loading...

Saat ini ia sudah menjadi bagian dari kelompok Reza, sebagai pemuas nafsu mereka sama seperti Ustadza Irma dan Lathifa. Tapi diantara mereka, hanya Clara yang tampak benar-benar sangat menikmati di perkosa secara beramai-ramai, bahkan saat ini dia yang sengaja datang kepada mereka meminta untuk di perkosa oleh mereka.

Awalnya mulanya dia bergabung dari keisengannya yang suka bertaruh mendapatkan Santri, karena keberhasilannya merayu Adik Ustad Jaka, membuat teman-temannya kembali bertaruh untuk mendapatkan Chakra, dan siapa yang menyangka kenekatannya mendekati Chakra malah membawa petaka baginya, dia di jebak dan di jadikan pemuas nafsu Chakra dan kawan-kawan yang lainnya hingga akhirnya ia yang memang dari awal memang pemuja sex menjadi ketagihan.

“Aaahkk… Aaahkk…. aku mau keluaaar Pak!” Erang Clara, untuk kesekian kalinya hari ini tubuhnya bergetar hebat.

“Ajiiing looonteee… gue juga mau keluaaar!” Budi mencengkram erat pantat Clara, lalu detik kemudian dia memuntahkan spermanya kedalam anus Clara.

Rozak segera meminta berganti posisi, dia menidurkan Clara dengan posisi terlentang, kemudian dia kembali mengarahkan terpedonya kearah selangkangan Clara, dengan perlahan penisnya kembali membelah vagina Clara.

Dia mulai menggoyang dengan cepat, pinggulnya maju mundur menyodok vagina Clara, sementara Clara hanya mengerang-erang nikmat menerima sodokan penis Pak Roza.

“Bapaaak mau keluaaar Non!”

Croooooortt…. cccrrooooottt…. cccrrroooottt…..

 

————–

“Kamu… apa-apaan si Chakra” Bentak Irma setelah di paksa masuk kedalam wc umum.

“Sssstt…. tenanglah sayang, jangan marah-marah gitu, emang kamu gak kangen sama kontolku, hehehe…!” Chakra tertawa sambil mendorong tubuh Irma kedinding.

“Jangan Chakra, Umi mohon.”

PLAAAK… Tiba-tiba Chakra menampar pipi Irma hingga memerah, Irma melotot memandang marah kearah Chakra.

“Lonthe kurang ajar, berani manggil Chakra lagi gue siksa lo…” Bentak Chakra, kemudian dia mencekik leher Irma hingga Irma kesulitan bernafas.

Irma berusaha melepaskan diri, tapi Chakra menahan tubuhnya dengan sangat erat, kemudian dia mulai menjilati sekujur wajah Irma, dari kening, mata, hidung hingga kebibirnya, lalu mengulum dan melumat bibir Irma.

Irma sedikit dapat bernafas lega, ketika cekikan Chakra perlahan mulai mengendur, tapi berganti dengan belaian kasar diatas payudarahnya dari luar gamis yang ia kenakan. Perlahan tapi pasti, rasa tersiksa barusan berganti dengan rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya.

Irma tak habis pikir, bagaimana mungkin sebagai seorang Ustadza dia melayani nafsu muridnya di dalam kamar mandi umum, dia hanya berharap tidak sampai ketahuan.

Chakra membalik tubuh Irma hingga menghadap kedinding, lalu dia menyingkap gamis Irma hingga sebatas pinggang, menampakan sepasang betis putih bersih dan bongkahan pantat yang sekal tertutupi kain segitiga yang hanya berbentuk seutas tali. Kemudian Chakra berlutut menghadap kearah pantat Irma yang menantang.

“Tuaaaaan… Aaahkk…!” Irma merintih panjang tatkalah lidah Chakra menjilati bongkahan pantatnya dan kedua paha bagian dalamnya nyaris mengenai bibir vaginanya.

Kedua kaki jenjang Irma mengejang geli, apa lagi sambil menjilati pahanya sambil menarik-narik celana dalamnya hingga menekan-nekan dan menggesek clitorisnya, membuatnya semakin terangsang.

Bahkan hanya dalam waktu kurang dari lima menit, Irma sudah mencapai klimaknya.

Chakra menarik kesamping g-string yang di kenakan Irma, hingga ia dapat melihat bagian dalam bibir vagina Irma dan anusnya. Kemudian dia kembali menjulurkan lidahnya, menyapu bibir vagina Irma, lalu naik hingga ke lobang anus Irma tanpa merasa jijik sedikitpun, bahkan ia tak segan menghisap bibir vagina Irma, dan anus Irma.

“Tuaaaan… jangan hisaaap, Aaahkk… Aahkk… Geli Tuan rasanya, Uuhkk… Ouuuwww…..”

“Anus Umi enak bangeeet, aku tusuk-tusuk ya Umi!”

“Jaa… Aauuwww… geeliiii… jangan tusuk pakeee lidaaa… aduuuh memekku di apaaain Tuaaaan… Aaahkk…. Ooookkk… aku dapeeeet lagiiii…!” Irma melenguh ketika kembali mendapatkan orgasmenya.

Tapi Chakra tak bergenti dia terus merangsang tubuh Irma, lidahnya menusuk-nusuk anusnya, dan kedua jarinya mengorek-ngorek liang senggama Irma yang terasa semakin hangat tatkalah ia orgasme. Chakra baru berhenti ketika badai orgasmenya berhenti.

Dia menarik tubuh Irma dan memeluknya, lalu dia melumat bibir Irma dengan rakus.

“Isep kontolku lonte!” Perintah Chakra.

Irma mengangguk pasrah, dia berlutut di hadapan Chakra sambil membuka kancing bagian depan gamisnya, dan mengeluarkan kedua payudarahnya karena Irma tak perna lagi memakai bh di balik baju syar’inya.

Dengan perlahan jemari lentik itu membuka celana Chakra, mengeluarkan terpedonya yang berukuran standar.

Lalu dia mulai menjilati kepala penis Chakra, terus turun kebatangnya hingga seluruh penis Chakra basah terkena air liurnya, dan kemudian dia melahap habis penis Chakra hingga mulutnya terasa penuh, sementara tangannya meremas kantung pelir Chakra, hingga membuat Chakra mendesah nikmat.

“Shiiiiitt… mulut lonthe Umi enak bangeet! pinter banget ngulumnya… Aaaahhh….!” Ceracau Chakra sambil meremas-remas susu Irma.

Irma menghisap penis Chakra layaknya seorang perempuan murahan, dia lagi-lagi lupa dengan statusnya yang sebagai seoramg Ustadza dan seorang Istri yang alim.

Lima menit kemudian, Chakra menarik penisnya dari dalam mulut Irma, kemudian dia meminta Irma berdiri dihadapannya, kemudian dia mengangkat satu kaki Irma dan mengarahkan penisnya di hadapan lipatan bibir vagina Irma, dengan perlahan ia mulai mendorong penisnya membela bibir vagina Irma dan menusuk masuk kedalam rahimnya.

“Aaaahkkkk….!” Irma melenguh nikmat.

Chakra mulai menggerakan maju mundur menyodok vagina Irma, sambil melumat bibir sensual Irma.

“Anjiiiing… gue gak perna bosen ngentotin memek lu lonte! Aaah… Lu sukakan gue entoton memek lu ini.” Ceracau Chakra, dia menghentak-hentak selangkangan Gurunya sendiri.

“Aaawww…. Aaahkk…. Aaahkkk….”

“Aaanjiiiiiing…. ngeeeentot looo pecun murahan, dasar wanita jalang gak tau diri…. Ini gue sodok memek lu, gue bakalan bikin lu hamiiill… Aanjiiiiing!”

Chakra merasa vagina Irma sangat hangat sekali, membuat ia merasa sangat puas bisa menyetubuhi gurunya sendiri yang di kenal sebagai wanita yang baik dan alim.

Dia mencabut penisnya dari Irma, lalu dia membalik kembali tubuh Irma membelakangi dirinya, kemudian dari belakang sambil meremas dan memilin kedua susu Irma, Chakra menggenjot kasar vagina Irma hingga terdengar suara benturan antara kedua jenis kelamin mereka hingga terdengar suara yang nyaring.

“Aaaauww… Aku mau dapat lagi…!” Erang Irma.

“Keluaaaarin lontheee… keluarin semua yang kamu punya… Aaahk…. aanjiiing… aaaah….!” Nikmat Chakra, dia menarik-narik putting Irma.

Irma menggelengkan kepanya saat multy orgasmenya tiba. “Aaampuuunn… Aaahkkk… sudaaah… ngiluuuu tuaaan… Aampuuuunn….!” Erang panjang Irma saat badai orgasme tak perna berhenti ia dapatkan.

“Sabaaar… Ni trimaaa sperma gueee!” Pekik Chakra, dia.mendorong penuh pinggulnya sebelumnya penisnya menembakan jutaan sel mahluk hidup kedalam rahim Irma, seorang wanita yang sudah bersuami.

Tubuh Irma ambruk kelantai dengan nafas memburu, ia tidak menyangkah permainan kali ini walaupun hanya sebentar tapi terasa sangat nikmat sekali dan sangat menguras tenaganya. Dia memandang Chakra yang tersenyum.puas.

“Hebaaat… Hahaha… ” Komentar Chakra sambil membenarkan celananya.

Setelah selesai merapikan kembali pakaiannya, Chakra segera keluar dari dalam wc meninggalkan sendiri Irma yang masih bersimpuh di dalam wc.

Irma kembali menangisi nasibnya, walaupun ia selalu berusaha mencoba tidak menikmati setiap pemerkosaan yang ia alami, tapi pada akhirnya ia tetap saja kalah menghadapi nafsunya, bahkan sekarang ia mulai ketagihan dengan permainan mereka yang selalu melecehkannya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo