loading...

Sementara itu orang di belakangnya sudah menjejalkan vaginanya dengan penisnya, dan menyodok-nyodok kasar vaginanya dari belakang tanpa ampun.

“Buka topeng kalian.” Perintah pria yang sedang memegang handicam di tangannya.

Irma semakin kaget ketika satu persatu dari mereka membuka topeng mereka, di mulai dari pria yang memegang handycam yang ternyata adalah Reza, lalu di lanjut dengan seorang pria yang barusan menikmati tubuhnya yang ternyata adala satpamnya yang bernama Rojak, lalu kemudian di susul dengan pria yang sedang ia oral yang ternyata adalah Budi, dan yang terakhir adalah Dewa yang saat ini sedang menikmati vaginanya.

Tentu saja Irma marah dengan perbuatan Reza yang berani merencanakan pemerkosaan terhadap dirinya, tapi di sisi lain dia merasa lega karena ternyata Reza yang merencanakan kejutan besar malam ini untuknya. Setidaknya ia tidak perlu khawatir kalau Reza akan menyakiti dirinya.

“Kamu pasti menyukainyakan ?” Ledek Reza sambil mengeshot wajar Irma dari jarak dekat. “Kamu seksi sekali kalau lagi ngemut kayak gitu, saya yakin pasti banyak cowok di luar sana kepingin merasakan oral dari kamu.” Lanjut Reza sambi tersenyum cengengesan.

“Gila Boss, mulutnya enak banget !” Ujar Budi yang sedang memperkosa mulut Ustadza alim itu.

“Itu belum seberapa, kamu harus coba memeknya Bud.” Celoteh Rozak yang membuat telinga Irma terasa panas mendengar ucapannya.

“Hahaha… kamu kenapa Irma ? Seharusnya kamu senang, karena sudah bikin mereka puas, wanita itu baru di akui keberadaannya kalau bisa memuaskan pasangannya, dan kamu bisa memuaskan mereka semua.” Puji Reza, lalu dia beralih kebelakang dan mulai mengeshot kearah vagina Irma yang sedang di sodok keluar masuk dari belakang.

Setelah mendengar penjelasan Reza, perasaan Irma semakin bercampur aduk, antara marah, kecewa, nikmat dan bangga karena melayani mereka, para pria pengejar nafsu birahi.

Irma seoalah telah melupakan dosa besar yang ia perbuat, saat ini yang ada di benaknya hanya mengejar kenikmatan birahi,.walaupun ia harus mengkhianati pernikahannya yang suci, melupakan kalau saat ini ia sedang di lecehkan.

“Aaahk…. Hhnmpp… Aku dapeeeett… Aaahkk… ” Pekik Irma, saat ia mendapatkan orgasme yang kedua kalinya.

Wajah Irma jatuh keatas bantal, dia tak mampu lagi mengangkat kepalanya hanya untuk sekedar memberi servis oral kepada Budi Tapi sepertinya pria itu mengerti, kalau saat ini Irma sangat kelelahan setelah mendapatkan orgasme keduanya

Berbeda dengan Dewa, pria itu seolah tak perduli kondisi tubuh mangsanya yang kelelahan.

Dewa mencabut penisnya lalu membalik tubuh Irma hingga terlentang, dan kemudian dia kembali menjejalkan penisnya, dan memompa dengan ritme perlahan.

“Eehmm… Ooo…. Aaahk… Aaa… ”

“Gimana rasanya Ustadza, enakkan di entot rame-rame.” Goda Dewa sambil membelai pipi Irma yang memerah menahan rasa malu dan nikmat. “Jawab dong Ustadzah, enakan mana, di entot rame-rame apa di entot sama Suaminya ?” Tanya Dewa tanpa jeda memompa vagina Istri Ustad Iwan.

Mendengar pertanyaan Dewa, Rozak yang tadi sedang duduk santai tiba-tiba dia mendekat kesisi kanan Irma, sepertinya ia juga ingin mendengar pengakuan Irma, sementara Budi sibuk menampar-namparkan penisnya di wajah cantik Irma.

Pendirian Irma perlahan mulai goyah, awalnya dia berusaha mati-matian untuk mengingkari apa yang ia rasakan saat ini, tapi melihat keempat pemerkosanya, Irma merasa tak ada yang perlu di tutupi lagi, kalau dia memang sangat menikmati cara mereka memperkosa dirinya.

Irma mendesah pelan ketika Rozak merempas susu kanannya dengan cukup kasar.

“Jawab dong… kok diam ! Hehehe… ” Ujar Rozak.

“Gak usah malu gitu Ustadza, di jawab aja, biar kita semakin semangat genjot memeknya, nanti habis ini giliran Budi yang dapat jatah buat puasin memeknya Ustadza.” Timpal Dewa, dia menekan bagian belakang lutut Irma hingga kedua lutut Irma hampir mnyentuh dadanya.

“Aaah… Aaaaa… Aaaaa…. kaliaaaan ! Ooohkk… ”

Gilaa… itulah yang ada pikiran Irma, semakin ia di lecehkan semakin ia terangsang, sedari tadi vaginanya terus-terusan memproduksi lendir cintanya, membuat para pemerkosanya semakin muda menggenjot vaginanya tanpa ampun.

Dia menggigit bibirnya, dan perlahan bibirnya bergerak “Iyaaa… kalian hebat, Aaagkk… ayo setubuhi saya Pak.” Ucap Irma, dia mencengkram erat lengan Dewa.

“Ini namanya ngentot, bukan bersetubuh.” Ralat Budi.

“Ayo di ulang, yang lebi liar biar saya nyodoknya semakin liar, hehe… !” Timpal Dewa, dia sangat yakin kalau saat ini Irma sudah bertekuk lutut di hadapannya.

“Iya Pak, Aahk… Aaahkk… entot saya Pak, saya mohon sodok memek saya Pak. Kontol Bapak lebih besar di bandingkan punya Suami saya.” Kata Irma sambil menatap dengan tatapan memelas, dia merasa vaginanya sangat gatal

“Na gitu dong Haha !”

Dewa semakin bersemangat menggenjot memek Irma, sementara Irma sendiri tanpa henti mengerang-erang dengan bermandikan keringat, menikmati setiap sodokan yang ia dapatkan dari pemerkosanya, bahkan ia tak segan-segan melingkarkan kedua tangannya di leher Dewa.

Sambil merangkul erat leher Dewa, Irma mendekatkan bibirnya lalu melumat bibir Dewa.

Tak lama kemudian, Irma kembali mencapai klimaksnya, pinggulnya terangkat keatas, dadanya terguncang dan teriakannya sangat keras.

“Ni rasain spermaku Sayang !” Erang Dewa sambil membenamkan dalam-dalam penisnya hingga menyentuh dinding rahim Irma.

 

——–

Setibanya di sekolah aku tidak langsung pulang kerumah, aku langsung ikut bergabung bersama temanku untuk melaksanakan olah raga sore, sehabis olah raga aku mampir keasrama temanku. Aku baru pulang ketika langit sudah gelap.

Sesampainya di depan rumah kulihat rumahku masi tampak gelap, kupikir rumah dalam keadaan sepi, mengingat Saudaraku yang masi di luar kota.

Aku berjalan santai masuk kedalam rumah, dan keanehan mulai kurasakan, pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci.

Apa rumah kami baru di masuki maling ? Ah… tidak mungkin, mana berani maling masuk kedalam lingkungan sekolahku, bisa-bisa ia keluar tanpa nyawa.

Aku mencari tombol lampu, lalu menyelakannya dan saat itulah kudengar suara isak tangis sayup-sayup terdengar dari dalam kamar Saudaraku. Karena merasa khawatir, aku buru-buru membuka pintu kamarnya, dan kudapatkan Kakak iparku sedang meringkuk diatas tempat tidurnya. Aku segera menghampirinya, duduk di tepian ranjangnya.

“Kak!” Panggilku lirih.

Dia menatapku sebentar, lalu sedetik kemudian dia berhamburan memelukku sambil menangis dengan suara yang lebi kencang dari sebelumnya. Membuatku semakin bingung dengan keadaan saat ini, tapi tak mau banyak komentar dulu, kubiarkan ia memelukku dengan erat sambil menangis, menumpahkan emosinya kepadaku.

Tangan kananku merangkul pundaknya, sementara tangan kiriku membelai kepalanya, walaupun aku tidak tau, tapi aku yakin saat ini Kak Nadia sedang ada masalah.

Tak lama kemudian tangisnya mulai mereda, berganti dengan suara dengkuran halus. Apa ia ketiduran ? Ah… biarkan saja, mungkin dia kelelahan.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo