[ Unduh Video Ilustrasi di halaman terakhir artikel ini ]

loading...

maka di situs ceritahijaber.com ini, aku beberkan saja karena toh tidak ada yg mengenal aku di dunia maya. begini…. alasan aku mencopot hijab sejak tahun lalu adalah… aku sangat suka lelaki memandang bentuk tubuhku yg indah natural

kedengarannya tidak masuk akal mungkin, tapi…. ya begitulah aku. aku suka sekali jika ada yg melirik bahkan terang-terangan memandangku. aku memang dianugerahi bentuk tubuh yg bagus. tidak perlu banyak perawatan di salon kecantikan, tidak perlu rutin berolahraga, tidak perlu menjaga makan

Sebelum mencopot hijab, sebenarnya aku selama seminggu mencoba berpenampilan jilboob. itu loh, berhijab dengan pakaian ketat dan lekuk tubuh kelihatan jelas. suamiku memprotes penampilanku yg jilboob, katanya daripada jilboob lebih baik lepas hijabnya. malu dong sama hijab

pucuk dicinta ulam tiba! akhirnya aku kembali berpenampilan casual. sudah kubayangkan tatapan-tatapan mata dari para pria di sekelilingku…

Kalau menurut suamiku, teman-temannya sering memuji tubuhku, terutama pada bagian pinggul dan payudara yang terlihat sangat seksi jika sedang mengenakan baju. setelah melepas hijab, aku lebih sering memakai baju yg agak pressed body. Begini ceritaku (ditulis oleh Farra Faquita untuk ceritahijaber.com)

Baca juga: (Cerita Dewasa) Karyawati Berjilbab memang lebih “gurih” … klik di gambar

Pria Muda

Kenaikan jabatan yang diterima oleh suamiku membuatnya harus berada di luar daerah, dan hanya bisa pulang sebulan sekali. Otomatis kebutuhan biologisku hanya bisa terpenuhi pada saat suamiku pulang saja. Bahkan sering juga aku harus puasa sampai berbulan-bulan karena pada saat suamiku pulang aku sedang kedatangan “tamu”. Tapi itu tidak terlalu kupedulikan, toh saat kami berhubungan, aku jarang sekali mengalami orgasme karena suamiku biasanya sudah keluar duluan dan bila sudah begitu pasti ia langsung tertidur dan membiarkanku menggantung sendirian.

Sampai akhirnya terjadi peristiwa yang membuatku sangat malu pada awalnya, namun menjadi ketagihan pada akhirnya. Orang yang membuatku mabuk kepayang itu bernama Hasan yang tidak lain adalah pacar Tita, adikku yang paling bungsu. Orangnya ganteng dengan bentuk tubuh yang kekar karena ia adalah seorang atlit renang perwakilan daerah.

Hasan sudah berpacaran dengan adikku Tita selama 1 tahun sehingga hubungan keluarga kami dengannya sudah lumayan dekat, aku sendiri bahkan sudah menganggapnya sebagai adik iparku demi melihat keseriusan hubungan Hasan dan adikku.

Hasan juga sering datang ke rumah untuk mengantarkan aku pergi karena aku tidak bisa naik motor, tentu saja sebelumnya aku selalu memintanya tolong melalui Tita. Selama tidak sibuk dia pasti mau menolongku sehingga kami menjadi lumayan dekat. Ia sering bercerita tentang hubungannya dengan Tita adikku, sehingga aku jadi tahu kalau dia adalah pemuda yang sangat menghormati wanita. Itu adalah pandanganku sebelum terjadi affair antara kami berdua.

Sore itu aku berangkat dengan diantar Tita adikku untuk berenang di sebuah hotel yang cukup besar di kota SMD. Setelah berganti dengan baju renang, aku melangkahkan kaki ke tepi kolam. Beberapa pemuda melirikku dengan pandangan nakal. Setelah melakukan pemanasan aku lalu turun ke air. Setelah menyesuaikan diri dengan suhu air baru aku mulai berenang. Setelah bolak-balik 3 kali putaran, aku beristirahat di pinggir kolam sambil mengatur napas. Beberapa pemuda yang lewat menggodaku, aku hanya tersenyum. Lalu aku terhanyut pada lamunanku yang sudah 3 bulan tidak melakukan hubungan suami-istri.

“Sendirian saja Kak?” Suara yang ramah mengagetkanku dari belakang.

“I.. Iya” Jawabku sambil menoleh ke belakang.

Setelah melihat siapa yang menyapaku, aku menjadi tenang tetapi sedikit risih karena ternyata ia adalah Hasan yang melihatku tanpa berkedip. Sambil mengajakku mengobrol ia melakukan pemanasan. Sesekali aku melirik untuk melihat tubuhnya yang kekar. Lalu mataku turun lagi ke dadanya yang bidang dan perutnya yang sangat berotot. Saat mataku sampai ke celana renangnya, dadaku berdegup kencang, celana itu terlihat sangat menonjol pada bagian tengahnya. Pasti besar sekali, mungkin bahkan lebih besar dari pada milik suamiku, batinku.

Lalu aku tercekat saat Hasan melompat terjun ke kolam renang dan langsung meluncur. Setelah 7 kali bolak-balik ia menepi ke sampingku untuk beristirahat. Ia meletakkan tangannya di sampingku sehingga sikunya menyentuh paha kananku.

“Kesini pake apa Kak?” Tanyanya sambil menatapku dengan tajam.

“Diantar sama Tita” Jawabku sambil menghindari pandangan matanya.

“Trus.. Sekarang Titanya kemana?” Sahut Hasan melirik sekeliling.

“Langsung pulang jagain Dita sama Echa..” Sebelum ia sempat menanyaiku lagi, aku langsung melompat terjun.

Setelah menyeberang, aku lansung naik karena ingin segera pulang. Sebelumnya aku tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang mengenalku di kolam ini. Dan yang bertemu denganku ternyata Hasan, terlebih lagi aku hanya mengenakan baju renang hingga otomatis menampakkan sebagian tubuhku. Aku tidak mau menoleh ke belakang karena aku takut Hasan akan berbicara lagi denganku. Setelah memakai rok setinggi lutut, aku mengenakan pakaian yang lumayan ketat sehingga memamerkan garis tubuhku yang masih terbentuk.

Saat melangkahkan kaki menuju jalan raya untuk mencari angkot, ada motor yang memotong jalanku. Aku kaget bukan kepalang, terlebih lagi saat melihat siapa yang menaikinya, lagi-lagi ternyata Hasan.

“Saya antar ya Kak?” Tawar Hasan dengan sopan.

Aku berpikir sejenak, sebelum aku sempat menjawab Hasan sudah menyodorkan helm. Dengan ragu aku menerima helm itu, setelah mengenakannya aku lalu duduk menyamping di belakang dengan tangan kananku melingkar di pinggangnya. Sebenarnya hal ini sudah sangat sering kulakukan, tapi untuk saat ini aku merasa sangat serba salah. Perasaanku semakin tidak enak saat ia mengarahkan motornya ke arah yang berlawanan dengan arah ke rumahku. Bodohnya, aku cuma diam saja sampai akhirnya Hasan menghentikan motornya di depan sebuah bioskop yang cukup terkenal di kota SMD.

“Nonton dulu ya Kak?” Pintanya sopan.

“Aduh gimana ya San.. Ini kan sudah sore” Jawabku panik.

“Please Kak.. Ini film yang pengen banget aku tonton, lagian ini hari pemutarannya yang terakhir” Sahut Hasan dengan tatapan yang memohon.

“Iya deh.. Tapi habis itu langsung pulang” tegasku. Hasan tersenyum dengan penuh kemenangan.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Didepan Pria Muda itu, Aku Berubah Menjadi Binal - Bukan Lagi Istri yg Setia!
Article Name
Didepan Pria Muda itu, Aku Berubah Menjadi Binal - Bukan Lagi Istri yg Setia!
Description
cerita dewasa seorang ibu dan istri yg setia, namun jatuh dalam perselingkuhan panas dengan kekasih adsiknya sendiri.
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo