Gedung kuliah bersama, Universitas Bina Nusantara

loading...

Gadis itu merasakan putingnya semakin mengeras saja karena terus dirangsang oleh Imron dengan menggesek-gesekkan jarinya, memilin-milinnya atau memencetnya sehingga ia makin tak sanggup menahan desahannya. Sodokan-sodokan Imron pun semakin cepat menyebabkan meja tempat gadis itu menumpukan tangannya ikut bergetar. Mulut Imron mendekati wajahnya dari belakang, lalu ia disibakkannya rambut panjang itu ke sebelah. Sebuah jilatan pada telinganya membuat gadis itu bergidik geli, lidah itu terus menggelitik telinganya yang sensitif lalu turun menciumi tenguknya. Imron menghirup leher gadis itu yang tercium aroma harum parfum berkelas. Wajah si gadis semakin bersemu merah pertanda dilanda birahi tinggi.

Sieny

“Non Sieny…ganti gaya yah !” kata Imron setelah sepuluh menitan menggenjot gadis itu dalam posisi berdiri.

Gadis muda & cantik keturunan Tionghoa yang dipanggil Sieny itu mengangguk, Imron menarik lepas penisnya dari vagina gadis itu lalu mendudukannya di tepi meja.

“Bajunya lepas aja Non” katanya seraya melucuti satu-satunya pakaian terakhir yang masih menyangkut di tubuh indah itu.

Sieny mengangkat kedua lengannya membiarkan kaos itu melolosi tubuhnya, kini yang tersisa di tubuhnya tinggal kalung, jam tangan, dan cincin yang melingkar di jari manisnya. Sebuah jeritan kecil meluncur dari mulutnya ketika Imron kembali melesakkan penisnya ke vaginanya. Sambil menggenjot, Imron mendekatkan wajahnya ke wajah Sieny, namun gadis itu memalingkan wajah sepertinya risih dicium si penjaga kampus itu.

Sekali lagi Imron mencoba melumat bibir gadis itu, kali ini ia tidak bisa menghindar lagi, si penjaga kampus itu berhasil memagut bibirnya dan memegangi kepalanya. Imron terus menjilati bibir gadis itu yang terkatup seolah terpaksa menerima ciumannya. Rangsangan yang menjalari seluruh tubuh membuat Sieny akhirnya luluh juga, bibirnya mulai membuka dan membiarkan lidah Imron menyapu rongga mulutnya. Dari mulutnya yang berpagutan terdengar desahan-desahan yang tertahan.

Tanpa malu-malu gadis itu melingkarkan tangannya memeluk pria seumuran ayahnya itu sehingga tubuh mereka menempel erat. Mereka terlibat percumbuan yang sangat panas, lidah mereka saling beradu dan saling belit sampai air liur menetes-netes di pinggir bibir.

Tak lama kemudian mereka pun saling melepas ciuman karena merasa nafasnya makin berat. Imron mendorong sedikit tubuh Sieny ke belakang sehingga punggungnya dengan meja membentuk sudut 45 derajat. Dengan posisi demikian payudara gadis itu semakin membusung, Imron pun segera mencaplok payudara kanannya dengan mulutnya, bagian kasar lidahnya menggeseki puting kemerahannya sehingga semakin tegang dan menghantarkan lebih banyak rangsangan ke seluruh tubuh, belum lagi hisapan-hisapan Imron pada gumpalan daging kenyal itu.

“Aahhh…Pak…enak !” erang Sieny dengan wajah menatap langit-langit.

Sementara di luar sana matahari semakin tenggelam dan langit mulai gelap, semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruang kuliah itu melalui jendela kaca sehingga suasana disana semakin remang-remang. Di tingkat empat gedung kuliah bersama itu hanya tinggal mereka bertiga di ruang kuliah itu.

Bertiga?…ya bertiga, ternyata bukan hanya Sieny dan Imron yang di ruang itu, di sebuah bangku kuliah seorang pemuda sedang duduk dan mengisap rokoknya sambil menyaksikan liveshow di hadapannya. Sabuk dan resleting celana panjang pemuda itu telah terbuka, tangannya yang lain masuk ke dalam mengocoki penisnya. Pemuda itu nampak sangat terangsang, ia semakin cepat mengocok penisnya dan mengisap rokoknya semakin terburu-buru. Imron semakin ganas menyetubuhi Sieny yang kini telah terbaring di meja, kedua buah dadanya berguncang-guncang dengan keras seirama goyangan tubuhnya, rambut panjangnya yang coklat terjuntai kebawah. Imron menjulurkan tangannya meremasi payudara yang menggemaskan itu tanpa memperlambat sodokannya.

“Gua udah mau…aaahh-ah…Pak…Wil, gua keluar…aahh!” erang Sieny makin menjadi.

“Sama Non…hhuugh…uuhh…Bapak juga!” Imron menghentakan pinggulnya semakin cepat sampai tumbukan selangkangan mereka menghasilkan bunyi tepukan.

Tubuh Sieny mengejang tak terkendali sambil mengeluarkan erangan panjang dari mulutnya. Cowok yang sedang menontonnya merasa kepala penisnya makin basah, adegan di depan matanya itu sangat melambungkan birahinya.

“Uaahh…dikit lagi Non!” lenguh pria itu mempercepat sentakannya.

“Di luar Pak…please…di luar…aahh!” pinta gadis itu lirih.

Imron semakin tak tahan dengan kontraksi dinding vagina gadis itu yang meremas-remas penisnya disertai siraman cairan kewanitaannya yang hangat. Sambil mendesah panjang Imron mencabut penis itu dari vagina Sieny, spermanya bercipratan membasahi perut dan permukaan kemaluan gadis itu yang ditumbuhi bulu-bulu yang tercukur rapi.

“Ooohh!” erangnya sambil mengocok penisnya sendiri hingga menyusut dan semprotan spermanya berhenti.

Sieny tergolek lemas di meja dengan bercak-bercak sperma di perut, kemaluan dan pahanya. Buah dadanya naik turun seirama nafasnya yang terengah-engah. Pemuda itu yang kelihatannya semakin horny memapah gadis itu turun dari meja dan mendudukannya di bangku tempatnya duduk tadi.

“Selesaiin yang gua Sien!” pintanya seraya menyodorkan penisnya yang telah dia keluarkan dari balik celana dalamnya.

Ia meraih penis itu lalu membuka mulut dan memasukkan penis pemuda itu ke mulutnya, diemutnya sambil menggerakan kepala maju-mundur.

Tidak sampai lima menit, pemuda itu sudah mengerang nikmat, tangannya memegangi kepala gadis itu. ‘Cret…cret…!’ penis itu beberapa kali menyemprotkan sperma di dalam mulut Sieny. Gadis itu berkonsentrasi melakukan hisapannya, dari gayanya sepertinya ia sudah mahir melakukan jurus penutup itu. Tidak setetespun cairan sperma pemuda itu meleleh keluar dari sela-sela bibirnya. Penis itu berangsur-angsur menyusut dan pemiliknya menarik lepas benda itu dari mulut Sieny.

“Aaahh…yess!” dengusnya dengan menghembuskan nafas panjang.

Ia memasukkan kembali penisnya yang telah bersih itu ke balik celana dalamnya lalu menarik kembali celana panjangnya yang melorot.

“Tissu dong!” pinta Sieny pada pemuda itu dengan suara lemas.

Pemuda itu membuka tas jinjing wanita yang diletakkan di sebuah bangku kuliah dan mengeluarkan sesatchet tissu yang lalu ia berikan pada gadis itu.

“Makasih Pak, inget ini rahasia kita yah!” pemuda itu menjabat tangan Imron.

“Iya saya juga terima kasih, nggak nyangka bisa dikasih kesempatan main sama Non Sieny yang cantik ini” timpal Imron membalas jabatan tangannya.

Sieny diam saja, sepertinya ada ganjalan di hatinya. Setelah mengelap keringat dan membersihkan ceceran sperma Imron dengan tissue, ia mulai memunguti pakaiannya dan memakainya.

“Nih Pak buat Bapak!” pemuda itu menyodorkan selembar uang 50.000 pada Imron, “ingat ya Pak, ini cuma antara kita bertiga, en cuma seks, Bapak ngerti kan?”

“Hehe…iya Den beres deh pokoknya, gak usah kuatir” Imron terkekeh dan menolak dengan halus pemberian pemuda itu.

“Ah, udah, ambil-ambil nih!” pemuda itu memaksa menaruh uang itu di tangan Imron, “tadi itu seru banget, anggap aja terima kasih” Imron pun akhirnya menerima uang itu.

Setelah Sieny selesai berpakaian dan merapikan kembali rambutnya, pemuda itu mengajaknya pergi. Mereka pun berpamitan pada Imron dan meninggalkan ruang kuliah itu, Sieny masih nampak canggung ketika permisi pulang. Sebuah seringai mesum dan jahat mengembang di wajah Imron setelah kedua muda-mudi itu meninggalkannya.

“Hehehe…nambah satu lagi, yang namanya rejeki, gak dicari pun kalau udah waktunya bakal datang sendiri” soraknya dalam hati.

Suatu kejadian yang cukup unik menurutnya ketika sore tadi memergoki pasangan itu sedang bermesraan di dalam mobil di basement parkir. Tadinya ia bermaksud memeras mereka dengan tujuan bisa menikmati gadisnya seperti yang biasa ia lakukan. Namun tanpa disangkanya, meskipun mereka awalnya kaget karenat tertangkap basah, si cowok itu malah menawarkan padanya untuk bersetubuh dengan pacarnya dengan ditonton olehnya. Gadis itupun setuju saja meskipun malu-malu dalam melakukannya.

Mereka bilang kebetulan ingin mencoba variasi seks dengan melibatkan pihak ketiga. Terbukti perasaan Willy, pemuda itu, campur-aduk antara cemburu, tegang, dan horny, melihat pacarnya sendiri disetubuhi oleh orang lain. Setelah membereskan ruangan itu dan keluar, ia mengunci pintu dan melangkahkan kakinya menyusuri koridor yang telah sepi sehingga suara langkah kakinya terdengar. Imron berjalan pulang dengan hati puas sambil memikirkan cara menikmati gadis itu di kemudian hari dan menjadikannya sebagai budaknya.

“Heh Ron, mau pulang nih?” sapa Encep, si satpam kampus, ketika Imron melintasi pos satpam di dekat gerbang samping kampus.

“Iya duluan yah, sendirian lu nih malem? Si Kahar udah balik ya?” Imron balas menyapa.

“Ada kok, di dalem sana tuh, lagi hanget-hangetan” jawab Encep memelankan suaranya dan nyengir mesum.

“Oh…jadi lu disuruh jaga nih ya?” Imron tersenyum lebar, “sama sapa tuh?”

“Sama anaknya Pak Heryawan yang cantik itu loh, gua lagi nunggu gilliran nih, dah ngaceng nih titit daritadi huehehe”

Imron menempelkan telunjuk di depan bibir tebalnya, lalu berjalan mendekati pos satpam yang tirainya ditutup itu. Ia menekan handle pintu perlahan-lahan dan mendorongnya tanpa menimbulkan suara. Di dalam pos ia mendengar bunyi-bunyi wanita mendesah tertahan dan gumaman pria dari balik tembok tak berpintu tempat ganti baju dan dipan untuk beristirahat. Ia pun melangkahkan kakinya mengendap-endap ke sumber suara. Melalui sebuah cermin berukuran setengah badan yang tergantung di dinding Imron melihat pantulan adegan panas dari seberang cermin itu.

Di atas dipan nampak Ivana sedang duduk menyamping di pangkuan Kahar yang asyik melumat payudaranya. Gadis itu hanya tinggal memakai bra biru muda yang telah terangkat ke atas dan rok yang juga tersingkap, sementara si satpam itu hanya tinggal memakai celananya saja. Sambil menyusu, tangan Kahar mendekap tubuh gadis itu dan meremas payudaranya yang sebelah dan tangan satunya sedang menyusup masuk ke balik roknya. Ivana mengapitkan paha menahan geli karena tangan itu menggerayangi selangkangannya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Balada Sieny, Gadis Tionghoa yg Ketagihan Permainan Seks Imron!
Article Name
Balada Sieny, Gadis Tionghoa yg Ketagihan Permainan Seks Imron!
Description
cerita dewasa seorang mahasiswi keturunan Tionghoa yg ketagihan seks. seru banget dan menggemaskan! baca kisahnya di situs ini
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo