loading...

“Bukaaa… Ria !” Pekik Ashifa dari luar.

“Gak mauuu… Hahaha… ”

“Dobrak aja pintunya !” Dukung Lathifa.

“Kalau lo gak mau keluar, gue dobrak pintunya.” Ancam Ashifa sambil menendang-nendang pintunya.

“Dobrak aja kalau lo bisa !” Tantang Ria, sambil cekikikan mentertawakan sahabatnya.

Braaak… braaak… braakk…

Beberapa kali Ashifa mendobrak pintunya, tapi Ria menahannya cukup kuat, melihat Ashifa yang kesulitan, Lathifa ikut membantu mendorong pintu, hingga akhirnya Ria kalah kuat, sehingga dikit demi sedikit pintunya terdorong.

Ashifa dengan cepat mengambil kesempatan, dia menahan pintu tersebut, dan meminta Lathifa untuk segera masuk dari celah pintu yang sedikit terbuka.

Ilustrasi Ria

“Dapaat… ” Teriak Lathifa girang, ketika berhasil masuk dan memeluk erat tubuh Ria.

Ashifa segera menyusul masuk kedalam, dan kemudian menutup pintunya. Ashifa tersenyum licik kearah Ria, membuat gadis itu panik, berusaha melepaskan diri, tapi dekapan Lathifa terlalu kuat, sehingga gadis itu hanya bisa meronta-ronta kecil.

“Saatnya kita telanjangi.” Ujat Ashifa.

Lalu dia bersama Lathifa berusaha menarik kain basah yang dikenakan Ria, gadis berusia 16 tahun itu berusaha memberontak, tapi kedua sahabatnya lebi kuat darinya sehingga perlawanannya tak begitu berarti untuk bisa menyelamatkan dirinya dari kedua sahabatnya.

Dengan begitu mudanya, mereka melepas kain yang menutupi tubuh Ria hingga telanjang bulat.

Ashifa yang memang memiliki kelainan seksual semenjak mengenal Andini, langsung tergoda untuk menggoda tubuh molek sahabatnya Ria, sekuat tenaga ia membuka kedua kaki Ria, sementara sahabatnya Lathifa tidak kalah gilanya, dia meremas-remas kasar payudarah sahabatnya yang terasa kenyal, sementara puttingnya dia pelintir pelan.

Perlahan tapi pasti, rontahan Ria melemah, dan setuasi itu di manfaatkan Ashifa untuk memebenamkan wajahnya, dan menjilati vagina sahabatnya.

“Ooohh tidaaak… Aaaa… Aaa… ” Erang Ria frustasi.

“Gimana Ria sayang, enak gak memeknya di jilatin sama Shifa, pasti rasanya enakan ? Apa lagi kalau puttingnya sambil di pelintir kayak gini.” Kata Lathifa menggoda sahabatnya, sambil memberi rasangan di kedua payudara Ria.

Sluuupp… Slupp… Sluupps…

“Eehmn… memeknya enak banget, rasanya kayak semanis madu, elo harus mencobanya Latifha. Hihihi… !” Komentar Ashifa di sela-sela memanjakan vagina sahabatnya.

“Ogaah gue, lu aja sendiri !”

“Yakiiiin, ya udah kalau lu gak mau.” Jawab Ashifa, lalu dia kembali menjilati vagina Ria.

Sementara gadis yang bernama Ria, tidak dapat berbuat apa-apa selain berusaha melawan gairahnya yang perlahan mulai terbakar oleh sentuhan kedua sahabatnya. Perlahan Ria memejamkan matanya, dia sudah meyerah dan membiarkan kedua sahabatnya mengerjain habis-habisan tubuhnya.

Jari jempol Ashifa menggelitik clitoris Ria, sementara lidanya menusuk-menusuk lobang vagina sahabatnya yang masih perawan, belum sekalipun di sentuh oleh seorang pria manapun.

Ria membelai rambut sahabatnya, membiarkan sensasi apapun mengusik dirinya, menikmati setiap jilatan dan sentuhan lembut di vaginanya, sementara kedua payudaranya menjadi mainan sahabatnya Latifha.

Aaaahhkk… rasanya nikmat sekali ! Gumam Ria, sambil membayangkan Radityalah yang melakukannya.

“Eehmm… rasanya enak banget ya ?” Tanya Lathifa penasaran melihat sahabatnya yang menggeliat keenakan.

“Aaaah… iya ituku di hisap Fa.” Erang Ria, dia sangat menikmati ketika klitorisnya di isap kuat-kuat oleh sahabatnya Ashifa, yang sedang menghisap clitorisnga.

“Lu nyebelin banget si… ” Kesal Lathifa karena pertanyaannya tidak di jawab, dan sebagai balasannya Lathifa meremas kencang payudarah sahabatnya, hingga Ria histeris karena kesakitan akibat remasan Lathifa di dadanya.

“Aaauuww… gila lu ya sakit tau !” Protes Ria.

“Makanya kalau orang nanya di jawab !”

“Kalau pengen tau coba aja sendiri.” Sindir Ria, lalu dia bangkit melepaskan diri dari mereka, membuat Ashifa tampak kecewa, padahal dia sedang menikmati vagina sahabatnya.

Ria mengambil kainnya kembali, lalu mengikatnya seperti semula. Sebenarnya, Ria tadi sangat menikmati ketika vaginanya di jilat Ashifa, tapi gara-gara remasan kasar dari Lathifa, modnya mendadak hilang. Entah ia harus berterimakasih atau kecewa atas perlakuan sahabatnya, yang pasti sekarang dia merasa lega karena bisa terbebas dari Ashifa.

Ashifa memandang Lathifa dengan sebal, padahal dia sudah lama ingin sekali menikmati vagina Ria, tapi gara-gara Lathifa dia terpaksa menundanya kembali.

“Eee… setan, siapa di sana ?” Pekik Lathifa, sontak kedua sahabatnya melihat keatas, kearah telunjuk Lathifa yang mengarah keatas.

Terlihat tiga kepala orang dewasa muncul dari balik tembok kamar mandi mereka, padahal kamar mandi umum ini memiliki tembol yang cukup tinggi, walaupun di bagian atasnya tidak.tertutup apapun, sehingga sangat memudakan bagi yang mau mengintip setelah mereka berhasil memanjat tembok.

Berselang beberapa detik, sebelum mereka mengenali ketiga pria itu, mereka bertiga telah menghilang di balik tembok.

“Gimana ni ?” Tanya Ria panik, dia yakin sekali, kalau mereka bertiga tadi sempat melihat di telanjangi oleh kedua sahabatnya, setelah di kerjai oleh kedua sahabatnya.

“Tadi siapa ya ? kok berani banget masuk kewilayah santriwati.” Timpal Lathifa tak kalah paniknya.

“Uda tenang dulu.” Lerai Ashifa.

“Mau tenang gimana, tadi dia melihat apa yang kita lakukan barusan bagaimana kalau nanti dia cerita dengan Umi, bisa-bisa kita di keluarkan dari sini.” Timpal Ria panik, bagaimanapun juga, tadi dia yang telanjang, selain malu dia juga takut, kalau nanti apa yang mereka lakukan barusan tersebar.

“Ya uda yuk, nanti kita pikirkan lagi.” Ajak Lathifa.

“Maafin gue ya Ria ?” Lirih Ashifa.

“Udalah, nasi uda jadi bubur.” Jawab Ria tak bersemangat, lalu mereka keluar dari ruang ganti dan kemudian melanjutkan mandi mereka yang sempat tertunda.

 

——————–

“Nyaris aja !” Ujar seorang pria sambil mengelus dadanya.

“Kira-kira mereka tau gak ya, kalau kita yang mengintip mereka barusan ?” Timpal Budi, satu-satunya diantara mereka yang memiliki tubuh paling besar, sehingga wajar saja kalau dia merasa khawatir, takut ketahuan oleh para santriwati barusan.

“Udah, gak perlu khawatir, walaupun mereka tau juga gak akan berani bilang, kaliankan tau sendiri tadi mereka habis ngapain ? Mereka pasti takutlah buat ngadu.” Jawab Rozak, menenangkan kedua rekannya Dewa dan Budi.

“Tapi makasi banyak Zak, uda ngajakin kita ngeliat yang bening-bening, hahaha…. !” Ujar Dewa seraya tersenyum mesum.

“Gak sia-sia ternyata kemarin sempat memergoki santri ngintip di sini, hahaha… ” Jawab Rozak sambil tertawa girang. Ya semenjak saat itu, ketika ia mengejar dua orang santri yang sedang mengintip, Razak jadi tau kalau tempat ini sangat tersembunyi buat mengintip.

“Eehmm… ngintipin apa ni ?” Tiba-tiba dari belakang seseorang menegur mereka.

Sontak mereka bertiga kaget, ketika nenyadari yang datang seorang Ustad baru di madrasyah, sahabat baik dari Ustad Iwan yang di kenal tegas dan di siplin.

“Ya Pak, kita ketahuan.” Desah Budi pasrah.

“Ma… maaf Tad.” Ujar Rozak tak berani memandang Reza yang sedang berdiri di depan mereka, seperti seorang hakim yang sedang mengadili tersangkah.

“Ampun Ustad, jangan aduhin kami Ustad.” Kata Budi ketakutan.

“Maafin kami Ustad.” Timpal Dewa.

Kemudian dari sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, senyuman yang memiliki sejuta arti, penuh makna dan rencana-rencana licik.

Reza menepuk pelan pundak Rozak, satpam Madrsya tempat ia mengajar, sebagai ucapan terimakasi.

“Jangan takut, kalau saya jadi kalian berdua, mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama, seperti yang kalian lakukan sekarang, tapi bedanya, kalau saya tidak akan puas kalau hanya sekedar mengintip mereka.” Ujar Reza sambil memperlihatkan tanduk iblisnya di depan mereka bertiga.

“Maksud Ustad ?” Tanya Dewa.

“Hahaha… kalau kalian mau, saya bisa berbagi dengan kalian, tapi dengan syarat.” Jawab Reza.

“Maaf banget ni Ustad ya, kita-kita beneran gak ngerti ni.”

“Saya yakin kalian pasti mau nidurin para santri di sinikan ?” Tanya Reza sambil tersenyum.

“Maksud usad ngentot ?” Tanya Budi.

“Waaa… kalau di suruh ngentot pasti maulah Ustad, tapi Santri mana yang mau kita cicipin.” Timpal Dewa, yang kini lebi tenang dari sebelumnya.

“Itu tugas kalian yang nyari nantinya, tapi kalau kalian mau bekerja sama, saya punya satu Ustadzah yang bisa kalian cicipi bersama, bagaimana ?” Tawar Reza.

“I… ini serius Ustad ?” Tanya Rozak masi merasa tidak percaya mendengar ajakan Reza, dia takut ini hanya sekedar jebakan buat mereka bertiga.

“Emang Ustadzanya siapa Ustad ?” Timpal Budi.

“Pokoknya kalian gak akan menyesal… ”

“Tapi kapan Ustad ?” Tanya Rozak.

“Sini biar saya bisikan… ”

Mereka bertiga segera mendekat, mendengarkan sebuah rencana yang membuat mereka tampak bahagia, tapi akan menjadi bencana bagi para Santri dan Ustadza yang akan mereka jadikan korban untuk memenuhi nafsu birahi mereka.

Sesuai yang di janjikan, mereka sudah tidak sabar menunggu beberapa hari lagi, karena hari itu akan menjadi hari yang paling bersejarah di dalam hidup mereka.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo