loading...

“Ahhhh….enak banget sayang”,aku buka selimut,dan kulihat Mutia sedang asyik mengulum dan menjilati penisku,sesaat dia menghentikan aksi nya dan tersenyum

“Met pagi mas..hihi..” Kemudian dia kembali asyik mencumbu penisku

“Met pagi sayangghh..bangun pagi pagi kok langsung kesitu,bukanya kasih cium suami dulu..uhhh..”

“Biarin,lagian ini udah bangun duluan ya dikasih cium duluan dong..hmmm..ssluurp..”

“Aarrhhh..” Rasanya semakin tidak karuan ketika Mutia mulai menjilati dua buah testis ku dan mengulum nya lembut..

“Ahhhh…aku kebelet pipis sayang,aku ke kamar mandi dulu ya..” Aku berusaha menghentikan aksi Mutia karena ingin buang air kecil..

“Nanti ajahhh sluurp…” Mutia tidak mau melepas kan mulut nya dari selakanganku..

“Bentar ajah sayang,daripada aku gak tahan trus ngompol disinih tar sayang kena pipis ahhhhh..”

“Biarinnh..hmmmm..sluurp..” Mutia seakan tidak peduli

Karena tidak kuat,akhirnya aku nekat melepaskan diri dari Mutia,lalu bergegas pergi ke kamar mandi

“Hihi..awas ngompol” aku dengar Mutia bicara

“Cuuurrr..ehhmm” lega akhirnya air seni ku keluar walau sedikit tersendat karena dalam keadaan tegang maksimal,di tengah tengah buang air kecil,tiba tiba aku ingat kata kata Mutia tadi,dia bilang “Biarin” ketika aku bilang mau ngompol,entah darimana tiba tiba aku punya fikiran nakal,aku ingin menakali Mutia,aku tampung air seni ku di tanganku,lalu aku guyurkan ke seluruh bagian penisku dan ke dua buah testis ku,setelah selesai,aku sengaja tidak membasuh penisku,ahlasil area selakanganku basah oleh air seni ku sendiri,entah kenapa tidak ada fikiran jijik malah semakin terangsang

Keluar dari kamar mandi aku berjalan dengan bangga ke arah ranjang dimana Mutia berada,aku berhenti di samping ranjang dan berdiri mematung,memamerkan penis jumbo ku kepada Mutia,seakan menantang nya

“Uhhhh..” Mutia mendesah lalu menggigit bibir nya kemudian segera mendekatiku dengan merangkak,sampai di tepi ranjang dia duduk menghadap penisku,tidak lama lalu langsung dia lahap penisku..

Tapi satu detik kemudian dia melepas penisku “ehhhh..kok aneh rasanya mas” lalu dia mengendus endus penisku..

“ihhh mas gak cebok ya?pesing gini” kata nya bernada protes

“Hehe..katanya tadi biarin kena ompol,hayo..ya udah aku bersihin dulu ya sayang,maaf bercanda hehe” kata ku sambil siap siap beranjak ke kamar mandi,tapi sebelum aku berbalik,tiba2 Mutia menahan pinggulku dan dia langsung kembali melahap penisku

“Happ…sluurpp…ahhhhhh..” Desahku mengimbangi suara kecipakan mulut Mutia,aku tidak menyangka Mutia melakukan itu,tapi rasanya memang tambah nikmat walau bukan secara fisik,tapi karena ada sensasi lain,dan aku juga merasa bangga keisengan ku malah berakhir nikmat

“Aaarrghhh…” Aku kembali mendesah ketika Mutia menikmati testis ku,nikmat sekali,sepertinya ini keahlian Mutia,dia kulum buah testisku,dia mainkan di dalam mulut nya dengan lembut

“Uhhhhh…nikmat sayang…” Desah ku sambil menatap Mutia yang juga sedang menatapku,praktis kali ini air seni yang sebelum nya melumuri selakanganku berganti dengan ludah Mutia

Akhirnya pagi itu aku habiskan menyetubuhi Mutia,kali ini aku menyetubuhi Mutia sedikit lebih keras dan lebih total dalam memberikan kepuasan kepada nya,sampai Mutia beberapa kali orgasme dan mengalami multi orgasme juga,hampir 2 jam kami bercinta,aku puas sekali,3 kali spermaku keluar di dalam vagina Mutia..

“Hmmmm…aku puas sekali mas..” Kata Mutia ketika nafas nya mulai teratur beberapa saat setelah ronde ke 3 berakhir,mata nya terpejam,wajah nya berkeringat dan itu membuat dia terlihat makin cantik

“Aku juga puas banget sayang…makasih ya..cupp..” Timpalku kemudian mencium kening nya lembut…

“Hari ini enak nya ngapain sayang?masa di kamar terus,kasian kamu kecapean” aku memulai percakapan

“Hmmm..dikamar seharian juga gpp sih mas aku mau aja,paling vaginaku tar bengkak hihi..” Kata Mutia sedikir bercanda

“Kita jalan jalan yuk?nanti malam kita lanjut he” Ajak ku..

“Ayuk,aku juga pengen jalan jalan mas sih,kemana ya..”

“Sayang mau nya kemana?”

“Hmmm…ke anu(salah satu tempat wisata) gimana?aku udah lama di sini tapi belom prnah ke sana”

“Ya udah..muahh” kami berciuman sebentar lalu tidak lama setelah itu kita sepakat untuk siap siap,kemudian kami mandi bersama dengan suasana yang cukup intim,saling menyabuni,saling usap,saling peluk,dan walau gairah kami mulai menanjak,kami putuskan untuk tidak melakukan lebih dari itu dan segera menyelesaikan acara mandi bersama kami

Selesai mandi iseng aku ingin lihat Mutia berpakaian,aku duduk di tepi ranjang dalam keadaan masih telanjang,memprhatikan Mutia yg sedang mengeringkan rambut dan bersiap berpakaian

Mutia mengambil sesuatu dari tas nya,sepertinya celana dalam,kemudian dengan sedikit membungkuk dia memakainya

“Uhhh..punya itu juga?nakal ya” kataku ketika melihat Mutia selesai memakainya

“Nakal sama suami kan boleh mas,bagus gak?hihi” kata Mutia sedikit berputar putar ala model memamerkan tubuh nya..

“Ssshhh..” Aku tak menjawab,cuman bisa meringis sambil mengelus penisku yang mulai bangun..

“ihhh..ada yang bangun tuh,tar gak jadi lagi jalan jalan nya hihi” canda Mutia kemudian buru buru memakai sisa pakaian yang lainya sebelum aku terkam

“Hmmm…awas ya nanti malam” kataku dalam hati,lalu aku pun segera memakai pakaianku

Setelah siap,kami segera berangkat cari tempat sarapan lalu setelah itu kami lanjutkan perjalanan ke tempat wisata yang dituju

Seharian penuh kami jalan jalan,tidak ada yang istimewa,ya sebenarnya istimewa tapi dalam arti sebenarnya,kami berdua benar benar seperti sepasang suami istri yang sedang dimabuk asmara,jujur saja memang mulai muncul perasaan sayang di hati ku terhadap Mutia,walaupun aku belum berani menerjemahkanya,dan aku juga tidak berani menebak apakah Mutia mengalami hal yang sama atau tidak,karena kalo ini adalah yang pertama buatku,tapi bukan buat Mutia,mungkin dia sudah sering mengalami momen momen seperti ini sebelum nya,kami berpegangan tangan,Mutia mengapit tanganku,kadang aku mengelus kepala nya,ya sebagaimana pasangan biasa,dan tentu saja orang orang tidak curiga karena mereka akan mengira kami benar benar suami istri

Kami pulang ketika hari sudah mulai gelap,kali ini aku akan membawa Mutia ke kos ku,sebenarnya agak ragu juga karena kos ku tidak sebebas kos Mamat,tapi berhubung Mamat sudah balik ke kos nya,ya mau tidak mau harus cari tempat lain,ketika aku masih bimbang apakah yakin pulang ke kos atau cari tempat alternatif lain,Mutia bicara

“Mas..boleh gak kalo malam ini aku pulang aja?aku ada urusan sama temen,kalo gak boleh ya gak apa apa” kata Mutia

“Oh gitu?kalo penting ya gak apa apa,aku antar ya,dimana tempat tinggal kamu?”

Lalu Mutia menyebutkan sebuah alamat,daerah dekat dengan kampus nya,akhir nya akuu fikir ya mungkin malam ini memang tidak perlu bersama sama..tidak berapa lama akhirnya kami sampai di depan sebuah rumah dua lantai yang cukup besar

“Ini rumah kamu sayang?”

“Bukan,aku ngontrak sama beberapa teman disini”

“Oh..teman pengajian juga?”

“Iya,mas mau mampir?” lalu Mutia turun dari motor

“Lain kali aja sayang,sampai ketemu ya” jawabku,lalu Mutia mencium tanganku dan berjalan menuju rumah nya

“Iya mas..daah” katanya

Di teras rumah,aku lihat ada laki laki yang sepertinya menyambut Mutia,mereka ngobrol sebentar lalu masuk rumah

Aku yang tidak berfikir macam macam segera pergi menuju kos Mamat untuk mampir sebentar sebelum pulang ke kos ku

“Wooooooo yang habis bulan madu wkwkwk” sambut Mamat ketika aku sampai di kos nya

“Thanks ya Mat eheheheh” aku ketawa

“Sama sama bro,gimana gimana?ceritain lah,penasaran sampe kamar ku kayak kapal pecah bau nya gak karuan haha..”

“Waduh sory bro,kirain kamu balik besok pagi gak sempet aku bereskan,tar aku beresih sekalian laundry in dah he”

“Dah telat man,udah aku beresin tuh,makanya cerita” desak Mamat

“Lain kali aja Mat,kita maen PS aja dulu” ajak ku mengalihkan pembicaraan,aku masih agak segan untuk cerita pengalaman ku dua hari ini sama Mutia

“Oke lah kalo gitu,ayok” jawab Mamat nyerah..

Jam 10 malam baru aku pulang ke kos ku,dan langsung tepar karena lumayan capek,aku cek hp ku gak ada apa pun,iseng aku bbm Mutia ucapin selamat malam,lalu aku terlelap

Keesokan hari dan beberapa hari berikut nya,rutinitasku seperti biasa,hanya saja sekarang sering ada yang nemenin,tapi tidak setiap hari aku ketemu Mutia,begitu juga malam hari nya,selama 5 hari sisa jatah waktu nikah kami,hanya 3 malam aku bersama Mutia,termasuk malam jumat ini,malam terakhir..

Kali ini di dalam kamar ku,aku duduk di tepi ranjang,dengan kondisi telanjang,penisku sudah tegang maksimal,sedangkan Mutia berdiri dua meter di depan ku,memakai jilbab instan mini berbahan kaos,dan memakai lingerie yang tempo hari dia pamerkan kepadaku,selain itu dia tidak memakai apa apa lagi,aku sengaja meminta Mutia berdiri beberapa waktu karena ingin menikmati keindahan tubuh nya,setelah cukup puas,aku beri isyarat Mutia supaya mulai beraksi

Mutia kemudian berposisi merangkak dan mendekat ke arah ku,tepat di depan selakanganku dia berhenti dan berposisi duduk,tatapanya tidak lepas dari penisku,lalu dia menatapku nakal dan berkata :

“Aku pengen mas keluar di mulutku,aku pengen ngerasain spermamu mas,udah seminggu gagal terus uhhh..”

Kata kata Mutia membuat gairahku naik berlipat lipat,dengan cepat tanganku memegang kepala Mutia kemudian mendorong nya ke arah selakanganku,Mutia yang juga sepertinya sudah sangat bergairah langsung membuka mulut nya dan :

“Slepppp…uhhhh…ghlekk ghlekk ghekk..”

Dengan cepat penisku menerobos ke dalam mulut nya,membuat mulut nya terbuka maksimal,aku mendorong kepala nya cukup keras kali ini,sampai mentok ujung penisku menyentuh tenggorokanya,walaupun begitu masih ada sisa penisku yang tidak bisa masuk,hampir setengah nya

Kali ini aku tidak aku biarkan Mutia berkreasi,aku seperti tidak peduli,aku benar benar menyetubuhi mulut nya seperti menyetubuhi vagina nya,bahkan kadang aku tidak melihat Mutia karena mataku terpejam dan kepalaku sedikit mendongak

“Ahhhhh…ghlokk..ghlok..ghlok..”

Aku pakai ritme,beberapa kali aku maju mundurkan kepala mutia dengan cepat,lalu setelah itu aku tekan kepala nya kuat kuat sampai beberapa detik,begitu terus sampai beberapa lama

“Aarrrghh…”

Sampai satu kali,aku benar benar menekan kepala Mutia dengan cukup kuat,dibantu oleh pinggulku yang juga,penisku sampai benar benar dalam,dua pertiga penisku berhasil masuk ke dalam mulut Mutia,dan kali ini aku menekan nya cukup lama..

Sampai aku sadar sepertinya Mutia seperti tersedak,dia menatapku dan sedikit melemah,tanganya meremas paha ku tapi tidak kuat,akhir nya aku segera mencabut penisku

“Aaaahhhhh…haaaaahhh…” Mutia menghirup nafas dalam dalam beberapa kali

“Dalemmh bangeett aaahhrrgg ghlekk”

Sebelum Mutia menyelesaikan kalimat nya,penisku sudah kembali menerobos mulut nya,aku kembali menekanya seperti tadi,cukup lama,tapi ternyata penisku memang tidak bisa masuk lebih dalam lagi..

“Aaahhhhh….” Deepthroat memang nikmaatt

Penisku semakin belepotan ludah Mutia,begitu juga mulut Mutia,dan jeda antara mencabut dan memasukkan penisku semakin sebentar,kalo awal nya Mutia masih sempat bicara,lama lama tidak sempat,dan mungkin dia juga tidak lagi berniat bicara,bahkan kadang aku langsung kembali memasukan penisku ketika Mutia mengambil nafas yang pertama

“Aaarrghhh…ghlekk..ghleek..”

Mata Mutia sudah berair,bukan karena menangis tapi memang efek deeptrhoat,sampai entah berapa lama,mungkin setengah jam lebih,aku mulai merasa ada gelombang dahsyat di penisku,seperti akan jebol..

“Sayanghhh…aku mau keluarrr ahhhh…”

Mendengar itu,Mutia berubah jadi aktif setelah tadi sepenuh nya pasrah,dia menggerakkan kepala nya sendiri sampai akhir nya aku melepaskan tanganku dari kepalanya,sepertinya dia mengerahkan seluruh kemampuanya

“Aaaarrhh…teruss sayang enaakhhh” Mutia menatapku,sepertinya dia suka melihat ekspresiku,mungkin menaklukkan penisku dengan mulut nya memang menjadi obsesi atau tantangan bagi dirinya,sehingga dia seperti memiliki energi lebih,dan akhirnya..

“Aaaarrhhh…aku keluar sayaaaanggh..ahhhh”

Akhir nya jebol juga,bersamaan dengan itu aku menekan kepala Mutia supaya tidak bergerak,entah berapa kali spermaku memancar jauh di dalam tenggorokanya,yang pasti nikmat sekali..

“Ahhhh…ahhh….mmmmhhh” Mutia pun sepertinya ikut mendesah setiap kali spermaku memancar di tenggorokanya,walau suaranya tertahan karena mulut nya penuh penisku,dia juga terpejam seperti meresapi

Beberapa detik kemudian perlahan aku mencabut penisku yang sudah tidak sekeras tadi

“Ahhhhh…” Secara bersamaan kami mendesah begitu penisku terlepas sepenuh nya dari mulut Mutia,dia menatapku dan tersenyum,aku membelai lembut kepala nya yg tertutup jilbab itu..

Mungkin karena kelelahan,Mutia menyandarkan kepalanya di paha mu,menghadap selakanganku,aku masih membelai kepala nya..

“Akhirnyaa..kamu kalah juga,hihi..muahhh muahh” Mutia berbicara sendiri dan menciumi kepala penisku yang mulai tertutup kulit karena mulai menyusut..aksinya itu membuat penisku mulai menegang lagi..

“Ih..mau bangun lagi hihi..aku ke kamar mandi dulu ya mas” kata Mutia yang kemudian bangun,ketika badan nya berbalik,nafsuku langsung bangkit lagi melihat tubuh nya dari arah belakang,aku langsung berdiri dan memeluk nya erat erat,tanganku langsung bergerilya meremas dada dan vagina nya yang sudah basah,dan mulutku mulai menciumi tengkuk Mutia

“Ahhh..aku mau bersih bersih dulu masss” Mutia kaget tapi juga menikmati,aku tidak menggubris dan malah meningkatkan aksiku,dan Mutia pun menyerah

Aku memutarkan tubuh kami menghadap ke kasur,lalu aku dorong sehingga dia tengkurap di kasur,aku hanya menggeserkan tali lingerie yg menutupi garis bokong nya kemudian mengarahkan penisku ke vagina nya..

“Blesss…ahhhhh…” Aku langsung memasukkan penisku sampai habis ke dalam vagina nya dan menggerakkan pinggulku dengan cepat

“Plokk..plok..” Suara selakanganku beradu dengan bokong Mutia

“Ahhhh..ahhhh..enak bangetth mass,terus massh” erang Mutia..

Dan begitulah seterusnya,di posisi itu Mutia mendapat orgasme beberapa kali,dan aku pun keluar di dalam vagina nya..

Malam itu kami habis habisan bersetubuh,mungkin sampai hampir pagi,entah berapa kali Mutia orgasme,aku pun sudah keluar berkali kali sampai malah yang terakhir aku keluar hampir tidak ada lagi sperma yang keluar..lalu kami tertidur kelelahan..

Aku bangun sudah siang,mungkin jam 11 siang,Mutia membangunkan ku,dia mengajakku mandi bersama,badanku sedikit pegal pegal,entah Mutia apakah mengalami hal yang sama,kebringasanku sudah hilang,aku sedikit menyesal atas kejadian semalam yang terkesan benar benar memakai dia,bukan bercinta..tapi kemudian penyesalanku hilang ketika Mutia mengatakan suka percintaan kami semalam,ketika kami mandi

“Baru kali ini lho mas aku terobsesi ky tadi malam,hmmm”

“Oh ya?emang sebelum nya gak pernah?”

“Sebelum nya biasa aja”

Kami berbicara secara intim sambil mandi bersama,selesai mandi,kami berpakaian,entah kenapa aku merasa gak ingin kehilangan,aku memeluk erat Mutia yang sudah berpakaian lengkap dengan cadar nya,Mutia pun memegang erat tanganku dan menyandarkan kepalanya di bahuku,kami berciuman lembut di posisi itu dengan sebelum nya membuka cadar Mutia,cukup lama kami dalam posisi itu sampai akhirnya Mutia bicara :

“Udah yuk mas,udah siang,mas juga udah harus jumatan”

Aku pun melepaskan pelukanku pelan

“Yuk..” Kataku mantap sambil senyum

Setelah itu kami keluar kamar dan berangkat untuk mengantarkan Mutia ke rumah kontrakanya,di jalan kami tidak bicara apa apa,Mutia memeluk ku cukup erat..

Setelah sampai di depan gerbang rumah nya,Mutia turun dan aku pun turun dari motor ku,aku berniat mengatakan sepatah dua patah kata entah apa aku juga belum tau,ato setidak nya aku akan antar dia sampai di gerbang pagar rumah nya

Di teras rumah nya,aku kembali melihat laki2 yang sama yg waktu itu menyambut Mutia

“Aku masuk dulu ya mas,daaah” katanya,aku tidak menjawab,baru beberapa langkah Mutia masuk ke halaman rumah nya,aku menarik tanganya dan aku balikkan tubuh nya,kamudian aku singkap cadar nya dan aku cium dalam dalam

“Ahhh…hmmmm..hmmm” Mutia yang awal nya kaget dan berontak kemudian pasrah,hanya tanganya yang aku rasa meremas jaket ku,kami berciuman lumayan lama,lalu aku lepas

“Makasih ya sayang..” Kata ku

“Sama sama mas..” Kata Mutia sambil tersenyum,kemudian dia masuk rumah,aku tidak lihat laki laki tadi,seperti nya dia masuk ketika aku mencium Mutia

Aku pun segera pergi dengan perasaan yang tidak karuan,antara puas,bahagia,dan merasa kehilangan..

“Ah tar habis jumatan mampir kos Mamat” pikirku kemudian

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Article Name
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Description
cerita dewasa ini mengeksplorasi fenomena nikah mutah (نكاح المتعة nikāḥ al-mut'aṯ, harfiah: pernikahan kesenangan), atau lebih dikenal dengan istilah kawin kontrak. terima kasih pada suhu kolor_ijon (Forum Semprot) yg menulis ceritanya
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo