loading...

“Hooaaaaammm..jam berapa sayang?” Tanyaku..

“Udah jam 10 tauu..hihi..sarapan dulu ya,ni udah Dila siapin muahh”

“Sayang kok udah rapi?” Tanya ku sambil mencoba bangun

“Iya nih..udah 3 hari gak kemana mana,salon Dila terbengkalai nih hihi,tar sayang ikut yah” ajak nya

“Ikut kemana?”

“Ke toko buku,sayang harus mulai belajar mengelola bisnis ya,nanti kalo sudah bisa,biar sayang yang urus ajah,Dila urus salon ajahh” jawab Umi

“itu kan milik kamu sayang..” Kata ku merasa gak enak

“Ya milik siapapun intinya kamu belajar kelola bisnis..kalo nanti kamu mau buka usaha sendiri kan sudah ada pengalaman sayang”

“Iyahh..aku hanya belajar kelola ya sayang,gak lebih” kata ku

“Iya sayang..nanti kamu dapat gaji,ya anggap aja kamu kerja part time”

“Makasih ya Dila sayang..muahhh”

“Sama sama sayang,kamu gak perlu merasa gak enak,toh kebetulan Dila agak kerepotan handle 2 usaha sekaligus,Dila mau fokus di salon aja,biar dua dua nya lebih cepat berkembang..” Kata Umi

“Ayo cepet sarapan dulu” lanjut nya

“Suapiin..he” pintaku iseng

“Aduh manja banget sih,ya udah nih Dila suapin hihi..”

Sebenarnya aku hanya iseng saja minta disuapin,tapi ternyata Umi Dila mau ya sudah aku nikmati saja

“Enak gak masakan Dila?”

“Enak banget,emang sayang yang masak?bukan bi Isah?” Tanyaku

“Iya ini beneran Dila yang masak sayang,ya udah sekarang cepetan mandi Dila tunggu dibawah ya”

“Sekalian mandiin dong he” pintaku

“Aduh sayang,bukanya gak mau,tapi Dila kan udah mandi,udah rapi,udah dandan hmmm” jawabnya

“Iya deh,aku mandi dulu ya sayang,muah” aku mencium nya lalu turun dari tempat tidur

“Eh sayang…yaudah Dila mandiin deh” katanya tiba tiba

“Gak usah tadi aku iseng aja kok,aku mandi sendiri aja” jawabku

“Gak apa2 Dila mandiin,bentar Dila buka pakaian dulu yah”

“Gak usah dibuka gimana?tetep pake pakaian lengkap aja he” pintaku

“Tapi…hmmmm..ya sudah deh,resiko punya suami manja,apa apa harus diturutin hihi” kata Umi Dila

“Yee..siapa yang bilang harus diturutin?kalo Dila keberatan ya gak usah gak apa2 kok he” kata ku

“Tapi Dila maunya nurutin kamu sayang hihi,ya udah yuk cepetan” ajak Umi Dila

Lalu kami berjalan bersama sama menuju kamar mandi,aku telanjang total,dan Umi Dila berpakaian lengkap walo tanpa cadar,dan sudah make up rapi..

Begitu sudah di dalam kamar mandi,tujuan pertamaku adalah closet,karena aku kebelet kencing,cepat cepat aku buka tutup closet dan siap siap kencing,tapi tiba2 Umi Dila jongkok di samping ku,melihat ke arah penisku yang setengah tegang

“Eh..ngapain sayang?” Tanyaku

“Mau liat,penasaran hihi,gak apa apa kan?”

“Ya gak apa2 sayang” jawabku

Sesaat sebelum air seni ku keluar,aku jadi ingat keisengan ku sama Mutia waktu itu,dan tiba tiba aku juga ingin isengin Umi Dila..

“Cuurrr…” Air seni ku mulai keluar ke arah closet..tapi sedetik kemudian..aku arah kan penisku ke Umi Dila

“Aduhh..sayang..ngapain ini..kok pipisin Dila…sayang…aduhhh”

Walau awal nya mengaduh,tapi Umi Dila sama sekali tidak menghindar,hanya memejamkan mata,dan beberapa kali menggelengkan kepala ke kiri dan kanan..malah akhir nya berhenti dan menghadapkan wajah nya ke penisku,mulai mendesah dan bahkan membuka mulut nya..

“Ahhhh…ahhhh…glek…ahhhh”

Aku arahkan air seni ku ke seluruh wajah nya,kepala nya,dan dada nya,bahkan sepertinya sempat ada yang tertelan ketika melewati mulut nya..aku langsung bergairah dan penisku sudah tegang maksimal..

“Uhhhh..maaf sayang..gak sengaja hehe” kataku ketika air seni ku sudah habis..

“ih gak sengaja apa nya,tuh kan jilbab sama gamis Dila jadi bau pesing” gerutu nya sambil sedikit cemberut,tapi cemberut nya kelihatan dibuat buat saja,membuat ku gemas dan segera aku arahkan penisku ke wajah nya,kemudian aku gesek2kan ke seluruh wajah ny..

“Hhmmmm..hmmmm” Umi Dila hanya menggumam

“Cium dong sayang he” pinta ku ketika aku tempelkan ujung penisku di bibir Umi Dila

“Cupp..cupp..muah..muah..happp..”

Umi Dila mengecup lubang penisku beberapa kali kemudian memasukan ke dalam mulut nya

“Ahhhh…hisap kuat kuat sayang ahhh” rasa nikmat di penisku membuatku tak bisa menahan desahan,lalu Umi Dila menghisap kuat kuat penisku berkali kali,sampai pipi nya terlihat terkempot kempot,dan itu sangat nikmat rasanya

“Ahhhh…ahhhhh..” Aku mulai memompa mulut Umi Dila,dia pun kemudian mengimbangi pompaan ku dengan menggerakkan kepala nya maju mundur

“Ahhhhh…ghagg..gaggh..gaggh ahhhh” aku teriak kencang ketika Umi Dila melakukan deepthroat,aku tekan kepala nya kuat kuat..dan itu berulang beberapa kali

ingin posisi yang lebih nyaman kemudian aku tutup closet yang ada disampingku kemudian aku duduki,lucu nya selama aku bergerak dan bergeser sampai aku duduk,tidak sekalipun penisku terlepas dari mulut Umi Dila,sepertinya dia tidak terganggu dan terus saja menghisapi penisku..

Aku suka posisi ini,lebih rilex,dan posisi Umi Dila yang merangkak dan bokong nya menungging terlihat pebih sexy,aku singkap gamis nya sampai ke pinggang,yang membuat bokong nya terpampang sepenuh nya,apalagi celana dalam nya sangat sexy,hanya seutas tali saja yang menutupi anus nya

Dan warna kulit bokong nya yang masih memerah juga membuat tampak lebih menggairahkan,ya bokong Umi Dila tentu saja masih merah merah karena aku tidak pernah absen menamparinya,sama seperti cupangan cupangan di leher dan seluruh bagian payudara nya…

“Plakkk…plakk…plakkk..” Aku tampar keras keras bokong nya dan membuat Umi Dila melepaskan penisku sejenak untuk berteriak..mungkin bokong nya terasa panas akibat tamparan kerasku

“Aaauhhh…ahhhh…happ” hanya sebentar saja Umi Dila melepas penisku dan kemudian melahap nya kembali

“Plakkk..plakkk..plakk..” Aku kembali menampari bokong nya,tapi kali ini Umi Dila tidak terlalu terganggu,dia memang masih berteriak tapi tidak sampai melepas penisku dari mulut nya,hanya bokong nya saja yang sedikit bergerak atau bergetar ketika tamparanku cukup keras

“Hhmmmm…aahhmmmmm…”

Entah sudah berapa lama,tapi sepertinya spermaku sudah mau menyerbu keluar..aku mendesah keras dan meremasi bokong Umi Dila,dan sepertinya dia tau aku hampir keluar,karena dia mempercepat gerakan kepala nya dan menghisapi penisku semakin kuat

“Aahhhhh…ahhhhh…anjiiinggghhh enak bangettth”

Crooott…crottt..crottt..

Menerima semprotan spermaku,Umi Dila pun mendesah,dan kemudian menelan setiap sperma yang memancar..

“Hhhmmm..hmmmm..glek…glek…”

Hampir tidak ada spermaku yang tercecer,bersih,bahkan ketika dia melepaskan penisku,dia kemudian menjilati batang penisku yang sekiranya ada spermanya,begitu juga ujung penisku,dia urut urut penisku dan ketika ada sedikit sperma keluar dari lubang penisku,langsung dia jilat bersih..

“Hmmm…sluurrp…slurrrp..cupp..muah..hihi” Umi Dila tersenyum setelah mencium ujung penisku..benar benar penguras spermaku Umi Dila ini,fikirku

“Cepetan mandi yuk sayang,udah siang” ajak nya

“Lah sayang gak pengen?” Tanyaku

“Nanti malam aja,udah siang nih” katanya

Kemudian kami mandi bersama,tidak terlalu lama dan tidak aneh aneh karena memang terburu buru,setelah mandi lalu segera berpakaian,bahkan Umi Dila berdandan minimalis saja..ketika meminta pendapatku apakah dia sebaiknya pakai cadar atau tidak,aku minta dia tidak usah bercadar saja..lalu kami berangkat menggunakan mobil Umi Dila,aku yang nyetir..

“Sayang…” Panggilku

“Hhmmm” jawabnya sambil menoleh ke arah ku

“Pengeeennn..he”

“Apa?” Tanya ny

“Ini nih” tanganku meremas selakanganku yang menggunung

“Pengen lagi ya sayang?tapi kan ini di mobil,kalo ada yang lihat gimana?hmmm” jawab nya ragu

Umi Dila tau kalo penisku tidak cukup sekali ejakulasi,terutama kalo habis istirahat cukup lama,ya seperti bangun tidur..dulu ketika masih bujangan sih aku tidak begini,ya bangun tidur memang pasti berdiri,tapi dibawa mandi saja sudah lunglai lagi,nah berhubung sekarang bisa melampiaskan kapan saja,sepertinya penisku memahami keadaan,atau keadaan yang membentuk kebiasaan baru,jadilah begini he

“Gak akan kelihatan sayang,ni kaca film nya lumayan kok,lagian gak bakal ada yang iseng nengok nengok ke dalam lah” aku berusaha meyakinkanya

“Hmmmm…dasar suami banyak mau nya hihi” kemudian dia membuka kancing dan resleting celanaku,dan mengeluarkan penisku..

“Uhhhh..gede banget sayanghh” Umi Dila terlihat gemas sama penisku yang sedang dia genggam..aku raih kepala nya dan aku arahkan ke selakanganku,dia menurut dan..

“Sluurpp..sluurrpp..Uhhhh…ahhhhh…” Nikmat sekali..ada sensasi tersendiri di blowjob di dalam mobil sambil nyetir..

Aku sedikit memelorotkan celanaku supaya lebih leluasa,dan Umi Dila pun bisa sekalian menikmati buah testisku..

“Ahhhh…ahhh…” Praktis sepanjang perjalanan Umi Dila hanya menservis selakanganku saja,dimulai beberasa saat setelah keluar gerbang rumah sampai dengan hampir tiba di toko buku

Ada kejadian menarik di salah satu lampu merah,saat itu tidak ramai,bahkan hanya ada satu kendaraan tepat di sebelahku,yaitu sebuah motor yang dikendarai oleh seorang laki laki berjenggot lebat dan seorang wanita bercadar yang menghadap tepat ke arahku karena posisi dia menyamping,tapi sepertinya mereka bukan satu jamaah dengan kami..

Si wanita bercadar seperti nya melihat aksi kami dengan jelas,beberapa kali dia buang  muka tapi berkali kali juga dia melirik ke arah selakanganku,mungkin dia takjub melihat penisku,atau takjub melihat wanita berjilbab lebar berani melakukan aksi blowjob di dalam mobil,atau dia takjub melihat wanita berjilbab lebar begitu rakus nya menjilati dan menghisapi penis besar..

“Ahhhh…ahhh…”

Aku sengaja memperlihatkan reaksi sangat keenakan sama dia,tangan kiriku membelai kepala Umi Dila,si wanita bercadar itu melihat reaksi keenakan ku,bahkan iseng aku acungkan jempol sebagai tanda bahwa ini enak,dan kemudian dia segera mengalihkan pandangan

“Ahhh…sayang..ada kertas sama spidol gak?ahhhh..” Tanyaku

“Hmmm..hmmm”Umi Dila tidak menjawab,hanya menunjuk ke arah laci dashboard mobil,kemudian aku cari dan ternyata ada..

Setelah dapat,iseng aku tulis sesuatu,dan beberapa detik sebelum lampu hijau aku tempelkan tulisan itu di kaca sebelah ku…

“DIA ISTRI USTADZ KU” begitu aku tulis besar besar dan membuat dia menempelkan tanganya di mulut nya,yang aku artikan sebagai reaksi kaget dan tidak percaya

Sesaat aku tersenyum puas dan mobil mulai kujalankan kembali,kalo saja searah mungkin akan aku pamerkan lebih lama,tapi berhubung motor itu belok kanan dan aku lurus,ya sudah begitu saja,aku sedikit membayangkan apa yang mungkin sedang difikirkan wanita bercadar tadi..tapi kenikmatan di selakanganku tidak membiarkanku berfikir lama..

“Ahhhh…hisap kuat kuat sayang ahhhh”

Dan akhirnya aku keluar ketika jarak toko buku milik Umi Dila tinggal beberapa puluh meter lagi..

“Uhhhh…aku keluar sayang..telan semua pejuh ku ahhh…”

Bahkan aku pinggirkan mobil dulu dan berhenti sebentar untuk menikmati ledakan penisku..

“Sluuurrrrp…hmmmm..udah bersih nih sayang hihi..muah” selalu dia akhiri dengan kecupan di penisku,kemudian dia merapikan kembali celanaku

“Udah puas?hihi”

“Iya..makasih sayang..suka sama pejuh ku?”

“He em,suka banget”

“Emang gimana rasanya?”

“Hmmm..ya pokoknya Dila suka lah”

“Kalo punya ust Karim kok Dila gak suka?”

“Gak tau deh hihi..udah jalan yuk,itu udah mau sampai”

Ketika sampai toko,aku diperkenalkan oleh Umi Dila sebagai keponakanya,dan dijelaskan juga bahwa aku di sana dalam rangka belajar mengelola bisnis,dan aku diangkat jadi semacam asisten manager

Sebenernya aku ada bakat berbisnis juga,mungkin mengalir di darah ku,ayah kandung ku almarhum adalah seorang saudagar,dan sebagian warisan yang beliau tinggalkan pun oleh ibu ku dikelola di beberapa usaha kecil kecilan..ibu ku pun cukup pintar berdagang,dan sisa warisan sebagian lagi diinvestasikan dalam bentuk ladang dan sawah yang nantinya akan jadi milikku kalo aku sudah menikah

 

——————-

“Bukkk…” Ust Karim melemparkan amplok coklat besar ke atas meja,entah apa isi nya..

“Apa ini?” Tanyaku tenang

“Ceraikan istri saya,dan ambil uang ini..kalo kurang,kamu bilang saja” jawab nya

“Ustadz mau membeli Dila?”

“Bukan membeli,lagian dia istriku,saya hanya cari jalan tengah saja”

“Saya tidak mau,lagian Dila juga tidak akan mau”

“Ayolah,kita rasional saja,kamu masih muda,kenapa harus cari yang sudah seumuran istri saya,kalopun memang seleramu seperti itu,kamu bisa cari janda,atau aku carikan pengganti bagaimana?tidak kalah dari istri saya”

“Hmmm..kalo gitu,buat ustadz saja,gampang kan?” Sergahku

“Ya ngapain buat saya kan Umi Dila istri saya!” Dia mulai terlihat emosi

“Dila istri saya,milik saya,malah kalo bisa tolong ust ceraikan Dila saja” jawabku tak kalah sewot

“Kamu jangan main main sama saya! Kamu tidak tau saya hah!??” Ust Karim sepertinya benar2 emosi

“Yang saya tau ust Karim itu katanya seorang yang fair kalo ada yang melamar istrinya,bahkan dengan bangga menceritakan di depan para jamaah bahwa ust tidak marah ketika murid kepercayaan ust melamar Dila”

“Darimana kamu tau?itu sudah beberapa tahun yang lalu”

“Semua jamaah juga tau,dan kalo mereka tau sikap asli ust,sikap yang sebenarnya,nama baik ustadz akan jadi taruhanya”

“Sikap apa?hahah”

“Ya yang sekarang ini,dan yang lalu lalu,saya gak percaya bahwa ust tidak melakukan apa2 sama murid ust itu,iya kan?”

“Memang nya saya melakukan apa hah?dia saja yang pengecut,baru digertak saja sudah ilang gak nongol nongol hahah”

“Begini saja ustadz,saya tau sebagai seorang ustadz dan pengusaha,nama baik pastilah no 1, bagaimana kalo para jamaah dan kolega ust tau sikap ustadz sekarang ini?” Jelasku

“Huh…” Ust karim melengos

“Dila jatuh ke pelukan saya saja pasti aib,walaupun halal,apalagi kalo ustadz tidak terima”

“Jadi kamu ngancam saya,hah?”

“Ustadz yang mengancam saya!” Tegasku

“Saya tawari kamu uang,wanita,dimana letak mengancamnya?” Bantah ust Karim

“Kalo itu gagal lalu apa?saya tidak bodoh huh”

“Saya penasaran,apa ustadz benar benar cinta sama Dila?ato hanya karena ego saja?ato malah harta?” Selidik ku

“Jangan sembarangan bicara kamu”

“Jujur saja,ustadz tidak secinta itu kan sama Dila?”

Ustadz Karim terdiam

“Dila mencintai saya,saya juga mencintai dia”

“Gini aja,kita bicarakan lagi lain waktu,kalo kamu kira saya bakal main kasar,kamu salah,saya orang yang penuh perhitungan”

“Bagus kalo begitu”

“Tapi,jangan sampai siapapun tau apa yang terjadi,bagaimana?” Tawarnya

“Deal!” Jawab ku kemudian aku keluar ruangan kantor ust Karim

“Hmmm…sudah kuduga..” Kataku dalam hati

 

—————-

“Sayang…abi niih” keluh Umi Dila beberapa hari setelah pertemuanku dengan ust Karim

Dari tadi Umi Dila memang terlihat sibuk dengan hp nya,padahal kami sedang berdua menonton acara TV di ruang tengah..

“Emang ust Karim knp sayang?” Tanya ku penasaran

“Gangguin Dila terus”

“Gangguin gimana?”

“Ya macem macem,godain,ngerayu rayu,iming imingi kasih ini lah itu lah”

“Nah Dila nya mau gak?”

“Gak lah hihi” jawab nya tegas

“Ya sudah cuekin aja sayang he”

“Mana sihi aku liat” pintaku,kemudian Umi Dila menyerahkan hp nya ke aku

Aku buka aplikasi bbm di hp tersebut dan aku baca baca percakapan2 nya,ada beberapa yang bikin aku penasaran,misal nya percakapan Umi Dila dengan Nisa,dengan istri2 muda ust Karim,dsb..tapi aku fikir itu privasi Umi Dila,ato lain kali saja lah aku intip2 he..kali ini aku hanya ingin tau percakapan dia sama ust Karim saja,aku scroll cukup jauh,aku baca2,tidak semua nya menarik hanya sbagian saja yang cukup menggelitik,misal nya :

“Umi..Abi kangen..”

“Hmmm?” Cuma dijawab begitu sama Umi Dila

“Ayolah Umi pertimbangkan lagi,Abi mohon”

“Tidak bisa,Abi sendiri pasti tau,hak cerai kan ada di suami,lagian Umi bahagia,jadi tidak ada alasan Umi harus minta cerai” jelas Umi Dila

“Bisa diatur itu Umi,pertimbangkan lagi,kita sudah berumah tangga belasan tahun,keluarga kita baik baik saja,lagipula bagaimana dengan Emir?” Kata ust Karim

“Emir kan sudah dewasa Abi,lagipula dia juga faham kan masalah ini”

“Lagian,Umi gak ngerti deh,perasaan selama ini Abi suka cuek,kok tiba tiba posesif begini,kan Abi masih ada 3 istri,cantik semua,kalo kurang pun masih bisa nikah kontrak” lanjut Umi Dila

“Ya karena Abi cinta sama Umi,ya namanya cinta pasti posesif lah” jawab ust Karim

“Tapi kok Umi gak pernah merasakan cinta Abi tuh..mungkin sebenarnya Abi gak secinta itu sama Umi”

Cukup panjang perdebatan mereka,intinya ust Karim tetap ingin aku dan Umi Dila bercerai,tapi Umi Dila nya menolak,tapi semakin lama sepertinya kecurigaanku dan Umi Dila bahwa sebenarnya ust Karim tidak benar2 mencintai Umi Dila kok semakin jelas

“Baiklah,kalo memang Umi tidak bersedia meminta cerai,tapi Abi minta satu hal” kata ust Karim

“Apa itu?” Tanya Umi Dila

“Berikan Abi hak yang sama dengan Dul,dalam memiliki Umi,bagaimana?”

“Maksud Abi?”

“Ya Umi pasti ngerti lah” jawab ust Karim

“Ya ampun Abi,Umi gak nyangka,Abi tau kan itu tidak boleh,Abi memang suami sah Umi,tapi status Umi saat ini sedang nikah kontrak dengan Dul,jadi hak pakai Umi ya Dul punya hihi” jawab Umi

“Ya tapi kan 1 tahun yang benar saja,lagian Umi sendiri tidak adil sama Abi” kilah ust Karim

“Tidak adil bagaimana maksud Abi?”

“Ya Umi melayani dan memberi Dul lebih dari Umi melayani Abi”

“Abi,Umi berhak memberikan apapun kpd siapa yang Umi suka,udah ah,Abi udah ngelantur,Umi gak suka”

“Eh Umi jangan marah dong,jangan salah faham,kita bicarakan baik2”

Setelah itu Umi Dila tidak membalas nya walau berkali kali ust Karim meminta maaf,rupanya,di depan jamaah sangat berwibawa,tapi sama istri sepertinya takut,mungkin karena istri pertama,kalo sama istri2 muda nya sih sepertinya tidak begitu,apalagi belakangan aku tau bahwa ust Karim itu awal nya bukan lah siapa2,dan Umi Dila lah yang berasal dari keluarga berada,ust Karim bisa berbisnis pun dimodali oleh ayah nya Umi Dila,walaupun memang akhirnya bisnis nya jadi sukses dan merambah ke mana mana juga karena kepiawaian ust Karim dalam berbisnis,tapi andil keluarga Umi Dila tidak bisa begitu saja di lupakan

Apalagi kerelaan Umi Dila utk dipoligami,dan tidak pernah mengekang “kenakalan” ust Karim,Umi Dila juga tidak hitung2an apalagi ungkit2 harta,itu semua tentu meninggalkan kesan mendalam bagi ust Karim..

Tiba tiba aku punya ide cukup gila,aku mulai mempertimbangkan resiko resiko nya,dan kemudian aku merasa sangat yakin bahwa gak akan ada masalah

“Ni sayang hp nya” aku mengembalikan hp kepada Umi Dila

“Gimana menurut sayang?” Tanya nya

“Ya gak gimana gimana,sayang..pengen nih he..yuk” ajak ku

“Pengen apa?hihi..yaudah yuk,lagian gak ada acara bagus nih” jawab nya lalu mematikan TV

“Sayang duluan yah,pake pakean sexy ya,yang kemaren baru beli itu,tapi pake jilbab he” pintaku

“Uh banyak mau nya,ya udah jangan lama lama ya hihi”

“Iya..eh sini aku pinjam lagi hp nya”

Umi Dila kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar utama di lantai 2,saat akan berjalan iseng aku tepuk bokong nya..

“Aww..iiih nakal hihi”

 

———————

10 menit kemudian,Aku buka pintu kamar,dan langsung menuju ke arah ranjang,aku lihat di atas kasur Umi Dila dengan jilbab dan pakaian sexy nya,sedang berposisi berlutut tapi membelakangiku,dia sedikit menoleh ke arahku

“Gimana sayan?hihi” tanya nya

“Huhh…luarr biasa he” komentarku sambil sedikit memperbaiki posisi penisku

“Ckrekk..ckrekk..” Suara kamera hp milik Umi Dila mengabadikan momen tersebut

“iih sayang kok difoto sih,malu ah,tar kesebar gimana?” Protes Umi Dila saat dia tau aku memfoto dirinya

“Gak apa2 sayang,masa suami sendiri gak boleh abadikan momen indah istrinya” aku membujuk nya lalu memeluk nya dari belakang,dan mencium nya,kami berciuman lembut

“Hmmmm…hmmmmm…”

“Ayo sayang berpose lebih sexy lagi hehe” pinta ku dan Umi Dila menurut

“Ckrekk..ckrekk..”

Aku mengambil beberapa foto dari beberapa pose berbeda

“Masa sih sexy sayang,udah tua gini hihi”

“Beneran sexy,body Dila itu seleraku banget deh,mak nyuss he..”

Diam diam aku kirimkan foto2 tersebut ke ust Karim,dan sesuai dugaanku,dia langsung merespon

“Umi sexy banget” komentarnya

“Abi mau?” Jawabku berpura2 sebagai Umi Dila

“Mau bangettt..Umi gak pernah berpakaian seperti itu sama abi” jawab nya

Aku gak membalas nya tapi kembali mengirim foto berikut nya,aku pura2 berlama lama melihat foto2 Umi supaya dia tidak curiga

“Waduh pantat Umi sexy banget,itu anus Umi beneran sudah diperawani sama Dul?” Tanya nya

“Iya” jawabku

“Trus setelah itu sering disodomi?sudah berapa kali?”

“Ratusan hihi”

“Aduhh Abi mau juga dong anus Umi,sekalii aja,masa belasan tahun gak dikasih” ust Karim seperti memohon

“Gak boleh”

“Plisss”

“Nonton aja,mau?” Tawarku

“Mau mau mau..tapi masa cuman nonton,gak dapat apa2”

“Hmmmm..kalo cuma jilatin,mau?jilatin bool Umi biar licin dan gampang dimasuki kontol Dul,gimana?”

“Mauuu Umi,mau…kapan?”

He..he..aku tertawa membaca balasan terakhir ust Karim,tapi kok aku jadi merasa sedikit jijik ya,agak menyesal aku main main barusan

“Apaan sih malah ketawa,jelek ya?” Umi Dila menyadarkan lamunan ku,dia tidak menyadari bahwa aku sedang chatting dengan suami nya krn sengaja aku silent hp nya

“Bukan sayang,bukan jelek,udah sini sayang bukain celanaku aja”

“Nah gitu dong,ngapain sih foto lama lama hihi”

Kemudian Umi Dila berbalik menghadapku dan cepat cepat membuka celana ku

“Uhhhh…gedhe nya..slurrp..”

“Ahhh..enak banget sayangg ahhh”

Aku sempat mengambil gambar beberapa kali,ust Karim beberapa kali mengirim pesan tapi tidak ku baca,aku kirim saja foto yang barusan aku ambil lalu kulempar hp itu ke atas kasur,karena momen nikmat kali ini tidak bisa dibagi2,harus fokus he

“Ahhhh..hisap kuat sayang,kenyoott cantikk ayo…faakkk”

“Gagh..gagghh..gaagghh..” Aku mengayunkan pinggulku memompa mulut nya,menimbulkan suara yg sangat menggairahkan

Aku keluarkan paksa payudara nya dari bra sexy nya,kemudian aku remas remas kuat dan aku pelintir puting nya

“Hmmmm…hmmmm…” Desahanya tertahan

Aku pencet puting nya kuat2 dan aku tarik kuat kuat,membuat Umi Dila sedikit menjerit tapi penis ku masih di dalam mulut nya,mata nya menutup rapat dan sedikit meringis

“Aaahhhggh…ahhhhghhh..”

“Enak sayang?enak? Ahhh” tanyaku

“Haakiiit..tapii..tapi eenyaaak ahhh”

Puas dengan apa yg aku lakukan dan rasakan,kemudian aku tarik penisku,aku isyaratkan Umi Dila untuk merubah posisi,tetap menungging tapi posisi nya seperti tadi sehingga bokong nya tepat berada di hadapan ku

“Sluuuurppp…sluuurrpp” aku menjilati vagina Umi Dila sekaligus anus nya dengan ganas

“Ahhhhh…enakkk sayanggg…” Tapi jilatanku tidak laman,segera aku posisikan diri,kutempelkan kepala penisku di vagina Umi Dila,aku gesekkan sebentar dan..

“Blessss…ahhhh…ssshhh…plok plok plok..” Aku langsung menusukkan penisku seluruh nya sampai pangkal,lebih enak daripada pelan pelan,Umi Dila tau kesukaanku ini,makanya dia pasrah saja walau mungkin agak sakit,setelah mentok aku diamkan sebentar,lalu aku langsung gas pol memompa vagina nya semau mau ku,kalo mau cepat ya cepat,mau pake tempo ya pake tempo,pokoknya semauku lah he

“Auuuhhh…khontol muuhh..gedheee..enaaakkk ahhhh”

“Plak…plak…plak..”

“Ahhh..ahhh..ahhh” seperti biasa aku tampari bokong Umi Dila,dan segera bokong putih nya berubah warna jadi memerah,dan selama menikah denganku,jarang jarang bokong Umi Dila bisa kembali berwarna putih,krn tiap bercinta selalu kutampari,begitu juga leher dan payudaranya,gak pernah bersih dari cupangan,selalu penuh cupanganku..

“Ahhh..ahhh..ahhh…sayangghh..Dilaa mau keluaaar ahhh” rupanya orgasme pertama Umi Dila datang,tidak sampai 10 menit sejak tusukan pertama penisku

Aku pompa kencang2,mengantar orgasme Umi Dila supaya lebih dahsyat,dan ketika sudah dipuncak,aku mengendorkan pompaanku sampai akhirnya aku berhenti,kalo tidak berhenti bisa bisa orgasme nya gak selesai2,aku juga menikmati vagina nya yg sedang orgamse,terasa meremas2 kuat tapi licin..

“Ooooohhhhh…” Umi Dila menghembuskan nafas panjang tanda orgasme nya sudah selesai

Posisi kami kebetulan menghadap cermin,iseng aku ingin mengabadikan momen ini,aku ambil hp Umi Dila yang tdak jauh,lalu aku foto berkali kali,Umi Dila cuek saja..

“Sayang..selfie dong he”

“Selfie?kok aneh aneh aja sih sayang,ya udah sini hihi”

Kemudian dia melakukan selfie berkali2,lalu aku pinta kembali hp nya,dari banyak foto,aku kirim 2 foto ke ust Karim,lalu aku lempar lagi hp itu ke kasur,karena aku belum apa2,aku masih di tahap pemanasan

aku angkat tubuh Umi Dila,aku peluk,aku ciumi leher dan pundak nya,lalu kami berciuman dan aku mulai memompa kembali vagina nya..

“Aaaahhhh…sssshhhh…hhmmmm”

Hampir 1 jam kami bergumul,skor kami mungkin 7-2,aku dua kali ejakulasi,tapi aku tidak yakin Umi Dila orgasme berapa kali,entah 7 ato 8 ato mungkin lebih..

Selesai bercinta dengan Umi Dila,bukan berarti kenikmatan selesai,karena aku sangat menikmati sajian penutup yg jadi kebiasaan Umi Dila,mulai dari mengusap usap dada ku,mengendusi bau badan ku,kadang menjilati keringatku,bahkan mengendusi dan menjilati ketiak ku,yang sekarang sangat aku nikmati walau dulu awal nya terasa sedikit aneh dan bikin jengah..

“Hhmmmm..” Aku berdehem menikmati apa yang dilakukan Umi Dila..setelah puas lalu kami berpelukan erat

“Sayang..kamu kirim foto ke Abi ya?” Tanya nya kaget saat dia lihat hp nya

“Trus nih malah sayang nanggepin dia,pura2 jadi aku,kalo disebarin gimana ini?ngapain sih?nakal banget sih iih” dia mencubit ku tapi aku tau dia tidak marah..

“Iseng aja sayang,sekali kali ngerjain kan gak apa2,gak mungkin disebarin sayang,karena kalo tersebar ya dia lebih terbebani kan..”

“Kalo tersebar pun mau tidak mau dia harus ngaku bahwa itu hasil karya dia,kalo orang2 tau itu hasil karya laki laki lain,kan semakin hancur nama baiknya he”

“Hmmm..bener juga sih..tapi kan..” Kata Umi Dila

“Udah gpp sayang,sekali aja,gak bakal aku ulangi kok,muah” kata ku menenangkan dia

“Janji ya?lagian Dila cuman buat kamu aja sayang,bukan yang lain”

“Iya janji”

 

——————

Saat aku wisuda,aku masih bersama Umi Dila,bahkan kami memperpanjang kontrak nikah kami untuk tahun ke 3,ust Karim sepertinya sudah nyerah meminta kami bercerai,tapi dia pun menolak menceraikan Umi Dila ketika kami meminta nya,beberapa hari sebelum kami perpanjang kontrak

Tidak ada yang tau hubungan aku dan Umi Dila termasuk Mamat,mungkin hanya Nisa saja yang tau itu pun sepertinya dia tidak cerita siapa2,lagipula Nisa sudah lulus dan meninggalkan kota ini hampir 2 tahun yang lalu,begitu juga Mutia

Mamat dan Naila pun tidak ngeh ketika Umi Dila dan ust Karim datang ke acara wisuda kami bertiga,ya Mamat masih sama Naila dan mereka malah sudah bertunangan,tinggal tentukan hari pernikahan

Aku memperkenalkan Umi Dila sebagai calon istriku kepada keluargaku,Ibu ku sudah kuberi tahu beberapa bulan sebelum nya dan dia setuju saja,Umi Dila mencium tangan Ibu ku ketika kuperkenalkan,sudah seperti menantu saja,ust Karim hanya nyengir saja,keluargaku tidak tau status kami,mereka tau nya Umi Dila janda

Ust Karim meminjamkan salah satu mobil nya utk keluargaku,ayah tiriku yang menyetir,sedangkan aku dan Umi Dila menggunakan mobil Umi Dila,dan disupiri oleh ust Karim,ya gimana lagi hanya ini formasi yg tepat

Dan diperjalanan menuju rumah Umi Dila,kami berikan hadiah yg selama ini diinginkan ust Karim,dia menonton Umi Dila mem blowjob dan deepthroat penis jumbo tak disunat ku,menjilati buah testisku bahkan anus ku,sampai aku ejakulasi di wajah cantik Umi Dila,jujur saja aku sedikit menikmati aksi pamerku,tapi aku tidak berfikir untuk mengulangi nya,dan sepertinya ust Karim pun mengalami ejakulasi karena dia masturbasi sambil melihat aksi kami

Dan ketika sampai rumah Umi Dila,sepertinya ust Karim pun masih mupeng,berharap dapat nontonan lagi atau kalo beruntung mungkin dapat lebih,tapi akhirnya dia harus gigit jadi dan pamit pulang

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Article Name
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Description
cerita dewasa ini mengeksplorasi fenomena nikah mutah (نكاح المتعة nikāḥ al-mut'aṯ, harfiah: pernikahan kesenangan), atau lebih dikenal dengan istilah kawin kontrak. terima kasih pada suhu kolor_ijon (Forum Semprot) yg menulis ceritanya
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo