loading...

Baca juga: Didepan Pria Muda itu, Aku Berubah Menjadi Binal – Bukan Lagi Istri yg Setia! (klik di gambar)

“Jam berapa sayang?” Kata ku

“Jam 2 pagi” kata Mutia

Lalu wajah nya mendekat,kemudian kami berciuman lembut,penisku langsung bereaksi,mulai bangun,tangan Mutia yang sedang mengelus dada ku bergerak semakin ke bawah,ke arah perut,sampai ke selakangan ku dan aku merasa tangan nya memegang penis ku

“Uhhhhh…besar banget masss..” Desah Mutia ketika memegang penisku,dia mengelus penisku dengan lembut naik turun sampe ke testis ku

“Aahhhhh…sayang suka yang besar ato yang kecil?” candaku sambil menikmati perlakuan Mutia di selakangan ku

“Hmmmm…padahal belum tegang penuh lho kayak nya mas..” Kata Mutia tanpa menjawab pertanyaanku,mungkin dia tidak terbiasa mengucapkan kata kata nakal,aku biarkan saja

Lalu tangan nya mulai memijit mijit testis ku pelan,membuat penisku semakin tegang

“Uhhhh…sayang pinter banget sihhh..” Desahku pasrah atas perlakuan Mutia

“Boleh lihat?” Kata Mutia sambil tersenyum..

“Istri sendiri masa gak boleh,ini kan punya kamu sayang,emang blm pernah liat?pake ijin segala” kata ku

“Ya sering,tapi untuk yang pertama kali lebih enak ijin dulu hihi..” Jawab Mutia yang kemudian mulai menyingkap selimut yang menutupi badan kami,setelah terbuka Mutia mengarahkan pandanganya ke selakanganku dan mendekat

“Hah! Mas gak di sunat?!?” Mutia terkaget kaget..tapi pandangannya tidak lepas dari penisku,tanganya menggenggam mantap batang penisku yang sudah hampir tegang penuh

“Belum hehe” aku jawab sambil bercanda

“Kok bisa??kan harus disunat mass..ihhh besar bangett” sepertinya kekaguman Mutia atas ukuran penisku mengalahkan kekagetanya tadi,dia menggigit bibir dan kembali mendekatkan wajah nya ke selakanganku..

“Dulu beberapa kali di paksa sunat tapi aku kabur terus sampai akhirnya ibuku nyerah…uhhhhhh…sayang enaakkk..” Aku mencoba menjelaskan tapi seperti nya Mutia tidak peduli,mulut nya sudah berciuman dengan “mulut” penisku dan itu membuat sensasi luar biasa bagi ku,selain ini adalah yang pertama

“Cupp…cupp…cupp…” Beberapa kali Mutia menciumi bagian kepala penisku yang sebagian masih tertutup

(Aku memang belum di sunat,entah kenapa dulu aku takut sekali,dulu ketika masih SD keluargaku menggunakan segala cara mulai halus sampai memaksa,tapi aku tak pernah mau,beberapa kali kabur dan menginap di rumah temanku,lalu ketika masuk sekolah berasrama di jawa,kelas 1 mts,ada program sunat gratis dari sekolah bagi yang belum sunat,beberapa temanku di sunat sama sama di asrama,tapi aku tidak mengaku kalo aku belum sunat,lalu ketika liburan dan pulang kampung,aku mengaku pada ibuku bahwa aku sudah di sunat di sekolah,dan ibu ku percaya,mungkin karena melihat aku rajin beribadah ketika pulang kampung,dan setelah itu selesailah polemik sunat itu,walaupun bagiku belum selesai karena cepat atau lambat tetap harus,dan kalo dulu masalah nya adalah takut,sekarang masalah nya adalah malu hehe)

“Uhhhhh…enak banget sayang,diapain sih…” Aku kembali mendesah setelah merasakan sensasi baru di penisku,aku coba melihat tapi tertutupi oleh kepala dan rambut Mutia,posisi kepala Mutia ada di atas perut ku,menyamping menghadap ke penisku,reflek aku mengelus rambut nya

Kemudian Mutia merubah posisi tubuh dan kepala nya,kali ini menungging di samping tubuh ku,kepala nya berada di atas penisku yang sudah tegang maksimal,dia menyibakkan rambut nya ke arah berlawanan dengan ku sehingga wajah nya terlihat sepenuh nya,terlihat bibir nya basah,tangan kanan nya menggenggam penisku,dia gekakkan naik turun dari ujung ke pangkal,tangan kiri nya menggenggam testisku,dia remas remas lembut testisku

“Ohhhhhhh…shhhhh…” Luar biasa rasanya,aku mendesah,kadang mendesis menikmati sensasi nikmat yang diberikan Mutia,aku seperti menggelepar2 tak berdaya,tanganku berusaha menggapai tubuh Mutia tapi dengan nakal dia menjauh sehingga aku hanya bisa meremas sprei,sepertinya Mutia suka melihat reaksiku,dia menatap ku dengan tatapan dan senyuman nakal,dia manyunkan bibir basah nya seperti mencium dari jauh,sangat sensual,tangan nya tidak berhenti,cairan precum terlihat meleleh dari ujung penisku

“Kok bisa gede banget sih mass..uhhh..pantesan tadi malem kerasa ganjel banget,penuh banget,nih tanganku aja gak muat,untung aku gak lihat dan vaginaku udah sangat terangsang,jadi bisa masuk uhhh…mana balum di sunat lagi,kalo tau dari semalam mungkin aku gak mau hihi..” Ucap Mutia nakal

“Kenapa sekarangghh mauu..?” Aku jawab candaan Mutia sambil terbata bata..

Tanpa menjawab,Mutia mendekatkan wajah nya ke arah penisku,sepertinya dia tertarik sesuatu,dia julurkan lidah nya lalu “sluurp…slurrpp” dia menjilati cairan precum ku

“Ahhh…” Aku mendesah..

Tak berhenti di situ,jilatanya mulai menjelajahi kepala penisku,kemudian ke batang penisku,terus ke bawah sampai ke testis ku,dia menjilati testis ku sambil tangan nya mengocok lembut penis ku”

“Ahhhhh…enak banget sayang..”

“Slurpp..slurppp..” Jilatan nya kembali ke arah atas menuju penisku sampai ke ujung penisku,lalu dia membuka mulut nya dan mencoba memasukan penisku ke dalam mulut nya..tapi sepertinya kesulitan,selain ukuran penisku yang jumbo,mulut Mutia pun termasuk mungil,walaupun begitu dia berusaha sampai akhir nya bisa memasukan kepala penisku ke dalam mulut nya

“Ohhhhh…terus sayang,dihisap sayang..”

Mulut Mutia menghisap penisku,kadang lembut kadang kencang,kadang dia mainkan lidah nya di lubang penisku,dan itu yang paling membuat aku merasa nikmat campur geli

“Slopp…slopp…slurrpp” Mutia juga berusaha memasukan penisku lebih dalam,walau tidak jauh beda,dan memaju mundur kan kepala nya memompa penisku dengan mulut nya

“Sssshhhh…ahhhh…” Aku tidak berhenti mendesah,kali ini aku memegang kepala Mutia,aku elus rambut nya,kadang membantu mendorong kepala nya tapi kulakukan dengan pelan,kadang tanpa sengaja aku sedikit menjambak rambut nya ketika aku merasa ada rangsangan yang melonjak secara tiba tiba

“Ohhh…sayang pinterhh banngett..”

Sekitar 20 menit berlalu,tiba tiba Mutia melepaskan penisku dari mulut nya dan dia bangun,posisi nya skrg duduk disampingku,tangan kiri nya masih menggenggam penisku,tangan kanan nya memegang rahang nya,dia masih menatap penisku

“Kenapa sayang” aku tanya karena penasaran

“Mulutku pegel mass,rahangku sampe kebuka maksimal tadi,gede banget sih he” jawab Mutia sambil tersenyum

“Ya udah gak usah dilanjutin sayang,sini..” Aku menenangkanya dan mengajak nya ke pelukan ku

“Bentar aku bersih bersih dulu ya mas…” Kata Mutia kemudian beranjak ke kamar mandi,dari belakang aku lihat tubuh Mutia sangat indah,pinggang ramping dan pinggul yang proporsional,dan juga bokong nya yang sexy..sampai aku menelan ludah karena mupeng

Tak berapa lama Mutia sudah kembali,dia langsung berbaring disampingku,kemudian kami berpelukan dan mulai berciuman,aku juga mulai aktif meraba dan meremasi dada nya,kadang aku elus punggung nya,yang kemudian aku teruskan ke arah bokong nya,aku remas bokong nya,aku memang gemas dengan bokong nya yang sangat sexy,aku juga mulai mengarahkan tanganku ke arah vagina nya,aku elus dengan lembut,ternyata sudah basah..

“Ohhhh..masss..” Desah Mutia menikmati rangsanganku di vagina nya..

“Kita coba posisi baru yuk” ajak Mutia kemudian

“Posisi apa sayang?” Tanyaku

“Aku mau di atas” katanya

“Wow..ayo hehe” aku kegirangan

Mutia langsung memposisikan diri di atas ku,dia berjongkok tepat di atas selakanganku,dia menatap penisku dan menempelkan vagina nya ke batang penisku,kemudian dia sedikit maju mundurkan bokong nya sehingga kemaluan kami bergesekan lembut..

“Ahhhhh…” Mutia mulai mendesah..

Setelah vagina Mutia semakin licin,dia mulai memegang penisku dan dia arahkan ke lubang vagina nya,setelah tepat,dia turunkan pelan pinggulnya..

“Uhhhhh..” Mutia mendesah setengah meringis ketika kepala penisku mulai menembus vagina nya,dia turunkan kembali pelan pelan

“Shhhh…ohhh…shhhh” terdengar desisan dan erangan Mutia,sambil menggigit bibirnya,dia berusaha terus memasukkan penisku ke vagina nya,aku menikmati perjuangan Mutia,terlihat sangat sexy..

Sampai akhirnya “Ohhhhhh…” Mutia mengerang cukup keran setelah semua bagian penisku tertelan vagina nya,kali ini bokong dia sepenuh nya bertumpu di selakanganku

“Hahh…hahh..hahh..” Sambil terengah engah Mutia menatap wajah ku,dia tersenyum lucu seakan puas,aku juga membalas senyum nya

Beberapa saat kami menikmati bersatu nya tubuh kami,lalu Mutia mulai menggerakkan pinggul nya pelan,maju mundur,semakin lama semakin kencang

“Ahhhh…ohhhh…” Kami mendesah bersahut sahutan,kadang kami bertatapan,kadang Mutia memejamkan mata nya sambil meremas remas dada nya sendiri..kadang aku juga menggerakkan pinggulku menyambut gerakan pinggul Mutia..

Tidak sampai 10 menit goyangan Mutia mulai liar,desahanya semakin kencang,aku tau dia akan segera orgasme,aku menyambut nya dengan gerakan pingguku

“Ahhhh…ahhhh…masss akuhh mauu keluaarrrhh…” Mutia mengejang,mata nya terpejam,gerakan pinggul nya memelan,ketika mendorong dia dorong kuat pinggulnya sampai mentok,berhenti sebentar,kemudian dia tarik pinggul nya sedikit lalu dia majukan lagi dengan cepat sampai mentok,beberapa kali,sampai akhir nya dia ambruk di atas tubuh ku,masih terpejam..vagina nya terasa berkedut kedut memeras penisku dan itu sangat nikmat..

“Ohhhh…” Mutia mendesah pelan,mengatur nafas..

Aku peluk tubuh nya,aku elus kepala dan punggung nya,kita bermandikan keringat,tapi aku belum apa apa,kata orang posisi WOT memang memudahkan wanita mencapai orgasme,penisku masih tegang maksimal membelah vagina Mutia

Kemudian aku pegang dua bongkahan pantat nya,aku mulai menggerakkan kembali pinggulku pelan,aku memejamkan mata menikmati setiap gesekan penisku di vagina Mutia..

Mutia sadar bahwa aku belum selesai,kemudian dia mengangkat kepala nya,kami berciuman dengan cukup liar,aku mainkan lidahku di mulut nya,begitu juga Mutia memainkan lidah nya,gerakan pinggulku semakin kencang

Kemudian Mutia mencium telingaku,dia membisikkan kata kata di telinga ku

“Ayo mass..puaskan dirimu mass..ahhh..aku akan melayanimu sampai mas puas ahhh”

“Aku tau tadi malam mas belum puas,puaskan sekarang mass ahhh..”

Kata kata Mutia melecutkan nafsuku,gerakan pinggulku semakin kencang,dan ketika Mutia bangung kemudian mengimbangi gerakan ku dengan menggerakkan pinggulnya,aku pun ikut bangun,dengan posisi duduk aku caplok puting Mutia,aku jilati dan aku hisap hisap,tanganku meremasi bokong Mutia sekaligus ikut membantu gerakan pinggul Mutia..

“Ahhhh…enak bangetth masss..” Mutia mengerang keras kemudian memeluk kepalaku erat,aku masih sibuk menikmati ke dua payudara Mutia

Beberapa menit kemudian Mutia kembali mengejang,tanganya meremas rambutku,gerakan pinggul nya seperti tadi..

“Ahhhhh…aku keluar lagi masss..” Mutia kembali orgasme,gerakan pinggulnya semakin pelan,kami berpelukan erat,mengatur nafas..

“Ganti posisi lagi yuk sayang..” Kata ku beberapa saat setelah Mutia orgasme

“He em..mau posisi apa mas?” Jawab Mutia

“Sayang nungging deh he..”

“Uuuhhhh…” Mutia mendesah ketika mengangkat pinggulnya hingga penisku terlepas,dia bergeser ke sebelahku dan bersiap siap untuk nungging,tapi sebelum itu,dia menoleh ke arah penisku yang masih tegang maksimal beberapa saat,aku yang sangat horny secara reflek memegang tengkuk Mutia dan mendorong lembut kepala nya ke arah selakanganku,Mutia menurut,dan tak lama

“Sloppp…slopp..sluurrp…” Mulut mutia sudah asik bercumbu dengan penisku,dia jilati sebentar kemudian dia kulum kepala penisku dan dia hisap dengan kuat..

“Ahhhhh…” Nikmat luar biasa..

Tak lama lama ku biarkan vagina Mutia nganggur,nafsuku sudah diubun ubun,aku ingin menuntaskanya segera,aku isyarat kan supaya Mutia menyelesaikan permainanya di penisku,lalu dia bersiap dengan posisi menungging,aku pun bergeser dan menempatkan diri dibelakang Mutia

“Wow…” Aku takjub dengan pemandangan indah di depanku,payudara Mutia memang tidak besar,tapi bemper nya sangat sexy,dan ini adalah pemandangan paling indah dari Mutia,aku mendekat sampai penisku menempel di vagina Mutia,aku remas remas bokong nya,perlahan aku gesekkan penisku di vagina nya

“Ohhhh..masukkan cepat massh” erang Mutia tak sabar

Aku pun mulai mengarahkan ujung penisku ke lubang vagina Mutia,kemudian aku dorong perlahan sampai masuk ujung penisku,aku dorong lagi sambil aku nikmati gesekan penisku di vagina Mutia..

“Ahhhh…enak banget masss..penuh..”

“Plok..” Sudah mentok penisku di dalam vagina Mutia,selakangan ku sudah menempel di bokong empuk nya,perlahan aku gerakkan pinggulku maju mundur,Mutia mendesah semakin keras..

“Uhhhh..teruss masss…setubuhi aku sampe mas puasss ahhhh…”

“Plok..plok…plok..shhhh”

Gerakan ku semakin cepat dan kencang,nafsu ku semakin meninggi,aku raih ke dua tangan Mutia dan aku jadikan semacam tali kekang,Mutia semakin histeris..

“Ahhhh…ahhhh…enakk bangett mass,mentookk”

“Plok..plokk…plokkk..”

Beberapa menit kemudian aku merasakan gelombang besar akan datang di penisku,segera aku angkat tubuh Mutia,sehingga posisi kita sama sama berlutut,aku peluk erat tubuh nya,aku ciumi leher dan pundak nya,Mutia menolehkan wajah nya ke wajahku dan dia menciumi telinga ku,tanganya meraih kepalaku,gerakan pingguku pun semakin kencang

“Ahhhh…aku mau keluar sayanggg shhh”

“Aku juga masss,Ayooo keluarin yang banyakk di dalam vaginaku massh..sampe sperma mu habis ahhh..aku keluar massshh ahhhh” Mutia mengerang dan sedikit kejang

“Ahhhhh…aku juga keluar sayaaangg..enakk bangett”

“Crooottt…croottt..croottt” entah berapa kali spermaku keluar,yang pasti setiap semprotan posisi penisku sedang menusuk sedalam dalam nya di vagina Mutia..

“Enak kan mass..muahh” mutia membisikkan kata kata sedikit nakal kemudian menciumku,kami berciuman sebentar lalu aku menjatuhkan diri di kasur dengan masih memeluk Mutia

“Plop..” Penisku keluar ketika posisi kami terlentang diatas kasur,Mutia masih terlentang diatas tubuh ku,kami kembali berciuman..

“Eh sayang,dari kemarin aku keluar di dalam terus,emang gak apa2?” Tanya ku

“Gak apa apa mas,aku aman kok hihi..”

“Mas tuh suamiku yang paling hebat lho..hmm..” Mutia melanjutkan kata kata nya

“Masa sih?aku jadi bangga hehe” aku sedikit bercanda..

“Iya beneran kok”

“Kalo Mamat?” Iseng aku tanya tentang Mamat..

“Hmmm..dia lumayan hihi..”

Aku tidak berkomentar,kami masih bercakap cakap ringan setelah itu,kemudian Mutia menggeser tubuh nya ke sampingku,kami berpelukan,berciuman kembali..

“Sayang mau minum?” Aku menawarkan minum karena aku juga haus..

“Iya mas..”

Kemudian aku mengambil segelas air mineral untuk Mutia,aku menyerahkanya dan dia langsung meminumnya sampai habis,lalu aku pun mengambil segelas dan aku minum

“Hihi..” Mutia tertawa melihat penisku menggantung ketika aku berjalan ke arah nya untuk kembali

“Kenapa?lucu ya?he” kata ku

“Gak,malah serem,tapi enak hi”

“Mau lagi?” Tanyaku

“Emang mas masih mau?”

“Besok aja deh,skrg isi energi dulu he”

Kemudian aku berbaring disamping nya,tak lama kemudian kami terlelap..

 

——————-

“Hhoaaaaammm..”

Aku terbangun dengan perasaan yang sangat nyaman,arah tatapanku langsung menuju Mutia yg sedang memakai laptop nya,dia memakai kaos lengan pendek dan celana hotpant

“Eh met pagi mass” kudengar Mutia menyapaku

“Met pagi,sayang bangun jam berapa?” Tanyaku

“Udah dari tadi pagi,aku bangunkan mas utk sha*at tapi gak bangun bangun ya sudah” kata Mutia

Aku lihat hp ku,wah sudah jam 8 pagi rupanya,ada beberapa notifikasi BBM juga,lalu ku baca,rupanya dari Mamat

“Woooiii..gimana malam pertama”

“Wooiii…”

“Ping”

“Ping”

“Belom bangun ya?wah berapa ronde?wakakak”

Aku balas

“Hehe..”

Tak lama kemudian dia balas,sepertinya dia memang menunggu balasanku

“Baru bangun?gimana malam pertama nya?”

“Kalo kata Demian sih..sempurna wkwkwk” jawab ku

“Asem..ceritain dong,gimana Mutia mantap?”

“Lah kamu kan udah pernah Mat”

“Lah kan pengen tau juga,tar aku ceritain juga kegiatanku sama Naila” tawar Mamat sambil menyebut istri nya yang sekarang

“Gak perlu,kalo kamu mau cerita,dateng aja ke ON klinik ato Dr Boyke Mat wkwkwk”

“Asem kau haha”

Aku akhiri percakapan dengan Mamat,aku bangun dan berjalan mendekati Mutia,aku elus rambut nya,dia menoleh,aku cium kening nya..kemudian dia melirik penisku yang setengah tegang sambil tersenyum

“Aku ke kamar mandi dulu ya sayang”

“Iya mas,cepetan mandi bau ihh” kata Mutia

“Cium dulu..” Kataku sambil mengarahkan pandanganku ke penisku

“Muaaahh..udah sana mandi mass,aku dah laper juga he” Mutia mencium penisku,aku pun segera beranjak ke kamar mandi..

Sebelum Mandi,aku kencing dulu,seperti orang gila aku senyum senyum sendiri sambil menatap penisku..

“Hmmm…Papa bangga nak hehe” aku bicara sendiri ketika membersihkan penisku setelah kencing

Setelah mandi aku mengajak Mutia makan di luar,tapi menolak,makan di kos saja katanya,jadilah kami makan di kos,setelah makan,kami ngobrol sebentar,dan karena suasana mendukung,kami pun kembali tenggelam dalam birahi,sepanjang hari itu kami habiskan untuk bercinta lagi dan lagi,diselingi makan siang lalu mandi,banyak gaya kami coba,kami bercinta dimana saja,di kamar mandi,diatas kursi,meja,di lantai,sampai menjelang malam kamipun kelelahan,spermaku terkuras sampai 5X,sedangkan Mutia orgasme sudah tidak terhitung,tenaga kami sampai hampir habis

Kami mandi dan istirahat,lalu sekitar jam 8 malam aku ajak Mutia keluar untuk jalan jalan dan makan malam,lagipula ini malam minggu tidak enak kalo tidak keluar bahkan untuk para jombo,Mutia pun setuju,lalu kami berpakaian..

Karena kami akan keluar,Mutia memakai pakaian lengkap dengan cadar nya,tiba tiba aku horny lagi,iseng aku remas bokong Mutia dari luar..

“Eh..mas nakal hihi..udah pake pakaian lengkap juga..”

“Habis sexy sih he” kata ku

“Emang keliatan?kan tertutup mas”

“Ya kan aku udah tau isi nya”

Kemudian aku peluk dari belakang,tanganku bergerak ke arah selakanganya,aku remas vagina nya dari luar,tangan satu lagi aku arahkan ke dada nya,aku juga meremas dada nya

“Ahhh…udahh mass katanya mauuh jalan jalan..entah lanjutin lagi aku layani sampe sepuasnya dehh hmmm..” Sambil terbata bata Mutia mencoba menahanku walaupun tubuh nya sama sekali tidak menolakku dan pasrah..

Aku pun melepaskan pelukan ku,aku balikkan tubuh nya hingga kami berhadapan,aku singkap cadar nya lalu aku cium bibir nya dalam dalam..

“Hmmmmm…” Mutia mendesah pelan,tanpa sadar tangan nya bergerak ke selakangan ku dan mulai meremas penisku dari luar,penisku sudah setengah tegang,aku membuka resleting celanaku,aku pelorotkan celana dan celana dalam ku hingga setengah paha..

“Tuingg..” Penisku yang hampir tegang penuh itu seperti terlontar keluar,dengan sigap tangan lembut Mutia memegang penisku dan mengocok pelan

Aku memegang kepala Mutia dan menekannya dengan pelan,Mutia mengerti,dia berlutut kemudian menyingkap cadar nya ke samping lalu

“Cupp..cupp..Happp…sluurppp” Mutia mengecup kepala penisku beberapa kali lalu melahap kepala penisku dan mulai menghisap nya,satu tanganya memegang batang penisku dan satu lagi menggenggam dan meremas lembut testis ku

“Ohhhh…enak sayangghhh” sambil aku elus elus kepala nya,pandangan Mutia menghadap ke arah ku dan kami saling berpandangan,aku sangat terangsang melihat nya,melihat pakaianya,mulut kecil nya yang penuh penisku,usaha nya yang susah payah memasukkan penisku ke mulut nya,maksimal hanya sepertiga yang bisa masuk,karena bentuk penisku semakin ke pangkal semakin besar,dan memang mulut Mutia mungil..

“Sluurp…slurrpp..”

“Plop…” Aku menarik pinggul ku supaya penisku terlepas dari mulut nya,tapi ke dua tanganya masih kuat menggenggam penis dan testisku,ketika dia bermaksud menghisap kembali penisku,aku bilang

“Lanjutin nanti ya sayang,kita jalan jalan he” ucapku sambil melepaskan tangan Mutia dari selakanganku,sebenarnya aku horny sekali,tapi sengaja aku mau sedikit mempermainkan Mutia

“Ihh mass tega yaa..tadi mass yang mulai,sekarang ditinggal gitu aja,ayo lanjut mass” rengek Mutia

“Tar aja sayang,kita malem mingguan dulu,dari kemarin sore lho kamu gak keluar kamar” jawabku

“Ya kalo gitu kenapa barusan mas mulai lagi,kan jadi tanggung,jilbab ku udah gak karuan gini..huhh”

“Ya maap sayang..jangan marah dong..ya..dirapihin lagi aja”

“Ya udah,deh” Mutia nyerah

Setelah siap siap beberapa menit,akhirnya kami berangkat dengan menggunakan motor ku,Mutia duduk di belakang dengan posisi menyamping..

Aku memutuskan untuk putar putar kota dahulu,sambil ngobrolin banyak hal dengan Mutia,obrolan ringan saja,tangan kanan Mutia memeluk pinggangku,kalo ada obrolan lucu kadang dia mencubit perutku,kadang dengan nakal dia turunkan tangan nya ke bawah ke selakanganku dan meremas pelan,dan itu membuatku salah tingkah

“Aduh…sayang tanganya jangan disitu dong,tar dilihat orang gimana?” Protesku,tapi aku juga sedikit menikmati sensasi nya

“Gak ada yang lihat kok mas,lagian kan kita suami istri,bebas dong hihi…” Mutia kembali meremas penisku dari luar celana ku

Lalu aku tanya mau makan malam dimana,kemudian Mutia menyebut salah satu tempat makan,dan aku pun sepakat,di tempat makan pun Mutia masih iseng,apalagi bagian bawah tubuh kami terhalang oleh meja,tangan Mutia berkali kali berada di selakangan ku,membuat penisku semakin tegang..

“Udah dong sayang,entar aja di kamar,shhhhh”

“Ini pembalasan mas hihi,tadi mass kerjain aku soalnya” jawab Mutia

“Awass ya ntar aku habisin kalo udah pulang..shhhh..” Aku mengancamnya krn nafsuku sudah tinggi

“Siapa takut?hihi..” Mutia nantangin..

Setelah pesanan datang barulah dia berhenti berulah,kami kembali seperti pasangan normal,sambil makan kami ngobrolin apa aja,dari mulai kuliah sampai hal hal yang sedikit pribadi,aku sangat menikmati kebersamaanku dengan Mutia,malah sepertinya mulai tumbuh benih perasaan aneh dalam hati aku

Setelah selesai,kami segera pulang,sebenarnya Mutia ajak aku jalan jalan lagi,tapi aku sudah tidak tahan,ada dendam yang harus aku tuntaskan,sepanjang perjalanan aku menahan sesak di selakangan,dan begitu sampai di kos,aku buka pintu untuk membiarkan Mutia masuk dahulu,segera aku masuk dan kunci pintu,sebelum Mutia sempat melepas jilbab nya,dari arah belakang buru buru aku peluk tubuh nya

“Ahhh…mass..aku mau buka jilbab dan gamis ku dulu”

Aku tidak menggubris,tanganku bergerilya kemana mana,terutama ke arah dada dan vagina Mutia,aku remas remas bagian bagian itu,mulutku menciumi pundak dan leher Mutia yang masih tertutup..

“Ahhh…” Aku singkap cadar nya kemudian kami berciuman cukup lama..masih dengan posisi ciuman dan pelukan,aku dorong pelan tubuh Mutia menuju ranjang,setelah sampai,aku dorong lagi tubuh nya sampai dia tengkurap di atas kasur dengan kaki yang masih berdiri di lantai,posisi nya nungging…

“Ohhhh…mau ngapain masshhh..”

Aku singkap gamis nya sampai ke pinggang,aku turunkan buru buru celana dalam nya sampai di lutut,aku raba vagina nya ternyata sudah basah..tanpa buang waktu,aku buka celana dan celana dalam ku,kemudian ku posisikan penisku tepat di lubang vagina Mutia..

“Ahhhh…pelan pelan masshh” aku mulai mendorong penisku,tidak butuh waktu lama sampai akhirnya penisku habis dilahap vagina nya..aku gerakkan pinggulku dengan kecepatan tinggi..

“Uhhhh…enakk bangett masss..ahhhh” desahan kami bersahutan,tanganku meremasi bokong sexy Mutia..

Tidak sampai 15 menit,aku merasa sudah mau mencapai puncak..aku semakin mempercepat genjotan ku..

“Plokk..plokk..uhhhh..”

“Sayangg…aku mauuh keluaar ahhh”

“Aku juga mass..bareng yaa,ayo terus mas uhhh..”

Beberapa detik setelah itu,aku sudah sampai,dan Mutia pun sepertinya sama,kami sama sama mengejang,penisku seperti diremas,aku dorong tubuhku sekuat mungkin supaya penisku benar benar berada di dalam vagina Mutia sepenuh nya

“Ahhhhh….” Tubuhku ambruk menimpa tubuh Mutia,kami terengah engah beberapa saat,aku merasa sangat lelah,sepertinya Mutia pun begitu,karena memang kami menghabiskan waktu hampir seharian ini dengan bercinta..

Kemudian kami bergerak pelan ke atas kasur,sudah terlalu lelah bahkan untuk sekedar bersih bersih di kamar mandi,bahkan tanpa sempat mengganti pakaian,kami berpelukan dan berciuman dan tidak lama kemudian menuju ke alam mimpi

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Article Name
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Description
cerita dewasa ini mengeksplorasi fenomena nikah mutah (نكاح المتعة nikāḥ al-mut'aṯ, harfiah: pernikahan kesenangan), atau lebih dikenal dengan istilah kawin kontrak. terima kasih pada suhu kolor_ijon (Forum Semprot) yg menulis ceritanya
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo