Sore jam setengah empat, Imron hampir menyelesaikan tugasnya hari itu dan sudah bisa pulang setelah membuang sampah yang sedang diangkutnya dengan troley. Saat itu dia sedang berjalan dengan santainya di basement parkir hendak menuju ke atas ke tempat pembuangan sampah.

loading...

“Lho situ kan yang ga hati-hati, masa di tempat parkir ngebut gitu sih ?” jawab Imron santai sambil mengangkat tong sampahnya yang jatuh.

“Sialan, bukannya minta maaf malah belagu!” pemuda itu makin marah mendengar respon Imron yang cuek itu, dia menghampirinya dan mendorongnya di dada, “lu jangan macem-macem yah, baru jadi kacung aja udah ga sopan !”

Marina

“Ryan ! udah cukup, jangan ribut disini !” terdengar seruan dari belakangnya, seorang wanita muda berparas cantik turun dari mobil dan berjalan ke arah mereka untuk melerai

“Udah lu kenapa sih, kan gua udah bilang jangan kenceng-kenceng tadi juga !” wanita itu memegangi lengan si pemuda sebelum terjadi keributan lebih lanjut, “maaf yah Pak,  Bapak nggak apa-apa kan ?” wanita itu meminta maaf dan membantu memungut tutup tong sampah itu.

“Iyah ga apa-apa Non saya sih, lain kali hati-hati kalau disini jangan kenceng-kenceng, kan bahaya” Imron memperingati.

“Hee…awas lu yah lain kali berani lagi…” ancam pemuda sambil melotot padanya.

“Ayo ah, udah gua bilang, ayo pergi !” si wanita itu membentaknya dan segera menarik lengannya kembali ke mobil sambil beberapa kali meminta maaf pada Imron.

Si pemuda membanting pintu dan langsung tancap gas meninggalkan Imron.

“Mar ngapain sih lu tadi kok malah ngebentak gua buat belain si tua goblok itu !” kata Ryan penuh emosi dalam perjalanan.

“Gua bukan belain dia, tapi gua ga mau sampai harus ribut gara-gara masalah gini aja” balas Marina, “masa lu ga malu sih kalau sampai berkelahi diliatin orang banyak ntar, lu ga mikirin gua juga apa ?”

“Tapi kan dia yang nongol mendadak gitu, gimana gua ga kaget coba, lagian gaya bicaranya itu loh lu liat ga, nyepelein gua gitu !”

“Kan gua juga udah kasih tau sebelumnya jangan cepet-cepet, ngapain sih lu pake ngebut-ngebutan gitu, akhirnya bener kan !”

“Tapi kan Mar…” Ryan masih kukuh pada pendiriannya sambil meraih tangan Marina tapi langsung disentaknya, gadis itu menyandarkan diri pada pintu di sampingnya.

“Ya udah, ya udah, sori yah say…gua emang emosian tadi, sori yah !” Ryan akhirnya mengalah melihat Marina yang mulai naik darah.

Marina diam, masih tetap memalingkan wajah ke jendela tak mau memandang pacarnya itu. Ryan mengela nafas melihat reaksi pacarnya itu kalau sedang ribut. Keduanya berdiam diri selama beberapa menit perjalanan hingga di sebuah perempatan menunggu lampu merah. Ryan kembali meraih tangan Marina, kali ini gadis itu sudah melemaskan tangannya dan menerima. Ryan menggenggam tangan halus itu, mengetahui Marina sudah mulai mendingin, diraihnya bahu gadis itu dan dibawa ke dekapannya. Dielusnya rambut kekasihnya itu dan dikecupnya keningnya.

“Sori yah, gua tau lu sayang gua makannya ngelakuin seperti tadi” katanya.

Marina tersenyum dan mengecup pipinya, Ryan harus menjalankan kembali mobilnya karena lampu sudah hijau.

Baca juga: Akhirnya Kunikmati Tubuh Lelaki yg Bukan Suamiku… Kisah Selingkuh Seorang Wanita Karir (klik pada gambar)

Marina (25 tahun) adalah seorang dosen muda di Universitas Bina Nusantara, ia telah mengajar di fakultas sastra Inggris selama dua tahun segera setelah kelulusannya dengan predikat Cum Laude. Selain memiliki otak yang cemerlang dan karakter yang lemah lembut, Marina juga dikaruniai kecantikan fisik yang menawan. Wajahnya yang manis dengan rambut pendek kecoklatan mengingatkan pada Sun Shangxiang, salah satu karakter dalam game Dynasty Warriors. Belum lagi tubuhnya yang langsing dan kulitnya yang putih mulus. Tinggi badannya 166 cm, termasuk sedang untuk standar Asia.

Yang sering menjadi perhatian adalah payudaranya yang sedang tapi membusung indah dan lekuk pinggulnya yang indah sehingga bila memakai pakaian ketat mencetak lekuk-lekuk indah itu. Perkuliahan di sastra Inggris yang surplus wanita menjadi lebih semarak dengan adanya dosen cantik seperti dirinya, mahasiswa tidak akan ngantuk bila mengikuti kuliahnya, setidaknya begitulah kata beberapa mahasiswa. Pernah suatu ketika ia mengajar dengan rok yang agak pendek sehingga beberapa mahasiswa malah lebih konsen memperhatikan paha mulusnya daripada pelajaran yang disampaikan.

Sebenarnya penampilan Marina di kampus tempatnya mengajar masih tergolong sopan, tapi pikiran ngeres para mahasiswa yang melihatnya membuat Marina jadi perbincangan di antara mereka. Bahkan tak sedikit mahasiswi yang sirik pada kecantikan Marina, tapi mereka tentu saja tak berani menunjukkan secara terang-terangan.

Sedangkan mahasiswanya condong mencari perhatian dari dosen baru yang cantik ini. Tapi Marina menanggapi semua itu dengan biasa saja. Ya, sebagai idola di sekolahnya dulu baik ketika SMA maupun kuliah, memang Marina sudah sering menghadapi lelaki iseng yang mencari perhatiannya, mencuri pandang pada dirinya dan bergenit ria ketika terlibat percakapan dengannya.

************************

Jam 19.13 (hari yang sama), mini teater, gedung fakultas sastra

“Aakkhh…aaww…udah Pak, jangan lagi!” rintih Jesslyn merasakan lecutan-lecutan sabuk Imron di punggung dan pantatnya.

Gadis berambut panjang kemerahan itu tergantung berdiri tanpa busana dengan kedua pergelangan tangan terikat jadi satu ke atas. Bekas-bekas lecutan memerah nampak pada beberapa bagian kulitnya yang putih mulus.

“Hihh…nih, mampus lu bangsat huh!” Imron memecut punggung gadis itu dengan sabuknya sambil memaki-maki melampiaskan kekesalannya tadi sore.

Penjaga kampus bejat itu sangat menikmati setiap jerit kesakitan yang keluar dari mulut mahasiswi cantik itu. Puas memecut Jesslyn hingga gadis itu terengah-engah dan air matanya keluar, ia mencampakkan sabuknya ke lantai lalu menghampiri gadis yang tergantung bugil itu sambil membuka celananya, penisnya yang sudah mengeras langsung mengacung dengan gagahnya begitu ia menarik turun celananya. Tangannya yang satu mendekap tubuh gadis itu dari belakang sementara tangan lainnya menggenggam penisnya untuk menuntunnya memasuki vagina gadis itu.

“Och…hhhaahh!” Jesslyn mendesis menahan nikmat yang timbul dari gesekan alat kelamin mereka.

Imron mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan perlahan. Tubuh Jesslyn bergetar saat batang panjang berurat itu menggesek dinding vaginanya. Tangan pria itu yang tadinya memegang kedua sisi pinggulnya merambat naik dan meremas kedua payudaranya.

“Aauuhh…sakit Pak, jangan kasar gitu dong aaah!” erangnya dengan meringis karena Imron meremasi payudaranya dengan keras.

Sementara itu penisnya terus menghujam vaginanya tanpa ampun dengan frekuensi genjotan makin cepat. Amarah dan nafsu membuat Imron menjadi brutal terhadap budaknya ini.

“Ngentot lu…ngehek…uuuhh…huuhh!” ceracau pria itu sambil menyodok-nyodokkan penisnya dengan keras membuat tubuh gadis itu tersentak-sentak.

Jesslyn tak mampu menahan rintihannya apalagi terkadang tangan pria itu menampar pantatnya, untungnya ruang ini dindingnya berlapis kain sehingga suara di ruangan tempat mereka dapat diredam. Sambil terus menggenjot, Imron menyusupkan kepalanya menjilati ketiak Jesslyn menimbulkan sensasi geli pada gadis itu. Gadis itu merasakan otot-otot vaginanya semakin berdenyut-denyut mencengkram kuat penis Imron. Tak lama kemudian pria itu menggeram dan meremas payudaranya lebih keras.

Dengan satu hentakan kuat, penis itu melesak sedalam mungkin hingga mentok. Saat itu lah benda itu memuntahkan lahar putihnya di dalam vagina gadis itu. Imron masih terus menggerakkan pinggulnya hingga akhirnya Jesslyn pun menyusul ke puncak tak lama setelahnya. Sebuah erangan panjang keluar dari mulutnya, tubuhnya mengejang seperti tersengat listrik. Akhirnya keduanya sama-sama terdiam lemas tak berdaya, penis Imron mulai menyusut di dalam vagina gadis itu. Jesslyn merasakan cairan hangat itu meleleh ke paha dalamnya. Beberapa saat kemudian Imron baru melepaskan diri, diangkatnya dagu gadis itu yang kepalanya tertunduk lemas.

“Hehe…makasih Non, udah lega Bapak sekarang!” ucapnya lalu mengecup pelan bibir gadis itu sejenak.

“Tolong lepasin saya Pak!” pinta gadis itu lemas, “tangan saya sakit nih tergantung terus”

Imron pun melepaskan ikatan yang mengikat kedua pergelangan tangan Jesslyn. Gadis itu langsung ambruk ke lantai begitu ikatan dilepaskan. Ia mengelus-elus pergelangannya yang terasa panas.

“Sori Non agak kasar hari ini, tadi sore ada yang bikin saya kesal sih” ujarnya seraya melemparkan pakaian gadis itu pada pemiliknya.

“Whatever lah…lu yang BT kok gua yang jadi pelampiasan sih, dasar gila!” omel Jesslyn dalam hati sambil mulai memakai pakaiannya.

Setelah selesai berpakaian ia segera meninggalkan ruangan itu tanpa berkata apapun lagi pada si penjaga kampus bejat itu. Ia masih merasakan nyeri akibat pecutan Imron tadi. Imron segera mematikan lampu ruangan itu dan menguncinya setelah membereskan perabot. Kemarahan di hatinya akibat insiden kecil sore tadi agak berkurang setelah melampiaskannya pada salah satu budak seksnya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Part 12) Marina diperkosa Imron cs di depan Kekasihnya Sendiri...
Article Name
(Part 12) Marina diperkosa Imron cs di depan Kekasihnya Sendiri...
Description
petualangan bejat Imron berlanjut dengan memperkosa seorang wanita di depan pacarnya sendiri! cerita dewasa khusus 18 tahun ke atas
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo