loading...

Hampir tiap waktu aku memikirkannya, mengobrol, berkomunikasi, bahkan sebelum tidurpun aku ingin tahu apa yg sedang dilakukannya.

Damn.. That’s feels so weird.. Even for me..

Coba definisi kan Cinta aku yakin banyak yg lidahnya kelu. Cat got your tongue. Tidak ada yg bisa menjelaskan. Karena ini urusan hati.

Cinta raja bisa ditolak oleh gadis hamba sahaya, atau cinta seorang wanita panggilan bisa menyatu dengan cinta nya raja.

Mangkanya ia seperti senyawa kimiawi, yg terkadang bisa jadi obat atau malah bisa menjadi Racun.

Mungkin Perasaan ku dengan intan seperti…

“The World was Clear And Bright”

Terang, sejuk dan tahu apa yg mesti dilakukan. Aku ingin melakukan yg terbaik buatnya. Karena tidak ada lagi yg ingin kita lakukan kepada orang yg kita cintai, kecuali berusaha untuk membuat nya bahagia.

Terlebih dahulu aku ceritakan tentang keseriusan ku tentang intan dengan teman paling dekatku tibyan. Si gila itu bukannya senang malah menertawaiku. “Hahaaaa.. Berarti lu udah tutup buku brow..”

“asem luh, temen mau bahagia.. Bukannya seneng malah ketawa..”

“hahaha… Gw kasih tau tah.. Pernikahan itu ikatan sakral, yg terus mengikat ikatan suci HANYA DENGAN SATU WANITA sampe maut memisahkan..”

omongan sobatku ini sangat benar, tapi entah kenapa… seperti muncul tekanan buat diriku, melihat raut mukaku yg diam.. tibyan malah tertawa kencang..

“Hahahahaha.. Tutup buku lu brow..”

“Somplak..”

“si may tau ngga..”

“itu dia.. Sebelum gw ngomong ke elu.. Gw ngomong dulu ke dia…”

“kata dia gimana..?”

 

===

Terlebih dahulu aku menjelaskan ke tibyan pada kejadian dua hari lalu, ketika bertemu dengan may di sebuah tempat makan yg sepi pengunjung.

Sebelum memutuskan untuk menyanding intan. Tidak ada orang yg aku beritahu lebih dahulu kecuali may.

Dia adalah orang yang pertama yg tahu sebelum teman temanku. Dan memang ada beberapa hal yg mesti aku bicarakan terutama tentang ryan.

Akan sangat sulit bila kita memberi tahu tentang hal semacam ini kepada seorang yg pernah menjalin hubungan di masa lalu. Artinya sangat sulit bila kita bilang ke mantan..

“Neng.. Aa mau nikah..!”

Hahahaaa..

Ini pasti akan sangat sulit dan mungkin terasa pahit. Tapi aku ingin semuanya terbuka. Tidak ada yg ditup tutupi. Pun dengan May yg notabene adalah wanita pertama yg selalu ada di pikiran ku siang dan malam.

Tentu tidak mudah. Butuh proses, butuh keberanian. Karena kita ingin semua baik baik.

Kalo kita perhatikan reality couple pasangan sekarang , baik yg sudah putus atau bercerai.. ketika mereka putus.. hubungan mereka dengan satu sama lain justru “betul betul” putus..

No phone call. No contact, no communication.

Disconnected…

Somehow.. Dia menjadi seperti orang yg asing ..

Somehow.. Kita seperti tidak mengenalinya lagi..

Bahkan tidak sedikit yg masih menyimpan rasa sakit yg luar biasa karena mengingat masa masa berhubungan yang lalu.

Tapi tidak denganku bersama may, ada hal yg bisa dibangun dengan mantan bila kita bisa dewasa menyikapi nya.

Bila Kita masuk ke kehidupan orang dengan cara baik baik. Maka.. Kita pun harus keluar dengan cara baik baik.

You have to finish of what you start.. NICELY..

Selama ini, setelah pertemuan dengan may ditaman waktu itu, sudah tentu gejolak itu masih ada, ada rasa “ingin” kembali.. Ada rasa “ingin saling memiliki. Tapi aku sadar,

keinginan kita dibatasi oleh keinginan orang lain. Ga mungkin aku egois ingin memiliki dia secara utuh, itu yg harus aku sadari.

Karena itulah hanya “Silver line” garis yg kupertahankan.. Jalan tengah Agar bisa membuat hubungan ku dengan may baik baik. Cukup bisa melihat ryan bahagia, aku sudah bahagia.. Cukup diberi kesempatan untuk bisa membahagiakan ryan, itu adalah salah satu anugerah kebahagiaan ku.

Disini dirumah makan yg sepi ini, kami berbicara layaknya teman ke teman.. Sangat akrab dan hangat, dia seperti satu satunya teman wanitaku yg mengerti keadaanku.

“May.. Kayanya waktu aa udah tiba”

kataku disela sela obrolan hangat ini..

“Aa bakal settle down” tambahku

May terdiam,.. kaget dengan pernyataanku.. Dia melihat ku sejenak, paham dengan maksudku dia bilang..

“ama siapa a..?”

May langsung menunduk tidak melihat wajahku..

“ama orang yg tadinya ngga aa kenal”

Aku beri lihat fotonya, may melihat foto itu tersenyum dan bilang

“cantik…”

“bukan itu..”kataku

” itu nomor ke sekian.. mungkin ini memang udah waktunya.. ” aku tambahkan sambil melihat lihat ke gelas kopi yg kupesan

May meletakkan kembali foto di hape itu, dia bilang

“may ngerti..”

dia terdiam. Suasana yg tadinya hangat tiba tiba menjadi dingin, aku tau dia sedih, aku bisa melihat raut mukanya yg asli. meskipun wajahnya memang tersenyum, tapi dia tak bisa membohongiku,

Dia sakit…

Aku menunduk tak melihatnya. Terus kepegang gelas kopi itu sambil merasakan rasa sakitnya. Aku memang bilang kalo ini terasa pahit. Tapi aku ingin terbuka. Akan lebih sakit lagi kali aku menutup nutupi pernikahan ini.

May tahu kalo aku khawatir membicarakan ini, dengan dewasanya sambil tersenyum dia bilang..

“aa ga usah mikir apa apa .. May biasa aja”

Ia menambahkan

“aa tau ngga kenapa may mutusin mw ketemu aa hampir 8 tahun ga ketemu..”

“Apa..?”

“may mau mempertemuin ryan sama aa.. Udah gituu….

May memegang tanganku dan bilang

” May udah siap..”

“Siap..,”? ” kataku bertanya

“May siap.. Pasti aa nikah, punya anak.. May siap ngeliat itu semua.. Pasti sakit aa.. May tau.. Tapi may udah siap..”

“aa ga usah mikirin apa apa.. may bakal baik baik aja…. Kalo emang dia yg terbaik.. Go with your heart” ..”

Aku terharu mendengarnya..

Aku memeluknya..

“Makasih buat semuanya” kataku..

“sama sama aa.. Makasih juga buat semuanya”

Aku seka air mataku juga may.

“Pesan may.. Aa jangan cerita ke siapa siapa tentang ryan..may sakit kalo aa buka tentang ryan ke siapapun”

aku mengerti maksudnya.. Semakin banyak air mataku keluar..

“ya.. Aa akan jga rahasia ini buat may.. Tolong jaga ryan baik baik..”

“yaa..”

“yuk.. Masuk mobil.. Ga enak diliat orang..”

Aku masuk kedalam mobil, hari sudah malam. Aku diam sejenak menghabiskan air mata ku dimobil, juga dengan may, aku peluk kembali dan aku cium

“makasih buat semua may.. Semua bakal baik-baik aja buat kamu dan ryan”

“iya aa.. Sama sama..”

Aku seka air mataku aku nyalakan mobil. Untuk menghilangkan rasa sedihku ku stell radioku.. Terdengar lagu dari Frank Sinatra “Strangers in the night”. Lagu itu mengayun pelan menemani malam kami.

Ini semacam lagu kenangan kami di pertemuan yg terakhir itu.. Karena Entah kenapa…

Lagu itu membuat kami tenang.. Dan bisa melupakan yg sudah sudah..

Lewat Strangers in the night ini kami hilangkan keluh kesah ini, karena kami paham.. Bahwa bahagia dan sedih merupakan romantika kehidupan yg akan selalu berputar… Berharap bahwa esok kita semua bisa merasa bahagia kembali..

Strangers In The Night… Exchanging Glances….

 

===

Part 31: Red Lipstick

Aku bangun pagi itu sambil mencuci muka, dan menggerakkan badanku mengelilingi rumah sambil melihat lingkungan sekitar komplek.

Tak terasa sekarang sudah hampir ada di penghujung akhir pekan.

Cahaya matahari yg ber vitamin E ini terlihat sangat menyehatkan. Aku gerakan badanku mengelilingi komplek proyek sekalian melihat progress pembangunan B. Sudah berminggu minggu ini aku disibukan dengan perencanaan pernikahan, begitu banyak event proyek yg kulewati. Kadang aku membuat tim internship agar bisa memudahkan pekerjaanku.

Karena untuk akhir pekan ini, adalah akhir pekan yg ditunggu. Di akhir pekan inilah aku akan membawa intan menemui keluarga ku. Mereka begitu antusias menunggu kedatangan ku disana. Tak sabar aku ingin mempertemukan intan dengan keluargaku.

Sejenak aku teringat dengan film “Meet The Parents”dan “Meet The Fockers” yang diperankan ben stiller dan Robert de niro. Yg memerankan calon menantu dan calon mertua itu yg ga akur pas bertemu satu sama lainnya hahaaaa.

Aku pergi kantor pemasaran. Aku bicarakan ke mang ujang kontraktor ku tentang rencana kepulanganku, dan memberi petunjuk dan arahan tentang proyek yg sedang di bangun.

lela sudah sangat sibuk di dinasnya. Nampaknya dia sudah tidak lagi datang ke kantor pemasaran, mengingat,.. gambar yg dia kerjakan memang sudah selesai semua. Aku nitip salam ke suaminya sambil menceritakan tentang rencana pernikahan ku. Dia begitu senang mendengarnya. Dia tersenyum dan tertawa.

Ia berlari keluar untuk memberi kabar sambil memberi tahu ke anak anak yg lain.

Dengan sendirinya… satu per satu anak anak datang ke kantorku ke ruang marketing gallery. memberiku selamat. Ada yg menyalamiku dan memberiku selamat.

” Akhirnya Boss hahaaa”

Bahkan emak sumi yg bekerja dirumahku mengomeliku karena dia tau info ini dari yg anak anak yg lain bukan dariku.

“hahaa.. Maaf bi.. Tadinya mau suprise.. tau semua..”

Tak henti hentinya aku terus berkirim pesan dengan intan tentang rencana besok. Ketika dirumah, Aku menyuruh bi sumi mempersiapkan segalanya untuk kepulanganku, karena bi sumi sudah seperti orang tua keduaku.. Tak beliau terus memberiku wejangan dan pepatah orang yg berumah tangga.

Di doakan.. Dan Di nasehati..

Aku ucapkan “makasih emak buat semua..”

“iya denn.. Bibi doakan semoga semua lancar dan baik….”

 

===

Aku berniat mencuci mobilku siang itu. Nampak kotor, karena ingin ku bawa pulang kampung menemui keluargaku disana. Tadinya aku berniat mencuci sendiri, ku siapkan selang stream digarasi dan semua peralatan mandi.

Ketika aku mulai menyemprot mobilku

Kardi datang menghampiri ku. Aku hentikan semprotan ku.. Nampaknya ia tau mengenai kabar pernikahan ku.

Aku yakin dia sudah mendengar rencana pernikahan ku. Dia datang naik motor bersama lilis. Kaget kulihat karena nampaknya mereka seperti sehabis pulang belanja. Mang kardi memakai kaos tangan panjang dan celana bahan. Beda dengan lilis istrinya, ia memakai kaos tangan pendek abu abu disertai lipstik merah dibibirnya. Begitu merah lipstik itu seperti sangat nikmat bila ku cium.

“selamat bos.. Saya denger udah mau merit.. Langsung kesini saya mampir..”

“makasih mang waduhh kayanya pulang belanja nih..”

“iya bos.. Baru dari kota.. Nih si lilis minta dibeliin lipstik katanya abis.”

Lilis datang menyalamiku, aku kaget karena lipstik nya begitu merah menyala, ia memakai celana pendek selutut.

“wajar a ryan.. Harus dibeliin lipstik lah biar istrinya cantik..”

Aku perhatikan lilis siang itu, terlihat montok lengannya karena kaos tangan pendek. Andaikan kaos itu ditarik sedikit kebawah pasti terlihat belahan toketnya montoknya.

“berangkat jam berapa besok” tanya kardi sambil duduk dikursiku..

“besok mang, mangkanya niatnya mau nyuci mobil dulu.. Kotor banget..”

” Sok mang anggep aja rumah sendiri.. Kalo mau ngambil minum ambil sendiri.. Ryan mau kebelakang sebentar mau salin”

“oke boss..”

Aku kebelakang rumah sebentar untuk ganti baju. Tak terasa emak sumi nampaknya sudah selesai merapihkan bajuku. Aku langsung telepon orang rumah bahwa besok aku datang pagi. Aku harus mempersiapkan biar semuanya rapih.

selesai salin aku kembali kedepan menghampiri kardi, kulihat dia tidak ada disana, hanya ada lilis yg duduk dengan kaki disilangkan. Betis indah itu terlihat olehku.

“loh.. Kardi kemana teh..” tanyaku. aku duduk disamping nya. Wangi tubuhnya tercium olehku. Ia jadikan tangan kirinya sandaran kepalanya di sofa, otomatis lengan ke atas dan memperlihatkan ketiaknya itu. Telihat helai bulu ketiaknya mengintip diantara celah kaos pendek itu. Sengaja aku dekati ingin menikmati aroma istri kardi ini.

“tau katanya mau liat pompa dulu”..”

“ooh kirain pulang..”

aku melihat bibir nya begitu merah. Aku jadi Teringat dengan kejadian lilis tempo hari di warung nya. Aku suruh suruh suaminya agar bisa menjilat ketiaknya dan mencaplok susu montoknya. Semakin aku melecehkan suaminya semakin kuat lilis menyepong kontolku. Aku mendekati nya sambil mengusap batangku.

“teh koq lipstik nya merah banget sih..” kataku sambil melihat celah ketiaknya

Lilis tersenyum sambil menyentuh bibirnya yg dibalut lipstik itu “iyalah.. Supaya istrinya cantik.. Tadi kardi belanja.. Dia yg ngebeliin, ..”

“hmmm.. Pas warnanya ” kataku

“iya lah.. Suamiku seneng merah”

Lilis mengecek lipstik nya dengan mimik memonyongkan bibirnya sedikit untuk merasakan warna merah nya.

Aku ingin warna lipstik itu membekas di kontolku..

Aku lihat kaosnya mulai ke tarik kebawah. Susunya yg kiri itu terlihat montok menggunung, dengan pose bibir merahnya yg menggairahkan.

” gimana teh rasanya..” kataku

Lilis menjilat sedikit bibir atasnya

“ga tau.. Kardi juga belum ngerasain..”

lilis cium lengannya yg kiri sambil memperlihatkan sela sela ketiaknya yg terlihat gelap.

Ohh shhh.. “teteh udah mandi belum” kataku pelan

“belumm..”

“mmmm… pengen ngerasain teh..lipstik sama wangi tubuh teteh” kataku sambil meremas kontol disampingnya

“yg punyanya aja belum ngerasain masa kamu pengen ngerasain ”

“abisnya enak banget kayanya..”

Lilis melihatku yg mengusap kontolku disampingnya, ia malah menciumi sela sela ketiaknya lagi, ada bekas lipstik merah disana..

“aku belum mandi nih bau acem” katanya

“coba ryan cium,” aku dekati hidungku dicelah ketiaknya, ohh kontolku malah makin membesar..

“hmmmm.. Enak teh baunya..”

Kataku… Makin keras aku meremas kontolku disampingnya.. Lilis melihatku sambil bilang

“kalo kamu pengen ngerasain ini….” lilis melihat cetakan kontolku ” suruh suruh dulu suamiku ”

“kebetulan mobil ryan belum dicuci..”

“boss mah ga usah nyuci..” kata lilis menarik kaosnya kebawah, belahan susunya terlihat “Suruh anak buah aja…”

“suruh kardi yg nyuci..”

“supaya lipstik merah yg baru dibelinya ini bisa kamu icip..”

Fuck.. Lilis tersenyum dengan gelagatku yg menahan sange. Aku langsung berdiri dari sofa, hari sudah mulai sore, emak sumi terlihat sudah tidak ada dirumah.

nampaknya ia sudah pulang. Aku melihat dibelakang kardi yg sedang melihat pompa belakang yg baru dikerjakan tadi pagi. Aku suruh dia kemari untuk mencuci mobilku..

“mang cuci mobil dulu gih.. Biar bersih besok mau pulang,”

“Oke boss..”

Kulihat kardi masuk kedalam rumahku melewati istrinya yg sedang duduk manis disofa dengan pose seksi. Kardi langsung menuju garasi depan rumah ku untuk mulai mencuci.

“yang bersih yah mang” kataku sambil melihat melihat celah ketiak istrinya.. “jangan sampe kotor” kataku

Melihat aku yg menyuruh suaminya nyuci itu, lilis mengangkat lengannya agar ketiaknya terlihat olehku. Ohh begitu seksi pose itu.

Aku remas kontolku digarasi sambil melihat suaminya yg mulai menyirami mobilku dengan selang stream.

Aku hampiri lilis disofa, lilis memberiku hadiah dengan meremas kontolku langsung dengan tangan kanannya, ia remas keras kontol itu penuh nafsuu..

“shhhhhhh… Kamu bossnya”

lengan kirinya yg diangkat itu kutahan. kujilati rimbunan ketiak itu penuh nafsu. lick lick lick shhhh ahhh

Lilis remas remas kontolku kencang, shhh lick lick shh ahh lick ahh uhh ryaann shhh uhhh.. Terus kujilat ketiak itu tanpa ampun.

Lick lick lick lick lick lick lick shhhhhh hmmmmm.

Baunya memabukkan kontolku. aku ingin mengentotinya tanpa ampun

Dari ketiak aku cium bibir yg berlipstik merah itu. Aku bilang ke suaminya teriak .

“mang…. Kolongnya jangan sampe ga di cuci..”

“iyaa boss..”

Aku lihat lilis, bibir merahnya ia manyunkan ke arahku.. Sambil berbisik bilang..

“lipstiknya dia yg beli looh..” sambil menjilat jilati bibirnya.

Uh.. Fuck..

Aku jilat bibir itu sekali

Lick…

shhhhhhhhhhhhhhh hmmmm.. Terasa manis dibibirku.

“lagi..” katanya memanyukan bibirnya ke arahku

Aku jilat bibir itu dua kali

LICK.. Lick.. Shhhhhhhhhhhhhhh

Ahh terasa segar dilidahku..

Enak ngga..?”

“chery lis..” kataku sambil kembali menjilati lipstik itu bertubi tubi..

Lick lick lick lick lick shhhhhh hmmmmm ahhh shhhhh

Ahhhhh

makin kencang lilis membetot kontolku, ia buka seletingku ia keluarkan kontol telanjangku sambil menjilat jilati bibirnya hmm hmmm shhh hhhh hhhh

“rasa apa kata kamu tadi” kata lilis disela sela kocokan tangannya dikontolku.

Cherry” aku jilat lagi bibir itu penuh nafsu

shhhhh lick Lick shhhhhh uhhhhhhhhhhh sshhhh uhhh ryaann ahhhhhh

Lidahku mulai memasuki mulutnya, aku goyang goyankan didalam lidah itu bertukar dengan goyangan lidahnya di dalam.

Slruuuuppppppp slruup slrummmm shhhhh ahhh shhhhh uhhh

Kardi tak bisa mendengar jilatanku di lidahnya menikmati lipstik merah itu karena air stream yg kencang.

Clek clek clek clekk sshhhh uhhh shhhhhh

“khalo kamuuhhh shhhh

“aku ingin warna lipstik kamu membekas dikontol ku lis,” kataku disela sela menikmati bibirnya..

Aku lepas ciumanku.. aku arahkan kontolku mengacung keras didepan bibirnya yg merah..

“kalo kamu pengen warna lipstik ini membekas di kontol kamu.. Suruh suruh dulu suamiku..”

Ah.. Fuck.. Kontolku sudah diujung gerbang bibir merah itu..

“Mang… , bersihin garasinya udah selesei” kataku aku ke kardi

“iya boss..”

Aku gesek gesekan kepala kontolku di bibir merahnya. Uhh begitu seksi aku melihatnya, terlihat bekas lipstik merah dikepala kontolku.

Aku jejalkan kontolku ke dalam mulutnya langsung , hmmmmnppyttttt shhhhhhh, aku cambak rambutnya dan memasukkan setengah kontolku kedalam sambil mengewei mulutnya

Fuck Fuck Fuck shhhh

Ahhh akhirnya lipstik merah itu membekas dikontolku

Ahh ahhh kloqq kloqq kloqq Sshhhhhh Fuck shhhhhhhhhhhh Ahhhhhhh sshhhhhhhh

“seksi banget pake lipstik merah gituh” kataku disela sela mengewei mulutnya ke tenggorokanya. Mata lilis memerah dan ber air. Ahh makin seksi dia dengan mulut penuh menyepong kontolku.

Fuck fuck fuck aaahhhhhhhhh shhhhh

Aku cabut kontolku, lilis terbatuk terbatuk sambil bilang

shhhhhhh panjaaaang,”

air matanya jatuh ke pipi, bukan air mata sedih, tapi air mata nakal karena menyepong kontolku sampai masuk ke tenggorokannya.

“kasih tanda disini teh” kataku sambil memberikan pelirku dibibirnya. Lilis cium pelir itu ahh ada bekas lipstik disana, shhhh .. Lilis caplok pelir itu sambil mengocok ngocok batang kontolku, bergantian kanan dan kiri..

SHHHHHHHHHHHHHHH AHHHHHHHHHHHH FFFFFFUUUCCCCKKKKK

Lilis berdiri.. Ia buka kaosnya, aku caplok susunya gemas.. “ngewe dikamar yuk” ajaknya.

“kamu harus membuat nya sibuk supaya lebih enak ngewe nya”

Lilis berjalan ke arah kamarku, aku tampar pantatnya sambil teriak ke suaminya..

“maangg jangan lupa vakum dalemnya..”

kataku sambil meremas susu istrinya yg sedang berjalan ke arah kamarku..

“iya boss”

lilis membuka celananya, ia angkat kedua lengannya menggoda ku dengan ketiak hot iti

“aku belum mandi loohh… hmm pasti bau ketek nya..” kata lilis.sambil menciumi lengannya yg ia angkat ke atas..

Aku hampiri dia, aku jilat ketiaknya

“hmmh.. ini sih bau enak di ewein .” kataku sambil menjilat jilati ketiaknya..

“masa sihhh… ludahi dong yg banyak keteknya”cuihhh” sshhhhhshhhhhhjh ahhhhh aku ludahi ketiaknya itu basah.. Cuihhh cuuhhhh SHHHHHHH AHHHHHHHH

lilis berjongkok, ia angkat lengannya ke atas, ia bimbing kontolku untuk dijepit ketiaknya yg basah. Aku ewe ketiak itu penuh nafsu..

aahhhhhhhhh

shhhh shhh shhh shhh ahhh shhh shh uhh shhh shhh

ah ahha jh shhhhh uhhhhhh

terus aku mengentoti ketiak itu penuh nafsu.. Shhh shhh ah ahha ahh ahhha hh

Fuck fuck…

“makin kenceng kan kontolnya shhh”

Uhhhhhhhhhhh.. Ia lis..”

Aku cabut kontolku di ketiaknya. Lilis membelakangiku, ia menungging diatas kasur, pantatnya ke atas menantang kontolku..

Masih ada bekas lipstik merahnya dibatang kontolku. Lilis melihatnya sambil bilang..

“itu punya suamiku aa.. Balikin ke sini.. Masukin ke memek aku

FUCK..

Lilis menungging di atas kasur, wajahnya tersungkur kebawah, pantat montoknya mengacung ke atas..

Aku ciumi pantat itu, aku posisi kan kontolku dibelahan memeknya. Langsung ku ewe masuk kedalam

Ahhhhhh shhhhhh shhhhhhh

AHHHHHH AHHHHH SHHHHH

Ahh ahh ahh ahh ahh ahh

AHH AHH AHH AHH AHHH AHHHHHHHHHH SHHHH UHH UHHH UHHHH

Terus Kugoyang sambil

Kujilat punggung nya , ku ewe tanpa ampun..

AHH AHH AHHH AHHH OOOHHHHHHHHHGGGHHHH SHHHHHH UHHHHHHHHHHH PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK SHHHHHH

Ku tindih kepalanya makin kebawah oleh tanganku, lilis tak bisa bernafas meladeni seranganku..

Kontolku cepat menghajar memeknya

HMMMM HMMMM HMMMM HMMMMMMM UUGHHHHHH shhhhh ohhhhhhhhhhhh

Ahh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh shhhhh Ughhh Sshhhhhhh ahhhhhhh sshhhh uhhhhhhh Gawwwwdddd

Plak plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk sssssssssssshhhh ohhhhh berkeringat kami melakukan persetubuhan ini..

Enak aa terussss shhhhh ah aha ahh ahh ahh ahhhh ffffffuuucccckkkkk..

Lilis bergetar getar merasakan sodokan kontolku. Ia orgasme..

Aku cabut kontolku, untuk membiarkan ia pulih ..

Aku bergegas aku menuju garasi tempat suaminya menyuci . Ku lihat kardi masih sibuk mencuci ban mobilku,

Dengan kontol yg masih mengacung, aku kembali menghampiri lilis

“lagi ngapain dia..”

“lagi nyuci ban..”

Lilis mengangkat lengannya ke atas. Begitu basah sekujur tubuhnya oleh keringat.

“siap ronde dua..”?

Aku hampiri dia.. Aku jilat ketiak itu. Aku jilat jilati seluruh permukaan tubuhnya yg basah..

Shhhh hmmmm shhhh hmmmm

Aku caplok susunya shhh hmmm slruuuuppppppp ohhhhh shhh. ”

” uuhhh dasar bayi Bayi kontol gede.”

Kuangkat lengannya ke atas, kujilati kembalu ketiak itu bertubi tubi. Wangi tubuhnya malah membuat kontolku makin kerass.. Sambil menjilati ketiaknya, aku pangku lilis ke atas, aku bangkit berdiri sambil memangkunya.

Refleks kaki lilis menjepit pinggangku.

Lilis mendesah tak karuan ketika aku arahkan kontolku ke memeknya yg ku pangku itu. lilis mendesah kencang saat kumasuki

ahhhhhhhh.. Aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Ketiaknya masih kujilati, lengannya tetap disimpan dibelakang kepalanya. Tubuh belakangnya ku senderkan ditembok,

ku goyang dia kerass

Uhh uhhh uhhhh shhhhhh penuh banget memek ku…shhhhhhhhhhhhhhh

ewe terus aa ewe teruuss shhhhhhh ahhh ahhh ahhh ahhhha hhhhh ewe lilis ahhhhhh

PLAK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK SSSSSSSSSSSSHHHH

Ahhh ahhh ahhhh ahhhh ahhhh plakk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk plakkk

KEELUARR.. AAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

SPLASH SPLASH UGGGGGGGHHHH SSHHH CRETTTT SPLASSHHH AHH

kontolku masih berkedut kedut menyemprot memeknya jauh kedalam.. Lilis masih memejamkan mata merasakan semprotan pejuku. Ahhh fuck

Aku cabut kontolku, lilis menggigit jarinya, Ahh aku ambruk di atas kasur..

Masih memejamkan mata lilis memakai bajunya. Dia pergi beranjak ke sofa depan, dengan lelehan pejuku yg mengalir dipahanya.

Setelah rapih.. Aku dan lilis kembali ngobrol disofa.. suaminya selesai menyuci mobilku..

“besok.pulang kampung rapih boss”

Kulihat istrinya tersenyum ke arahku. Aku yakin badannya bau kontol.

“oke mang.. Makasih..”

 

===

Part 32: Makan Malam dengan Ustadzah

Besoknya aku pulang ke kampungku. Terlebih dahulu kujemput intan kerumahnya dan pamit dengan orang tuanya. Mereka terlihat sangat bahagia dengan kedatangan ku. Karena memang ini adalah hari dimana aku mempertemukan intan dengan orang tuaku dirumah, yg kemudian merencanakan hari lamaran beserta keputusan tanggal menikahnya nanti.

Well.. I’m so proud to be Indonesian

Karena budaya kekeluargaan nya yg besar. Kita tahu, bahwa keluarga seperti satu rantai bulat yg kuat. Dan apa bila kita menyatukan keluarga kita dengan keluarga yg lain, maka Rantai bulat itu terikat dengan rantai yg lain, sehingga dua rantai itu seperti dua ikatan rantai yg kuat yg ga bisa dilepas.

Aku berusaha mempersatukan ikatan rantai keluarga ku dengan dengan keluarga intan agar bisa menjadi dua ikatan rantai yg sangat kuat.

“jangan malu maluin disana ya teh” ucap reva adiknya..

“enak aja emangnya gw ingusan.. Gw rapih kalee.” balas intan ke adiknya..

“salam sama ibu bapak kamu yah ryan.. Nanti kalo udah nemuin tanggal yg pas kasih tahu ibu” ucap ibunya kepadaku.

“iya bu.. Nanti kalo udah dapet tanggal pasti dikabarin.. Keputusan akhirnya terserah ibu bapak….”

“inget yah aa.. Kalo mamah aa ga suka sama teteh intan.. Suruh pulang aja teteh intan nya sendiri.. Suruh naik angkot.. Takut Malu maluin.. ” ucap reva mengganggu kakaknya

” ngelunjak amat sih lu jadi ade. Orang gw kaya artis arab gini…. Pasti disayang laahh sama mertua..”

Kami tertawa terbahak bahak mendengar candaan mereka semua.. Aku siap siap pamit ke keluarganya.

“hati hati…” aku pamit ke mereka semua.. intan memeluk dan menciumi mereka semua. This is gonna be the day

Didalam mobil kami Tak henti hentinya kami menceritakan kisah hidup kami masing masing, tapi kebanyakan tentang keluarga kami yg hampir satu profil rempongnya.

“bisa rusuh kalo keluarga neng ketemu keluarga aa, Ribetnya ketauan ..”

“Kita mah jadi penonton aja yank.” kataku

“ga mau pusing yahh..”

“hahahaa.. Tau aja..”

Kami memang sudah membicarakan masa lalu kami masing masing. Bahkan intan cerita bahwa ada lelaki yg masih mendekati dia meskipun tau kalo dia akan menikah. Intan tidak menggubrisnya.

pembawaan lelaki itu tidak dewasa, intan pun memutuskan kalo ia ingin pria yg lebih dewasa. Aku dan intan punya selisih umur 5 tahun. Menurut dia, umuran yg sepertiku memang yg dia cari..

” Lebih dewasa.. Lebih nyaman.. Mangkanya neng milih aa..” katanya didalem mobil

“jangan lagi pacaran sama manusia puber atuh,”

“iyah.. Neng juga pusing, kalo alaynya udah keluar pasti risih..”

Aku memang bukan tipe orang yg ingin selalu tau kehidupan masa lalu seseorang, tapi sebelum menikahinya, aku ingin memastikan

“terus.. Pernah janji ga sama yg lain.. Atau mungkin ada urusan yg belum diselesein..”

Intan tersenyum, ia mengerti maksudku sambil bilang.. “udah selesai semua aa.. Sekarang intan fokus ke aa.. Kalo mereka kecewa itu urusan mereka..”

Dengan pelan intan bilang “kalo aa gimana, pasti banyak banget mantannya..?

Aku tahu, amanat terakhir may ketika bertemu denganku jangan sampai aku cerita tentang ryan . Satu sisi aku ingin segalanya terbuka dengan orang yg ingin kusanding, tapi satu sisi juga ini adalah amanat dari seseorang.

Aku ceritakan semua tentang hidupku, masa laluku dan orang orang yg oernah dekat dengaku. Tapi bukan tentang ryan.

Ketika kita akan menikah, bukan berarti kita harus menceritakan apa yg Tidak mesti untuk diceritakan bukan?

Ada personal space yg harus dijaga, selama kita punya niat untuk bisa membahagiakan orang yg kita cintai.

Aku niat untuk bisa membahagiakan intan semampuku.

Lagu Strangers in the night ketika malam itu aku ngobrol dengan may masih mengiang di kupingku.

Aku menceritakan tentang may. Tentang hubungan ku, masa laluku, bahkan terakhir bertemu dengannya .

“sama, aa juga udah selesei.. Ama may juga udah selesei… Semua Fokus ke neng ..

“Tapi mantannya aa mah GA banyak neng… Aa kan bukan ryan renolds.. Tapi Ryan sunda ”

hihiiii bisa aja” katanya sambil mencubit perutku.

” Neng ga perduli mau masa lalu aa kaya gimana..

“Yg penting neng sayang aa yg sekarang bukan yg dulu..”

Aku tersenyum.. Aku tak bilang apapun kecuali memegang tangannya, tak sepatahpun kata yg keluar dari mulutku setelah pernyataannya itu, aku hanya terus mendekap tangannya sampai kita datang ketempat tujuan.

 

===

Aku dan intan memang tipikal pasangan yg “terjadi begitu saja”

Kita dikenalkan ustazah, bertemu, dekat, saling berkomunikasi, dan berniat menuju jenjang pernikahan.

Aku belum mengabari ustazah mengenai hal ini. Sengaja belum aku mengabarinya, sebagai suprise buatnya nanti. aku ingin mendapatkan tanggal pastinya terlebih dahulu sebelum aku ingin memberitahukan nya.

Dirumah aku disambut orang tuaku. Semua datang dan rapih.

Bahkan yg membuatku aneh.

Si kebo yg biasanya acak acakan malah sekarang rapih. Ia memakai kemeja putih dan celana panjang hitam, layaknya boss yg baru sukses karena mendapatkan gusuran tanah hahaha

Terlihat adik kakaku semua rapih menyambut calon iparnya. aku kenalkan intan ke mereka..

“teteh intan cantik” kata adikku yg cewe

“makasih sayang.. Kamu juga cantik..” kata intan sambil senyum

Kami mengobrol diruang tengah rumah, bercerita tentang latar belakang keluarga intan dan bagaimana kami bisa bertemu.

Kami semua rapat untuk menentukan tanggal lamaran dan pernikahan. Terlihat rapat itu sangat serius bagaikan rapatnya Paripurna hahaha.

Aku dan intan selalu ketawa bila mengingat itu. Aku memutuskan untuk mempercepat tanggal lamaran dan pernikahannya dengan alasan…

“kalo lama lama takut di ambil orang pak” kataku..

Sontak semua menertawaiku. intan pun tertawa sambil memukul bahuku, setelah dapet tanggal Aku kabari orang tua intan lewat telepon. Keputusannya tinggal ada mereka.

Intan menyatu begitu saja dengan keluargaku, mereka langsung terlihat nyambung satu sama lain. Apalagi adikku yg cewe belum ada tiga jam dengan calon kaka iparnya mereka langsung nempel. Percis dengan rasa nyamanku ketika ngobrol dengan keluarga intan.

Ternyata kalo sudah datang waktunya, jodoh itu pasti datang.

Kencan mungkin sudah sangat jauh kesana kemari, akhirnya mah jadi yg sama satu kota juga.

Well.. Begitulah cara kerjanya hidup.. Semua tak terduga duga..

Aku kabari semua teman teman dekatku terlebih dahulu yg disana lewat pesan whats up.

Aku teringat ustazah sahla orang pertama mengenalkanku dengan intan.

Dia adalah orang yg harus aku ucapkan terima kasih. Aku bilang ke intan, sepulang dari sini, aku ingin mengundang ustazah dan pak ustad untuk makan malam. Intan begitu senang mendengarnya.

Aku langsung telepon ustazah. Aku yakin ia pasti suprise dengan kabar ini. Aku mengobrol dengannya sebentar sampai aku beri tahu semuanya. Ustazah kaget dengan kabar pernikahan ku dan intan..

“yang bener kamu ryan.. Jangan becandain ustazah nanti ta jewer kuping kamu”

Aku hanya tertawa mendengar jawaban itu..

“hahahaa.. nih intannya ” kataku

Aku beri hapeku ke intan. Terlihat mereka tertawa dan tersenyum membicarakan hal ini. Ustazah terlihat kaget. Dan memberitahu kalo intan mengundang ustazah untuk makan malam.

Alih alih ingin mengajaknya makan diluar, ustazah malah menyuruh kita untuk datang kerumah nya saja.

“ke rumah aku aja, aku tunggu kalian berdua.. Aduh aku seneng bener”

 

===

Hari itu, setelah selesai semua. kami pamit pulang. Intan hampir tahu tentang sejarah bengkel dan keluarga.

It’s feels so beautiful,

Love always find the way… Dengan sendirinya intan menyukai keluargaku. Dia bahkan tak henti hentinya membicarakan hal yg lucu tentang keluargaku.

Sebelum mampir ke bogor, kami bertemu tibyan sebentar. Seperti biasa manusia gila itu selalu merusak suasana. Tapi dia amat bisa solid dan menjaga rahasia. Aku dan dia tertawa kalo saling menatap. Semacam kode sahabat yg hanya kita berdua yg tau. Sampai akhirnya kami pulang ke bogor.

 

===

Besok sorenya, aku dan intan mempersiapkan untuk datang ke acara makan malam ustazah. Aku membelikan sedikit oleh oleh dengannya untuk ustazah. Kami datang sehabis maghrib. Terlihat ustazah dan pak ustaz menyambut kami, mereka begitu rapih dengan pak ustad yg memakai kemeja putih dan sarung khas seragam kantornya sehari hari. Ustazah begitu cantik dengan gamis abu abu nya. Dengan perhiasan pernak pernik di lehernya.

“akhirnyaaa.. Kalian jadi jugaa..” kata ustazah memeluk intan.. Kami tersenyum bahagia mendengarnya.

“selamat ryan.. Saya seneng ngedengernya” kata pa ustad kepadaku.

“gara gara ustazah nih pa ustad.. Ryan jadi gini ..”

“hwhee.. Ga sia sia kan aku ngejodohin gini..” timpal ustazah kepada ku

Kami masuk kedalam, disana sudah ada makanan yg tersedia lesehan dilantai di atas karpet merahnya. Terlihat anaknya ustazah langsung menghampiri intan untuk mengajaknya bermain

“nanti dulu sayang.. Teteh intannya mau makan dulu” suruh ustazah ke anaknya

“gapp ustazah santai aja dulu.. Baru dateng..”

Intan bermain dengan anaknya ustzah, aku ngobrol dengan pak ustad terlebih dahulu. Aku cerita semua tentang rencana kami, tentang pertemuan bahkan tanggalnya yg sudah ditentukan bahkan aku meminta pak ustad untuk bisa memberi wejangan di acara pernikahan kami.

“wani piro yan” kata pak ustad sambil menirukan gaya jin yg ada diiklan rokok.

Hahahahahahaa

“bisa aja pak ustad..”

“ya Udah nanti dikabarin,..”

“harus bisa pak ustad”

“dih maksa” timpal ustazah

Ustazah masih sibuk menyiapkan makanan yg diatas lantai. Sementara aku dan pak ustad duduk di atas sofa melihatnya..

“Revaa.. Udah sayang mainnya.. Biarin teteh intan makan dulu..” teriak ustazah ke anaknya. Sambil merapihkan makanan yg di atas lantai. Posisinya membelakangiku, dan ua berjongkok. Otomatis magnificent Ass nya yg khas itu terlihat mataku. Pantat besar itu bergoyang goyang ke sana kemari karena gerakannya merapihkan makanan. Aku menggeleng gelengkan kepalaku.

pantat besar itu terus kuperhatikan. Terlihat cetakan garis celana dalam disanaberbalikbabalikbalikdan menangkapku memperhatikan belakang nya.

Bahkan tak jauh posisi dudukku dekat denga posisi suaminya. Usatazah diam diammelihat melihatku tajam. Dia memberiku tatapan “Berani amat ini anak.”

Dia berdiri sambil mengambil nampan dan bilang

Ayo ryan makan.. Udah siap.. Ustazah panggil intan dulu”

kata dia sambil melihatku agak tajam dan meninggalkan kami.

Aku dan pak ustad duduk berdua. Datang intan yg tadi main dengan anaknya. Kami mulai makan bareng. Ustazah duduk disamping pak ustad. Kami membicarakan tentang repotnya menyiapkan pernikahan. Sambil memakan baso dan meminum sirup. Ustazah nampaknya mengobrol dengan intan dengan antusias yg sama.

“usatazah ga nyangka kalian akhirnya jadi. bangga aku..”

kata ustazah sambil melihatku sambil memakan stick kentang gorengnya..

..”bener ustazah.. Hehee..”

“sekarang fokus ke intan yah bukan ke yg lain..”

kata ustazah sambil memberi makan anaknya..

“iya lah ustazah..” kataku

Ustazah melihatku agak tajam sambil bilang..

“berarti sekarang udah ga boleh ngerayu wanita dengan umuran tertentu kan ryan”

.. Aku keselek baso.. “gleghh”

Ustazah tertawa

“kenapa ayang” kata intan mengusap punggung ku…

“basonya licin bener langsung masuk ke tenggorokan”

kataku sambil sambil tak berani melihat ustazah..

“nahh ketauan nih ayang, emang itu maksudnya apa ustazah” kata intan.

Masih tertawa Ustazah bilang..

“ituuuu… maksudnya.. Udah Ga bisa bebas kaya kaya bujang lagi.. Udah ga bisa ngerayu rayu cewe lain lagi”

“iya lah.. Ustazah.. Tar intan tinju kalo ketauan..”

Huff.. Hampir aja ketauan..

Aku tau mungkin ustazah menghukumku. Karena melihat cetakan pantatnya tadi.

Aku melihat ustazah tersenyum ke arahku.

Setelah makan, kami membicarakan berbagai macam hal dengan pak ustad. Terlihat intan membantu ustazah merapihkan piring piring makanannya. Sambil mengobrol dengan pak ustad, aku memperhatikan ustazah.

Nampaknya ustazah tau dengan lirikan nakal ku. Ia berusaha tidak memposisikan dirinya untuk membelakangiku.

kesempatan itu datang ketika ada piring bekas terakhir di atas karpet lantai itu, aku yg diam diam memperhatikan nya yg hendak mengangkat piring itu

kali ini.. Ustazah membelakangiku. Dia tau aku sedang melihat pantatnya.

Ketika jongkok ustazah merangkak mengambil piring itu, dengan pelan pelan aku memperhatikan nya. Kali dengan jelas aku melihat garis celana dalam mungilnya. Batangku mulai mengeras dibalik celana.

Aku bersikap sebiasa mungkin di depan suaminya . Karena posisi merangkak itu membelakangi suaminya. Aku sempat mengusap batangku sejenak melihat cetakan celana dalam itu. Segera ustazah berdiri dan melihatku pusing melihatnya dengan mata nakal.

Malamnya aku dan intan pamit pulang. Sudah banyak aku mendapat wejangan dari pak ustad Aku bilang ke pak ustad..

“pak ustad.. besok mampir yah kerumah, ada pohon tebu yg enak.. Harus ditebang.. Pengen dibagiin ke pak ustad..”

“serius yan”

“iya ustad.. Pasti seru kalo bagi bagi tebunya..”

“paling pulang dari kota, siangnya bisa mampir.. ” kata pak ustad

“sip pak ustad.. Ryan juga punya goreng opak dibawain bibi dari cipanas.. Mantep kalo dicampur saos..”

“hehehe.. ya udah nanti siang mampir..”

“oke.. Assalamualaikum”

“walikumsalaam”

Malamnya setelah aku mengantar kan intan pulang.. aku membayangkan garis celana dalam itu.. Aku usap batangku mengingatnya.

 

===

To think or not to think..

Kita semua melangkah sesuai dengan apa yg kita yakini..

about of what you believe..

Ini tentang apa yg anda yakini. Dan dengan senang hati ketika kita menjalani hal yg kita yakini… Kita akan kebahagian disana.

Aku bahagia memilih intan sebagai pendamping hidup. karena aku yakin ada sesuatu yg aku percaya disana..

Mungkin hanya insting yg bisa menentukan hal hal semacam ini.. I knew that you have something i believe..

 

===

Intan bilang kepadaku kalo ia tidak bisa menemaniku untuk menyambut pak ustad siang ini karena harus kerumah bibinya untuk mempersiapkan pernikahan.

Siangnya pak ustad datang kerumah. Dan yg membuatku kaget ternyata ustazah pun ikut dan anaknya.

Sepulang dari pengajian kota, mereka memenuhi janjinya untuk mampir kesini. ustazah memakai gamis merah dan jilbabnya yg modis. Guratan wajah milfnya nya yg khas itu kembali membuatku pusing.

Aku menyalami mereka.

aku sudah mempersiapkan makanan yg dipersiapkan di meja makan. Nampaknya pak ustad masih terasa lelah.

Ia menolak makan terlebih dahulu dan mengajak aku mengobrol tentang cluster dibelakang rumah. Aku sediakan mereka minuman

Aku melihat ustazah duduk ayu di kursi kayu belakang rumah, terlihat manis gamis merah yg dia pakai. Aku membawakan air minum segar kepadanya..

“ustazah.. Diminum”

“Intannya ga dateng kesini”

“ga dateng ustazah lagi dirumah bibinya ngomongin persiapan.”

“udah sampe mana persiapannya..?”

“masih sama ama persiapan orang2 yg mau nikah kemaren kemaren” kataku

“hahaa.. Bisa aja kamu..”

ustazah dan pak ustad ngobrol dibelakang rumah, hari itu sangat cerah sehingga aku bilang ke pa ustad..

“pak ustad.. Kalo cape tidur aja di bawah.. Banyak kamar kosong.. Jangan dulu pulang”

“iya yan makasih.. Kayanya emang mau santai dulu disini..”

Pak ustad berjalan ke kebun belakang melihat pohon tiwu yg besar. Nampaknya ia sangat suka dengan pohon tiwu (tebu) itu.

“mana golok yan” kata pa ustad..

“mau ngebacok siapa pak ustad..”

“ngebacok kamu.. Hahaa.. Ada ada aja kamu.. Itu pohon tebunya mau ustad cobain..”

Aku kebelakang mengambil carok dan golok dan dengan segera pak ustad kebelakang untuk mengambil tebu itu.

“karena apa kamu mutusin mau merit?”

tanya ustazah sambil melihat pak ustad pergi dibelakang.

“ga tau ustazah, udah waktunya.. ”

“ustazah seneng pas ngedengernya kemarin.. Mudah2an lancar”

“hehee.. Makasih ustazah..best pokoknya mah.”

Ustazah berdiri sambil tersenyum melihatku, ia berjalan membelakangiku ke arah pipir rumah belakang, angin sepoi sepoi dibelakang rumah meniup gamis tipis merah yg membukus lekuk tubuhnya yg padat. Gamis yg dipakai nya begitu tipis. lekuk tubuhnya terlihat terkena terpaan angin.

Karena membelakangiku, gamis tipis itu mencetak pantat montoknya yg ke belakang. Aku langsung melihat garis celana dalamnya. Ia berteriak ke suaminya

“pah.. Ngambil tebunya yg banyak.. Sahla mau”

ustazah sambil berteriak ke suaminya, aku masih dibelakangnya sambil melihat pantat besar ke belakang itu, mulai bergerak batangku dibalik celana.

Ia balik kebelakang sambil melihatku, angin sepoi sepoi masih mencetak pantat besarnya. Ustazah melihat ku, namun tak berkata apa apa ia duduk kembali dikursi kayu itu..

“ustazah umur berapa sih..” kataku sambil melihatnya..

” kenapa kamu nanya nanya” ia duduk kembali dikursi kayu itu

“kayanya masih muda”

“emang kamu nerka umur aku berapa..?”

“25 ..”

“hahaaa.. Salah”

“27..”

“emangnya aku lebih muda dari kamu?”

“emang kaya masih muda ustazah.. berapa emang? ”

“39..”

‘ga percaya, ”

“emang kenapa”

“ga percaya, secantik gini 39..”

” hmmm ngerayu lagi ini mah..” ustazah memencet hidungku..

Aku membetulkan hidungku yg dipencet .

aku berbisik pelan

“ustazah semalem hampir aja ketauan ketauan”

“ketauan apa.”?

“ketauan pas ustazah bilang ga bisa ngerayu umur tertentu lagi.. Hampir aja ketauan.. Mangkanya ryan langsung keselek..”

“hahaaa.. Sengaja aku hukum hukum..lagian kamu berani beraninya ngeliat pantat ku… Udah tau Ada suamiku disitu..nakaal.” kata ustazah sambil menjewer

“.. Susah kalo ga ngeliat..””

ustazah menjewer ku kencang

“pikiran mesum kamu yg susah ihhh.”. ”

“tapi untung ustazah nunjukin pas terakhir” kataku ketika dia merangkak mengangkat piring terakhir dirumahnya itu

“itu juga hukuman buat kamu.. Masih berani curi curi pandang.. Biar pusing”

Mendengar jawabannya yg seperti itu kontolku membesar ..

“Maaahh”

Terdengar suara reva anaknya dari garasi depan rumah. Buru buru ustazah ke depan rumah melihat anaknya, aku menyusul dibelakang..

“yaa ampunn revaa..!

Teriak ustazah yg melihat anaknya memainkan selang steram untuk mencuci mobil itu. Aku tersenyum melihatnya, karena baju reva basah.

“jangan main itu sayang.. Nanti diomelin om ryan.”

Gpp ustazah..nanti salin mah banyak.. Kan baju punya keluarga ryan ada disini semua.. Supaya ga ribet kalo nginep.. namanya juga anak kecil”

“gpp sayang main aja..sekalian mandi kan udah sore ” kataku membela anaknya yg main air..

“assiiikk.. Hayo om main semprot semprotan..”

aku menghampiri reva menuruti ajakannya.. dan mengambil selang yg lain untuk bermain air dengannya. Ustazah menggeleng gelengkan kepala. Dia membiarkanku bermain dengan anaknya.

Reva menyemprot ku. Aku balas menyemprot sambil berlari lari. Tak sengaja ketika balas menyerang, reva menyemprot gamis depan ibunya begitu banyak. Ustazah kaget dan menghampiri anaknya.

“Udah sayang.. Kena mamah niihh”

Ustazah melihat ke arahku, dia mengambil semprotan itu dan dengan sengaja menyemprotkan air itu ke tubuhku, “gara gara kamu sih.. Rasaaaiiinnn ngebolehin”

Aku balas menyemprot, namun ustazah membelakangiku, otomatis semprotannya mengenai pantatnya , kami sambil berlari saling menyemprot satu sama lain.

“kurang ajar gamisku basah”

“tenang ustazah ada gaun bibiku koq”

Gamis nya basah kuyup, ustazah menyuruh reva ke kamar mandi untuk segera mandi. Aku merapihkan selang stream

Ya udah..”

Ustazah mengkepretkan bajunya, karena basah… gamisnya mencetak lekuk tubuhnya jelas.. Jilbabnya awut awutan..

lehernya terlihat. Aku ngaceng melihatnya. Susunya terlihat jelas oleh mataku yg dibungkus bra itu. Ustazah menangkapku melihatnya. Dia langsung membelakangiku.

Malah disuguhi cetakan pantat montoknya yg basah. Kontolku makin sange melihatnya. Ustazah tidak berkata apa apa.. Aku yakin Ia melihat tenda kontolku yg besar karena melihatnya.

suaminya masih dibelakang aku terus lihat pantat itu terang terangan.

Kamu jangan nakal deh..” katanya memecah kesunyian tatapan mata nakalku..

“abis gede banget” kataku sambil memegang kontolku

Usatazah bilang sambil melihatku

“suamiku lagi dibelakang”

Mendengar ucapannya aku semakin nekat

“liat dong ustazah kasih hadiah kaya malem tadi”

“itu bukan hadiah tapi hukuman” ustazah melihat ku tajam

“angkat ustazah dikit gamisnya”

aku turun kan sedikit celanaku, sehingga kepala kontolku terlihat oleh matanya

“gila..” ustazah menutup mulutnya sambil melihat kebelakang ke arah suaminya.

“aku ga ngapa ngapaun semalem cuma gini

Ustazah tonggengkan pantatnya kebelakang ia perlihatkan cetakan celana dalamnya ke arahku

” tapi kamu langsung kenceng gitu..”

Sambil melihat ke kepala kontolku

“kangen ” kataku

“Suamiku dibelakang”

Ia melihat ku dan pergi beranjak ke dalam, jawabannya malah bikin aku penasaran. aku disini basah menahan ngaceng keras

 

===

Malamnya kita makan bersama.

Di meja makan aku duduk bersebrangan dengan pak ustad.. Melihat ustazah yg ganti memakai gaun hitam bibiku malah makin terlihat seksi.

Ia duduk disampingku. Kami mengobrol banyak hal. Mengingat kejadian yg digarasi. Membuat pikiranku nakal. Aku penasaran dengan ustazah.

Ustazah berdiri mengambil nasi . Ia miringkan badannya ke depan, otomatis pantatnya yg sudah besar itu makin kebelakang.

Aku tidak melihat ada garis celana dalam disana.

Ohh.. Nampaknya ustazah tak memakai celana dalam sekarang. Aku mengusap kontolku dibalik meja.

Ustazah melihatku. Ia duduk disampingku. Aku tau ia melihatku sedang meremas remas kontolku dibawah meja. Ia nampak kaget namun bersikap biasa. Ia mulai mendengarkan obrolan ku dengan suaminya.

Semakin intens aku mengusap batangku dibawah meja. ustazah melihatku. Namun bersikap sebiasa mungkin.

Nampaknya ustad ali kelelahan dan berniat ingin menginap dirumahku. Dia juga pernah berjanji untuk menginap disini.

Aku sediakan kamar buat dia diatas.

Setelah makan.. Aku mengobrol tentang suasana kampung diruang tengah. Ustazah bermain dilantai bersana anaknya.

Semenjak kejadian di garasi tadi. ia tak banyak bicara. Sesekali kita saling pandang dan sehabis itu dia membuang muka. Aku tahu pantatnya tidak dibungkus celana dalam. Mengingat itu kontolku membesar.

Hari sudah malam, pak ustad ali nampak mulai ngantuk, terlihat reva yg kecapean main pun tertidur didepan tivi. Dia membawa reva ke atas ustazah masih serius melihat acara tivi. disofa aku memperhatikan nya.

Ustazah melihatku, ia melihat ke atas ke kamar suaminya yg sudah gelapkan.. Ia berdiri sambil mematikan tv melihatku, posisi nya membelakangiku. Suasana hening namun kami saling pandang. Sambil melihat pantatnya aku usap kontolku

“ngapain sih. Dari tadi makan ngusapin itu trrus”

bisiknya sambil melihat aku mengusap usap batangku

“penasaran ” kataku.

Ustazah melihat keatas, melihat ke kamar suaminya

“kamu ga usah repot repot pengen liat.. Aku polos”

ia ketatkan gaun hitam itu di area pinggulnya.

Ahh tak ada cetakan dalam disana. Malah yg makin membuatku mendesah. Aku melihat ada garis pantat yg tercetak digaun seksi itu. Aku baru yakin kalo dia tak memakai celana dalam aku keluarkan kontolku. Aku kocok kocok.

“angkat ustazah ”

“suamiku diatas”

tapi dia menunjukan garis belahan pantat nya

Ia lihat ke arah kamar suaminya, sedikit demi sedikit sambil ia angkat gaun itu sambil melihat kontolku..

Fuck.. Pantat polos, putih dan besar itu langsung terlihat mataku..

“bener kan polos” katanya show didepanku

Begitu putih mulus dan besar ke belakang.. Ke keluarkan kontolku lebih bebas..

“pantat ustazah bahaya” ..

“bahaya kenapa..”

“bahaya buat kontolku..”

Uhhjh

Aku menghampirinya, kuremas pantat itu pelan shhhhh “dia di atas”

Shhhhhhhhhhhhhhhhh uhh

“pegang ustazah

Kubimbing tangannya ke belakang, ia sentuh, ia pegang kontol itu

“Gila.. Monster.. ”

Sshhhhhhhhh bahaya kalo pantat montok gini kalo diliatin kontol ryan”

“sstt ga boleh ngomong jorok” ustazah mengocok kontolku

Aku remas remas pantat yg montok itu dgn gemas

shhhhhh ryan pukul yah.. ”

Plak plak plakk.. Ahh shhh Suara kontolku memukul mukul pipi pantatnya..

“ahh gede kontol nya”

Ku cium bibirnya dari belakang, tangan nya masih mengocok ngocok kontolku.

Hmm cup cup sshhhhh.. Kekamar yuk” ajakku

Ia turunkan gamisnya, ia lepaskan kocokan ku.. Aku berjalan menuju kamar tamu yg dibawah, ustazah naik ke atas ke kamar suaminya sambil bilang .. “tunggu lima menit”

Aku langsung masuk dan tiduran diatas kasur..

Hampir lima menit menunggu..

ustazah masuk. jilbabnya masih menempel , ia mengangkat gaunnya ke atas . Dia langsung duduk di pinggir kasur. pantat besar itu begitu sesak membesar ketika ia duduk.

ambil berdiri ke arah dia ku arahkan kontolku diwajahnya . Hmmm ia pegang ia jilat kontol itu sambil melihat ke arahku

Lick lick shhhhhh. Lama lama Ia jilat jilati lubang kencing ku aku ngilu tak karuan.

Ia masukan kepala kontolku, ia sepong..

ooooooohhhhhhhhh..

Slruup shhhhh Ughhh God.. Aku entot mulutnya,

tak sampai setengah batangku masuk ke mulutnya ia sudah tersedak

Hmm lick hmmm lick hmmmm slruup shhhhh..

uhukk uhukkk shhhh clakk clakk clakk clakk shhhh

“aku jadi horni gara gara ngeliat kontol kamu shhhhhhh”

Aku pegang kepalanya.. Aku ewe mulutnya lebih dalam hmmm kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq Sshhhhhh ahhhhhhhhhh

Uhhsshh ..”

Aku ewe lagi mulutnya lebih dalam..

Kloqq kloqqq kloqqq kloqqq uhukk uhukkk SSSSSSSSSSSSHHHH AHHHHHHHHHHHH NAKAAALL..

Ustazah terbatuk batuk melayani serangan kontolku .. Aku angkat gaunnya ke atas, aku telanjangi dia..aku masukan kembali kontolku kedalam mulutnya yg mungil

Kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq kloqq

SHHHHHHHHHHHHHHHHH OHHHHHHHHHHHH RYAAANN penuhh mulutkuuu..”

Aku usap usapkan kontolku yg basah karena ludahnya di seluruh wajahnya. Membasahi jilbab hitamnya hmmmmm shhhhh..

Aku cium ustazah, aku remas toket nya, aku caplok oooooooohhhhhhh ssshhhhhhh.. Ustazah kocok kocok kontolku.. Ia tiduran dikasur aku tindih badannya dengan mencaplok susunya. Slruuuuppppppp shhhhh..

“mau dimasukin kontol ryan ngaa..?”

Shhhhhhhhhhhhhhhhh iyaaaahhhh”

Aku arahkan kontolku dibelahan memeknya sambil mencaplok susunya, aku masukan kedalam,

ustazah mengerang memejamkan mata

ohhhhhhhhhhhh dhaleeeemm.. Shhhhhhh uhhhhh,

Uhhhhh shhhh dalem bangeeeethhhh shhh ahh ahh ahh ahh ASHHHHH AHHHHHHHHHHHH sssshhhhhhh

Penuh memek akuuuu ahhhhhhhhhhhh

PLAK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK SSSSSSSSSSSSHHHH

Shhhhhhhhhhhhhhhhh

Shhhhhhhhhhhhhhhhh

“Sempiitt kaan memekku .. Penuh bangett kalo di ewein kamu AHHHHHHHHHHHH SSSSHHHHHHH PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK SSSSSSSSSSSSHHHH OHHHHH GAAAAWDDD dalem banget..

Aku cabut kontolku sambil menciumi bibirnya, ia lepas jilbabnya yg awut awutan, ia kocok kontolku..

Ia ludahi cuhhhh shhhhhhh.

Ia balik badannya membelakangiku, ia merangkak menungging kan pantat montoknya

“ewein aku nya”

Aku naik keatas kasur aku arahkan kontolku kelubang memeknya sambil meremas gemas pantatnya ohhhhhhhhhhhh sssssssssssshhhh ahhhhhhhhhhhh ryaaaan kerassssss”

Aku maju mundur kan pantat ku, memasuki nya..

AHH AHHH AHHH AHHH SHHHHHH UHHHHHHHHHHH PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK PLAKK SSSSSSSSSSSSHHHH

AHHH AHHH AHHHH AHHHH PLAKK PLAKKK UGHHHHHHHHHHHHHHH SSSSSSSSSSSSHHHH OHHHHH

PLAK PLAKK SHHHHHH UHHHHHHHHHHH SSHHHH UHHH

KELUAR AAHH

AHHH CRETT SPLASH 💦 CREEETT AHHH FUCK…

Aku ambruk disamping nya, uhh ustazah menutup mukanya pake bantal..

“makan malemnya beneran makan malem” ucapnya..

Ustazah mengusap wajahku..

“setelah nikah jangan begini lagi” tambahnya..

“ga denger ustazah” kataku becanda

Ustazah memukul perutku. Aku tersenyum sambil melihat badannya yg basah.

Kami beranjak tidur ke kamar masing masing.

Esoknya aku isi hari hari ku melakukan persiapan pernikahan.

 

===

Part 33: Love is The End

When i was drowned on that Holly Water.. All i could think was you…”…. – Keane –

Tenda sudah dipasang istimewa dirumahnya intan. Acara masih dimulai besok tapi tamu sudah banyak yg datang disini. Bahkan seminggu ini aku dan intan seperti tidak saling mengenal menjelang acara pernikahan kami karena kesibukan persiapan masing. Foto pra wedding yg dilakukan dengan tema sunda itu terpajang rapih di depan dan di tengah pelaminan.

“I’m getting married..”

Aku senyum bahagia merasakannya.

Sengaja sore itu aku datang ke rumah intan untuk melihat persiapannya, meskipun berkali kali orang tua melarang ku untuk keluar rumah, karena mitos budaya penganten Indonesia yg melarang calon penganten keluar rumah, bahkan seminggu menuju pelaminan ga boleh keluar rumah hahaa..Tapi aku hanya tersenyum dan keluar menyaksikan persiapan ini. Aku melihat intan, dia kaget melihat ku..

“ayaang… Koq ga bilang bilang..”

“kalo bilang bilang ga bakal dibolehin yank.. Kataku”

Intan duduk disampingku, kami tersenyum tertawa bahagia melihat tenda pernikahan kami yg memanjang sampai kebelakang. Intan bilang tidak bisa tidur dari dua hari yg lalu, aku tertawa, karena akupun merasakan hal yg sama.

Aku mengobrol dengan intan tentang persiapan seminggu ini yg membuat kita jarang berkomunikasi, datang bapaknya intan melihat ku.. ia mengomeliku karena melihat pengantin berduaan sebelum acara dimulai itu sesuatu yg pamali

Hahaaaa

aku memang cinta budaya lokalku, banyak pesan moral yg tersimpan disana yg apabila kita melaksanakan nya pasti bisa merasakan kan nilai nilai yg arief disana.

Ada penyanyi panggung yg melihatku, nampaknya ia sedang melakukan soundcheck sebelum acara besok dimulai. Ia bicara melalui mic nya..

“Bapak bapak ibu ibu ternyata pengantennya ada disini semua nih”

Semua penghuni tenda tertawa ke arah kami berdua..

“oke deh mumpung lagi check sound nih… sore sore gini, saya nerima request nyanyi lah khusus buat calon penganten yg duduk distu tuh”

Aku berpikir sejenak.. Aku teriak ke arah panggung

“my way dari Frank Sinatra….”

“oke boss.. Menjelang hari istimewa penganten saya ucapin Congratulations buat Ryan dan Intan..”

Ia mulai menyanyikan lagu itu.. Aku dengarkan dengan seksama sambil memegang tangan intan.

Suaranya sangat bagus.. Karakternya pas dengan lagu yg ku request.. Alunan musiknya membuat ku terharu.. Aku merasakan kebahagiaan yg hangat sore itu

And now, the end is near

And so I face the final curtain

My friend, I’ll say it clear

I’ll state my case, of which I’m certain

I’ve lived a life that’s full

I traveled each and every highway

And more, much more than this, I did it my way

Regrets, I’ve had a few

But then again, too few to mention

I did what I had to do and saw it through without exemption

I planned each charted course, each careful step along the byway

And more, much more than this, I did it my way

Aku pegang tangan intan mesra sambil menikmati lagu ini..

Selama ini aku hanya Menjalani pilihan hidup yg aku yakini.. Dan sekarang…… Aku akan memulai hidup baru..

Bersama seseorang yg kupegang tangannya sore ini. Menuju jenjang pernikahan esok hari. Aku berharap sampai tua dengannya nanti..

Love is The End

=== TAMAT ===

Mari berlangganan Cerita Dewasa!!

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

cara membesarkan penis

5 Cerita Dewasa Terakhir

loading...
 Klik “<–” untuk kembali
Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber!
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber!
Description
cerita dewasa yg berlatar belakang di kota Bogor, Jawa Barat ini mungkin sedikit membingungkan bagi yg tidak mengerti bhs Sunda, karena banyak menggunakan istilah bahasa tsb. but overall, ceritanya memang seru bgt., bertema perselingkuhan dengan ibu-ibu HOT (MILF) dan kebanyakan adalah hijaber!trims berat pada agan Zhalyoh (Forum Semprot)yg berprofesi sebagai juragan properti dan sudah mengguratkan karya ini yg menurutnya adalah kisah nyata yg dia alami sendiri! jangan lupa dibookmark ya gan.. soalnya cerita ini puuuanjang banget!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo