loading...

“Gue gak di ajak ni?” Rengek Ria.

“Mau jadi obat nyamuk?” Dia menyimpan kembali lipstiknya kedalam lemari, kemudian ia menghampir sahabatnya yang sedang tiduran diatas tempat tidurnya. “Makanya cari pacar dong Cin, biar gak kesepian lagi.” Sambung Lathifa.

“Gue lagi males pacaran.”

“Ah lu gak asyik, eh ngomong-ngomong Ashifa kemana ya?” Tanya Lathifa.

“Gak tau juga, dari habis magrib dia udah ngilang.” Jawab Ria.

“Eeehmm… akhir-akhir ini gue perhatiin Ashifa sering banget ngilang, atau jangan-jangan dia udah punya pacar?” Selidik Lathifa sambil menatap sahabatnya.

“Tapi kayaknya gak mungkin deh, kalau memang dia udah punya pacar, seharusnya dia pasti cerita sama kita, tapikan nyatanya dia gak perna cerita kalau lagi deket sama cowok.”

“Bener juga sih kata lo, atau jangan-jangan dia kekamarnya Umi Andini? Biasanyakan dia kesana.”

“Eh lu udah denger belom, isunya tentang Umi Andini?” Ujar Ria antusias.

“Isu apa?”

“Denger-denger katanya Umi Andini itu lesbi loh.” Kata Ria, dia mengubah posisi tidurnya. “Gue takut, kalau memang bener Umi Andini seorang lesbian, nanti Ashifa juga ngikut jadi suka sesama jenis kayak Umi Andini.” Sebenarnya Ria sudah lama mencurigai sahabatnya yang akhir-akhir ini sangat dekat dengan Umi Andini, dia curiga kalau sahabatnya punya hubungan khusus dengan Umi Andini, mengingat keduanya akhir-akhir ini sering bersama-sama.

“Gue juga mikirnya gitu, tapi mau negur langsung ke Ashifa gue merasa gak enak.” Jelas Lathifa.

“Ya udalah, toh kita gak punya buktikan.”

“Nanti aja kita omongin lagi ya, gue udah telat ni.” Ujar Lathifa sambil beranjak berdiri.

“Hati-hati ya Cin, jangan sampe di gerbek hihihi”

“Siap Bos, gue pergi dulu ya… Byee… :

 

—————–

Makan malam kali ini terasa hambar bagi Irma, walaupun saat ini Suaminya sedang menemani dirinya, tapi dia merasa seperti ada yang hilang di dalam dirinya.

Beberapa kali matanya memandang kursi kosong tepat di samping Suaminya, biasanya setiap malam kursi itu selalu di duduki oleh orang paling ia benci sekaligus paling ia rindukan. Pemilik kursi itu adalah Reza, seorang yang telah merubah hidupnya dari Istri yang baik, hingga menjadi seorang Istri yang binal, haus akan sex.

Dimana Reza sekarang? Ya… sesuai janji Iwan, Reza saat ini memiliki rumah sendiri walaupun rumahnya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman untuk di tinggali. Selain itu Reza juga di angkat menjadi ketua keamanan dan guru olah raga.

“Kamu kenapa sayang, dari tadi manyun terus.” Tegur Iwan, yang dari tadi memperhatikan Istrinya.

“Gak apa-apa kok Mas.”

“Gak apa-apa gimana, dari tadi makanannya tidak kamu sentuh sedikitpun, apa kamu lagi gak enak badan?” Tanya Iwan, ia merasa khawatir melihat perubahan Istrinya akhir-akhir ini yang kurang bersemangat

Irma buru-buru menggelengkan kepalanya. “Aku baik-baik aja kok Mas.” Jawab Irma sembari tersenyum.

“Kamu lagi ada masalah?”

“Gak ada kok Mas, semuanya baik-baik aja.”

“Kalau begitu habiskan makan malamnya sayang, soalnya Mas udah kangen.” Ujar Iwan sembari memberi kode kepada Istrinya, Irma hanya tersenyum mendengar penuturan Suaminya.

“Udah gak sabar ya.” Goda Irma.

“Hahaha… mana mungkin Mas bisa sabar kalau di hadapan wanita secantik kamu.” Puji Iwan, sembari menatap wajah Istrinya yang bersemu merah.

Irma segera menghabiskan makan malamnya, dia tidak ingin membuat Suaminya menunggu lama, selesai makan ia membereskan sisa makan malam mereka, sementara Suaminya sudah lebi dulu masuk kedalam kamar.

Selesai membereskan sisa-sisa makan malam mereka, Irma menyusul kedalam kamar mereka.

Di dalam kamar Iwan langsung menyambut Istrinya, ia segera memeluk dan mencium bibir Istrinya, sementara Irma lebi memilih menerima perlakuan Suaminya, bahkan ia tidak bereaksi ketika Suaminya mulai menelanjanginya dan kemudian menbawanya naik keatas tempat tidur mereka.

“Malam ini kamu cantik banget sayang!” Bisik mesrah Iwan, berharap Istrinya semakin bersemangat melayaninya Malam ini.

“Gombaal!” Ujar Irma tak kalah mesrahnya.

Irma segera membuka kedua kakinya, dan mengarahkan penis Suaminya untuk segera menyetubuhinya. “Eeehkk…!” Irma mendesah pelan ketika penis Iwan memasuki dirinya.

Walaupun penis Iwan tak sebesar dan senikmat penis Reza, tapi Irma tetap berusaha menikmatinya, ia menggoyang pinggulnya menyambut setiap sodokan dari Suaminya, bahkan tidak sampai di situ saja, Irma mengaitkan kedua tangannya di leher Suaminya dan melumat bibir Suaminya dan berharap ia benar-benar bisa menikmatinya.

“Mas…! aku mencintaimu.” Bisik Irma menyemangati Suaminya.

“Aku juga sayang, sangat mencintaimu !” Jawab Iwan yang kemudian semakin cepat menggerakan pinggulnya, hingga terdengar suara nyaring. “Aku mau keluar.” Dengus nafsu Iwan yang sudah berada di ujung.

Irma tersenyum kecut, ternyata harapannya lagi-lagi tak bisa di penuhi oleh Suaminya.

Tapi demi menebus kesalahannya akhir-akhir ini, Irma lebi memilih berpura-pura menikmati persetubuhan mereka, ia mengerang dan tubuhnya menggeliat, seakan ia sangat menikmati persetubuhan mereka berdua.

“Aku keluaaaaar!” Pekik Irma bohong, tepat ketika ia merasa sperma Suaminya menembus rahimnya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo