loading...

Pak Bram menikmati ASI eksklusif dari ku. Lama pak Bram bermain di payudara ku. Aku sangat menikmatinya. Kemudian pak Bram menarik turun CD ku sehingga kini aku benar-benar telanjang bulat. Aku berjongkok dan melepaskan celana yang dikenakan pak Bram. Ku kulum dan ku oral penis pak Bram. Beliau pun merem melek menikmati kulumanku. Aku memainkan lidahku di lubang kencingnya, tiba-tiba pak Bram menekan kepalaku kuat sehingga kepala penis pak Bram menyentuh pangkal tenggorokan ku. Aku pun tersedak dan terbatuk-batuk, tapi aku tidak marah sama pak Bram, malah birahi ku semakin meninggi. Aku membayangkan bagaimana jika penis pak Bram masuk sampai kerongkongan ku, seperti yang ku lihat di film-film bokep barat.

Pak Bram mendorong tubuhku kelantai sehingga posisiku berbaring. Kemudian diarahkan penisnya ke vagina ku.

“Ayo lonte ku, terima penisku” kata pak Bram diikuti hentakan keras pada vagina ku.

“Oouuwwhh shiiit…fuck me baby” kataku spontan. Sakit kurasakan pada vagina ku, tapi tidak ku rasakan karena birahi ku meningkat setelah mendengar pak Bram memanggil ku dengan sebutan lonte. Yah aku memang lonte nya pak Bram.

Selagi pak Bram asyik menggenjot ku, tiba-tiba handphone ku berdering. Kulihat panggilan dari suamiku. Aku memberi isyarat pada pak Bram untuk menghentikan sejenak goyangannya.

“Halo assalamu’alaikum, ada apa Pah.” Kataku

“wa’alaikumsalam, gak papa Mah, nelpon aja kok” kata suami ku.

“Aaahhhkkk… “ teriak ku ketika tiba-tiba pak Bram menghujamkan penisnya kuat-kuat dan digenjotnya.

“ada apa Mah?” tanya suamiku

“eengghhh gak papa Pah, aku sakit perut “ jawabku sambil menahan nikmatnya genjotan pak Bram.

“oh ya sudah, mamah istirahat saja ya, jangan terlalu capek. “ kata suami ku.

“iiyyaaa Papah” jawabku tertahan.

“Assalamu’alaikum mah” tutup suamiku

“wa’alaikumsalam Pah” jawabku buru-buru dan langsung menutup telepon.

“Aaaaarrrggghhhhh..” kulanjutkan desahan ku yang tertahan. Birahi ku naik lagi ketika aku menerima telpon dari suamiku sedang kan posisi ku sedang disetubuhi pria lain. Ada sesuatu yang berbeda yang kurasakan.

Semakin lama genjotan pak Bram semakin kuat dan kasar. Diangkatnya tubuhku dan disuruhnya aku menungging. Dengan kuat pak Bram langsung menyodok vagina ku. Dijambak nya rambutku sehingga posisi nya seperti seseorang yang sedang menunggang kuda.

“Mas…Nisa ke..lluuaaarr..aaaarrgrghhhhh..” teriak ku diiringi lelehan cairan vagina yang membanjiri penis pak Bram. Tanpa memberikan ku jeda menikmati orgasme ku, pak Bram terus menggenjot penisnya.

Kemudian pak Bram berdiri dan mengangkat kedua kaki ku, sehingga posisiku saat ini terangkat dengan kedua tangan bertumpu dilantai. Semakin kuat pak Bram menghujamkan penisnya. Tangan ku sudah mulai lelah menahan berat tubuh ku. “Cplok cplok cplok” terdengar suara dari peraduan vagina ku dan penis pak Bram. Tiba-tiba kedua tangan ku melemah dan aku tersungkur ke lantai. Melihat hal ini pak Bram malah menambah kecepatan genjotan nya dan… “AAAARRGRGHHHHH” terdengar erangan keras pak Bram diiringi semburan hangat pada rahimku. Diturunkan nya kedua kaki ku perlahan. Pak Bram berbaring diatas ku dan menciumi tengkuk ku. Kemudian beliau membisikkan sesuatu di telinga ku.

“Nis, kamu mau kan jadi lonte ku?” tanya pak Bram

Mendengar kata-kata yang merendahkan ku seperti itu, aku bukannya marah tetapi malah menjadi sensasi tersendiri bagiku.

“Ya mas, Nisa adalah lonte mas sepenuhnya “ jawabku diiringi senyuman kami berdua.

***

Dua bulan sudah cuti ku berlalu dan sekarang aku sudah mulai masuk kerja kembali. Teman-teman dikantor menyambut ku dengan hangat. Menyapa dan memberikan ucapan selamat. Tidak ada yang berubah dikantor ini, hanya ada sedikit perubahan di sana sini. Ku perhatikan teman-teman kelihatan sibuk sekali. Setelah kutanyakan pada salah satu staf ku, ternyata kantor lagi sibuk-sibuknya memperluas jaringan kerja.

Siang itu seperti biasa aku mampir keruang Pak Bram. Kulihat banyak berkas-berkas diatas mejanya.

“Mas, sibuk ya?” tanyaku mengejutkan nya.

“oh Nisa, kirain siapa. Iya nih, banyak klien yang ingin bernegosiasi dengan perusahaan kita.” Jawab pak Bram.

“Mmm ada yang bisa Nisa bantu mas?” kataku menawarkan diri untuk membantu.

“Boleh Nis. O ya sekalian mas mau ngasih tau. Minggu depan mas akan ke Malaysia Nis, nemuin klien kita. Kamu ikut ya.” Pinta pak Bram

“Mmm mau sih mas, tapi kasian anak-anak kalau ditinggal “ jawabku.

“titipin aja ke ibu kamu Nis” kata pak Bram lagi.

“Mmm Nisa minta persetujuan suami dulu ya mas” kataku.

Malam itu ketika aku dan suamiku sedang bersantai, aku pun memberi tahu nya tentang keberangkatan ke Malaysia.

“Pah, dari kantor mamah disuruh berangkat ke Malaysia, ada klien yang mesti ditemuin.” Kataku membuka percakapan.

“Gak bisa orang lain Mah?” tanya suamiku

“Gak bisa Pah, karena itu memang bagiannya mamah, dan juga stafnya mamah semua lagi pada sibuk kejar target “ jawabku sedikit berbohong karena memang dari diriku yang ingin ikut berangkat bersama pak Bram.

“Pergi nya sama siapa Mah? “ tanya suamiku lagi

“Sama pak Bram Pah, beliau butuh staf yang berkompeten untuk ikut, makanya mah disuruh berangkat sama beliau. “

“Mmm kalau sama pak Bram gak papa Mah. Kalo Papah lihat, Pak Bram kayaknya orang yang baik dan gak neko-neko. “

Didalam hati aku hanya senyum-senyum saja mendengar perkataan suamiku. Dia tidak tau kalau pak Bram itu orang yang lebih dari sekedar “neko-neko”.

“Yang penting nanti semuanya disiapkan dengan baik Mah. ASI untuk anak kita jangan lupa. “ lanjut suamiku.

“Iya Papah, nanti mamah siapin semuanya. Beres pokoknya. “ kataku sambil tersenyum manja pada suamiku.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Tak Pernah Kusesali Nikmatnya Kejantanan² yg bukan milik Suamiku (kisah Jilbaber Wanita Karir yg Binal)
Article Name
Tak Pernah Kusesali Nikmatnya Kejantanan² yg bukan milik Suamiku (kisah Jilbaber Wanita Karir yg Binal)
Description
seorang wanita karir berhijab, ibu dari 2 orang anak dan istri yg setia ternyata menjadi amat binal di dalam dekapan lelaki-lelaki lain dan menikmati kepuasan terlarang dari perselingkuhan yg HOT
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo