loading...

Jilatan pak Bram turun ke perutku, dan berhenti di pusarku. Dijilatnya pusarku sehingga aku merasakan kegelian yang luar biasa. Tubuhku menekuk. Pak Bram menghentikan kegiatannya, dan kami pun tertawa ringan. Kemudian jilatannya turun ke perut bagian bawah. Pak Bram membenamkan wajahnya diselangkanganku yang masih tertutup rok. Ditariknya rok ku kebawah dan menyisakan CD ku yang sudah sangat basah.

“Nis, kamu sudah basah banget”

Aku hanya tersenyum memandang pak Bram. Pak Bram menjilati vaginaku dari balik CD ku.

“Aaaahhhhh……” aku benar benar tidak tahan untuk tidak mengerang.

Baru kali ini aku menerima oral di vaginaku, terasa geli bercampur nikmat. Suamiku tidak pernah melakukannya, tidak boleh katanya. Ini benar-benar sensasi baru bagiku. Sangat nikmat permainan yang dilakukan oleh pak Bram. Kemudian pak Bram menarik CD ku ke bawah dan melepaskannya, sekarang aku sudah benar-benar telanjang didepan laki-laki yang bukan muhrimku dan aku masih mengenakan hijabku.

Kembali pak Bram mengoral vaginaku. Gesekan lidahnya di vaginaku membuat cairan cintaku mengalir. Reflek kaki ku nenekuk dan menahan kepala pak Bram sehingga wajah pak Bram benar-benar terbenam di vaginaku. Pak Bram menghentikan kegiatannya, dia melepas kemeja dan jeans yang dipakainya. Tubuh six pack pak Bram membuatku pipiku merona merah. Kulihat penis pak Bram mulai mengeras dibalik CD yang ia kenakan.

“Nis, bapak boleh melakukannya?” Tanya pak Bram dengan nada memelas.

Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Aku sudah dipengaruhi oleh birahiku sendiri, aku sudah tidak bisa berpikir jernih sekarang. Kemudian pak Bram membuka CD nya, dan keluar lah penis besar pak Bram. Aku terkejut, penis pak Bram besar sekali. Mungkin 2 kali nya dari punya suamiku. Pak bram menarik tanganku dan menyuruhku duduk. Kemudian diarahkan tanganku ke penisnya.

“Astaga, pak besar sekali penis bapak.” Kataku. Besarnya melebihi pergelangan tanganku.

Pak Bram hanya tersenyum. Digerakan tanganku yang sedang menggenggam penisnya naik turun. Aku mengerti apa yang diinginkan pak Bram, kemudian kulakukan sendiri. Lama aku mengocok penis pak Bram. Pak Bram menyuruhku berhenti dan mendekatkan penisnya ke wajahku. Wajahku memerah, aku sangat malu melihatnya. Digesekkan kepala penis itu ke bibirku, dan pak bram memintaku untuk mengoralnya. Aku menggelengkan kepala.

“kenapa nis? Kamu gak mau?” Tanya pak Bram

“Nisa belum pernah oral penis pak.” Jawabku. Suamiku tidak pernah menyuruhku mengoral penisnya, karena memang tidak diperbolehkan.

Baca juga: bercinta dengan ABG SMA seksi yg berhijab

“Cobalah punya bapak Nisa, nanti kamu akan ketagihan.” Kata pak Bram lagi

Aku ragu-ragu memegang penis pak Bram. Kemudian ku coba untuk membuka bibirku dan memasukkan kepala penis pak Bram ke mulutku.

“Mmmmhhhhh……” ku kulum penis pak Bram.

Kemudian pak Bram memegang kepalaku dan digerakkannya maju mundur sehingga sepertiga penis pak Bram masuk ke mulutku. Tak berapa lama pak Bram mencabut penisnya dari mulutku.

“Gimana Nis, enakkan?” Tanya pak Bram

Aku hanya mengangguk pelan, menahan rasa malu yang menderaku. Kemudian pak Bram menekuk kakiku dan membuatnya mengangkang. Dengan perlahan pak Bram mengarahkan penisnya ke depan bibir vagina-ku. Pak Bram menggesek bibir vagina-ku dengan penisnya, desahanpun keluar dari mulutku.

Aku menikmati setiap gesekan penis pak Bram, dan sesekali kepala penis pak Bram masuk ke lubang vagina-ku. Aku menggeliat-geliat dan mendesah.

“Nis, boleh bapak masukkan?” Tanya pak Bram.

“Boleh pak.” Jawabku yang sudah dipenuhi birahi.

Dengan perlahan pak Bram memasukkan kepala penisnya ke lubang vaginaku.

“Oouuuuhh…….” Kurasakan penis pak Bram mulai memasuki vagina-ku. Vaginaku terasa perih menerima penis pak Bram yang besar.

“Aaahhhhh…. Nis, vaginamu seret sekali.” Erang pak Bram.

Akhirnya kurasakan penis pak Bram menyentuh dinding vaginaku. Lama kami terdiam, saling merasakan kenikmatan yang tiada tara. Selang beberapa menit, pak Bram mulai memaju mundurkan penisnya. Kami saling mendesah. Pak Bram dengan ganas melumat kedua payudara ku. Digigitnya putingku.

“awhhhhh….. pak terusin pak” racauku.

Sepuluh menit berlalu dan aku tak kuasa menahan orgasmeku, “Aahhhkkkkkkkkkkkhhhhhhh… pak… Nisa…Nisa..Ke..lu..ar…. eergghhhhh” jeritku merasakan orgasme yang begitu nikmat.

Sementara pak bram masih terus menggenjot tubuhku. Vagina-ku terasa sensitive setelah orgasme, namun pak Bram masih memompa penisnya di vagina-ku dengan kecepatan tinggi. Lama pak Bram memompa penisnya. Kemudian beliau mencabut penisnya dan membalikkan tubuhku sehingga posisiku tengkurap. Ditariknya pinggulku dan diangkatnya, kakiku dilebarkan dan “sleebbb” penisnya dimasukkan kembali ke vagina-ku. Pak Bram menggenjotku dalam posisi dogy, dan baru kali ini juga kurasakan variasi seks seperti ini. Biasanya hanya aku yang diatas, atau aku yang dibawah.

Aku pun kelojotan dibuatnya. Pak Bram memang hebat, belum menunjukkan bahwa baliau akan orgasme. Tak lama kemudian, kurasakan orgasme kedua ku.

“AAAAAHHHHKKKKKKHHHH……….” Teriakku keras. Aku tak memperdulikan lagi jika ada orang yang mendengarnya.

Lama-lama vagina-ku terasa perih, tetapi pak Bram masih memompa penisnya. Kemudian ditariknya tangan kiri dan kaki kiriku keatas, sehingga hanya tangan dan kaki kanan yang menopang tubuhku. Digenjotnya aku dalam posisi beliau berdiri. Aku sudah tidak bisa berfikir lagi, hanya kenikmatan yang dapat kurasakan saat ini. Dan akhirnya pak Bram pun menegang dan menyemburkan cairan hangatnya ke dalam rahimku. Banyak sperma pak Bram, hingga kurasakan rahimku penuh dengan sperma nya.

Kemudian pak Bram mencabut penis nya dan mengarahkan penisnya ke mulutku. Aku gelagapan menerima penis pak Bram yang basah oleh cairan cintaku dan sperma nya. Diurutnya penis tersebut dan sisa-sisa sperma nya mengalir masuk ke mulutku. Baru kali ini aku merasakan yang namanya sperma, ada rasa asin-asin gimana gitu. Sperma itu pun tertelan olehku. Kulihat wajah pak Bram yang puas, dan kami pun tersenyum. Malam itu kami tak sempat untuk dinner karena kecapaian. Dan kami tertidur dengan tubuh masih telanjang bulat, dengan hijab yang masih aku kenakan.

 

Pagi itu aku terbangun. Aku merasakan kehangatan dada pak Bram yang menempel dipundak ku, dan juga tangannya yang memegang payudara ku. Aku sudah tidak tau lagi apa yang terjadi selanjutnya setelah kejadian semalam, karena aku langsung tertidur. Aku alihkan tangan pak Bram dari payudara ku. Beliau pun terbangun.

“Kamu sudah bangun Nis?” Tanya pak Bram.

“Iya pak.” Jawabku.

“Gimana semalem? Enak gak main sama bapak?” Tanya pak Bram lagi.

Wajahku memerah, aku sangat malu sekali. Dan dengan ragu akupun menjawab “Hmmm enak sekali pak, baru kali ini Nisa orgasme berkali-kali. Biasanya Nisa gak pernah orgasme dan selalu itu-itu saja gayanya.” Jawabku

“Emang suami mu kenapa Nis?”

“Suamiku meskipun bukan orang yang fanatic, tetapi dia orang yang taat pak. Oral aja gak dibolehin sama dia” jawabku lagi.

Pak Bram hanya tersenyum. Ditariknya tanganku dan wajah kami pun saling berdekatan. “CUP” dikecupnya keningku.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Tak Pernah Kusesali Nikmatnya Kejantanan² yg bukan milik Suamiku (kisah Jilbaber Wanita Karir yg Binal)
Article Name
Tak Pernah Kusesali Nikmatnya Kejantanan² yg bukan milik Suamiku (kisah Jilbaber Wanita Karir yg Binal)
Description
seorang wanita karir berhijab, ibu dari 2 orang anak dan istri yg setia ternyata menjadi amat binal di dalam dekapan lelaki-lelaki lain dan menikmati kepuasan terlarang dari perselingkuhan yg HOT
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo