. Di sisi kanan agak ke dalam disitulah rumah pak haji yg berdiri asri. Bentuknya memanjang ke belakang dan Agak jauh dari warung pangkalan pasir itu.

Aku beranjak keluar sambil melihat suasana kampung yg terlihat mulai sepi, hanya ada suara candaan mereka yg sahut menyahut. Nampaknya sedikit gerimis, kulihat jam tangan G-Shock pemberian tibyan tahun lalu yg melingkar di lengan kiriku, waktu sudah menunjukan pukul stengah sepuluh malam, damn.. Waktu memang yg terasa bila melewati hal2 yg menyenangkan.

Tapi Tunggu.. Aku masih punya misi.. Yah.. Misi mengejar penadah itu sampai mana ia bermain. Tadi sudah aku lihat buku besar bu haji, disana tertulis kegiatan jual beli para penadah itu dengan angka nominal yg cukup fantastis. Aku merasa lega karena setelah mendengar candaan tadi ternyata masih ada mang sobri di sana. masih ada berurusan dengan penadah itu.

disana, banyak truk2 yg parkir disekitar rumah pak haji.

Usaha Tambang pasir memang tak pernah padam. Kegiatan produksinya justru dilakukan dimalam hari. Ordernya pun dadakan, kadang harus dikirim malam hari, meski jauh, mereka tetap rela mengantri. Mereka mengantri berjam jam untuk mendapatkan pasir dimalam sampai subuh.

Biasanya siangnya, mereka bisa jual pasir2 itu ke matrial matrial atau proyek sesuai pesanan. mereka juga menjual ke pangkalan2 pasir yg ada disekitar kota. yg salah satunya adalah pangkalan pasir milik pak haji ini.

Wajar kalo disini ramai, berbeda dengan penadah proyek seperti mang sobri, ia mendapatkan pasir itu bukan dari tambang, melainkan dari proyekku hasil kerja sama dengan hendra dan tono. Ia jual hasil pasir itu ke proyek2 lain bahkan sampai ke pangkalan di daerah cilangkap. Itulah alasannya kenapa aku ingin ke sana. Aku ingin tahu pangkalan mana ia menjualnya.

Aku bermaksud ingin langsung masuk ke rumah pak haji, seperti biasa. Setan membisikiku kalo aku harus kembali menemui bu haji, sedang apa istri molek haji malik itu, sekedar ingin menyapanya sebelum pulang. Namun aku urungkan niatku, aku masih ingin menyelesaikan misiku dan berancana untuk tidak pulang dulu malam ini. Aku memutuskan untuk stay sebentar. Karena kebetulan ada banyak hal yg harus aku obrolkan dengan pak haji. Terutama masih ada mang sobri yg mangkal disana.

Huh.. Ramai.. Ucapku dalam hati. Gelas kopi berserakan dimana mana, asap ngebul rokok sudah seperti kegiatan fogging yg dilakukan petugas kesehatan untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Begutu Ngebul menyembul suasana nongkrong disana. Suasana proyek memang bukan hal yg asing buatku. Beginilah keadaan orang lapangan. Candaan mereka yg khas vulgar ceplas ceplos sudah menjadi hal yg biasa. Karena kebanyakan mereka gila. Gila suka sekali becanda. Tak henti hentinya aku ikut tertawa , bahkan aku masih belum duduk dengan mereka.

Terbuka.. Tak ada basa basi.. Tak ada yg ditutup tutupi.. Bebas. Itulah yg membuat nongkrong dengan mreka sangat menyenangkan.

‘Siapa yg butuh obat kuat mang iding..?’

Ucapku sambil ikut nibrung duduk bersama mereka. Ada yg sedang ngopi, ada yg bermain kartu, ada yg memakan mie sambil kecipratan matanya, ada juga yg menghitung uang dari hasil jualannya siang tadi.

‘Itu tuh bos mang sobri, kasih obat kuat biar ga letoy.. Biar istrinya ga pundung’

‘Jiahh.. Obat kuatnya mah cukup nikah lagi ama perawan mang, pasti kuat lagi’

Sontak semua tertawa.

‘bener boss banyak tuh yg kaya gitu”

“Tuh ambar si perawan mang ‘ ucap mang iding menyebutkan nama banci terkenal yg mangkal di lampu merah.

‘Aduuh mauu’ ucap mang sobri tak kalah gila.

‘Pahit pahit enak gimana gituh’ lanjutnya

‘Dih emang pernah nyobain’?

‘Pernah bos, mang iding mah langganan..’

‘Sialllll’

Aku nyalakan rokokku sambil melanjutkan candaanku dengan mereka. Aku memesan kopi diwarung, sambil bertanya..

‘Mang tambangnya pada ngambil di cilangkap yah.’? Tanyaku

‘Iya boss, pasirnya bagus…’

‘Pengen sih mang ada rencana mau ngambil kesana.. mangkanya saya mau survei ke sana.”

“Kapan boss”?

” besok kali, mang sobri ikut yuk’ pancingku sambil mengajak.

‘Boleehh, asal ada duit rokoknya lah hahaa’

‘Huuuu… Maunya..’ ucap para sopir yg lain

‘Tadinya boss ryan pengen ke sono sekarang, tapi ga jadi.. ..’ ucap pak haji yg tiba2 datang dari rumah.

‘Boleh pak haji’ aku menghisap rokokku. Aku bertanya mengenai harga pasir ditambang dan dipangkalan, ternyata harganya sangat berbeda jauh. Aku memang sudah punya rencana ingin memiliki tambang disana, supaya bila ingin expand tak perlu lagi aku khawatir dengan jumlah pasir yg hendak aku pakai.

Namun hal yg terpenting aku jadi tahu kenapa banyak para sopir truck yg nakal seperti pak sobri ini. Kenapa dia ingin jadi penadah? tentunya siapa yg tidak mau bila ada pasir murah ia beli seketika dan ia jual kembali ke pangkalan yg lain dengan harga yg lebih mahal.

Well.. Begitu lah cara kerja diproyek, bila kita lengah sedikit, maka cepat kita akan dimangsa orang. Aku ingin ke tambang pasir itu, disamping aku ingin melihat lihat tanah yg minat aku beli itu, aku pun ingin tahu kemana mang sobri menjual pasir pasir itu, dan berapa sistem pembagian dengan orang proyeknya. Seperti dengan mas tono dan pak hendra. Dengan harga yg pantas tentu mereka pasti tak segan2 melakukannya.

‘Besok sama mang sobri yah ke sana’ ajakku.

‘Siap boss.. Inget Asal ada rokoknya aja../hehee’

Aku tersenyum sambil berbisik ke pak haji, ia sudah tahu kalo aku ingin mengobrol dengannya.ia mungkin ingin membicarakan ini lebih jauh.

‘Hayoo boss ryan, ngobrol dulu sebentar kerumah’ ajak pak haji.

‘Asiiikk.. Bagi2 duit nih kayanya..”

Kami pamit sambil bilang ‘ caiir laahhh’

Ke anak2 warung ini dan segera di ajak oleh pak haji memasuki rumahnya. Ketika dijalan aku bilang kalo aku ingin pulang saja, namun ditahan oleh pak haji, ia ingin membicarakan mengenai rencana besok.

Sampai disana kami duduk di ruang tamu , dengan serius kami membicarakan tentang pak sobri sampai dengan rencanaku yg ingin membeli tanah pasir disana. Ia punya teman disana, karena pak haji sendiri juragan pasir disini. Sambil menyelam dan meminum air ia ingin mengambil keuntungan bila aku jadi membeli tanah disana.

‘pak sobri curiga ga pak haji’? Ucapku ditengah tengah obrolan kami.

‘Ngga lah.. ga bakal nyangka kalo kamu tau’

‘Koq bisa yah, ‘?

‘Ga bakal nyangka kalo boss ngurus2urusan bawahan..,’

Bener juga ucapan pak haji, tentu urusan dia adalah dengan tono juga pak hendra.

‘padahal tadi udah saya sindir2 loh’ ucapku

‘Hehee.. Mereka kan mikirnya gini, mana mungkin kamu mau turun kelapangan, mereka pasti nyangkanya kamu ga tau apa2, paling yg tau yaah tono sama hendra itu..’

‘Hmmm.. Bener juga’

‘Iyahh, tenaang, kita diem diem 2 aja.’

‘Pak sanyo nya mati ‘ kami kaget dengan suara bu haji masuk dari arah dapur ke ruang tengah kami, sempat membuatku salah fokus melihat ia dengan kaos hitam pendek tak berlengannya, sungguh kecil kaos hitam itu membungkus tubuh putih montoknya, lengannya telanjang.

ketika melihatku, ia tersenyum, tak biasanya ia berani menemui tamu suaminya dengan memakai pakaian terbuka. Aku tahu ia sadar kalo alu sedang ngobrol dengan suaminya, namun seakan akan sekarang ia berani menonjolkan lengan mulusnya telanjangnya didepanku. Tepat didepan suaminya, oh rambutnya terlihat basah, ia terlihat segar karena mungkin sehabis mandi dan wangi tubuhnya tercium. belahan toketnya mengintip montok di kaos yg berdada rendah itu , sorot matanya seakan2 berbicara.. ‘Ada master Disamping suamiku..’.

‘,eh.. Ada si boss’

ucapnya sambil mengusap lengannya di depan suaminya memperlihatkan lengan telanjang putih mulus didepanku.

‘Mati kenapa bu’? ucap pak haji,

Herannya, pak haji tak memarahi istrinya yg sedang mengusap usap lengan istrinya yg telanjang itu didepanku, aku salah fokus. Kontolku mulai ngaceng. aku usap disamping pak haji sambil melihat istrinya.

Ingin kujilati lengan mulus putih itu

‘Ga tau ga idup airnya..’

‘Sebentar ryan’ ucap pak haji berdiri dan berjalan ke arah dapur. Ia berjalan sambil melewati Bu haji yg masih berdiri disana. saat suaminya lewat aku blowing kiss ke arahnya dengan mata sayu.

‘Bangun juga tadi’ ucapnya.

‘Pak haji’ ucapku karena dibangunkan suaminya tadi.

‘Keganggu donk.. ‘ ucapnya sambil mengeluarkan lidahnya.

‘Ngga koq’ ucapku sambil mengusap kontolku… “Masih kerasa’ ucapku sambil meremas kontolku didepannya.

“,hmmmm..’ ucap nya sambil mengusap manja lengan telanjangnya.

” terus usap bu haji”

‘ apanya”?

‘Lengan putih mulusnya”

Bu haji melihat kebelakang melihat suaminya karena khawatir dengan tamu muda yg berani menggoda istrinya.

Bu haji mengangkat lengannya sambil bilang ‘pegang aja..’

Ia cium lengan telanjangnya sambil berbisik pelan.. “Kalau berani…’

Sontak kontolku ngaceng keras,

Tak peduli ada suaminya dibelakang aku hampiri bu ha haji, aku cium leher mulusnya, telapak tangannya kutaruh di ctakan kontolku sudah keras ini, bu haji meremasnya, shhhh. dari leher aku cium lengan putih montoknya.

” shhh.. Udah gede lagi” bisiknya sambil meremas kontolku.

Terus aku jilati lengan putih itu, wangi segar tubuhnya mulai kurasakan.

“kamu berani yah, nyosorin aku, padahal suamiku dibelakang.’ bisiknya.

‘Kasih upah dong bu haji’ ucapku.

‘apa..,?’

‘Keluarin kontolku, kocok2 sebentar,’ bisikku sambil kujilati lengan nya.

‘Gila.. Suamiku bisa datang kapan aja’

Bu Haji Elis (reimagining)

Namun pelan pelan bu haji mulai membuka celana karetku, perpaduan ia usap kemudian membuka dan tangannya menyelusup masuk ke dalam kolor dan menggenggam batangku kemudian mengeluarkannya, bulu kudukku merinding karena perbuatan nekatnya, suaminya ada didapur, ia bisa datang kapan saja dan melihat kontolku yg sudah sangat besar keras mengacung ini dipegang istri moleknya. ia menggenggam kontol telanjangku sambil sesekali melihat ke arah dapur.

Uhhh.. Macho..’

ucap nya berbisik saat mulai merasakan uratnya . ia mengocoknya dengan tangan mungilnya, tak cukup lingkar tangannya itu menggenggam ukuran batangku.

Ia remas keras sekali dengan sesekali mengocoknya, pemandangan lengan putih montoknya itu menggesek gesek dada bidangku , toketnya

Terasa empuk besar, aku cium bibirnya ‘shhhhh..gagaaahhh shhhh

‘Buuuu….. Ke siniiii..’

Sontak suara suaminya yg mendadak itu membuyarkan kegiatan kami, bu haji melepaskan batangku, nMun sebelum melepasnya ia remas ddngan sekeras kerasnya dan membiarkan kontolku seperti per yg turun ke atas dan ke bawahh.

‘Iya paakkk…’ ucap bu haji menjawab suaminya.

‘Jangan baong (nakal)’ ia berbisik dengan tatapan mata menantangku, dan meninggalkanku menuju dapur.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber! (Part 2)
Description
Cerbung dewasa ini adalah part 2 atau kelanjutan dari cerbung berjudul “Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber” karya agan Zhalyoh (Forum Semprot). seorang juragan properti kecil-kecilan di Bogor. agan Zhaliyoh mengatakan jika cerbung ini adalah pengalaman nyata dirinya ngentot dengan banyak istri orang & MILF Indonesia yg berjilbab! selamat membaca!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo