loading...

“kontol nakal..”

Dua jam yg lalu

Sepulang dari kota sengaja aku makan disebuah tempat makan favorit dekat daerah ku. Ini adalah tempat makan sop dan sate yg paling enak di daerah sini. Tak ayal begitu banyak pelanggan yg makan disini termasuk aku. Karena sajiannya yg selalu terasa enak dilidah. tak sengaja ketika aku makan. Aku melihat pak haji malik masuk.. Ahh itu pak haji beserta istrinya. Kebetulan aku ketemu mereka disini, karena pesanan pasirku yg banyak belum aku bayar. Terlihat bu haji elis disampingnya.. Ohh ibu setengah baya itu begitu cantik. Memakai gamis ketat warna hitam dan kerudung putih, tonjolan susunya tercetak besar dibalik gamis hitamnya itu. Kangen dengan bu haji. Aku lambaikan tangan kearah mereka berdua . Sudah lama aku ga mereka. mampir ditempat sop sate ini, karena tempat makan ini memang begitu dekat dengan rumahnya. Terlihat pak haji memakai batik kesukaannya yg warna kuning. Aku sapa mereka.

“assalamualaikum.. Pak haji lama amat ga ketemu..”

“walikumsalaam aiihh ryaaann.. Aduuh kebenaran amat..”

Bu haji pun nampak kaget dan senyum ke arahku.. Aku salami mereka berdua..

“aduuh sombong euy sekarang mah.. Udah gede proyeknya..”

“ahh biasa aja pak haji, orang masih suka mesen pasir koq.. Untung ketemu pak haji disini mau nanyain bon”

Kami cerita pengembangan proyekku dengan pak haji, aku ceritakan tentang peresmian pembangunan site plan b ku. Bahwa aku butuh pasir dan batu split lebih banyak tanpa harus menumpukkan bon yg lebih banyak. Aku bilang segera aku transfer setelah melihat nominalnya.

Sambil mengobrol kesana kemari aku sambil melihat dan menikmati tubuh istrinya.

Ya susuk tubuh wanita milf itu begitu enak dilihat. Seperti biasa keringat membanjiri cetakan dada montoknya, aku goyang susu itu basah karena keringat ketika dirumah sakit, begitu nakal aku mengingatnya. bu haji memperhatikan ku. Aku tidak tau apa ia merasa bersalah atau merasa takut bila melanjutkan hubungan terlarang ini terus menerus. karena hampir beberapa bulan ini ia tidak menghubungi ku.

“wah.. Terakhir ketemu pas pak haji sakit dirumah sakit..” kataku sambil menatap istrinya. Bu haji mengalihkan pandangannya ke arah lain, namun sudut matanya melirikku sebentar

“iya bener yan..”

“sekarang pak haji gimana udah sehat..?”

“udah sekarang mah udah terapi insulin.. Jadi diabetesnya mendingan..”

“olah raga atuh pak haji,.”

“iya yan.. Temenin saya lagi atuh maen badminton biar semanget..”

Bu haji melihat ke arahku, ia sandarkan kepalanya di atas tangan kanannya yg menempel di meja. Ahh gumpalan susu itu kunikmati dari sini.

“boleh pak haji, akhir akhir ini emang sibuk banget.. Ngomong ngomong pak haji abis dari mana ini rapih amat..

“abis pulang pengajian..

“ohh pantes pada cantik n ganteng..

pak haji dan bu haji tertawa melihatku sambil bilang

” bisa aja, udah pada tua gini juga dibilang cantik ganteng”

Aku melihat ke istrinya yg dibilang tua oleh suaminya, hmm tak ada tanda guratan sudah tua, masih terlihat cantik bu haji itu.

Sengaja aku ambil kerupuk dipojok tempat bu haji duduk, karena badannya berkeringat, aku mencium wangi tubuh ibu ini, ahh wangi tubuh itu menjalar sampe ke batang kontolku yg perlahan mulai bangun.

“bu haji gimana kabarnya, koq ga pernah ngehubungi lagi..” kataku

“baik.. Sekarang sibuk dirumah aja soalnya” jawabnya pelan dan grogi jarena tak melihat ke arahku..

Datang sate dan sop yg sudah dipesan, kita berdua makan sampai habis sambil ngobrol kesana kemari, pak haji memberiku nominal tagihan yg mesti kubayar, aku pamit ke mereka dan pulang dari tempat makan untuk segera mentransfer uangnya.

Dirumah aku penasaran dengan bu haji. Gumpalan susu montok itu terbayang di otakku , kangen aku dengannya. diam diam aku what’s up bu haji itu untuk menanyakan kabarnya.

“bu gimana kabar..?”

Lama tak ada jawaban

“baik.. Ibu baru sampe rumah nih”

“lama ga ketemu nih..koq ga pernah ngehubungi lagi nih..”

“hehee.. Semenjak dirumah sakit itu ibu ga bisa ngehubungi kamu lagi.. Kalo terus menerus kaya gitu ibu Takut..”

Benar dugaan ku, mungkin merasa bersalah, dan merasa takut bila hubungan terlarang ini terus menerus dilakukan. namun entah kenapa, muncul perasaan penasaran dari diriku.. Mungkin karena aku kangen dengannya.. Muncul pikiran nakal dan penasaran dalam otak mesumku. Apa bisa bu haji aku ajak nakal lagi .. Ahh kontolku mulai ngaceng memikirkan nya

“takut kenapa bu..?

“takut diterkam kamu hihii..

jawabannya malah bikin kontol ku berdiri perlahan

“biarin bu diterkam juga..”

“ga mau takuutt.. Bisa terus menerus..”

“sekarang ibu lagi ngapain..”

“salin baju..”

“hmm seksi atuh, pake apa..”

“pake daleman doang, abisnya dipotong whatsap kamu..”

Aku keluarkan kontolku

“warnanya apa bu” ucapku pelan

“ga bisa sebutin warna ada suami disini..”

“ayo dong bu.. Ryan pengen tau

“ga bisa.. Masa ada suami ibu malah disebutin warna celana dalamnya apa..”

“hehee..nakal dikit lah bu.. Kan ga dibaca suami”

“hmmmm warnanya sama kaya gamis tadi..”

Ohh fuck.. Si ibu memberi warna celana dalamnya

“item? ..”

“iyahh..”

Ohh Kukocok kocok kontolku

“uhh kangen sama tubuh telanjang ibu”

“stttt suami ibu disamping, jangan bilang bilang pengen liat tubuh telanjang .. Ntar ada kerass..”

Ohh fuckk.. Nampaknya bu haji mau aku ajak nakal..

“udah keras bu.. Ngacung ke atas..”

“ihhh ga sopan kamu.. Udah tau ada suami ibu dsini malah krras ngebayangin ibu ”

“abisnya si bapak susah ereksi yah bu.. Kalo ryan udah keras..

“ngebayangin apanya hmmm koq ibu jadi ngebayangin yg keras yah.

aku bilang padanya nakal

‘ngebayangin memek tembem ibu.. Pengen ngewein, ryan pengen ngewe sama memek tembem ibu..”

“ihhh ga sopan.. Suami ibu ada disini.. Malah pangen ngeweinn memek tembem punyanya.. Nakal banget sih itu yg keras..

“shhh mangkanya sentil bu Kontol nakalnya.. Hukum sama ibu..”

“hmmm.. Sini ibu sentil.. Nakal amat sih itu punya kamu.. Udah tau ibu lagi disamping suami.. Malah keras nantangin ibu..

” Sentilin kontol nakal ryan ya bu.. Ryan kesana”

“si bapak udah bobo.. Sini ibu sentilin.. Ibu remas sekalian sampe muncrat..”

Aku pacu mobil ku malem itu juga kerumah bu haji, ohh aku keras membayangkannya.

Aku berhenti di tempat gelap di tempat aku janjian, bu haji memberiku pesan agar aku tidak turun, tempat ini begitu sepi karena posisinya mojok dekat bangunan yg menghalangi. Bu haji mengetuk pintu kacaku. Aku buka pintu dia masih memakai gamis hitam yg mencetak susu montoknya di tempat makan tadi. Bu haji menutup pintu nya. Langsung aku remas toket bu haji keras.. Shhh uhh shhhh nakaaall

ku keluarkan kontolku.. bu haji menutup mulutnya karena kaget

“kerass bangett…

Bu haji buka kancing gamisnya.. Akses susu telanjangnya terlihat olehku.. Aku cium bibir wanita setengah baya ini sambil meremas toketnya yg montok sshhhhh

Bu haji remas kontolku ia kocok pelan.. Shhhh ahhh..

“Kontol nakaaall.. Sini ibu sentil ..”

Tukk..”shhh

Tukk..”shhhhh

Tukk tukk ahhhh shhhhh

Kontolku bergoyang goyang karena sentilan gemasnya..

“udah tau.. Ibu lagi ama suami.. Malah keras ngebayangin ibu.. Ga sopan.. Dasar kontol nakal..” kencang meremas kontolku..

“hukumin bu.. Shhhh masukin ke mulut ibu…..”

“kaya gini..Hmmm slruuuuppppppp..” ia masukkan kepala kontolku pelan aku melenguh kencang ooooooohhhhhhhhh sshhhhhh ahhhhhhhhhh

Aku pegang kerudung putih ygmenempel dikepalanya dan membimbing penuhnya mulut kontolku aahhhh ahhhh ahhhhh uhhhhhh

Slruuuuppppppp slruup slrummmm..

“hmmmpp .. Hmmmm shhhh clek clek gede amat siihh.. Clek clek clek shhhhh.. Kamu kangen pengen ngewein ibu..

“ohhh shhhh iya bu haji… Ahhhhhhh

“Kontol nakal….

Aku beranjak kebelakang, kusenderkan semua kursi, bu haji buka mengangkat gamisnya ke atas, ku kocok kocok kontolku melihat bungkusan memek tembemnya yg hot .. Kubuka pinggiran celana dalamnya kesamping, kuarahkan memek tembem itu ke kontolku, kumasuki pelan ahhhhhhhhh ughhhhhhh pelan ryann ahhhhhh

Shhhhhhhhhhhhhhhhh

AHHHHHHHHHHHH NAKAAALL

Shhhh uhhhhh

Plak plak plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk sssssssssssshhhh ohhhhh

“enak ngga bu kontol nakalnya..”

“enaaakkk… Shhhh shhh .. Ahh ahh ahhh plak plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk sssssssssssshhhh sssssssssssshhhh ahhhhhhhhhhhh shhhhhhhhh

Terus ewein ibu terus ahhhhhhhh.. aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh shhhhhhhhhhhhh

AHHHHHHH GAWWWWDDDD..

Kontol kamu enak banget siihh shhhh uhhhhhhhh udah lama ga di ewein suami..”

“kenapa buu…”

“lembek.. Ga bisa masuuuuuuuuuukkk ahhhhhhhhhhhh shhhhhhhhh uhhhhhhhhhh AAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH ” kupercepat entotanku ke memek tembemnya itu.

putiingnya ku jilati.. Susunya kusedot bergantian..

Shh uhh shhh uhh shhh uhhh shhhh uhhh

Sshhhhhhhhh uhhhhhhhh hhhhh goddd sshhhh uhh nakal banget sih kamu shhhh ngewein ibu aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh sshhhhhhhhh uuuuuhhhhhhhhhh

Plak plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk shhhh

Ohhh kangen aku dengan jepitan memek tembemnya, wangi tubuhnya menambah kencang entotan kontolku.. Uhh uhhhh shhhh ahhh iyahh ryaann… Shhhhhhhh enak kan memek tembemnya hihiiii shhhh ahhhh shhhhh ahhhhh.. Kata kamu memek ibu tembem.. Shhhhh enak buat kontol ryan shhhh.. Yg gede shhhhhhh ahhhhhhhh fuckk shhhhhhhhhhh uhh uhh uhh uhh uhhh..

AHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH AHHH UGHHHHHHH SSHHHH AHHHH SSHHHHH CLEK CLEKK CLEKK CLEKK CLEKK.. Semakin lupa diri aku menghajar memek tembemnya.

Eweiin ibu terusssss aaahhhhhhhhh

Keluar buu.. AHHHHHHHHHHHHH SSSHHHHHHHHHH AHHHHHHHHHHHHH

Hampir setengah jam aku menggoyangnya, tak kuat dengan jepitan memek tembemnya yg nikmat itu aku keluar kencang sambil menjerit..

Cret cret crett crett splash.. AHH AHHH AHHH AHHHHHHHHHHHHHHHHUhh gawwddddddd.. Kedutan kontolku bergalon galon memasukan pejuku ke dalam memek tembemnya.. ohhhhhh aku ambruk sambil menciumi bu haji..

“uhhh bisa tiga hari ibu sakit kencing gara gara si nakal ini..”

Aku ciumi dia mesra.. Sambil aku usap usap memek tembemnya, terasa laharku mengalir keluar.. Aku Antar ibu menuju kerumahnya, kembali normal bu haji mencium keningku. Aku tidur dengan perasaan puas malam itu..

 

===

Part 28: Dangerous Game

Aku sedang menikmati pagi dengan kopi hangat disini. Aku memutuskan untuk berolah raga pagi itu. Lari pagi sudah seperti rutinitas yg tak bisa ditinggalkan. Seperti terapi harian yg membuat badanku terasa segar dalam menjalani keseharian diproyek. Aku selalu berusaha menjaga tubuh ku sehat bugar. Tak jarang banyak yg mengikuti olahragaku. Banyak diantara warga sekitar bahkan anak buahku berolahraga lari denganku.

Ketika aku melewati sebuah sawah disekitar proyekku. Aku melihat mang kardi dan istrinya naik keatas. Sepertinya keduanya baru mandi karena terlihat segar dan basah rambutnya. Mang kardi memakai kaos dan bawahnya dililitkan anduk. Sementara istrinya hanya memakai sarung kemben coklat bermotif batik. terlihat segar dengan membawa ember berisi pakean basah, pemandangan belahan buah dada montoknya yg putih mulus . Aku jadi teringat empang dibawah. Empang waktu tempo itu aku merayu istri mang kardi ini sampe akhirnya kuhabisi dikontrakan belakang.

Keduanya senyum ke arahku. Aku yg memang terlihat berkeringat segar ini hanya memakai kaos singlet dan celana boxer. Kusapa keduanya.

“wah mang.. Apa kabar.. Perasaan udah jarang keliatan diproyek.. Lilis gimana warungnya?”

“saya ditugasin di belakang proyek rumah 34/72 itu boss.. Kontraktor bos tuh si mang ujang yg nyuruh..”

“wah pantesan saya jarang ngeliat..”

“warung mah biasa bos.. Masih sering diutangin sama anak anak hihiii..” jawab lilis sambil tertawa kecil. Ibu dua anak ini memperhatikan. Karena posisinya yg sedang memegang ember, bulu ketiaknya yg rimbun terlihat mengintip, oh kontolku membesar karena mencium wangi ketiak itu.

“saya jadi pengen ikut ngutang sama lilis hehee..

“hutangin atuh a ryan main ke warung”

“yess.. Oke teh nanti saya mampir kesana..”

susana pedesaan ditambah sejuknya udara disini membuat aku semakin betah untuk tinggal disini. Mereka pun pamit duluan menuju warung bedeng itu. Aku melihat lilis. Ahh tahi lalat hitamnya masih hinggap diatasan susunya yg putih montok itu. Aku geleng gelengkan kepala menghilangkan otak mesumku.

 

===

Aku datang ke warung itu setelah selesai keliling olahraga pagi. Kulihat lilis sedang merapihkan makanan dagangnya diwarung. Terlihat cantik dan segar istri kardi itu dengan tanktop tali kecil berwarna abu abu. Belahan dadanya terlihat sedikit namun sangat dalam. Ia tersenyum ke arahku.

“kemana suamimu teh..

Aku memperhatikan belahan dadanya yg mengintip.

“ngapain nanya nanya suami ku..”

Aku kaget dekat jawaban reh lilis yg sedang merapihkan pisang goreng itu, meski kulihat ada sekilas senyum dibibirnya ku tanya penasaran..

“emang kenapa teh..”

Lilis berbisik..” abis.. Nanya nanyain suaminya, tapi dateng dateng ngeliatin susu istrinya ..”..

Oh fuck..

aku tertawa”busted” dari teh lilis. Mang kardi hampir mendengar twaanku.

“kenapa boss..?

Aku jawab kencang sambil mengontrol suaraku..” ini mang lilis pagi pagi udah ngehibur..” lilis terlihat senyum dengan jawabanku..

“seksi ..” kataku pelan

“hushh lakiku dibelakang..”

“malah nambah seksi..” kataku agak kencang

Aku melihat kecelah ketiaknya yg terlihat bulu lebatnya, oh ingin aku mencium wanginya. Kontolku mengeras..

“udah lama teh”

“lama ngapain..”

“ga ngeliat itu..” aku menunjuk ke arah celah ketiaknya yg bulu lebat itu mengintip

“hushh lakiku ada di belakang kamu mau liat ini..

“ini apa teh.” godaku

” ketek lebat..” ucap teh lilis sambil senyum

“liat dong”

Aku usap kontolku..” ia angkat lengannya sedikit keatas. Ohh rimbunan bulu ketiaknya sangat hot. Aku mau menciuminya

“sstt ga boleh..yg punyanya ada dibelakang.” ia turunkan lagi lengannya

” uh shhh..”

“kamu ga bakal berani”

“ga berani apa teh..”

“ga berani rayu rayu aku”

“kalo ryan berani..”

“.. kalo kamu berani.. Suruh suruh dulu gih suamiku..”

“suruh suruh apa teh..

“kalo kamu bisa nyuruh nyuruh suamiku .. kamu bisa icip wangi ketiak aku ..” lilis menciumi bahu telanjangnya

Oh fuck.. kontolku begitu keras mendengarnya..

“berani??..”

Of fuck.. Aku remas kontolku mendengar tantangannya

masih menciumi bahu telanjangnya, mang kardi masuk menemaniku. Aku yg masih menahan ngaceng karena tantangan istrinya itu bersikap biasa didepannya.

“ngobrol apaan nih pagi pagi koq sunyi amat” katanya..

“biasa mang ngomongin yg seru seru” kataku..

Aku melihat ke istrinya yg sedang mennyeduh kopi itu sungguh terlihat menggairahkan dengan tanktop abu abu nya.

Aku ingin mencicipi nya.

Setelah agak lama aku mengobrol dengan mang kardi aku masuk kedalam warung menghampiri teh lilis. Terlihat lilis memakai rok pendek dengan gelang emas dikakinya menambah indah mata nakalku. Mang kardi masih duduk di bale depan, aku masuk menghampiri teh lilis kedalam warung.

“coba teh pengen ini.” kataku beralasan mengambil cemilan didalam. Padahal aku ingin lebih dekat dengan lilis sambil menciumi wangi tubuhnya. Dari belakang karena tanktop abu abu itu terlihat punggung lilis yg mulus dengan kulit yg terlihat sangat kencang. Ibu ber anak satu itu mempunyai aura keindahan tersendiri dengan tubuh nya . Aku melihatnya dari samping, paha kiriku mengenai pantat nya yg memakai rok pendek itu. Cetakan celana dalamnya yg belum aku tau warna nya terlihat olehku.

Lilis melihatku lama, ketika suaminya melihat ke arah luar, ia menantangku dengan mengangkat lengannya ke atas sambil memperlihatkan ketiaknya, tercium olehku wangi tubuhnya. Ia berbisik kepada ku dengan mimik pelan

“kalo kamu berani..”

Oh fuck.. ia turunkan lagi lengannya kebawah memblok mata nakalku diketiaknya. Aku panggil mang kardi..

“mang.. Sapuin depan rumah dulu gih, ryan pengen santai disini.. Ga enak klo kotor”

“oke boss..”

Melihatku menyuruh nyuruh suaminya, lilis melirik ke arahku. Tanpa disuruh dua kali mang kardi berdiri mengambil sapu.. Aku tempelkan bahu telanjangku dengan bahu telanjang istrinya. Terdengar suara “hmm” darinya walau pelan.

“jangan lupa sampahnya di ambil ya mang..”

“iya boss..”

Dengan perintah itu kuremas pantat lilis keras. Aku berbisik

“.. Mana janjinya..”

Melihat suaminya disuruh suruh olehku…. ia angkat lengannya keatas.. Ohh terlihat seksi dia dengan tanktop abu abunya, ketiaknya yg berbulu lebat itu terlihat.. Langsung aku cium ketiak lebat itu tepat saat suaminya nyapu ke arah depan karena disuruh suruh olehku

lick lick shhhhhh

“ohh..

“nih kamu icip ketiak aku..sshh.. Udah nyuruh nyuruh suami aku ” shh

Ahh wangi ketiaknya menambah kencang kontolku. Aku bimbing tangannya menuju kontolku ia remas batangnya keras sshhhh uhh hmmmm… “suruh lagi suamiku.. Nanti aku kocok kocok kontolnya” shhh

“mang.. Nanti cuciin kaos ryan yah.. Basah abis olah raga..

Tapi bersihin dulu sampahnya”

melihat suaminya yg disuruh suruh olehku, lilis buka celana boxerku ia keluarkan kontolku ia kocok kocok.

sshhh fuck..

“oke boss” katanya disela sela aku berkata shhh pelan karena kocokan istrinya…

Aku bawa lilis kepojokan, aku cium bibirnya,, sambil membuka tali tanktop nya aku remas toket montok itu.. Ahhhh ishhhh aa shhh gede banget siih kontolnyaa shhh .. Aku caplok toket gede itu penuh nafsu sshhh slruuuuppppppp ahhhh.. Sshhh uuuhhhhh

Sambil membuka kaosku dan menjilat susunya, kuangkat lengannya.. Dari susu ke jilati istri kardi ini diketiaknya yg rimbun. Wanginya malah buat kontolku semakin keras..

Aku lepaskan seranganku.

Sambil membawa kaos yg kubuka aku berjalan mundur ke arah warungnya untuk melihat suaminya, kontolku ngacung besar ke arahnya. Lilis berjongkok, . ia merangkak menghampiri kontolku, aku bilang ke suaminya

“cuci kaos ini yah mang, yang bersih

“iya boss”

lilis memegang kontolku ia kocok sambil berbisik

“kamu bossnya..” ia caplok kontolku masukmulutnya.. Hmmm sshhhh aa.. Hmmm sshhhh slruup slrupp slrup ssshhhh gede banget siih.. Shhhhhhh uhhh uhhh slrupp slrup aahhh shhhh uhhhh liliis sshhhhh

Lagi nikmat kontolku disepong lilis, mang kardi bersuara dari luar..

“boss.. Kaosnya saya cuci diempang yah.. Biar bersih..”

Aku usap usap kontolku diwajah basahistrinya dan bilang.. ” oke mang.. Yg lama yah biar bersih..

“lilisnya kemana boss..

“ga tau ga liat..”

Melihat kardi turun ke empang bawah. Aku jepit kontolku dibelahan toket lilis.. Sshhh auhhh clak clak clak clakk clakk shhhh “angkat lengannya lis.. Ryan pengen liat ketek lilis ” ia angkat lengannya kugesek geseki ketek itu dengan kepala kontolku shhhhhhh uhhh uhhh ia hhh

Iya aa shhh gesekin pake kontol aa.. Ketiaknya shhh ketiak shhhh gesekin teruusss, oohhhh sshhh”

Kuangkat lilis kubawa ia ke kamar yg biasa ia pakai tidur dengan suaminya. Kujatuhkan diatas kasurnya itu uhhhh shhhh. Kuangkat lengannya kujilat jilati ketiak lebat itu sambil kuremas toketnya oooooooohhhhhhh ssshhhhhhh lilis kocok kocok kontolku kencang. “aa suruh suruh suaminya.. Aa jilat jilatin ketiak istrinya shhhhhh uhhhh..” Lilis langsung menungging didepanku.. “ewe lilis aa” sshhhh

Ku entot memek itu penuh nafsu,, lilis menjerit karena ukurannya AAAAAAAAHH SSHHHHHHHHH UHHHHHHHH

Terus aa ewein.. Ewein shhhh uhhh”

Plak plak plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk.. Sambil menyetubuhinya dengan gaya anjing, kuremas toketnya dari belakang, dengan keras kontolku membombardir memeknya teguh sshhhhhhhh ughhhhhhhhhhhhhh

“suamimu kemana tehhhhhh

“suamiku lagi nyuci kaos bosnya yg kotor.. Tapi memek istrinya diewein kontol gede.. Shhhh.. aaahhhhhhhhhh”

Plak plak plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk ajhhhhhhhhhh

Ahhh enak banget memeku aa shhhhh

“suami kamu payah amat sih.. Disuruh suruh nyuci baju tapi istrinya di ewein..

“sshhhh iyaa ryaann.. Ewein aku sshhh pake kontol gede kamuu hhshhhh oohhhhh

plakk plakk plakk plakk shhhhhh plakk plakk plakk shhhhhh ahhhhh memekku linuuu sshhhh akhhhhhhAKKHHHHHHHH SSHHHHHHHHHH KELUAAAARRRRR…. Bergetar getar kaki lilis sambil membanjiri kontolku

fuck..

Masih memejamkan mata lilis tersungkur diatas kasur menikmati orgasme nya. aku cabut kontolku, aku tiduran disampingnya.. Lilis langsung mengocok ngocok kontolku yg masih keras ini..

“uuuhhh suruh suami lilis semau aa lagi yaahh..” clek clekk clekk clekk d ..

“trus ketek istrinya jilatin .. Sshh

memeknya di ewe lagi.. Biar enaak Shhhh clej clekkk clekkkkkk clekkk clekkkkkk clekkk Uughhhhhh shhhh” ia menaiki badanku.. Aku caplok susunya kencang, lilis langsung memposisikan kontolku dibelahan memeknya, ia turunkan pelan pelan .

Aahhhhhhh shhhhhhhh.

Sambil kucaplok susunya pake mulutku.. lilis ulek ulek batang kontolku

Sshhh shhh ahhhh shhhhhh uhhhhhhhhhhh plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk plakk sssssssssssshhhh sssssssssssshhhh ahhhhhhhhhhhh shhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhh

” SHHHHHHHHHHHH shhhhhhhhhhhh Ahhhhhhh sshhhhhhhh ughhhhhhhhhhhhhh

Masih mengulek kontolku dengan liar.. Aku angkat lengannya ke atas.. Ku jilat jilat ketiaknya pelan..

Lick lick… Shhhh.. “begitu teh jilatin nyah..”

Kujilat lagi ketiak rimbun itu

“iyah begitu.. Jilatin ketek istri nakal anak buah aa sshhh.. Uhhhhh gede banget kontolnya sihh aa Sshhhhhhhhhhhhhh

Aku benamkan wajahku dalam dalam diketiaknya sambil ngecrit jauh jauh diliang memeknya,

Crett crett ctrettt spalsh splashh aakhhhhhhhh FUCCKKKK… Ffffffuuucccckkkkk… Ohhhh

Berkedut kedut pejuku banyak menembak liang memeknya.. Terus aku jilati ketiak itu penuh nafsu.. Lilis ambruk merasakan kedutan kontolku diliang memeknya..”

 

“ngewe lagi yuk” kataku masih menjilati ketiaknya ” kontol ryan bakal kenceng lagi..”

“sshh nanti suamiku gimana..”

“nanti disuruh nyuci lagi… Asal istrinya di eweewein ryan..”

“uuuhh.. Maauuu..”

Aku bawa lilis ke kontrakan belakang… tanpa memperdulikan kaos ku yg dicuci suaminya, aku ewe istrinya habis habisan sampai siang.. Badanku terasa sangat pegal pegal malam harinya…

 

===

Part 29: The Golden Sunlight

Aku pernah bilang bahwa hidup ini kadang hanya tentang waktu. Kalo seandainya belum datang waktunya ga mungkin terjadi, tapi kalo sudah waktunya.. Tidak ada yg bisa menghalangi nya.. “you know what to do..”

Ini adalah salah satunya.. Waktuku telah sampai

Intan sudah menyelesaikan ujian skripsi nya. Dan sungguh diluar dugaan bahwa ia lulus dengan nilai ipk rata rata 3,78. Aku yg menghadiri ujian promosi nya ikut senang. Diam diam kuberikan ia bunga sebagai tanda selamat dari kelulusannya. Suasana kampus waktu itu begitu ramai. Hadir keluarga intan yg dari tadi menunggu jadwal ujiannya. Dan penantian mereka benar benar sepadan dengan lulusnya dia dengan ipk rata rata sebesar itu.

“mamah bangga sama pacarmu a.” suara mamahnya intan sambil memegang bahuku,

Aku senyum sambil melihatnya..

“ohh.. Aku bukan pacar nya intan bu tapi cuma temen deket hehee..”

“hahaa.. Becanda aja kamu, orang ibu sering ngeliat foto kamu di kamar si neng, bahkan wallpaper laptopnya foto kalian berdua..”

kaget aku mendengar cerita ibunya, mengingat memang akhir akhir ini kita dekat, namun karena mungkin masih merasa takut untuk memberi harapan satu sama lain, kita sama sama saling membatasi diri,

mungkin sudah saatnya demi masa depanku, aku ikat hubungan ini.

Yang jelas.. Aku selalu merasa nyaman dan nyambung bila ngobrol dengannya.. Apalagi yg dicari selain perasaan nyaman dan nyambung bila ingin dekat dengan seseorang bukan?

Itu yg kurasa..

That’s how i feel..

Entah kenapa kita masih sama sama membatasi diri walau sudah sama sama dekat. Namun perasaan ‘we understand each other” masih menyelimuti perasaan ini.

Kita sama sama saling mengerti.. Namun karena masih ada rasa takut dan tidak yakin.. Kita masih sama sama membatasi diri..

“sukur deh bu kalo gitu, seneng ngedengernya..”

“maen aja dulu kerumah ibu, kalo pengen liat”

“iya bu.. Hehee”

Intan keluar dengan wajahnya yg terlihat cantik. Terlihat pancaran jiwa bahagianya menemui aku dan keluarganya.. Aku senyum dan beri bunga itu kepadanya..

“selamat yah cantik buat kelulusannya.. Orang tua kamu pasti bangga

“makasih a bunganya.. Intan ga bakal lulus kalo ga dibantu aa..”

Aku senyum kepadanya

“yg penting kamu lulus dengan nilai tinggi.. Aa udah seneng.. . Happy graduation ya cantik..”

“i love you pokoknya aa sayang..”

Terlihat keluarga intan langsung memeluk dan menciumi dirinya. Aku terharu melihatnya. Orang tua intan mengucapkan terimakasih kepadaku karena Selama ini sudah ngebantu menyelesaikan skripsi nya.

Buatku… yg penting dia sudah lulus dengan nilai tinggi aku sudah senang. Tak perduli seperti apa proses menjalani nya dulu namun bila sudah lulus maka semua terbayar dan sepadan dengan perjuangan nya.

Ketika sehabis foto makan makan dan ngobrol kesana kemari, aku dipanggil orang tua intan ke rumah. Aku yg memang hari itu tidak ada kegiatan diproyek dengan senang hati datang kesana. Bapaknya intan yg memang seorang pejabat eselon itu sungguh berpengalaman dalam menceritakan sejarah hidupnya, dulu dia hanya seorang pedagang susu keliling namun siapa tau ia sekarang punya belasan ruko yg bisa disewakan. Kami bertukar pengalaman hidup. Intan merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, semua adik adiknya cowo bahkan yg kedua sudah mau masuk perkuliahan.

Setelah ngobrol tentang masing masing pengalaman hidup, kami serasa seperti keluarga, tanpa ada rasa canggung, tanpa ada rasa takut.. seperti sama sama nyaman dengan kehadiran kumpul keluarga ini. Tanpa direncanakan tanpa dipikirkan tiba tiba aku bilang ke si bapak..

“pak.. Ryan izin yahh..

“izin apa?

” minta izin supaya bisa jagain intan.”

Si bapak diam sejenak.. Ia tersenyum

“hmmm.. jadi intinya minta restu nihh? ”

“hahahaa.. Si bapak bisa aja.. Jadi malu saya pak..”

“seharusnya bapa yg terima kasih sama kamu , kalo misalnya intan suka ngerepotin.. Si ibu juga suka bilang ke bapak..” pak.. Ga enak amat yah ke ryan suka ngerepotin si neng ajah ”

“diihh ga apa apa pak.. Salam aja sama ibu kalo ryan sama intan baik baik, alhamdulillah sekarang wisuda..”

“kapan orang tua kamu mau maen kesini..”

“katanya bulan besok pak..”

“ya.. Udah.. Kalo bapak mah ga pernah maksa.. gimana anak anakaja, ga mau mesti gimana, kan jodoh mah emang urusan tuhan.. Mungkin kalo misalanya udah jodohnya kamu ga ada yg bisa ngehalang halangi.. Sebagai orang tua bapak cuma ngedoa.. Mudah2an semuanya diberi kemudahan ..”

“amiinn.. Makasih pak.. Buat understandingnya..”

“Bapak seneng kamu ngomong kaya gini… Biasanya kalo cowo cowo yg berani deketin intan langsung di usir sama ibu hahahaa.. Bapak heran juga koq kamu ga diusir sama ibu..

“idihh kejem pisan pak hahahaa…. Ryan mah cuma berharap yg terbaik buat semuanya.. Apalagi buat intan… Mudah2an direstui sama ibu bapak..”

“hmmm bagus bagus.. Ini cowo yg bapak tunggu tunggu.. bapak tunggu orang tua kamu dateng, kasih tau bapak yah biar siap siap

“ahh ga usah repot repot pak, keluarga saya mah keluarga rempong, dikasih garam nasi sama kecap juga pasti habis..”

Kamu tertawa terbahak bahak, sampai tak terasa intan sudah siap dengan kencan sorenya, begitu cantik dan cute dia dengan blouse dan celana jeansnya.

“hayoo ngomongin apaan nih dua cowo ketawa tawa..”

“Kepo aja jadi orang, hayu berangkat.. Pamit dulu ya pak mau ngajak intan ngerayain kelulusan..”

“iyah hati hati.. Asal bawa pulang utuh aja, jangan sampe ada yg rusak..”

” siap boss..”

Sampai dimobil dan jalan..

Intan mencubit lenganku keras keras saat aku menceritakan hal yg tadi bapaknya. Ia tidak menyangka kalo aku seberani itu ,

“terus sibapak ngomong apa..”

“kalo emang jodoh pasti ada jalannya..”

“deg degan tau intan aa.. Hahaa.. Soalnya banyak yg deketin intan malah diusir sama si ibu bapak sialnya ga ada yg berani ngomong , pas intan suruh ngomong ke bapak pada lari semua.. Hahahaa”

“kan kalo diizinin orang tuanya biasanya kan mudah dapetin anaknya tan.. Budaya kita kan emang kaya gitu hahahaa…

intan mencubit pahaku keras keraass

“ihh aa ge eerr.. Lagian kaya intan mau aja sama aa.. Ge er banget sih”

” koq sering nyimpen foto aa sih dikamar.. Wallpaper laptop juga pake foto kita berdua.. Hahaaa ketauan? ..”

“asem.. Siapa yg ngomong aa.. Reva (adiknya) ya..”

“bukan… Mamah kamu..

“diihhh..simamah mah.. Malu maluin”

Aku pegang tangannya..”jangan malu.. Aa nya seneng..”

Intan membalas dekapan tanganku dengan suara manja.. “beneran aa seneng..”

“wanita yg kaya gimana lagi yg aa nyari buat calon istri..” kataku pelan

“gombal..”

Aku cium punggung tangannya, intan bersuara pelan “aduh.. Nyetrum..”

“jangan dulu nyetrum.. Nanti aja pas bulan madu nyetrumnya..” intan cubit tanganku sambil ketawa..Tak terasa kita sudah ditempat tujuan..

Ini adalah tempat makan dengan view pemandangan indah disekitar bogor, terlihat gunung dan sekitarnya berwarna kuning karena sinar matahari sore

“This is it..

” The Golden Sunlight”

Dari pancaran sinar matahari sore itu kami saling menghangatkan diri, merasakan dekapan tangan masing masing dan merasa bahagia dengan kehangatan kebersamaan ini. Kadang dalam gelap kita memang harus teruuuuus berusaha mencari cahaya terang, agar kebahagian itu tercapai.

This Golden Sunlight makes me warm…

Aku bahagia sore itu..

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber!
Article Name
Kisah Liar Petualangan Asmara dengan MILF Jilbaber!
Description
cerita dewasa yg berlatar belakang di kota Bogor, Jawa Barat ini mungkin sedikit membingungkan bagi yg tidak mengerti bhs Sunda, karena banyak menggunakan istilah bahasa tsb. but overall, ceritanya memang seru bgt., bertema perselingkuhan dengan ibu-ibu HOT (MILF) dan kebanyakan adalah hijaber!trims berat pada agan Zhalyoh (Forum Semprot)yg berprofesi sebagai juragan properti dan sudah mengguratkan karya ini yg menurutnya adalah kisah nyata yg dia alami sendiri! jangan lupa dibookmark ya gan.. soalnya cerita ini puuuanjang banget!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo