loading...

“Si… siapa kalian ? tolong lepaskan saya !” Mohon Irma, dia sangat ketakutan, dia tidak menyangkah kalau malam ini akan menjadi malam tersial baginya.

“Jangan takut, kami hanya ingin bersenang-senang hehe… ” Jawab mereka sambil membelai wajah cantik Irma, membuat Irma dengan terpaksa memalingkan wajahnya karena menahan rasa jijik dan takut.

“Mau apa kalian ? Tolooong… tooolong… !” Teriak Irma merontah-rontah ingin melepaskan diri.

“Percuma Bu, gak akan ada yang denger.”

“Mending Ibu nurutin apa kata kita-kita.” Timpal seseorang dari mereka.

“Jangan sakiti saya Mas, silakan ambil apa yang kalian mau di rumah ini, tapi setelah itu kalian boleh pergi dari rumah saya.” Ujar Irma pasrah, dia berharap mereka berempat hanya ingin mengambil hartanya.

Keempat pria bertopeng itu saling pandang, lalu sedetik kemudian mereka tertawa lebar.

Seseorang dari mereka tiba-tiba menarik handuk Irma hingga terlepas, membuat wanita itu terpekik kaget, tapi tak bisa berbuat apa-apa ketika tubuh telanjangnya untuk kedua kalinya menjadi santapan pria lain.

“Maaf Bu Ustadza yang terhormat, kami tidak butuh harta benda atau uang Ibu, yang kami inginkannya hanya bersenang-senang dengan tubuh anda. Saya berharap anda bisa bekerjasama, sehingga kami tidak perlu menyakiti, apa lagi harus membunuh anda dengan pisau ini.”

Irma terdiam, ada perasaan takut saat mendengar ancaman mereka, bisa saja mereka memang benar-benar nekad membunuhnya dan membuang mayatnya. Membayangkannya saja sudah sangat menakutkan, apa lagi kalau harus benar-benar merasakannya.

“Bagaimana Bu ? Ini tidak akan lama kok, setelah kami puas kami akan segera pergi.” Ujar seseorang dari mereka.

“Kalian tidak akan bohongkan, kalian tidak akan membunuh saya, kalau kalian sudah puas.” Tanya Irma, memperjelas ucapan keempat pria bertopeng tersebut.

Keempat pria tersebut saling pandang, seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Begitu juga dengan Irma, dia seakan tidak yakin dengan ucapannya sendiri, dia merasa bahkan perkataan itu seperti bukanlah keluar dari mulutnya.

Tapi apa yang bisa di lakukan Irma ? Dia juga sadar, pemerkosaan terhadap dirinya juga tak akan bisa terelakan, bagaimanapun juga mereka berempat akan tetap menggilirnya dengan cara paksa dan setelah itu mereka akan membunuhnya, untuk menutupi perbuatan mereka. Irma terntu saja dia belum siap untuk mati, dia sadar betul dosa yang ia perbuat selama ini sangat besar.

Dari pada nantinya dia perkosa secara berutal dan akhirnya di bunuh, Irma lebi memilih menyerah, toh… dia juga bukan Istri yang suci lagi, dia wanita kotor yang jauh lebi menjijikan ketimbang wanita penghibur sekalipun.

“Seriuuuss… !” Tanya seseorang tampak tidak percaya.

“Iya, tapi dengan syarat.” Jawab Irma ragu-ragu.

“Oke, syaratnya apa ni ?”

“Kalian boleh menggilir saya, tapi jangan main kasar, dan tolong setelah ini lepaskan saya, jangan bunuh saya.” Ujar Irma, dengan bibir gemetar, dia sangat ketakutan sekali.

“Cuman itu ?” Irma mengangguk. “Baiklah, kami setuju.” Jawab salah satu dari mereka.

Lalu pria itu seperti memberi aba-aba, kemudian ketiga pria lain segera membuka pakaian tanpa melepas topeng mereka hingga telanjang bulat, Irma melotot saat melihat ukuran penis mereka yang ternyata ukurannya lebi besar ketimbang milik Suaminya walaupun tak sebesar punya Reza.

Mereka bertiga langsung mengepung tubuh Irma, seseorang bermain di atas payudarah Irma, dia meremas dan menciumi payudara Irma secara bergantian, membuat Irma kegelian, tapi dia menyukainya dan sama sekali tidak protes.

“Ayo dong Ustadzah, kulumin kontol saya hehe… ” Seseorang yang berada di samping Irma menyodorkan penisnya di hadapan Irma.

Walaupun masi tersisa rasa tidak rela membiarkan pria lain menyentuh tubuhnya, tapi Irma berusaha menikmati pemerkosaan yang terjadi kepada dirinya.

Dia menggenggampang penis pria tersebut dengan jari-jarinya yang lembut, lalu mengocoknya perlahan sambil menjilati kepala penisnya beberapa detik, dan kemudian membuka mulutnya, melahap habis penis pria tersebut. Sementara itu, di bawah sana kedua kakinya di buka lebar, dan Irma sama sekali tidak melawan, walaupun dia tau kalau pria tersebut ingin menyetubuhi dirinya.

“Eehmmpp… ” Irma merintih pelan dalam keadaan mulut tersumbat penis, ketika benda tumpul itu memaksa masuk, menbongkar pintu vaginanya

“Anjrriiit… sempit banget !” Keluh seorang pria yang sedang ingin memasukan senjatanya kedalam tubuh Irma.

Sleep… Begitulah kira-kira bunyinya ketika penis pria itu menancap kedalam vagina Irma, masuk semakin dalam hingga menubruk dinding rahimnya.

Semakin lama penis pria itu terasa semakin dalam, Irma hanya dapat merenyitkan dahinya menahan rasa sakit dan nikmat ketika vaginanya mulai di sodok-sodok kasar oleh pria tersebut sambil mencengkrang kedua pahanya.

Suasana terasa semakin erotis, tatkalah seseorang menaiki perutnya, lalu meminta Irma menjepit penis pria tersebut diantara kedua payudarahnya, lalu pria itu mulai menggesek-gesekkan penisnya diantara jepitan payudara Irma sambil memandangi wajah Ustadza tersebut yang sedang mengoral penis sahabatnya.

“Gila enak banget memeknya !” Celetuknya sambil menikmati jepitan vagina Irma.

“Habis kamu, giliran saya ya… !”

“Eeitts… gak bisa, jangan lupa perjanjian kita sebelumnya, habis dia aku dulu.” Potong pria yang sedang menikmati di oral oleh Irma. “Mulutnya juga enak kok, habis ini kamu harus coba mulutnya dulu.” Sambung pria tersebut sambil membelai rambut Irma yang terurai.

“Terserah kalian aja.”

“Hahahaha… ”

Irma yang mendengar obrolan mereka hanya bisa berpura-pura tidak mendengarnya, walaupun hatinya sedih tapi ia berusaha tegar, dan berharap malam keji ini cepat berakhir.

Seorang pria yang tadi menyodok vaginanya semakin cepat menyodok vaginanya, tubuh pria itu yang bermandikan keringat mulai mengejang, Irma tau sebentar lagi pria itu akan mencapai klimaksnya membuat ia mulai ikut agresif, menggerekan pinggulnya, membantu pria itu agar cepat memuntahkan spermanya kedalam rahimnya.

Dan benar saja, beberapa detik kemudian pria itu mencabut penisnya lalu memuntahkan spermanya keatas perur Irma.

“Gilaa… puas banget rasanya, memek Ustadza ternyata rapet banget ya, hak… hak… hak… ” Tawa pria tersebut, mengejek Irma yang tak berdaya. “Ayo sekarang giliran siapa ? Aku mau istirahat dulu ni, capek juga.” Tawarnya, lalu dia menggeser posisinya dan duduk di pinggiran tempat tidur yang kosong.

“Giliran aku ya.” Ujar seseorang sambil mencabut penisnya.

Irma menarik nafas panjang, dia tau siksaannya belum berakhir karena masi ada tiga lagi yang belom menikmati vaginanya. Sekarang giliran pria yang tadi menikmati mulutnya, untuk menikmati jepitan vaginanya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo