loading...

Ilustrasi Clara Shinta, gadis yg dikecengin Raditya

Aku memberanikan diri untuk menghampirinya, hanya sekedar menyapa dan berjalan keliling pasar bersama-sama.

“Kamu lapar gak?” Tanyaku.

“Eehmm… jam berapa si sekarang?” Katanya bertanya balik.

“Baru jam 11 an, emang kenapa ?”

“Ya udah yuk, kita makan dulu sebelum pulang.” Ujarnya, aku mengangguk senang.

Kami berjalan beriringan, lalu kami memasuki tenda yang menjual bakso. Aku sengaja memilih tempat duduk di belakang, di dekat sungai yang mengalir, agar terlihat lebih sedikit romantis.

Tak lama.kemudian seorang pelayan menghampiri kami sambil membawakan pesanan kami.

“Kok ngeliatnya gitu banget si?” Tegur Clara, aku tersenyum sambil menikmati pentol bakso di dalam mulutku, setelah mengunyanya sebentsr, aku menelannya dengan perlahan.

“Kamu cantik!” Kataku langsung.

“Eehkk… ” Dia tersedak, aku buru-buru memberinya segelas air putih untuk ia minum. “Terimakasih…!” Ujarnya, sembari tersenyum, membuatnya terlihat semakin cantik.

“Iya sama-sama.”

“Gara-gara kamu bilang cantik, aku jadi keselek ni.”

“Hahaha… ”

“Nyebelin ni kamu!” Katanya cemberut tapi aku suka.

“Iya maaf.” Ujarku lalu aku menyeka sisa air di bibirnya sembari tersenyum. “Tapi aku serius kamu memang cantik kok.” Sambungku, lalu aku kembali menyantap bakso milikku.

Selesai makan dan membayar ke tukang bakso, kami berpisah di pinggir jalan, dia lebi naik angkot yang pertama, sementara aku menunggu angkot selanjutnya.

Seperti yang kuceritakan sebelumnya, peraturan di sekolahku sangat ketat, siapa saja yang ketahuan berjalan berdua-duaan yang bukan pasangan resminya atau keluarganya, makan ia akan di hukum sangat berat, bahkan kalau sampai ketahuan beberapa kali bisa di keluarkan dari sekolah.

 

——————

Seminggu telah berlalu semenjak terjadinya pelecehan yang di alami Irma oleh Reza, dan selama itu juga Irma menjaga rahasianya dari Suaminya tercinta. Ancaman yang beberapa hari lalu sempat ia lontarkan kepada Reza, tidak sampai dia lakukan, ia hanya memendamnya sendiri.

Sementara untuk obat perangsang yang sempat di berikan Reza kepadanya, awalnya ia sama sekali tidak tertarik untuk menggunakannya, tapi ia juga tak membuangnya. Hingga di hari keempat setelah kejadian itu, rasa penasarannya terhadap obat tersebut, membuatnya mencoba meminumnya.

Dan ternyata benar apa yang di katakan Reza, sensasi yang dia dapat begitu luar biasa, sepanjang hari ia terangsang dan harus menahan birahinya sepanjang mengajar, puttingnya selalu mengeras, dan vaginanya selalu mengeluarkan pelumas.

Semenjak itu ia ketagihan untuk mengonsumsinya setiap hari, pagi dan malam hari, seperti yang di anjurkan Reza.

Sehabis makan malam, Irma tampak sibuk mencuci piring kotor bekas mereka makan barusan, sambil mencuci piring, pinggul Irma tak mau diam, bergerak kekiri dan kekanan, akibat obat perangsang yang ia konsumsinya sebelum makan tadi.

“Gimana sayang ? kamu sukakan dengan obat yang aku berikan kemarin ?” Tiba-tiba dari belakang seseorang memeluknya, dari suaranya dia sangat mengenal suara itu.

Irma berusaha memberontak tapi Reza memeluknya dengan sangat erat, sehingga dia tak dapat melepaskan diri dari pelukan Reza, belum lagi birahinya yang semakin meledak, ketika ia menyadari saat ini sedang di peluk oleh orang lain yang bukan Suaminya. Tentu saja sebagai seorang wanita Shaleha, dia merasa sangat terhina.

“Lepasin Mas, Suamiku ada di rumah.”

“Berarti aku boleh memelukmu, kalau Suamimu sedang tidak ada di rumah ? Dasar wanita nakal.” Katanya kasar, tapi terdengar menggoda di telinga Irma.

“Bu…bukan begitu !”

“Tenanglah, kamu gak perlu panik seperti itu, Suamimu baru saja pergi, katanya ada rapat di kantor.” Bisik Reza, kemudian tangan kanannya meraih payudarah kiri Irma.

Irma sempat memejamkan matanya, sejenak menikmati remasan kasar yang di lakukan Reza kepadanya.

Melihat mangsanya terbuai oleh sentuhannya, Reza langsung menyerang Irma bertubi-tubi, dia menciumi tengkuk Irma dari balik kerudung yang di kenakan Irma, sementara tangan kirinya turun menekan vagina Irma.

“Aaww… hentikan Mas, Aaahkk … Aahkk… !”

“Hehehe, kamu menyukainyakan sayang, tenanglah… kita punya waktu dua jam untuk bersenang-senang.” Ujar Reza, lalu dia melepas pelukannya dan memutar tubuh Irma hinga mereka berdua berhadap-hadapan.

Dalam sekejap, Reza sudah melumat bibir Irma, sementara kedua tangannya mencengkram erat pantat Irma, sambil menggesek-gesekan selangkangannya ke selangkangan korbannya. Sementara lidanya mencari lida Irma, setelah dapat ia membelit lida Irma.

Perlahan Irma membuka matanya, dia sadar saat ini ia sedang dipeluk seorang pria yang bukan Suaminya, sedangkan bibirnya saat ini membalas ciuman seorang pria yang sangat ia benci itu dengan sangat panas. Sungguh apa yang ia lakukan saat ini sangat tidak pantas, mengingat statusnya sebagai seorang Ustadza yang sangat di hormati.

Sadarlah Irma, apa yang kamu lakukan sekarang, kamu tidak boleh kalah dari nafsumu, tapi… ini nikmat sekali. Tidak Irma, ini salah, kamu sudah bersuami, ingat Suamimu, ingat anakmu, ingat keluargamu.

Tiba-tiba Irma tersadar dan kemudian mendorong tubuh Reza, sehingga Reza melepaskan pelukannya.

“Hentikan Mas, di rumah masi ada anakku.” Ujar Irma dengan sisa-sisa kesadarannya.

“Kita bisa melakukannya di kamarku.”

“Aku tidak mau, aku mohon Mas, sadarlah… kita tidak boleh melakukannya Mas, ini dosa besar Mas… Mas… ” Rengek Irma, tapi dia tidak bisa berbuat banyak ketika Reza menyeretnya masuk kedalam kamar.

Reza segera menutup pintu kamarnya, sementara Irma berusaha menghindar, ia berdiri di pojokan, matanya sayu menatap Reza, berharap belas kasih dari Reza.

Pria itu membuka pakaiannya satu persatu hingga telanjang bulat, membuat Irma segera memalingkan wajahnya, karena ia merasa tidak pantas untuk melihat tubuh telanjang seorang pria yang bukan Suaminya, walaupun ia sendiri sebenarnya merasa penasaran dengan bentuk tubuh dan penis Reza.

Reza tersenyum girang, melihat mangsanya yang tampak malu-malu kucing, membuatnya semakin gemas ingin segera menikmati tubuh Istri sahabatnya itu, tapi Reza sadar betul, saat ini bukanlah saat yang tepat untuk melakukannya.

“Jangan sakiti aku.” Bisik lirih Irma, saat Reza sudah berada di depannya dalam keadaan telanjang bulat.

Reza mengangkat dagu Irma, meminta wanita itu memandang matanya, tapi Irma malah memejamkan matanya, dia terlalu malu untuk melihat wajah Reza.

“Buka matamu.” Perintah Reza.

“Tolong hentikan semua ini Mas.”

“Buka matamu lonte… liat mataku.” Reza kembali mengulang perintahnya, membuat Irma merasa tertekan, dan mulai membuka matanya dengan perlahan, sehingga mata mereka berdua bertemu. “Sekarang, lihatlah kebawa.” Ujar Reza pelan.

Bagaikan orang yang sedang terhipnotis, Irma menuruti perkataan Reza, dia mengalihkan padangannya kebawa hingga matanya melihat benda besar yang menggantung diantara paha Reza. Mata Irma mendelik kaget, dia tidak menyangkah kalau penis Reza begitu besar, tiga kali lipat lebi besar dari Suaminya.

“Ooo… Tuhan !” Pekik Irma kaget.

Segera Reza melumat bibir Irma, memeluk erat pinggang wanita shaleha yang ada didepannya.

Irma yang kembali tersadar, kembali berusaha memberontak, dia berusaha mendorong tubuh Reza, tapi gagal karena pelukan Reza sangat erat sekali, sehingga ia kesulitan untuk melepaskan diri dari cengkraman Reza.

Pria itu menghempaskan tubuhnya di atas kasur, dan kemudian memaksa, menelanjangi Irma untuk kedua kalinya, tanpa ada kesulitan berarti, dia berhasil menelanjangi Irma, dan hanya menyisakan kerudungnya yang nerwarna merah. Reza walaupun sudah perna melihat tubuh Irma dalam keadaan telanjang bulat, tapi tetap saja melihat kembali tubuh telanjang Istri sahabatnya itu, selalu menjadi hal yang special baginya.

Dengan sekuat tenaga, wanita berhijab itu mendorong kepala Reza, ketika pria itu ingin mengulum payudarahnya, tapi usahanya untuk mencega Reza kembali gagal.

Pria itu berhasil mengulum payudarah Irma, dia menyedot dan memainkan putting Irma, sementara tangan kirinya membelai bibir vagina Irma yang sudah sangat lembab.

“Aaoooh… jangaaan, hentikaaaan Mas… aku punya Suami, aku mohooon !” Erang Irma, ia menangis sejadi-jadinya karena ketidak mampuannya menghentikan perbuatan Reza.

Tapi erangan yang memilukan yang keluar dari wanita shaleha itu tak di gubris oleh Reza yang keburu di kuasai oleh iblis. Pria itu semakin intens merangsang tubuh Irma, kini kedua jarinya menusuk vagina Irma, mengocok dengan gerakan cepat, membuat Irma terbawa arus nafsu birahinya.

Ciuman dan jilatan Reza turun hinggap keperutnya yang rata, lidanya berputar dan terus turun hingga kepermukaan vagina Irma, ia sama sekali tidak jijik menjilati rambut vagina Irma, sementara tangannya membuka lebar kedua kaki Irma hingga setengah mengangkang.

Dengan gerakan cepat, wajah Reza sudah berada diantara kedua kaki Irma,.bibirnya menciumi sekujut bibir vagina Irma, yang di kenal sebagai wanita terhormat, Istri dari Ustad Iwan.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo