loading...

Dari tadi siang semenjak Suaminya pergi, Irma jarang sekali keluar kamar, ia hanya keluar sesekali saja, di saat memang ia harus keluar kamar, seperti ingin buang air, mandi dan memasak makanan untuk mereka.

Jam di dinding kamarnya sudah menunjukan pukul 9 malam, tidak ada tanda-tanda kalau Reza akan mengganggunya, padahal semenjak Suaminya pergi, ia sempat beberapa kali berpapasan dengan Reza, bahkan ketika makan malam bersama, mereka sempat berada satu meja, tapi Reza bersikap seperti biasa saja, seolah tak tertarik ingin menggoda dirinya.

Rasa haus mulai mengusik dirinya, dengan sangat terpaksa, dengan cara mengendap-endap ia keluar kamar, menuju dapur yang ada di bagian belakang rumahnya.

Irma bisa sedikit bernafas lega, ketika ia tak melihat Reza saat ia berjalan tadi menuju dapur, mumpung Reza masi di kamarnya, Irma buru-buru mengambil sebotol mineral dingin dari dalam kulkas, dan ia segera hendak balik kekamarnya.

“Mau kemana Mbak ?” Tegur seseorang yang sebenarnya ingin ia hindari.

“Maaf, saya mau lewat.” Ujar Irma, tanpa berani mengangkat wajahnya, dan hendak segera pergi, tapi Reza mencekal tangannya, sehingga ia tak bisa bergerak.

“Temani saya sebentar.”

“Ja… jangan Mas, saya mohon.” Jawab Irma ketakutan.

“Tenanglah cantik, jangan takut, saya tidak akan menyakitimu sayang, bahkan saya hanya ingin membantumu.” Reza menarik tubuh Irma dan memeluknya, membuat Irma mulai memberontak sehingga botol minumannya jatuh dan tumpah kelantai.

Irma yang kaget berusaha memberontak, ia tidak mau lagi terjebak oleh permainan Reza seperti sebelum-sebelumnya, tetapi tenaga Reza, lagi-lagi berhasil membuatnya tak berdaya, membawa dirinya keruang keluarga.

Dengan gerakan cepat, Irma berusaha kabur, tapi lagi-lagi Reza berhasil menarik tangan Irma, dan mendudukan wanita itu di pangkuannya.

Dari belakang, kedua tangan Reza meremas kedua payudarahnya, sementara bibirnya menciumi sekujur wajah Irma, membuat wanita bersuami itu mulai menitikan air mata, ia ingin lepas dari cengkraman Reza, tapi tubuhnya tak mampu, ia terlalu lemah melawan dirinya sendiri, yang terlalu muda dirangsang, sehingga ia tidak bisa berbuat banyak ketika bibirnya di panggut Reza.

Reza begitu pintar memancing birahinya, sehingga tanpa sadar Irma membalas pagutan Reza, dan membiarkan lelaki itu tanpa perlawanan berarti membuka setiap kancing piyama yang ia kenakan, lalu satu-satunya pelindung yang menutupi dadanya, di tarik keatas sehingga payudarahnya mencuat.

Kedua tangan kekar itu langsung menyambutnya, meremas dan memilin puttingnya yang menggemaskan, hingga wanita cantik itu terpekik nikmat.

“Aauww… Hhmmpp… ”

“Jangan di lawan, seperti biasanya, kamu nikmatin aja ya.” Bisik Reza, lalu di susul dengan kuluman di daun telinganya.

“Jangaan… jangaan… aku tidak mau, tolonglaah Mas lepaskan aku, apa salahku Mas, kenapa kamu tega mengkhianati Suamiku, sadaarlah Mas… Aaww… Aaah… ” Rinti Irma ketika Reza tiba-tiba saja melahap payudara kirinya.

Setengah dari dirinya tak rela membiarkan pria lain menikmati tubuhnya, dan setengahnya lagi dia menikmati setiap sentuhan yang di berikan Reza kepada dirinya, sentuhan yang sangat ia jarang dapatlan dari Suaminya yang sah, yang sangat ia cintai melibihi apapun di dunia ini.

Tak sadar Irma memegangi kepala Reza yang sedang menyusu di payudaranya, dia merasakan puttinya terasa hangat ketika lida Reza menjilatinya.

“Puting kamu enak sekali sayang, tapi sayang tidak ada susunya.” Reza berujar di sela-sela menikmati payudarah istri sahabatnya.

“Uuhkk… Mass… Aahkk… Aaahkk… ” Erang Irma nyaring.

Tolooong… aku tidak mau, ini salaah, aku tidak menginginkannya, maafkan aku Mas… maafkan aku Mas… !

Irma memejamkan matanya, bayangan Suaminya kembali menyadarkannya, apa yang sedang terjadi saat ini, memberinya sedikit kekuatan untuk mendorong pundak Reza hingga menjauh, bahkan sampai terjengkang kesamping.

Kesempatan itu ia memanfaatkan untuk kabur, ia berdiri lalu berlari menjauh dari Reza yang hanya tersenyum memandanginya dari kejauhan.

Sadar atau tidak sadar, Irma berlari kekamarnya, ia merasa di sinilah tempat yang paling aman baginya. Segera ia menutup pintu kamarnya, dan ketika hendak mengunci pintu kamarnya, tiba-tiba batinnya begejolak, antara ingin terus berlari, atau mengakhiri pernderitaannya malam ini.

Tok… tok… tok…

“Aku tau kamu di dalam, buka pintunya Irma !”

“Bajingaaaan… lepasin aku Mas, aku mohoon… ” Tangis Irma semakin tak terbendung, ia benar-benar bingung dengan kondisinya saat ini.

Seandainya saja ia bisa lebi tegas, lebi berani, mungkin semua kejadian ini tak perlu ia alami.

“Buka sayang, ini adalah malam pertama kita, malam ini aku ingin membuka segelmu, biarkan aku masuk.” Ujar Reza, memancing sisi liar Ibu muda itu, karena Reza tau kalau Irma sebenarnya sudah menjadi miliknya seutuhnya, hanya tinggal di sempurnakan saja maka Irma benar-benar menjadi miliknya.

Dengan jemari yang gemetar, Irma menekan handle pintu kamarnya, membuka perlahan hingga ia kembali melihat wajah Reza yang sedang tersenyum.

Irma tau apa yang ia lakukan saat ini, dengan membuka kamarnya, itu artinya dia sudah benar-benar menyerah, dan malam ini adalah malam penyerahan dirinya seutuhnya kedalam pelukan pria lain yang bukan Suaminya.

Entah kemana dirinya yang dulu, wanita alim yang setia terhadap suaminya, wanita yang menjaga dirinya dari maksiat, wanita yang taat terhadap aturan agama

Reza masuk, lalu dia menutup pintu kamar Irma dan menguncinya sehingga tak ada jalan keluar bagi Irma untuk lari darinya, lari dari jalan yang telah ia pilih. Wanita cantik itu mundur beberapa langkah, lalu duduk di tepian tempat tidurnya, dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Reza segera menelanjangi dirinya hingga telanjang bulat, lalu dia berjalan, berdiri di samping korbannya yang telah pasra menunggu eksekusi darinya.

“Kamu istri yang baik !” Ujar Reza memebelai kepala Irma yang tertutup kerudung putih.

Irma menjauhkan kedua tangannya dari wajahnya, dan hendak kembali mengeluarkan unek-uneknya, tapi ia sedikit terkejut saat melihat kesamping, tepat di depan wajahnya saat ini dia melihat benda besar yang sebelumnya ia lihat. Penis Reza memang sangat mengagumkan baginya, ukurannya panjang dan cukup gemuk di bandingkan dengan suaminya, dan benda inilah yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman.

Lagi pria berengsek itu menggoda Istri sahabatnya, dia dengan sengaja menabrakan kepala pionnya kebibir Irma, memamerkan kegagahan penisnya yang telah berhasil menaklukan beberapa wanita sebelumnya.

“Kamu perna melakukannya, dan saya yakin kamu pasti ingin melakukannya lagi.”

“Cukup Mas, aku mohon hentikan kegilaan ini.” Pinta Irma, ia menatap mata Reza, meminta belas kasihan dari Reza agar mau menghentikan dosa ini.

“Sudah terlambat, kamu taukan ?” Jawab Reza sembari tersenyum.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo