catatan admin

loading...

Clara Shinta
Gadis berhijab yang centil, genit dan sangat nakal, wanita yang mampu membuat Raditya jatuh cinta.

Ria Rusanti
Gadis cantik yang menjadi bagian masa lalu Raditya.

Reza Palupi
Mantan narapidana, yang pernah di penjara selama 3 tahun, dan sekarang ia tinggal di Madrasah dan mengajar sebagai guru olah raga. Dia akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya, termasuk merebut Istri sahabatnya.

Irma Setyowati
Anak pemilik Madrasah, yang sudah bersuami. Di balik sifatnya yang dihormati, mengayomi dan berhijab, wanita ini memiliki sisi liar yang tak banyak di ketahui oleh orang lain.

Andini Permatasari
Sahabat baik Nadia, seorang wanita berhijab yg punya sisi gelap. ia penyuka sesama jenis dan pedofilia, dia punya masa lalu yang buruk dengan seorang pria dewasa, semenjak itu ia membenci semua pria, dia lebih suka anak-anak perempuan

Ashifa
Sahabat Ria, seorang gadis berhijab yang agak tomboy, murid kesayangan Andini.

Lathifa
Sahabat Ria, anak yang berprestasi, dan alim berhijab. selalu menjadi juara umum dan menjadi kebanggaan Madrasah.

Popi Hasyim
Sahabat Ria, anak perempuan  dari Ustadza Erlina, anak supel, ceria dan menggemaskan.

Erlina Hasyim
Salah satu guru yang mengajar di Madrasah, memiliki dua orang anak, putra dan putri. Ia cantik dan berhijab. umur 39 tahun

Aldi Hasyim
Anak Erlina, berbeda dengan Kakaknya yang ceria, Aldi anak yang pendiam dan selalu menjadi bahan olok-olokan temannya, karena wajahnya yang boyish & lebih mirip perempuan ketimbang laki-laki.

Rojak
Satpam Madrasah, salah satu anak buah Reza

Dewa
Pekerjaannya sehari-hari mengangkut sampah di Madrasah, salah satu anak buah Reza

Budi
Asisten Dewa, salah satu anak buah Reza

Cakra
Teman sekelas Raditya, Anak yang dikenal baik, juga dari keluarga baik-baik, tapi yang sebenarnya dia anak yang licik, punya ambisi besar. Dia anak buah Reza yang paling muda.

***

Episode 1

Lama aku berdiam diri, duduk santai di atas kursi rotan di belakang rumah, sambil menatap langit yang malam ini tampak lebi indah dari malam sebelumnya. Terlintas bayangan seseorang wanita yang akhir-akhir ini selalu menggangguku, menggoda dan meracuni otakku, dia adalah Clara Shinta, teman satu sekolahku.

Bagiku dia begitu anggun dan menawan, senyumnya yang manis begitu sempurna bersanding dengan parasnya yang cantik. Di tambah lagi dengan tingkah lakunya yang penuh tata krama, lembut tutur katanya yang ramah. Sungguh, mahakarya tuhan yang sempurna. Hmm.. Dia begitu indah bagiku, namun aku terlalu takut, aku terlalu pengecut untuk mendekatinya.

Akhir-akhir ini aku hanya berani memandangnya dari jauh, selain karena aku tidak berani mendekatinya, kami juga di pisahkan oleh peraturan sekolah, yang melarang pria dan wanita yang bukan muhrim untuk saling berdekatan.

Kebetulan, walaupun kami berada di satu sekolah yang sama, tapi dia tinggal di asrama khusus perempuan, sementara rumah saudaraku, rumah yang sekarang aku tempati berada di wilayah khusus pria, sehingga sangat sulit bagiku untuk mendekatinya.

Oh iya, namaku Raditya Pratama (Raditya), semenjak beberapa bulan yang lalu, aku tinggal bersama saudaraku yang sudah menikah, mereka tinggal di lingkungan madrasah, karena memang mereka berdua salah satu pengajar di sana sehingga mereka mendapatkan fasilitas rumah.

Lalu kenapa aku bisa berada di sini ? Sebenarnya aku sendiri juga tidak mau, tapi desakan kedua orang tuaku yang katanya sudah tidak mampu lagi menghadapi kenakalanku, memaksaku untuk melanjutkan sekolahku di Madrasah Aliya (setingkat dengan SMA)

Karena tidak punya pilihan lain, akhirnya aku terpaksa menerima tawaran dari Mas Jaka atas permintaan kedua orang tuaku.

Kehidupan di madrasa sebenarnya tak begitu buruk seperti yang kubayangkan sebelumnya, di sini memang peraturannya cukup ketat, dan hukumannya juga sangat berat, salah sedikit rotan melayang.

“Kamu di cariin, ternyata ada di sini.”

“Eh, Kak Nadia… !”

Seperti biasanya, malam ini Kak Nadia terlihat begitu cantik, kerudung  di padu dengan gaun tidurnya yang juga sewarna membuat ia terlihat begitu sempurna, apa lagi ketika ia sedang tersenyum.

ilustrasi Nadia, kakak ipar Raditya

Kak Nadia duduk di sampingku, kami berpandangan sejenak, cukup lama aku menatap bibir tipisnya.

“Gimana sekolah di sini? enakan ?”

“Ya enak gak enak si… !” Jawabku ngasal sambil menggaruk-garuk kepalaku.

“Gak enaknya kenapa ?’ Tanyanya lagi.

“Pas kalau lagi ada hafalan, terus gak hafal, bisa-bisa rotan langsung melayang Hahaha… ” Ujarku sedikit bercanda, Kak Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum geli.

“Kalau gak ngafal ya gak bakalan hafal, makanya kamu yang rajin dong.”

“Iya Kak, ini aku lagi ngafal.” Kataku sambil memperlihatkan buku yang ada di tanganku, karena memang rencananya tadi aku ingin menghafal bukan melamunkan Clara.

“Na gitu dong, terus enaknya apa ?”

“Enaknya… ” Aku mengetuk-ngetuk daguku dengan jari telunjukku. “Di sini ceweknya cantik-cantik Kak.” Aku tersenyum lebar memamerkan gigiku.

“Eeehmm… jadi ceritanya Adikku yang satu ini sedang jatuh cinta ya… ” Godanya sambil mentoel hidungku, aku menunduk malu-malu. “Dasar kamu Dit, kalau masih sekolah gak boleh cinta-cintaan, ingat pacaran itu banyak negatifnya ketimbang baiknya.” Katanya tak perna bosan menasehatiku.

“Iya ya… ” Jawabku kecewa, kupikir Kakak iparku akan mendukungku.

“Ya sudah Kakak masuk dulu ya, belajarnya jangan kemalaman, besok kamu sekolah.” Sambungnya, lalu tanpa menunggu jawabanku, dia meninggalkanku masuk kedalam rumahnya, sementara aku masih di sini, menatap langit dan menikmati tiupan angin spoi-spoi…

————–

Di tempat yang berbeda…

“Aaaah… Bi, Uuhmm… Aaa… aaa… !”

“Ssstt… jangan kenceng-kenceng sayang, di rumah ada temennya Abi.” Bisik Iwan sambil memompa vagina Istrinya, yang selalu bisa membuatnya terpuaskan.

“Ooohhkk… Bi ! Lebih kencang lagi.” Erang Irma, seolah tak perduli dengan peringatan dari Suaminya.

Walaupun ia merasa risih dengan suara Istrinya, Iwan tetap saja menggenjot vagina Istrinya dengan irama cepat, sementara tangannya meremas payudara Istrinya yang berukuran 36b, cukup besar dan masih kencang di usia Irma yang ke 35 tahun. Karena Irma memang sangat merawat bentuk tubuhnya.

Iwan mencabut penisnya, lalu tanpa di minta Irma mengambil posisi menungging di hadapan Suaminya.

Kembali dengan gerakan perlahan Irwan memompa vagina Istrinya dari belakang dengan gaya doggy style, sementara tangannya membelai bongkahan pantat Istrinya yang bulat dan padat. Dia merasa begitu beruntung bisa menikahi wanita cantik nan seksi, anak pimpinan Madrasah tempat ia sekarang mengajar.

“Umi… Abi mau keluar !”

“Bentar lagi Bi, Umi juga mau keluar ini.” Pinta Irma, dia mulai aktif ikut menggoyang pantatnya maju mundur, tapi akibatnya Irwan semakin tidak mampu mengontrol birahinya yang sudah di ujung tanduk.

Dia menahan pinggul Istrinya, berusaha bertahan lebih lama lagi hingga Istrinya mencapai klimaksnya terlebih dahulu, tapi Iwan sudah di ambang batasnya, dia tidak kuat lagi menahan badai orgasmenya. Dia menarik batang penisnya, lalu kembali menghujaminya dengan keras.

Crrrottt… crroot… crrtroooottt…

Tanpa bisa di bendung, pertahanan Iwan akhirnya jebol juga, dia memuntahkan spermanya kedalam rahim Istrinya yang telah memberinya seorang putra yang sekarang baru berusia dua tahun, dia berharap spermanya kali ini bisa memberi adik untuk anak semata wayangnya.

Tubuh telanjang Iwan, yang bermandikan keringat ambruk kesamping tubuh Istrinya.

“Abi… Umikan belum selesai !”

“Abi capek Umi, besok lagi ya sayang, habis kamu malam ini hebat banget.” Puji Iwan sambil membelai wajah cantik Istrinya yang sedang cemberut.

“Maunya sekarang Bi.”

“Abi ngantuk, besok aja ya… ” Jawab Iwan, lalu dia berbalik sambil memeluk bantal gulingnya, membelakangi Istrinya.

Tentu saja Irma jadi uring-uringan, di tinggal tidur dalam keadaan menggantung, padahal sebentar lagi ia akan mencapai klimaksnya, tapi sayang Suaminya lagi-lagi tidak cukup kuat untuk memuaskan birahinya.

Irma segera turun dari atas tempat tidurnya, lalu ia mengambil gaun tidurnya yang agak menerawang berbahan sutra, tak lupa ia mengenakan kerudungnya.

Dia berfikir, mungkin dengan segelas air dingin bisa sedikit meredam birahinya yang masih terbakar.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Article Name
Ada Gairah yg Binal di Madrasah!
Description
sebuah cerita bersambung dewasa dari Rayhan93 dari Forum Semprot (diposting pertama kali dengan judul Penikmat Dosa). kami kompilasi menjadi satu cerita yg panjang. berfokus pada kehidupan seks di Madrasah Aliyah. panas dan menggairahkan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo