Sunarti Siti Habibah (Narti) adalah seorang ibu rumah tangga berwajah cantik, berkulit putih bersih dan baru berusia 32 tahun. Selama 6 tahun perkawinannya dengan Syamsul, wanita ini telah dikaruniai dua anak yang masing-masing berusia 3 tahun dan 5 tahun.

loading...

Baca juga: Akhirnya Kunikmati Tubuh Lelaki yg Bukan Suamiku… (Kisah Selingkuh Seorang Wanita Karir) — Klik di gambar gan!

Dengan jilbab putih yang lebar serta jubah panjang bemotif bunga kecil berwarna biru serta kaus kaki berwarna krem, Narti menemui tamu suaminya itu bernama Affan Mustaqim. Seorang laki-laki yang kerap bertamu ke rumahnya. Wajahnya tampan dengan kumis tipis. tubuh pria muda ini tinggi juga terlihat tegap dan atletis. Usianya memang lebih 7 tahun lebih muda dari suaminya ataupun dirinya hingga suaminya ataupun dia sendiri memanggilnya dengan sebutan dik Affan.

Sebetulnya Narti kurang menyukai laki-laki bernama Affan itu, karena matanya yang jelalatan kalau melihatnya seakan hendak menelannya bulat-bulat sehingga dia lebih suka menghindar jika Affan datang bertamu. Namun kali ini, Narti harus menemuinya karena Affan ini adalah rekan kerja suaminya, terpaksa Narti bersikap ramah kepadanya. Memang tidak mungkin untuk menyuruh Affan kembali, ketika suaminya tidak ada di rumah seperti ini karena rumah mereka berjauhan

Akhirnya Narti mempersilahkan Affan menunggu di ruang tamu sedangkan dia pergi ke dapur membuatkan minum untuk tamunya tersebut. Sore ini, suasana rumah Narti memang sangat sepi. Selain suaminya yang tidak ada di rumah, kedua anaknya pun sedang ngaji dan baru pulang menjelang maghrib nanti.

Di dapur, Narti tengah menyiapkan minuman dan makanan kecil buat tamu suaminya yang tengah menunggu di ruang tamu. Tangan ibu muda ini tengah mengaduk gelas untuk minuman tamu suaminya ketika tanpa disadarinya, laki-laki tamu suaminya yang semula menunggu di ruang tamu tersebut menyelinap ke dapur menyusul Narti. Narti terpekik kaget, ketika dirasakannya tiba-tiba seorang lelaki memeluknya dari belakang. Wanita berjilbab lebar ini sangat kaget ketika menyadari yang memeluknya adalah Affan tamu suaminya yang tengah dibikinkan minuman olehnya. Narti berupaya meronta namun tiba-tiba sebilah belati telah menempel di pipi wanita yang halus ini. Kemudian lelaki itu langsung mendekatkan mulutnya ke telinga Narti.

“Maaf, Mbak Narti. Mbak Narti begitu cantik dan menggairahkan, aku harap Mbak jangan melawan atau berteriak atau belati ini akan merusak wajah ayu yang cantik ini”. desis Affan membuat Narti tak berkutik.

Kilatan belati yang dibawa Affan membuat wajah wanita berjilbab ini pucat pasi. Seumur hidupnya, baru kali ini Narti melihat pisau belati yang terlihat sangat tajam sehingga membuat wanita ini lemas ketakutan. Tubuh ibu muda berjilbab yang alim ini mengejang ketika dia merasakan kedua tangan Affan itu menyusup ke balik jilbab lebarnya meremas-remas lembut kedua payudaranya yang tertutup jubah dan?.. Lantas salah satu tangan Affan lalu turun ke arah selangkangannya, meremas-remas kemaluannya dari luar jubah yang dipakainya.

“Jangaan.. dik Affan..”desah Narti dengan gemetaran.

Namun laki-laki ini tak perduli, kedua tangannya kian bernafsu meremas-remas buah dada serta selangkangan wanita alim berusia 31 tahun ini. Narti menggeliat-geliat menerima remasan laki-laki yang bukan suaminya ini dalam posisi membelakangi laki-laki itu.

“Jangaan.. dik Affan…. sebentar lagi anak-anakku pulang..” desah Narti masih dengan wajah ketakutan dan gelisah.

Affan terpengaruh dengan kata-kata Narti, diliriknya jam dinding yang terdapat pada dapur tersebut dan memang selama sering bertamu di rumah ini Affan mengetahui tak lama lagi kedua anak wanita yang tengah diperkosanya itu pulang dari ngaji. Laki-laki ini mengumpat pelan sebelum kemudian, Affan berlutut di belakang Narti. Narti menggigil dengan tubuh mengejang ketika kemudian wanita kader ini merasakan tangan lelaki tamu suaminya itu merogoh lewat bagian bawah jubahnya, lalu menarik turun sekaligus rok dalam dan celana dalamnya. Lantas tanpa diduganya, Affan menyingkap bagian bawah jubah birunya ke atas sampai ke pinggang.

Ibu muda berjilbab lebar ini terpekik dengan wajah yang merah padam ketika menyadari bagian bawah tubuhnya kini telanjang. Sementara Affan justru merasa takjub melihat istri rekan sekantornya ini dalam keadaan telanjang bagian bawah tubuhnya begitu menggairahkan. Sungguh, laki-laki ini tidak pernah menyangka kalau sore ini akan melihat tubuh istri Syamsul yang selalu dilihatnya dalam keadaan berpakaian rapat kini ditelanjanginya.

Pertama kali Affan melihat Narti, laki-laki ini memang sudah tergetar dengan kecantikan wajah wanita berkulit putih keturunan ningrat ini walaupun sebenarnya Affan juga sudah beristri, tapi apabila dibandingkan dengan Narti wajah istrinya nggak ada apa-apanya. Namun wanita yang selalu berpakaian rapat tertutup dengan jilbab yang lebar membuatnya segan juga karena Narti adalah istri temannya. Tetapi seringkalinya mereka bertemu membuat Affan semakin terpikat dengan kecantikan istri Syamsul ini, bahkan walaupun Narti memakai pakaian jubah panjang dan jilbab yang lebar, Affan dapat membayangkan kesintalan tubuh wanita ini melalui tonjolan kemontokan buah dadanya dan pantatnya yang bulat indah bahenol. Muka Narti merah padam ketika diliriknya, mata Affan masih melotot melihat tubuh Narti yang setengah telanjang.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Awalnya Malu², Tapi Setelah Ketagihan... Akhwat Berjilbab itu Menjadi BINAL TOTAL!!
Article Name
Awalnya Malu², Tapi Setelah Ketagihan... Akhwat Berjilbab itu Menjadi BINAL TOTAL!!
Description
akhwat berjilbab aktivis HTI ini ternyata seperti kuda liar di ranjang. binal banget gan! baca kisah perselingkuhannya dengan pria muda tampan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo