loading...

Hingga akhirnya, pertahanan Irma tidak bertahan lama, ia mengerang hebat, dan memuntahkan cairan cintanya. Tubuhnya langsung terkulai lemas, setelah badai orgasmenya berhenti.

Seperti sebelumnya, untuk menimbulkan rasa nyaman pada diri Irma, Reza memeluk tubuh korbannya, sambil mengecup mesrah kening Istri sahabatnya tersebut, sementara tangan kanannya meremas pelan payudara Irma.

“Kenapa Mas ?” Tanya Irma pelan.

“Karena aku ingin kamu menjadi lonteku, menjadi budak nafsuku, dan menjadi istri yang durhaka terhadap Suaminya.”Jawab Reza tanpa ada keraguan sedikitpun.

“Kamu gila Mas, aku sangat membencimu ! Aku tidak sudi menjadi lontemu.” Pekik Irma, berurai air mata, hatinya teramat sakit mendengar ucapan Reza yang sangat melukai perasaannya sebagai wanita baik-baik. Padahal Suaminya sudah sangat baik kepadanya, tapi Reza malah tega mengkhinati kepercayaan Suaminya terhadap dirinya.

“Tidak sekarang tapi nanti.”

Lalu Reza melepaskan pelukannya, dan menuju lemarinya, ia mengambil dua jenis vibrator dan satu dildo tempel. Sambil tersenyum ia mendekati Irma, sambil memperlihatkan ketiga mainannya di depan Irma yang kebingungan.

“Ini namanya vibrator kapsul, dan yang ini namanya vibrator rabbit sementara ini namanya dildo tempel.” Jelas Reza memperkenalkan alatnya kepada Irma.

“Ini untuk apa ?”

“Ini untukmu sayang, na sekarang duduklah di sini.” dia menarik kursinya, lalu menegakkan dildo tersebut diatas kursi. “Ayo kemarilah.” Reza membimbing Irma untuk duduk di kursi yang sudah di pasangi dildo.

“Ja… jangan Mas aku tidak mau.” Tolak Irma.

Tapi wanita yang sehari-harinya selalu mengenakan pakaian tertutup itu sama sekali tidak mencoba untuk lari ketika di bimbing Reza untuk menduduki dildo tersebut, karena jauh di dalam dirinya, ia juga sangat menginginkan kepuasan yang lebi dari sebelumnya.

Dengan perlahan Irma menduduki dildo tersebut dengan di bimbing Reza, perlahan inci demi inci dildo tersebut membela bibir vagina Irma, menggesek dinding vaginanya, menikmati sensasi yang di dapat dari dildo tersebut.

“Aaaah… ” Irma merintih tertahan, sambil memejamkan matanya.

“Bagaimana rasanya ? Enakkan ? Hahaha… bayangkan kalau dildo itu penis milik orang lain bukan punya Suamimu.” Bisik Reza sambil meremas sebentar susu Irma.

“Eehnm… kamu bajingan.” Umpar Irma.

“Hahaha… ayo buka mulutnya sayang, aku akan mengajarkan kamu bagaimana cara mengoral kontol.” Dia memegangi bagian belakang kepala Irma dan mendorongnya agar mendekat.

“Gaak… jangan Mas, aku belum perna.”

“Cobala dulu sayang, Mas yakin kamu pasti menyukainya.” Bujuk Reza tak melepas pandangannya kearah mata mangsanya.

Dengan sekuat tenaga Irma menutup mulutnya, walaupun sebenarnya dia mulai tergoda ingin melakukannya, apa lagi Reza sekalipun tidak perna berbuat kasar kepadanya, hingga detik ini Reza tak perna sekalipun memukulnya, bahkan pria itu melakukannya cukup lembut dan sedikit hinaan.

Reza mendorong pinggulnya, menyentuhkan penisnya ke bibir Irma yang terkatup rapat.

Irma menggigit bibir bawahnya, dia sudah tidak tahan lagi ingin melahap penis yang ada di depannya saat ini, dia berharap Reza mau sedikit memaksanya, tapi pemuda yang ada di depannya saat ini tidak akan perna mau memaksanya, membuat Irma merasa frustasi.

Dia mengalami tekanan batin, harga dirinya sebagai seorang wanita yang bersuami bertarung sengit dengan keinginan nafsunya yang ingin merasakan penis Reza di dalam mulutnya.

Reza memegangi penisnya, lalu membelai pipinya, meminta Irma mau membuka mulutnya. Kembali Irma terisak, dia menangis karena dia kembali menyerah oleh nafsunya, perlahan wanita bersuami itu membuka mulutnya, menerima penis Reza di dalam mulutnya yang hanya mampu menampung setengahnya saja.

Untuk pertama kalinya di dalam hidupnya, Irma mengoral penis seorang pria, bahkan Suaminya saja tidak perna memasukan penis kedalam mulutnya.

“Bagaimana kamu sukakan ?” Tanya Reza sambil membelai kerudung Irma.

Perlahan Reza menggoyang pinggulnya yang di ikuti Irma memaju mundurkan kepalanya. Ternyata rasa penis Reza tidak seburuk yang di pikirkannya, bahkan dalam waktu singkat dia sudah terbiasa dengan penis Reza yang berada di mulutnya.

“Bagus, ya seperti itu lonte ! Awas jangan sampai terkena gigi, ya begitu… Ooo… mulutmu enak sekali sayang, ehmm… yeaa… pinggulnya ikut di goyang, kocok dildo itu.” Kata Reza memberi arahan untuk calon pelacurnya.

Irma mengikuti semua arahan Reza, sambil menikmati dildo yang saat ini sedang mengocok vaginanya, tidak, tepatnya dia yang sedang mengcok dildo tersebut, mencari kenikmatannya sendiri, sambil mengulum penis Reza yang terasa semakin nikmat di mulutnya. Sementara itu, Reza memainkan payudarahnya, meremas kasar tapi nikmat.

“Mulut kamu enak sayang ! Aaa… ” Racau Reza, dia semakin cepat menggoyang pinggulnya.

Berselang sepuluh menit kemudian, Tubuh Irma kembali mengejamg-ejang, ketika badai orgasme kembali menghempaskan dirinya, kedalam jurang nista dan dosa yang sedang ia lakukan saat ini.

Dan pada saat bersamaan Reza memuntahkan spermanya kedalam mulut Irma, sehingga wanita bersuami itu tanpa sadar malah menelan sperma Reza, membuat pria itu terkagum-kagum melihatnya, bagaimana wanita yang di kenalnya selama ini begitu baik dan setia kepada Suaminya, ternyata begitu binal dan mau menelan spermanya.

Reza mencabut penisnya dari dalam mulut Irma. “Kamu hebat, sebagai pemula kamu sangat luar biasa, bisa menelan sperma pria lain yang bukan Suamimu.” Sebuah penghinaan yang terdengar seperti pujian bagi Irma.

Reza membantunya berdiri, membuat vagina Irma terasa begitu kosong, ada perasaan kesal di dalam hatinya.

“Sini duduk di pangkuanku.” Ajak Reza, Irma bagaikan budak yang patuh kepada majikannya. Dia duduk di pangkuan Reza dalam keadaan pasrah. “Kamu cantik sekali malam ini, tak heran kalau sahabatku sangat mencintaimu.” Puji Reza sambil membelai payudara Irma.

“Kau bajingan Mas, kau tega menodai Istri sahabatmu sendiri.” Umpat Irma, dia sangat marah, walaupun ia menerima setiap perlakuan Reza terhadap dirinya.

“Ini belum selesai, aku belum menikmati memekmu.”

“Terkutuk kamu Mas, aku tidak mau melakukannya.” Isak Irma, sambil memukul dada Reza, tapi ia tak beranjak sedikitpun dari dalam pelukan Reza.

“Tidak sekarang, tapi nanti… Hahaha… ” Tawa Reza menggema di dalam kamarnya.

Tangisan Irma terdengar semakin memilukan, wanita itu sadar betul, kalau Reza cepat atau lambat akan merenggut satu-satunya yang tersisa pada dirinya, tapi dia sendiri juga tidak dapat berlari, tepatnya dia tidak mau berlari menghindari takdinya ketakdir yang lebih baik untuknya.

Reza membelai kembali kepalanya, menenangkan Irma, hingga tangisan wanita itu perlahan mereda.

“Bangunlah, waktu kita sudah habis, sebentar lagi Suami kamu pulang.” Ujar Reza sambil menepuk paha mulus Irma.

Irma segera tersadar, dan ia buru-buru melepaskan diri dari dalam pelukan Reza. Lalu tanpa di perintah Irma buru-buru mengenakan pakaiannya, dan merapikannya.

Dan seperti malam sebelumnya, Reza kembali menghentikan langkah Irma ketika wanita itu ingin keluar kamar meninggalkannya sendiri di dalam kamarnya. Reza berjalan mendekatinya, lalu mendorong wanita itu hingga sedikit menungging, kemudian ia menyingkap gaun tidur Irma keatas sebatas pinggangnya, dan menarik celana dalamnya.

“Mau apa.kamu Mas ?” Tanya Irma.

Dia pikir, Reza ingin mengambil celana dalamnya sama seperti sebelumnya, tapi ternyata tidak.

Reza memasukan benda kecil kedalam vagina Irma, lalu ia kembali mengenakan celana dalam Irma, dan mengaitkan benda berwarna hijau kesamping celana dalamnya, dan benda tersebut terdapat kabal yang tersambung dengan benda bulat yang berbentuk kapsul di dalam vaginanya.

“Ini pengatur getaran, kamu bisa menekan tombolnya sekarang.” Perinta Reza.

Irma menekan tombol ‘high’ lalu benda yang di dalam vaginanya tiba-tiba bergetar hebat, sehingga membuat Irma sampai terduduk menahan getaran di vaginanya yang terasa begitu geli.

“Aaa… apa ini Mas ?” Tanya Irma kebingungan.

“Ini vibrator kapsul, mulai sekarang kamu harus menggunakannya, setiap saat kecuali saat kamu harus mengganti batreinya, dan untuk sementara waktu kamu belum boleh di sentuh oleh Suamimu, kamu mengerti ?” Tanya Reza.

“Kamu bajingan Mas.”

“Sudahlah, nanti kamu juga menyukainya.” Jelas Reza sembari tersenyum yakin. “Dan yang ini, vibrator rabbit, cara menggunakannya hampir sama, untuk sementara mainan ini yang akan memuaskanmu, menggantikan penis Suamimu yang tak berguna itu.” Reza menyerahkannya ke Irma.

Walaupun ragu, Irma tetap menerimanya dan menyimpan pemberian Reza.

“Sekarang kamu boleh keluar.” Sambung Reza.

Sambil terisak, Irma berusaha berdiri menahan rasa geli dan nikmat di dalam vaginanya, dengan kaki gemetar ia meninggalkan kamar Reza, bak pelacur yang baru saja memuaskan birahi pelanggannya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo