loading...

ilustrasi Nisa

————-

“Mandi dulu yuk..!” Ajak ku

“Yukk..dilanjut di kamar mandi ajah hihi..” Kata nya

“Kamar mandi nya dimana?” Tanya ku

“Itu pas di depan kamar ”

“Keluar kamar nya gak usah pake apa apa gimana?” Ajak ku iseng

“Siapa takut” kata Nisa

Sebenarnya aku hanya bercanda,tapi ternyata Nisa malah setuju aku juga jadi antusias

“Ya udah yuk” kata Nisa kemudian dia bangun lalu berjalan menuju pintu

Melihat tubuh sexy Nisa,gairahku mulai meninggi,sebelum sampai di pintu,aku sudah menyergap Nisa dan memeluk nya dari belakang,aku remas remas dada nya dan aku gesekkan penisku di pantat nya,aku juga ciumin pundak nya

“Ahhhh…katanya mau mandi..jadi gak..ahhh” Protes Nisa

“Iya jadilah ayok hehe” kata ku tanpa menghentikan aksiku

Lalu kami berjalan bersamaan dengan posisi yang tidak berubah,aku terus menikmati Nisa,sepertinya dia cukup kerepotan tapi aku tidak peduli,tidak berapa lama aku dan Nisa sudah berada di luar kamar dengan telanjang

“Klek…” Nisa mengunci pintu kamar nya

“Ngapain dikunci?” Tanyaku heran

“Jaga-jaga aja hihi..ahhh..muuaah” kami segera berciuman sesaat setelah Nisa menyelesaikan kata kata nya,aku masih memeluk nya dari belakang,tanganku tidak berhenti merangsang bagian bagian sensitif tubuh nya..vagina gundul nya sudah kembali basah..

“Ehh…beranihh jalan jalan ke sanah gakk?keliling ruangan inihh ahhh..” Tantang Nisa

“Kamu dulu gimana?” Jawabku..

“Ini kan rumahkuuh,yang tinggal disinihh juga cewek semuahh,gak ada tantangannya buatku ahhh..”

“Kamu ajahh…tar aku kasih hadiah ahhh..” Lanjut Nisa

“Apa?”

“Ya entar lah gak usah tau sekarang uhhh,cepetan keburu ada orang hihi”kata Nisa

“Oke siapa takut”

Aku pun melepaskan Nisa,penisku sudah hampir tegak maksimal,terus terang adrenalin ku terpacu,ya walaupun sepertinya lantai atas ini sepi,tapi siapa tau tiba tiba ada orang datang,aku berjalan pelan mengelilingi lantai 2 rumah ini,ada 3 kamar,1 kamar mandi luar,ada ruang tengah..

“Klek..klek..” Aku dengar suara pintu di tutup dan dikunci..

“Eh Nis..” Aku segera berbalik menyusul Nisa yang sepertinya baru saja masuk kamar mandi,aku coba buka ternyata terkunci dari dalam

“Hey Nis kok dikunci?ngerjain kamu ya?!” Aku setengah berteriak sambil mencoba membuka pintu tapi sia sia,aku berbalik ke arah kamar Nisa dan juga terkunci karena tadi dikunci sama Nisa

“Eh Nis tar ada orang gimana?buka dong” Aku Mulai panik

“Bentar 10 menit,aku mau BAB dulu hihi” jawab Nisa dari dalam sambil cekikikan

“Ah jangan bercanda dong,nanti ada orang gimana?awas kamu ya” ancam ku

Nisa gak menjawab,karena panik penisku mulai layu,tinggal setengah tegang nya,aku coba menenangkan diri,tidak berapa lama aku seperti mendengar ada orang yang sedang naik tangga dan semakin mendekat

“Wah gimana nih” aku membatin,tanpa pikir panjang aku buru buru setengah berlari ke arah ruang tengah,setelah merasa aman aku sedikit mengintip siapa yang datang

Rupanya Mutia yang datang,sepertinya dia mau masuk kamar nya,dia memakai jilbab kecil,kaos lengan panjang dan celana panjang,aku yang tadi nya panik langsung berubah jadi tenang,dan tiba tiba saja muncul ide gila entah darimana datang nya

Tepat sebelum Mutia sampai di depan pintu kamar nya,aku keluar dari tempat persembunyianku dan mendekati Mutia,dia segera menyadari ada orang yang mendekatinya dan seperti kaget,tapi hanya sebentar karena dia langsung mengenaliku

“Ehh…mas?kok…” Tanya Mutia,dia terlihat grogi,dan sedikit menundukkan wajah,tapi sempat aku lihat mata nya melirik ke arah selakanganku walau sebentar…

Aku berjalan dengan tenang,Mutia seperti merasa terpojok kemudian dan menyandarkan punggung nya di dinding tepat di sebelah pintu kamar nya,posisi ku sudah tepat di depan nya,Mutia menunduk seperti buruan yang disergap mangsa..

Aku sentuh lembut dagu nya dan aku angkat sedikit,lalu aku cium lembut bibir nya,dia tidak terlalu merespon ciumanku

“Hhhmmmm..” Mutia mendesah tertahan,entah dia sadar atau tidak tapi setelah itu tangan nya seperti reflek memegang penisku dengan lembut..

“Kangen ya sama ini?” Tanya ku sedikit bercanda setelah aku lepas ciumanku

“Ahhhh..mas kok diluar gak pake baju” kata Mutia tanpa menjawab pertanyaanku,dia menatap penisku dan sedikit menggigit bibir

“Gara gara temen sayang tuh,aku dikerjain,katanya mau mandi bareng,eh dia kunci kamar mandi dari dalem” jelasku kemudian aku mencium nya kembali,kali ini dia merespon ciumanku dengan lembut…

“Ahhhh…suamiku ada di bawah mas,dia mau nyusul ke sinih..kita gak boleh..” Kata Mutia setelah melepas kan ciuman nya..

“Suamimu?aku kan suamimu sayang,harus nya kita nikah sebulan..muaahhh” aku kembali mencium nya..

“Ahhh gak bisa mas,kita udah cerai,aku dah punya suami skrg..”

“Kata Nisa sayang mau perpanjang kontrak sama aku,kenapa gak jadi?muaahhh” lagi lagi aku mencium bibirnya

“Hmmmm..ini gak boleh mas,tolong lepasin aku mas” kata Nisa,lucu sebenarnya,karena aku tidak melakukan apapun terhadap dia kecuali mencium nya,kedua tanganku ada di dinding disamping kanan kiri Mutia,bahkan dia yang dengan erat memegang penisku

“Ahhh..Nis…Nisa..buka pintu nya kasian mas Dul nih,tar ada orang lain ke sini” teriak Mutia

“Iyah bentar hihi” jawab Nisa kemudian terdengar suara kunci dibuka,perlahan Mutia melepaskan diri dari aku dan masuk ke kamar nya,tapi sebelum itu kami sempat saling menatap,dia tersenyum kemudian kami berciuman mesra..

Aku segera masuk ke kamar mandi ketika aku dengar kembali ada suara orang naik tangga

“Hihi..maaf ya..peace” kata Nisa ketika aku sudah di dalam kamar mandi,aku tidak menjawab,aku langsung mendekat,kemudian aku mencium nya dengan ganas

“Hhhhmmm..hmmmm” kami berciuman sangat panas,lidah kami saling membelit,saling hisap ludah,aku meremasi bokong Nisa dengan gemas,dia pun meremasi penisku..

“Hhhhhhh…sambil mandi yuk” ajak nya kemudian dia menyalakan shower..kami lanjutkan aksi kami dibawah guyuran shower..

Puas berciuman,aku menekan pundak Nisa,dia mengerti dan langsung berposisi berlutut dengan wajah tepat di depan selakanganku,dia langsung memasukan penisku ke mulut nya kemudian menghisap dengan keras

“Ahhhhh…isep kontolku yang keras Niss..ya gitu…ahhh” aku memberikan intruksi kpd nya sambil menatap nya,Nisa juga menatap ku sambil sibuk menghisapi penisku..

“Ahhhh…glok…glok…glok…” Aku mulai menggerakkan pinggulku menyetubuhi mulut Nisa dengan keras,aku juga meremas rambut nya..

Tidak lama lama,aku mencabut penisku dari mulut nya dan mengangkat Nisa supaya berdiri

“Nungging,pegangan ke sana” kata ku,Nisa membalikkan badan nya,memposisikan diri seperti permintaanku,tanganya berpegangan di wastafel

“Plakk..plakk..plak..” Aku tampar bokong sexy nya beberapa kali

“Awwww…ahhhh”

“Blesssss…” Tanpa basa basi aku langsung memasukan penisku dengan sambil memegang pinggang Nisa,lalu menggerakkan pinggulku dengan cepat

“Ahhhh…kontolll enak bangett kontol gede mu ahhhh..terus yang kerass ahhh” Nisa menjerit jerit keenakan mungkin juga agak kesakitan krn punggung nya sampai menekuk nekuk,dan memang terasa agak keset tanda ledir vagina nya belum terlalu banyak

“Plokk..plokk..plokk…ahhhh..” Kami mendesah bersahutan,lama lama vagina nya terasa semakin licin

Kurang puas,aku memegang rambut nya dan aku jadikan tali kekang..

“Plok..plok…plak..plak..ahhh” aku juga menampari bokong nya

Sesekali aku melihat bokong nya yang sedang aku tampar,kemudian sekali waktu tanpa sengaja aku melihat anus Nisa yang seperti nya tidak rapat,menarik,bahkan ketika aku coba buka lebar lebar dua bongkahan bokong nya dengan kedua tanganku setelah aku lepas rmbut nya,anus nya terlihat sedikit terbuka,aku semakin bergairah,jujur anal sex merupakan salah satu fantasiku,mungkin karena aku sering melihat nya di film2 porno

“Ahhhhh…” Nisa mengerang lebih keras ketika aku masukkan jempol kanan ku ke anus nya,jempol ku masuk cukup mudah,bahkan ketika aku masukkan lagi jempol kiriku,tidak begitu susah,dan erangan Nisa semakin keras…

“Plok..plok..plok…ahhhh..aku mau keluarrr ahhh” teriak Nisa

Aku tidak peduli,aku tetap menggenjot nya dengan keras dan jempol kanan kiri ku tetap di dalam anus nya

“Ahhhh..aku keluarrr…enak bangettt ahhh”

Vagina Nisa terasa meremas remas,nikmat sekali,tapi aku tidak berhenti,karena gairah ku semakin meninggi

“Ahhhh..udah berapa kali kamu dikontrak Nis..” Aku memulai percakapan nakal,kata kata dan percakapan kotor menambah gairah ku,itu salah satu pengalaman yang aku dapat dari Nisa

“Ahhh..ahhh..udahhh seringhh..gak tau berapa..banyakkh pokoknya..ahhh” jawab nisa nakal

“Udahh seringg di sodomiih yahh?ahhh” tanya ku..

“Iyaaahhh,enakkkhh ahhhh”

“Siapa ajaahhh?”

“Semuaahhh…kecuali yang pertamaaa ahhhh” jawab nya

“Yang paling sering siapa?ahhh”

“Ustadz karim ahhhh…dia paling suka bool kuuuhh ahhh..”

“Kamu mau jugaah?ahhh” tawar nya

“Iya lah…kamu istriku,seluruh tubuh mu punyakuhh ahhh..aku mau keluarr ahhhh”

“Aku jugaa..ahhhh”

Kami mencapai puncak hampir bersamaan,tubuh kami terkejang kejang sebentar lalu berhenti..

“Ahhhhh…” Desah kami

Aku angkat tubuh Nisa sampai berdiri,aku memeluk nya,dia menoleh kan wajah nya ke samping lalu kami berciuman lembut,penisku masih berada di dalam vagina nya sebelum akhir nya terlepas

“Hmmmm…kalo mau bool ku,besok aja jangan sekarang hehe” kata Nisa setelah nafas kami mulai teratur

“Kenapa gak sekarang?kan punyaku,suka suka aku lah he” jawab ku

“Ya kan harus siap siap dulu,biar puas,lagian pelumas nya habis,besok beli hihi”

“Kamu beli dimana?beli sendiri?”

“Iya,di apotek ada”

“Gak malu?hehe” tanya ku

“Gak lah,buat suami istri kok hihi”

“Kalo kontol nya gak gede banget sih mungkin gak apa apa tanpa lubrikasi,tapi kontol mu super sih” lanjut nya

“Masa sih?” Tanya ku basa basi

“Iya,Ustadz Karim aja kalah”

“Emang punya Ustadz Karim gede juga?”

“Iya,paling gede,tapi itu sebelum sama kamu,sekarang sih kontol mu paling gede hihi”

“Udah ah mandi yuk,kasian yang lain sapa tau mau pake kamar mandi nya”

Akhir nya kami lanjut kan mandi selama beberapa menit,kemudian kami keluar setelah aku pastikan tidak ada orang di luar..

Setelah mandi,kami tiduran di atas kasur sambil ngobrol ngobrol,membicarakan banyak hal,kebanyakan bukan berkaitan dengan sex tapi obrolan obrolan umum,walaupun sesekali pembicaraan kami nyerempet ke arah itu,dari sebagian pembicaraan kami,aku bisa mengambil kesimpulan,ato sekedar menebak nebak bahwa Nisa itu sebenarnya seperti aku dan Mamat tapi versi wanita,sepertinya motivasi dia ikut kelompok kajian ini hampir sama dengan aku dan Mamat,yaitu sex,dia punya gairah sex yang tinggi dan butuh pelampiasan,menurut pengakuanya dia baru jatuh cinta sekali,yaitu ketika masih sekolah,dan keperawanan nya diserahkan kepada pacar nya tersebut,nah karena dia merasa tidak butuh pacar tapi butuh sex,jadi lah dia ikut kajian ini,itu yang aku tangkap walaupun masih mengira ngira,aku tidak berani bertanya langsung takut nya salah dan dia tau motivasi ku dan Mamat..

Kami juga sedikit membicarakan tentang Mutia tapi hal hal umum saja,begitu juga tentang ustadz Karim dan beberapa mantan suami Nisa lainya

Setelah itu aku ajak Nisa makan di luar,tidak jauh dan cukup jalan kaki saja,dan setelah makan malam aku pamit pulang,kebetulan besok sama ama ada kuliah dan Nisa mau mengerjakan tugas kelompok bersama Mutia

Ketika mau berangkat pulang,aku juga melihat Mutia dan suami nya keluar dari rumah,sepertinyaa suami nya juga akan pamitan..aku berusaha untuk tidak terlalu peduli dan langsung cabut saja,aku lebih tertarik membayangkan apa yang akan terjadi besok

 

————–

Sampe di kos,hp ku berbunyu tanda ada bbm masuk,rupanya Mamat

“Maknyoss bro hak hak hak..”

“Apaan?”Kata ku

“Beng beng wkwkwk”

“Beng beng apaan?gak jelas”

“Gengbeng maksudnya bro haha”

“Naila?” Tanya ku

“Yoi..sudah kuduga ternyata dia malu malu mau hehe”

“Gila kau mat..sama sapa aja?”

“Bukan gengbeng sih,3some,sama Tio temen futsalan,kamu gak kenal paling wkwkwk..mantappp”

“Kapan kapan sama kamu lah bro,gimana? Ajak nya

“Ya kapan kapan lah he” jawabku asal

“Ato sekarang aja?ni mau lanjut ronde ke dua,gengbeng beneran tar jadi nya hahaha”

“Kapan kapan aja Mat”

“Oke lah,udahan dulu yak”

Gila Mamat,fikirku,ku kira dia bercanda ternyata serius,walau tetep geli bayangin telanjang bareng cowok lain,berbagi lobang berganti2an,tapi bayangin wajah imut Naila digarap sama 2 cowok bikin aku horny juga,sempat terfikir untuk pergi ke kosan Mamat walo hanya sekedar nonton,tapi aku buang fikiran itu dan aku segera tidur saja..

Besok nya,dikampus aku ketemu Mamat dan Naila,Naila memang sekampus dengan aku dan Mamat walo beda jurusan,dan setelah suami istri mereka kadang bersama

“Gimana tadi malem,enak kan sayang? he” goda Mamat ke Naila di depanku

Naila tidak menjawab tapi malah mencubit lengan Mamat,aku tidak melihat wajah nya tapi mungkin saja bersemu merah karena malu

“Aww..kok nyubit sih,tadi aja minta lagi,tar aku batalin lho biar si Tio gak datang”

“Iih apaan sih udah ah sayang” protes Naila sambil kembali mencubit lengan Mamat

“Kalo tar berempat sekalian gimana?nih si dul mau kok yang” kembali Mamat menggoda Naila

“Sayang apaan sih!” Naila kembali protes

“Udah udah ngobrolin yang lainya deh” kata ku menyela pembicaraan mereka

Sebenernya aku horny tapi aku masih sungkan,lalu kami mengalihkan pembicaraan..

 

——–

Sekitar jam 4 sore,aku sudah sampai di rumah Nisa,dia sendiri yang membuka pintu,aku cukup terkejut karena dia memakai pakaian yang sangat sexy,hotpant jeans yang sangat pendek dan semacam tangtop,dia juga memakai sepatu hak tinggi

“Wow…shhhhh….lagi gak ada orang apa?” Tanyaku sambil membetulkan letat penisku yang tiba2 bangun

“Iya lagi sepi hihi”

Aku langsung memeluk nya setelah menutup pintu,kami langsung berciuman ganas..

“Sssshhh..kamu kayak pelacur ssshh”

“Aku memang pelacurr,pelacurmu,ahhhh”

Dia melepaskan diri dari pelukanku,lalu berpose sexy di atas sofa,yang membuatku semakin terbakar

Aku langsung menubruk nya dan kami bergelut diatas sofa..kami berciuman panas,saling meremas,saling menjilat

“Ahhhh…ahhhh…”

“Aku mau ambil hadiah ku ahhhh” kata ku..

“Hadiah apaaahh?ahhhh”

“Yang kemarin kamu bilang,pas kita telanjang diluar kamar sluuurp ahhh”

“Kamu mau apaa hadiah nya?uhhh”

“Kamu tau apa mauku”

“Ssshhhh…ahhhh…kita ke atas aja yuk,takut tiba2 ada orang ahhh” ajak Nisa

Kami menghentikan aksi kami sementara dan sama sama naik ke lantai dua menuju kamar Nisa,di jalan aku tidak diam,aku meremas2 bokong Nisa dan kadang menampar nya

“Tunggu di situ hihi” kata Nisa

Aku menurut penasaran apa yang akan dilakukan Nisa,ternyaa kemudian dia melepas semua pakaianya,memamerkan bokong nya ke arah ku,dia buka bongkahan bokong nya dengan kedua tangan nya,rupanya dia memakai buttplug,dan itu membuatku semakin bernafsu

“Kamu mau ini?hihi” kata nya seakan menawarkan diri

Aku langsung membuka pakaianku,kemdian mendekat,aku memposisikan diri di samping nya dan menghadap ke arah nya,aku memeluk nya dan kemudian berciuman..perlahan tangan kananku meraba bokong nya,dan tangan kiriku meraba vagina nya,secara serentak aku memasukkan 3 jari tangan kiriku ke vagina nya dan aku pegang ujung buttplug di anus nya,aku gerakkan kedua tanganku bersamaan dengan cukup keras,yang langsung membuat Nisa menjerit nikmat

“Ahhhhh..enaakkk ahhhh”

“Kenapa pakai ini hah?” Tanya ku sambil menggerakkannya kencang

“Buat persiapan ahhh..kontol mu gede bangetth soalnyah ahhh”

“Kamu suka memek dan anus mu digarap sekaligus kayak gini?”

“Iyahhh..enakk ahhhhh..aku keluar ahhh…”

Stimulasi di depan dan belakang rupanya membuat Nisa semakin bergairah,seperti kemarin juga ketika jempol ku menstimulasi anus nya,dan membuat Nisa lebih cepat orgasme,Nisa mengalami squirt walau tidak banyak..

Tanpa memberinya waktu istirahat,aku langsung mencabut buttplug dari anus Nisa,kemudian aku dorong Nisa ke atas kasur dan membuat dia berposisi menungging,terlihat vagina tanp bulu nya dan anus yang sedikit terbuka,aku langsung memposisikan diri dan bersiap menyetubuhi nya..

“Pake pelumas dulu,nih..” Kata Nisa sambil memberikan cairan lubrikan merek terkenal,aku menerima nya kemudian menuangkan cairan tersebut ke anus Nisa dan sekitar nya,lalu aku juga mengoleskan di penisku,lalu

“Blessss” pelan pelan aku menusuk anus Nisa..sangat licin walau juga sangat sempit

“Uhhh..pelan pelan ahhhh” pinta Nisa

Tapi aku tidak sabar,sesaat setelah kepala penisku berhasil masuk,aku dorong terus penisku tanpa jeda sampai mentok..

“Aaaaahhhhh…” Nisa berteriak

“Uhhhhhh…” Aku pun tidak kuat menahan desahan,aku tidak menggerakkan tubuhku beberapa saat,menikmati sensasi tenggelam nya penisku di anus Nisa sampe pangkal,mentok tak tersisa..

Kemudian aku mulai menggerakkan pinggulku,menggenjot anus Nisa perlahan lahan,aku tarik penisku sampai hampir keluar semua kecuali kepala nya,kemudian aku masukkan kembali sampai mentok

“Ahhhhh…ssshhhh…ahhhhh…” Nisa mendesah tapi kadang juga mendesis,entah apa yang dia rasakan yang pasti aku merasa nikmat luar biasa..

Aku menambah kecepatan genjotanku,suara erangan dan desisan Nisa semakin keras,bahkan dia mulai menstimulasi klitoris nya sendiri,mungkin untuk mengimbangi rasa di anus nya..

“Plok..plok..plok…”

“Uhhhh…ahhhhh..terusss..ahhh”

“Plak…”Aku mulai menampari bokong nya..dan membuat Nisa semakin histeris

“Ahhhh..ahhhh..ahhh..”

Aku sudah sering menonton film porno dengan adegan anal,dan kali ini aku ingin mempraktekanya..

“Plop…” Aku cabut penisku,aku lihat anus Nisa terbuka seperti bolong seukuran diameter penisku,kemudian menutup perlahan..kemudian aku tancap kan lagi penisku sampai mentok,aku genjot beberapa kali,aku cabut lagi,begitu terus aku ulangi berpuluh puluh kali..

Beberapa menit kemudian,aku sudah merasa hampir dipuncak,lebih cepat daripada biasanya ketika di vagina,kemudian aku mengangkat Mutia ke posisi tegak,aku remas dada montok nya dengan kasar,aku juga mengocok klitoris nya,aku menggenjot semakin keras,kami berciuman dan tangan Nisa melingkari ke leherku

“Ahhhh..ahhhh…gimana enakk ahh?” Nisa menggodaku

“Iyahhh…ahhh…aku mau keluar ahhh”

“Mau keluar dimana?uhhh..dimulut juga boleh lho ahhhh”

Aku tidak menggubris perkataan Nisa,aku sudah diujung,aku semakin mempercepat genjotanku,remasanku di dada Nisa,dan kocokan ku di klitoris nya..

“Ahhhh..mau dimanah?ahhh…di bool ku ato di mulut ku?ahhhh..aku juga mau keluar ahhh”

Tanpa disangka,Nisa malah keluar duluan,squirt lumayan banyak,lbh banyak dari tadi,dan sekiatar semenit kemudian baru aku menyusul

“Ahhhh…crett..crettt…” Spermaku muncrat berkali kali dalam anus Nisa..aku masih menggenjot nya walau perlahan untuk memaksimalkan rasa nikmat..

“Ahhhh…”

Kami menjatuhkan diri ke kasur,menikmati sisa sisa orgasme kami..mengatur nafas,lalu berciuman mesra

Sejujurnya,anal sex tidak lah senikmat vagina,lebih menjepit iya,tapi hanya di ujung nya saja yang seperti cincin,selebih nya tidak menjepit,bahkan rasa jepitanya pun tidak bisa dikatakan nikmat,aku fikir tidak semua yang menjepit itu enak,pintu misal nya hehe..

Beda dengan vagina,yang seluruh bagianya dari luar sampai dalam benar benar menggesek penis,apabila si empuny vagina pintar memainkan otot nya,rasa nya pasti juara..

Cuman..memang ada sensasi yang berbeda ketika melakukan anal sex,anal sex bisa dikatakan bentuk kekuasaan yang tinggi bagi pria,karena jarang wanita yang bersedia memberikanya,dan kadang sensasi itu lebih dari sekedar rasa,misalnya jilbab,hanya karena si wanita memakai jilbab,kepuasan laki laki bisa lebih tinggi,padahal rasa vagina nya blm tentu seenak yang tidak berjilbab..

Untuk wanita,aku tidak tau,tapi sepertinya sangat jarang wanita yang bisa orgasme dengan anal,walaupun bisa,itu biasanya dibarengi dengan stimulasi di vagina,atau bisa juga karena sensasi,ada tipe wanita yang kalo bahasa keren nya submissive,yang menikmati ketidakberdayaanya ketika bercinta..

Malam hari nya aku dan Nisa melakukan sex beberapa ronde lagi,semua lubang nya aku garap,Nisa yang selalu berisik kalo bercinta semakin berisik ketika di anal,kadang aku ingat Mutia yang berada di kamar sebelah entah sendiri atau sama suami nya,mungkin dia mendengar semua suara2 aku dan Nisa dan percakapan kotor kami ketika sedang panas panas nya kami bersetubuh..dan sepertinya aku memang ingin Mutia mendengar semua nya,atau bahkan melihat aku dan Nisa secara langsung?

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Article Name
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Description
cerita dewasa ini mengeksplorasi fenomena nikah mutah (نكاح المتعة nikāḥ al-mut'aṯ, harfiah: pernikahan kesenangan), atau lebih dikenal dengan istilah kawin kontrak. terima kasih pada suhu kolor_ijon (Forum Semprot) yg menulis ceritanya
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo