loading...

“ih belum ya,tadi kamu curi2,dosa tau hihi” jawab nya tak lama kemudian

“Belum sah bukan berarti belum memiliki kan he” kata ku

“Gak tau deh” timpalnya

“Kirimin foto dong?” Pintaku

“Foto apa? kan sudah dikirimin Nisa,lagian udah lihat aslinya hihi”

“Kan cuman wajah,aku pengen lebih he”

“Ngapain,besok juga liat semua kan hihi” balas nya

“Siapa tau besok Umi bohongin aku,cuman ngerjain aku hayo” balasku

“Pokoknya gak mau” kata Umi kemudian

“Ya sudah he” kata ku..kemudian percakapan kami berhenti

10 menit kemudian Umi Dila kirim pesan,eh bukan pesan tapi foto,dan aku buka..

“Waaawww..uhhhhh” seketika aku memasukkan tanganku ke celana..

“Jangan masturbasi ya hihi” kata Umi Dila..tentu aku gak akan masturbasi,buat apa,toh besok sudah ada istri

“Tambahin dong Umi..yang lebih menantang he” pintaku

“Menantang apa?ada ada aja” jawab nya

Tapi kemudian dia kirim 1 lagi foto yang gak kalah hot..

“Woww…Umi nakal juga ya,wajah nya dibuka dong he” rayuku

“Gak boleh,nanti kesebar gimana? Umi bisa malu hihi” jawabnya

“Gak akan Umi,nanti langsung aku hapus, boleh di cek besok sama Umi..lagian sama suami sendiri kan gak apa2..”

“Iya deh satu aja ya,udah gak boleh minta lagi,dan langsung hapus” katanya kemudian mengirim foto terakhir

“Uhhhh..mantapp he..Terimakasih Umi..”

Percakapan mesum pun selesai dan aku tidur,sesaat sebelum aku tidur aku hapus dulu semua foto yang barusah dikirim oleh Umi Dila

 

——————–

Hari sudah hampir gelap ketika aku sampai di rumah Umi Dila,di gerbang aku disambut oleh mang Soleh..

“Kata Umi,motor nya dimasukin garasi aja den..sudah ditunggu..” Kata Mang Soleh..

Aku sudah tau,dan sudah tidak sabar,Umi Dila sudah menunggu di kamar utama di lantai 2,setelah memasukan motor ke garasi,aku segera masuk rumah yang ternyata sudah dibuka oleh bi Isah..bi Isah mengatakan hal yang sama seperti yg dikatakan mang Soleh..

“Tok..tok..tok..” Aku ketuk pintu

“Masuk..” Kata Umi Dila dari dalam

Aku pun membuka pintu dan cukup terkejut,karena sepertinya kamar nya sudah di dekorasi seperti kamar pengantin,aku lihat Umi Dila yang duduk di tepi ranjang pun membuatku terpukau,krn dia memakai gaun pengantin warna putih yang kelihatan mewah,membuat Umi Dila terlihat semakin cantik..sangat kontras dengan penampilanku yang sama sekali tidak ada persiapan

“Umi…” Ucapku lirih,kemudian aku berjalan mendekatinya,lalu duduk tepat disamping nya..aku raih tangan kiri nya yang sudah dilukis ala timur tengah itu,kemudian aku aku pakaikan cincin yang sudah aku tukar dengan ukuran yang pas,tidak ada cincin lain di jari nya,aku tidak tanya dan aku tidak mau tau,kemudian kami resmi menikah dengan kontrak 1 tahun

Kami bertatapan,aku belai kepalanya yang tertutup jilbab putih,lalu kami berciuman lembut,tubuh nya sangat wangi,dan lagi lagi sangat kontras denganku yang memang tidak mandi sejak kemarin atas permintaan Umi sendiri…

Lama lama ciuman kami semakin ganas,bahkan suara nya terdengar jelas dan itu membuatku semakin bergairah,lidah kami saling membelit,saling menghisap,bahkan sesekali aku gigit bibir tipis nya itu

“Sluurrrpp…ahhhhh….ahhhh..”

Tanganku sudah bergerilya kemana mana,meremas apapun yang aku raba,dan tangan Umi Dila pun tak kalah aktif nya,walaupun lebih banyak berada di area selakanganku..

Puas berciuman,aku berusaha membuka jilbab Umi,dia pun mengerti dan mulai membuka hijab nya,cukup lama karena jilbab itu seperti dibeli belit kan ke kepala sampai ke leher,tak mau menunggu aku langsung saja menyosor bagian dada Umi yang juga masih tertutup gaun pengantinya,aku remas2 dan aku gigit2 dari luar..

“Ahhhhh..ahhhhhhh” Umi Dila tak bisa menahan desahanya..

Ketika jilbab nya berhasil dilepas,aku langsung menyosor leher nya,aku ciumi dan aku jilati..bahkan aku bikin cukup banyak cupangan dilehernya..aku pun menciumi hampir seluruh bagian wajah nya,termasuk telinga nya yang membuat erangan Umi Dila semakin keras

“Sluuurrppp..ahhhh…ahhh..”

Lalu kembali dengan tidak sabar,aku berusaha membuka gaun Umi Dila,sambil kami berciuman ganas,proses membuka gaun pun cukup lama karena aku tidak tau bagaimana membuka nya,tapi hal itu malah membuat pergumulan kami semakin seru..

“Ahhhh..ahhhh…” Desahan kami bersahutan

Begitu terbuka,aku kembali terpukau karena di balik gaun pengantin,Umi Dila memakai bra yang cukup sexy dan semacam rok tipis sangat pendek,dan langsung membuat nafsuku semakin menggelegak..

Ketika hampir aku terkam,Umi menahanku dan berkata

“Buka celana mu sayang hihi..”

Aku turun dari ranjang kemudian berdiri,cepat cepat aku lepas baju ku kemudian celana dan celana dalam,yang seketika membuat penisku terbebas dan tegak menantang

Tiba tiba saja Umi Dila sudah berlutut di hadapan ku,dan mendekatkan wajah nya ke selakanganku

“Ahhhhh…..sshhhhh….” Tanpa sadar Umi Dila mendesah sambil menatap penisku..

Setelah itu dia mendekatkan hidung nya ke penisku,bahkan menempel,kemudian dia menghirup nafas dalam dalam sambil terpejam..seluruh bagian penisku dia perlakukan seperti itu,bahkan sampai dua buah testisku pun seperti dihirupi dalam dalam..aku yang awal nya merasa agak aneh pun akhir nya merasa sedikit bangga bahkan semakin terangsang,aku mengusapi rambut nya,membiarkan dia puas puas menghirupi aroma selakanganku

“Ahhhhh…” Aku mendesah sesaat setelah kepala penisku tiba tiba sudah ada di dalam mulut Umi Dila,kemudian semakin dalam penisku memasuki mulut sexy nya..

“Sloppp…sloppp…slurrpp…ahhh..” Aku mendesah semakin keras ketika Umi Dila mulai memaju mundurkan kepala nya

Kemudian Umi Dila melepaskan penisku dan mulai menjilati buah testisku

“Hmmmmm…sluurrppp” dia menjilati dan mengulum buah testisku sambil sedikit mendesah perlahan..aku masih tidak melakukan apa apa hanya membelai rambut nya saja…

“Uhhhhh…ohhhhhh…shhhhh…”

Puas menikmati buah testisku,kembali Umi Dila melahap penisku,kali ini sepertinya dia berusaha melakukan deepthroat,dan secara reflek aku menyambut nya dengan majukan pinggulku,dan tanganku mulai menekan kepala nya..

“Ahhhhhhh…enakkkk..bangettttt…” Wajah ku menengadah merasakan nikmat diselakanganku..

“Ohhhh sepertinya mentok” kataku dalam hati kemudian aku melihat ke arah bawah,rupanya benar,saat ini seluruh penis ku sudah masuk ke dalam mulut Umi Dila,dia terlihat berusaha keras dan berhasil,melihat hal tersebut gairahku semakin melonjak lagi..

“Haaaaaaahhhhh…” Umi Dila menarik nafas dalam dalam,esaat setelah penisku terlepas dari mulut nya,kemudian kembali dia lahap penisku sampai mentok,terasa hangat di seluruh bagian penisku

Aku butuh pelampiasan,meremas rambut tidak cukup,apalagi menekan kepala sudah tidak berguna,kemudian dengan kasar aku keluarkan payudara besar Umi Dila dari bra nya,kemudian aku remas remas dengan kasar juga

“Hhhmmmm…hhhmmmm…” Umi Dila mendesah tertahan,menikmati ulahku,entah nikmat atau sakit karena aku meremasi payudara nya dengan kasar

Merasa kurang puas,aku putar putar puting nya dan aku puntir kuat kuat,bahkan aku pencet keras keras puting nya kemudian aku tarik kuat kuat sampe tidak bisa lagi aku tarik..

“Aaahhhh…ahhhhh…” Merespon ulahku,Umi Dila melepaskan penisku dari mulut nya dan dia mengerang keras,mulut nya terbuka dan menatapku,dia agak mengernyitkan dahi nya..sepertinya dia merasa sakit tapi tidak menolak sedikitpun,aku suka ekspresinya

Aku lepaskan puting nya yang sudah meregang maksimal itu kemudian meremas payudara nya,Umi Dila melanjutkan deepthroat nya..

“Ahhhhh…enak bangett Umiiihh..”

Aku merasa sudah cukup,aku tidak mau ejakulasi di mulut nya,kemudian aku menarik penisku dari mulut nya,dan segera aku cium bibir nya dengan ganas,aku tidak peduli mulut itu baru saja lepas dari penisku

“Sluuuupp…hmmmm…”

Kemudian aku berdirikan Umi Dila,aku angkat tubuh nya kemudian aku letakkan di atas kasur..hmmm..lebih tepat nya aku lemparkan he..

“Aww…jahat ya hihi” kata nya

Gak pake lama aku aku langsung terkam tubuh nya,kami berciuman sebentar lalu segera aku menuju ke payudara montok nya,aku ciumin dan aku jilatin,puting nya aku hisap hisap keras kadang aku gigit pelan

“Ahhhhh…enakkkhhh sayangghh..terussshhh” erang nya sambil mendekap kepalaku,kadang dia membelai rambutku lembut..

Aku tinggalkan payudara Umi Dila dengan penuh cupangan,kemudian aku lanjutkan menciumi perut dan terus ke arah selakangan

Aku kangkangkan kedua kaki Umi Dila,langsung terlihat vagina putih kemerahan tanpa bulu,terlihat sangat licin karena sudah basah,bentuk nya sangat mulus walau tidak terlalu rapat,sangat mantap untuk wanita seumuran Umi dan sudah punya anak.

Aku dekatkan wajah ku ke vagina nya,aroma nya wangi sekali,mungkin Umi Dila rajin merawat vagina nya di salon nya sendiri,wangi nya membuatku semakin bergairah dan langsung aku lahap..

“Sluurppp…sluurrrpp…ahhhh…enakkhhh sayanggghhh..ahhh..” Umi Dila teriak teriak keenakan vagina nya aku jilati

Tidak lama aku menikmati vagina nya,karena aku ingin lebih banyak menikmatinya dengan penisku,segera aku memposisikan diri diatas tubuh nya,kami saling bertatapan kemudian berciuman..

“Ssshhhh…ahhhh..pelan sayang..” Pinta Umi Dila ketika penisku mulai memasuki vagina nya..aku menurut,aku gak ingin menyakitinya,aku masukkan pelan pelan dan semakin dalam..

“Aahhhh…anjinggghhh enakk bangethhh” tanpa sadar aku mengumpat ketika seluruh penisku amblas di vagina Umi Dila,entah hanya sugesti,sensasi,ato memang nyata,yang pasti vagina Umi Dila terasa sangat enak,sulit aku deskripsikan tapi ini yang terenak..

“Ahhhhhh…shhhhh…” Umi Dila ikut mendesah tanpa peduli umpatanku barusan..

Aku mulai memompa dengan kecepatan konstan dan kemudian diiringi desahan kami berdua

“Sssshhhh…ahhhh…memekkhh Umi enakkh bangetthhh ahhhh”

“Khontolll kamuu jugaaa enakkhh sayanggghh ahhhh…gede bangett..panjang bangett ahhh”

Pompaanku semakin cepat,diiringi desahan dan percakapan percakapan kecil yang membuat gairah semakin tinggi..

“Ahhhh…memekk Umi..siapa yang punyahhh ahhh..”

“Kamuuh sayang…punya kamuu..ahhh…ahhh…”

“Kalo punyakuuhh..berarti cuma aku yang boleh pakehh?ahhh…”

“Iyahhh..iyahh…ahhhh..keluarrr ahhhh…” Umi Dila mengalami orgasme yang pertama,kepalanya menengadah dan mulut nya terbuka,dan segera aku respon dengan menusukkan penisku dalam dalam kemudian mendiamkanya membarkan Umi Dila menikmati orgasme nya,leher nya aku ciumi mesra..terasa vagina nya seperti memijat mijat penisku

Setelah tenang..aku mulai memompa lagi..sepertinya aku masih jauh…

“Aaahhhh…akuuhh gak mau ada laki laki lain yang menyentuh Umiih ahhh”

“Iyaah sayang ahhhh…Umi cuma milikmuhhh ahhhh” jawabnya

“Ahhh..Termasuk ust Karim..” Kata ku menegaskan

“Iyahh ahhh dia juga gak akan Umi ijinkan ahhh..”

Tidak tau kenapa,aku begitu merasa posesif sama Umi Dila..aku memeluk nya erat,dan dia pun memelukku erat,kaki nya dia lingkar kan ke pinggulku..kami berciuman mesra..

Beberapa menit kemudian..

“Umiih..Aku mau keluar ahhhh…”

“Umi juga..ahhhh..terusss…”

Aku memompanya semakin kencang,vagina nya semakin licin dan hangat..akhirnya kami keluar bersamaan,aku yang pertama dan Umi yang ke tiga kali nya..aku tancapkan dalam dalam penisku..kemudian..

“Ahhhh…terima spermaku Umiihh..mulai sekarang rahim mu hanya boleh menerima spermaku ahhhh..crottt…crottt..crotttt” aku keluar sangat banyak,tidak sia sia selama hampir 2 bulan aku tidak ganti oli..

“Iyaaahhh…rahim Umi hanya untuk menampung sperma kamu sayangghh ahhhh”

Kami terkejat kejat menikmati puncak kenikmatan persetubuhan ini,kemudian kami terdiam mengatur nafas

Walaupun sudah ejakulasi,tapi penisku masih tegang,sebenarnya aku mau langsung lanjut tapi aku kawatir Umi Dila kecapean,akhirnya aku putuskan istirahat sementara..

“Plop…” Aku mencabut penisku kemudian berbaring di sebelah Umi Dila,kami berciuman mesra..

“Uhhh..kok masih berdiri sih..hebat banget sayang..” Katanya sambil menatap penisku kemudian memegang nya..

“Ya gak tau hehe..” Jawabku sekena nya..

Tanpa sadar aku meletakkan kedua telapak tanganku di belakang kepalaku seperti bantal,yang membuat ketiak ku terekspose,dan sepertinya membuat Umi Dila tertarik,tau tau wajah Umi Dila sudah hampir menempel di ketiak ku,dan menghirup hirup bau ketiak ku..

“Eh…Umi..kok dicium cium sih,kan bau” kata ku berusaha merapatkan lenganku tapi ditahan oleh Umi Dila..

“Kata nya,bau tubuh tiap orang itu beda lho..dan kalo berjodoh akan membuat saling tertarik,ada zat apa gitu katanya hihi…kayak hewan kan saling endus tuh” kata Umi Dila kemudian meneruskan mengendus endus ketiak ku

“Masa sih Umi..sama ust Karim pernah” tanyaku sambil membiarkan Umi Dila beraksi walau masih agak risih

“Gak pernah,lah Umi baru baru ini aja tau kok,Umi praktekin aja ke kamu sayang hihi”

“Trus gimana?bau asli ku membuat Umi tertarik?hehe” kata ku setengah bercanda..

“Menurut kamu?hihi..sluuurpp” umi balik tanya kemudian tanpa ku duga dia menjilat ketiak ku

“Ahhhh…Umi..apa apaan..jangan ahhh” geli campur nikmat aku rasakan,dan walaupun merasa tidak enak tapi kubiarkan saja Umi menjilati ketiak ku..

Lalu Umi Dila menaiki tubuh ku,dan mencium bibirku,kami berciuman cukup panas,terasa ada sedikit aroma ketiak ku di mulut nya tapi kepalang tanggung,toh punya ku sendiri fikirku..

Umi Dila menciumiku dengan ganas,dia seperti kelaparan,bahkan dia menjilati seluruh wajah ku,telingaku,leherku,kedua ketiak ku,lengan,dada,bahkan jari jariku dia hisap satu satu

“Ahhhhh…Umiihh…udahhh ahhhh..”

Aku seperti tak berdaya,karena memang sangat nikmat

Kemudian Umi Dila menjilati perutku,pinggang,hampir tak ada yang terlewat,mungkin ini yang dinamakan mandi kucing..

“Ahhhh…terusss Umiihh..ahhh” sekarang aku benar benar menikmatinya..

Setelah perut,Umi Dila melewatkan selakanganku,kemudian dia menaikkan kedua kaki ku sehingga posisiku seperti kodok tapi terlentang,sebenarnya aku kurang nyaman dengan posisi ini,tapi aku biarkan saja,sampai tiba tiba

“Ahhhh….Umiii..ngapain ahhhh”

Rupanya Umi Dila menjilati anusku,wajah nya menempel di bokongku..rasanya seperti tersetrum..nikmat sekali tapi sedikit ada rasa malu juga..sensasi baru bagiku..

“Ahhh…Umii…terus ahhhh”

Cukup lama Umi Dila menjilati anusku dan membuatku tak karuan,setelah itu dia mulai menjilati buah testisku kemudian penisku..

“Ahhhh…Umi kok sukaa sihhh kayak gituhh..gak jijik?ahhh” tanyaku

“Sluurpp..kayak gitu apa sayang?sluurrp”

“Kayak tadihh..jilat jilat anusku ahhh..”

“Gak tau suka ajah sluuuurppp..hihi”

“Samahh Ust Karim juga Umi gituin?ahhh..” Tanyaku

“Baru kali ini kok Umi coba hihi”

“Yang benerrhh ahhhh”

“Iyaah sayang..Umi gak bohongh sluuurppp” kata dia berusaha meyakinkanku

Aku percaya saja,dan jujur aku jadi merasa bangga he..kemudian Umi kembali menaiki tubuhku,dan mencoba memasukkan penisku ke vagina nya..

Ronde selanjutnya kami bercinta dengan posisi WOT,cukup luar biasa goyangan Umi Dila,ditambah antusiasmeku menikmati payudara montok nya,hasil nya cupanganku semakin banyak hampir memenuhi seluruh payudara nya..di posisi ini skor kami 3-1

“Hmmm..mandi yuk..” Ajak Umi Dila

“Ngapain mandi,kan Umi suka bau badanku he” candaku

“Yeee..gak gitu juga sayang,sesekali aja aku ciumin bau badanmu,selebih nya ya harus wangi hihi” jawabnya

“Ya udah yuk” kataku

“Sayang duluan aja,aku mau suruh bi Isah buatin minum,muahh” Umi menciumku lalu beranjak keluar kamar setelah memakai pakaian seadanya,saat itu sudah sekitar jam 8 malam

Aku sudah berendam di bathtub dengan air panas ketika Umi masuk menyusulku,dia membuka gorden dan terlihatlah pemandangan lampu lampu kota yg indah,kemudian dia juga masuk ke bathtub dengan posisi membelakangiku,aku memeluknya dari belakang sambil menikmati pemandangan,aku tidak tau apakah ada kemungkinan orang melihat,aku tidak peduli he..

Tubuh Umi menyandar di pundakku,kami saling menggesekkan tubuh sehingga suasana semakin intim,sesekali Umi Dila memejamkan mata nya menikmati suasana..

“Tok..tok..Umi..” Rupanya bi Isah mengetuk pintu

“Masuk aja bi” kata Umi Dila

Kemudian Bi Isah masuk,dia membawa nampan berisi 2 gelas coklat hangat dan sepiring biskuit..lalu meletakkan nya di samping bathub yang sepertinya memang sudah biasa digunakan untuk meletakkan makanan dan minuman,kemudian bi Isah pergi

“Umi..bi Isah sudah tau?” Tanyaku penasaran

“Iyah..mang Soleh juga,mereka sudah faham kok sama pemahaman ust Karim dan Umi,mereka juga bantu persiapan tadi..” Jelas Umi

“Trus ust Karim gimana?”

“Tenang biar Umi yang atur sayang..muahhh..” Katanya sambil menciumku

Kemudian kami ngobrol santai cukup lama,sambil sesekali saling memberikan sentuhan mesra sehingga tetap tidak kehilangn gairah

“Sayang suka anal sex?” Tanya Umi Dila tiba2

“Eh..?” Jawabku

“Kata Nisa,sayang suka anal sex hihi..”

“Nisa cerita apa aja Umi..”

“Banyak pokok nya,kamu mau minta anal dari Umi juga?” Katanya

Rupanya Nisa sudah bicara banyak..memang ember dia,batinku

“Hmmm..sebenernya dibilang suka juga biasa aja sih,tapi karena Nisa bisa di anal ya kenapa enggak hehe..” Jawabku

“Berarti suka?hihi”

“Ya bisa jadi,tapi aku baru melakukan anal sama Nisa aja sih Umi he”

“Umi mau kok..melepas keperawanan anus Umi buat kamu sayang hmmm..” Kata Umi

“Eh..Umi belom pernah?”

“He em” jawabnya

“Kirain he”

“Kirain apa?”

“Ya setauku ust Karim paling suka anal sama Nisa,kirain sama semua istrinya juga begitu he” kata ku

“Ya dia udah sering minta sih,tapi Umi gak kasih,takut hihi”

“Kok sama aku malah nawarin he”

“Gak tau..penasaran mungkin hihi..kalo gak mau ya sudah” katanya

“Eh..ya mau dong Umi..ust Karim jangan dikasih ya he”

“Iya,Umi kan udah janji cuman kamu yang boleh sentuh Umi” jawab Umi

“Itu serius ya?” Tanyaku

“ih ya serius lah,memang tadi sayang pas minta gak serius?”

“Yaaa..serius,tapi gak nyangka aja he”

“Aww..” Umi Dila sedikit menjerit ketika aku mencoba memasukan jari ku ke anus nya..

“Sempit..he”

“Iya lah masih perawan,emangnya Nisa..udah longgar” katanya

“Kok tau Nisa udah longgar?” Tanyaku

“Ya tau lah,udah berapa banyak kontol yang masuk anus nya,dia sendiri udah lupa hihi”

“Tapi yang paling enak dan paling gede katanya punya kamu sayang,makanya Umi penasaran” tambahnya

“Nisa cerita gitu?berarti Umi mau sama aku cuma krn kontol,kayak Nisa?”

“Ya itu salah satunya,tapi selain itu Umi ngerasa cocok sama kamu sayang..”

“Emang seakrab apa Umi sama Nisa?” Tanyaku

“Ya akrab,ust Karim kan langganan nya dia hihi,lama lama kenal dan akrab”

“Gak cemburu?”

“Gak,udah biasa kan,istri nya aja 4”

“Kalo aku sama Nisa,cemburu?” Candaku

“Awas gak boleh ya hihi..Umi cuma kamu yang punya,kamu juga cuma punya Umi”

“Iya Umi Dila ku sayang he”

Sambil ngobrol,aku terus memainkan jariku di anusnya,bahkan aku nekat terus berusaha memasukan jariku ke anus Umi Dila,dia hanya menatapku sambil sesekali mendesis

“Ssshhhh..ihhhh…shhhhh”

“Ah..berhasil hehe” kataku

“Iyah hihi” timpal Umi Dila

“Segel nya udah aku buka,jadi ini punya siapa?” Tanyaku

“Punya kamu sayang ahhh..shhh” Umi Dila kembali mendesis ketika aku gerakkan jariku

“Udah yuk,lanjut di kamar hihi” ajak Umi Dila

“Yuk..”

Kemudian kami keluar dari bathtub dan Umi mengambil handuk…

“Biar Umi yang handukin sayang..” Katanya,aku menurut saja toh enak he..

Kemudian dengan telaten Umi Dila mengeringkan badanku dengan handuk,seluruh tubuh tanpa kecuali,bahkan dia berlutut ketika dia menghanduki kaki ku,penisku sudah kembali tegang sangat dekat dengan wajah nya,tapi dia fokus menghanduki ku

Iseng aku gerakan badanku,sehingga penisku terkena wajah Umi Dila,bahkan aku gesek gesekan penisku di wajah nya

“Hmmmmm…” Dia memejamkan mata nya sesaat sepertinya dia menikmati wajahnya bergesekan dengan penisku..tapi kemudian dia bangun karena sudah selesai,kemudian dia menghanduki tubuh nya

“Aku bantu Umi..” Kataku kemudian

“Ahhh..makasih sayang hihi”

Setelah selesai,Umi mengajakku ke kamar,kemudian dia berjalan duluan,melihat bokong nya yang besar aku merasa gemas,lalu aku peluk Umi dari belakang dan aku tempelkan penisku di belahan pantatnya..

“Ehh..lepas dulu sayang,kan mau ke kamar” protesnya tapi dia tidak menolak

“Ya jalan aja Umi,aku tetep nempel gini hehe” kataku sambil menggesekan penisku

“ih kamu aneh aneh aja hihi” kemudian Umi Dila berjalan dengan susah payah karena aku gak mau lepas,aku menikmati goyangan pantatnya saat berjalan

Ketika sudah sampai ranjang,Umi membuka laci nakas di samping kasur dan mengambil sesuatu,ternyata pelumas,merk nya sama dengan yang biasa dibeli Nisa,aku sedikit tersenyum..

“Udah siap?” Tanyaku..

“Iya”

“Yakin?”

“Aku bahagia bisa memberikanya sama kamu sayang” katanya

Kemudian kami berciuman mesra,dan lama lama semakin panas..aku meremasi payudara nya dan meraba vagina nya yang ternyata sudah basah,lalu aku dorong tubuh Umi Dila sampe berposisi nungging

“Uhhhh…” Bokong nya yg besar membuat gairahku memuncak,terlihat anus nya yang rapat,vagina nya juga terlihat,tak lama kemudian aku sudah menjilati vagina Umi Dila di posisi itu,dan membuat Umi Dila mendesah kenikmatan

“Ahhhhh…sssh…”

Melihat anus Umi Dila,aku jadi sedikit tertarik mencoba yang dilakukan Umi Dila sama aku tadi,walau agak ragu,tapi akhirnya kucoba juga,toh barusan habis mandi fikirku

“Sluuurrrpp…ahhhhhh” aku dengar Umi Dila menjerit,sepertinya ini juga pengalaman pertama nya..

Hmmm…tidak terlalu buruk..fikirku,maksudku adalah,ternyata tidak menjijikan seperti yang dibayangkan,malah aku suka ekspresi Umi Dila ketika anus nya aku jilat..

“Ahhhhh…sayang ahhhh…”

Tidak lama aku menjilati anus Umi Dila,segera aku berdiri dan mengambil pelumas yang masih dipegang Umi Dila kemudian aku tumpahkan banyak banyak di atas bokong dan anus Umi Dila..aku usapkan ke seluruh bokong nya sampai terlihat mengkilat,dan itu membuat ku semakin terangsang

Aku memasukan jari ku ke anus Umi Dila dan kali ini dengan gampang bisa masuk karena sangat licin,bahkan kali ini aku tambah 1 jari lagi kemudian aku mainkan

“Ahhhh…shhhh..” Aku lihat Umi terpejam dan meremas remas payudaranya sendiri..kepala Umi berada diatas bantal dengan posisi menyamping

Setelah aku rasa anus Umi Dila mulai terbiasa,kemudian aku melumasi penisku dengan pelumas,dan mulai mengarahkan penisku ke anus Umi Dila

Mungkin seharusnya pemanasanya lebih lama lagi,ato kalo perlu sampe terbiasa dengan 3 jari dulu,tapi aku sudah tidak sabar,lagipula aku ingin menikmati sensasi memerawani nya hehe..

“Ahhhhh…shhhhh…pelan sayang pelan..” Erang Umi Dila ketika penisku mulai berusaha menembus anus nya

“Rilex Umi..jangan dilawan,pasrahin aja”

“Iyah ah ah ah…sssshhhh…aahhh” desahan Umi Dila semakin intens ketika kepala penisku berhasil menembus anus nya..kemudian dia menstimulasi klitoris nya sendiri..

“Uhh..uhh…uhhh…” Umi terus mengerang ketika penisku semakin dalam..aku lihat dia seperti menangis tapi aku sudah kepalang tanggung,sampai akhirnya seluruh penisku berhasil masuk

“Ahhhh…Umii..sempiittt” desahku,sesaat aku ingat ust karim dan aku merasa sangat bangga sekali

“Udahh masukk semuahh?sssshhh” tanya Umi

“Udah hehe..”

Lalu Umi bangun dan berposisi merangkak,menoleh ke belakang melihat penisku yang hanya terlihat pangkal nya saja..

“Ahhh…kok bisa yah heheh heheh” kata Umi Dila yang mulai tertawa walau air mata nya masih jelas terlihat,mungkin dia juga bangga karena anus nya bisa melahap penis jumbo ku..

Di posisi seperti itu,dengan suasana seperti itu,tiba tiba saja perasaanku seperti membuncah,seperti perasaan sayang,yang tiba tiba datang,dan secara reflek aku menarik tubuh Umi Dila ke dalam dekapanku,aku mendekap nya dengan erat kemudian aku mencium nya sangat dalam..

“Hmmmm…hmmmm…”

Umi Dila yang mungkin juga merasakan hal yang sama kemudian menyambut pelukanku dengan mendekap tanganku..

Aku mulai menggerakkan pinggulku pelan..

“Ahhhh…ahhh…enakkh Umi..”

“Ssshhhh…iyahh terussh sayang..” Timpal Umi

Pompaanku semakin cepat,kemudian aku dorong tubuh Umi Dila sehingga kembali menungging,aku remas remas bokong nya..kemudian dia juga mulai meremas payudara nya dan merangsang vagina nya sendiri

“Plok..plok..plok..ahhhh…”

“Plakk…” Iseng aku menampar bokong Umi Dila karena gemas

“Aduhh..” Sepertinya dia kaget,tapi tidak protes,membuatku semakin gemas

“Plak..plak..plak…” Aku tampari bokong nya

“Ahhh..ahhhh..aduhhh..”

Karena bokong nya putih,aku lihat tamparanku membekas,sedikit membuat bokong nya memerah..dan itu juga membuat ku semakin gemas dan terus menampari nya,hasilnya bokong nya semakin memerah..

“Plok..plokkk..plok…ahhhh”

Tidak sampai 15 menit sejak awal penetrasi,aku sudah merasa akan sampai ke puncak..

“Ummiihh…aku mau keluarhhh ahhh”

“Keluarin sayanggh,di dalem ajahhh..”

Kemudian crott..crott..crott..spermaku berhamburan di dalam anus Umi Dila,nikmat sekali

Kemudian aku ambruk menindih nya..

“Umi belum orgasme?” Bisikku

“Gak apa apa,Umi bahagia bisa kasih kamu kenikmatan..” Jawabnya

“Makasih Umi,Ronde berikutnya aku kasih Umi orgasme yang banyak deh he..”

“Iya sayang..muahh” kemudian kami berciuman

 

——————

Setelah itu aku kami bersih bersih sebentar di kamar mandi,lalu melanjutkan satu ronde lagi sebelum kami tidur..dan hampir 3 hari 3 malam setelah itu,kami tidak keluar kamar,ya sesekali keluar kamar sih,tapi kebanyakan kami habiskan waktu di kamar,bercinta sepuasnya,sampai capek lalu tidur,bangun tidur bercinta lagi,aku sangat menikmati persetubuhanku dengan Umi Dila,bahkan sepertinya aku mulai ketagihan bersetubuh denganya..

Di malam ke 3,kami melakukan anal kembali,dan kali ini Umi Dila berhasil mendapat orgasme,dan karena begitu lelah kami pun tertidur..

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Article Name
(Cerita Dewasa) Gurihnya Kawin Kontrak dengan Hijaber Seksi!
Description
cerita dewasa ini mengeksplorasi fenomena nikah mutah (نكاح المتعة nikāḥ al-mut'aṯ, harfiah: pernikahan kesenangan), atau lebih dikenal dengan istilah kawin kontrak. terima kasih pada suhu kolor_ijon (Forum Semprot) yg menulis ceritanya
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo