loading...

“Kamu kenapa sayang?” Tanya Suaminya, yang ternyata belum tidur.

Buru-buru Irma menyembunyikan hpnya. “Gak apa-apa Mas, kok mas belom tidur?” Tanya Irma, karena setaunya tadi Suaminya sudah mendengkur.

“Kebangun denger suara hp kamu. Emang siapa yang malam-malam begini menghubungi kamu?” Jawab Iwan, selaligus bertanya kepada Irma.

“Itu Mas… temen lama cuman nanya kabar.” Jawab Irma gugup, ia sangat ketakutan.

“Ya udah, kamu bilang ini sudah malam, sudah waktunya beristirahat.” Ujar Iwan menasehati Istrinya, Irma mengangguk lemah, dan sedikit bersyukur karena Suaminya tidak ingin melihat pesan di hpnya.

Irma segera membalas pesan Reza, memintanya untuk menunggu sebentar.

 

——————-

Setelah memastikan Suaminya tidur kembali, Irma bergegas keluar kamar, menuju pintu depan rumahnya membukakan pintu untuk Reza yang telah menunggunya cukup lama, mungkin sudah hampir satu jam lamanya Reza menunggu.

Saat pintu di buka ternyata Reza masi setia menunggunya, padahal Irma sangat berharap Reza kelelahan dan segera pulang dari rumahnya.

“Lama banget? Suami kamu udah tidur?” Tanya Reza, sambil melirik kearah Irma.

“Maaf iya, dia sudah tidur.” Jawab Irma gugup.

Reza tersenyum, ia membelai wajah cantik Irma, ia paling suka melihat ekspresi wajah Irma yang tegang, semakin takut mangsanya ia semakin senang, dan menikmati ketidak berdayaan korbannya.

Lalu tanpa berkata lagi, Reza memeluk tubuh Irma dan mencium bibirnya, melumatnya dengan lembut, sementara kedua tangannya mencengkram erar pantat Irma, menekan pinggul Irma hingga selangkangan mereka berdua menempel.

“Eehmmpp… cukup aku mohon.” Pinta Irma, dia merasa tubuhnya mulai panas.

“Kenapa? Kamu gak kangen memeknya di sodok pake kontol besar, Eehmm… Kamu gak pengen jadi budak saya, jadi pelayan seks saya?” Goda Reza, mengusik sisi lain di dalam diri Irma.

“Ta… tapi di rumah ada Suami saya.”

“Bagus dong, bila perlu kita main di depannya, hahaha… ini hanya sebentar kok.” Reza merangkul pinggang Irma dan mengajaknya masuk.

Tentu saja Irma sangat panik, bagaimanapun juga di dalam rumahnya saat ini ada Suaminya, dia tidak bisa membayangkan reaksi Iwan kalau sampai melihat dirinya sedang bermesraan dengan sahabatnya.

Tapi anehnya kondisi seperti ini malah membuat Irma menjadi terangsang, dia dapat merasakan kalau organ intimnya memproduksi cairan lebi banyak dari biasanya, bahkan celana dalam yang ia kenakan terasa sangat lembab sekali.

Reza membawa Irma kedapur, lalu dia kembali memanggut bibir Irma, dan kali ini Irma membalasnya dengan perasaan was-was takut ketahuan Suaminya.

“Kamu sudah gila Mas.” Umpat Irma di sela-sela ciumannya.

“Aku gila karena kamu sayang, ayo buka bajumu.” Perintah Reza sambil meremas-remas bokong Irma yang padat berisi.

Irma segera mempreteli satu-persatu kancing piyamanya, dan melepasnya, di lanjut dengan melepas tali behanya, hingga kedua payudaranya yg seperti pepaya terbebas.

Dia menuntun Irma duduk diatas meja makan, kemudian kembali menggerayangi tubuh Irma, dia mencium sekujur wajahnya, lalu turun kelehernya, membuat tubuh Irma menggelinjang nikmat, bahkan wanita alim itu tak segan memeluk kepala Reza, dan mengarahkannya kearah payudaranya yang sudah siap untuk di santap.

“Kamu sudah tidak sabar sayang?” Goda Reza, lalu dia.melahan salah satu payudarahnya.

“Aaauuww… Eesstt… aaku ingin ini cepaat selesaaaiiii… Aaahk…. Eehmmpp…. ” Jawab Irma, sambil menahan desahannya, ia takut kalau nanti Suaminya terbangun karena mendengar suaranya.

“Hehehe…. aku suka melihat kamu seperti ini.” Puji Reza sembari meremas dan memilin putting Irma yang sebelah kanan penuh nikmat.

Kedua tangan Reza melingkar di pinggang Irma, jari-jarinya memegang di kedua sisi karet celana tidurnya. Reza melepas kulumannya, dan memandang Irma. Dengan perlahan Irma menganggukkan kepalanya, dan sedikit mengangkat pantatnya, mempermuda Reza melepas celana tidurnya sekaligus celana dalamnya.

Mata Reza berbinar tatkala memandang vagina Irma yang indah, setelah satu minggu lamanya ia menahan libidonya, malam ini ia akan menuntaskannya.

Salah satu kaki Irma di naikan keatas meja, sementara kaki satunya lagi di buka melebar sehingga bibir vagina Irma terkuak lebar, menampakan bagian dalamnya yang kemerah-merahan.

Reza segera berjongkok, ia mulai menjilati betis Irma, lalu naik keatas menjilati pahanya, dan kembali turun kebetisnya, gerakan tersebut ia lakukan berulang-ulang, membuat Irma merasa sangat menderita akibat rangsangan-rangsangan yang di berikan lidah Reza, belom lagi jari-jari Reza yang bergeriya di atas perutnya.

“Uuuhh…  ehmmpp… udah Mas!” Rintih Irma, ia setenga mati berusaha mendekap mulutnya agar suara erangannya tidak sampai terdengar Suaminya.

Irma semakin panik tatkala ketika lida Reza menyentuh bibir vaginanya, mengecup lembut dan perlahan mulai mengisap clitorisnya, membuat tubuhnya menegang hebat sanking nikmatnya, kedua betisnya mengejang menahan rasa geli yang amat sangat.

Sslluuuupppss……… Ssslluuuuuuppp…….Ssssllluuupss….. Sslllluuupppss………. Slllluuuuuppp…… Sllluuuuuppsss…….

“Aaaaah…. aku dapeeet!” Erang Irma, sedetik kemudian lendir cintanya muncrat sanking nikmatnya.

Muaah… “Gimana sayang, enakaan!” Bisik Reza sembari berdiri di hadapan Irma.

Irma tak mau memandang Reza, ia benar-benar merasa malu di hadapan Reza, apa lagi setelah ia mendapatkan orgasmenya barusan, ia benar-benar merasa dirinya begitu hina dan kotor. Bagaimana mungkin wanita seperti dirinya bisa melakukan perbuatan sehina ini.

Reza menarik tangan Irma, dan memintanya untuk berjongkok di hadapannya.

“Kalau kamu merindukannya, kamu boleh membuka dan membelainya sayang.” Ujar Reza sembari mengusap-usap kepala Irma yang tertutup kerudung putihnya.

Darah Irma berdesir mendengar kata ‘merindukan’, karena ia memang sangat merindukan penis Reza, ia merasa ada yang hilang beberapa hari ini, walaupun ia selalu berusaha menutupinya dengan cara sering melakukan hubungan sex dengan Suaminya.

Tapi ternyata cara itu malah semakin memperjelas perbedaan antara Suaminya Dan Reza.

Selain Reza memiliki ukuran penis yang lebi besar, Reza juga sangat pintar merangsang dirinya, baik itu lewat perbuatan, ataupun lewat kata-kata.

Walaupun hati kecilnya menolak, tapi kedua tangan Irma sama sekali tak mendengar kata hati kecilnya, dia menbuka perlahan celana tidur Reza berikut dengan celana dalamnya, hingga penis Reza langsung menampakan diri.

“Oh… Tuhan!” Gumam Irma kaget.

“Sentuhlah sayang, masukkan kedalam mulutmu dan rasakan kenikmatannya.” Bisik Reza, yang kemudian di turuti Irma.

Tangan mulus itu gemetar saat menggenggam penis Reza, rasanya hangat dan nyaman. Lalu dengan perlahan ia mengarakan penis itu kedalam mulutnya dan ‘hup…’ dia mengulum penis itu.

Reza kembali membelai kepala Irma, sambil memaju mundurkan pinggulnya, menyodok-nyodok mulut Irma dengan amat kasar, sampai-sampai Irma nyaris kehabisan nafas, tapi beruntung sebelum itu terjadi Reza segera mencabut penisnya dari dalam mulut Irma.

“Ayo kita selesaikan sekarang.” Ujar Reza.

Irma mengangguk cepat, dia segera naik keatas meja sembari membuka kedua kakinya.

“Lakukan dengan cepat Mas aku mohon.” Pinta Irma, selain karena ia menginginkan penis Reza mengaduk-aduk liangnya, ia juga semakin khawatir dengan keberadaan Suaminya.

“Kamu pasti akan menikmatinya.” Jawab Reza.

Dia mendekatinya, lalu mengerahkan penisnya kearah bibir vagina Irma, dengan satu kali sentakan penis Reza amblas kedalam rahim Irma. “Eeenhhkk… ” Irma melenguh kesakitan, saat Reza menusuknya dengan amat kasar.

Dan tanpa memberi jedah, Reza langsung memompa vagina Irma dengan tempo cepat, dia sangat puas ketika melihat Irma meringis kesakitan yang bercampur nikmat, membuatnya semakin bersemangat menyetubuhi Istri sahabatnya itu.

Dan begitu juga yang di rasakan Irma, dia merasa sangat menikmati cara Reza menikmati tubuhnya, dia senang saat laki-laki itu sangat berkuasa terhadap dirinya.

Tanpa sadar Irma melingkarkan kedua tangannya di leher Reza, kemudian ia melumat bibir Reza, mencari-cari lida Reza yang seolah menghindar, mempermainkan dirinya yang sudah sangat bernafsu.

“Eehmmpp… sodok lebi cepat Mas.” Rintih Irma.

“Kamu memohon hanya untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan sayang? Dasar wanita murahan.” Goda Reza yang kini menurunkan temponya.

“Bajingan kamu Mas.” Umpat Irma kesal.

“Hahahaha….”

Irma ikut menggerakan pinggulnya maju mundur, menyambut setiap sodokan dari penis Reza. Dia sangat menikmati gesekan antara penis Reza dengan dinding vaginanya, yang sedang mengapit erat penis Reza, seolah tak ingin melepaskannya.

Hingga akhirnya, tanpa sepengetahuan Reza, Irma kembali mendapatkan orgasme.

“Eeenggkk… ” Erang Irma tertahan karena sambil berciuman dengan Reza.

 

————-

Sudah hampir setenga jam lamanya Reza mengaduk-aduk liang vagina Irma, tapi belum ada tanda-tanda kalau ia akan segera selesai, sementara Irma sudah tak terhitung berapa kali mencapai orgasme, sampai-sampai ia sangat kelelahan.

“Sayaaaang… ” Tiba-tiba terdengar suara Iwan yang memanggil.

Reflek Irma mendorong tubuh Reza menjauh darinya, mukanya mendadak pucat, kelelahan yang ia rasakan hilang sudah sanking takutnya. Berbeda dengan Reza yang tampak lebi tenang. Dia terlihat sangat menikmati momen ini.

Mereka saling pandang, seolah bertanya apa yang harus di lakukan. Reza mengangkat kedua tangannya.

“Hahaha… jangan takut.” Ujar Reza.

Belum sempat Irma menjawab, Reza segera memungut pakaian Irma dan dirinya, lalu kemudian ia menggendongnya. Irma yang kebingungan malah semakin panik melihat kelakuan Reza yang malah terlihat seperti sengaja ingin memperlihatkan hubungan terlarang mereka kepada Suaminya.

Reza berlari kecil, lalu dia membuka kamar mandi dan segera menutupnya.

“Ayo jawab panggilan Suamimu, bilang kalau kamu sedang kebelet.” Ujar Reza, Irma mengangguk setuju, ia menarik nafas sebentar menghilangkan ketegangan di dalam dirinya.

“I… iya Mas, aku di dalam kamar mandi, lagi kebelet.” Sahut Irma takut-takut, ia merasa sangat khawatir kalau sampai ketahuan Suaminya.

“Ooo… kamu di kamar mandi.” Jawab Suaminya.

“Iya Mas, Aaauuuuu…” Tiba-tiba Irma terpekik nyaring.

Gilaaa… pikira Irma, ketika ia merasakan penis Reza.kembali terbenam kedalam vaginanya, dan kemudian tanpa permisi lagi, Reza memompa vagina Irma ketika ia sedang berbicara dengan Suaminya.

Dia menahan punggung Irma agar sedkit menungging, sehingga penisnya semakin dalam memasuki rahim Irma yang selama ini sangat terjaga.

“Kenapa sayaaaang?’ Panggil Iwan khawatir.

“Eenggg… enggak apa… Aaahkk.. apa Mas!” Jawab Irma terputus-putus. “Tadi ada kecoak lewat.” Buru-buru ia memberi alasan sebelum Suaminya mendatanginya.

Suasana mendadak hening, keringat Irma perlahan jatuh dari keningnya, ia sangat ketakutan, tapi di balik rasa tegang itu tiba-tiba ia ingin kembali mencapai orgasmenya. Dengan sekuat tenaga ia menutup mulutnya dengan kedua tangan tangannya agar tidak bersuara, tapi tiba-tiba saja Reza menarik kedua tangannya.

“Aaaaaarrhkk…. Eehhmmppp… ” Walaupun ia sudah mengatupkan mulutnya tapi tetap saja, suara erangannya cukup nyaring.

Tubuhnya bergetar hebat, sampai-sampai ia hampir terjerembab kalau seandainya saja Reza tidak menahan tubuhnya dari belakang. Siapa yang menyangka, kondisi seperti ini, Irma mendapatkan multi orgasmenya.

“Kamu benar-benar gila Mas..” Rutuk Irma.

“Hahaha… tapi kamu menikmatinya kan? Kamu suka aku entotin kayak gini di depan Suami kamukan?” Bisik Reza menggoda Irma.

“Terserah apa katamu Mas, aku ingin ini segera selesai Mas, aku takut ketahuan.” Pinta Irma memelas.

“Oke… oke… aku akan segera menyelesaikannya.”

Reza menarik tubuh Irma hingga mereka sama-sama berdiri, lalu kedua tangan Reza mendekap payudara Irma dan memerasnya, membuat Irma kemnali terangsang, apa lagi ketika jari-jari Reza memilin puttingnya yang sangat sensitive.

Sementara itu dari belakang Reza menyodok-nyodok vagina Irma tanpa ampun.

“Sayaaaang…!” Deg, lagi-lagi Iwan memanggil Istrinya.

“Jawab.” Perintah Reza.

“Khiyaaa Masss…. Aadaaaa…. aaphaaa? Aa… aku belum… Aaahkk… selesai !” Jawab Irma putus-putus karena Reza tidak mau berhenti menyodok vaginanya.

“Kamu kenapa sayang? kok suaranya mendesah-desah gitu.” Tanya Reza curiga, kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekat.

Irma semakin panik, ia menoleh kebelakang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya meminta Reza berhenti, tapi Reza malah tersenyum, dan mencengkram pantat Irma sambil menghentakan pinggul, hingga penisnya semakin dalam menusuk rahimnya.

Di saat seperti ini Irma malah semakin terangsang di tenga-tenga setuasi yang mencekam.

“Aaaww… aaahkk…. aaahkk…” Erang Irma.

“Sayang, kamu lagi masturbasi ya?” Deg….mata Irma melotot. “Ce… celana dalam kamu kok ada di luar sayang?” Lanjut Iwan.

“Mas… Aahkk… maaf Mas, aku benar-benar gak tahan lagi Mas, tadi aku buru-buru… Aaahlk… enggk… jadinya celana dalamku ketinggalan di luar.” Jawab Irma berusaha berskap tenang, sambil memandang kesal kearah Reza.

“Maaf.” Bisik Reza.

Sepertinya tadi waktu Reza menggendong Irma kedalam kamar mandi, celana dalamnya sempat terjatuh.

“Gak perlu mintak maaf, ini salah Mas, karena gak bisa memuaskan kamu sayang, maafin Mas ya.” Ujar Iwan lirih, membuat Irma merasa sangat bersalah.

“Gak apa-apa Mas.”

“Ya sudah, kalau begitu Mas ke kamar dulu, celana dalam kamu Mas letakin di depan pintu.” Ujar Iwan, kemudian terdengar suara langkah yang menjauh.

Irma menarik nafas lega, hampir saja ia ketahuan sedang bersetubuh dengan pria lain.

Ternyata sensasi yang Irma rasakan sangat luar biasa, ketika ia di setubuhi di dekat Suaminya sendiri yang hanya di batasi oleh sebuah dinding. Walaupun di sisi lain, Irma merasa sangat berdosa dan bersalah terhadap Suaminya sendiri, karena berselingkuh di belakangnya dan sangat menikmatinya.

“Aku mau keluar Mas!” Erang Irma, dia sudah tidak tahan lagi ingin segera menuntaskan hasratnya.

“Iya aku tau, kali ini kita barengan.”

Reza menarik jauh kebelakang penisnya, lalu menghentakannya jauh kedalam, seiring semburan lahar panasnya kedalam rahim Irma. Irma menggigit bibirnya, menahan sejuta rasa yang ia rasakan ketika badai orgasme menghantamnya dan menerima sperma Reza di dalam rahimnya.

Plooops…

Reza mencabut penisnya, dan membiarkan tubuh Irma ambruk kelantai kamar mandi.

“Kamu hebat sayang, besok malam temuin saya di rumah, tanpa mengenakan dalaman, ingat kalau kamu berani membangkang, kali ini saya pastikan, Suami kamu melihat video kita kemarin.” Ancam Reza, kemudian ia mengecup bibir Irma.

“I… iya!” Jawab Irma pasrah.

“Oh iya, lain kita main di depan Suami kamu, saya yakin kamu pasti menyukainya. Hahaha…!” Tawa Reza, kemudian dia mengenakan kembali pakaiannya.

Reza sempat meleparkan senyuman sebelum ia meninggalkan Irma sendirian.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo