catatan admin

loading...

Kakakku merupakan sosok ideal untuk ukuran daerahku, badan tang tegap meski tidak seatletis para atlet, namun cukup gagah untuk seukuran anak SMA. waktu itu aku baru masuk SMP, sedangkan kakakku, sedang duduk di kelas 2 SMA.

Dari dia aku mengenal bokep, cerita dewasa, dan dari dia pula aku belajar menaklukkan perempuan. Kakakku ini sering gonta ganti pacar, tapi anehnya sebagian dari mereka tidak menaruh dendam setelah putus dengan kakakku, bahkan tidak jarang yang jadi teman dekatnya. Kejadian tersebut sering membuatku penasaran sehingga aku pun pernah menanyakan secara langsung, dia hanya tersenyum dan berujar pelan, perempuan itu tak perlu kita sakiti kalau kita sudah bosan, jelaskan saja kalau kita tertarik dengan perempuan lain, namun juga tetap memiliki cinta yang besar padanya.

Minta pendapat sama pacarmu, awalnya pasti marah, tapi kalau kita bersikap lembut mereka akan paham, paling-paling nanti dia akan bilang “kalau kau memang mencintainya, maka putuskan saja aku, aku tak mau diduakan”. Kalau sudah begitu, kita tinggal jawab ” aku mencintaimu tapi juga mencintainya, putus denganmu itu menyakutkan, sedangkan tidak mendapatkan dia juga menyakitkan”

Dia akan terdiam dan tidak akan melarang kita untuk dekat dengan orang lain, maka kita akan bisa menjadikan mereka tetap orang dekat, teman dekat.

Penjelasan yang panjang lebar itu tentu tak bisa dupahami oleh anak berusia 14 tahun sepertiku yang saat itu masih suka maen layangan, maklum kehidupan masyarakat pada waktu tidak pesat seperti sekarang, jadi usia 14 tahun itu masih amat belia.

Menjelang semester dua, saat liburan panjang kakakku pamit pada kakek itu liburan dirumah orang tuanya, dan aku diminta untuk ikut serta. Oh iya, meski kakakku tinggal dipedesaan bersamaku, tapi kakakku sekolah di kota. Rumahku yang tinggal bersama kakek, terpaut sekita 12 km dengan rumah om Yos, bapak kakakku itu.

Mereka hidup dipinggiran perkotaan yang kehidupannya cukup berbeda dengan daerah tempat tinggalku, pergaulannya sudah mirip-mirip dengan kehidupan kota. Laki-laki dan perempuan main bersama sudah tidak dianggap tabu, berbeda dengan lingkungan masyarakarku yang melarang laki-laki seusiaku maen bareng dengan perempuan.

Disanalah perubahan hidupku bermula, aku diperkenalkan dengan bokep koleksi kakaku, meski tanpa sepengetahuannya. Seringkali aku buka hp N 73-nya yang merupakan handphone tercanggih waktu itu, dan aku menonton video-video pendek yang penuh mesum itu. Pernah sekali kepergok, tapi ternyata kakakku tak marah, itu membuat aku semakin leluasa.

Aku sering diperlihatkan foto-foto pacar kakakku saat ia SMA. kalau tidak salah, ada tiga orang perempuan yang fotonya kutemukan mesra dengan kakakku, tentu keadaan ini tidak diketahui oleh kakekku yang begitu tegas mendidik kami soal agama.

Tapi foto yang terakhir membuatku panas dingin, kontol kecilku tegang begitu kencang, bahkan untuk pertama kalinya saat itu aku belajar mengelus-ngelus kontol, saat melihat beberapa foto kakakku yang berciuman bibir dengan pacarnya, saat itu mungkin aku sedang memasuki usia puber, ditambah intensitas nonton bokep yang cukup sering. Tapi nampaknya bukan hanya itu yang membuat nafasku ternggal menahan birahi; waktu itu aku belum paham kalau aku sedang birahi, tapi karena foto pacar kakaku yang berjilbab, berbeda dengan cewek sebelumnya yang tidak memakai jilbab.

Sedikitnya ada sekitar 20an foto mereka dalam adegan ciuman yang panas, aku mencoba mencari video kakakku bersama pacarnya, tapi tidak aku temukan. Sudah aku buka folder dalam hp itu, namun gagal. Belakang aku baru tahu, bahwa rekaman kakaku bersamanya di hidden. Ini aku ketahui setalah 6 bulan berikutnya, saat aku dibelikan hp yang sama oleh om Yas.

Suatu hari aku terbangun dari tidur siangku, televisi masih menyala. Sejak menginap tinggl dirumah om Yas, yang memiliki fasikitas cukup lengkap aku srring tidur depan tv baik itu malam atau siang hari. Kata om Yas itu tidak baik, tapi karena dirumah aku belum punya TV, rupanya mereka memakluminya.

Saat aku terbangun aku mendapati rumah dalam keadaan sepi, padahal tadi saat aku tiduran sambil nonton TV kakakku masih asyim memainkan gitar disampingku.

Perlahan aku bangkit dengan menuju kamar kak Ferly; nama kakak sepupuku, benar dugannku dia tertidu. Tapi sebentar, dia kok tidur pajej selimut, pikirku. Aku urungkan niatku untuk keluar, aku lihat ada noda putih keabu-abuan melekat di sprei kasur. Aku colek dan aku endus, weekkkk baunya kok aneh.

bau itu bikin aku mual, aku buru¬≤ keluar. Eit…. Tunggu dulu, aku melihat benda asing di sudut ranjang, sebuah celana mini berwarna pink dengan motif bunga kecil, berenda putih. Aku ambil lalu aku amati, ternyata itu adalah velana dalam perempuan. Aku mencoba berfikir, darimana kak Ferly mendapatkan ini, dan sejak kapan kakaku suka menyimpannya dikamar, padahal sejak 4 hari aku disini tak pernah menemukannya.

Aku kembali meletakkan benda keramat itu, aku buru-buru ke kamar mandi karena tiba-tiba kebelet pipis. Namun keadaan memang tidak pernah diduga, samar² aku dengar suara perempuan bersenandung di kamar mandi, aku pun kaget dan gugup. Aku mundur perlahan karena takut dengan suara, yang aku anggap hantu itu. Tapi sial, saat aku mundur aku menginjak kucing yang sedang tidur, kucing itu menjerik dan aku kaget dan berteriak sehingga ember yang nangkring cantik di meja sebelahku bergelinding kerang, gludak gludak gludak,

” siapa? mas fer?” suara perempuan melengking kaget,

Aku semakin gugup, tiba pintu berdcit dan munculnya sosok perempuan cantik, bertubuh lamgsing dan padat berisi. Tingginya hampir sama denganu. Sontak aku melihat kearah kakinya, untungnya kaki menjejak ditanah, mungkin aku sudah pingsan kalau tiba-tiba ia melangkah tamoa menginjak tanah.

“Kamu pasti Ilham kan, adeknya mas Ferly” sapanya lembut.

Aku masih melongo, bukan karena dia memakai handuk yang hanya menutupi dada sampai paha mulusnya, tidak bukan itu. Karena ia keluar dengan pakaian lengkap, dengan rok warna crem, kaos agak coklat dan jilbab paris warna hitam. Begitu anggun dan cantik.

“Hai… Kok bengong,” tegurnya…

“Aku linda, pacar kak Ferly” ujarnya mengulurkan tangannya padaku.

Aku juga mengulurkan tanganku dan memperkenalkan diri.

Tangannya sungguh lembut. Sambil menghembuskan nafas aku duduk disebuah kurai kayu,

“Kenapa sich, kamu kok kayak lihat hantu saja” ujarnya sambil mendekat.

Aku menjelaskan kalau aku mengira kalau dikamar mandi tadi itu hantu, bayangkan pas bangun tidak ada orang lalau tiba-tiba saat mau ke kamar mandi denga suara orang nyanyi, perempuan lagi.

Kak linda pun sontak tertawa, dadanya yang terbungkus kaos cukup ketat, meski ditutupi jilbab tipisnya, namun tetap dapat aku lihat gundukannya yg bulat sedang berguncang dengan jelas, ia makim terpingkal-pinglak sambil menunjuk celanaku. Aku yang sebal karena ditertawakannya hanya menunduk

What…

Celanaku basah,

Ia semakin lebar tertawa hingga membuat kakaku terbangun kaget, tapi bukannya membelaku malah ikuta tertawa.

Aku pun bergagas ke kamar mandi, mencuci pakaian lalu mandi. Sungguh hari yang sial.

Selepas mengganti pakaian aku bergabung dengan mereka.

Aku sempat menghentikan langkahku menuju ruang tv, saat aku melihat mereka berciuman dengan panas. Saat menyafari bahwa aku memperhatikan mereka, aktivitas panas itupun berhenti. Kak linda tampa malu, dan wajahnya sedikit memerah.

” ini pacar kakak, sudah kenalan kan” ujar kak ferly santai sekan tidak berbuat apa¬≤….

Ia kak, sudah kenalan tadi. Ujarku cuek.

Kakak pun menanyakan kenapa aku sampe ngompol tampa sadar, lalu jadilah kami saling berbagi cerita. Sesekali kak ferly mencium pipi kak linda tanpa merasa risih dengan keberadannku

 

*****

Hari demi hari alu lalu bersama kak ferly dan juga kak linda. Hubungan kami semakin akrab. Aku pun sering diajak bertamu ke rumah kak linda disiang hari. Orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang pakain di pasar kota, menyebabkan rumah ka linda selalu sepi. Ia tinggal berama kakak perempuannya, namun ia jarang dirumah karena padatnya aktivitas kuliahnya.

Hari ini ada ketigakalinya aku maen kerumah kak linda, aku pun mulai hafal dengan seluk beluk rumah ini. Aku pun terbiasa mondar mandir dirumah itu, aku pun sudah sempat ketemu dengan kak Intan yang tiada lain adalah kakaknya kak Linda.

Aktivitas mereka dirumah ini sungguh membuatku tak nyaman, mereka hanya ngbrol sebentar kemudian masuk kamar. Awalnya kak linda menolak ajakan kakaku dengan alasan malu, tapi akhirnya ia pul luruh. Kalau sudah begitu aku pun hanya sibuk dengan maen ps, mencoba tidak peduli dengan aktivitas mereka.

Tapi cerita kakak kemaren mengenai aktivitas mereka cukup membuatku gelisah, apalagi setelah kak Ferly memperlihatkan video bagaimana panasnya mereka saling cium dan meraba bagian vital masing-masing, bahkan menurut cerita kak Ferly, kak Linda sudah mau mengulum kontolnya. Sejauh ini, kakaku memang belum ML, tapi kalau urusan menelanjangi perempuan sudah demikian mahir.

Karena bosan aku mencoba mendekati kamar kak Linda, samar-samar aku mendengar desahan mereka, tiba-tiba terdengar lenguhan dan pekikan kecil “pelan-pekan say, sakit tahu” rengek kak linda. “Jangan kenceng, ntar de’ Ilham dengar” itu masih suara kak Linda. Entah apa yang mereka lakukan, aku begitu penasaran dan semakin panaa dingin. Kontol mudaku sudah sejak tadi mengerah, tapi aku belum pernah coli. ” gak mungkin, dia pasti masih sibuk dengan game balapnya, aku genjot ya” itu suara kak Ferly.

Setelah kakaku berbicara, mereka kembali melenguh. Kali ini diringi dengan suara tumbukan dua paham yang beradu, plak plak plak dan ouhhh say pelaning dulu, masih perih, ooooohhh ya gitu…..

Plak plak plak….

Mas, emut putingku, emhhhhh ooohhh….

Remas bokongku, suara mereka saling sahut menyahut.

Aku semakin belingsatan. Aku pun memilih menyingkir dari kamar itu, aku menuju kulkas dan mengambil minuman.

Kontolku benar tegak dan keras, aku raba dan kuelus perlahan. Terasa geli tapi aku tak menikmatinya.

Entah bisikan dari mana, tiba-tiba kakiku melangkah menuju kamar kak Intan, aku buka dan ternyata tidak terkunci.

Aku masuk perlahan, sekedar ingin tahu gimana kamar cewek. Ternyata kamarnya rapi dan harum, terdapat beberapa poster gambar cowok dan bebetapa poster artis lain. Dikamar itu ada dua lemari dan satu kaca besar, disalah satu dindingnya terdapat foto kak Intan dengan seorang cowok, cowok itu sedang memeluknya dari belakang mungkin ia pacarnya. Sedangkan disampingnya, foto kak Intan dengan pose closeup, sangat cantik dan manis. Ia memakai jilbab ungu. Aku terus mengamati kamar itu, hingga aku melihat ada gantungan baju disamping lemari, aku melangkah mendekat.

Disana terdapat baju Kak Linda yang tadi ia pakai saat aku berpapasan sepulang dia kuliah, ada kaos dan jilbab warna coklat. Sementara dibawah ada ranjang dengan baju dan rok, mungkin itu tempat pakaian kotornya, iseng aku membongkar tumpukan baju kotor tersebut, aku temukan dua buah celan dalam, aku penasaran dan mengendusnya pelan, hm… Begini rupanya bau celana dalam perempuan, tapi aku tidak begitu suka dengan baunya. padahal dibeberapa cerita dewasa yang aku baca, bau celana dalam bekas pakai perempuan selalu memabukkan buat mereka, tapi aku kok gak suka, apa jangan-jangan aku tidak normal, pikirku….

Aku kembali mengotak atik, sehingga aku menemukan jilbab segi empat, aku sentuh teksturnya halus dan licin; belakangan aku ketahui, itu adalah jilbab paris. Perlahan aku mengendusnya, dan efeknya luar biasa, aku begitu suka dengan aromanya. Entah kenapa aku tiba-tiba merasa deg-degan, aku kembali menghirupnya dalam-dalam, aku dekatkan pada wajahku sambil menarik nafas kuat.

Birahiku kembali tersulut, apakah ini karena aroma jilbab kak Intan atau karena efek desahan kak Ferly dan Linda tadi, iseng aku pelorotkan celanaku dan kukeluarkan kontol kerasku, aku gunakan jilbab kak Intan mengocok kontolku, begitu lembut sehinnga memberiku rasa geli dan nikmat. ini pengalaman baru bagiku, selama ini aku hanya mengelus kontol saja, tapi saat ini aku mulai mengocok tanganku yang berbalut jilbab kak Intan itu.

Aku elus pelan – pelan, sambil membayangkan adegan kak Ferly tadi. Aku mulai mengocoknya semakin cepat, nikmat ini tak pernah aku rasakan. Aku tak ingin berhenti, hingga 5 menit berikutnya aku merasakan ada yang mendesak keluar dari ujung kontolku. Aku menghentikan kocokannya, aku bangkit dan mengambil jilbab kak Linda yang tersangkut digantungan baju, aku mengirupnya kuat-kuat, kali ini aromanya lebih kuat. Perpaduan parfum dan keringatnya benar membuatku melayang.

Aku terlentang dirangjangnya yang empuk dan berbau khas perempuan itu sambil mengangkang lebar, kembali aku kocok kontolku, sedangkan tangan kiriku meremas jilbab cokelat kak intan sambil menekankan ke hidungku lekat-lekat, aku membayangkan seakan-akan sedang menggerayangi leher kak Intan yang sedang memakai jilbab cokelat ini. Kocokan tangan di konolku kian aku percepat, kenikmatan yang aku rasakan kian berlipat, hingga akhirnya Crot…. Croot…. Crott…. Crot….

Aku mengejang nikmat, aku meremas kontolku yang masih terbungkus jilbab kak Linda, kontolku kembali berkedut dan menumpahkan semua isi spermaku, aku tak sempat menghitung berapa kali kontolku berkedut menyemburkan sperma. rasanya lega dan nikmat. aku masih menghirup aroma jilbab kak Intan sambil meremas pelan kontolku.

Aku mengatur nafasku yang masih ngos ngosan.

Aku terpejam meresapi kenikmatan yang baru saja aku rasakan, tiba-tiba…

Astaga, aku terloncat kaget.

Aku bentangkan jilbab yang tadi aku gunakan buat ngocok kontolku, begitu penuh dengan sperma kentalku,

Aku bingung, aku menyesal, kenapa aku begitu sembrono menyemprotkan spermaku di jilbab ini. Aku benar-benar kehilangan akal.

Aku pun meletakkan jilbab itu ditumpukan baju paling bawah, meski kawatir dan bingung, namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. sempat terlintas mau menaruh jilbab itu direndakam kamar mandi, tapi pasti kak Intan akan bertanya-tanya bagaimana jilbab yang ia taruh dikamar tahu-tahu ada di kamar mandi. untungnya ada tisu, aku bersihkan noda-noda sperma itu dengan tisu, ehmmm… masih berbekas, tapi tidak blepotan kayak tadi.

Aku hanya bisa berharap tidak ada yang curiga, biarkan saja seperti itu. Lagipula tidak ada yang melihatku masuk kamar ini.

Aku pun kembali mengendap keluar kamar, setelah dirasa aman aku pun keluar kamar dan tiduran di depan TV.

Kamar kak Linda masih tertutup rapat, namun tak kudengar desahan seperri tadi, mungkin mereka tertidur. Aku pun lelap dalam mimpiku.

loading...
¬†Klik “‚Üí” untuk melanjutkan cerita

Summary
Gara-gara Horny, Ada Noda Sperma di Jilbab...
Article Name
Gara-gara Horny, Ada Noda Sperma di Jilbab...
Description
cerita dewasa ini bikinan agan PazoelZta dari forum semprot. kami kompilasi menjadi satu cerita dewasa yg panjang. namun karena agannya lagi mudik lebaran, cerita ini belum selesai. nanti akan diupdate lagi. selamat membaca
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo