loading...

“Anjiiiing, memek lo enak banget Fa, gue gak perna bosan ngentotin memek elo.” Erang Chakra tanpa henti menggenjot vagina Lathifa yang merintih-rintih kesakitan.

“Pelan-pelan Mas, Aahkk… Oohkk… sakiiiiit.”

Chakra tanpa ampun menggenjot vagina Lathifa sambil sesekali memukuli pantat dan punggung Lathifa hingga memerah, tidak sampai di situ saja, ia dengan teganya menjambak rambut Lathifa hingga gadis itu merintih-ritih kesakitan, bahkan ia meneteskan air matanya sanking tersiksanya.

Tapi Chakra seolah tak perduli, dia merasa sangat puas melihat Lathifa kesakitan, bahkan ia terlihat seperti ingin membunuhnya.

Chakra mencabut penisnya, kemudian memaksa Lathifa untuk terlentang dan mengangkangkan kakinya, kemudian dia kembali menyetubuhi Lathifa.

“Tolong Mas…. Aaahkkk… pelan sedikit.” Erang Lathifa.

“Kenapa sayang, bukankah ini rasanya enak sekali hah? Memek kamu kamu enak banget sayang, gak rugi kemarin aku berhasil merenggut keperawanan kamu hahaha… kamu bodoh sangat bodoh sayang hahaha….” Chakra kembali tertawa puas, mentertawakan kepolosan Lathifa.

Sambil mengaduk-aduk liang senggama Lathifa, dia mencengkram kedua payudara Lathifa dengan sangat kencang, membuat gadis polos itu meraung-raung menangis sejadi-jadinya.

Plaaak… plaaaak…. plaaak….

Tanpa ampun Chakra menampar wajah Lathifa hingga memerah, kemudian tubuhnya bergetar hebat….

“Aku keluaaaaar anjiiiiiing.” Chakra memekik kencang sambil menyemburkan lahar panasnya.

“Aaaawwww…. ” Teriak Lathifa.

Seusana mendadak hening, hanya terdengar suara isak tangis dari Lathifa. Dengan perlahan Chakra mencabut penisnya ‘plopps’ sambil memandangi Lathifa yang sedang menangis.

Chakra memang seorang predator, dia tidak segan menyiksa lawan mainnya, walaupun korbannya sudah memohon ampun tapi ia tidak perduli, asalkan dia mendapatkan kepuasaan biolgisnya tanpa ada perasan belas kasihan terhadap korban yang sebenarnya adalah pacarnya sendiri.

Karena alasan itulah dia sekarang berada di sini, di sekolah khusus. Sebelumnya karena prilaku seksnya yang menyimpang, ia hampir membunuh mantan pacarnya, membuat mantan pacarnya kritis dan di larikan kerumah sakit Akibat ulahnya tersebut ia sempat di penjara, tapi tak lama kemudian ia di bebaskan karena pengaruh orang tuanya.

Demi kesembuhan anaknya, mereka mengirim Chakra ke Madrasa berharap ia sembuh dari prilaku menyimpangnya dan menjadi anak yang baik.

Tapi siapa yang menyangkah, prialaku seks menyimpangnya tetap tak bisa di kendalikan, sudah beberapa santri yang menjadi korbannya, dan sekarang giliran Lathifa yang menjadi korbannya, menjadi tempat plampiasan nafsu setannya.

“Ck… ck… ck…” Seseorang berdecak sambil menggelengkan kepalanya.

Reflek Lathifa dan Chakra menoleh kebelakang, dan Chakra sangat terkejut saat melihat siapa yang datang, bahkan saking takutnya ia terduduk di tanah tanpa sempat mengenakan pakaian terlebih dahulu.

Berbeda dengan Lathifa ia merasa tertolong saat melihat Ustad Reza yang entah kapan sudah berdiri di belakang mereka.

“Kalian berdua telah mencoreng nama baik sekolah, apa yang barusan kalian lakukan.” Ujar Reza dengan suara datar, ia mengambil celana Chakra kemudian melemparnya, karena ia merasa jijik melihat Chakra telanjang.

“To… tolong, aku di perkosa Ustad.” Mohon Lathifa sambil menutupi tubuhnya dengan pakaia ala kadarnya.

Reza menoleh kearah Lathifa, ia sangat kagum dengan kemolekan tubuh Lathifa yang masih muda, payudarahnya yang coba di sembunyikan tampak begitu ranum.

“Jangan bohong, saya akan mengaduhkan masalah ini dengan kepala sekolah, selain itu kedua orang tua kalian akan saya panggil.” Jelas Reza dengan gaya yang beriwibawa, seolah ia memang seorang guru yang baik.

Keduanya saling berpandangan, dari pancaran kedua mata mereka, sangat jelas tergambar rasa takut.

“Maafin kami Ustad, saya mohooon.” Ujar Chakra lirih ia hampir saja menangis.

Keganasannya saat sedang menggauli Lathifa hilang sudah, di gantikan rasa takut yang amat sangat, membuatnya terlihat bagaikan seorang pengecut.

Bahkan Lathifa sampai benar-benar menangis, sanking takutnya, ia tidak bisa membayangkan kalau kedua orang tuanya tau perbuatan zinanya, bisa-bisa dia tidak akan perna lagi diakui sebagai seorang anak.

“Maaf? Ck… ck… ck… kalian tau apa yang barusan kalian lakukan?” Reza melotot dengan tatapan amarah, membuat nyali Chakra kembali ciut. “Kalian tidak dapat di maafkan, kesalahan kalian sangat besar.” Jelas Reza.

“Tolong jangan Ustad, kami bersedia menerima hukuman apapun bahkan keluar dari sekolah ini, tapi tolong jangan kasi tau apa yang terjadi dengan kedua orang tua kami.” Mohon Lathifa sambil terisak takut.

“Kalian yakin mau menerima hukuman apa saja dari saya?” Tanya Reza sambil melirik kearah mereka secara bergantian.

Lathifa mengangguk lemah, ia sadar tidak ada pilihan lain kecuali menerima hukuman apa saja dari Reza.

“Iya Ustad, kami mau di hukum apa saja asal perbuatan kami tidak di aduhkan.” Dengan cepat Reza menjawabnya, dia berharap bisa mendalatkan hukuman yang ringan.

“Bagus…” Jawab Reza tersenyum menyeringai.

Dan selanjutnya membuat Irma sangat terkejut bahkan ia rasanya lebi memilih mati saat ini, ketika seorang yang dianggap suci malah berbuat sekejam itu kepadanya.

Reza dengan biadabnya, membuka celananya dan mengeluarkan penisnya berdiri tegak di hadapan murid perempuannya. Sungguh sebuah perbuatan yang tidak terpuji yang di lakukan seorang guru terhadap muridnya.

“Chakra… pilihanmu hanya dua, orang tua, atau pacarmu, kamu pilih yang mana?” Tanya Reza sambil melihat kearah Chakra yang tampak kaget.

Pemuda itu terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang di inginkan gurunya. Hingga akhirnya ia menyimpulkan kalau gurunya ini juga menginginkan kekasihnya. Entah kenapa sisi liar Cakra bergejolak membayangkan wanita sepolos dan sealim Lathifa di setubuhi oleh gurunya sendiri di hadapannya.

Reza tersenyum kearah Lathifa yang semakin ketakutan, dia berusaha melarikan diri, tapi entah kenapa tubuhnya mendadak kakuh dan hanya bisa diam ketika Reza berjongkok di sampingnya sembari tersenyum menyeringai.

“Jangan takut sayang, bukannya tadi kamu bilang mau menerima hukuman apa saja, asalkan saya tidak mengadukan perbuatan kalian kepada kedua orang tua kalian.” Ujar Reza, dia membelai pipi Lathifa yang sedang ketakutan.

“I… iya Ustad, kami akan menerima hukuman apa saja.” Jawab Chakra yang membuat kaget Lathifa.

“Hahahaha…. bagus, kalau begitu sekarang sebagai hukumannya, tolong kamu bantu saya.” Pinta Reza.

“Baik Ustad.” Lalu Chakra segera mendekat, dia memegangi kedua tangan Lathifa yang sedang mendekap pakaiannya untuk menutupi tubuh telanjangnya.

Lathifa langsung memberontak sejadi-jadinya sembari menangis, dia tidak menyangkah kalau nasibnya akan setragis ini. Chakra cinta pertamanya dengan teganya membantu orang lain untuk ikut memperkosa dirinya.

Sambil menangis, ia mendorong tubuh Reza yang sedang berusaha menindihnya, ia menggoyang pinggulnya berusaha menghentikab penis Reza yang hendak mencoblos vaginanya.

“Tenang manis, ini hanya sebentar.” Reza membuka kaki Lathifa hingga kepala penisnya menyentuh bibir vagina muridnya.

“Tolooooong jangaaan Ustad, Aaaww…. Aaahkk…. ampuuuun, Mas lepasin saya.” Dia mengibah berharap ada belas kasihan dari mereka berdua.

Tapi usaha Lathifa sia-sia saja di hadapan kekasinya yang memiliki penyimpangan seksual dan seorang guru gadungannya yang memang dari awal kedatangannya ke Madrasya bikan untuk mendidik, melainkan karena memang memiliki niat jahat.

Tanpa bisa ia cegah, perlahan benda tumpul milik gurunya membela, menembus pertahanan terakhirnya. Ia memejamkan matanya merasakan setiap inci benda terkutuk itu menjelajahi vaginanya, yang ia bisa ia lakukan hanyalah berteriak dan mengutuk perbuatan pacarnya dan seorang guru yang seharusnya menjaga dirinya.

“Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhkkkkkkk……..”

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo